p-Index From 2021 - 2026
6.091
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Electrical and Computer Engineering Jurnal Planologi Sultan Agung Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) Semantik TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Masyarakat, Kebudayaan dan Politik International Journal of Artificial Intelligence Research Bianglala Informatika : Jurnal Komputer dan Informatika Akademi Bina Sarana Informatika Yogyakarta Indonesian Journal on Software Engineering (IJSE) JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora JURNAL ILMIAH HUKUM DIRGANTARA Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Informatika dan Rekayasa Perangkat Lunak Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Journal of Political Issues BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH JOELS: Journal of Election and Leadership Best : Journal of Applied Electrical, Science and Technology Jurnal Syntax Fusion : Jurnal Nasional Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran International Journal of Humanities Education and Social Sciences International Journal of Informatics, Economics, Management and Science Indonesia Law Review (ILREV) Journal of Multimedia Trend and Technology Peradaban Journal of Law and Society Begawan Abioso Innovative: Journal Of Social Science Research Compact: Spatial Development Journal JOURNAL EDUCATIONAL MANAGEMENT REVIEWS AND RESEARCH Journal of Infrastructure Policy and Management (JIPM) Society International Conference On Social Science Education Proceeding Public Knowledge Berita Biologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Kulit Sehat, Percaya Diri Maksimal Dewi, Arifiana Wungu Kartika; Wijaya, Nieke Andina; Soebjanto, Sonny; Ciptorini, Ariesia Dewi; Artayasuinda, Sisi; Hidayat, Arief
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 4, No 3 (2025): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.4.3.124-131

Abstract

Masalah kesehatan kulit pada remaja, seperti jerawat dan kulit berminyak, sering kali dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan tentang perawatan kulit yang benar. Penyuluhan interaktif “Kulit Sehat, Percaya Diri Maksimal” bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kebiasaan perawatan kulit yang sehat pada remaja. Program ini menggunakan metode edukasi interaktif yang mencakup presentasi, diskusi kelompok, serta sesi tanya jawab. Responden dipilih secara purposive sampling dengan total 25 peserta berusia 12–18 tahun. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, serta survei kepuasan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terkait faktor penyebab masalah kulit (30%), cara perawatan kulit yang benar (34%), penggunaan produk yang aman (36%), dan pentingnya tabir surya (40%). Sebanyak 85% peserta merasa penyuluhan bermanfaat, dan 78% mulai menerapkan kebiasaan perawatan kulit yang lebih baik. Penyuluhan berbasis interaktif terbukti lebih efektif dibanding metode konvensional dalam meningkatkan literasi kesehatan kulit. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan program serupa dengan cakupan lebih luas, termasuk pemanfaatan media digital untuk menjangkau lebih banyak remaja. Evaluasi jangka panjang juga diperlukan untuk menilai keberlanjutan perubahan perilaku. Program ini diharapkan dapat menjadi model edukasi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan kulit dan kepercayaan diri remaja.Teenage skin health issues, such as acne and oily skin, are often influenced by a lack of knowledge about proper skincare. The interactive counseling program "Healthy Skin, Maximum Confidence" aims to enhance adolescents' understanding and habits of healthy skincare. This program employs an interactive educational method, including presentations, group discussions, and Q&A sessions. Respondents were selected using purposive sampling, totaling 25 participants aged 12–18 years. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, as well as participant satisfaction surveys. The results showed a significant increase in participants' understanding of the causes of skin problems (30%), proper skincare methods (34%), the use of safe skincare products (36%), and the importance of sunscreen (40%). A total of 85% of participants found the counseling beneficial, and 78% began adopting better skincare habits. Interactive counseling proved to be more effective than conventional methods in improving skincare literacy. The implications of this study highlight the need for developing similar programs with a broader reach, including the use of digital media to engage more adolescents. Long-term evaluation is also necessary to assess the sustainability of behavioral changes. This program is expected to serve as an effective educational model for increasing awareness of skin health and boosting teenagers' self-confidence.
CITRA PARTAI ISLAM DALAM FRAGMENTASI POLITIK DI AJANG PEMILU 2019 Djuyandi, Yusa; Kurnia, Mohammad Ikhsan; Hidayat, Arief
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v6i2.2022.495-507

Abstract

Partai-partai Islam jelang Pemilu 2019 terbagi menjadi dua kubu besar yang terfragmentasi dalam dukung-mendukung petahana versus oposisi. Konflik diametral antara dua kubu tersebut semakin menguat terutama sejak Pilkada DKI Jakarta 2017. Hal ini menyebabkan citra (image) partai Islam yang kerapkali mengalami konflik sejak zaman Orde Lama semakin mendapatkan konfirmasi. Penelitian ini ingin mengelaborasi brand personality dari partai-partai Islam dalam situasi fragmentasi politik yang terjadi antara partai-partai pendukung pemerintah versus partai-partai oposisi dalam Pemilu 2019. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan behaviorisme yang mencoba memahami perilaku partai-partai Islam dari perspektif pemilih. Berdasarkan pada analisa psikografis konstituen partai-partai Islam yang berbasis pada komunitas muslim, diperoleh 8 tipologi yang berbeda namun memiliki irisan. Penelitian ini memandang bahwa citra partai-partai Islam ditentukan oleh perspektif pemilih dari 8 tipologi tersebut.Kata kunci: partai Islam, brand image, fragmentasi politik, perilaku pemilih. 
Representation of the Identity of the Indonesian Ulama Council in Fatwa Regarding Religious Blasphemy in the Case of Basuki Tjahaja Cahaya Purnama (Ahok) Kharismawati, Mery; Hidayat, Arief
Public Knowledge Vol 1 No 1 (2024): Edisi Perdana
Publisher : PT. Data Jaringan Visual Indonesia (Djava)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62771/pk.v1i1.5

Abstract

MUI's fatwa in the case of blasphemy and insulting clerics by Ahok is a complex event. It not only signifies the rise of political Islam in the arena of contestation but also symbolizes the presence of identity representation. MUI through its fatwa seems to confirm the presence of sectarian identity based on religion. This refers to Johnson's concept that the media text leads to something behind it. By analyzing the fatwa, it becomes clear that through its text, MUI not only shows itself as an affirmation of Islamic identity as the dominant but also as a binary differentiator in the cultural representation of Indonesian society in various other dimensions. By using a text analysis approach and also a literature study, the author concluded that MUI has opened political identity in the electoral arena. The issuance of MUI fatwa text in Ahok's case has opened a new level of cultural representation dynamics, through religious identity that goes hand in hand with electoral contestation.
Pertarungan Islam Global Dalam Dinamika Politik Indonesia Pasca Reformasi Firdaus, Mohamad; Hidayat, Arief
Public Knowledge Vol 1 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : PT. Data Jaringan Visual Indonesia (Djava)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62771/pk.v1i2.10

Abstract

Tulisan ini hendak membahas mengenai pertarungan Islam global dalam dinamika politik Indonesia pasca reformasi. Perjalanan Islam sebagai agama dari jazirah arab menimbulkan banyak perubahan lansekap di negara-negara lain yang menerimanya sebagai ajaran sebuah agama baru. Konteks Islam global disini mengacu pada adnya penyebaran agama Islam secara universal dengan menembus batas teritorial negara lainnya. Appadurai menyebutkan bahwa globalisasi membawa adanya perubahan pada aras sosio kultural masyarakat dengan menyebarnya pandangan tentang ruang (scape). Dalam praktiknya, universalisme islam ini mendapat beragam perlakuan. Di Indonesia khususnya, arah Islam sebagai ajaran dan lembaga terbagi menjadi pecahan yang sangat multi. Dua besar diantaranya masuk dalam aliran “Islam puritan” dan “Islam kultural”.  Mereka yang masuk dalam Islam puritan cenderung pada tafsir lateral mengikuti “kebudayaan asal Islam”, sedangkan yang lebih kultural telah disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif tekstual dengan menggunakan instrumen tinjauan pustaka yang relevan. Kesimpulan artikel ini didapatkan bahwa globalisme Islam yang ada di Indonesia tidak hanya masuk sebagai agama baru, namun telah menjelma menjadi kekuatan yang digunakan untuk menaklukkan sendi-sendi perikehidupan sosial, politik dan kultural yang ada di Indonesia.
Analisis Kritis atas Peran Instagram dalam Representasi Pariwisata dan Konstruksi Identitas Budaya: : Studi Kasus Pada Makam Raja Yogyakarta Kharismawati, Mery; Hidayat, Arief
Public Knowledge Vol 2 No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : PT. Data Jaringan Visual Indonesia (Djava)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62771/pk.v2i2.29

Abstract

Instagram has become a major tool in shaping tourism representation and constructing cultural identity. This research analyzes how the Tomb of the Mataram Kings in Yogyakarta is represented on Instagram @kratonjogja and its impact on tourists' interpretations. Using a critical phenomenology approach, the study argues that Instagram is not merely a promotional platform but also an instrument of symbolic domination that aestheticizes and commodifies cultural heritage. Through digital content analysis, in-depth interviews, and participatory observation, this study reveals that tourists' experiences are increasingly mediated by digital expectations, diluting the historical and spiritual significance of the sites. Consequently, this study underscores the necessity for a critically informed tourism management strategy to mitigate the symbolic dominance of digital platforms while safeguarding the historical-spiritual integrity of cultural sites within contemporary tourism promotion dynamics.
Madilog dan Sains Pembebasan: Relevansi Epistemologi Tan Malaka Bagi Pendidikan Kritis di Indonesia Hidayat, Arief
Jurnal Syntax Fusion Vol 4 No 04 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v4i04.465

Abstract

This study examines the relevance of the epistemology of Madilog (Materialism-Dialectics-Logic) by Tan Malaka in the context of critical education in contemporary Indonesia. Madilog, which emphasizes rational and scientific thinking based on dialectical materialism, offers a strong theoretical foundation for liberating individuals from dogmatic and mystical thinking. Through a qualitative descriptive approach and content analysis methodology, this research aims to explore how the principles of Madilog can be applied in education in Indonesia, particularly to foster critical consciousness among students. The findings indicate that Madilog can be integrated into critical education through the application of dialectical principles that encourage students to analyze and critique social injustices, while recognizing the potential for social change through collective action. However, its implementation faces challenges, including the dominance of cultural and religious values in Indonesia and limitations within the existing education curriculum. This study suggests the need for adapting Madilog to the local context and structural changes in the educational system to ensure the liberation and empowerment of students through critical education. Thus, Madilog offers significant contributions to the development of education that is more critical, rational, and aligned with social justice.
Konstitusionalisme Digital di Indonesia : Mengartikulasikan Hak dan Kekuasaan dalam Masyarakat Digital Subekti, Nanang; Handayani , I Gusti Ayu Ketut Rahmi; Hidayat, Arief
Peradaban Journal of Law and Society Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Pustaka Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59001/pjls.v2i1.74

Abstract

The digital revolution has significant implications for the constitutional dimension. Digital platforms play a critical role in the intersections and clashes of power between market logic, public authorities, and citizens' rights. Constitutional principles are needed to guarantee the protection and implementation of the basic rights of citizens as well as limiting powers. The protection of personal data is a key component of the digital Constitutionalism framework to ensure that basic rights and democratic values are protected in the digital age. Efforts to protect these basic rights in Indonesia are manifested in various personal data protection regulations that are continuously being refined, even though Indonesia is lagging in its development. Revolusi digital  memunculkan implikasi yang signifikan terhadap dimensi konstitusional. Platform digital semakin memainkan peran penting di persimpangan dan benturan kekuasaan  antara logika pasar, otoritas publik dan hak warga negara.  Prinsip-prinsip konstitusional  diperlukan untuk menjamin perlindungan dan pelaksanaan hak-hak dasar warga negara sekaligus juga pembatasan terhadap kekuasaan yang tidak bertanggungjawab. Perlindungan data pribadi adalah komponen kunci dari kerangka kerja Konstitusionalisme digital untuk memastikan terlindunginya hak-hak dasar dan nilai-nilai demokrasi di era digital.  Upaya perlindungan hak  dasar itu di Indonesia diwujudkan dalam berbagai regulasi perlindungan data pribadi yang terus disempurnakan, walaupun Indonesia termasuk yang tertinggal dalam perkembanganya.
Geopolitik Kepemimpinan Global dan Kompetisi Sumber Daya: Perspektif Indo-Pasifik dan Peta Ulang Doktrin Pertahanan RI Hidayat, Arief; Adam Darmawan, Marino; Susilo, Tarsisius; Andriono , Rudi; Setyoko , Budi
JURNAL ILMIAH HUKUM DIRGANTARA Vol 16 No 1 (2025): JURNAL ILMIAH HUKUM DIRGANTARA
Publisher : UNIVERSITAS DIRGANTARA MARSEKAL SURYADARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jihd.v16i1.1686

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan para tokoh dunia dalam konteks geopolitik dan kompetisi sumber daya global, dengan fokus pada rivalitas antara Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia. Penelitian ini mengkaji bagaimana Indonesia dapat merespons dinamika tersebut melalui pembangunan pertahanan regional berbasis Asta Cita, dengan pendekatan yang adaptif terhadap tantangan masa depan. Menggunakan metode kajian literatur dan analisis kebijakan, artikel ini menyoroti relevansi gaya kepemimpinan global terhadap doktrin pertahanan Indonesia, khususnya dalam konteks pertahanan nasional yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. Temuan utama menunjukkan bahwa pengembangan doktrin pertahanan Indonesia harus memperhitungkan dinamika global dengan menyesuaikan gaya kepemimpinan yang relevan dengan Pancasila, nilai kejuangan, dan tantangan geostrategis Indonesia
Reception of Islamic Broadcasts of the Javanese Islamic Community in Wukirsari Village, Bantul Regency, Yogyakarta Hidayat, Arief; Lasiyo Lasiyo; Sugeng Bayu Wahyono
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 4 No 4 (2025): IJHESS FEBRUARY 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v4i4.1415

Abstract

This article examines the reception of Islamic broadcasts within the Javanese Muslim community of Wukirsari Village, Bantul Regency, Yogyakarta. Drawing on Stuart Hall's encoding-decoding theory, the study seeks to understand how Islamic broadcasts are received and interpreted by individuals with a more flexible understanding of religion (abangan). The encoding process is carried out by media producers who convey Islamic messages through various programs, such as religious lectures and films. The decoding process within the Wukirsari community results in a range of interpretations of the encoded message, which align with the ideological positions of individuals, namely dominant-hegemonic, negotiated, or oppositional stances. This research employs a mixed-methods approach, combining the reception theory proposed by Stuart Hall (1980) and the phenomenological approach articulated by Chris Barker (2000), to explore how the Javanese Muslim community in Wukirsari Village interprets and interacts with religious television content. Through in-depth interviews and observations, the findings reveal that most individuals decode Islamic messages from a negotiated position, adapting the message to a more practical and contextually relevant understanding of religion.In conclusion, Islamic broadcasts play a crucial role in shaping the expression of collective religiosity. However, variations in the way the message is received and interpreted are evident, influenced by the social and cultural backgrounds of the audience
STRENGTHENING ENVIRONMENTAL BASED OF LOCAL WISDOM VALUES IN WOVEN BAMBOO HAT CRAFTS IN HISTORY LEARNING Permana, Rahayu; Hidayat, Arief; Absor, Nur Fajar
International Conference On Social Science Education Vol 1 (2023): 1st International Conference On Social Science Education
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/s7zwm093

Abstract

This study aims to analyze the values of local wisdom environment-based in bamboo hat crafts in history learning. The research method used in this study is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of documentation or also known as literature review. The results of the study show that 1) the importance of instilling local wisdom values in students in learning history; 2) strengthening local wisdom based on the environment in the craft of woven bamboo hats can provide local insights to students in learning history; 3) learning history in schools will be richer in local content with local wisdom values based on the environment in the craft of woven bamboo hats.
Co-Authors Absor, Nur Fajar Adam Darmawan, Marino Afnizar, Ikmal Afu'ah Afu'ah Ahmad Asif Saifullah Aisya, Sitti Akhmad Darmawan Akhmad Pandhu Wijaya, Akhmad Pandhu Alfauzi, Bani Adam Andriono , Rudi AP, Yuana Cita Appulembang, Rivaldo Ariani, Novita Aris Sugiharto Artayasuinda, Sisi Arya Wirayudha, Faishal Aulia Apriliani Akhadun Bayu Surarso Ciptorini, Ariesia Dewi Deni Hardianto Dewi, Arifiana Wungu Kartika Dina Sri Lestari Dinayah, Eva Edytia, Muhammad Devandra Falih Kurnia Gustiawan, Muhammad Fandani, Mona Fatimatul Ulya Faza Razaqa Asmar Djauhari, Fityah Firmansyah Firmansyah Handayani , I Gusti Ayu Ketut Rahmi Harianto, Yudi Hendris Hendarsyah Kurniawan, Hendris Hendarsyah Heni Ismiyati Henry Anggoro Djohan Herza, Herza Hideki Yaginuma, Hideki Ibrahim Ibrahim Iis Sumarni, Nuraida Rahmah Wati Dewi Iis Wahyuni Irfan Santiko Irhamni, Muhammad Ricza Izzatul Maghfiroh Kintani , Nabila Endina Kurnia, Mohammad Ikhsan Kurniasyih, Siti Lasiyo Lasiyo Lasiyo Lasiyo, Lasiyo Lita Tyesta ALW Mayola, Putri Medi Hendra, Medi Megawati - Mery Kharismawati Migunani Migunani Minarti Minarti Miranda, Ade Miswar Ariansyah Mohamad Firdaus, Mohamad MP, Eva Linandra Muhammad Rendi Ramdhani Murendah Tjahyani Mustofa, Umar Mutiarany Nadia Almira Jordan Nadik, Jeni Najla, Nadira Hulwatun Nugroho, Rizky Arief Nugroho, Rizky Arif Nurulita, Darliani Prasad Wirawan, Prasad Pratiwi Astha, Dwinsani Primahana, Gian Putri Aisyah, Putri Putri Novita Sari Putri, Nur Herliana Rahayu Permana Rahmadi, Raden Yoseph Gembong Rahmat Aris Pratomo Rakhman, Akhmad Syaekhu Rayhana, Devita Riza Agustina, Triya Rizky Octa Putri Charin Rohman, Muhamad Nur Rudi Hermawan Rudy Hartadi Rudy Hartadi Rulliannor Syah Putra Sabo, Gan Sagita Rochman Salwa Fadhilah, Atikah Sandy Pratama Santosa, Yusuf Budi Prasetya Setia Budi, Ariyadi Setyoko , Budi Shintaro Terabe, Shintaro Sikki, Nurhaeni Siti Maghfiroh Soebjanto, Sonny Subekti, Nanang Sugeng Bayu Wahyono Sukirno Sukirno Sumarwan, Untung Susilo, Tarsisius Umy Mukhofifah Umy Mukhofifah Victor Gayuh Utomo Wahyudi, Hafidz Akbar Wijaya, Nieke Andina Wildania Al Gani, Akhmel Wulan Budi Astuti Yuni Pratiwi Yusa Djuyandi Zuhrof Karima Hamidah