Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Koefisien Seismic Load Terhadap Faktor Keamanan Lereng Pada Penambangan Nikel Di Kecamatan Palangga Selatan Kabupaten Konawe Selatan Dzakir, La Ode; Rembah, Rina; Salu, Sahrul Poalahi; Kadar, Muhammad Ilham
Mining Science And Technology Journal Vol 2 No 1 (2023): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.243 KB) | DOI: 10.54297/minetech-journal.v2i1.448

Abstract

Kestabilan lereng dipengaruhi oleh faktor alam seperti kondisi hirdrologi dan hidrogeologi, kondisi struktur geologi dan beban dinamis yang disebabkan oleh getaran alat berat maupun getaran akibat gempa bumi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh koefisien seismik load terhadap faktor keamanan lereng. Penelitian diawali dengan melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel tanah untuk mengetahui sifat fisik dan sifat mekanik tanah. Setelah memperoleh data sifat fisik dan mekanik tanah, selanjutnya dilakukan analisis kestabilan lereng menggunakan metode limit equilibrium dengan bantuan software slide. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa pengaruh koefisien seismic load terhadap faktor keamanan lereng sangat signifikan. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa semakin besar beban seismik yang bekerja pada lereng maka semakin rendah nilai faktor keamanan lerengnya (kondisi lereng semakin tidak stabil).
Pemetaan Distribusi Konsentrasi Besi (Fe) Berdasarkan Karakteristik Endapan Dengan Pengaplikasian Metode IDW (Inverse Distance Weighting), Palangga Konawe Selatan Prianata, Yogi La Ode; Dzakir, La Ode; Amir, Muhamad Karnoha; Kadar, Muhammad Ilham
Mining Science And Technology Journal Vol 2 No 2 (2023): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v2i2.486

Abstract

Konsentrasi besi (Fe) terkadang ditemukan sebagai kandungan logam tanah (residual). Di Indonesia jenis endapan sekunder ditemukan di Halmahera, Sulawesi Timur (Morowali), Sulawesi Selatan (Sorowako) dan Sulawesi Tenggara (Pomalaa Kolaka), termasuk wilayah Konawe Selatan. Guna mengetahui distribusi konsentrasi Fe yang terkandung dalam endapan nikel laterit, penerapan metode Inverse Distance Weighting (IDW) dipilih dalam melakukan penaksiran distribusi konsentasi Fe. Tentunya hal ini berkaitan dengan kegiatan selanjutnya termaksud menentukan karakter unsur Fe yang terdapat pada daerah penelitian. Distribusi nilai konsentrasi Fe terendah adalah 0-4.85% dan yang tertinggi adalah 25.31-40.47% dengan frekuensi 5-12% yang menunjukan skewness positif. Berdasarkan arah distribusi konsentrasi Fe dengan menggunakan metode IDW cenderung mengarah pada arah 315o (BT) dan 135o (TG), hal tersebut dikarenakan proses sampling yang hanya terpusat pada titik tertentu. Sehingga dalam memperkirakan nilai distribusi hanya tertuju pada suatu titik berdasarkan nilai titik sampel yang mengelilinginya. Karakteristik konsentrasi Fe dipengaruhi oleh kehadiran batugamping di permukaan, sehingga menyebabkan kandungan air hilang dan larutan Fe akan bersenyawa dengan oksida dan terendapkan sebagai ferri hidroksida. Kehadiran mineral pembewa unsur Fe seperti: magnetite (Fe3O4), hematite (Fe2O3), kromite (FeCr2O4), and gutite (FeO(OH)) semakin memperkuat konsentrasi Fe pada daerah penelitian.
Pengaruh Geometri Peledakan terhadap Perolehan Fragmentasi Batu Gamping di PT. Diamond Alfa Propertindo Halir, Ahmad; Salu, Sahrul Poalahi; Dzakir, La Ode
Mining Science And Technology Journal Vol 2 No 2 (2023): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v2i2.487

Abstract

Kegiatan peledakan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk membongkar material batuan dari batuan induknya. Dalam kegiatan peledakan fragmentasi batuan merupakan tolak ukur untuk mengetahui keberhasilan suatu peledakan. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk melihat pengaruh geometri peledakan terhadap fragmentasi hasil peledakan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa geometri peledakan aktual nilai rata-rata geometri peledakan burden 3 m, Spacing 3 m, Stemming 1 m kedalaman lubang 5,6 m, isian bahan peledak 4 m dan diameter lubang ledak 3 inci, Hasil fragmentasi peledakan aktual yang diperoleh dengan mengunakan split dekstop diperoleh rata-rata fragmentasi sebesar 23,407 cm, Geomteri peledakan ideal menurut R.L.Ash adalah burden 2,5 m, spacing 3 m, stemming 1,75 m, subdrilling 0,75 m, kedalaman lubang 6,75 m, tinggi jenjang 6 m, isian bahan peledak 5 m, Hasil fragmentasi berdasarkan rancangan geometri peledakan ideal yang diperoleh dengan mengunakan teori R.L Ash adalah sebesar 22,866 cm.
Karakteristik Endapan Nikel Laterit Daerah Molawe Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara Raivel, Raivel; Hasrianto, Hasrianto; Amir, Muhamad Karnoha; Dzakir, La Ode
Mining Science And Technology Journal Vol 2 No 3 (2023): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v2i3.543

Abstract

Endapan ini memiliki banyak kegunaan diantaranya sebagai bahan produksi stainless steel atau baja tahan karat yang diaplikasikan untuk peralatan dapur, ornamen rumah dan komponen industri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik nikel laterit sebagai salah satu acuan dalam explorasi dan penambangan. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengamatan lapangan melalui data pengeboran dengan analisis laboratorium menggunakan XRF (X-Ray Fluorescence). Hasil penelitian menunjukan lapisan limonit, saprolit dan badrock memiliki ketebalan dan kadar Ni yang berbeda beda setiap lapisan dan titik bor. Lapisan top soil memiliki ketebalan 1 meter dengan kadar Ni 0,75 – 1,23 % dan Fe 37, 92 – 44,49 %, limonit memiliki ketebalan rata – rata 7 meter dengan kadar Ni 0,76 – 1, 30 % dan Fe 19,47 – 41,22%, sedangkan saprolit memiliki ketebalan rata – rata 6 meter dengan kadar Ni 1,41 – 2,15 % dan Fe 7,83 – 44,35 %, lapisan badrock Ni 0,56 – 1,38 % dan Fe 10,89 – 17,75 %. Model endapan bawah permukaan, menunjukan bahwa endapan nikel laterit daerah penelitian terbentuk dan terkayakan di bagian tengah yang dikelilingi oleh batuan dengan endapan nikel laterit low grade. Model endapan ini dipengaruhi oleh struktur geologi yang bekerja pada batuan pembentuk endapan nikel. Pola distribusi unsur Ni yaitu semakin kebawa semakin tinggi dan akan mengalami penurun kembali ketika mendekati lapisan bedrock. Sedangkan unsur Fe semakin ke bawah semain rendah dan sebaliknya
Analisis Geometri Peledakan Terhadap Fragmentasi Hasil Peledakan pada PT. Diamond Alfa Propertindo Kecamatan Mawasangka Tengah Kabupaten Buton Tengah Provinsi Sulawesi Tenggara Marina, Marina; Salu, Sahrul Poalahi; Dzakir, La Ode
Mining Science And Technology Journal Vol 3 No 1 (2024): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v3i1.548

Abstract

ABSTRACT PT. Diamond Alfa Propertindo is a company operating in the mining sector located in Gundu-gundu Village, Central Mawasangka District, Central Buton Regency, Southeast Sulawesi Province, with an area of 4,905 Ha. Where the research location is located in Pit Mr. Cheng. Where the results of geometric calculations based on R.L Ash's theory are Burden (B) 2 meters, Spacing (S) 3 meters, Stemming (T) 2 meters, Length of filled column (PC) 4 meters, Depth of blast hole (H) 6 meters, Subdrilling ( J) 0.4 meters, and ladder height (L) 5.6 meters, resulting in production of 6,609.6 bcm/blast. The geometric results in the field are burden 2,9 meters, spacing 2,91 meters, stemming 0,78 meters, depth of blast hole 3,58 meters, Subdrilling is not used in the field so it is called a Quarry floor, Fill column length is 2,8 meters, resulting in a production of 3,099.11 bcm/blast with the amount of Anfo used being 16,32 kg, resulting in an average fragmentation size for 10 blasts of 22,25 cm with rock passing using the Kuz-ram model of 53,51%. Meanwhile, based on the Split Desktop 2.0 software, it produces an average fragmentation size of 22,71 cm with 80% rock escap e.
Analisis Kebutuhan Alat Mekanis dan Biaya Operasional untuk Mencapai Target Produksi pada Pit Pongkalaero PT. Tambang Bumi Sulawesi Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara Sultra, Riski Salsabilah; Hasriyanti, Hasriyanti; Dzakir, La Ode
Mining Science And Technology Journal Vol 3 No 2 (2024): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v3i2.602

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di pit pongkalaero yang memiliki luas ±4 Ha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis alat gali, alat muat dan alat angkut serta biaya operasional alat mekanis dengan menggunakan metode kuantitatif. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah cycle time, dan data efesiensi kerja, data density ore. Jumlah cadangan, jam kerja perusahaan, hambatan kerja, selain itu data yang digunakan untuk menghitung biaya operasional adalah data biaya alat mekanis dan penggunaan ban alat angkut. Setelah melakukan analisis alat mekanis dengan metode kuantitatif maka didapatkan hasil simulasi untuk alat gali adalah 35.608,41 ton/bulan, alat muat 35.566,01 ton/bulan, dan alat angkut adalah 35.346,56 ton/bulan. Serta biaya operasional untuk alat gali sebesar Rp. 141.367.664.50, alat muat sebesar Rp. 182.153.856,80, dan alat angkut sebesar Rp.367.854.756. Dari hasil simulasi alat alat gali, alat muat dan alat angkut dapat disimpulkan bahwa alat mekanis mencapai target produksi dengan pensmbahan jam kerjs dsn penambahan satu unit alat angkut.
Rancangan Desain Tambang Nikel Laterit Pada Blok D PT. Pernick Sultra Site Waturambaha Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara Ikhsan, M.; Yatjong, Isramyano; Dzakir, La Ode
Mining Science And Technology Journal Vol 3 No 2 (2024): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v3i2.630

Abstract

PT. Pernick Sultra merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan mineral. Wilayah IUP Operasi Produksi PT. Pernick Sultra berada di Desa Waturambaha, Kecamatan Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan di Blok D yang memiliki luas 5,9 Ha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui estimasi cadangan di blok D, berapa volume dan tonase endapan nikel laterit dengan menggunakan metode Kriging. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data assay, collar, geology, survey dan topografi lalu menggunakan software surpac 6.6.3 untuk mengestimasi cadangan. Selain itu software surpac juga untuk membuat desain pit blok D dan layout desain tambang. Dari data hasil estimasi cadangan nikel laterit pada blok D dengan metode Kriging menggunakan software surpac dari jumlah data titik bor sebanyak 30 titik dengan spasi random dimana jarak spasi terkecil 28 m dan jarak spasi terbesar 66 m dengan pola pemboran zigzag. Diketahui jumlah tonase adalah sebesar 306.000 ton dan volume 204.000 m³, dengan kadar rata – rata Ni 2.02%. Dalam pembuatan desain pit ada beberapa parameter yang perlu diperhatikan seperti ketentuan COG perusahaan sebesar 1.4%, rekomendasi geometri lereng dengan tinggi jenjang 5 m, lebar jenjang 2 m dan kemiringan 50°. Dari hasil desain pit berdasarkan cadangan yang telah didapatkan dapat dihasilkan luasan pit bukaan sebesar 5,9 Ha . Layout bertujuan untuk mengetahui letak sarana dan prasarana tambang. Pada daerah penelitian meliputi desain pit, disposal area, jalan angkut dan stockpile. Adapun jarak dari pit ke disposal sejauh 245 meter dan jarak pit ke stockpile sejauh 391 meter.
Analisis Ketercapaian Target Produksi Berdasarkan Rencana Penambangan Bijih Nikel Laterit pada Pit Tanjung Mako di PT. Pernick Sultra Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara Agry, Agry Falah; Dzakir, La Ode; Syahrul, Syahrul
Mining Science And Technology Journal Vol 3 No 3 (2024): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v3i3.704

Abstract

Pernick Sultra berlokasi di Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara , Sulawesi Tenggara dan memiliki luas IUP sekitar 537 Ha yang terbagi beberapa Pit, salah satu pitnya adalah Pit Tanjung Mako. Untuk kegiatan penambangannya dilakukan pengadaan alat sendiri guna memenuhi target produksi yang telah direncanakan. Rencana produksi tambang dibuat untuk memenuhi target produksi dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil produksi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis faktor-faktor yang menghambat tercapainya target produksi berdasarkan penjadwalan produksi yang telah dibuat dan mengetahui solusi dari faktor-faktor yang menghambat tercapainya target produksi. Rencana penjadwalan produksi penambangan yang dibuat pada Pit Tanjung Mako dirancang untuk memenuhi target produksi sebesar 20.511 ton/bulan. Sedangkan hasil produksi yang didapatkan pada bulan Juni selama 4 week sebesar 16,024 ton. Jumlah alat yang digunakan untuk ore yaitu 1 alat muat melayani 11 alat angkut. Dari data hasil produksi, target produksi yang telah direncanakan berdasarkan penjadwalan produksi perminggunya (per week) tidak tercapai. Faktor-faktor yang menjadi hambatan sehingga target produksi tidak tercapai adalah kondisi cuaca yaitu terjadi hujan pada bulan Januari (week 1 sampai week 4), dan effisiensi kerja alat yaitu excavator KOMATSU PC200-10MO sebesar 40% dan DT Hino 500 FM 260 JD sebesar 39%. Sehingga, dilakukan perbaikan dari faktor-faktor yang menghambat produksi yaitu penambahan jumlah alat angkut ore sebesar 11 unit, serta effisiensi kerja alat yaitu excavator KOMATSU PC200-10MO sebesar 56% dan DT Hino 500 FM 260 JD sebesar 54%.
Potensi Akuifer Menggunakan Metode Geolistrik di Desa Sambalagi, Kabupaten Morowali Dzakir, La Ode; Kadar, Muhammad Ilham; Amir, Muhamad Karnoha
Mining Science And Technology Journal Vol 3 No 3 (2024): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v3i3.886

Abstract

Air tanah merupakan sumber daya alam penting yang digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari konsumsi rumah tangga hingga keperluan industri. Di Desa Sambalagi, Kabupaten Morowali, ketersediaan air tanah menjadi aspek penting dalam pemenuhan kebutuhan air lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi akuifer di Desa Sambalagi dengan menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner, yang efektif dalam pemetaan lapisan bawah permukaan secara vertikal. Pengukuran dilakukan pada empat lintasan, masing-masing sepanjang 290 meter. Data geolistrik diolah menggunakan perangkat lunak Res2DInv untuk mendapatkan profil resistivitas 2D yang menunjukkan variasi lapisan tanah di bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya lapisan akuifer dangkal pada kedalaman antara 2 hingga 30 meter dari permukaan, dengan nilai resistivitas berkisar antara 4 hingga 60 ohm-meter. Lapisan akuifer ini ditemukan di beberapa titik dengan ketebalan bervariasi dan berpotensi untuk memenuhi kebutuhan air tanah lokal. Metode geolistrik konfigurasi Wenner terbukti efektif dalam mengidentifikasi potensi akuifer di wilayah penelitian, memungkinkan pemetaan lapisan air tanah secara akurat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Desa Sambalagi memiliki potensi akuifer yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian, serta merekomendasikan survei tambahan untuk meningkatkan representasi data potensi air tanah di wilayah ini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengelolaan sumber daya air tanah yang berkelanjutan di Desa Sambalagi.
Assessing the Carbon Sequestration Potential of Ultramafic Rocks in the Kolaka Ophiolite Complex, Southheastern Sulawesi: A Petrographic, Geochemical, and Mineralogical Study Syahrul; La Ode Dzakir; Riska; Rio Irhan Mais Cendra jaya; Masri
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 10 No. 1 (2025): JGEET Vol 10 No 01 : March (2025)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2025.10.1.19484

Abstract

Climate change has prompted significant global interest in carbon sequestration technologies, particularly using geological formations. This study investigates the potential of ultramafic rocks from the Kolaka Ophiolite Complex in Southeast Sulawesi for carbon sequestration, focusing on the mineralogical, petrographic, and geochemical characteristics that enhance their reactivity with CO₂. The research involved petrographic and mineragraphic analyses of 15 peridotite samples, geochemical measurements via X-ray fluorescence (XRF), and mineral characterization using scanning electron microscopy (SEM). The results revealed that Kolaka's ultramafic rocks, particularly harzburgite and lherzolite, exhibit moderate to high serpentinization, which enhances their reactivity with CO₂. Key minerals such as olivine, pyroxene, and serpentine, rich in magnesium, calcium, and iron oxides, demonstrate significant potential for mineral carbonation. Secondary minerals like magnesite and brucite were identified as products of carbonation, reinforcing the rocks' ability to act as carbon sinks. The discussion highlights that serpentinized peridotites are more effective for carbon sequestration than unaltered ones due to increased mineral reactivity. The presence of magnesite and Cr-Fe-rich carbonates, alongside serpentine veins, indicates that fluid-rock interactions have promoted ongoing carbonation processes. The Kolaka ultramafic rocks, therefore, hold strong potential for long-term carbon storage, offering a promising solution for reducing atmospheric CO₂ levels