Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANGGOTA PMR MAN PANGKEP Muhayyang, Maemuna; La Sunra; Asriati; Amra Ariyani; Ahmad Talib
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 1 No. 04 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlibatan anggota PMR dalam berbagai kegiatan kepalangmerahan merupakan karya dan bakti nyata. Dalam interaksinya para anggota PMR dituntut untuk memiliki keterampilan komunikasi interpersonal yang baik. Hal ini didasarkan pada sebuah logika yang sangat sederhana bahwa proses komunikasi interpersonal dapat menentukan perubahan sikap dan tingkah laku anggota dalam organisasi yang disebabkan oleh adanya keterbukaan dan kepercayaan antar individu yang tergabung didalamnya. Oleh karena itu, penting bagi anggota PMR untuk memiliki kemampuan komunikasi interpersonal dalam interaksi sosial pada organisasi yang menempah mereka menjadi sosok yang terampil, kreatif, dan bersahabat. Setelah proses pelatihan komunikasi interpersonal peserta yang merupakan anggota PMR mulai mengetahui pentingnya memiliki kemampuan komunikasi interpersonal serta beberapa peserta mulai mempraktikkan cara menerapkan kemampuan komunikasi interpersonal.
PELATIHAN INTENSIVE TOEFL (STRUCTURE AND WRITTEN EXPRESSION) GURU BIDANG STUDI BAHASA INGGRIS SMPN 1 PALLEKO KABUPATEN TAKALAR) Munir; Maemuna Muhayyang; Asriati; Hasriani G; La Sunra
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 03 (2024): MEI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan para guru bidang studi bahasa Inggris khususnya pengetahuan tentang Structure dan Written Expression karena bagian ini merupakan salah satu bagian TOEFL yang dianggap masih memerlukan kajian yang lebih mendalam khususnya strategi – strategi dalam menjawab soal – soal Structure dan Written Expression. Dengan demikian, manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini adalah mampu mengembangkan potensi dan sumber daya guru-guru bahasa Inggris SMPN Negeri 1 Palleko Kabupaten Takalar khususnya keterampilan berbahasa demi meningkatkan profesionalisme mereka. Salah satu wujud dari kegiatan yaitu dengan diadakannya pelatihan TOEFL secara intensif bagi guru bahasa Inggris khususnya tentang Structure dan Written Expression. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, tanya jawab, latihan mengerjakan soal – soal TOEFL dan simulasi tes TOEFL. Hasil tes menunjukkan 80% peserta telah menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengerjakan soal-soal Structure dan Written Expression dalam TOEFL.
PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF BAGI GURU SMP DI KABUPATEN SINJAI Nurdin Noni; Ahmad; Amra Ariyani; Asriati; Geminastiti Sakkir
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 03 (2024): MEI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran interaktif adalah proses pembelajaran yang secara aktif melibatkan peserta didik, baik secara fisik maupun mental, untuk menciptakan suasana belajar yang bermakna dan menyenangkan. Untuk mendukung pembelajaran yang inovatif, maka kegiatan workshop ini diadakan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan bagi para guru dalam memahami model-model pembelajaran interaktif yang sesuai dengan materi yang akan mereka ajarkan sehingga mereka mampu membuat modul ajar yang efektif dan inovatif. Hal ini dapat meningkatkan kualitas guru dalam proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama dua hari di kabupaten Sinjai dengan menggunakan metode ceramah dengan teknik presentasi materi, diskusi, simulasi model-model pembelajaran oleh guru atau peer teaching, dan juga pemberian tugas sebagai hasil evaluasi keberhasilan pelatihan ini. Hasil akhir dari kegiatan ini, para peserta berhasil membuat modul ajar sesuai model pembelajaran interaktif yang dibuktikan dengan pembuatan video pembelajaran yang dikumpulkan pada link Google Drive. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan serta motivasi yang tinggi dari peserta dalam mewujudkan model pembelajaran interaktif.
PENGARUH PENGGUNAAN WORDWALL TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR Muhajir; Candra; Asriati; Indrawaty; Chadijah Taiyeb, Sitti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 04 (2024): Volume 09, No. 04 Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i4.17153

Abstract

This research aims to explore the effect of using the Wordwall application on improving the reading skills of grade 3 students at SD Negeri 006 Polewali. Using a quantitative approach with a quasi-experimental design, this research involved two groups: an experimental group that used Wordwall and a control group that used conventional learning methods. The results of data analysis show that the average posttest score for the experimental group increased significantly compared to the control group, with an average increase from 60.2 to 75.4 in the experimental group. In addition, the use of Wordwall has been proven to increase student engagement, motivation, and the quality of understanding of the material. The results of the paired sample t-test and independent sample t-test show a significant difference between the pretest and posttest scores in the two groups, supporting the hypothesis that Wordwall is an effective learning tool in improving reading skills. This research concludes that Wordwall can be used as an alternative innovative and interactive learning media to improve elementary school students' reading skills.
Skrining Malaria Puskesmas Hebeybhulu Yoka Kota Jayapura Tuturop, Katarina L; Asriati; Pariaribo, Konstantina M; Adimuntja, Natalia; Bouway, Dolfinus Yufu; Yufuai, Agustina; Assa, Inriyanti
The Community Engagement Journal Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS CENDERAWASIH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52062/thecommen.v7i2.4567

Abstract

Clinical manifestations and laboratory examinations can help diagnose malaria. Several methods, such as molecular-based tests, RDT, and microscopic examination by reading thick and thin blood smears, can be used to diagnose malaria through laboratory tests. RDT is an alternative method for malaria diagnosis that targets Plasmodium antigens. It has been widely used around the world. Public Health students from Cenderawasih University, in collaboration with the Hebeybhulu Yoka Health Center, conducted malaria screening using anamnesis and blood examination methods with RDT. The screening practice started on Tuesday, November 4, 2024, and will continue until November 13, 2024. collecting samples from patients receiving treatment at Puskesmas Hebeybhulu Yoka. Based on the screening results, the biggest risk factor contributing to malaria cases is stagnant water, such as ditches, with 11 positive cases (21.2%). Respondents who tested positive for malaria were 82.7%, with 13.6% testing positive for tertian malaria, 2.5% for tropical malaria, and 1.2% for mixed malaria.
THE IMPLEMENTATION OF EMANCIPATED CURRICULUM AT AN ISLAMIC HIGH SCHOOL IN PAREPARE Zahrah Rafidah Irwan; Geminastiti Sakkir; Asriati
International Journal of Business English and Communication Vol 3 No 4 (2025): October
Publisher : Bahasa Inggris Program Sarjana Terapan, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijobec.v3i4.9718

Abstract

This study aims to explore the implementation of the Emancipated Curriculum at an Islamic Senior High School in Parepare. A qualitative research design was employed. The participants of this study were teachers at MAN 2 Kota Parepare during the 2024/2025 academic year, including the P5 supervisory team and English teachers. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the Emancipated Curriculum at MAN 2 Kota Parepare has been effectively implemented by teachers through careful planning, classroom instruction, and evaluation. The curriculum has encouraged students to become more active, think critically, and enhance their knowledge and skills. Most teachers expressed positive perceptions toward the Emancipated Curriculum, noting that it provides greater flexibility in designing lessons that address students’ needs. It also promotes creativity and supports technology-integrated learning, despite some remaining challenges. Overall, the implementation of the Emancipated Curriculum has positively transformed the learning environment by granting greater autonomy to both teachers and students.
KETIMPANGAN KESEJAHTERAAN ANTARA PAPUA JAWA DI ERA JOKOWI Asriati; Abd. Rahim; Andi Samsir; Regina; Irwandi
Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Vol. 22 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jep.v22i1.83939

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis perbandingan ketimpangan wilayah yang terjaddi di Indonesia dan menganalisis faktor-faktor yang memepengaruhhi ketimpangan wilayah antara Papua-Jawa di Era pemerintahan Presiden Joko Widodo yang terhitung pada tahun 2014 sampai 2023. Pada penelitian ini menjelaskan terdapat dua variabel independen yang menjadi tolak ukur ketimpangan yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Inflasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis kuantitatif dengan empat sampel dari delapan populasi. Teknis analisis data yang dipakai yaitu uji asumsi klasik dan uji hipotesis. hasil penelitian menunjukkan bahwa IPM berengaruh terhadap ketimpangan wilayah antara Provinsi Papua, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. sedangkan Inflasi tidak berpengaruh terhadap ketimpangan wilayah antara Provinsi Papua, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Berdassarkan rata-rata Indeks Williamson (IW) semua provinsi yang dianalisis yaitu Papua, Jaawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur menunjukkan nilai katerori ketimpangan tinggi dengan nilai IW yaitu 0,5176 (Papua), 0,6504 (Jawa Tengah), 0,7059 (Jawa Barat) dan 0,9714 (Jawa Timur). Papua menunjukkan ketimpangan yang paling rendah diatara provinsis tersebut, sedangkan Jawa Timur memiliki nilai tertinggi, meskipun semuanya mecerminkan ketimpangan yang tidak merata. 
MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKANHASIL BELAJAR IPS KELAS IVB SDN 011 BUKIT GAJAHKECAMATAN UKUI KABUPATEN PELALAWAN Asriati
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 5 No. 3 (2016): EDISI HUT PGRI KE-71
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/

Abstract

Based on the researcher’s teaching experience in class IVB at SDN 011 Bukit Gajah, Ukui District, Pelalawan Regency, the learning outcomes of social studies (IPS) had not yet met the expected mastery standards. The minimum mastery criterion (KKM) was set at 70; however, only 12 students were able to achieve the KKM, while the remaining 10 students had not yet met the predetermined standard. Therefore, a learning method was needed that could facilitate students in gaining learning experiences and provide greater opportunities for them to develop according to their abilities. The purpose of this research was to improve IPS learning outcomes of class IVB students at SDN 011 Bukit Gajah, Ukui District, Pelalawan Regency, through the implementation of the cooperative learning model Numbered Heads Together (NHT). This study was conducted as a classroom action research (PTK). The research data showed that students’ daily test results increased from the initial average score of 60.78 to 77.5 in the first daily test (UH I), representing an increase of 18.09%. IPS learning outcomes from the base score to the second daily test (UH II) also increased, from 60.78 to 83.28, an improvement of 37.02%. In addition, teacher activities improved in each meeting, increasing from 58.33% in the first meeting of the first cycle to 87.5% in the last meeting of the second cycle. Student activities also showed improvement, increasing from 58.33% in the first meeting of the first cycle to 83.33% in the final meeting of the second cycle.
Evaluasi Program PMT Lokal Terhadap Perubahan Z-Score BB/U Balita Afifah, Nur; Effendy, Devi Savitri; Asriati
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.294

Abstract

Latar Belakang: Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi balita, terutama di daerah pesisir. Namun, efektivitasnya terhadap peningkatan Z-score berat badan per umur (BB/U) masih perlu dievaluasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh PMT berbasis pangan lokal terhadap perubahan Z-score BB/U balita serta hubungannya dengan kepatuhan konsumsi dan asupan energi dan protein. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan sampel 86 balita berusia 12–59 bulan. Data Z-score BB/U dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi. Kepatuhan konsumsi PMT serta asupan energi dan protein harian dicatat. Analisis statistik nonparametrik dilakukan menggunakan uji Wilcoxon, Mann–Whitney, dan korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar balita menunjukkan peningkatan Z-score BB/U setelah intervensi, namun perbedaan ini tidak signifikan secara statistik (Z = −1,096; p = 0,273). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada perubahan Z-score BB/U berdasarkan kepatuhan konsumsi PMT (U = 772,5; p = 0,114). Korelasi Spearman menunjukkan hubungan negatif lemah antara asupan energi dan perubahan Z-score BB/U (r = −0,246; p = 0,022), sedangkan asupan protein tidak berhubungan dengan perubahan Z-score (r = 0,004; p = 0,969). Kesimpulan: PMT berbasis pangan lokal cenderung meningkatkan status gizi balita secara deskriptif, tetapi efektivitasnya dipengaruhi oleh durasi intervensi, kepatuhan konsumsi, kualitas asupan rumah tangga, dan faktor kesehatan serta sosial ekonomi. Disarankan agar PMT diberikan dalam durasi lebih panjang, disertai edukasi gizi, pemantauan konsumsi, dan perbaikan pola makan keluarga untuk meningkatkan dampak pada status gizi balita.
STUDENT PERCEPTIONS OF USING LINGOPANDA APPLICATION TO IMPROVE PRONUNCIATION SKILLS Fadia Rezky Amelia; Seny Luhriyani Sunusi; Asriati
International Journal of Business English and Communication Vol 4 No 1 (2026): January
Publisher : Bahasa Inggris Program Sarjana Terapan, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijobec.v4i1.8884

Abstract

In today’s era of globalization, English plays a crucial role as a means of international communication and interaction. One of the main challenges in mastering English is pronunciation. This study aims to explore students’ perceptions of the use of the LingoPanda application in improving English pronunciation, as well as to examine how this application helps them overcome pronunciation difficulties. A qualitative method was employed, with data collected through interviews with BEC students from the 2021–2023 cohorts who have used the LingoPanda application. Thematic coding was used for data analysis. The findings reveal that students have a positive perception of using the LingoPanda application. It is considered practical, easy to use, and supportive of independent learning. Students feel more confident in speaking English as they can practice anytime without embarrassment. Features such as immediate feedback and native pronunciation models help students become more aware of their pronunciation errors, improve fluency, and apply accurate pronunciation in real-life speaking contexts.