Ida Bagus Komang Ardana
Laboratorium Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Univesitas Udayana, Jl. Raya Sesetan, Gg. Markisa No. 6. Denpasar Bali

Published : 68 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Penampilan Reproduksi (Litter Size, Jumlah Sapih, Kematian) Induk Babi pada Peternakan Himalaya, Kupang PRASETYO, HILDA; KOTA BUDIASA, MADE; ARDANA, IDA BAGUS KOMANG
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (3) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.106 KB)

Abstract

Secara nasional terlihat bahwa kegiatan usaha peternakan babi dilakukan secara komersial (industri peternakan), dan sebagian besar masih merupakan peternakan rakyat. Selain sebagai cabang usaha utama, usaha peternakan babi dapat dijadikan sebagai usaha sampingan ataupun komplementer bagi masyarakat. Pada saat ini ternak babi merupakan jenis ternak paling penting bagi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara tradisional ternak babi mempunyai peran yang penting di dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial di masyarakat NTT dan merupakan sumber protein utama bagi konsumsi domestik. Semakin meningkatnya konsumsi akan daging babi, maka peternak juga harus meningkatkan kualitas ternaknya sendiri sehingga dapat memenuhi permintaan pasar. Untuk itu perlu dilakukan peningkatan kualitas ternak babi di Kupang, salah satunya dengan memperbaiki kualitas babi itu sendiri dari segi reproduksinya. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui jumlah kelahiran anak perinduk babi, untuk mengetahui jumlah kematian anak babi pra sapih, untuk mengetahui jumlah anak babi yang di Sapih di peternakan babi Himalaya di desa Noelbaki kabupaten Kupang. Hasil pengamatan dan pencatatan kinerja reproduksi dari 85 induk babi adalah Angka kelahiran 11,6 ekor sudah mencapai standart, Jumlah sapih 7,7 belum mencapai standart dan presentase kematian (mumifikasi dan kematian pra sapih) cukup tinggi yaitu 33,6%. Dengan rata – rata kelahiran yang telah dicapai, peternak di harapkan untuk mempertahankan angka kelahiran dengan cara memperhatikan nutrisi calon induk, maupun induk bunting, lebih memperhatikan kesehatan induk babi pada saat bunting. Tingginya jumlah kematian, diharapkan peternak bisa lebih memperhatikan kesehatan anak babi pra sapih, dan kebersihan kandang induk.
Gambaran Darah Ular Sanca Batik (Python reticulatus) di Pulau Bali Sunusi, Sulham; Ardana, Ida Bagus Komang; Suastika, Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (3) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.14 KB)

Abstract

Penelitian telah dilakukan dengan menggunakan sampel darah 15 ekor ular sanca batik (Python reticulatus). Terdiri dari 7 ekor jantan dan 8 ekor betina dengan umur 1-3 tahun. Darah diambil dari vena ventral coccygea dan organ jantung. Penentuan total eritrosit, total leukosit, nilai PCV dan kadar hemoglobin pada ular sanca batik yang terdapat di Pulau Bali menggunakan metode manual. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji T. Hasil analisis menunjukkan bahwa rataan jumlah total eritrosit ular sanca batik jantan yang terdapat di Bali yaitu sebesar 0.80 x 106/µL tidak berbeda nyata dengan rataan jumlah total eritrosit ular sanca batik betina sebesar 0.67 x 106/µL. Rataan jumlah nilai PCV ular sanca batik jantan yaitu sebesar 31,14% juga tidak berbeda nyata dengan rataan nilai PCV ular sanca batik betina sebesar 33,62%. Demikian halnya dengan hasil penghitungan rataan kadar hemoglobin ular sanca batik jantan yaitu sebesar 13,27 g/dL juga tidak berbeda nyata dengan rataan kadar hemoglobin ular sanca batik betina sebesar 12,12 g/dL. Berbeda halnya dengan rataan jumlah total leukosit ular sanca batik jantan yaitu sebesar 14.26 x 103/µL, nyata lebih tinggi dengan rataan jumlah total leukosit ular sanca batik betina sebesar 11.80 x 103/µL.
Aktivitas Alanin Aminotransferase dan Aspartat Aminotransferase Pada Mencit yang Diberikan Jamu Temulawak Tampubolon, Sri Rezeki; Ardana, Ida Bagus Komang; Sudira, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (3) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.954 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas Alanin Aminotransferase (ALT) dan Aspartat Aminotransferase (AST) pada mencit (Mus musculus) yang diberikan jamu temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) secara oral dalam kurun waktu 14 hari. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit yang dibagi atas lima perlakuan yaitu mencit yang diberikan aquades sebanyak 0,5 ml (P0), mencit yang diberikan jamu temulawak dengan dosis 100 mg/kg BB (P1), 200 mg/kg BB (P2), 300 mg/kg BB (P3), 400 mg/kg BB (P4). Hasil penelitian menunjukkan nilai (85 u/l dan 174,6 u/l) pada P0, (88,8 u/l dan 176,00 u/l) pada P1, (90,2 u/l dan 183,80 u/l) pada P2, (92,2 u/l dan 190,40 u/l) pada P3, (93,80 u/l dan 191,0 u/l) pada P4. Simpulan penelitian ini adalah bahwa pemberian jamu temulawak pada mencit tidak mempengaruhi aktivitas ALT dan AST.
Penambahan Tepung Temulawak dalam Pakan Meningkatkan Respon Imun Ayam Pedaging Pascavaksinasi Flu Burung Pratiwi, Ni Made Diah Kusuma; Ardana, Ida Bagus Komang; Suardana, Ida Bagus Kade
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (1) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.841 KB) | DOI: 10.19087/imv.2019.8.1.72

Abstract

Flu burung merupakan penyakit viral pada unggas yang bersifat zoonosis, akut, dan mematikan yang dapat dicegah dengan vaksinasi. Masalah yang sering terjadi saat vaksinasi, tidak semua vaksin akan menghasilkan titer antibodi yang tinggi akibat berbagai sebab. Oleh karena itu diperlukan penggertak sistem imun (immunomodulator) tambahan. Salah satu senyawa dalam tanaman yang bersifat immunomodulator adalah kurkuminoid yang banyak terkandung pada temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.). Penelitian ini menggunakan 24 ekor ayam pedaging umur 14 hari yang dibagi menjadi 4-empat kelompok, yaitu kelompok kontrol (P0), kelompok yang diberikan penambahan tepung temulawak 10 g/kg pakan (P1), penambahan tepung temulawak 20 g/kg pakan (P2), penambahan tepung temulawak 30 g/kg pakan (P3). Pengambilan sampel darah dilakukan satu kali yaitu pada umur 25 hari. Pemeriksaan titer antibodi AI dilakukan dengan uji serologi Haemaglutination Inhibition (HI). Titer antibodi selanjutnya dianalisis menggunakan uji sidik ragam, dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian didapatkan titer antibodi 5,6 HI log 2 (penambahan tepung temulawak 10 g/kg pakan), 5,8 HI log 2 (penambahan tepung temulawak 20 g/kg pakan) dan titer antibodi tertinggi yaitu 6 HI log 2 (penambahan tepung temulawak 30 g/kg pakan), hal ini menunjukkan bahwa penambahan tepung temulawak pada pakan dapat meningkatkan titer antibodi pascavaksinasi (P<0,05).
Efek Ovicidal Albendazole 10% terhadap Telur Cacing Fasciola gigantica secara In Vitro Astuti, Komang Regi Kusuma; Ardana, , Ida Bagus Komang; Anthara, Made Suma
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (5) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.966 KB)

Abstract

Fasciola gigantica merupakan cacing golongan trematoda yang dapat menyebabkan fascioliosis pada ternak ruminansia termasuk sapi bali. Pengobatan menggunakan albendazole memiliki kemampuan vermisidal, larvasidal, dan ovicidal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian albendazole 10% terhadap daya berembrio telur cacing Fasciola gigantica secara in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan sehingga jumlah sampel 4 x 5 x 1 = 20 pengamatan. Data yang diperoleh diuji dengan Uji Sidik Ragam yang kemudian dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Pengamatan daya berembrio telur dilakukan, pada hari ke-10 mendapatkan hasil pengaruh kontrol sangat berbeda nyata (P<0,01) dengan dosis P1, P2 dan P3. Dosis P1 berbeda sangat nyata (P<0,01) dengan kontrol dan dosis P3, namun tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan dosis P2. Pengaruh dosis P2 berbeda sangat nyata (P<0,01) dengan kontrol namun tidak berbeda nyata dengan dosis P1 dan P3. Sedangkan hasil hari ke-30 menunjukkan daya ovicidal telur cacing dengan dosis P1, P2 dan P3 menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05).
Pemberian Tepung Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) dalam Pakan terhadap Jumlah Trombosit dan Nilai MPV (Mean Platelet Volume) pada Anak Babi Landrace Jantan Lepas Sapih Pradnyani, Gusti Ayu Putu Indira; Ardana, Ida Bagus Komang; Kartini, Ni Luh
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (3) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.53 KB)

Abstract

Tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus) mulai dilirik untuk dicampur dengan pakan babi, karena banyak manfaatnya. Tepung cacing tanah memiliki kadar protein yang cukup tinggi yaitu sebesar 76% dan mengandung enzim peroksidase, katalase dan selulase yang sangat dibutuhkan untuk memperbaiki proses fisiologis tubuh dan melancarkan sirkulasi darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung cacing tanah dalam pakan terhadap jumlah Trombosit dan nilai MPV (Mean Platelet Volume) pada anak babi landrace jantan lepas sapih. Penelitian ini menggunakan 24 ekor anak babi landrace jantan setelah sapih dengan perlakuan berupa pemberian tepung cacing tanah dalam pakan selama 30 hari yang dibagi menjadi empat kelompok yaitu kelompok P0 (tanpa penambahan tepung cacing tanah pada pakan), kelompok P1, P2 dan P3 dengan pemberian tepung cacing tanah dosis 4 g, 8 g, 16 g/kg pakan, masing-masing kelompok terdiri dari enam ekor babi. Pada akhir penelitian pemeriksaan jumlah trombosit dan nilai MPV menggunakan alat hematology analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung cacing tanah dosis 4 g, 8 g dan 16 g/kg pakan menunjukkan penurunan jumlah trombosit dibandingkan kontrol, analisis ragam menunjukkan hasil tidak berbeda nyata antar perlakuan dan tidak mempengaruhi nilai MPV.
Leukosit Ayam Pedaging setelah Diberikan Paracetamol Suriansyah, .; Ardana, Ida Bagus Komang; Anthara, Made Suma; Anggreni, Luh Dewi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (2) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.187 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil hematologi (total leukosit dan diferensial leukosit) pada ayam pedaging yang diberikan paracetamol dalam pakan mulai umur 14 – 35 hari, Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap yaitu P0 (kelompok ayam pedaging yang hanya diberi pakan standar SB-11), P? (pakan standar SB-11 dan paracetamol 1 g/kg pakan), P? (pakan standar SB-11 dan paracetamol 2 g/kg pakan), P? (pakan standar SB-11 dan paracetamol 4 g/kg pakan) masing-masing kelompok terdiri dari enam ekor ayam pedaging. Pengambilan darah pada vena brachialis dilakukan sebelum diberikan perlakuan dan pada hari ke 21 setelah diberikan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian paracetamol dosis 1-4 g/kg pakan tidak berpengaruh nyata terhadap total leukosit (P>0,05) akan tetapi hanya berpengaruh nyata terhadap monosit (P
Tepung Temulawak yang Dicampur Kedalam Ransum Menurunkan Kadar Kreatinin Darah Ayam Pedaging Jayantara, I Kadek Eka; Ardana, Ida Bagus Koman; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (4) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.935 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.4.377

Abstract

Organ ginjal dapat mengalami gangguan dalam melakukan fungsinya baik berupa gagal ginjal akut maupun gagal ginjal kronis. Maka dari itu sangat penting untuk melakukan pemeriksaan terhadap fungsi normal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung temulawak (Curcuma Xantorrhyzal Roxb. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian tepung temulawak sebanyak 10 g/kg pakan (P1), 20 g/kg pakan (P2), 30 g/kg pakan (P3), dicampur pada pakan pada hari ke 14 sampai hari ke 35 berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar kreatinin darah broiler. Nilai rata-rata kadar kreatinin darah broiler yang diberikan tepung temulawak sebanyak 10 g/kg pakan (P1), 20 g/kg pakan (P2), 30 g/kg pakan (P3), dan kontrol sebanyak 0 g/kg pakan (P0) menjelaskan rata-rata kreatinin darah broiler dari masing-masing perlakuan dan kontrol. Pada kontrol diperoleh hasil rata-rata kreatinin 0,267 mg/dl, P1 mendapatkan hasil 0,217 mg/dl, kemudian P2 mendapatkan hasil 0,183 mg/dl, dan P3 dengan rata-rata 0,200 mg/dl. Pemberian tepung temulawak sebanyak 10 g/kg pakan (P1), 20 g/kg pakan (P2) dan 30 g/kg pakan (P3) dapat mempengaruhi kreatinin darah broiler.
Pemberian Tylosin dan Gentamisin Menurunkan Angka Lempeng Total Bakteri Daging Broiler Betina WULANDARI, LULUK; ARDANA, IDA BAGUS KOMANG; SUADA, I KETUT
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.646 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi tylosin dan gentamsin terhadap Angka Lempeng Total Bakteri dan pH dalam daging broiler betina. Sampel menggunakan broiler betina sebanyak 24 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok telah dihomogenkan dan diberikan perlakuan yang berbeda. Perlakuan kontrol (P0) diberikan placebo berupa aquabidest 0,1 ml/kg bb, perlakuan pertama (P1) diberikan kombinasi tylosin 10 mg dan gentamisin 10 mg, perlakuan kedua (P2) diberikan kombinasi tylosin 20 mg dan gentamisin 20 mg, perlakuan ketiga (P3) diberikan kombinasi tylosin 30 mg dan gentamisin 30 mg. Sampel daging yang diambil pada bagian dada untuk dilakukan Uji Angka Lempeng Total Bakteri dan pengukuran pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi antibiotik tylosin dan gentamisin berpengaruh nyata (P < 0,05), terhadap Angka Lempeng Total Bakteri pada daging broiler betina dan tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) pada pH daging broiler betina.
Perbandingan Titer Antibodi Newcastle Disease pada Ayam Petelur Fase Layer I dan II Akbar, Saiful; Ardana, Ida Bagus Komang; Suardana, Ida Bagus Kade
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (4) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.672 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titer antibodi terhadap penyakit Newcastle Disease (ND) pada ayam petelur fase layer I dan fase layer II pasca vaksinasi ND. Sampel penelitian ini adalah serum yang diambil dari tujuh peternakan pada lima desa di Kecamatan Penebel yaitu Desa Mangesta, Senganan, Babahan, Penebel, dan Jatiluwih. Total sampel adalah 131 sampel terdiri dari 78 sampel fase layer I dan 53 sampel fase layer II. Pengukuran titer antibodi ND dilakukan dengan uji Haemagglutination Inhibition (HI), kemudian hasilnya dianalisis secara statistik menggunakan Chi-square (X2) dan tabel kontingensi 2x2. Hasil penelitian ini menunjukkan vaksinasi ND pada ayam petelur fase layer I dan II di Kecamatan Penebel menunjukkan respon kebal yang protektif (99,24%) dengan nilai Geometric Mean Titre (GMT) 8,52. Kekebalan pada ayam petelur fase layer I (GMT 8,91) lebih besar daripada fase layer II (8,13). Namun, secara statistik kekebalan protektif pada ayam petelur fase layer I dan fase layer II tidak berbeda nyata (p>0,05). Analisis data menggunakan tabel kontingensi 2x2 menunjukkan nilai Odds Ratio (OR) adalah 0, ini berarti faktor tersebut adalah protektif.
Co-Authors . Suriansyah Achoiro Wati Rasid Adiari, Komang Sri Akbar, Saiful Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Gde Oka Darmayudha Anak Agung Gde Oka Dharmayudha Anak Agung Ngurah Subawa Anak Agung Sagung Kendran Andi Azhary Azmy, Andi Azhary Anjuman Zukhri Apsari, Ni Wayan Diah Aryitahlia, Ninis Astawa, I Ketut Astuti, Komang Regi Kusuma Astuti, Komang Tri Cahyanti, Putu Yunika Damara, Doni Djara, Devita Vanessa Sukmawati Domingas Pereira Dr. Iyus Akhmad Haris,M.Pd . DWI SURYANTO Gede Ari Krisna Gunawan, I Wayan Nico Fajar Gusti Ayu Yuniati Kencana Handayani, Ida Ayu Lidya HILDA PRASETYO I Dewa Ketut Harya Putra I Gede Gilang Ikra Raditya I Gede Made Sunu Satwika Nur Agung I Gede Soma I Gusti Agung Gede Putra Pemayun I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Sudisma I Ketut Berata I Ketut Suada I Made Bakta I Made Damriyasa I Made Kerta Pratama I Made Merdana I Made Sukada I Nyoman Suartha I Nyoman Sulabda I Putu Cahyadi Putra, I Putu Cahyadi I Putu Sampurna I Wayan Sudira Ida Ayu Pasti Apsari Ida Bagus Dimas Kusumadarma Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Oka Winaya Ita Octarina Purba Iwan Harjono Utama Jamhari Jamhari Jayanata, I Made Jayantara, I Kadek Eka K. K. Agustina Kadek Karang Agustina Ketut Budiasa Ketut Tono Pasek Gelgel Kiki Lulu Maduma Simanungkalit Kusamadarma, Ida Bagus Agung Dimas Lubis, Barata Sultan Luh Dewi Anggreni Luh Made Sudimartini LULUK WULANDARI MADE KOTA BUDIASA Made Suma Anthara Made Suma Anthara Mahendra, I Putu Gede Marshanindya, Andra Meidianthi, Kadek Putri Muhammad Ainun Najib, Muhammad Ainun Ni Ketut Suwiti Ni Luh Eka Setiasih Ni Luh Kartini Ni Made Dwi Adnyana Pertiwi NUR KOMALASARI Pio, Paulus Oktavianus Pradnyani, Gusti Ayu Putu Indira PRATIWI DEVI GM Pratiwi, Ni Made Diah Kusuma Putu Diah Puspa Adhi Putu Suastika Qutrotu'ain, Salsabila Robby Deddy Septianto Roby Rohmandhani Rosni Lumban Gaol S Siswanto Santoso, Sri Wahyuningsih Heri SARI PUTRIANI Septiyan, Fayyadh Syafiq Sidabutar, Febyana Sri Kayati Widyastuti Sri Rezeki Tampubolon Suharsono, Hamong Sunusi, Sulham Tyas Pandieka Yoga Wibawa, I Gede Pratama Candra WIDHI YANUNGRAH Widihantoro Gunawan Putra Yoga Pratama Nuradi Yustika, I Made Aris