Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pembelajaran Anti Bullying Sebagai Upaya Menciptakan Lingkungan Sekolah Yang Aman Jessica Viola Putri; Desi Anggraini; Randi Ansa; Gusti Randa; Syachkhirli Riskhi; Nurmala Dewi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (DIASYA) Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (DIASYA)
Publisher : Rumah Jurnal PT Citra Air Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71200/enzgyz84

Abstract

Bullying masih menjadi permasalahan serius di lingkungan sekolah yang berdampak pada kondisi psikologis, sosial, serta perkembangan akademik peserta didik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bullying dapat menurunkan rasa aman, kepercayaan diri, dan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif yang sistematis melalui pembelajaran anti bullying. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pembelajaran anti bullying sebagai strategi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis artikel jurnal nasional terbitan tahun 2022–2025 yang relevan dengan pendidikan karakter, sekolah ramah anak, budaya sekolah positif, serta pembelajaran sosial emosional. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran anti bullying yang terintegrasi dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak bullying, menumbuhkan nilai empati, toleransi, dan saling menghargai, serta memperkuat peran guru dan sekolah dalam pencegahan bullying. Selain itu, penerapan pendidikan karakter dan pembelajaran sosial emosional terbukti efektif dalam membangun iklim sekolah yang aman dan mendukung kesejahteraan peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran anti bullying merupakan pendekatan strategis yang perlu diterapkan secara berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif bagi seluruh warga sekolah.
FLUENT & FEARLESS: DEVELOPING REAL-LIFE ENGLISH COMMUNICATION COMPETENCE Sudirman, Sudirman; Sutrisno, Supadi Bambang; Oktafiani, Susi; Giyanto, Giyanto; Anggraini, Desi
JOLADU: Journal of Language Education Vol. 4 No. 2 (2025): JOLADU: Journal of Language and Education, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/joladu.v4i2.1338

Abstract

This study aims to develop students’ real-life English communication competence through communicative, multimodal, and practice-oriented instructional strategies. The research addresses the persistent challenges faced by Indonesian EFL learners, particularly low speaking confidence, high anxiety, and limited willingness to communicate. A mixed-method classroom-based research design was employed involving 32 undergraduate EFL students. Data were collected through pre- and post-speaking tests, communicative competence rubrics, questionnaires on Willingness to Communicate (WTC), classroom observation, and semi-structured interviews. The intervention integrated role-play, multimodal tasks, gamified communicative projects, and structured real-life speaking simulations over eight weeks. Findings indicate significant improvement in students’ fluency, pronunciation accuracy, sociolinguistic appropriateness, and strategic competence. Students demonstrated increased confidence and reduced speaking anxiety. Quantitative results show a 28% increase in speaking performance scores and a 35% rise in WTC indicators. Qualitative findings reveal that contextualized speaking tasks and authentic interaction fostered greater engagement and communicative risk-taking. The study confirms that communicative competence development requires integration of linguistic knowledge, sociocultural awareness, and emotional readiness. The results suggest that real-life simulation and multimodal communication tasks effectively promote “fluent and fearless” English use. Pedagogical implications highlight the importance of structured communicative environments that prioritize authentic use rather than grammatical accuracy alone.
Pemberian Edukasi "LILA" (Langkah Ibu, Lindungi Anak) dengan Rencana KB Pasca Salin untuk Kesehatan Ibu dan Bayi di Puskesmas Sekincau, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat: Penelitian Anggriani, Yunita; Yetty Dwi Fara; Nur Alfi Fauziah; Desi Anggraini; Fitriyanti; Nurul Zakiyyah; Sutini; Wiwit Yuliana; Zahra Syifa Amanda; Refi Yuniar; Nurhasanah; Riana Mustika Ahyan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5492

Abstract

Keluarga Berencana (KB) pasca salin merupakan intervensi penting untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mencegah kehamilan dengan jarak terlalu dekat setelah persalinan. Namun, secara global sekitar 40% perempuan pasca persalinan di negara berkembang masih memiliki kebutuhan KB yang belum terpenuhi. Di Indonesia, cakupan KB pasca salin pada tahun 2021 baru mencapai 40,4%, yang salah satunya dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan ibu nifas. Hasil pra-survei di wilayah kerja Puskesmas Sekincau menunjukkan bahwa sebagian besar ibu nifas belum menggunakan KB pasca salin secara optimal dan belum pernah mendapatkan edukasi KB pasca salin secara terstruktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas serta ibu yang memiliki bayi dan balita mengenai KB pasca salin melalui Edukasi “LILA” (Langkah Ibu, Lindungi Anak). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2025 di Posyandu Melati 1, Desa Pampangan, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Metode kegiatan meliputi pretest, penyampaian materi edukasi, diskusi dan tanya jawab, serta posttest. Materi edukasi mencakup konsep dasar KB, tujuan dan manfaat KB bagi kesehatan ibu dan bayi, konsep KB pasca salin, waktu pemberian KB pasca persalinan, serta jenis metode kontrasepsi yang aman dan efektif pada masa nifas dan menyusui. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 46,40 pada pretest menjadi 86,40 pada posttest (p-value = 0,000). Edukasi “LILA” terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu mengenai KB pasca salin dan direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam kegiatan Posyandu sebagai upaya meningkatkan partisipasi ibu dalam penggunaan KB pasca persalinan.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN ( INTELEKTUAL, EMOSI, SPIRITUAL ) DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA DEWASA MUDA PENYANDANG CACAT TUBUH DI BALAI BESAR REHABILITASI SOSIAL BINA DAKSA PROF. DR. SOEHARSO SURAKARTA Anggraini, Desi; Wiyanti, Sri; Andayani, Tri Rejeki
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jip.v1i1.71944

Abstract

Penerimaan diri merupakan sikap positif terhadap diri sendiri, yang berarti mampu menerima segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, sekalipun itu kondisi cacat tubuh. Bagi dewasa muda hal tersebut tentu bukan hal yang mudah untuk diterima, baik itu cacat bawaan atau cacat sesudah lahir. Berbagai gejolak emosi yang muncul dari dalam dan luar seperti pandangan orang lain, akan mempengaruhi individu untuk bisa menerima diri atau malah menolak diri. Dalam hal ini peran ketiga jenis kecerdasan (intelektual,emosi,spiritual) sangat penting untuk membantu individu dewasa muda keluar dari tekanan yang ada dan mampu meraih kondisi penerimaan diri yang realistis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui:1) hubungan antara kecerdasan intelektual, kecerdasan emosi, dan kecerdasan spiritual dengan penerimaan diri pada dewasa muda penyandang cacat tubuh; 2) hubungan antara kecerdasan intelektual dengan penerimaan diri; 3) hubungan antara kecerdasan emosi dengan penerimaan diri; dan 4) hubungan antara kecerdasan spiritual dengan penerimaan diri.. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa Prof. Dr. Soeharso Surakarta, berusia 20-30 tahun, pendidikan minimal SMP, berjumlah 40 orang. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Pengumpulan data penelitian menggunakan Skala Penerimaan Diri (validitas = 0,337-0,694; reliabilitas = 0,897), Skala Kecerdasan Emosi (validitas = 0,318-0,753; reliabilitas = 0,895), dan Skala Kecerdasan Spiritual (validitas = 0,336-0,726; reliabilitas = 0,912), dan Culture Fair Intelligence Test (CFIT) Skala3.Penelitian ini menggunakan teknik analisis multivariate non-parametrik Regresi Logistik Ordinal. Hasil Uji Simultan dengan menggunakan statistik Likelihood Ratio (LR) menunjukkan nilai X2=28,942 (X2hitung>X2tabel) dan p = 0,000 (p<0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan intelektual, kecerdasan emosi, dan kecerdasan spiritual dengan penerimaan diri pada penyandang cacat tubuh. Uji parsial dalam Regresi Logistik Ordinal adalah dengan Uji Wald. Hasil Uji Parsial dengan Uji Wald menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dengan penerimaan diri penyandang cacat tubuh (p=0,007; p<0,05), ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan spiritual dengan penerimaan diri penyandang cacat tubuh (p=0,042; p<0,05), serta terdapat hubungan yang sangat lemah meskipun tidak signifikan antara kecerdasan intelektual dengan penerimaan diri penyandang cacat tubuh (p=0,687; p>0,05).