Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Edukasi Dan Senam Hipertensi Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Posbindu Wilayah Kerja Puskesmas Rangkasbitung Farah Luqyana; Siti Andini; Bayu Septia Ramdani; Lilis; Annisa Dwiyanti Sitompul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 8 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i8.1877

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg, yang prevalensinya cukup tinggi pada lansia serta menempati 10 besar penyakit terbanyak pada kelompok usia lanjut. Data Riskesdas (2018) menunjukkan prevalensi hipertensi pada penduduk usia ≥18 tahun mencapai 34,1%. Peningkatan kasus hipertensi menuntut upaya pencegahan komplikasi melalui intervensi non farmakologis, salah satunya aktivitas fisik berupa senam hipertensi. Senam hipertensi terbukti efektif menurunkan tekanan darah jika dilakukan secara rutin 40 menit, 3 kali seminggu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai hipertensi dan pelatihan senam hipertensi bagi lansia, sehingga mereka mampu memahami konsep hipertensi, cara penanggulangan, serta melakukan aktivitas fisik yang tepat. Sasaran kegiatan adalah 30 responden lansia dengan hipertensi. Hasil menunjukkan pengetahuan awal lansia tentang hipertensi masih rendah, hanya 4 orang berpengetahuan baik dan 19 orang berpengetahuan kurang. Setelah edukasi, sebagian besar lansia mampu memahami materi serta dapat mengulang gerakan senam dengan benar. Kegiatan ini bermanfaat meningkatkan pemahaman dan keterampilan lansia dalam pengelolaan hipertensi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan mereka.
IMPLEMENTATION OF THE VILLAGE DIGITALIZATION PROGRAM IN IMPROVING PUBLIC SERVICES IN MABURAI VILLAGE, MURUNG PUDAK DISTRICT, TABALONG REGENCY Lilis; Safrul Rijali
JAPB Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : p3m.stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35722/japb.v8i2.1272

Abstract

Digitalisasi dalam pemerintahan desa merupakan fenomena yang semakin berkembang di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Kesenjangan yang terjadi antar kota dan desa terjadi dalam hal teknologi informasi dan komunikasi. Program desa digital menjadi stimulan terhadap perbaikan layanan publik dan ekonomi dengan tujuan untuk memperluas potensi desa, pemasaran, dan percepatan akses dalam pelayanan publik. Potensi dan tantangan desa digital tersebut menjadi pendorong adanya program desa digital untuk dapat memangkas kesenjangan arus informasi yang terjadi didalam desa. Oleh karena itu, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis implementasi program digitalisasi desa dalam meningkatkan pelayanan publik pada Desa Maburai Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan fenomenologi. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang. Analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Digitalisasi Pada Desa Maburai Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong khususnya melalui Aplikasi SimpelDesa termasuk dalam kategori Terimplementasi. Kata Kunci: Implementasi, Digitalisasi Desa, Pelayanan Publik
LATIHAN YOGA DARING SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN AKTIFITAS FISIK PRALANSIA DAN LANSIA SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Santi, Bryany Titi; Lilis; Shinta, Angela; Gratia, Isadora; Agung, Nawanto; Adisuhanto, Marcella; Ekowati, Ana Lucia; Handayani, Maria Dara Novi
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v1i1.3886

Abstract

Yoga adalah kegiatan latihan fisik yang bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan, mudah dilakukan di rumah dan sesuai untuk berbagai kalangan usia termasuk lanjut usia (lansia). Seringkali kelompok masyarakat yang mengikuti kegiatan ini adalah menengah keatas. Ada juga kelas yoga dalam jaringan (daring) dengan biaya sekitar ratusan ribu per bulan. Program kegiatan ini dibimbing langsung oleh instrutor yoga yang tersertifikasi. Kegiatan yoga lainnya yang terjangkau dapat diakses melalui video di Youtube, namun kendalanya adalah berisiko terjadinya cidera karena masyarakat tidakbelum memahami gerakan yoga yang sesuai dengan kondisi mereka. Informasi kegiatan  disebarkan melalui Whatapps group karyawan di lingkungan kampus Unika Atma Jaya dan RS Atma Jaya, dua gereja yang telah bersedia bekerjasama, dan WhatsApps group alumni. Kegiatan dilakukan menggunakan aplikasi Zoom setiap hari Sabtu dengan setiap dua minggu sekali pada jam 8 pagi dan durasi 100 menit. Pelatih yoga memberikan pengantar mengenai penjelasan dasar istilah-istilah yang akan sering digunakan selama kegiatan. Berdasarkan data kondisi kesehatan peserta, pelatih memberikan alternatif gerakan yoga yang sesuai. Melalui kegiatan yoga daring ini, maka dapat menjadi sarana untuk memfasilitasi pralansia dan lansia untuk melakukan aktifitas fisik yang rutin dan membuat peserta merasa bugar meskipun mereka memiliki penyakit kronis dan nyeri yang sudah terkontrol.
LATIHAN YOGA DARING SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN AKTIFITAS FISIK PRALANSIA DAN LANSIA SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Santi, Bryany Titi; Lilis; Shinta, Angela; Gratia, Isadora; Agung, Nawanto; Adisuhanto, Marcella; Ekowati, Ana Lucia; Handayani, Maria Dara Novi
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v1i1.3886

Abstract

Yoga adalah kegiatan latihan fisik yang bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan, mudah dilakukan di rumah dan sesuai untuk berbagai kalangan usia termasuk lanjut usia (lansia). Seringkali kelompok masyarakat yang mengikuti kegiatan ini adalah menengah keatas. Ada juga kelas yoga dalam jaringan (daring) dengan biaya sekitar ratusan ribu per bulan. Program kegiatan ini dibimbing langsung oleh instrutor yoga yang tersertifikasi. Kegiatan yoga lainnya yang terjangkau dapat diakses melalui video di Youtube, namun kendalanya adalah berisiko terjadinya cidera karena masyarakat tidakbelum memahami gerakan yoga yang sesuai dengan kondisi mereka. Informasi kegiatan  disebarkan melalui Whatapps group karyawan di lingkungan kampus Unika Atma Jaya dan RS Atma Jaya, dua gereja yang telah bersedia bekerjasama, dan WhatsApps group alumni. Kegiatan dilakukan menggunakan aplikasi Zoom setiap hari Sabtu dengan setiap dua minggu sekali pada jam 8 pagi dan durasi 100 menit. Pelatih yoga memberikan pengantar mengenai penjelasan dasar istilah-istilah yang akan sering digunakan selama kegiatan. Berdasarkan data kondisi kesehatan peserta, pelatih memberikan alternatif gerakan yoga yang sesuai. Melalui kegiatan yoga daring ini, maka dapat menjadi sarana untuk memfasilitasi pralansia dan lansia untuk melakukan aktifitas fisik yang rutin dan membuat peserta merasa bugar meskipun mereka memiliki penyakit kronis dan nyeri yang sudah terkontrol.
Gangguan Elektrolit pada Balita Penderita Diare; Sebuah Pendekatan Klinis: Electrolyte Disturbances among Children Under Five with Diarrhea; A Clinical Approach Susanti; Lilis; Zasqiah, Dela Namirah
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2025): August 2025 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Diare masih menjadi masalah kesehatan utama pada balita di Indonesia dan merupakan penyebab kematian kedua tertinggi. Salah satu komplikasi utama dari diare adalah dehidrasi yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit, khususnya natrium, kalium, dan klorida. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kadar elektrolit (natrium, kalium, dan klorida) pada balita penderita diare. Methode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah 41 balita penderita diare usia 0–5 tahun. Pemeriksaan kadar elektrolit dilakukan menggunakan alat elektrolit analyzer selama periode penelitian berlangsung. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (51,22%). Kadar natrium rendah ditemukan pada 53,66% balita, sedangkan 46,34% memiliki kadar natrium normal. Kadar kalium rendah ditemukan pada 26,83%, normal pada 70,73%, dan tinggi pada 2,44%. Kadar klorida rendah ditemukan pada 7,32%, normal pada 90,24%, dan tinggi pada 2,44%. Kesimpulan: Gangguan keseimbangan elektrolit, terutama hiponatremia dan hipokalemia, cukup sering ditemukan pada balita penderita diare. Tidak terdapat perbedaan bermakna dalam kadar elektrolit berdasarkan jenis kelamin maupun usia. Pemeriksaan elektrolit perlu menjadi bagian penting dalam penanganan klinis diare pada balita.
Hubungan Usia dan Berat Badan terhadap Derajat Proteinuria pada Ibu Hamil dengan Hipertensi: Correlation between Age and Body Weight with the Degree of Proteinuria among Hypertensive Pregnant Women Thalib, Kiki Uniatri; Lilis
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2025): August 2025 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi pada kehamilan, termasuk pre-eklampsia, merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal. Pemeriksaan protein urin dapat digunakan sebagai indikator adanya kerusakan ginjal akibat hipertensi pada ibu hamil. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik protein urin pada ibu hamil dengan hipertensi berdasarkan usia dan indeks massa tubuh (IMT). Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan teknik total sampling. Sampel terdiri dari 32 ibu hamil trimester III dengan hipertensi. Pemeriksaan protein urin dilakukan menggunakan metode carik celup dengan pembacaan hasil menggunakan urine analyzer (Urit-50). Hasil: Dari 32 sampel urin yang diperiksa, ditemukan hasil protein urin negatif pada 18 orang (56,25%), positif 1 (+) pada 8 orang (25%), positif 2 (++) pada 3 orang (9,38%), dan positif 3 (+++) pada 3 orang (9,38%). Rata-rata usia responden adalah 32 tahun, sedangkan rata-rata IMT sebesar 30,65 kg/m² yang termasuk kategori obesitas. Kesimpulan: Mayoritas ibu hamil dengan hipertensi memiliki hasil pemeriksaan protein urin negatif, dengan sebagian kecil menunjukkan proteinuria positif. Rata-rata responden berada pada usia reproduktif dan memiliki IMT dalam kategori obesitas.
Pengetahuan, Sikap, Dan Tindakan Terhadap Pencegahan HIV/AIDS Pada Siswa SMAN 8 MAROS Darlis, Idhar; Rusnita; Lilis
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i1.1725

Abstract

Masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia saat ini adalah AIDS. Penyakit ini terjadi di hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Meskipun jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia berbeda-beda, namun data kasus HIV/AIDS di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Masa remaja merupakan tahapan manusia dari masa kanak-kanak hingga dewasa ditandai dengan perubahan fisik, perilaku, biologis dan emosional. Sebagai remaja, HIV/AIDS disebabkan oleh remaja yang menjadi pecandu narkoba khususnya pengguna jarum suntik dapat menjadi wahana penyebaran HIV/AIDS. Secara tidak langsung, narkoba dan alkohol bisa berkaitan erat pengguna seks kasual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap pencegahan HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan tentang HIV/AIDS. Penelitain ini dilaksanakan di SMA Negeri 8 Maros. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 60 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan tingkatan pengetahuan SMAN 8 Maros yaitu cukup sebanyak 60% dan kurang sebanyak 40%. Berdasarkan sikap yaitu sangat setuju sebanyak 33.3%, setuju sebanyak 25.0%, kurang setuju sebanyak 18.3%, tidak setuju sebanyak 15.0% dan sangat tidak setuju sebanyak 8.3%. Berdasarkan tindakan yaitu cukup sebanyak 65% dan kurang sebanyak 35%. Pengetahuan, sikap, dan tindakan adalah elemen penting yang dapat membantu remaja mengendalikan HIV/AIDS. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah advokasi, pendidikan, dan kebijakan dan program yang berkesinambungan.
KURIKULUM MUATAN LOKAL PADA PEMBELAJARAN AKSARA ARAB MELAYU KELAS II MIS AL-AMIN Mursal Aziz; Ananta Pramayshela; Lilis; Lisa Sabina; Shakira Fadla
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2024): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i3.735

Abstract

Kurikulum muatan lokal pada pembelajaran aksara Arab Melayu merupakan kurikulum yang penting. Aksara Arab Melayu merupakan kompetensi yang harus diwariskan ke generasi berikutnya melalui kurikulum muatan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi kurikulum muatan lokal dan mengetahuai proses pembelajaran Aksara Arab Melayu Kelas II di MIS Al-Amin, Dalam hal ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif , dengan informasi guru aksara Arab Melayu di MIS Al-Amin. Metode pengumpulan data yaitu dengan wawancara, dokumentasi dan observasi, untuk kegunaan validasi data, maka peneliti menggunakan trianggulasi. Kurang mampunya siswa dalam membaca dan menulis Aksara Arab melayu menjadi salah satu kesulitan guru dalam mengajar, ini di sebabkan oleh kurangnya bimbingan orang tua dalam mengulang pembelajaran siswa di rumah. Media yang telah diajarkan guru kepada siswa sudah tepat dan menjadikan siswa senang dan tertarik dalam belajar, hanya saja kendalanya adalah kurangnya pengulangan pembelajaran di rumah. Kurikulum muatan lokal pembelajaran aksara Arab Melayu kelas II di MIS Al-Amin ini sangat penting karena mengenalkan kurikulum muatan lokal sejak dini pada kelas II tingkat dasar.
Cognitive Behaviour Therapy untuk Mereduksi Kecemasan Berbicara di Depan Umum pada Mahasiswa: Naratif Literature Review Lilis; Herdi; Happy Karlina Marjo
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.5968

Abstract

Kemampuan berbicara di depan umum adalah keterampilan penting bagi mahasiswa, namun hal ini seringkali menimbulkan kecemasan dan tantangan bagi mereka. Kecemasan berbicara di depan umum tidak bisa dianggap wajar jika terjadi terus menerus dan berlebihan. Maka perlu dilakukan intervensi agar dapat mengurangi kecemasan yang dialami. Salah satu teknik yang dibuktikan efektif mereduksi kecemasan berbicara di depan umum adalah Cognitive Behaviour Therapy (CBT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengintegrasikan temuan kunci dari berbagai sumber literatur tentang intervensi kecemasan berbicara dengan menggunakan CBT. Motode penelitian ini adalah penelitian narrative literature review. Topik penelitian yang dibahas berupa CBT untuk mereduksi kecemasan mahasiswa berbicara di depan umum. Berdasarkan berbagai penelitian dapat disimpulkan bahwa CBT efektif untuk mereduksi kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa. Kata kunci: cognitive behaviour therapy, kecemasan, mahasiswa
Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Di Kalangan Remaja Sherly Kartika Devi; Lilis; Achmad Nazril; Rico Anggara Eddiyatama Putra; Hasanah Ina; Nazwa Anabella; Nasywa Kayla; Safar Nasa; Dian Ardianti; Sunariyo
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2680

Abstract

Kegiatan sosialisasi bertema “Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di Kalangan Remaja” ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum, moral, dan sosial di kalangan mahasiswa, pelajar, serta masyarakat umum mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. Maraknya penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja menjadi permasalahan serius yang memerlukan langkah preventif melalui pendekatan edukatif dan humanis. Metode kegiatan dilakukan secara deskriptif- edukatif dengan pendekatan normatif-yuridis dan partisipatif, melalui penyampaian materi hukum, kesehatan, dan sosial mengenai dampak narkotika, serta strategi pencegahannya. Materi disampaikan melalui presentasi dan diskusi interaktif tanpa melibatkan tes medis, dengan fokus pada peningkatan pemahaman peserta terhadap Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta nilai-nilai moral dan karakter remaja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta terhadap bahaya narkotika dan pentingnya pencegahan meningkat secara signifikan. Peserta mampu memahami hubungan antara penyalahgunaan narkotika dengan penurunan moral, gangguan kesehatan mental, dan konsekuensi hukum. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran bahwa upaya pencegahan bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukatif, tetapi juga sebagai upaya strategis dalam membangun generasi muda yang sadar hukum, bermoral, dan berintegritas. Melalui sinergi berbagai pihak, diharapkan angka penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja dapat ditekan dan generasi muda Indonesia mampu menjadi garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas narkoba.