Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pemberdayaan apoteker dalam pemberian layanan telemedicine tentang sexual transmission infection Pradiningsih, Anna; Andanalusia, Mahacita; Rahmawati, Cyntiya; Rahman, Arif; Affandi, Rizal; Saptahadi, Lalu Iman; Qiyaam, Nurul; Nopitasari, Baiq Leny; Anjani, Baiq Lenysia Puspita; Wahid, Abdul Rahman; Nurbaety, Baiq; Mardiyah WD, Siti; Saputra, Yoga Dwi; Hapsari, Yunita; Maharani, Anggina Putri Nabila; Anisa, Anisa; Igayatni, Rahayu; Bimantika, Fara Mutia; Mayada, Silhiyatun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.28663

Abstract

AbstrakInfeksi Menular Seksual (IMS) adalah penyakit infeksi penularan suatu organisme antara pasangan seksual melalui berbagai kontak dengan cairan tubuh atau kulit saat berhubungan intim melalui seks vagina, oral dan anal, dengan tingkat mortalitas yang tinggi. Salah satu kontributor IMS, adalah di Nusa Tenggara Barat dengan jumlah estimasi orang dengan resiko terinfeksi HIV sebesar 284.909 jiwa. Namun, hanya sebanyak 16,31% yang mendapatkan pelayanan sesuai standar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah IMS adalah dengan meningkatkan kesadaran melalui pelayanan telemedicine. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membangun platform telemedicine sebagai media edukasi dan interaksi serta melatih apoteker sebagai pelaksana edukasi IMS ke masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan sosialisasi melalui akun Instragram, Youtube, dan website khusus. Sosialisasi dilakukan kepada para apoteker dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Mataram dan Lombok Tengah. Program pelatihan meliputi sesi edukasi IMS, pembuatan media edukasi (poster dan video), dan pembuatan website interaktif. Pelatihan mitra apoteker diikuti oleh 12 anggota dari masing-masing anggota Mataram dan Lombok Tengah. Terdapat hasil dan luaran yang diharapkan dari pengabdian yang telah dilakukan yaitu poster dan video edukasi IMS, publikasi berita di media lokal, platform telemedicine berupa Instagram, website, dan Youtube, serta peningkatan kemampuan peserta dan kesiapan para apoteker dalam menerapkan edukasi IMS (Infeksi Menular Seksual). Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas apoteker dalam memberikan edukasi melewati telemedicine. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan oleh apoteker dari sebelum dan setelah pelatihan berdasarkan skort es (p <0,05) dan jumlah pendaftar apoteker yang meningkat hingga 38 akun di website. Kata kunci: apoteker; telemedicine; infeksi menular seksual AbstractSexually Transmitted Infections (STIs) are infectious diseases transmitted by an organism between sexual partners through various contacts with body fluids or skin during intercourse through vaginal, oral and anal sex, with a high mortality rate. One of the contributors to STIs is in West Nusa Tenggara with 284,909 people estimated number of people at risk of HIV infection. However, only 16.31% people at risk received standard services. One effort that can be made to prevent STIs is to increase awareness through telemedicine services. The purpose of this service is to build a telemedicine platform as a medium for education and interaction and to train pharmacists as implementers of STI education to the community. This activity is carried out by involving socialization through Instagram accounts, Youtube, and special websites. Socialization was carried out to pharmacists from the Indonesian Pharmacists Association (IAI) Mataram and Central Lombok. The training program includes STI education sessions, making educational media (posters and videos), and making interactive websites. The pharmacist partner training was attended by 12 members from each member of Mataram and Central Lombok. There are expected results and outputs from the service that has been carried out, namely posters and educational videos on STIs, publications in local media, telemedicine platforms in the form of Instagram, websites, and Youtube, as well as increasing the ability of participants and the readiness of pharmacists in implementing STIs (Sexually Transmitted Infections) education. This program is designed to improve the capacity of pharmacists in providing education through telemedicine. This is indicated by an increase in knowledge by pharmacists before and after training based on the es score (p <0.05) and the number of pharmacist registrants increasing to 38 accounts on the website. Keywords: pharmacist; telemedicine; sexual transmiited infections
REVIEW ARTIKEL: INTERVENSI mHEALTH TERHADAP KEPATUHAN TERAPI PASIEN TUBERKULOSIS DI ASIA Andanalusia, Mahacita; Saputra, Yoga Dwi; Megadendra, Arindatasya Irana; Huda, Rifky Arafahtul
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i1.652

Abstract

WHO memaparkan bahwa terdapat lebih dari 10 juta kasus TB baru yang ditemukan di dunia setiap tahunnya dengan negara-negara Asia menjadi kontributor terbesar pada kasus. Dalam tatalaksana terapi, aplikasi kesehatan secara seluler (mHealth) dapat mengatas tantangan dalam pengobatan TB. Studi ini merangkum efek dari intervensi mHealth terhadap kepatuhan terapi pasien TB di Asia. Database yang digunakan dalam studi adalah melalui google scholar. Artikel mengenai intervensi mHealth terhadap kepatuhan pasien TB, penelitian orisinil, penelitian yang dilakukan di negara-negara di Asia, artikel tersedia dalam bentuk full paper, sudah dilakukan proofread, artikel yang dapat diakses terbuka, dan terpublikasi dari tahun 2014 hingga 2024 merupakan kriteria inklusi pada studi ini. Sebanyak 12 artikel terpilih untuk dikaji. Berdasarkan hasil, diketahui bahwa jenis intervensi yang sering digunakan adalah SMS, telepon, sosial media chat, video, dan aplikasi/website untuk monitor pasien. Intervensi dilakukan di beberapa negara, yakni di Cina, India, Indonesia, dan Pakistan. Hasil studi literatur ini menujukkan bahwa sebagian besar intervensi mHealth dapat meningkatkan kepatuhan terapi pasien TB di Asia. Pada penelitian intervensi mHealth, perlu mempertimbangkan penggunaan metode dan desain studi yang dapat memberikan hasil yang kuat.
Pharmaceutical Care Berpengaruh terhadap Kualitas Hidup, Kepatuhan dan Outcome Klinis Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Beberapa Daerah di Indonesia: Kajian Literatur Salsabiella, Baiq Rani; Andanalusia, Mahacita
Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2025): Wiraraja Medika : Jurnal Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fik.v15i1.3474

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disease in which there are abnormalities in insulin secretion, insulin action or both, causing hyperglycemia. Maximizing pharmaceutical services can be done as a step to improve the quality of life of diabetes mellitus patients and this can be done through pharmaceutical care by pharmacists. This literature review aims to determine the best interventions that can improve the quality of life, compliance and clinical outcomes of diabetes mellitus patients. This paper is the result of a literature review of various studies that examined the effect of pharmaceutical care on the quality of life, compliance and clinical outcomes of type 2 diabetes mellitus patients. A literature search was carried out via the Pubmed and Google Scholar websites using the keywords "pharmaceutical care", "patient quality of life diabetes mellitus", "compliance of type 2 diabetes mellitus patients" "clinical outcomes of type 2 diabetes mellitus patients", "the influence of pharmaceutical care on the quality of life of type 2 diabetes mellitus patients", "the influence of pharmaceutical care on the compliance of type 2 diabetes mellitus patients" "the influence pharmaceutical care on the clinical outcomes of type 2 diabetes mellitus patients" from 2015 to 2023. In this research, 13 research studies were found that were related to the research objectives. The results of the literature review show that counseling, education, Drug Information Services (PIO), telefarma and SMS reminders are the best interventions that can improve compliance, clinical outcomes and quality of life for type 2 diabetes mellitus patients.
KARAKTERISTIK PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MAHASISWA PENDERITA AKNE VULGARIS DI UNIVERSITAS MATARAM TERHADAP PENYAKIT DAN PENGOBATAN Prianggawe, Prianggawe; Andanalusia, Mahacita; Hidajat, Dedianto; Hidayati, Agriana Rosmalina; Hanifa, Nisa Isneni; Hajrin, Wahida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49895

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa di Universitas Mataram terhadapAV yaitu suatu kondisi kulit inflamasi kronis yang umum disebabkan oleh Cutibacterium acnes danStaphylococcus epidermidis. Kondisi ini banyak ditemukan pada remaja akhir dan dewasa muda berusia 18-25tahun yang sebagian besar adalah mahasiswa. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui karakteristik pengetahuan,sikap dan perilaku mahasiswa penderita AV terhadap penyakit dan pengobatan. Metode penelitian inimenggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 81 responden yang dipilihdengan metode purposive sampling. Teknik pengambilan data dikumpulkan menggunakan kuesioner dandianalisis secara deskriptif. Data disajikan dalam bentuk tabel untuk memvisualisasikan persebaran jawaban.Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (81,4%), sikap yang positif(100%) dan perilaku (96%). Instrumen penelitian ini telah menunjukkan validitas dan reliabilitas yang dapatdiuji ulang pada scope penelitian yang lebih besar dengan populasi yang lebih beragam meliputi masyarakatumum, mahasiswa, dan kelompok usia berbeda.Kata kunci: Akne vulgaris, Mahasiswa, Pengetahuan, Perilaku, Sikap
Hubungan Kepatuhan Terapi Obat dengan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi : Kajian Literatur Qarina, Husnul; Andanalusia, Mahacita; Adni, Azizatul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang mengharuskan penderitanya untuk mengendalikan tekanan darahnya seumur hidup. Kepatuhan terapi obat merupakan komponen utama dalam mengendalikan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kepatuhan juga berperan penting dalam memperbaiki kualitas hidup pasien hipertensi. Tujuan dari artikel ini yaitu melakukan kajian literatur untuk meninjau hubungan kepatuhan terapi obat dengan kualitas hidup pasien hipertensi. Data diperoleh dari database elektronik, dari 28 artikel yang ditemukan terdapat 12 artikel yang relevan dan memenuhi kriteria untuk direview berdasarkan kriteria inklusi eksklusi. Kriteria inklusi dalam literatur ini adalah artikel penelitian telah dipublikasi maksimal 10 tahun terakhir, membahas terkait kepatuhan pasien hipertensi, kualitas hidup pasien hipertensi serta membahas korelasi antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien hipertensi. Berdasarkan kajian literatur terdapat 11 studi yang menyatakan adanya hubungan antara kepatuhan terapi obat dengan kualitas hidup pasien hipertensi dan 1 studi menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara kepatuhan terapi obat dengan kualitas hidup pasien hipertensi.
Review Artikel : Pengetahuan, Persepsi dan Bentuk Pelayanan terhadap Telefarmasi Apriliani, Baiq Dian; Andanalusia, Mahacita; Aini, Siti Rahmatul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informasi berkembang baik terutama dalam aspek pelayanan kesehatan, salah satunya telefarmasi. Telefarmasi menjadi salah satu bagian dari telemedicine yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi dalam memberikan layanan kepada pasien. Berdasarkan hal tersebut, pada review artikel ini akan menjelaskan bagaimana gambaran pengetahuan, persepsi mahasiswa farmasi dan apoteker terhadap telefarmasi serta bagaimana bentuk pelayanan telefarmasi di berbagai negara. Metode yang dilakukan dalam mencari data melalui situs Google scholar, NCBI (The National Center For Biotechnology) dan Sciencedirect. Dari hasil penelusuran diperoleh 14 jurnal yang terkait pengetahuan, persepsi dan bentuk pelayanan telefarmasi untuk dijadikan pustaka. Hasil pustaka diketahui bahwa pengetahuan mahasiswa farmasi maupun apoteker termasuk kategori baik dan persepsi positif cukup tinggi terhadap layanan telefarmasi. Untuk bentuk pelayanan telefarmasi yang digunakan berbeda-beda pada tiap negara sesuai dengan kebutuhan pasien diantaranya dapat melalui aplikasi khusus dari negara tersebut, pesan teks online, telepon dan video.
Review Artikel: Hubungan Health Belief Model dengan Kepatuhan Pengobatan Hipertensi Adira, Nindia Oktaviani; Aini, Siti Rahmatul; Andanalusia, Mahacita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi memiliki prevalensi yang cukup tinggi di dunia dan berdampak pada kualitas hidup serta produktivitas seseorang. Hipertensi disebut sebagai "the silent killer," karena sering kali penderita tidak merasakan gejala atau keluhan penyakit. Ketidakpatuhan pengobatan hipertensi menjadi salah satu penyebab kurangnya pengendalian tekanan darah. Hal ini disebabkan oleh penggunaan obat hipertensi secara berkepanjangan yang membuat penderita merasa jenuh untuk mengonsumsi obat. Keyakinan diri memengaruhi kepatuhan dalam pengobatan untuk mencapai keberhasilan terapi. Health belief model merupakan model kepercayaan kesehatan individu dalam menentukan tindakan mencegah dan mengurangi risiko penyakit. Review artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor-faktor health belief model dengan kepatuhan pengobatan hipertensi. Metode yang digunakan ialah pencarian artikel melalui Google Scholar dan Sciencedirect dengan memasukkan kata kunci “health belief model”, “hipertensi”, “kepatuhan pengobatan”. Dari hasil penelusuran diperoleh 6 jurnal yang menunjukkan komponen health belief model memiliki hubungan dengan kepatuhan pasien dalam minum obat antihipertensi.
HUBUNGAN KEYAKINAN TERAPI TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS Fadilati, Nabila; Alfayzah, Faradillah; Utari, Widi Gustita; Dalila, Virga Fathiya; Andanalusia, Mahacita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2045 jumlah pasien meningkat pesat dibandingkan pada tahun 2021. Hal ini yang sangat mempengaruhi tingkat kepatuhan yaitu kepercayaan masyarakat terhadap Kesehatan. Secara umum di Indonesia semakin tinggi tingkat kepercayaan maka semakin tinggi juga kepatuhan dalam terapi dan pengobatan. Keyakinan diri merupakan elemen penting untuk meningkatkan perilaku patuh terhadap terapi pada penderita diabetes melitus. Tujuannya untuk menunjukkan secara jelas dari peneliti mengenai adanya hubungan keyakinan terapi terhadap kepatuhan pasien diabetes melitus. Adapun karena belum adanya pernyataan yang jelas dari peneliti mengenai hubungan keyakinan terapi terhadap pasien diabetes melitus, maka dilakukan pencarian elektronik di google scholar, PubMed, MEDLINE. Pencarian literatur yang terkait berdasarkan kata kunci pencarian adalah “keyakinan”, “kepatuhan”, “diabetes”, “Indonesia”. Dimana memperoleh sebanyak 278 hasil Setelah penyempitan pencarian dan pemindaian referensi, 28 penelitian memenuhi syarat. Studi yang dianalisis menunjukkan adanya persepsi positif yaitu semakin tinggi manfaat yang dirasakan oleh pasien dari penggunaan obat maka kepatuhan  minum   obat   akan   semakin   baik. Selain itu, efikasi diri, dukungan sosial, keluarga, serta penerimaan terhadap penyakit memiliki efek menguntungkan pada kepatuhan pengobatan. Sebaliknya timbulnya keyakinan negatif terhadap obat yang diresepkan dan presepsi negatif tentang pengobatan menyebabkan ketidakpatuhan. Kesimpulannya, berdasarkan para peneliti menunjukkan bahwa hubungan keyakinan terapi terhadap kepatuhan pasien diabetes melitus mempunyai dukungan ilmiah yang dapat dibuktikan.
GAMBARAN PENGELOLAAN OBAT KADALUARSA DI APOTEK KIMIA FARMA 134 PEJANGGIK Maziya, Raehanul; Dalila, Virga Fathiya; Andanalusia, Mahacita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32538

Abstract

Apotek merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang berfokus pada pelayanan kefarmasian, mulai dari menyediakan hingga mendistribusikan obat-obatan, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai. Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik merupakan salah satu apotek yang paling ramai di Kota Mataram. Hal ini menyebabkan Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik menyediakan obat-obatan dalam jumlah banyak agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Tingginya jumlah persediaan obat ini menyebabkan angka kejadian obat kadaluarsa di Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik menjadi cukup tinggi. Obat yang sudah kadaluarsa tidak dapat dikonsumsi lagi karena dikhawatirkan dapat membahayakan nyawa pasien mengingat obat-obatan tersebut sudah mengalami reaksi degradasi. Untuk itu, perlu dilakukan pengelolaan obat kadaluarsa dengan baik dan benar. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik sudah melakukan pengelolaan obat kadaluarsa sesuai aturan atau tidak. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Dimana, penulis melakukan pengambilan data secara kualitatif dengan melakukan wawancara terstruktur pada salah satu petugas Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik terkait dengan pengelolaan obat kadaluarsa di Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik. Dari hasil wawancara, diketahui bahwa Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik tidak melakukan pemusnahan obat mandiri melainkan bekerja sama dengan beberapa pihak untuk melakukan pemusnahan obat. Akan tetapi, Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik sudah melakukan pengelolaan obat sebelum pemusnahan sesuai dengan aturan yang ada.
EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK KIMIA FARMA 134 PEJANGGIK Dalila, Virga Fathiya; Maziya, Raehanul; Andanalusia, Mahacita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32539

Abstract

Apotek merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat sebagai garis terdepan dalam distribusi obat-obatan. Guna menjamin mutu pelayanan kefarmasian, perlu adanya standar pelayanan kefarmasian di apotek, termasuk dalam pengelolaan sediaan farmasi khususnya aspek penyimpanan obat. Evaluasi penyimpanan obat bertujuan untuk memastikan bahwa obat disimpan dalam kondisi optimal untuk menjaga mutu dan efektivitasnya. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan pendekatan observasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah sistem penyimpanan obat di apotek, sedangkan sampel yang digunakan adalah sistem penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil observasi dengan checklist standar penyimpanan. Penelitian dilakukan selama periode September hingga November 2023 di Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik. Hasil menunjukkan penyimpanan obat berdasarkan aspek sarana dan prasarana memiliki kategori baik dengan persentase implementasi 83,33% serta penyimpanan obat khusus dan penyimpanan obat narkotika dan psikotropika tergolong sangat baik dengan masing-masing persentase implementasi 100%. Secara keseluruhan, Apotek Kimia Farma 134 Pejanggik memenuhi standar penyimpanan obat yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No.73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek serta dengan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma sangat baik dengan sarana prasarana yang tergolong sangat baik serta penyimpanan obat khusus, narkotika dan psikotropika yang sangat baik.  
Co-Authors Abdul Rahman Wahid Adira, Nindia Oktaviani Affandi, Rizal Aini, Siti Rahmatul Alfayzah, Faradillah Alvi Kusuma Wardani Anisa Anisa Anna Pradiningsih Apriliani, Baiq Dian Arif Rahman Arzaqi, Yazid Maula Azami S, Lalu M. Rifqi Azizatul Adni Baiq Leny Nopitasari Baiq Lenysia Puspita Anjani, Baiq Lenysia Puspita Baiq Nurbaety Bimantika, Fara Mutia Candra Eka Puspitasari Cyntiya Rahmawati Dalila, Virga Fathiya Deccati, Rizqa Fersiyana Dedianto Hidajat Dhuhani, Annida Fadilati, Nabila Hajrin, Wahida Hamdin, Candra Dwipayana Hapsari, Yunita Hasina, Raisya Hidayati, Agriana Rosmalina Hidayati, Regina Tria Huda, Rifky Arafahtul I Wayan Agus Arimbawa, I Wayan Agus Igayatni, Rahayu Lestari, Dian Fathita Dwi Lisnasari, Baiq Risky Wahyu Lisnasari, Risky Wahyu Maghfirahandini, Reivirly Khairadaty Maharani, Anggina Putri Nabila Mardiyah WD, Siti Mayada, Silhiyatun Maziya, Raehanul Megadendra, Arindatasya Irana Nabila, Baiq Aisya Adinda Ni Made Amelia Ratnata Dewi Nisa Isneni Hanifa Nopitasari, Baiq Leny Nugrahani, Baiq Dwiyan Nulandari, Hilma Putri Nurhidayah, Afifah Nurul Qiyaam, Nurul Ocktaviana Saputri, Legis Pradiningsih, Anna Prianggawe, Prianggawe Putri, Enda Desideria Qarina, Husnul Rahmawati, Cyntiya Ramadhan, Muhammad Rafi Bintang rizki, alpa alfi Rizkika, Adila Salsabiella, Baiq Rani Saptahadi, Lalu Iman Saputra, Yoga Dwi Sari, Tri Purma Suhayatman, Early Ulya, Tuhfatul Utari, Weny Syafitri Utari, Widi Gustita Wahid, Abdul Rahman Wardani, Alvi Kusuma Zulyadaen Zulyadaen