Claim Missing Document
Check
Articles

Respon Gen Z di Media Sosial Instagram terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi terkait dengan Persyaratan Capres/Cawapres mengenai Batasan Usia Capres/Cawapres 2024 Yusyifa, Zafira Zahra; Alfirdaus, Laila Kholid
Journal of Politic and Government Studies Vol 14, No 1 (2025): Vol 14, No 1 : Periode Wisuda Januari 2025
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami respon Generasi Z (Gen Z) di Instagram terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang batas usia calon presiden dan wakil presiden (capres/cawapres) Pemilu 2024. Analisis kualitatif menunjukkan bahwa Gen Z memiliki pandangan beragam: mayoritas menolak batas usia minimal 40 tahun karena dianggap menghambat partisipasi politik generasi muda, sementara sebagian mendukungnya dengan alasan kematangan usia dalam kepemimpinan. Faktor-faktor yang memengaruhi respon Gen Z meliputi akses informasi digital, pengaruh tokoh publik, dan nilai politik mereka. Instagram digunakan sebagai media untuk menyuarakan opini melalui konten kreatif seperti meme, infografis, dan video, sekaligus menjadi ruang diskusi dinamis yang memperkuat identitas dan sikap politik. Kemampuan Gen Z dalam mengakses, menyaring, dan menyebarkan informasi sangat memengaruhi respon mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya peran media sosial dalam membentuk opini dan partisipasi politik generasi muda, serta memberikan rekomendasi untuk kebijakan yang lebih inklusif terhadap aspirasi mereka
Kebijakan Zonasi dalam Pemenuhan Hak Pendidikan Warga Negara (Studi Kasus Sistem Zonasi SMA Negeri 1 dan 3 Semarang) Qhuraydillah, Muhammad Octavian; Yuwono, Teguh -; Alfirdaus, Laila Kholid
Journal of Politic and Government Studies Vol 14, No 1 (2025): Vol 14, No 1 : Periode Wisuda Januari 2025
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi kebijakan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Semarang. Fokus penelitian diarahkan pada analisis aspek pemenuhan hak pendidikan warga negara, termasuk akses, pelayanan, keuntungan, kerugian, kelemahan, dan bentuk kecurangan yang terjadi selama pelaksanaan kebijakan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan siswa, orang tua, dan guru di kedua sekolah, pengisian kuesioner, serta observasi langsung di lapangan. Data pendukung tambahan diperoleh dari dokumen kebijakan resmi dan laporan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Analisis data dilakukan dengan pendekatan triangulasi untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas hasil penelitian. Penelitian ini memberikan manfaat akademik dan praktis. Secara akademik, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori pendidikan, pemerataan pendidikan (Educational Equity Theory), teori keadilan distributif, dan teori pelayanan sektor publik. Secara praktis, penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan institusi pendidikan dalam meningkatkan implementasi kebijakan zonasi agar lebih efektif, adil, dan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan sistem zonasi berhasil memberikan akses pendidikan yang lebih merata, terutama bagi siswa yang tinggal dekat dengan sekolah. Namun, kebijakan ini juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan kuota, ketimpangan fasilitas, dan manipulasi data domisili oleh sebagian orang tua siswa. Selain itu, pelayanan di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3 secara umum mempermudah proses pendaftaran siswa, meskipun masih terdapat kendala teknis dalam sistem daring dan validasi lokasi rumah. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem zonasi, meskipun memiliki dampak positif dalam meningkatkan aksesibilitas pendidikan, belum sepenuhnya efektif dalam memenuhi prinsip pemerataan pendidikan dan keadilan distribusi pendidikan. Diperlukan pengawasan yang lebih ketat, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan edukasi masyarakat untuk memastikan kebijakan zonasi mampu memenuhi hak pendidikan warga negara secara merata dan adil.
PENGELOLAAN ASET BERGERAK PADA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN PEMALANG Aprilianto, Panca Prasetio; Alfirdaus, Laila Kholid; Erowati, Dewi -
Journal of Politic and Government Studies Vol 14, No 1 (2025): Vol 14, No 1 : Periode Wisuda Januari 2025
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesesuaian praktik pengelolaan aset bergerak milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pemalang dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 dengan menggunakan Teori Manajemen Aset. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen untuk mendapatkan informasi yang komprehensif mengenai pengelolaan aset bergerak di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pemalang. Hasil penelitian menunjukkan adanya celah antara kondisi aktual dan harapan dalam pengelolaan berdasarkan peraturan tersebut. Terdapat ketidaksesuaian pada tahap penggunaan, penatausahaan, serta pembinaan dalam pengelolaan aset bergerak. Sementara pada tahap perencanaan dan penganggaran, pengadaan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, pemindahtanganan, pemusnahan, penghapusan, serta pengawasan dan pengendalian sudah sesuai dengan peraturan
ANALISIS PERAN KOMUNITAS PKK DALAM MELAKSANAKAN STRATEGI PERLINDUNGAN ANAK DI KECAMATAN GUNEM KABUPATEN REMBANG Novitasari, Aldian -; Alfirdaus, Laila Kholid
Journal of Politic and Government Studies Vol 14, No 1 (2025): Vol 14, No 1 : Periode Wisuda Januari 2025
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi atau solusi dari adanya kebijakan perlindungan anak, serta mengidentifikasi peran penting komunitas PKK dalam mencapai tujuan dengan memberikan perlindungan dan pelayanan terpadu kepada anak. Metode yang digunakan berupa kualitatif, serta lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang. Sasaran dari studi ini yaitu PKK Kecamatan Gunem dalam memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya memberikan perlindungan kepada anak dari adanya tindakan diskriminasi dan kekerasan. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara,observasi, dan dokumentasi. Teori dalam penelitian ini berupa teori “State Ibuism” (Julia,Suryakusuma 1991) dan teori “Pengaruh Masyarakat” (Barnes, 2004”. Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan Peran PKK Kecamatan Gunem menuju transformasi meskipun masih terdapat elemen domestifikasi dalam program kerja PKK. Dengan demikian, perubahan dilakukan secara bertahap tanpa sepenuhnya mengabaikan konteks peran domestik yang masih dianggap penting di masyarakat. PKK juga berkolaborasi dengan unit pelayanan seperti P2TP2A dan PUSPAGA dalam memberikan pelayanan dan konsultasi bagi anak yang menjadi korban kekerasan, diskriminasi, maupun pernikahan dini. Capaian yang sudah diperoleh yaitu PKK Kecamatan Gunem telah melaksanakan program-program yang berkaitan dengan perlindungan anak. PKK desa juga berkolaborasi dengan KPAD, FAD, dalam memberikan perlindungan dan hak anak. Rekomendasi terkait dengan penelitian ini berkaitan dengan penguatan perubahan (transformasi) sambil mempertahankan nilai-nilai domestik yang masih relevan di lingkup masyarakat, di antaranya pemerintah harus tegas dalam membuat aturan yang berkaitan dengan sanksi kepada orang tua anak apabila terjadinya pernikahan dibawah umur
Analysis of the Role of Women's Movement in Overcoming Female Genital Mutilation in Order to Promote Change in Africa Reditania, Zilda Clarita; Fitriyah, Fitriyah; Alfirdaus, Laila Kholid
Journal La Sociale Vol. 6 No. 1 (2025): Journal La Sociale
Publisher : Borong Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journal-la-sociale.v6i1.1843

Abstract

This study discusses the role of women's movements in addressing the practice of Female Genital Mutilation (FGM), which is considered a violation of Human Rights. FGM is inflicted on women based on cultural demands, effectively stripping women of control over their own bodies. Female Genital Mutilation (FGM) is recognized as a form of human rights abuse that reflects deep gender inequality and constitutes extreme discrimination against girls and women. The research is conducted qualitatively, with data collection carried out through journals, books, websites, and scientific reports. In this study, the author concludes that the women's movement in the fight against FGM is effectively implemented due to the commitment of the Desert Flower Foundation and its supporters, which stands as a powerful and exemplary example of hope, courage, and solidarity. The efforts to end FGM in Africa over the years have garnered attention as international, regional, and national actors have united in taking actions designed to address this harmful practice. As the struggle against FGM continues, the Desert Flower Foundation remains a key player in the global effort to enable women to live dignified and free lives.
Pemungutan Suara Ulang Dalam Pemilu 2024 Di Kabupaten Magelang: Kajian Faktor-Faktor Penyebabnya Henry Sofyan Rois; Fitriyah Fitriyah; Laila Kholid Alfirdaus
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 9 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i9.2841

Abstract

Pemilu 2024 lalu, beberapa daerah di Indonesia, salah satunya Kabupaten Magelang, harus melaksanakan pemungutan suara ulang pada beberapa tempat pemungutan suara (TPS). Peristiwa pemungutan suara ulang merupakan akibat dari kesalahan prosedural, kegagalan fungsi teknis, atau tuduhan pelanggaran. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan dilakukannya Pemungutan Suara Ulang dalam pemilu di Indonesia khususnya di kabupaten Magelang dan mengeksplorasi persepsi masyarakat dan peserta pemilu terkait dengan pelaksanaan PSU. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Pendekatan ini dipilih untuk memahami secara mendalam fenomena Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam Pemilihan Umum di Kabupaten Magelang. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang menyebabkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada penyelenggaraan pemilu tahun 2024 KPU Kabupaten Magelang karena adanya temuan pelanggaran pemilu yang dilakukan penyelenggara pemilu di TPS, temuan tersebut berupa kesalahan pemberian surat suara yang keliru oleh KPPS kepada pemilih yang terdaftar dalam DPTB, sehingga Bawaslu Kabupaten Magelang mengeluarkan rekomendasi melakukan pemungutan suara ulang. Lemahnya pengetahuan mengenai regulasi pemilu tercermin dari pemberian surat suara yang tidak sesuai yang terjadi di lima TPS.  Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Magelang bisa dihindari jika petugas KPPS dan panwas TPS sama-mama mengetahui akan tugas dan fungsinya masing-masing. Berdasarkan hasil temuan sebagai masukan diantaranya perekrutan Anggota KPPS seharusnya dilaksanakan jauh sebelum pemungutan suara dilaksanakan, hal ini supaya KPU Kabupaten/Kota bisa lebih banyak mencari calon KPPS. Dengan semakin banyaknya calon anggota KPPS yang mencalonkan diri maka semakin baik pula kualitas yang akan dihasilkan dalam seleksi KPPS.
A Human Rights Approach to Examine Indonesia’s Social Forestry Policies Mangkunegara, RM Ahmada -; Alfirdaus, Laila Kholid; Fitriah, Fitriah
Journal of Southeast Asian Human Rights Vol. 8 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jseahr.v8i2.52858

Abstract

This research evaluates social forestry policies in Indonesia through the lens of human rights, focusing on the experiences of forest farmers within local communities. While social forestry is intended to empower marginalized groups, promote forest conservation, and ensure equitable access to resources, its implementation exposes systemic barriers that undermine the human rights of local communities. Such issues restrict the right of affected marginalised communities such as indigenous peoples and women. This exclusion perpetuates socio-economic inequalities and undermines their fundamental rights to fair participation and equitable resource distribution. Based on this observation, the study highlights significant gaps in policy implementation. By drawing comparisons with community-based forest management models in other countries, the study underscores the importance of collaborative governance and equitable benefit-sharing mechanisms. The findings emphasize the need for a rights-based, integrated approach to social forestry that prioritizes transparency, inclusivity, and the empowerment of marginalized groups. Aligning local implementation with global human rights and conservation goals is essential for achieving equitable, sustainable, and socially just outcomes in Indonesia's social forestry initiatives. Keywords: Human Rights, Social Forestry, Indonesia, Marginalised Communities, Indigenous People
DIGITALISASI PEMERINTAHAN DESA: HAMBATAN DAN DAMPAKNYA BAGI TATA KELOLA DESA Najich Alfayn, Mukhammad Akhmad; Laila Kholid Alfirdaus; Budi Setiyono
Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik (JISoP) Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jisop.v4i2.16386

Abstract

Village digitalization has been studied extensively as a subject worthy of in-depth investigation. This study was the beginning of mapping the effects, challenges, and impacts of rural digitalization. In practice, there were still various obstacles. This study's objective was to investigate the various elements that affect the viability of digitalization in a rural environment. The authors of this study used a qualitative study approach using literature review techniques to collect data and information regarding the implementation of e-government in the village. Supporting data could be obtained from reference books, news articles from the internet, and research journal publications. The findings of this study showed that global modernization and digitalization could not be separated if village governments did not want to be left behind. It was impacted by elements that hindered digitalization, such as demographics, distrust, value, competence, and complexity. Strategic actions must be implemented to maximize the implementation of village digitalization. This study had consequences for Indonesian public institutions, both theoretically and practically. It is possible to carry out further studies in the form of a village government digitalization plan.
INDONESIA'S REPRESENTATION POLITICS AND NATION BRANDING: AN INTERNATIONAL MEDIA GATEKEEPING STUDY IN THE NEWS OF THE 2021-2024 MANDALIKA MOTOGP Badsty, Monica; Alfirdaus, Laila Kholid
Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional Vol 10 No 1 (2025): Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jdg.v10i1.3731

Abstract

Through MotoGP, the Indonesian government seeks to display the image of a country that is modern, advanced in infrastructure, and ready to compete in the organization of international events. However, the process of forming the country's image is not entirely under the control of domestic actors. The international media has a big role as a representation agent and gatekeeper who determines what kind of narrative reaches a global audience. This study aims to examine how international media frames news about the Mandalika MotoGP using the theoretical approach of gatekeeping, politics of representation, and nation branding. Using qualitative methods and content analysis of news from five countries with large MotoGP fan bases (UK, Italy, Spain, Germany, and the US), this study found that Mandalika MotoGP news was more dominated by dualistic representations: on the one hand Indonesia was considered exotic and interesting, but on the other hand it was doubtful in terms of readiness and professionalism. These findings show that in the nation branding strategy, developing countries such as Indonesia still have to face the hegemony of global media narratives.
Analysis of The Decline in Votes for the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDIP) in the 2024 Legislative Election in Salatiga City M. Adnan Arsyad; Laila Kholid Alfirdaus; Rina Martini
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 6 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i6.2048

Abstract

This study aims to analyze the causes of the decline in votes for the Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) in the 2024 Legislative Election in Salatiga City. As a large party with a strong mass base in Central Java, especially Salatiga, the results of the 2024 legislative election showed a significant decline in support. This phenomenon is interesting to study further in order to understand the political, social, and cultural factors that influence changes in voter behavior. This study uses a qualitative approach with a descriptive-analytical method. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews with members of the Salatiga City. Data is also strengthened through documentation and literature studies. The decline in PDIP votes in Salatiga City was influenced by several main factors. First, the political saturation of the community towards PDIP's dominance which was not accompanied by a renewal of communication and cadre strategies. Second, the weak role of local PDIP figures in responding to issues developing in the community, thus affecting the level of public trust in the party. Third, the entry of legislative candidates from other parties who were more adaptive and responsive to the needs of voters, especially among young people and marginal groups. In addition, the emergence of negative perceptions regarding transactional politics and the issue of political dowries also weakened PDIP's image in the eyes of the public. This study also found that the discontinuity between PDIP's national influence through the figure of President Joko Widodo and local dynamics in Salatiga was a weak point that was not optimally utilized by regional cadres. In this context, the party failed to carry out strong internal consolidation and build emotional relationships with voters in a sustainable manner. This study is expected to provide input for strengthening PDIP's political strategy, both structurally and culturally, as well as provide academic contributions to the study of voter behavior and local party dynamics in Indonesia.
Co-Authors -, Fitriyah - -, Wijayanto - Adnan, Muhammad - Aifa Dafa Assyifa Akbar, Rahmat - Akhmad, Bachruddin Ali Al Farisi, Muhammad Salman Al Faruq, Abdurahman Aldona Ainur Rohma Anbiya, Hafiizh Sufi Aninditya - Normalitasari Anisa Maulina Rahma Aprilianto, Panca Prasetio Arif Budiman Arifin Setyan Cahyanto Arina Diah Al Hamid Arzaqi, Nila Ashila, Miralda Farah Azahra, Jihan Marsya Bachruddin Ali Akhmad Badsty, Monica Budi Setiyono Cantona, Septian Reva Christiana Cristin Gauru Danny Widodo Uji Prakoso Deki Itje Dewi Ayu Wulandari Didik Try Putra Dinda Ayu Arrafi’u Nilna Munaa Dzunuwanus Ghulam Manar Dzunuwanus Ghulam Manar Dzunuwwanus Ghulam Manar Elizabeth Anggit Sekar Citra T Eric Hiariej Eric Hiariej Erowati, Dewi - Fairuz Thifal Nabila Farhan Riski Tricahyo Farsijana Adeney Risakotta Farsijana Adeney-Risakotta Fitriah Fitriah Fitriani, Kirana - Fitriani, Valeriana Aldiva Fitriyah - - Fitriyah Fitriyah Fitriyah Fitriyah Gai, Apolonaris Hafifah Bella Nugraheni Hanifa Maylasari Hasna Nur Rachmawati Hayuningtyas, Anggita Sekar Hendra Ardianto Hendra Try Ardianto Hendra Try Ardianto Hendratman, Bevan Pramudito Henry Sofyan Rois Henry Wahyono Holyness Nurdin Singadimedja Imam Syahid Indrakusuma, Galton Dwita Ita - Noviani Jamaluddin, Sholeh - Joelianto, Najma Maharani Putri Kania Rizky, Tara Qis-Hayya Khanifatul Mukaromah Khasanah, Siti Uswatun KHOLQI, AHSANUL Kushandajani Kushandajani . Lelly Nuraviva Liona - - Lupyta Agra Divina M Septian Budiman M, Yesie Cindra M. Adnan Arsyad Manar, Dzunuwwanus Ghulam Mangkunegara, RM Ahmada - Maria Lidwina Resti Martini, Rina - Maulidya, Nur Mahya Mbiri, Adeo Melly Rahmadan Ningsih Mohamad Ulil Amri Muhammad - Adnan Muhammad Adnan Muhammad Alfatih Akbar Pahlevi Nabella, Monica Amy Nabilah, Siti Maharani Nafirotul Karima Najich Alfayn, Mukhammad Akhmad Neny - Marlina Nindy Ajeng Maharani Novitasari, Aldian - Nunik Retno Herawati Nur Hidayat Sardini Nurhidayat Nurhidayat Oktavia, Fitka Dwi Permatasari, Sinta Dewi Prasetyo Sitowin Priyatno Harsasto Puger Abdul Khaliq Purwanti, Uci Dewi Qhuraydillah, Muhammad Octavian Raden Muhammad iqbal Rahayu, Ananda Ajeng Rahdeana Almeyna Kurnia Ramadhan, Aditya Rifqi Reditania, Zilda Clarita Retna Arista Kesi Wijayanti Rina Martini Rina Martini Riyanto, Diva Nadilla Arya Ramadhan Rizki Amalia Yanuartha Rosihan Widi Nugroho Rosihan Widi Nugroho S. Rouli Manalu Safitri, Nur Faiza Sahi, Nada Rafa’ Salsya Billa Annisa Samuel, Bob Sardini, Nur Hidayat - Sekarsari, Ajeng Ayu Selsie Anggela Putri Septiani, Dhuhika Nikmah Setiyono, Budi - Shafira Putri Vanessa Shinta Milania Rohmany Siahaan, Audrey Loemongga Shaloom Siregar, Theresia Nadya Regina Winarno Sri Astuty Sri Astuty Sugiarto S Supratiwi . Suwanto Adhi Syahrur Ramadhi Syifana Awan Ardhini Syofii, Muhammad Teguh Yuwono Theresia Rosari Sekar Cakraningtyas Turtiantoro Turtiantoro Wahid Abdulrahman Wahyu Hanie Pratiwi Wibawa, Aditya Dwi Prasetya Wijayanto - - Wijayanto Wijayanto Wijayanto Wijayanto Wiryawan, Bangkit Aditya Yusyifa, Zafira Zahra Yuwanto Yuwanto Yuwanto Yuwanto