Claim Missing Document
Check
Articles

ERYTHROPOIESIS-STIMULATING AGENT THERAPY IN HEMODIALYSIS FOR KIDNEY DISEASE RELATED ANEMIA: A SYSTEMATIC REVIEW Sinabutar, Reniati; Andrajati, Retnosari; Puspitasari, Atika Wahyu
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 4 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i4.3323

Abstract

Anemia merupakan komplikasi umum pada pasien penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis dan berdampak pada kualitas hidup serta prognosis. Tinjauan sistematis ini dilakukan berdasarkan kerangka Arksey dan O’Malley serta panduan PRISMA untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan erythropoiesis-stimulating agents (ESA) konvensional. Dari 539 artikel yang teridentifikasi pada periode 2015–2025, sebanyak 9 studi memenuhi kriteria inklusi. Sebagian besar ESA terbukti efektif meningkatkan hemoglobin (Hb) ke kisaran target 10–12 g/dL, meskipun terdapat variasi antar agen. Epoetin alfa menunjukkan peningkatan Hb yang lebih besar (2,3 g/dL) dibanding epoetin beta (1,2 g/dL), dengan efek samping ringan seperti pusing dan pruritus. Darbepoetin alfa mencapai proporsi pasien tertinggi yang berada dalam target Hb (88–90%), meskipun pada sebagian kasus ditemukan hipertensi dan komplikasi akses vaskular. C.E.R.A. menawarkan keuntungan interval dosis bulanan dan stabilitas Hb, namun hanya 55,9% pasien yang mencapai target Hb. Kejadian efek samping serius dengan C.E.R.A. relatif rendah (12%) dan sebagian besar terkait komorbiditas pasien. Kesimpulannya, terapi ESA efektif dalam mengoreksi anemia pada pasien PGK dengan hemodialisis, tetapi perbedaan efektivitas dan keamanan antar agen menekankan pentingnya pemilihan yang terindividualisasi. Epoetin alfa lebih sesuai untuk koreksi Hb yang cepat, darbepoetin alfa unggul dalam pencapaian target Hb, sementara C.E.R.A. bermanfaat pada pasien yang memerlukan regimen sederhana dengan penyesuaian dosis minimal. Pemilihan terapi ESA perlu mempertimbangkan kondisi klinis, komorbiditas, kepatuhan pasien, serta kapasitas sistem pelayanan kesehatan untuk mengoptimalkan luaran.
Co-Authors . Widiarti Abdul Munim Adil khan, Muhammad Anton Bahtiar Ardiansyah Kahuripan Ardiansyah Kahuripan, Ardiansyah Arry Yanuar Bambang Wispriyono Berna Elya Dewi Sartika, Ratu Ayu Diah Handayani Djuria, Rachmawati Felani Dumiarsih, Suci Rizki Dwiputra, Anggara Gilang Eliza, Delila Farmasita Budiastuti, Rizky Fuad Zainuddin Harahap, Daimah Wirdatus Sanaun Harianto Harianto Hasanah, Kurniatul Heni Susilowati Heni Susilowati Husnawati Husnawati Ika Puspitasari Imaniar, Rania Indriani, Lusi Iwan Wahyudin Jiři Vlček Juheini Amin Juheini Amin Mahdi Jufri Mahmuda, Nur Amalia Maifitrianti Maifitrianti, Maifitrianti Maifitrianti, Maifitrianti Makhdalena Makhdalena, Makhdalena Margareth Christina Halim, Margareth Christina Masyrifah, Mas Merry Christianie Merry Christianie, Merry Mun‘im, Abdul Nadia Farhanah Syafhan Nasution, Izza Aulia Rizqika Noor, Sidra Noorwati Sutandyo Nur Fauziah Nurhikmah, Rizky Purnasari, Santi Puspitasari, Atika Wahyu Putra, M. Arza Putri, Risani Andalusia Rahmawati, Ni Made Ayu Rais, Yulia Rais, Yulia Rizka Andalusia Rizka Andalusia Safyanty, Rahmi Santi Purna Sari Sinabutar, Reniati Siti Setiati Sri Wahyuni Dewanti Sri Wulandah Fitriani, Sri Wulandah Sudibyo Supardi Sutandyo, Noorwati Tetty Syafridani Tetty Syafridani, Tetty Toksisitas Hematologi Regimen, Toksisitas Hematologi Vernissa, Venni Wardani, Tita Kusuma Widiarti Widiarti Widya Kardela Wulandari, Nora Yeni, Ai Yeni Herlinawati Yona Harianti Putri Yudhorini, Linda Triana Yulia Trisna Yulia Trisna, Yulia Yulian Rahmadini Yulian Rahmadini, Yulian Zainudin, Fuad