p-Index From 2021 - 2026
3.624
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Development communication in the Ciliwung Bersih movement Hidayaturahmi, Hidayaturahmi; Lubis, Djuara P; Adiwibowo, Soeryo; Kartodihardjo, Hariadi
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 10, No 1 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020242403

Abstract

This study identifies the role of the Clean Ciliwung Movement (GCB) in the management of the Ciliwung river and how the communication model is built in driving community participation. The method used in this study is descriptive qualitative with data collection techniques through interviews with selected informants, namely from GCB administrators and communities that are members ofciliwung community activists spread across the upstream, middle, and downstream areas of the Ciliwung river. Out of a total of 36 communities that are partners of the GCB, this study took 9 communities representing the three segments of the Ciliwung river. Based on the data obtained, this study found that the role of GCB in managing the Ciliwung river was carried out by focusing on programs that involved partnership programs with stakeholder elements including: government, private sector, community communities, academics, non-governmental organizations, and international institutions. In implementing this program, GCB develops a development communication strategy with an emphasis on community empowerment, namely through network development, competency development, advocacy, and community organizing.
Typology of Access to Land Resources and Socio-Ecological Dynamics in the Coastal Community of Pasaran Island, Lampung Province, Indonesia Amanda, Jessica Vanelia; Dharmawan, Arya Hadi; Adiwibowo, Soeryo
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 24 NO 01 2025 (MARCH)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.24.01.103-126

Abstract

Differences in land access on Pasaran Island reflect complex inequalities between local and migrant groups, and between communities with different economic power. The social-ecological dynamics involved control of land resources and reclamation. The absence of appropriate regulations has led to tensions. Using a qualitative method using in-depth interviews with 14 informants. Informant selection based on purposive sampling technique based on criteria, primary data was collected from 14 informants who were directly involved in the social-ecological dynamics created on Pasaran Island, including the Local Government (Marine and Fisheries Office of Bandar Lampung City and Land Office of Bandar Lampung City), Head of Village, Head of Neighborhood Association, Local Community (Bugis), Migrant Community (Cirebon and Indramayu), and Community Leaders.  Data collection was closed after data saturation was reached when no more new information emerged, and the data collected as a whole formed a complete story. This research explores issues of access struggle and social-ecological dynamics within the framework of access theory. Based on understanding these land access and socio-ecological dynamics, the government can take more appropriate steps to manage resources, prevent conflict, and support environmental sustainability and community welfare on Pasaran Island.
Potential conflicts of interest in Indonesia's energy transition policy Cahyadi, Firdaus; Adiwibowo, Soeryo; Hartulistyoso, Edy
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 8 (2025): August 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i8.557

Abstract

Energy is of paramount importance to public interest, as underscored by the Indonesian Constitution, which mandates state intervention to safeguard these interests. Nevertheless, Indonesia’s energy policy is frequently dominated by specific actors, potentially leading to conflicts of interest that may adversely affect the public. This study reveals that both fossil-based and renewable energy policies are consistently influenced by elites from international financial institutions and national actors with close affiliations with political elites. This research identifies international funding bodies, such as the World Bank and the Asian Development Bank (ADB), as the predominant actors in Indonesia's energy transition policy. In addition to international elites, national elites also exert a significant influence on energy transition policies. Consequently, active participation in the civil society is essential. The predominance of a single actor in the formulation of energy policies can result in inequitable energy policies.
PEMERINTAH INDONESIA PERLU MENGURANGI DOMINASI LEMBAGA PEMBIAYAAN INTERNASIONAL DALAM KEBIJAKAN TRANSISI ENERGI Adiwibowo, Soeryo; Hartulistyoso, Edy; Cahyadi, Firdaus
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 12 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v12i2.65297

Abstract

Energi sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Terkait dengan itulah keterlibatan aktif para pemangku kepentingan sangat diperlukan. Dominasi salah satu aktor dalam perumusan kebijakan energi membuat kebijakan itu berpotensi menjadi tidak adil. Dengan melakukan studi literatur dan wawancara kepada informan dari para pemangku kepentingan, penulis menemukan bahwa lembaga pendanaan internasional (Bank Dunia dan ADB) mendominasi kebijakan transisi energi di Indonesia. Kedua lembaga keuangan internasional itu mempengaruhi kebijakan energi Indonesia, baik yang berbasiskan fosil maupun terbarukan. Dalam skema pendanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) misalnya, kedua lembaga keuangan internasional itu ada di setiap kelompok kerja pada penyusunan rencana kebijakan dan investasi JETP. Pengaruh lembaga keuangan internasional itu membawa konsekuensi tarikan aspek ekonomi yang lebih kuat dalam kebijakan energi dibandingkan aspek sosial dan ekologi. Salah satu cara untuk menyeimbangkan antara aspek ekonomi, sosial dan lingkungan hidup dalam kebijakan transisi energi, pemerintah perlu memperluas ruang kebijakan (policy space), sehingga memungkinkan banyak pihak terlibat di dalamnya. Keterlibatan banyak pihak dalam kebijakan transisi energi dapat mengurangi dominasi dari lembaga keuangan internasional. Artikel ini dapat menjadi referensi bagi para pemerintah untuk lebih memperluas ruang kebijakan sehingga dominasi lembaga keuangan internasional dapat dikurangi.
Integrasi Sirkular Ekonomi Dalam Kawasan Konservasi Muliadi, Adi; Adiwibowo, Soeryo; Yonvitner
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 5 No 2 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0502.542-545

Abstract

Sebagai aturan turunan dari UUCK, Pemerintah telah menetapkan PP No. 27 Tahun 2021 terkait tentang penyelenggaraan bidang kelautan dan perikanan, di mana dalam pasal 2(a) sebagai pasal pembuka secara eksplisit menyebutkan tentang perubahan zona inti dapat dilakukan dalam rangka pelaksanaan kebijakan nasional (Proyek strategis nasional). Zona inti memerlukan proteksi yang tinggi untuk menjaga kestabilan dalam pemanfaatannya agar tetap berkelanjutan. Namun zona inti dalam kebijakan PP No.27/2021 memberi keleluasaan untuk dirubah dalam konteks kebijakan nasional (Proyek strategis nasional). hal tersebut secara rasionalitas akan menimbulkan konsekuensi dalam aspek ekologi, ekonomi dan sosial kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil terkhusus kawasan konservasi. Integrasi ekonomi sirkular dalam pariwisata berkelanjutan memberikan konsep peningkatan pada aspek lingkungan dan sosial ekonomi. Konsep ekonomi sirkular memungkinkan untuk mengakomodasi tiga aspek dalam pembangunan berkelanjutan pada zona inti kawasan konservasi. Oleh sebab itu, diperlukan pedoman yang spesifik terkait dengan mekanisme penerapan konsep ekonomi sirkular dalam kawasan konservasi.
Ekologi Budaya dan Ekospiritualitas Komunitas Adat Baduy Menghadapi Modernisasi: Studi Ekologi Budaya dan Ekospiritualitas di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten Setiawan, Nur; Mardiana, Rina; Adiwibowo, Soeryo
FOCUS Vol. 4 No. 2 (2023): Focus
Publisher : Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/focus.v4i2.7123

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk mendorong masyarakat Baduy untuk beradaptasi dengan situasi baru yang berdampak pada berkurangnya lahan untuk pemukiman dan pertanian. Modernisasi juga mempengaruhi masyarakat Baduy untuk menyesuaikan inti budaya mereka dengan situasi baru yang tak dapat dihindari. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekologi budaya untuk mengidentifikasi elemen-elemen inti budaya masyarakat Baduy yang mengalami penyesuaian dalam konteks lingkungan alam, serta mendeskripsikan pengelolaan sumber daya alam berbasis eko-spiritualitas. Penelitian dilakukan pada masyarakat Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam, studi lapangan, dan penelusuran literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik masyarakat Baduy Dalam maupun Baduy Luar melakukan penyesuaian adaptif untuk mengatasi keterbatasan lahan dan tekanan modernisasi. Strategi adaptif yang digunakan mencakup mengubah masa bera, mengolah lahan di luar wilayah adat, dan berdagang dengan menggunakan teknologi modern. Namun, masyarakat Baduy Dalam memiliki keterbatasan dalam memilih strategi adaptif karena aturan adat yang ketat, sementara Baduy Luar lebih fleksibel dalam beradaptasi karena kelonggaran aturan adat mereka. Selain itu, ekospiritualitas menjadi landasan pandangan masyarakat Baduy dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana masyarakat Baduy beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan modernisasi sambil mempertahankan nilai-nilai budaya mereka.
Post Tin Mining Implications for Inconventional Tin Miners in Central Bangka Qomardiansyah, Qomardiansyah; Satria, Arif; Adiwibowo, Soeryo
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i2.44974

Abstract

The escalating demand for tin has catalyzed extensive mining activities in Central Bangka, particularly among inconventional miners. This study investigates the socio-economic implications of inconventional tin mining on land ownership, social conflicts, and post-mining land reclamation. Employing qualitative research methodologies, including in-depth interviews and field observations, the research elucidates the challenges local communities face, notably land disputes and environmental degradation. The findings reveal that inconventional mining practices frequently incite conflicts between residents and mining enterprises, exacerbating social tensions. Additionally, the absence of effective land reclamation policies has led to significant environmental repercussions, adversely impacting the livelihoods of local populations. This paper underscores the necessity for sustainable resource management policies that account for the socio-economic dynamics inherent in informal mining. Recommendations for enhancing land governance and fostering community engagement in post-mining reclamation initiatives are presented, aiming to promote a more equitable and sustainable framework for tin mining in Central Bangka.
Sensitivity Indicators Analysis and Regional Sustainable Development Status in Indonesia Bakri, Bachril; Rustiadi, Ernan; Fauzi, Akhmad; Adiwibowo, Soeryo
Jurnal Bina Praja Vol 9 No 2 (2017)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.09.2017.265-280

Abstract

Indonesia is one of the largest archipelagic country in the world, with an area of 1,913,578.67 km2, and consists of 34 provinces, 415 regencies, and 93 cities. Since the end of centralistic governance under Soeharto's administration in 1999, Indonesia has adopted a decentralized governance system to deliver national and regional development. It has been noted that Indonesia has variations in social, economic, ecological, and institutional dimensions between a province to another province in Indonesia. This study aims to analyze the sensitivity of indicator and hierarchy of sustainability of province in Indonesia, using a scalogram method, and analyze the status of sustainable development of the regions, using cluster and flag analysis method. The research shows two most sensitive indicators, the ratio of paved road length to area width and the GDP per capita. Both of these indicators are very effective in increasing the sustainability of provincial development in Indonesia. Of the 33 provinces studied, 24 are at a moderate level of sustainability. Flag analysis showed that the SDG scenario is better than the NC-MEA and the BAU at Region I to III.
Pendidikan Islam pada Pesantren Pertanian untuk Membangun Ekosofi (Ekologi Filosofi) Bagi Penyelamatan Lingkungan Rini, Darlina Kartika; Adiwibowo, Soeryo; Alikodra, Hadi Sukadi; Hariyadi, Hariyadi; Asnawi, Yudha Heryawan
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i03.2779

Abstract

Degradasi lingkungan  sangat mengkhawatirkan, peran seluruh pihak diperlukan dalam menjaga kelestarian lingkungan.Pesantren menghasilkan generasi muda agen perubahan sebagai penggerak proses perubahan sosial di masyarakat, menuju masyarakat  sejahtera yang peduli terhadap penyelamatan lingkungan. Pendidikan Islam adalah suatu sistem pendidikan yang Islami, untuk memelihara, mengajar,  menjaga anak didik supaya dapat memahami dan mengamalkan ajaran Islam dan menjadikannya sebagai pandangan hidup, menjadi insan berilmu, berakhlak mulia, dan peduli penyelamatan lingkungan. Penanaman nilai-nilai kearifan lokal sangat penting dan diperlukan  untuk membangun filosofi lingkungan (ekologi filosofi: ekosofi) melalui pendidikan Islam dalam bentuk fikih lingkungan untuk pemeliharaan lingkungan berkelanjutan bagi generasi mendatang sebagai amal soleh bagi alam semesta dan seluruh isinya. Penelitian  bertujuan menganalisis penerapan pendidikan Islam dalam membangun ekosofi santri dan menemukan rekomendasi pembelajaran pendidikan Islam berbasis ekosofi. Metode yang digunakan yaitu analisis konstruktivistik dan Analytical Hierarchy Proses (AHP). Berdasarkan analisis  konstruktivistik, penerapan ekosofi untuk menanamkan filosofi lingkungan pada santri di pesantren  dilakukan melalui  pendidikan Islam dalam fikih lingkungan. Berdasarkan AHP diperoleh alternatif prioritas program penerapan ekosofi melalui pendidikan Islam di pesantren dengan nilai bobot tertinggi dibanding program lainnya yang dirumuskan, yaitu praktek budidaya pertanian di lahan bagi santri, penanaman nilai kearifan lokal,  dan membangun karakter dan filosofi lingkungan. Kata kunci: pendidikan Islam, agen perubahan, ekosofi.
Analysis of Strategies and Success Factors of Fishers Social Movement Nasution, Charity Naysa; Kinseng, Rilus A.; Adiwibowo, Soeryo
JURNAL ILMU SOSIAL Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.926 KB) | DOI: 10.14710/jis.18.1.2019.62-80

Abstract

The sources of social change are diverse; one of which is the social movement. The study of social movements is essential for understanding contemporary society and the direction of its movement. Whether or not a movement is massive does not hide the reality that social movements can change history, sometimes by causing significant changes. The emergence of social movements is not sudden but determined by various factors, such as political opportunities, mobilization structures, and framing processes. A new factor which becomes the focus of the present study is related to the complexity of the actors involved in a social movement. This focus is important, given the mapping of strengths and roles of actors who have networked in different spheres of power has its benefits in order to analyze the dynamics of social movements. This study aims to analyze the success factors of the fishers’ social movement and the roles of actors in determining the strategy of the movement, which can influence the results. This research used a mixed-method that involves a combination of qualitative and quantitative approaches. The results showed that actors in the social movement of fishers were divided into five layers with a hierarchical structure, while each layer had different roles and responsibilities. Furthermore, mobilized resources include moral resources, material resources, socialorganizational resources, and human resources. 
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdulkadir Sunito, Melani Adiwilaga, Enam M. Aero Widiarta Afiefah Muthahharah Afiefah Muthahharah, Afiefah Ageng Hasanah Sulaiman Ahmad Choibar Tridakusumah Aida Vitayala Aida Vitayala S. Hubbeis Akhmad Fauzi Alfedri Alfin Murtadho Amanda, Jessica Vanelia Andi Chairil Ichsan Andi, Arya Fajar Art C Andrea Emma Pravitasari, Andrea Emma Ardhian, David Arif Satria Arya Hadi Dharmawan Bachril Bakri, Bachril Bayu Budiandrian, Bayu Bernadinus Steni Cahyadi, Firdaus Darlina Kartika Rini Dary Farah Fikriyyah Diah Zuhriana Didik Suhardjito Dini Dhalyana Djakapermana, Ruchyat Deni Djuara P Lubis Donwill Panggabean DONY SAPUTRA Dudung Darusman Edy Hartulistiyo Edy Hartulistiyoso Eha Saleha Ekawati Sri Wahyuni Eko Cahyono, Eko Enan M Adiwilaga Enan M Adiwilaga Endang Koestati Sri Harini Muntasib Endriatmo Soetarto Ernan Rustiadi Fikriyyah, Dary Farah Firdaus Cahyadi Foley, Sean Gista M. Rukminda Hadi S Alikodra Hadi Sukadi Alikodra Hardinsyah Hariyadi Hariyadi Hariyadi Hariyadi Hariyadi, Hariyadi Hartisari S. Hartulistyoso, Edy Hidayaturahmi Hidayaturahmi Hidayaturahmi Hidayaturahmi, Hidayaturahmi Husain Assadi Iffah Luthfiyah Arham Imelda Kusuma Wardani Irdika Mansur Iskandar, Abdul Halim Iwan Kurniawan Jan Hotman Janiarto Paradise Pawa Kartodihardjo, Hariadi Khoirul Muslih Khoirul Muslih Lala M Kolopaking LILIK BUDIPRASETYO M. Bambang Pranowo M. Bambang Pranowo M. Imam Arifandy marwoto marwoto Muliadi, Adi Muslih, Khoirul Muthohharoh, Nur Hannah Myrna A. Safitri, Myrna A. Nandi Kosmaryandi Nasution, Charity Naysa Pakniany, Yamres Patriana, Ratna Pratama, Muhammad Aldy Ilham Qomardiansyah, Qomardiansyah Rahayu, Rehastidya Resti Meilani Rilus Kinseng Rina Mardiana Rinda Noviyanti, Rinda Rinekso Soekmadi Rini, Darlina Kartika Rudiyanto, Arifin S.M.P. Tjondronegoro Sahrain Bumulo Sambas Basuni Satyawan Sunito Septianto, Marzuqo Setiawan, Nur Siti Nurisjah Soedomo, Sudarsono Sofyan Sjaf Subair - Subair Subair Sudarmalik Sudarmalik Tamaulina Br Sembiring Titik Sumarti Turasih . Sodality Widodo w Xezly Fegis Zulevi Yonvitner - Yudha Heryawan Asnawi Yunindyawati Yunindyawati Zahri Nasution Zuhaida Khoirun Niswah Zulevi, Xezly Fegis