Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN KAIDAH BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN SOAL ULANGAN SEMESTER GANJIL KELAS V Anita Febriani; Mulyanto Widodo; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 7 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.81 KB)

Abstract

The problem in this research is the use of Indonesian rules in the writing of odd semester test of class V SD N 2 Rawa Laut academic year 2012/2013. The purpose of this research was to describe the use of Indonesian rules in the writing of odd semester test. The method used in this research was descriptive qualitative. The data collection technique was using documentation technique. The source of the data was odd semester test sheets of class V. Based on the results of the research, the use of Indonesian rules in the writing of odd semester test of class V was still inappropriate. It can be seen from the the percentage of inappropriateness sentences was 48,10%, the percentage of inappropriateness words was 8,70%, the percentage of inappropriateness style and tones was 8,29%, and the percentage of inappropriateness speeling was 35,71%.Masalah penelitian ini adalah penggunaan kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal ulangan semester ganjil kelas V SD N 2 Rawa Laut tahun ajaran 2012/2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa dalam penulisan soal ulangan semester ganjil. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data adalah teknik dokumentasi. Sumber data berupa lembar soal ulangan semester ganjil kelas V. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal ulangan semester ganjil kelas V SD N 2 Rawa Laut tahun ajaran 2012/2013 masih terdapat ketidaktepatan. Hal ini dapat dilihat dari persentase ketidaktepatan penggunaan kalimat sebanyak 48,10%, persentase ketidaktepatan penggunaan kata sebanyak 8,70%, persentase ketidaktepatan penggunaan gaya dan nada sebanyak 8,29%, dan ketidaktepatan penggunaan ejaan sebanyak 35,71%.Kata kunci: kaidah, penggunaan bahasa, penulisan soal. 
KALIMAT MAJEMUK PADA NOVEL RANTAU 1 MUARA DAN IMPLIKASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR Silvana Yulanda; Wini Tarmini; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.068 KB)

Abstract

The problem of this research is the use of compound sentences in novel Rantau 1 Muara by Ahmad Fuadi and its implication in Indonesia learning at SMA. The aim of the research is to investigate the use of compound sentences in the novel and the implication in Indonesia learning at SMA. The method used qualitative descriptive. The source of data research is Rantau 1 Muara by Ahmad Fuadi. Based on the results of data analysis, it is found that (1) Equal compound sentences, (2) Complex sentences, and (3) Compound-complex sentences. Compound sentences in novel Rantau 1 Muara by Ahmad Fuadi is proper as an alternative materials in SMA.Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan kalimat majemuk pada novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi dan implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan kalimat majemukpada novel dan implikasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah Novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan (1) kalimat majemuk setara, (2) kalimat majemuk bertingkat, dan (3) kalimat majemuk campuran.Kalimat majemuk dalam novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi layak dijadikan sebagai alternatif bahan ajar siswa di SMA.Kata kunci: implikasi bahan ajar, kalimat majemuk, novel.
Alih Kode dan Campur Kode Masyarakat Kelurahan Sukajawa Bandar Lampung dan Implikasinya Dian Puspita Sari; Nurlaksana Eko Rusminto; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.075 KB)

Abstract

The problem of this research is the form and factor which caused code switching and code mixing of the daily conversation of sukajawa citizens and the implication of Indonesian language learning process at Senior High School. The method used is descriptive qualitative. Data collection process in this research was using technique of free heed mutual conversation with recording device. The result shows that there is changing code intern in the form of transition from Indonesian to Javanese or vice versa and changing code ekstern in the form of transition from Indonesian language to Arabic. The most dominant factor is speaker factor. Form of mixing code as word mixing code, phrase, word looping, idioms, and clauses. The Most dominant of cause factors on occur mixing code is Speaker background. The result of the research is implied on the learning materials of senior high school on second grade, especially on basic curriculum 3.2 and 4.2 In comparative material and production of drama / film texts.Masalah dalam penelitian ini adalah bentuk dan faktor penyebab alih kode dan campur kode pada tuturan masyarakat Kelurahan Sukajawa Kecamatan Tanjung Karang Barat Bandarlampung dan implikasinya pada pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap dengan menggunakan alat rekam. Hasil penelitian menunjukkan terdapat alih kode intern berupa peralihan dari bahasa Indonesia ke bahasa Jawa atau sebaliknya dan alih kode ekstern berupa peralihan dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab. Faktor penyebab alih kode yang paling dominan adalah faktor penutur. Bentuk campur kode meliputi campur kode kata, frasa, perulangan kata, idiom, dan klausa. Faktor penyebab campur kode yang paling dominan adalah faktor latar belakang sikap penutur. Hasil penelitian diimplikasikan pada materi pembelajaran di SMA kelas XI semester genap, khususnya pada KD 3.2 dan 4.2 dalam materi perbandingan dan produksi teks drama/film.Kata kunci: alihkode, campurkode, masyarakat sukajawa, pembelajaran.
PENGGUNAAN KALIMAT EFEKTIF SISWA KELAS X SMAN 1 KATIBUNG 2014/2015 Reka Umami; Nurlaksana Eko Rusminto; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.046 KB)

Abstract

The problem in this research is the use of effective sentences in text of speech in students class X SMA Negeri 1 Katibung South Lampung in academic year 2014/2015. The aim is to describe the use of effective sentences in text of speech in students class X SMA Negeri 1 Katibung, South Lampung in academic year 2014/2015. The method is used in this research is descriptive method. The source of the data in this research is students class X5 which consist of 30 students who have almost the same characteristics and capabilities. Data collecting technique in this research is an objective test of writing texts. Based on the result of data analysis, it is found that sentences which is used by the students are 291 sentences, using of an effective sentences is 170 sentences with percentage 58,4%, and using of uneffective sentences is 121 sentences with percentage 41,6%.Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah penggunaan kalimat efektif pada teks pidato siswa kelas X SMA Negeri 1 Katibung Lampung Selatan tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kalimat efektif pada teks pidato siswa kelas X SMA Negeri 1 Katibung Lampung Selatan tahun pelajaran 2014/2015.Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas X5 dengan jumlah 30 orang yang memiliki karakteristik dan kemampuan hampir sama. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes penggunaan kalimat efektif pada teks pidato siswa. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui jumlah kalimat yang digunakan sebanyak 291 kalimat, penggunaan kalimat efektif sebanyak 170 kalimat dengan persentase 58,4%, dan penggunaan kalimat tidak efektif sebanyak 121 kalimat dengan persentase 41,6% .Kata kunci: kalimat, penggunaan, teks.
PEMBELAJARAN MEMAHAMI TEKS CERITA PENDEK SISWA KELAS VII SMPN 2 BANDARLAMPUNG Yunita Handiawati; Eka Sofia Agustina; Nurlaksana Eko Rusminto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.968 KB)

Abstract

The purpose of this research was to describe the learning process in understanding short story text of students class VII SMPN 2 Bandarlampung academic year 2013/2014. The research used descriptive qualitative method. The result of the research showed that teacher had done three steps in learning, they were planning, implementing, and assessing. All the indicators in the learning plan had been completed by the teacher in lesson planning. Implementation of learning that included teacher and students activity consisted of pre-activity, main activity, and post activity had been done by the teacher. Learning activity was done by observing, asking, collecting information, associating, and communicating activities. The teacher assessed by using written test and practice test by giving a task to the students to present the conclusion from the content of short story text.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran memahami teks cerita pendek siswa kelas VII SMPN 2 Bandarlampung tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan guru sudah melakukan tiga tahap dalam pembelajaran, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Semua indikator dalam perencanaan pembelajaran telah dipenuhi guru dalam RPP. Pelaksanaan pembelajaran yang meliputi aktivitas guru dan siswa terdiri atas kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup telah dilaksanakan guru. Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. guru menilai dua aspek, yaitu sikap dan pengetahuan. Guru melakukan penilaian dengan tes tertulis dan tes unjuk kerja dengan menugasi siswa menyampaikan simpulan dari isi teks cerpen.Kata kunci: memahami, pembelajaran, teks cerita pendek.
POLA PENYAJIAN KEGIATAN PENDEKATAN SAINTIFIK BUKU MAHIR BERBAHASA INDONESIA TERBITAN ERLANGGA Yunita Fitri Yanti; Farida Ariyani; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.58 KB)

Abstract

The aim of this research was to describe the activity of scientific approach based in Mahir Berbahasa Indonesia book for grade VII of SMP/MTs published by Erlangga. It used descriptive qualitative method. The data source was Mahir Berbahasa Indonesia book for grade VII of SMP/MTs published by Erlangga. The result of this research was found that there were 35 patterns of the scientific approach in Mahir Berbahasa Indonesia book for grade VII of SMP/MTs published by Erlangga.Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan kegiatan pendekatan saintifik yang terdapat pada buku Mahir Berbahasa Indonesia kelas VII SMP/Mts terbitan Erlangga. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah buku Mahir berbahasa Indonesia kelas VII SMP/MTs terbitan Erlangga. Dari hasil penelitian ditemukan 35 pola pendekatan saintifik pada buku Mahir Berbahasa Indonesia kelas VII SMP/MTs terbitan Erlangga.Kata kunci: buku teks, kegiatan, pendekatan.
PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 TUMIJAJAR Teguh Teguh; Eka Sofia Agustina; Kahfie Nazaruddin
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.706 KB)

Abstract

The purpose of this research was to describe the learning of writing short story at the first grade of SMP Negeri 1 Tumijajar Tulang Bawang Barat. The research used descriptive qualitative design. The result of the research showed that the teacher had done three steps in learning. They were: lesson planning, implementating, and assessing. In lesson planning, the teacher made the lesson plan without including the model of learning but other components had been included completely based on the lesson plan’s components in 2013 curriculum. In the implementation of learning, there were two activities: teacher’s activities and students’ activities. The activities that were done by teacher including three activities: pre activities, while activity and post activity. The assessment that was done by teacher including affective assessment through observation technique, cognitive assessment through oral and written test, and psychomotor assessment through practice test.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis cerita pendek pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tumijajar Tulang Bawang Barat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan tiga tahapan dalam pembelajaran yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Pada perencanaan pembelajaran, guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) tanpa mencantumkan model pembelajaran sedangkan komponen yang lain sudah dicantumkan berdasarkan komponen-komponen RPP pada Kurikulum 2013. Pada pelaksanaan pembelajaran terdapat dua aktivitas, yaitu aktivitas guru dan siswa. Aktivitas yang dilakukan oleh guru meliputi tiga kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Penilaian yang dilakukan oleh guru mencakup penilaian kompetensi sikap dengan teknik observasi, penilaian kompetensi pengetahuan dengan teknik tes tulis dan tes lisan, dan penilaian kompetensi keterampilan dengan teknik tes praktik.Kata kunci: cerita pendek, menulis, pembelajaran.
KEMAMPUAN MENAMUKAN IDE POKOK PARAGRAF SISWA KELAS X SMAN 2 PRINGSEWU 2013/2014 Nur Aisah; Kahfie Nazaruddin; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.082 KB)

Abstract

The problem in this research is the ability to find the main idea of the paragraph at grade X SMA Negeri 2 Pringsewu academic years 2013/2014. This research aimed to describe the ability to find the main idea of the paragraph at grade X SMA Negeri 2 Pringsewu academic years 2013/2014. The method of this research used descriptive. The population consists of 287 students spread into 9 classes. The sample are 45 students. Data collected is done through objective tests. The results showed that the ability to find the main idea of the paragraph is in category enough, with an average score of 56,2. Weakness of the students in finding the main idea of the paragraph is on aspect of finding the main idea at the end of paragraph which is in poor category, with an average of 41,8, while the highest average score is on the ability to find the main idea in the beginning paragraph with an average score of 69,2 category as good.Masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan menemukan ide pokok paragraf siswa kelas X SMA Negeri 2 Pringsewu tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menemukan ide pokok paragraf siswa kelas X SMA Negeri 2 Pringsewu tahun pelajaran 2013/2014. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi penelitian ini dengan jumlah 287 siswa yang tersebar dalam 9 kelas. Sampel penelitian berjumlah 45 siswa. Pengumpulan data melalui Tes Objektif. Hasil penelitian menunjukan kemampuan menemukan ide pokok paragraf dalam kategori cukup dengan rata-rata 56.2. Kelemahan siswa dalam menemukan ide pokok paragraf terletak pada aspek menemukan ide pokok di akhir dan di akhir paragraf yang tergolong kurang dengan rata-rata 41,8, sedangkan skor rata-rata tertinggi terletak pada aspek kemampuan menemukan ide pokok di awal paragraf dengan rata-rata 69,2 tergolong baik.Kata kunci: ide pokok, kemampuan, menemukan.
PEMBELAJARAN MEMBACA KRITIS SISWA KELAS XI SMA NEGERI 10 BANDARLAMPUNG Yessina Tarulitha Munthe; Siti Samhati; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.647 KB)

Abstract

The objective of research is to describe the learning of critical reading by Grade XI Students at SMAN10 Bandar Lampung. Planning, implementation, and assesment by teacher are include this learning of critical reading. Research method is qualitative descriptive. The datum were obtained by observation and documentation. The results for plans in learning of critical reading indicated that the clarity of formulation objectives learning and detail of scenarios were not found in the Lesson Plan which is designed by the teacher. The result for observation of teacher activity implementation consists of three stages, that are pre learning,core and cover. The methods used by teacher were giving question and answer, enquiry, group discussions and presentations. Learning resources/media learning of critical reading were newspaper and LKS. Student activity implementation seen that the overall student actively follow the learning process. Assesment was conducted by teacher to evaluate students ability used the written test techniques.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pembelajaran membaca kritis siswa kelas XI SMAN 10 BandarLampung. Pembelajaran membaca kritis tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan dan penilaian yang dilakukan oleh guru. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan cara observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian untuk perencanaan pembelajaran membaca kritis menunjukkan bahwa kejelasan perumusan tujuan pembelajaran dan kerincian skenario pembelajaran tidak terdapat di dalam RPP yang dirancang oleh guru. Hasil observasi pelaksanaan pembelajaran membaca kritis untuk aktivitas guru terdiri atas tiga tahapan, yaitu prapembelajaran, inti dan penutup. Metode yang digunakan guru dalam pembelajaran ialah tanya jawab, inquari, diskusi kelompok dan presentasi. Sumber belajar/media pembelajaran membaca kritis yaitu koran dan LKS. Aktivitas siswa dalam pembelajaran membaca kritis terlihat bahwa para siswa secara keseluruhan aktif mengikuti proses pembelajaran yang berlangsung.Kata kunci : pelaksanaan, pembelajaran membaca kritis, penilaian, perencanaan.
PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK BERDASARKAN KURIKULUM 2013 SISWA SMP NEGERI 4 METRO Feni Setianingsih; Mulyanto Widodo; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.629 KB)

Abstract

The purpose of this research was to describe the learning of short story writing with in the Curiculum 2013. The method which was used in this research was descriptive qualitative. The result of research indicates the teacher had done three steps of the short story writing learning in the Curiculum 2013. Teachers activities were three activities phases, those are activity of antecedent, activity of core, and activity of conclusion. Students activities were perceive activity, ask activity, try activity, natural existence activity, and communicate activity. At the analysis result of student work writing short story used indicators references of writing short story based on the Curriculum 2013 covering selection of themes, short story contents, usage of dictions, usage of spelling/EYD, and short story structures.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran menulis cerita pendek berdasarkan Kurikulum 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan tiga tahap pembelajaran dalam pembelajaran menulis cerita pendek berdasarkan Kurikulum 2013. Aktivitas yang dilakukan guru meliputi tiga tahap kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Aktivitas yang dilakukan siswa meliputi aktivitas mengamati, aktivitas menanya, aktivitas mencoba, aktivitas menalar, dan aktivitas mengomunikasikan. Pada analisis hasil karya siswa menulis cerita pendek menggunakan acuan indikator menulis cerita pendek berdasarkan Kurikulum 2013 yang meliputi pemilihan tema, isi cerita pendek, penggunaan diksi, penggunaan ejaan/EYD, dan struktur cerita pendek.Kata kunci: kurikulum 2013, pembelajaran menulis cerita pendek, tahapan pembelajaran.
Co-Authors Andre Setyawan Ani Setiawati Anita Febriani Apri Yanto Ari Mahendra Ari Pristiyani Aulia Ika Atika Ayu Atidhira Bambang Riadi Daniel Happy Putra Dechri Giyanis Dede Putri Deris Astriawan Desi Indah Lestari Devi Kusmitha Sari Devita Sari Dian Puspita Sari Diana Sari Diyah Berta Alpina Dorlan Evi Yanti Edi Suyanto Eka Meliani Eko Hari Anggoro Emi Rismawati Engrid Septa Reni Esi Pitriani Esterlina, Dwi Eva Restia farida ariyani Farida Ariyani Farida Ariyani Feni Setianingsih Hasanah, Hemas Virginia Uswatun Hendra Purnama Heny Hartawati Husna, Siti Asmaul Imam Rejana Iqbal Hilal Janatun Naim Kahfie Nazaruddin Karomani Karomani Laila Rahmawati M. Burhanudin Robbani Mardiyana Mardiyana Mario Efendi Muhafidin Muhafidin Muhammad Fuad MUHAMMAD FUAD Muhammad Makmun Algani Mulyanto Widodo Munaris Munaris . Ni Luh Eka Wahyuningsih Ni Nyoman Wetty Suliani Nidia Oktarisa Nikmatul Hasanah Novala Rokhmatarofi Nur Aisah Nur Fadhilah Nuraini Nuraini Nurlakasana Eko Rusminto Nurlaksana Eko Rusminto Nurrokhmah Prabawati Pebriawan Pebriawan Pudan Doli Situmorang Putri Gita Mardiani PUTRI WULANDARI Reka Umami Rengga Purna Yuda Reni Novasari Reni Sofiani Revina Fitria Ria Meriana Rian Andri Prasetya Rian Diasti Riana, Hana Rika Arif Septiana Riwanti Manik Rizki Marysa Sefty Angraini Sekar Wulandari Setiorani, Ambar Ayu Silvana Yulanda Siti Asmaul Husna Siti Samhati Siti Sumarlin Sitohang, Anania Eviyana Luxerima Sumarti Sumarti Sunarti, Iing Susi Wendhaningsih Syelly Eka Permatasari Teguh Teguh Weni Handayani Windi Riani Wini Tarmini Wini Tarmnini Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Wira Widyas Tuty Yessina Tarulitha Munthe Yinda Dwi Gustira Yosefina Eva Marini Yulia Patumaya Yunita Fitri Yanti Yunita Fitri Yanti, Yunita Fitri Yunita Handiawati Zamzanah, Sarjinah