Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Biospecies

Pengaruh Hormon Giberelin (GA3) Terhadap Daya Kecambah dan Vigoritas Calopogonium caeruleum Revis Asra
Biospecies Vol. 7 No. 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v7i1.1507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hormon giberelin (GA3) terhadapdaya kecambah dan vigoritas Calopogonium caeruleum. Penelitian menggunakan RancanganAcak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama konsentrasi GA3 (G) terdiri dari 6 tarafG0 = 0 ppm, G1 = 100 ppm, G2 = 200 ppm, G3 = 300 ppm, G4 = 400 ppm, G5 = 500 ppm,sedangkan faktor ke dua adalah lama perendaman, terdiri dari 3 taraf yaitu T1 = 6 jam, T2 = 12jam dan T3 = 24 jam, sehingga didapat 18 kombinasi perlakuan dengan ulangan sebanyak 3kali. Parameter yang diamati meliputi persentase daya kecambah (%) dan vigoritas (%). Analisisdata menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan apabila terdapat perbedaan nyatadilanjutkan dengan uji lanjut Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwainteraksi konsentrasi GA3 dan lama perendaman memperlihatkan pengaruh yang nyata(P<0,05) terhadap persentase perkecambahan dan vigoritas Calopogonium caeruleum.Perlakuan yang terbaik dalam menghasilkan persentase perkecambahan Calopogoniumcaeruleum tertinggi adalah G5T3 (GA3 500 ppm dengan lama perendaman 24 jam) yaitusebesar 57,33%.
Keanekaragaman dan Kelimpahan Fitoplankton di Rawa Bento, Kerinci sebagai Bioindikator Kualitas Perairan: Diversity and Abundance of Photoplanktone as a Water Quality Bioindicator of Rawa Bento Swamp, Kerinci Anhar, Vevi; Asra, Revis; Suprayogi, Dawam
Biospecies Vol. 16 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i1.20229

Abstract

Phytoplankton is microscopic aquatic organisms that have plant-like properties that act as primary producers of aquatic ecosystems. Bento Swamp is the highest swamp in Sumatra which is included in the Kerinci Seblat National Park (TNKS) area. Bento Rawa plays a role in supporting the lives of the surrounding community as well as being a tourist area. This study aims to identify the diversity and abundance of phytoplankton, as well as their relationship with water quality in Bento Rawa. This research was conducted in February-April 2022 based on the purposive sampling method. The results showed that there were 48 types of phytoplankton belong to 8 classes. The species with the highest abundance in Bento Swamp is Cocconeis sp., Melosira varians, and Fragilaria capucina. The relationship of water quality in Rawa Bento with the diversity and abundance of phytoplankton shows a positive correlation on the parameters of pH, current speed, nitrate, and phosphate. The water quality in Rawa Bento is included in the uncontamined category based on the abudance and diversity of phytoplankton and the measurements of physical and chemical factors in the waters of Rawa Bento obtained in this study Keywords: Phytoplankton, Diversity, Abundance, Water Indicators, Bento Swamp.   Abstrak Fitoplankton adalah organisme perairan mikroskopis yang memiliki sifat seperti tumbuhan yang bertindak sebagai produsen utama ekosistem perairan. Rawa Bento merupakan rawa tertinggi di Sumatera yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Rawa Bento berperan dalam menunjang kehidupan masyarakat sekitar sekaligus menjadi kawasan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman dan kelimpahan fitoplankton, serta hubungannya dengan kualitas perairan di Bento Rawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 48 jenis fitoplankton yang termasuk dalam 8 kelas. Spesies dengan kelimpahan tertinggi di Rawa Bento adalah Cocconeis sp., Melosira varians, dan Fragilaria capucina. Hubungan kualitas air di Rawa Bento dengan keanekaragaman dan kelimpahan fitoplankton menunjukkan korelasi positif pada parameter pH, kecepatan arus, nitrat, dan fosfat. Kualitas air di Rawa Bento termasuk dalam kategori tidak tercemar berdasarkan kelimpahan dan keanekaragaman fitoplankton serta pengukuran faktor fisika dan kimia di perairan Rawa Bento yang diperoleh dalam penelitian ini. Kata Kunci: Fitoplankton, Keanekaragaman, Kelimpahan, Indikator Perairan, Rawa Bento.
Kualitas Dan Daya Simpan Buah Naga (hylocereus costaricencis) dengan Edible Coating Pektin Kulit Buah Kakao dan Penambahan Ekstrak Jahe (Zingiber officinale): Quality and Shelf Life of Dragon Fruit with Edible Coating of Cocoa Pod Peel Pectin and Addition of Ginger Extract Asniati, Asniati; Asra, Revis; Adriadi, Ade
Biospecies Vol. 16 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i1.20548

Abstract

Horticultural commodities, especially fruits, have bright prospects in the agricultural sector. One of the fruits that has bright prospects and is ogled by a number of plantations and is available in fruit shops, markets, and supermarkets is dragon fruit. Efforts that can be made to maintain the quality and shelf life of dragon fruit are by coating methods, namely edible coating of pectin of cocoa pods and the addition of ginger extract. The purpose of this study was to determine the quality and shelf life of dragon fruit with edible coating of pectin of cocoa fruit peel and addition of ginger extract and to obtain the best concentration of addition of ginger extract that can maintain quality and extend shelf life of dragon fruit. This research was carried out in March-April 2022 using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 levels, namely 2 grams of cocoa peel pectin with 0% ginger extract, 2 grams of cocoa husk pectin with 9% ginger extract, 2 grams of cocoa husk pectin. with 27% ginger extract, and 2 grams of cocoa rind pectin with 54% ginger extract. The best result was the combination of 2 gram cocoa rind pectin with 54% ginger extract with a fruit weight loss value of 6.728%, fruit texture neutral, fruit color neutral with storage for 14 days. Keywods: dragon fruit, edible coating, ginger extract.   Abstrak Komoditas hortikultura, khususnya buah-buahan memiliki prospek cerah dalam sektor pertanian. Salah satu buah yang memiliki prospek yang cerah dan dilirik oleh sejumlah perkebunan serta telah tersedia ditoko buah, pasar, dan swalayan yaitu buah naga. usaha yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas dan umur simpan pada buah naga adalah dengan metode pelapisan yaitu edible coating dari pektin kulit buah kakao dan penambahan ekstrak jahe. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas dan daya simpan pada buah naga dengan edible coating dari pektin kulit buah kakao dan penambahan ekstrak jahe dan Mendapatkan konsentrasi penambahan ekstrak jahe terbaik yang dapat mempertahankan kualitas dan memperpanjang daya simpan pada buah naga. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret-april 2022 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 taraf yaitu pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 0%, pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 9%, pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 27%, dan pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 54%. Hasil penelitian terbaik adalah pada kombinasi pektin kulit kakao 2 gram dengan ekstrak jahe 54% dengan nilai susut bobot buah 6,728%, tekstur buah netral, warna buah netral dengan penyimpanan selama 14 hari. Kata Kunci: buah naga, edible coating, ekstrak jahe.
Makrozoobentos Sebagai Indikator Biologi Dari Kualitas Air Di Sungai Kumpeh Dan Danau Arang-Arang Kabupaten Muaro Jambi, Jambi Asra, Revis
Biospecies Vol. 2 No. 1 (2009): Januari 2009
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v2i1.262

Abstract

This research is used for know the water quality in Kumpeh River and Arang-arang Lakein Kumpeh district based on macrozoobenthic as the biological indicator. To know the communitystructures of macrozoobenthic so it used the analysis of Diversity Index, which uses the Shannon –Weaner Diversity Index. Based on the result of these identification, it was found the quality ofmacrozoobenthic index diversity for Kumpeh River and Arang-arang Lake were between 1.0 - 1.5 andboth of them has been classified as the moderately polluted group. The index of macroozobenthicdiversity of Kumpeh River are about 1.21 and Arang-arang Lake about 1.19 and 1.33. The existencesof Indicator species like Chironomous sp., Scatella sp. And Branchiura sowerbyi are also indicate thatboth of water was polluted.
Hubungan Kelimpahan Zooplankton Terhadap Hasil Tangkapan Alat Tangkap Togok Di Kelurahan Kampung Nelayan Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi Prabowo, Tri; Asra, Revis; Amelia, Jasmine Masyitha
Biospecies Vol. 12 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.054 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v12i1.6572

Abstract

This study aimed to determine the parameters of aquatic environments based on physical-chemical factors, zooplankton diversity, and zooplankton abundance relationships on togok catch results. The sampling is done 3 times with 1 week interval. Based on the value of DO note that station 1 is categorized as moderate polluted, while stations 2 and 3 are still in the low polluted category. During the study there were 8 types of zooplankton consisting of Brachionusdimidiatus, Brachionus quadratus, Calanus gracilis, Calanus minor, Euterpina acutifrons, Oikopleura laboradoriensis, Oithona attenuate, and Nauplius. An index value of zooplankton averages of 1.12-1.44 indicates that moderate diversity with moderate distribution of individuals and levels of contaminated pollution is moderate. The zooplankton dominance index value shows that there is no dominant type with value 0,29-0,34. Pearson correlation results show there is no relationship between zooplankton abundance of togok catches, with a value of 0.882.
KAJIAN SISTEM POLINASI BEBERAPA GENUS ARECACEAE BERDASARKAN MORFOLOGI PERBUNGAAN: Study of Polination Systems of Several Arecaceae Genus Based on Flower Morphology Yulianto, Dwi Cahyo; Asra, Revis; Adriadi, Ade
Biospecies Vol. 15 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v15i2.14662

Abstract

Famili Arecaceae (Palem-paleman) merupakan famili tertua di antara tumbuhan berbunga, yang memiliki lebih dari 200 genus dan 3.000 spesies yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis di dunia. Ciri morfologi perbungaan setiap spesies tumbuhan mengakibatkan perbedaan proses polinasi, sehingga pengetahuan tentang morfologi perbungaan Arecaceae akan mempermudah menentukan sistem polinasi serta metode pemuliaan yang dapat diterapkan. Tujuan dari kajian studi literatur ini untuk mengetahui sistem polinasi berdasarkan morfologi perbungaaan pada famili Arecaceae dan korelasi antara morfologi perbungaan dengan agen polinasi pada famili Arecaceae.Metode yang digunakan dalam kajian studi literatur ini yaitu pengoleksian artikel, penyeleksian artikel dan pengolahan data secara deskriptif kualitatif. Pengoleksian dan penilaian artikel dilakukan melalui data base google scholar, Garuda dan scimagojr. Hasil analisis artikel yang diperoleh yaitu morfologi perbungaan pada 7 genus famili Arecaceae yang ditelusuri memiliki bunga berwarna kuning dan merah. Karakteristik infloresen yaitu terletak di ketiak daun, tipe infloresen tidak terbatas, bentuk infloresen tongkol majemuk (kecuali genus Nypa dan Elaeis berbentuk bongkol majemuk), dan panjang infloresen berkisar 8 cm – 440 cm. Struktur perbungaan adalah monoecious, dioecious, dan androdioecious. Agen polinasi potensial pada 7 genus tersebut adalah serangga dari famili Apidae (lebah), Curculionidae (kumbang), dan Formicidae (semut. Jenis-jenis lebah dan kumbang mendominasi penyerbukan pada bunga berbentuk bongkol majemuk, sedangkan pada bunga tongkol majemuk ketiga agen polinasi potensial dapat ditemukan dengan jumlah jenis yang beragam. Agen-agen polinasi tersebut berinteraksi secara mutualisme sesuai dengan ketertarikan mereka dengan morfologi perbungaan genus-genus tersebut dan secara tidak langsung mempengaruhi adaptasi morfologi perbungaan 7 genus tersebut dalam proses reproduksinya.
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN PERIFITON PADA VEGETASI TUMBUHAN DI RAWA BENTO SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS AIR: Diversity And Abundance of Perifitonon Plant Vegetation in Bento Swampas A Water Quality Bioindicator Thiara, Thiara Sri Utami; Asra, Revis; Adriadi, Ade
Biospecies Vol. 15 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v15i2.14924

Abstract

Perifiton merupakan salah satu organisme yang dapat digunakan sebagai indikator biologi suatu perairan yang hidupnya menetap atau menempel pada makhluk hidup maupun benda mati. Rawa bento meruapakan salah satu rawa tertinggi yang berada di Sumatera, yang memiliki perairan yang jernih sehingga dapat menunjang kehidupan masyarakat sekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Keanekaragaman dan Kelimpahan perifiton pada substrat alami vegetasi tumbuhan, serta faktor fisik dan kimia di rawa bento, lalu menganalisis hubungan keduanya terhadap kualitas air. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret-juni 2021 berdasarkan metode purposive sampling. Hasil yang didapatkan ialah kelimpahan perifiton memperoleh nilai yang tinggi pada substrat tumbuhan Krokot (Portulaca sp), yang diikuti oleh substrat Eceng gondok (Echornia crassipes), dan Kiambang (Salvinia sp.) Keanekaragaman perifiton terdapatnya 35 jenis perifiton yang termasuk kedalam 7 kelas. Hubungan Kelimpahan Perifiton dengan kualitas air di Rawa Bento memiliki hubungan yang positif pada parameter oksigen terlarut dan nitrat. Kualitas air di Rawa Bento termasuk kedalam kategori tidak tercemar berdasarkan kelimpahan dan keanekaragaman perifiton pada vegetasi tumbuhan dan berdasarkan pengukuran faktor fisik dan kimia perairan di Rawa Bento yang diperoleh pada penelitian ini.