Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengajaran Bahasa Inggris Berbasis Diferensiasi dengan Metode Pembelajaran Tutor Sebaya di UPT SPF SMPN 3 Makassar Anggreni, Sulastri Putri; Khaerani, Raisa Nurul; Asriati; Munir; La Sunra
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Axiology: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Jurusan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum presents student-centered learning with a differentiated system that recognizes the different needs and abilities of each student. Peer tutoring is a learning method that can be used in this learning, where students help each other learn the material. Students are divided into three groups based on their level of understanding to discuss together and work on different assignments for each group. The results showed that some students increased their self-confidence and motivation, and were able to catch up in completing their LKPD or LKS assignments.
Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Peserta didik melalui Program ‘Engfluence’: Kursus Interaktif Jabu, Baso; Nur Aeni; Fauzan Hari Sudding; Chaerul Fadlan Saud; Asriati; Amsar Ramadhan; Ani Putri Aneliya; Arjuna Al Albani Ilyas; Dhin Rizky R. Junaid; Nur Alya Triana
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): AXIOLOGY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Jurusan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Engfluence program is an interactive E-Learning-based course designed to improve students' English skills at SMAN 2 Makassar. This program was implemented in response to students' low English proficiency, particularly at the Elementary level (A1-A2 CEFR), as identified through pre-tests and classroom observations. The action research method was employed, involving problem identification, data collection, planning, implementation, and evaluation. The program utilized digital platforms such as Google Meet, Canva, Wordwall, Kahoot, and Quizizz to create interactive and engaging learning experiences. Evaluation results indicated significant improvements in students' English proficiency. The Beginner class (A1-A2) showed an average score increase of 23 points (from 52 to 75), while the Intermediate class (B1-B2) improved by 17 points (from 65 to 82). Key success factors included an intensive and structured learning approach, level-based class division, and the use of interactive digital media. The program not only enhanced students' understanding of the material but also boosted their confidence in using English for communication.
Determinants of Increased Risk Coronary Heart Disease in Posbindu PTM Participants in Jayapura Asriati; Natalia Paskawati Adimuntja
Miracle Journal of Public Health Vol 5 No 1 (2022): Miracle Journal of Public Health
Publisher : Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/mjph.v5i1.283

Abstract

Coronary Heart Disease (CHD) is the leading cause of death in the world. The prevalence of heart disease in Papua Province is 4.3%, while in Jayapura City is 1.6%. The purpose of this study was to determine the determinants of the increased risk of coronary heart disease in PTM posbindu participants in the working area of ​​the Kotaraja Health Center. This design study used a cross-sectional study. The sample is 52 Posbindu PTM participants who are recorded in the SIPTM Offline Form during 2020. The sampling technique uses total sampling. Statistical test using Chi-Square test and Fisher Exact test. A total of 12 people (23.08%) posbindu participants were at high risk of suffering from CHD, as many as 16 people (30.77%) were at moderate risk of suffering from CHD, and as many as 24 people (46.15%) were at low risk of suffering from CHD in the next 10 years. As many as 81.82% of posbindu participants aged 40 years are at high risk and are suffering from CHD in the next 10 years, and 70% of posbindu participants with hypertension are at high risk and are suffering from CHD in the next 10 years. The results of the statistical analysis found that age (p=0.000), gender (0.011), and a history of heart disease (p=0.011) were associated with an increased risk of CHD in PTM Posbindu participants. Factors associated with an increased risk of CHD are age, gender, and history of heart disease. Strengthening the PTM Posbindu needs to be done to monitor a healthy lifestyle, control blood pressure, and nutritional counselling to control unhealthy diets.
Analysis of Students’ Proficiency in Writing Narrative Text Asriati; Nuzulul Isna
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 1 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i1.5924

Abstract

The skill of writing narrative texts is still very low and difficult for most students of SMPN 1 Kuala Batee. The objectives of this study are 1) to find out the level of students' ability in writing narrative texts, 2) to find out the causes that make their scores low in writing narrative texts. This study uses quantitative research. The subjects of the study were 98 students. The test is used as a data collection technique. The results of the study show that, there are 81 students who could not write narrative texts at all or were included in the Very Poor category, 6 students who got a category with a score range of 70-79. There are 4 students who are included in the Excellent category with the highest score of 95. Then, 2 students were included in the Poor category and 5 students were included in the Very Poor category. Among the 98 students, only 17 students took the narrative text writing test. And among the 17 students, only 59% (10 students) were able to do it. The cause of students' low scores in writing narrative texts was found to be not mastering English vocabulary which led them not participating in the survey. Also, limited knowledge in identifying the general structure and language of narrative text features was also a cause to students’ low achievement in writing narrative text.
INTEGRASI (BAMBOOZLE:WEB-BASED GAME) DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMP KARTIKA XX-2 MAKASSAR Aeni, Nur; Rayhana S, Ryan; Asriati; G, Hasriani; Tuti Wijayanti
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 04 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan penggunaan game Bamboozle berbasis web bagi guru dan siswa SMP Kartika XX-2 Makassar merupakan kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dan siswa dalam menggunakan game edukasi online bernama Bamboozle. Pelatihan ini dilakukan dengan menggunakan metode hands-on learning, dimana para peserta akan dilibatkan secara langsung dalam menggunakan Bamboozle sebagai media pembelajaran. Dalam pelatihan ini, para peserta akan diberikan pemahaman mengenai konsep dan manfaat dari game edukasi online Bamboozle, serta bagaimana cara menggunakannya sebagai media pembelajaran yang efektif.  Setelah mengikuti pelatihan ini, para guru dan siswa di SMP Kartika XX-2 Makassar diharapkan dapat menggunakan Bamboozle secara mandiri dan efektif dalam proses pembelajaran. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa, serta memudahkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan cara yang lebih menarik dan interaktif.
PELATIHAN GURU UNTUK MASA DEPAN: MENGEMBANGKAN KECERDASAN EMOSIONAL DI KELAS SEBAGAI KUNCI SUKSES PENDIDIKAN ABAD 21 Muftihaturrahmah Burhamzah; Lely Novia; Asriati; Syarifah Fatimah; Alam, Alamsyah
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 05 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abad ke-21 menuntut perubahan dalam pendekatan pendidikan, dengan fokus pada pengembangan kecerdasan emosional (EQ) di kelas. Pelatihan guru menjadi krusial dalam konteks ini, menargetkan peningkatan kemampuan mereka untuk mengidentifikasi, memahami, dan mengelola emosi siswa, serta emosi mereka sendiri. Penelitian ini menggali metode pelatihan yang efektif untuk meningkatkan EQ guru, yang pada gilirannya akan memfasilitasi lingkungan belajar yang lebih empatik dan produktif. Melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif, studi ini mengamati dampak pelatihan EQ pada guru dan murid, serta efeknya terhadap prestasi akademik dan kesejahteraan psikososial. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam interaksi kelas, pengelolaan konflik, dan motivasi belajar siswa. Studi ini menegaskan bahwa pelatihan EQ bagi guru bukan hanya meningkatkan iklim kelas, tetapi juga merupakan kunci sukses pendidikan di abad 21. Dengan meningkatnya pengakuan akan pentingnya kesehatan mental dan kecerdasan emosional dalam pendidikan, penelitian ini menyoroti bagaimana pelatihan EQ dapat secara integral menyatukan aspek-aspek ini ke dalam kurikulum dan pedagogi. Pelatihan ini membekali guru dengan strategi intervensi proaktif untuk mengatasi masalah emosional dan perilaku di kelas, sekaligus memberikan mereka alat untuk mempromosikan keterampilan sosial dan emosional siswa. Ini termasuk pelajaran tentang empati, pengaturan diri, dan komunikasi efektif. Selain itu, studi ini mengeksplorasi bagaimana pelatihan EQ berkontribusi pada pengembangan kepemimpinan guru dan bagaimana hal itu mempengaruhi iklim sekolah secara keseluruhan. Temuan mengindikasikan bahwa guru yang terlatih dalam EQ cenderung menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan mendukung, yang penting untuk menangani keanekaragaman dalam ruang kelas modern. Kesimpulannya, pelatihan ini menggarisbawahi pentingnya pelatihan kecerdasan emosional bagi guru sebagai alat penting untuk menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. Melalui pengembangan EQ, guru dapat lebih efektif dalam mengajar, membimbing, dan mendukung siswa, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
PENGGUNAAN APLIKASI QUIZZIZ UNTUK PENILAIAN PEMBELAJARAN DI SMKN 10 MAKASSAR Nur Aeni; Mutmainnatussafiyyah; Aqila; Tuti Wijayanti; Asriati
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 02 (2024): APRIL 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan aplikasi Quizizz berbasis web dalam Ulangan Harian (UH) siswa SMK Negeri 10 Makassar adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Quizziz dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, partisipasi siswa, dan efisiensi evaluasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa Quizziz memiliki potensi besar dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan efektivitas evaluasi, meskipun menghadapi beberapa tantangan teknis dan adaptasi di awal. Setelah kegiatan ini dilakukan, guru-guru diharapkan mampu mengaplikasikan Quizziz dalam mengevaluasi pembelajaran siswa sebagai solusi inovatif yang mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui integrasi teknologi di SMK Negeri 10 Makassar.
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANGGOTA PMR MAN PANGKEP Muhayyang, Maemuna; La Sunra; Asriati; Amra Ariyani; Ahmad Talib
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 04 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlibatan anggota PMR dalam berbagai kegiatan kepalangmerahan merupakan karya dan bakti nyata. Dalam interaksinya para anggota PMR dituntut untuk memiliki keterampilan komunikasi interpersonal yang baik. Hal ini didasarkan pada sebuah logika yang sangat sederhana bahwa proses komunikasi interpersonal dapat menentukan perubahan sikap dan tingkah laku anggota dalam organisasi yang disebabkan oleh adanya keterbukaan dan kepercayaan antar individu yang tergabung didalamnya. Oleh karena itu, penting bagi anggota PMR untuk memiliki kemampuan komunikasi interpersonal dalam interaksi sosial pada organisasi yang menempah mereka menjadi sosok yang terampil, kreatif, dan bersahabat. Setelah proses pelatihan komunikasi interpersonal peserta yang merupakan anggota PMR mulai mengetahui pentingnya memiliki kemampuan komunikasi interpersonal serta beberapa peserta mulai mempraktikkan cara menerapkan kemampuan komunikasi interpersonal.
PELATIHAN INTENSIVE TOEFL (STRUCTURE AND WRITTEN EXPRESSION) GURU BIDANG STUDI BAHASA INGGRIS SMPN 1 PALLEKO KABUPATEN TAKALAR) Munir; Maemuna Muhayyang; Asriati; Hasriani G; La Sunra
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 03 (2024): MEI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan para guru bidang studi bahasa Inggris khususnya pengetahuan tentang Structure dan Written Expression karena bagian ini merupakan salah satu bagian TOEFL yang dianggap masih memerlukan kajian yang lebih mendalam khususnya strategi – strategi dalam menjawab soal – soal Structure dan Written Expression. Dengan demikian, manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah mampu mengembangkan potensi dan sumber daya guru-guru bahasa Inggris SMPN Negeri 1 Palleko Kabupaten Takalar khususnya keterampilan berbahasa demi meningkatkan profesionalisme mereka. Salah satu wujud dari kegiatan yaitu dengan diadakannya pelatihan TOEFL secara intensif bagi guru bahasa Inggris khususnya tentang Structure dan Written Expression. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab, latihan mengerjakan soal – soal TOEFL dan simulasi tes TOEFL. Hasil tes menunjukkan 80% peserta telah menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengerjakan soal-soal Structure dan Written Expression dalam TOEFL.
PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF BAGI GURU SMP DI KABUPATEN SINJAI Nurdin Noni; Ahmad; Amra Ariyani; Asriati; Geminastiti Sakkir
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 03 (2024): MEI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran interaktif adalah proses pembelajaran yang secara aktif melibatkan peserta didik, baik secara fisik maupun mental, untuk menciptakan suasana belajar yang bermakna dan menyenangkan. Untuk mendukung pembelajaran yang inovatif, maka kegiatan workshop ini diadakan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan bagi para guru dalam memahami model-model pembelajaran interaktif yang sesuai dengan materi yang akan mereka ajarkan sehingga mereka mampu membuat modul ajar yang efektif dan inovatif. Hal ini dapat meningkatkan kualitas guru dalam proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama dua hari di kabupaten Sinjai dengan menggunakan metode ceramah dengan teknik presentasi materi, diskusi, simulasi model-model pembelajaran oleh guru atau peer teaching, dan juga pemberian tugas sebagai hasil evaluasi keberhasilan pelatihan ini. Hasil akhir dari kegiatan ini, para peserta berhasil membuat modul ajar sesuai model pembelajaran interaktif yang dibuktikan dengan pembuatan video pembelajaran yang dikumpulkan pada link Google Drive. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan serta motivasi yang tinggi dari peserta dalam mewujudkan model pembelajaran interaktif.