Articles
Analisis Perbandingan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Jarak Jauh dan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
Seftiani, Dinny Sela;
Uswatun, Din Azwar;
Amalia, Arsyi Rizqia
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3223
Penelitian yang dilakukan ini memiliki tujuan untuk membandingkan motivasi belajar siswa pada saat pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran tatap muka terbatas yang menggunakan metode penelitian mix methods. Metode mix methods merupakan metode penelitian perpaduan antara metode penelitian kualitatif dan kuantitatif yang sudah sering dilakukan oleh banyak penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Leuweung Datar dengan kelas 6 yang berjumlah 46 orang pada semester genap 2021/2022. Teknik pengumpulan datanya menggunakan angket dan observasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan uji Independent Sample T-Test dibantu dengan aplikasi SPSS dan deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah nilai (t[90] = -0,846; p ,< 0,400). PTMT (M=112,48; SD=10,38) memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dibanding PJJ (M=110,72; SD=9,56). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tatap muka terbatas dapat lebih memotivasi siswa daripada pembelajaran jarak jauh. Dengan demikian, pembelajaran tatap muka terbatas dapat lebih memotivasi belajar siswa dibandingkan pembelajaran jarak jauh di sekolah dasar.
Analisis Kesulitan Membaca Siswa pada Pembelajaran Tematik Sekolah Dasar
Safarida, Rahma Sani;
Sutisnawati, Astri;
Uswatun, Din Azwar
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3469
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Seberapa sulit siswa belajar membaca pada mata pelajaran tematik kelas III SDN Sindangsari 2) Apa saja faktor yang menyebabkan siswa kesulitan membaca pada mata pelajaran tematik kelas 3 SDN Sindangsari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, eksperimen dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas 3 SD Sindangsari berjalan dengan baik dan faktor-faktor penyebab terjadinya disleksia (disleksia) pada siswa antara lain faktor intrinsik dalam diri anak itu sendiri maupun faktor eksternal di luar diri anak. 2.) Upaya penanggulangan disleksia (disleksia) di kelas 3 SD Sindangsari yaitu dengan memberikan bimbingan belajar tambahan di luar jam sekolah dan menggunakan berbagai metode. 3.) Hambatan mengatasi disleksia (disleksia) di kelas 3 SD Sindangsari adalah pekerjaan orang tua, sehingga kurangnya waktu untuk mendampingi anak dalam belajar, menyebabkan siswa memiliki motivasi belajar yang sangat rendah, khususnya membaca. Ketidakmampuan sekolah untuk melacak siswa individu dan kelas terbatas.
Analisis Pembentukan Karakter Gemar Membaca Siswa Menggunakan Buku Cerita Bergambar Wayang Sukuraga di Kelas Rendah
Dewi, Kamalia Siska;
Uswatun, Din Azwar;
Sutisnawati, Astri;
Sudarjat, Ajat;
Suhendra Winara, Jhon Sukarja
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3556
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter gemar membaca siswa dalam pembelajaran ketika menggunakan buku cerita bergambar wayang sukuraga serta mengetahui keunggulan dan kekurangan buku cerita bergambar wayang sukuraga dalam pembentukan karakter gemar membaca siswa di kelas rendah. Penelitian ini dilakukan di kelas III Sekolah Dasar Negeri Cidolog. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman angket, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pembentukan karakter gemar membaca siswa menggunakan buku cerita bergambar di kelas rendah menunjukan kategori yang sangat setuju. buku cerita bergambar wayang sukuraga ini sangat membantu pembentukan karakter gemar membaca siswa. Selain itu buku cerita bergambar wayang sukuraga juga merupankan salah satu media untuk memperkenalkan budaya kesenian lokal asli kota Sukabumi.Â
Peningkatan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa melalui Kartu Kata Berbasis Wayang Sukuraga
Sari, Hani Mayang;
Uswatun, Din Azwar;
Amalia, Arsyi Rizqia;
Mariam, Siti;
Yohana, Erni
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3557
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa melalui kartu kata berbasis wayang sukuraga di kelas 3 SDN Curug Luhur. Jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart yang dilakukan sebanyak 2 siklus. Partisipan dalam penelitian yaitu siswa kelas 3 SDN Curug Luhur Kecamatan Sagaranten Kabupaten Sukabumi tahun ajaran 2021-2022 dengan sampel 9 orang. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi dan tes. Hasil penelitian keterampilan membaca siswa melalui kartu kata berbasis wayang sukuraga memperoleh ketuntasan tes dengan hasil 67% kategori cukup pada pra siklus, pada siklus I meningkat menjadi 78% kategori baik dan pada siklus II 89% kategori sangat baik. Hasil observasi guru menghasilkan rata-rata 70 kategori cukup pada siklus I dan 82 kategori baik pada siklus II. Hasil observasi aktivitas siswa menghasilkan rata-rata 70 kategori cukup pada siklus I dan 80 kategori baik pada siklus II. Berdasarkan hasil observasi disimpulkan bahwa melalui kartu kata berbasis wayang sukuraga dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan pada siswa kelas 3 SDN Curug Luhur.
Analisis Kemampuan Guru Sekolah Dasar dalam Mengembangkan Media Pembelajaran Berbasis TPACK (Technological Pedagogic Content Knowledge)
Amalia, Arsyi Rizqia;
Uswatun, Din Azwar;
Sutisnawati, Astri
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i6.6145
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan guru sekolah dasar dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis TPACK (Technological Pedagogic Content Knowledge). Kemampuan guru dalam mengembangkan media merupakan hal yang penting untuk mencapai tujuan pembelajaran yang lebih optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Sampel dalam penelitian ini yaitu guru kelas di sekolah dasar yang akan dibagi berdasarkan jenjang kelasnya. Berdasarkan analisis awal, keragaman dan pemanfaatan media di sekolah dasar masih cukup rendah karena tidak semua guru terbiasa membuat dan menggunakan media pembelajaran sehingga keberadaan media pembelajaran di sekolah masih minim dan kurang terawat. Adapun hasil analisis lapangan setelah guru-guru membuat dan mengembangkan media pembelajaran berbasis TPACK, dapat dilihat bahwa keragaman dan pemanfaatan media di sekolah dasar sudah meningkat baik itu dari segi materi, desain instruksional, kualitas media, serta daya implementasinya.
Penerapan Media Komik untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemula Siswa Sekolah Dasar
Irnawati, Irnawati;
Uswatun, Din Azwar;
Nurmeta, Irna Khaleda
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8699
Kemampuan membaca merupakan fondasi krusial bagi pelajar tingkat dasar, dan komik kini diakui sebagai media yang dapat membantu untuk mengembangkan keterampilan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlasaan media komik dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca siswa sekolah dasar. Metode yang diterapkan adalah penelitian tindakan kelas dengan dua tahapan siklus, mencakup fase perencanaan, tindakan, pengamatan, dan Refleksi. Temuan penelitian mengindikasikan adanya progres dalam kemampuan membaca pemula siswa di SDN Cilengo melalui penggunaan media komik. Pada siklus pertama, 50% siswa (16 dari 32) berhasil melampaui nilai KKM dengan rerata 71,91. Siklus kedua menunjukkan peningkatan substansial dimana 87,5% siswa (28 dari 32) mencapai nilai di atas KKM dengan rerata 83,44. Pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa juga menunjukkan perbaikan dari siklus I ke siklus II. Bahwa media komik dapat meningkatkan kemampuan membaca pemula siswa sekolah dasar
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Model Problem Based Learning (PBL) dengan Menggunakan Media Wayang Sukuraga
Nurlela, Siti;
Nurasiah, Iis;
Uswatun, Din Azwar
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 12, No 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24269/dpp.v12i2.8982
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan perangkat pembelajaran berbasis model Problem Based Learning (PBL) dengan menggunakan wayang sukuraga di sekolah dasardan mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran berbasis model Problem Based Learning (PBL) dengan menggunakan wayang sukuraga pada mata pelajaran pendidikan pancasila di sekolah dasar.Adapun latar belakang dari penelitian ini yaitu permasalahan perangkat pembelajaran Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila masih menggunakan perangkat pembelajaran yang sudah ada dan belum dikembangkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Sumber belajar yang digunakan juga hanya mengandalkan buku pegangan guru dan buku pegangan siswa serta pemanfaatan media visual seperti gambar. Selain itu kurangnya alat bantu atau media dalam proses pembelajaran menyebabkan peserta didik kurang memahami materi yang disampaikan dan proses pembelajaran yang berlangsungnya cenderung pasif tanpa adanya umpan balik dari peserta didik. Oleh karena itu, perlu dikembangkan perangkat pembelajaran yang mampu mengembangkan dan mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran.Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil pengembangan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis model Problem Based Learning (PBL) dengan menggunakan media wayang sukuraga telah divalidasi oleh 1 orang ahli perangkat pembelajaran, dan 2 orang praktisi. Berikut ini hasil penilaian validator mengenai pengembangan perangkat pembelajaran berbasis model Problem Based Learning (PBL) dengan menggunakan media wayang sukuraga: Hasil penilaian dari ahli perangkat pembelajaran diperoleh sebesar 99,5% dengan kriteria sangat layak. Hasil penilaian dari praktisi 1 diperoleh sebesar 97,5% dengan kriteria sangat layak. Hasil penilaian dari praktisi 1 diperoleh sebesar 96,25% dengan kriteria sangat layak.Selain itu hasil uji efektivitas pretest posttest dengan menggunakan N Gain Score diperoleh hasil 0,64 yang berada dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis model Problem Based Learning (PBL) dengan menggunakan media wayang sukuraga valid dan praktis digunakan di kelas IV Sekolah Dasar.
Effectiveness Of The Sets Learning Model On Elementary School Students Concept Application Abilities
Belvana, Salvia;
Sutisnawati, Astri;
Lyesmaya, Dyah;
Uswatun, Din Azwar
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda) Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda)
Publisher : Universitas Pakuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55215/jppguseda.v7i2.9988
The problem that occurs is that the learning process still uses conventional learning models which are monotonous, only listening, seeing, taking notes, and not always using practice so that it does not provide a strong understanding and is not impressive. Most students are less sensitive to the conditions that occur in their environment, which makes it difficult for students to feel the ability to apply concepts. This research aims to determine the effectiveness of the Science Environment Technology and Society (SETS) learning model on Elementary School Students' Concept Application Ability. Using quantitative methods, Quasi Experimental research type. The population is class IV students at SDN Kadudampit. The sampling technique uses Stratified Random Sampling, namely class IV samples have two class groups, namely class A as the experimental class and class B as the control class. Data collection uses a 10-question multiple choice test. Data analysis using the two independent sample t test obtained a sig value. 0.023 0.05 then Ha in this study is accepted, namely that there is a significant difference between the experimental class and the control class. And testing effectiveness using the N-gain Score test produced an average score for the experimental class of 67.41% in the "Quite Effective" category, while the control class average was 50.2% in the "Less Effective" category. So it can be concluded that there is effectiveness of the Science Environment Technology and Society (SETS) learning model on Elementary School Students' Concept Application Ability.
PENGEMBANGAN SOAL BERBASIS DIMENSI PENGETAHUAN METAKOGNITIF PADA SEMESTER GENAP KELAS V SEKOLAH DASAR
Salsabila, Laulak;
Amalia, Arsyi Rizqia;
Uswatun, Din Azwar
Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51494/jpdf.v4i3.1034
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan evaluasi pembelajaran peserta didik di kelas V kurang memunculkan soal yang berbasis pengetahuan metakognitif sehingga ketika evalusi belajar hanya memberi jawaban pada soal yang didapatkan dari ingatan hasil belajar di kelas saja dan tidak menjawab secara luas sesuai kemampuan pengetahuannya. Penelitian pengembangan ini diharapkan dapat menjadi alat bantu peserta didik untuk mengasah kemampuan berpikirnya melalui soal berbasis dimensi pengetahuan metakognitif. Penelitian yang digunakan yaitu penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Teknik analisis dat menggunakan observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal metakognitif berdasarkan penilaian validasi ahli mendapat kriteria sangat baik dengan skor ahli materi 94%, ahli media 79% dan penilaian angket respon peserta didik dengan skor 81% dan respon guru dengan skor 65%. Hal ini menunjukkan bahwa soal berbasis dimensi pengetahuan metakognitif yang dikembangkan layak digunakan sebagai evaluasi atau penilaian hasil belajar peserta didik.
Analisis Proses Pembelajaran dalam Jaringan (DARING) Masa Pandemi Covid- 19 Pada Guru Sekolah Dasar
Putria, Hilna;
Maula, Luthfi Hamdani;
Uswatun, Din Azwar
Jurnal Basicedu Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i4.460
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran dalam jaringan (daring), faktor-faktor pendukung serta faktor-faktor penghambat guru dalam melaksanakan pembelajaran daring di masa pandemi covid-19. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Baros Kencana CBM Kota Sukabumi yang terhitung pada bulan April hingga Juli. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode kualitatif deskriptif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru sekolah dasar di SDN Baros Kencana CBM. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket terbuka, wawancara semi terstruktur, dokumentasi dan catatan lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah pandemi covid-19 membawa dampak yang sangat besar terhadap proses pembelajaran, pembelajaran yang biasanya dilaksanakan secara langsung kini dialihkan menjadi pembelajaran daring. Peserta didik merasa jenuh dan bosan selama melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran daring yang dilakukan untuk anak usia sekolah dasar dirasa kurang efektif. Ada beberapa faktor pendukung guru dalam proses pembelajaran daring yaitu ketersediannya handphone, kuota dan jaringan internet yang stabil. Selain adanya faktor yang mendukung dalam pembelajaran daring terdapat juga beberapa faktor penghambat guru dalam pembelajaran daring. Faktor penghambat tersebut diantaranya adalah belum semua peserta didik memiliki handphone dan masih banyak orang tua sibuk bekerja.Â