Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

SIKAP PEMERINTAH INDONESIA TERHADAP NOTA PROTES CHINA ATAS EKSPLORASI MINYAK DI WILAYAH NATUNA Legowo, Endro; G Samudro, Eko; Sarah, Siti
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 11 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i11.2023.4990-4996

Abstract

Wilayah Perairan Natuna Utara dikenal dengan alur laut terpadat keduaadiadunia setelah Terusan SuezadiaMesir, wilayah ini juga mengandung kekayaan biota laut yang melimpahaserta ketersediaan cadangan gas alam dan minyak. Atas potensi tersebut, kawasan ini masih menjadi perebutan claim diantara beberapa negara. Indonesia tidakatermasuk negara claimant di wilayah Laut Natuna Utara, namun berkepentingan di wilayah tersebut khususnya di wilayah Laut Natuna dan sekitarnya. Belum lama ini, China memberikan nota kepada Indonesia yang berisikan protes terkait pengeboran minyak di wilayah Natuna, padahal Natuna termasuk wilayah Indonesia. Hal ini terjadi karena ada perbedaan konsep kedaulatan laut yang berbeda antara Indonesia dan China. Indonesia mengacu pada UNCLOS, sedangkan China tidak ingin mengakui UNCLOS dan berpatokan pada konsep sembilan garis putus-putus sebagai wilayah perikanan tradisional nya. Dalam tulisan ini akan membahas tentang bagaimana respon Indonesia dan bentuk kebijakan strategis apa yang diambil oleh pemerintah Indonesia dalam menghadapi kasus tersebut.
PERAN TRADISI DAN KEARIFAN LOKAL DALAM MENCEGAH ANCAMAN KEAMANAN MARITIM DI INDONESIA Bachtiar, Agung; Legowo, Endro; Asih Yulianto, Bayu; Widodo, Pujo; Juni Risma Saragih, Herlina; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3553-3560

Abstract

Laut Indonesia yang luas dan kaya akan sumber daya alam menghadapi berbagai ancaman keamanan maritim, seperti pencurian ikan, penggunaan alat tangkap yang merusak lingkungan, overfishing, dan kerusakan ekosistem. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis peran tradisi dan kearifan lokal dalam pencegahan ancaman tersebut. Dengan pendekatan kualitatif dan studi pustaka, penelitian ini mengkaji praktik Sasi di Maluku, Awig-awig di Lombok Timur, Lilifuk di Nusa Tenggara Timur, dan Panglima Laot di Aceh. Hasilnya menunjukkan tradisi dan kearifan lokal efektif menjaga kelestarian sumber daya laut, keseimbangan ekosistem, dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Implementasi tradisi ini menciptakan tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan maritim. Tantangan globalisasi dan modernisasi yang terjadi di masyarakat serta keterbatasan dukungan pemerintah berpotensi menghambat pelestarian tradisi lokal Masyarakat. Dibutuhkan upaya untuk dapat mengintegrasikan kearifan lokal dengan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sumberdaya laut yang berkelanjutan. Hal ini bisa dicapai melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam meghadapi ancaman keamanan maritim dengan memanfatkan kearifan lokal yang hidup di dalam masyarakat. 
UTILIZATION OF GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEMS IN IMPROVING SOCIAL RESILIENCE OF FARMER COMMUNITIES IN DEMAK Permana, Dani Dasa; Legowo, Endro; Suwarno, Panji; Aris, Tomi
Journal of Agriculture Vol. 1 No. 02 (2022): Research Articles, July 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/joa.v1i02.1504

Abstract

Coastal abrasion that occurred in Demak Regency caused the loss of agricultural land due to drowning and brought social changes to the community among farmers. In anticipating this, it is necessary to overcome abrasion and increase the social resilience of the community. The ability of GIS in monitoring and mapping the area can be used as a means of useful information for the community. This study uses a quantitative approach. Data processing is carried out using satellite image data with different temporal, namely 1991, 2002, 2012, and 2021. Analysis of shoreline change predictions is carried out using the Digital Shoorelines Analysis System Method. The results of the analysis using the Digital Shoreline Analysis System (DSAS) method found that changes in the northern coastline of Demak Regency tend to experience significant abrasion from year to year. The coastline prediction obtained from the map is known to predict the coastline in the next 10 years the north coast of Demak Regency will experience abrasion. The highest abrasion occurred in Sayung District. Abrasion has an impact on changes in farmers' economic income which changes the behavior of the farming community so that efforts are needed to increase the resilience of the farming community, efforts that can be made include: 1). Prevention of coastal abrasion in areas that have the potential to experience coastal abrasion. 2). Building synergy to increase social resilience between the Government and the community. 3). Build and revive strategic leadership oriented to farmer welfare. The results of the research can also be used as material for consideration in policy making by the relevant government in disaster management efforts that may occur.
Maritime Geostrategy: Managing Risks and Opportunities in the Strait of Malacca as a Primary International Supply Chain Route Toelihere, Ivan Filbert; Lukman Yudho Prakoso; Endro Legowo
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 4 No. 04 (2025): September - November, International Journal of Education, Vocational and Socia
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v4i04.2415

Abstract

The This research analyzes the risks, opportunities, management strategies, and the role of maritime geostrategy in the management of the Strait of Malacca as a primary international supply chain route. The findings indicate that the Strait of Malacca faces significant maritime security threats, traffic congestion, and impacts from climate change, which affect the stability of maritime transportation. Risk management strategies through UNCLOS, ReCAAP, and the Malacca Straits Patrol have proven effective but still face operational challenges. Strategic opportunities are identified through the development of port infrastructure and the adoption of modern logistics technology. Geopolitical dynamics between coastal states and major powers, such as the US and China, influence regional stability and the sustainability of the global supply chain. This study recommends multilateral collaboration, sustainable investment in infrastructure, and the adoption of technology to enhance the efficiency and security of maritime transportation. With a holistic approach, the Strait of Malacca can continue to play its role in supporting an efficient and sustainable international supply chain.
PENANGANAN PENCEMARAN PLASTIK SEBAGAI SAMPAH LAUT (MARINE DEBRIS) MELALUI PERSPEKTIF KEAMANAN MARITIM Nofrika Sari, Mira; Rudiyanto, Rudiyanto; Legowo, Endro; Widodo, Pujo; uni Risma Saragih, Herlina J; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.1664-1675

Abstract

Sampah plastik kini menjadi salah satu jenis sampah laut yang paling banyak terdapat di lautan, selain merugikan lingkungan, keberadaan sampah plastik di laut juga membahayakan keamanan maritim. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Keamanan maritim mencakup berbagai aspek yang berkaitan dengan keselamatan, keamanan, dan kelangsungan hidup manusia di laut, termasuk keselamatan pelayaran, keberlanjutan sumber daya laut, dan perlindungan lingkungan laut. Menangani masalah polusi plastik di laut menjadi penting, tidak hanya untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga untuk memastikan keamanan maritim. Hasil penelitian ini menjelaskan dalam menangani sampah laut stakeholder diharapkan saling berkoordinasi antar instansi yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan sampah. Dalam hal ini, perlu ditingkatkan regulasi serta sumber daya manusia di berbagai sektor dan lembaga yang terlibat; menerapkan teknologi pengendalian sampah plastik yang terbaru, termasuk penerapan manajemen yang berbasis ilmu pengetahuan; serta masyarakat juga memainkan peran penting dalam mengurangi, mendaur ulang, dan menggunakan kembali sampah plastik sejak usia dini untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. Dapat disimpulkan, dampak lain dari sampah plastik pada lingkungan maritim sangat mengganggu kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, mengganggu wisata pantai dan aktivitas rekreasi lainnya, serta mempengaruhi kualitas air dan udara, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia.
PERAN TRADISI DAN KEARIFAN LOKAL DALAM MENCEGAH ANCAMAN KEAMANAN MARITIM DI INDONESIA Bachtiar, Agung; Legowo, Endro; Asih Yulianto, Bayu; Widodo, Pujo; Juni Risma Saragih, Herlina; Suwarno, Panji
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i9.2024.3553-3560

Abstract

Laut Indonesia yang luas dan kaya akan sumber daya alam menghadapi berbagai ancaman keamanan maritim, seperti pencurian ikan, penggunaan alat tangkap yang merusak lingkungan, overfishing, dan kerusakan ekosistem. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis peran tradisi dan kearifan lokal dalam pencegahan ancaman tersebut. Dengan pendekatan kualitatif dan studi pustaka, penelitian ini mengkaji praktik Sasi di Maluku, Awig-awig di Lombok Timur, Lilifuk di Nusa Tenggara Timur, dan Panglima Laot di Aceh. Hasilnya menunjukkan tradisi dan kearifan lokal efektif menjaga kelestarian sumber daya laut, keseimbangan ekosistem, dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Implementasi tradisi ini menciptakan tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan maritim. Tantangan globalisasi dan modernisasi yang terjadi di masyarakat serta keterbatasan dukungan pemerintah berpotensi menghambat pelestarian tradisi lokal Masyarakat. Dibutuhkan upaya untuk dapat mengintegrasikan kearifan lokal dengan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sumberdaya laut yang berkelanjutan. Hal ini bisa dicapai melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam meghadapi ancaman keamanan maritim dengan memanfatkan kearifan lokal yang hidup di dalam masyarakat. 
SIKAP PEMERINTAH INDONESIA TERHADAP NOTA PROTES CHINA ATAS EKSPLORASI MINYAK DI WILAYAH NATUNA Legowo, Endro; G Samudro, Eko; Sarah, Siti
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 11 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i11.2023.4990-4996

Abstract

Wilayah Perairan Natuna Utara dikenal dengan alur laut terpadat keduaadiadunia setelah Terusan SuezadiaMesir, wilayah ini juga mengandung kekayaan biota laut yang melimpahaserta ketersediaan cadangan gas alam dan minyak. Atas potensi tersebut, kawasan ini masih menjadi perebutan claim diantara beberapa negara. Indonesia tidakatermasuk negara claimant di wilayah Laut Natuna Utara, namun berkepentingan di wilayah tersebut khususnya di wilayah Laut Natuna dan sekitarnya. Belum lama ini, China memberikan nota kepada Indonesia yang berisikan protes terkait pengeboran minyak di wilayah Natuna, padahal Natuna termasuk wilayah Indonesia. Hal ini terjadi karena ada perbedaan konsep kedaulatan laut yang berbeda antara Indonesia dan China. Indonesia mengacu pada UNCLOS, sedangkan China tidak ingin mengakui UNCLOS dan berpatokan pada konsep sembilan garis putus-putus sebagai wilayah perikanan tradisional nya. Dalam tulisan ini akan membahas tentang bagaimana respon Indonesia dan bentuk kebijakan strategis apa yang diambil oleh pemerintah Indonesia dalam menghadapi kasus tersebut.
Cyber and Maritime Drone Threats: The Future of National Maritime Security Legowo, Endro; Hilmansyah, Ceppi; Yulianto, Bayu Asih; Prakoso, Lukman Yudho; Risahdi , Muhammad
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 11 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i11.2081

Abstract

This study analyzes cyber threats and the use of marine drones in the context of national maritime security. As illegal activities and potential conflicts increase in Indonesian waters, drone technology and cyber defense systems are becoming important instruments to improve surveillance, early detection, and rapid response. This study uses a descriptive qualitative approach based on the analysis of documents, literature, and official secondary data. The results show that the integration of marine drones and cyber defense increases patrol effectiveness by up to 40% and reduces the risk of territorial violations and piracy. This research emphasizes the need for a holistic strategy to deal with future maritime challenges.
Modernization of Indonesian Naval Fleet to Realize Asta Cita Setiawati, Deni; Soemantri, Asep Iwa; Legowo, Endro; Prakoso, Lukman Yudho; Risahdi, Muhamad
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 11 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i11.2082

Abstract

This research discusses the modernization of Indonesia's naval fleet as a strategic effort to realize Asta Cita, which is the ideal of the Indonesian nation in maintaining maritime sovereignty, improving maritime security, and strengthening the role of the state in the regional region. The research method used is descriptive qualitative with analysis of documents, literature, and secondary data from relevant government agencies. The results show that the modernization of the naval fleet, including the procurement of advanced patrol vessels, warships, and cutting-edge surveillance technologies, is able to improve the effectiveness of maritime defense, hybrid threat mitigation, and support for maritime resource management. This modernization is the key to achieving Asta Cita in a sustainable manner.
Dampak Adanya Perusahaan Tambang Nikel Mempengaruhi Blue Economy Terhadap Masyarakat Pesisir: Studi Kasus Di Kawasan Perairan Pelabuhan Weda Provinsi Maluku Utara Toelihere, Ivan Filbert; Lukman Yudho Prakoso; Endro Legowo
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12688

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak keberadaan perusahaan tambang nikel terhadap penerapan blue economy dan implikasinya bagi masyarakat pesisir di kawasan perairan Pelabuhan Weda, Provinsi Maluku Utara. Kawasan ini telah menjadi pusat industri pertambangan nikel yang memanfaatkan wilayah laut sebagai jalur transportasi dan pembuangan limbah. Aktivitas tambang tersebut membawa pengaruh ekonomi yang signifikan bagi daerah, tetapi juga memunculkan risiko bagi ekosistem laut dan mata pencaharian masyarakat pesisir, khususnya di sektor perikanan dan pariwisata. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan masyarakat lokal, pemangku kepentingan, dan analisis data sekunder mengenai kualitas lingkungan laut serta hasil ekonomi masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pertambangan nikel menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan daerah, kerusakan lingkungan seperti pencemaran air laut dan berkurangnya sumber daya ikan mengancam keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. Dampak negatif ini menimbulkan ketidakseimbangan dalam penerapan blue economy, yang seharusnya memprioritaskan kesejahteraan sosial-ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan laut. Studi ini merekomendasikan pengetatan regulasi lingkungan pada perusahaan tambang serta pengembangan program rehabilitasi ekosistem laut untuk memastikan sinergi antara aktivitas industri dan prinsip blue economy di Maluku Utara.