Claim Missing Document
Check
Articles

Seleksi genotipe-genotipe kedelai mutan berdasarkan ukuran biji dan daya hasil di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat Andrew Yoel; Meddy Rachmadi
Kultivasi Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v19i2.25648

Abstract

Usaha pemuliaan tanaman kedelai saat ini sebagian besar berfokus pada identifikasi genotipe dengan hasil biji yang tinggi dan ukuran biji besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kultivar kedelai dan kedelai mutan untuk daya hasil tinggi dan ukuran biji besar. Penelitian ini dilaksanakan dari September 2017 sampai Januari 2018 di Kebun percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian UNP AD, Jatinangor , Jawa Barat. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 20 perlakuan dalam 2 ulangan. Perlakuan terdiri dari 19 genotipe dan 1 kultivar cek. Data dianalisis Sidik Ragam dengan Uji F 5%, nilai beda dengan Uji Dunnet 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat genotipe-genotipe yang memiliki daya hasil dan ukuran yang lebih tinggi dari kultivar Arjasari. Genotipe 1.18 ; 1.2 ; 23.1;25.10;25.11;31.4;79.11;79.12;79.13;79.4; 85.4 ; 83.39 ; 85.8 ; 8.4 ; 86.9 ; 81.21 memiliki ukuran panjang biji yang lebih tinggi dari Arjasari. Genotipe 1.18 ; 1.2 ; 23.1 ; 25.10 ; 25.11 ; 31.4 ; 79.11 ; 79.4 ; 85.4 ; 83.39 ; 87.12 memiliki ukuran lebar biji yang lebih tinggi dari Arjasari. Genotipe 1.18 ; 1.2 ; 25.11; 79.11 ; 83.39 memiliki ukuran tebal biji yang lebih tinggi dari Arjasari. Genotipe 25.10 ; 25.11 ; 31.4 ; 79.11 ; 79.12 ; 79.4 ; 85.4 ; 83.39 ; 86.9 memiliki bobot 100 biji yang lebih besar dari Arjasari.
POLA SEGREGASI PEWARISAN KARAKTER BUTIR KAPUR DAN KANDUNGAN AMILOSA BERAS PADA GENERASI F2 BEBERAPA HASIL PERSILANGAN PADI (Oryza sativa L.) Nono Carsono; Ranggi Eldikara; Santika Sari; Farida Damayanti; Meddy Rachmadi
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.889 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n2.9156

Abstract

Mutu beras merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat penerimaan konsumen terhadap suatu varietas. Persilangan dan seleksi merupakan salah satu kegiatan pemuliaan tanaman untuk merakit tanaman guna memperolah genotip padi yang memiliki kualitas beras tinggi. Untuk menentukan metode seleksi mana yang paling efektif untuk suatu karakter, terutama mutu beras perlu adanya informasi bagaimana karakter tersebut dikendalikan dan diwariskan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi pola pewarisan beberapa karakter mutu beras, antara lain butir kapur, dan kandungan amilosa. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai September 2012 di Laboratorium Analisis Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu 300 butir beras F2 hasil persilangan Ciherang x Pandanwangi, Pandanwangi x Ciherang, Ciherang x Basmati, dan Basmati x Ciherang. Sedangkan untuk masing-masing tetua digunakan Ciherang, Pandanwangi, dan Basmati. Sebanyak 20 butir beras digunakan untuk pengujian karakterbutir kapur dan 5 butir beras untuk pengujian kandungan amilosa. Berdasarkan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov sebaran data untuk karakter bentuk beras kedua seri persilangan, sedangkan uji segregasi menggunakan metode Chi-kuadrat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakter butir kapur dan kandungan amilosa diwariskan secara simplegenic, sehingga proses seleksi dapat dilakukan pada generasi awal, khususnya pada hasil persilangan Ciherang x Pandanwangi dan Pandanwangi x Ciherang, sedangkan untuk persilangan Ciherang x Basmati dan Basmati x Ciherang, kedua karakter diwariskan secara kuantitatif. Latar belakang genetik tetua menentukan pola pewarisan karakter kandungan amilosa.
Pola Hubungan Nutrisi Tajuk, Morfologi Tajuk, Komponen Tandan dan Komponen Hasil Kelapa Sawit pada Lahan Gambut di Kalimantan Tengah Saiful Afif Almatholib; Cucu Suherman; Meddy Rachmadi
Agrikultura Vol 28, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.529 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i1.12291

Abstract

ABSTRACTRelationship models of canopy nutrition, canopy morphology, bunch and yield components of oil palm on peat soil in Central KalimantanThe study was conducted in oil palm plantations with ten years old plant samples, located in Rungun Estate, Kotawaringin Barat, Central Kalimantan, Indonesia. The aim of this study was to determine several factors that affect the variables of canopy nutrition, canopy morphology, bunch and yield components in oil palm and also to determine the relationship between those variables. Observations were conducted on 40 oil palm plant samples at Histosols soil. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with the Smart PLS 3.0 software. The results showed that some factors of leaf Ca, rachis Ca, leaf B and leaf Cu affected canopy nutrition variable, number and length of leaflet affected the canopy morphology, while fruit set, stalk weight and stalk thickness for bunch component variable. The obtained relationship model was yield component affected by canopy nutrition through canopy morphology and bunch component.Keywords: Oil palm, Histosols soil, Relationship model, Plant componentABSTRAKPenelitian dilakukan di perkebunan kelapa sawit dengan tanaman berumur sepuluh tahun yang berlokasi di Rungun Estate, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh faktor-faktor yang memengaruhi variabel nutrisi tajuk, morfologi tajuk, komponen tandan, dan komponen hasil kelapa sawit serta memperoleh pola hubungan antar variabel tersebut pada tanah Histosols. Hasil penelitian ini digunakan sebagai dasar analisis faktor pembatas produksi sesuai dengan jenis tanahnya. Pengamatan dilakukan pada kelompok tanaman yang berjumlah 40 tanaman di tanah gambut (Histosols). Data dianalisis menggunakan model persamaan struktural (Structural Equation Model) dengan software Smart PLS 3.0. Faktor-faktor yang memengaruh variabel berupa Ca daun, Ca rachis, B daun, dan Cu daun (pada nutrisi tajuk), fruit set, tebal bonggol, dan lebar bonggol (komponen tandan), jumlah anak daun dan panjang anak daun (morfologi tajuk). Pola hubungan yang diperoleh adalah komponen hasil dipengaruhi nutrisi tajuk melalui morfologi tajuk dan komponen tandan.Kata Kunci: Kelapa sawit, Pola hubungan, Komponen tanaman
Penampilan 15 Genotipe Kedelai Hitam (Glycine soja (L.) Merr) pada Pertanaman Tumpangsari 2:1 dengan Jagung M. Khais Prayoga; Meddy Rachmadi; Noladhi Wicaksana
Agrikultura Vol 27, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.403 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i2.9988

Abstract

ABSTRAKPeningkatan minat petani untuk menanam kedelai dapat dilakukan melalui sistem tanam tumpangsari kedelai dengan jagung untuk mengurangi kemungkinan kerugian akibat gagal panen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagimana penampilan karakter daya hasil 15 genotipe kedelai hitam pada pertanaman tumpangsari pola 2:1 dengan jagung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 15 genotip kedelai hitam sebagai perlakuan yang diulang sebanyak dua kali. Percobaan disusun dalam pertanaman 2:1 (dua baris kedelai dan satu baris jagung). Pengamatan dilakukan terhadap karakter daya hasil yaitu jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji per tanaman, dan bobot biji per baris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe-genotipe yang lebih unggul dibandingkan dengan kultivar Cikuray dan Malika adalah BTN 1, BTN 2, BTN 5, dan CK 5 pada karakter jumlah biji per tanaman, genotipe CK 15 pada karakter jumlah polong per tanaman, genotipe SM 2 pada karakter jumlah polong per tanaman dan jumlah biji per tanaman, serta genotipe CK 0, KA 6, dan KA 7 pada karakter jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman dan bobot biji per baris.Kata Kunci: Kedelai hitam, Tumpangsari, Daya hasil
KEKERABATAN 22 KLON BAWANG MERAH BERDASARKAN MARKA MIKROSATELIT (Genetic Relationship off 22 Shallot Clones Base on Microsatelit Marker) Joko Pinilih; Meddy Rachmadi; Murdaningsih HK; Warid Ali Qosim
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7656.071 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i3.15057

Abstract

AbstrakBawang merah merupakan komoditas sayuran penting di Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari hubungan kekerabatan 22 klon bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Balai Besar Penelitian Biteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian di Bogor. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat  kemiripan genetik (genetic  similarity)  dari 22 genotipe yang  diuji  berkisar  antara  0,75  –  0,99,  hal ini  berarti   diantara  ke-22  genotipe   mempunyai  kekerabatan yang  dekat.AbstractShallot is important vegetable crops in Indonesia. The aim of research to study genetic relationship of 22 clones shallot with microsatellite molecular markers. Research was conducted at the Research Institute Biotechnology and Agricultural Genetic Resources in Bogor. The study was conducted in October to December, 2013. The results of research showed the genetic similarity of 22 genotypes were closely relationship obout  0.75 to 0.99.
PARAMETER GENETIK DAN KORELASI GENOTIPIK KARAKTER BATANG DENGAN TOLERANSI KEREBAHAN 26 GENOTIP SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) Anas Anas; Meddy Rachmadi; Setiawan Setiawan; Mansyur Mansyur
Indonesian Journal of Applied Sciences Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4811.705 KB) | DOI: 10.24198/ijas.v5i1.16655

Abstract

AbstractInformation of genetic variability and heritability of sorghum stem are very important for lodging-tolerant breeding program. Genotypic correlation of stem morphological character to lodging tolerance is very useful in selection program. The objectives of this experiment were to observe variability and heritability of stem character and to determine stem character that correlate with lodging tolerance. Field experiment was carried out in experimental station of Agriculture Faculty Universitas Padjadjaran. The results showed that all stem characters showed wide genetic variability except stem density and stem diameter. Low and medium heritability were showed also by stem density and stem diameter. Other stem characters showed high estimation of heritability value. Stem elasticity and number of inter-node showed negative correlation to oblique angles of stem. Other stem characters had no correlation with lodging tolerance.Keywords: genotypic correlation, heritability, lodging, sorghum, variability
Ketahanan 20 Genotip Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Terhadap Antraknos (Colletotrichum spp.) Pada Pertanaman Tumpangsari dengan Singkong Intan Pratiwi Y.B.S.; Winny Dewi W.; Meddy Rachmadi; Neni Rostini; R. Setiamihardja
Zuriat Vol 17, No 2 (2006)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v17i2.6749

Abstract

Pengujian ketahanan 20 genotip cabai merah terhadap penyakit Antraknos pada pertanaman tumpang sari dengan singkong telah dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Fitopatologi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dari bulan Februari 2005 sampai Mei 2005. Penelitian bertujuan untuk memperoleh genotip cabai merah yang memiliki ketahanan terhadap Antraknos dan penampilan hasil tinggi pada lingkungan pertanaman tumpangsari cabai merah singkong yang diperlakukan dengan defoliasi dan tanpa defoliasi. Percobaan disusun berdasarkan rancangan petak terbagi dengan 20 genotip cabai merah ditempatkan dalam anak petak dan pertanaman tumpangsari dengan defoliasi dan tanpa defoliasi singkong ditempatkan dalam petak utama. Percobaan laboratorium disusun berdasarkan rancangan acak lengkap dengan 20 genotip cabai merah sebagai perlakuan. Hasil percobaan menunjukkan genotip RMCK II, RM08 X KRTRM, MuKRT, KRTSHATOL, MuRS 07, KRT II, RM08 IIA, Laris, Lado, CRMGT, KRTRM, UPG IIB, Prabu, Kresna, dan Gada lebih tahan terhadap Antraknos baik pada pertanaman tumpangsari dengan defoliasi dan tanpa defoliasi singkong, serta defoliasi singkong memberikan perubahan yang nyata terhadap ketahanan Antraknos, penampilan komponen hasil, serta karakter hasil 20 genotip cabai merah dibandingkan dengan pertanaman tunggalnya. Berdasarkan uji-LSInya genotip UPG IIB menunjukkan penampilan komponen hasil, serta karakter hasil yang baik pada pertanaman tumpangsari dengan defoliasi dan tanpa defoliasi singkong. Berdasarkan analisis perubahan penampilannya genotip KRT II memiliki toleransi yang baik pada lingkungan pertanaman tumpangsari dengan defoliasi singkong untuk karakter jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman. Tidak terdapat genotip yang memiliki nilai Kesetaraan Lahan lebih besar dibandingkan genotip Taro dan Tit Super, dan genotip Gada memiliki nilai Rasio Kompetisi lebih besar dibandingkan Tit Super.
Principal Component Analysis (PCA) Karakter-karakter Umbi Wortel (Daucus carota L.) Varietas Lokal Asal Sibayak Al Findy Yuhibba Fitriah; Meddy Rachmadi; Nono Carsono
Zuriat Vol 29, No 2 (2018): Zuriat Vol. 29 No. 2 (Desember 2018)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v29i2.19803

Abstract

Wortel merupakan salah satu tanaman sayuran yang populer dengan berbagai manfaat. Permintaan wortel dengan kualitas yang baik semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Varietas lokal Sibayak memiliki banyak keunggulan dengan beberapa karakter yang tidak diterima pasar modern.Upaya peningkatan kualitas wortel telah dilakukan dengan metode seleksi. Pada proses seleksi, banyak karakter yang harus diamati untuk efektifitas seleksi. Principal Component Analysis (PCA) dapat mengurangi sejumlah karakter. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi karakter penting yang dapat dijadikan sebagai karakter penciri wortel asal Sibayak berdasarka Principal Component Analysis (PCA). PCA memperoleh empat variabel baru berupa PC yang menggambarkan variasi populasi wortel lokal Sibayak. Keempat PC tersebut terdiri dari karakter panjang umbi, bobot umbi, tipe umbi, diameter umbi bawah dan warna umbi. Variabel baru yang terbentuk mampu menjelaskan 72,376% variasi total pada populasi wortel lokal Sibayak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa efektifitas seleksi dapat dicapai dengan menseleksi karakter panjang umbi, bobot umbi, tipe umbi, diameter umbi bawah dan warna umbi.
Evaluasi Ukuran dan Bentuk Biji Genotip-genotip Mutan Kedelai Generasi M4 Elfan Waisimon; Noladhi Wicaksana; Anas Anas; Meddy Rachmadi
Zuriat Vol 30, No 1 (2019): Latest Issue (April 2019)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.077 KB) | DOI: 10.24198/zuriat.v30i1.22935

Abstract

Soybean was one of the most important crop plants in Indonesia, but the need has not been fulfilled yet because its productivity was low. This study aims to obtain genotypes of M4 soybean mutant generation based on phenotypic characters of seed size and seed shape. The experiment was carried out in the experimental methods without spatial design, used 19 soybean mutant genotypes on M4 generation and Arjasari variety as a control. Eight characters of seed size (seed length, seed thickness, seed width, seed dimension, and 100 seed weight) and seed shape (seed length–thickness ratio, seed length-width ratio, and seed thickness–width ratio) have observed. Data analyzed with F-test, z-test, cluster analysis, and correlation analysis. The results showed that the seed size and seed shape characters had narrow intrapopulation variations. Eight genotypes of soybean mutants, namely MRAR 14-11-17-5, MRAR 15-17-31-11, MRAR 26-6-21-8, MRAR 29-12-26-11, MRAR 29-15-33 -7, MRAR 29-15-36-4, MRAR 29-15-36-8, and MRAR 29-15-30-10, have more significant seed size characters compared to Arjasari varieties. The MRAR genotypes 15-17-31-11 and MRAR 29-12-27-8 have a more rounded seed shape than the Arjasari variety. The seed size and seed shape characters correlated very strongly with each other. Seed size characters do not associate with seed shape characters.
Variasi Genetik dan Heritabilitas Komponen Hasil dan Hasil Galur Harapan Kedelai Meddy Rachmadi; Nani Hermiati; Achmad Baihaki; Ridwan Setiamiharja
Zuriat Vol 1, No 1 (1990)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v1i1.6602

Abstract

Penelitian ini merupakan pengujian terhadap genotipe-genotipe galur harapan kedelai pada lingkungan tumbuh Cigadung-Kuningan dengan tujuan mendapatkan informasi mengenai variasi genetik dan heritabilitas beberapa sifat komponen hasil dan hasil galur-galur harapan kedelai. Penelitian dilakukan pada musim tanam 1986 dari bulan Juli hingga Oktober, di Kebun Percobaan Cigadung-Kuningan Balai Penelitian Tanaman Pangan, dalam Rancangan Acak Kelompok yang diulang empat kali. Tujuh sifat komponen hasil dan satu sifat hasil dievaluasi. Perhitungan dilanjutkan untuk menilai besarnya variasi genetik, variasi fenotipik dan heritabilitas dalam arti luas. Variasi genetik yang diamati memperlihatkan kisaran yang cukup luas, yaitu untuk jumlah polong per buku subur, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji per tanaman dan hasil biji per plot.  Nilai duga heritabilitas (dalam arti luas) untuk semua sifat yang diamati, pada umumnya bernilai tinggi, kecuali untuk sifat hasil biji per plot.
Co-Authors Abid Ubaidillah Acep Atma Wijaya, Acep Atma Achmad Baihaki Ade Ismail Ade Ismail Adi R. H. Oksifa Agung Karuniawan Ahmad Dadang Al Findy Yuhibba Fitriah ALFRED P. MANAMBANGTUA Anas Anas Anas Anas Anas Anas, Anas Anas Zubair, Anas Andrew Yoel Andrew Yoel Anne Nuraeni Anne Nuraeni ANNE NURAINI Anni Yuniarti Budi Santosa Cucu Suherman DADANG, AHMAD Dedi Djuliansah, Dedi Dedi Ruswandi Denny Sobardini Sobarna Dewi Yustisiani Dika Supyandi DONATA S. PANDIN Eddy Renaldy Eldikara, Ranggi Elfan Waisimon Eliana Wulandari Emma Trinurani Sofyan Erni Suminar Fadhilah, Rifat Farida Damayanti Fiky Yulianto Wicaksono Hana D Rahayu Ibnu Haikal Ihsanudin Nuri Indrawibawa, Diky Intan Pratiwi Y.B.S. Jajang Sauman i Hamdan Joko Pinilih Joko Prasetiyono M. Khais Prayoga MANAMBANGTUA, ALFRED P. Mansyur Mansyur Moh Ali Abdullah Mubarok, Zakka Tafwidh Muhamad Kadapi Muhamad kadapi, Muhamad Muhammad Kadapi Murdaningsih H. K., Murdaningsih H. Murdaningsih HK Nani Hermiati Neni Rostini Nenny Nurlaeny Ningtias, Utarie Ayu Noladhi Wicaksana Nono Carsono Nono Carsono Nono Carsono Odim, Cecep PANDIN, DONATA S. PRASETIYONO, JOKO Priando, Wan Priyanto, Slamet Bambang Pujawati Suryatmana R. Setiamihardja Ranggi Eldikara Rara Rahmantika Risanti Reginawanti Hindersah Rian Kurnia Ridwan Setiamiharja Rija Sudirja Rodiah, S Romi Zamhir Islami Rosiman Rosiman S Rodiah Saiful Afif Almatholib Santika Sari Santosa, Budi Sari, Santika Sayid Nurahman, Ivan Setiawan . SETIAWAN, IWAN Sidik, Ramdani Sitanawati, Yuli Siti Rodiah Slamet Bambang Priyanto Sobir Sobir Sosiawan Nusifera Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi SUMADI SUMADI Suseno Amien Tati Nurmala Tati Nurmala Tati Nurmala Tridakusumah, Achmad Choibar Trisna Insan Noor Veithzal Rivai Zainal Wan Priando Wan Priando Tampoma Wan Priando Tampoma Wan Priando Tampoma, Wan Priando WARID ALI QOSIM Wibawa, Diky Indra Winny Dewi W. Yayat Sukayat Yosini Deliana Yosini Deliana Yosini Deliana Yuliati Mahfud Yuyun Yuwariah Zulfatunnisa Zulfatunnisa