Ida Bagus Komang Ardana
Laboratorium Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Univesitas Udayana, Jl. Raya Sesetan, Gg. Markisa No. 6. Denpasar Bali

Published : 68 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Kadar Kreatinin Serum Ayam Pedaging Betina yang Diinjeksi dengan Kombinasi Tylosin dan Gentamisin DEVI GM, PRATIWI; ARDANA, I.B.K; UTAMA, IWAN HARJONO
Indonesia Medicus Veterinus Vol.1 (1) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.216 KB)

Abstract

Ayam pedaging mempunyai peranan yang penting dalam pemenuhan kebutuhan sebagai sumber protein hewani asal ternak. Pertumbuhan ayam pedaging dapat mengalami kegagalan. Salah satu penyebab kegagalan pertumbuhan adalah masalah penyakit infeksius maupun non infeksius. Penyakit infeksius salah satunya adalah: penyakit bakterial. Penyakit bakterial selain berpengaruh terhadap pertumbuhan ayam pedaging juga berpengaruh terhadap kesehatan ternak. Salah satu upaya yang ditempuh untuk mencegah penyakit yang disebabkan bakteri dengan penggunaan antibiotik tylosin dan gentamisin, gentamisin merupakan antibiotik yang berpotensi nefrotoksik. Kreatinin merupakan produk hasil metabolisme kreatin dimana kadar kreatinin mencerminkan kecepatan eliminasi ginjal. Tylosin dan gentamisin di filtrasi glomerulus dan ekskresinya berbanding langsung dengan kadar kreatinin serum. Kenaikan kadar kreatinin serum menunjukkan penurunan laju filtrasi glomerulus. Apabila kadar kreatinin serum meningkat maka terjadi gangguan fungsi ginjal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh injeksi kombinasi tylosin dan gentamisin terhadap kadar kreatinin serum ayam pedaging.Penelitian ini menggunakan ayam pedaging betina sebanyak 24 ekor yang dikelompokkan menjadi 4, masing-masing kelompok telah dihomogenkan dan diberikan perlakuan yang berbeda. Perlakuan kontrol (P0) diberikan placebo berupa aquadest, perlakuan pertama (P1) di injeksi secara intramuskular dengan kombinasi 10 mg tylosin dan 10 mg gentamisin, perlakuan kedua (P2) di injeksi secara intaramuskular dengan kombinasi 20 mg tylosin dan 20 mg gentamisin dan perlakuan ketiga (P3) di injeksi secara intramuskular dengan kombinasi 30 mg tylosin dan 30 mg gentamisin. Selanjutnya pada hari ke-35 darah ayam pedaging betina percobaan semua kelompok perlakuan diambil untuk memperoleh serum yang akan digunakan dalam pemeriksaan kadar kreatinin serum dengan menggunakan alat Reflotron ® creatinine .Hasil menunjukkan bahwa injeksi intramuskular kombinasi tylosin dan gentamisin terhadap kadar kreatinin serum ayam pedaging betina tidak berpengaruh nyata antara kelompok perlakuan P0, P1, P2 dan P3.
Isolasi dan Identifikasi Oosista Koksidia dari Tanah Di Sekitar Tempat Pembuangan Sampah Di Kota Denpasar Azmy, Andi Azhary; Apsari, Ida Ayu Pasti; Ardana, I Bagus Komang
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (2) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.266 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai isolasi dan identifikasi ookista Coccidia dari tanah di sekitar tempat sampah di Kota Denpasar. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi oosista Coccidia dari sampel tanah menggunakan metode pengapungan sukrose dengan 0,1% gelatin. Tanah di sekitar tempat pembuangan sampah bisa menjadi sebagai tempat atau media tumbuhnya parasit seperti Isospora spp, Eimeria spp, Toxoplasma gondii, Cryptosporidium spp, dan Sarcocytis spp. Penelitian ini menggunakan 100 sampel tanah yang berasal dari 25 lokasi tempat pembuangan sampah, dengan setiap satu tempat pembuangan sampah diambil empat sampel tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua genus oosista Coccidia yaitu Eimeria dan Isospora pada tanah di sekitar tempat pembuangan sampah di Kota Denpasar. Simpulannya adalah terdapat dua jenis koksidia di tempat sampah, yakni Eimeria dan Isospora.
Pemberian Susu Afkir dalam Pakan terhadap Jumlah Eritrosit, Kadar Hemoglobin (Hb), dan Nilai Packed Cell Volume (PCV) pada Anak Babi Crossbreed Jantan Lepas Sapih Handayani, Ida Ayu Lidya; Ardana, Ida Bagus Komang; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (3) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.398 KB)

Abstract

Susu sebagai suplemen makanan sering digunakan oleh peternak untuk meningkatkan pertumbuhan. Untuk menekan biaya produksi, diperlukan bahan pakan alternatif yang murah dan tidak bersaing dengan kebutuhan manusia, maka digunakanlah susu afkir yaitu susu sapi dalam kemasan yang telah ditolak oleh pabrik dengan kondisi fisik dan nutrisi yang masih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu afkir pada konsentrasi 5% dan 10% dalam campuran pakan terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin (Hb), dan nilai Packed Cell Volume (PCV) anak babi crossbreed jantan lepas sapih. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 9 ulangan, dengan total 27 sampel darah. Kelompok ternak babi sebagai kontrol (P0) yang diberi pakan standar (CP-550), kelompok ternak babi yang diberi pakan standar (CP-550) dikombinasikan dengan susu afkir 5% (P1), dan kelompok ternak babi yang diberi pakan standar (CP-550) dikombinasikan dengan susu afkir 10% (P2). Data hasil pemeriksaan dianalisis menggunakan uji sidik ragam (ANOVA), untuk melihat pengaruh antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan. Pemberian susu afkir dengan konsentrasi 5% (P1) dalam pakan dapat meningkatkan jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin secara nyata dan tidak berpengaruh nyata terhadap nilai PCV, serta pemberian susu afkir dengan konsentrasi 10% (P2) tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai PCV pada anak babi crossbreed jantan lepas sapih.
Efektivitas Berbagai Dosis Asam Organik Dan Anorganik Sebagai Acidifier Terhadap Histomorfometri Duodenum Ayam Pedaging Pio, Paulus Oktavianus; Ardana, Ida Bagus Komang; Suastika, Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (1) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.577 KB)

Abstract

Acidifier merupakan asam organik yang bermanfaat dalam preservasi dan memproteksi pakan dari kerusakkan oleh mikrobia dan fungi namun juga berdampak langsung terhadap mekanisme perbaikan kecernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi asam organik dan asam anorganik (Orgaicids®) sebagai bahan acidifier pada pakan terhadap histomorfometri duodenum ayam pedaging. Penelitian ini menggunakan 24 ekor ayam pedaging berjenis kelamin betina yang di bagi menjadi 4 kelompok dengan 6 ulangan, yaitu P0 (kontrol), P1 (3 g/kg pakan), P2 (6 g/kg pakan) dan P3 (9g/kg pakan) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata histomorfometri tunika mukosa duodenum (P0) 996,51µm, (P1) 1,040,01µm, (P2) 1,285,27µm, (P3) 1,114,22µm dan tunika muskularis duodenum pada (P0) 95,345µm, (P1) 93,691µm, (P2) 119,418µm, (P3) 95,464µm. Pemberian kombinasi asam organik dan anorganik sebagai acidifier berpengaruh pada histomorfometri tunika mukosa dan muskularis ayam pedaging. Dosis 6 g/kg pakan merupakan dosis efektif mempengaruhi histomorfometri tunika mukosa dan tunika muskularis duodenum ayam pedaging.
Gambaran Total Eritrosit, Kadar Hemoglobin, Nilai Hematokrit Terhadap Xilazin-Ketamin pada Anjing Lokal secara Subkutan Marshanindya, Andra; Ardana, Ida Bagus Komang; Putra Pemayun, I Gusti Agung Gede
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (3) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.001 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian xilazin denganberbagai dosis dan ketamin secara subkutan terhadap gambaran total eritrosit, kadar hemoglobin, nilaihematokrit. Penelitian ini menggunakan 24 ekor anjing lokal dan pengambilan darah selama anestesidengan selang waktu 20 menit sampai menit ke-100, dilanjutkan dengan pemeriksaan total eritrosit,kadar hemoglobin dan nilai hematokrit. Ketamin diberikan secara IM pada kontrol/perlakuan 1 danSC pada perlakuan 2,3,4). Xilazin diberikan dengan dosis 2 mg/kg pada kontrol (IM), 4 mg/kg padaperlakuan 2 (SC), 6 mg/kg pada perlakuan 3 (SC) dan 8 mg/kg pada perlakuan 4 (SC). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan total eritrosit dan nilai hematokrit anjing selamamasa anestesi dan terjadi peningkatan selama masa pemulihan kesadaran namun masih berada padakisaran normal. Analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa dosis pemberian berpengaruhnyata (P<0,05) terhadap total eritrosit dan nilai hematokrit, sedangkan terhadap kadar hemoglobintidak berpengaruh nyata (P>0,05) namun waktu pemeriksaan bepengaruh sangat nyata (P<0,01)terhadap kadar hemoglobin dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total eritrosit dan nilaihematokrit. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh terhadap totaleritrosit dan nilai hematokrit sedangkan terhadap kadar hemoglobin perbedaan dosis premedikasitidak berpengaruh. Namun perbedaan waktu pengamatan selama anjing teranestesi hanya berpengaruhterhadap kadar hemoglobin sedangkan pada total eritrosit dan nilai hematokrit tidak berpengaruh.
Dosis Aman Parasetamol Terhadap Aktivitas Aspartate Aminotransferase dan Alanine Aminotranferase pada Ayam Pedaging Yansri, Alifianita Anake; Ardana, Ida Bagus Komang; Anggreni, Luh Dewi; Anthara, Made Suma
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (4) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.135 KB)

Abstract

Parasetamol adalah obat yang digunakan secara luas sebagai antipiretik dan analgesik. Pada ayam, parasetamol juga digunakan sebagai pemacu tumbuh dan pemberik rasa nyaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan parasetamol pada ayam dapat menyebabkan kerusakan hati yang ditandai dengan peningkatan aktivitas enzim Aspartate Aminotransferase (AST) dan Alanine Aminotransferase (ALT) pada darah tepi. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan besar sampel 24 ekor dog old chiken (DOC) ayam pedaging yang dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok P0 merupakan kelompok kontrol negatif yang diberikan pakan normal. Kelompok P1, P2 dan P3 merupakan kelompok ayam yang diberikan pakan dengan campuran parasetamol sebanyak masing-masing 1 g/kg pakan, 2 g/kg pakan, dan 4 g/kg pakan. Perlakuan diberikan selama 21 hari dan pengamatan dilakukan pada hari ke 21 dan ke 35 setalah perlakuan. Spesimen yang diamati berupa darah tepi dan variabel yang diamati adalah kadar AST dan ALT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbadaan kadar AST dan ALT antara kelompok kontrol, kelompok dosis 1 g/kg pakan, 2 g/kg pakan, dan 4 g/kg (p>0,05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pemberian parasetamol pada ayam pedaging sampai dosis 4 g/kg pakan selama 21 hari masih tergolong dosis aman.
Pemberian Kombinasi Tylosin dan Gentamicin Terhadap Ketebalan Struktur Histologis Kolon Ayam Pedaging YANUNGRAH, WIDHI; ARDANA, IDA BAGUS KOMANG; SUASTIKA, PUTU
Indonesia Medicus Veterinus Vol.1 (1) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.67 KB)

Abstract

Ayam pedaging merupakan ternak yang penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat. Tidak semua peternakan ayam pedaging berhasil, kegagalan para peternak juga sering terjadi, banyak kendala yang menyebabkan kegagalan peternak. Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan ayam pedaging menyebabkan penggunaan obat-obatan pencegahan terhadap penyakit dan peningkatan konversi ransum menjadi semakin sering agar ayam pedaging dapat di produksi secara efisien. Salah satu obat yang sering digunakan yaitu antibiotik tylosin dan gentamicin. Kolon merupakan salah satu bagian dari saluran pencernaan yang berfungsi untuk absorbsi air, natrium, dan mineral lain yang masih tersisa. Tylosin dan gentamicin diharapkan dapat mengendalikan keseimbangan mikoflora usus yang dapat menggangu perkembangan dari kolon, dalam penelitian ini tujuannya untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi tylosin dan gentamcin terhadap ketebalan strukur histologis dinding kolon.Penelitian menggunakan ayam pedaging betina sebanyak 32 ekor yang dikelompokkan 4, masing-masing kelompok telah dihomogenkan dan diberikan perlakuan yang berbeda. Perlakuan kontrol (P0) diberikan placebo berupa aquabidest, perlakuan pertama (P1) diberikan kombinasi tylosin dan gentamicin masing-masing 10 mg, perlakuan kedua (P2) diberikan kombinasi tylosin dan gentamicin masing-masing 20 mg, perlakuan ketiga (P3) diberikan kombinasi tylosin dan gentamicin masing-masing 30 mg. Selanjutnya semua sampel diambil bagian kolon dan dibuat preparat untuk diukur ketebalannya.Hasil menunjukkan bahwa dapat dilihat pengaruh pemberian antibiotik tylosin dan gentamicin terhadap ketebalan histologis kolon ayam pedaging berpengaruh nyata, dan antar dosis P1, P2, dan P3 yang di injeksi kombinasi tylosin dan gentamicin tidak berpengaruh nyata.
Penampilan Reproduksi Induk Babi Landrace yang Dipelihara Secara Intensif di Kabupaten Badung Purba, Ita Octarina; Budiasa, Made Kota; Ardana, Ida Bagus Komang
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (2) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.788 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui penampilan reproduksi induk babi landrace yang dipelihara secara intensif di Kabupaten Badung. Penelitian ini bersifat deksriptif dengan melakukan wawancara dan mengamati secara langsung di peternakan babi intensif di kecamatan Abiansemal, Petang dan Mengwi Kabupaten Badung, tentang penampilan reproduksi yang meliputi  lama kebuntingan, litter size, umur sapih, dan berat sapih. Pengamatan dan pencatatan kinerja reproduksi dilakukan pada 106 ekor induk babi landrace yang dibagi empat kelompok yaitu kelompok induk babi yang pertama kali melahirkan, kedua kali melahirkan, ketiga kali melahirkan, dan keempat kali melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama kebuntingan induk babi tidak berbeda nyata (p>0.05), namun relatif konstan dengan kisaran 114 hari atau 3 bulan 3 minggu 3 hari. Adanya perbedaan litter size pada kelahiran pertama dengan  kedua mungkin disebabkan karena adanya perbedaan kualitas induk yang dipelihara, namun pada kelahiran berikutnya litter size cenderung meningkat. Umur sapih yang dilakukan peternak babi intensif di Kabupaten Badung tidak berbeda nyata (p>0.05), dengan kisaran 4 minggu dengan berat  sapih mencapai standar. Simpulan dari penelitian ini yaitu lama kebuntingan induk babi, umur sapih dan berat sapih tidak berbeda nyata (p>0.05), namun litter size pada kelahiran pertama dan kedua berbeda dimana pada kelahiran berikutnya litter size cenderung meningkat.
Respon Imun Anak Babi Pasca Vaksinasi Hog Cholera Jayanata, I Made; Suardana, Ida Bagus Kade; Ardana, Ida Bagus Komang
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (5) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.57 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antibodi maternal terhadap titer antibodi anak babi yang di vaksin hog cholera umur 7 hari. Penelitian menggunakan tujuh sampel babi dari induk yang divaksin secara teratur yang diberikan perlakuan vaksinasi pada umur 7 hari. Pengambilan sampel serum dilakukan pravaksinasi (7 hari), dan satu minggu serta dua minggu pasca vaksinasi. Untuk menentukan titer antibodi virus Hog cholera pada sampel anak babi dilakukan uji ELISA. Data yang diperoleh kemudian dianalisis mengunakan paired sampel T test antara titer antibodi hog cholera. Hasil paired sample T test menunjukkan terjadinya penurunan titer antibodi maternal yang nyata (p<0,05) pada pra vaksinasi ( umur 7 hari ) dengan satu minggu pasca vaksinasi dan sangat nyata (p<0,01) dengan hari dua minggu pasca vaksinasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa antibodi maternal yang tinggi akan mengakibatkan penurunan pada titer antibodi pasca vaksinasi. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui waktu vaksinasi yang efektif
Efektivitas Ekstrak Daun Wudani (Quisqualis Indica Linn) Terhadap Telur Cacing Paramphistomum Spp. Pada Sapi Bali Secara In Vitro Astuti, Komang Tri; Ardana, Ida Bagus Komang; Anthara, Made Suma; Yustika, I Made Aris; Kusamadarma, Ida Bagus Agung Dimas
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (5) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.016 KB)

Abstract

Paramphistomiasis pada sapi di Indonesia disebabkan oleh cacing Paramphistomum spp. stadium dewasanya berpredileksi pada rumen dan retikulum sedangkan stadium belum dewasa/ muda pada duodenum. Infeksi berat cacing mengakibatkan enteritis, hemoragi, dan ulser. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ovisidal ekstrak daun wudani (Quisqualis Indica Linn) terhadap telur cacing Paramphistomum spp. Penelitian ini dilakukan secara in vitro menggunakan telur cacing Paramphistomum spp. yang kemudian direndam ekstrak daun wudani pada masing-masing cawan petri dengan dosis P1= 0,12 ml/40 ml, P2= 0,24 ml/40 ml dan P3= 0,48 ml/40 ml selama 24 jam. Ekstrak daun wudani dicuci, tambahkan NaCl Fisiologis dan diinkubasi selama 30 hari. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan menggunakan uji analisis One Way Anova atau sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan pada hari ke 10 konsentrasi ekstrak daun wudani pada masing-masing kelompok perlakuan memiliki efek ovisidal tetapi tidak berbeda nyata (P>0.05) satu dengan yang lainnya pada hari ke-10. Ovisidal ekstrak daun wudani hari ke-30 menunjukkan adanya perbedaan sangat nyata (P<0.01) terhadap daya hambat tetas telur cacing Paramphistomum spp. Efek ovisidal ekstrak daun wudani dosis 0,24 ml/40 ml NaCl Fisiologis dan 0,48 ml/40 ml NaCl Fisiologis memiliki daya hambat tetas telur cacing Paramphistomum spp. paling tinggi.
Co-Authors . Suriansyah Achoiro Wati Rasid Adiari, Komang Sri Akbar, Saiful Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Gde Oka Darmayudha Anak Agung Gde Oka Dharmayudha Anak Agung Ngurah Subawa Anak Agung Sagung Kendran Andi Azhary Azmy, Andi Azhary Anjuman Zukhri Apsari, Ni Wayan Diah Aryitahlia, Ninis Astawa, I Ketut Astuti, Komang Regi Kusuma Astuti, Komang Tri Cahyanti, Putu Yunika Damara, Doni Djara, Devita Vanessa Sukmawati Domingas Pereira Dr. Iyus Akhmad Haris,M.Pd . DWI SURYANTO Gede Ari Krisna Gunawan, I Wayan Nico Fajar Gusti Ayu Yuniati Kencana Handayani, Ida Ayu Lidya HILDA PRASETYO I Dewa Ketut Harya Putra I Gede Gilang Ikra Raditya I Gede Made Sunu Satwika Nur Agung I Gede Soma I Gusti Agung Gede Putra Pemayun I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Sudisma I Ketut Berata I Ketut Suada I Made Bakta I Made Damriyasa I Made Kerta Pratama I Made Merdana I Made Sukada I Nyoman Suartha I Nyoman Sulabda I Putu Cahyadi Putra, I Putu Cahyadi I Putu Sampurna I Wayan Sudira Ida Ayu Pasti Apsari Ida Bagus Dimas Kusumadarma Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Oka Winaya Ita Octarina Purba Iwan Harjono Utama Jamhari Jamhari Jayanata, I Made Jayantara, I Kadek Eka K. K. Agustina Kadek Karang Agustina Ketut Budiasa Ketut Tono Pasek Gelgel Kiki Lulu Maduma Simanungkalit Kusamadarma, Ida Bagus Agung Dimas Lubis, Barata Sultan Luh Dewi Anggreni Luh Made Sudimartini LULUK WULANDARI MADE KOTA BUDIASA Made Suma Anthara Made Suma Anthara Mahendra, I Putu Gede Marshanindya, Andra Meidianthi, Kadek Putri Muhammad Ainun Najib, Muhammad Ainun Ni Ketut Suwiti Ni Luh Eka Setiasih Ni Luh Kartini Ni Made Dwi Adnyana Pertiwi NUR KOMALASARI Pio, Paulus Oktavianus Pradnyani, Gusti Ayu Putu Indira PRATIWI DEVI GM Pratiwi, Ni Made Diah Kusuma Putu Diah Puspa Adhi Putu Suastika Qutrotu'ain, Salsabila Robby Deddy Septianto Roby Rohmandhani Rosni Lumban Gaol S Siswanto Santoso, Sri Wahyuningsih Heri SARI PUTRIANI Septiyan, Fayyadh Syafiq Sidabutar, Febyana Sri Kayati Widyastuti Sri Rezeki Tampubolon Suharsono, Hamong Sunusi, Sulham Tyas Pandieka Yoga Wibawa, I Gede Pratama Candra WIDHI YANUNGRAH Widihantoro Gunawan Putra Yoga Pratama Nuradi Yustika, I Made Aris