Claim Missing Document
Check
Articles

PERUBAHAN BENTUK DAN UKURAN BENIH DUA KULTIVAR KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) DI JATINANGOR DAN CIKAJANG Siti Rodiah; Zulfatunnisa Zulfatunnisa; Sumadi Sumadi; Anne Nuraini; Meddy Rachmadi; Noladhi Wicaksana; Muhammad Kadapi
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.659 KB) | DOI: 10.35138/paspalum.v5i1.31

Abstract

The variation of the seed size in each species and individuals might be from of difference species adaptation for  a difference environment. This difference may also arise from the constraints of limited formation of seed size. The use of adaptive ciltivars on the growth environment is very influential on the succes in the farm field. This research was aimed to find the adaptation of phase and size seed of two cultivars of soybeans in Jatinangor and Cikajang. This research was held in Jatinangor (Sumedang regency) and Cikajang (Garut regency) from April to July 2016. The design that used in this research was Randomized Block Design (RBD) and Duncan at 5% rate. Improved cultivars that tested in this research were placed at Grobogan and Anjasmoro which were repeated 5 times. The results of experiment showed that adaptation of size seed showed of 100 grains and large seeds. The low temperature condition can increase of variability of seed size. Heterogeneity of environment can not sustain the size of soybean seed. Genetic and environment factors influence significantly for weight of 100 grains and seed size Grobogan in Jatinangor. The weight of 100 grains Grobogan in Jatinangor and Cikajang haved a greater than Anjasmoro. Environmental factors influence yield of soybean, weight of 100 grains of cultivars in Cikajang haved a greater than Jatinangor caused by the seed size.
Morphological characteristics and yield performance of mutant soybean [Glycine max (L.) Merr.] M6 genotypes in Jatinangor, Sumedang, West Java Andrew Yoel; Meddy Rachmadi
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5, No 3 (2020): December
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.54104

Abstract

Current breeding efforts in soybean largely focus on identifying genotypes with high seed yield and large seed size. Our study applied a mutation using 250 Gy Gamma-Ray Irradiation to soybean cv. Anjasari. The variability in the M1 generation was identified, and the planting was continued to M2 M3, M4, M5 until M6 generation. The objectives of this research were to evaluate mutant lines exhibiting a good performance in yield and morphological characteristics that can support the yield component in M6 generation. This research was conducted from January 2019 to May 2019 at Ciparanje Experiment Station, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, West Java. The experiment was arranged in a Randomized Completely Block Design with fifteen mutant soybean genotypes as treatments with two replications within each treatment. The results showed several genotypes produced higher yield and better agro-morphological characteristics. The genotypes MR-33, MR-4A, and MR-2A showed significantly higher number of total pods per plant. Meanwhile, the genotypes MR-35A, MR-37, MR-23, MR-36A, MR-3A, MR-29A MR-34A, MR-4A, MR-17, and MR-5A showed a higher value in weight of 100 seeds. The highest yield was observed in MR-29A and MR-23, which then will be used as the genotypes for multilocation test for stability.
Stabilitas Hasil Calon Varietas Jagung Hibrida Toleran Nitrogen Rendah: Stabilitas Hasil Calon Varietas Jagung Hibrida Toleran Nitrogen Rendah Slamet Bambang Priyanto; Noladhi Wicaksana; Meddy Rachmadi
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 5 No 1 (2021): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.344 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v5i1.203

Abstract

The improvement of low nitrogen tolerant hybrid maize face on genotype x environment the genotype x environment interaction caused a genotype unable to maintain its appearance under suboptimal conditions. it caused the breeders difficult to choose varieties that are stable at optimal and suboptimal conditions. The using of simultaneous stability analysis methods can provide more authentic stability information. This study aims to 1) determine the yield stability of the promising low N tolerance hybrid maize varieties, 2) to obtain varieties that have high yield and stability and under optimal and sub-optimal conditions. This research was conducted at Bajeng Experimental farm, Gowa, South Sulawesi. The research was arranged in a split-plot design with two replications. Three levels of fertilizer N (N0 = 0 kg N ha-1, N1 = 100 kg N ha-1 and N2 = 200 kg N ha-1) as the main plot and 39 genotypes of maize (36 hybrids resulting from crosses of low N and 3 checks varieties Nasa 29, Bisi 18 and Jakorin 1) as the subplot. The variable measured was grain yield. The yield stability analyses were performed by Francis and Kannenberg, Finlay and Wilkinson, Eberhart and Russel, and GGE Biplot methods. The results showed that there were no genotypes stable in overall the four methods, but three genotypes considered as stable genotype based on two methods. H5, H6 and H15 genotype were the genotypes with high stability and high yield. The three genotypes had the opportunity to be released as a low Nitrogen tolerant maize hybrid.
Eksplorasi dan Karakterisasi Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.) Kultivar Lokal di Kabupaten Poso Wan Priando Tampoma; Tati Nurmala; Meddy Rachmadi
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.755 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i2.1176

Abstract

Padi merupakan tanaman pangan yang sangat memiliki peran penting dan merupakan makanan pokok hampir 90% manusia. Padi kultivar lokal memiliki produksi yang rendah, namun memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan varietas modern.Kultivar lokal memiliki banyak jenis yang dikembangkan oleh petani.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan mengkarakterisasi tanaman padi sawah (Oryza sativa L.) kultivar lokal di Kabupaten Poso.Penelitian dilakukan dalam dua tahap.Tahap pertama merupakan kegiatan ekplrasi dan tahap kedua merupakan tahap karakterisasi.hasil karakterisasi dilakukan analisis hubungan kekerabatan antar karakter morfologi dan agronomi dengan menggunakan program NTSYSpc 2.02 for Windows. Hasil eksplorasi kultivar lokal padi sawah di Kabupaten Poso menunjukkan terdapat 11 kultivar lokal yang menyebar 12 kecamatan. Hasil analisis dendogram berdasarkan karakter yang diamati bahwa kemiripan genetik 11 kultivar lokal padi sawah terbagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok A pada kemiripan genetik 45% (0,45), kelompok B pada kemiripan genetik 36% (0,36) dan kelompok C pada kemiripan 10% (0,10).Kata kunci :Kultivar lokal, eksplorasi, karakterisasi
Seleksi Jagung Hibrida Pada Sistim Tumpang Sari dengan Kedelai Berdasarkan Karakter Morfo-agronomi dengan GYT Analysis Moh Ali Abdullah; Meddy Rachmadi; Yuyun Yuwariah; Ade Ismail; Noladhi Wicaksana; Dedi Ruswandi
Zuriat Vol 34, No 1 (2023): Mei, 2023
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v34i1.46669

Abstract

Kebutuhan jagung nasional cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya seiring semakin menurunnya luas lahan pertanian. Tumpang sari dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produksi jagung dalam efisiensi penggunaan lahan pertanian yang semakin berkurang. Varietas toleran tumpang sari dapat dihasilkan melalui penggunaan plasma nutfah yang memiliki variabilitas dan heritabilitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui informasi mengenai parameter genetik serta hibrida jagung toleran terhadap penanaman tumpang sari dan berdaya hasil tinggi. Metode penelitian yang digunakan yaitu rancangan petak terbagi (Split Plot Design). Petak utama yaitu pola tanam yang terdiri dari tiga taraf yakni jagung tunggal, tumpang sari dengan kedelai dan tumpang sari dengan ubi jalar, sedangkan anak petak yaitu genotipe terdiri dari 20 genotipe Jagung Hibrida Padjadjaran dan 4 varietas cek. Analisis data penelitian menggunakan analisis Genotype by Yield*Trait (GYT) Biplot. Hasil penelitian berdasarkan GYT biplot menunjukkan genotipe dengan nilai terbaik pada tumpang sari jagung+kedelai adalah H13, H10, C2, H1 dan H8.
Pengaruh Metode Aplikasi Azotobacter terhadap Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merill) di Lahan Kering Reginawanti Hindersah; Rara Rahmantika Risanti; Ibnu Haikal; Yuliati Mahfud; Nenny Nurlaeny; Meddy Rachmadi
Agric Vol. 31 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2019.v31.i2.p136-145

Abstract

Pupuk hayati dengan bahan aktif rizobakteri Azotobacter mampu meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui fiksasi nitrogen dan produksi fitohormon. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan respons tanaman serkedelai (Glycine max (L.) Merill) di lahan kering setelah aplikasi beberapa metode inokulasi Azotobacter. Percobaan lapangan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diuji adalah inokulasi benih, inokulasi melalui tanah sebelum tanam, inokulasi melalui tanah setelah tanam dan inokulasi melalui tajuk tanaman. Pertamanan dengan inokulasi Azotobacter diberi pupuk urea 50 % dari dosis rekomendasi sedangkan tanaman kontrol mendapatkan urea dosis rekomendasi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa seluruh metode aplikasi tidak mempengaruhi produksi kedelai, jumlah nodula, populasi Azotobacter di rizosfer dan N total tanah; tetapi aplikasi Azotobacter sp melalui daun meningkatan serapan N dan bobot 100 biji kedelai.
Pendugaan Parameter Genetik Karakter Komponen Hasil dan Hasil Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) di Jatinangor Qosim, Warid Ali; Ningtias, Utarie Ayu; Zubair, Anas; Damayanti, Farida; Wicaksono, Fiky Yulianto; Rachmadi, Meddy; Amien, Suseno
Zuriat Vol 34, No 2 (2023): September, 2023
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v34i2.49820

Abstract

Hanjeli merupakan tanaman serealia yang potensial dikembangkan sebagai sumber pangan alternatif. Keberhasilan proses seleksi diperlukan untuk memperoleh varietas hanjeli berdaya hasil tinggi. Evaluasi karakter komponen hasil dan hasil pada tanaman hanjeli dapat diketahui melalui pendugaan parameter genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai variabilitas genetik, heritabilitas, serta korelasi antar karakter komponen hasil dan hasil. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, pada bulan Maret sampai bulan Agustus tahun 2022. Perlakuan terdiri dari 21 genotipe hanjeli dan tiga genotipe cek yang disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai variabilitas genetik sempit pada karakter yang diamati kecuali jumlah biji pertanaman dan umur panen. Nilai heritabilitas menunjukkan kategori sedang dan rendah. Nilai heritabilitas sedang terdapat pada karakter tinggi tanaman, berat 100 biji, jumlah biji pertanaman, umur berbunga dan umur panen. Karakter bobot biji pertanaman berkorelasi positif nyata dengan jumlah biji pertanaman dan hasil panen perhektar. Karakter tinggi tanaman berkorelasi positif nyata dengan jumlah srisip, jumlah ruas, diameter batang dan umur berbunga. Karakter diameter batang berkorelasi positif nyata dengan jumlah daun. Korelasi negatif terdapat pada karakter jumlah biji per tanaman dengan bobot 100 biji. Karakter jumlah biji pertanaman dapat digunakan sebagai kriteria seleksi karena memiliki variabilitas genetik yang luas serta berkorelasi nyata positif dengan hasil panen.
The effect of various doses of gamma ray irradiation on growth and chlorophyll changes of three adlay genotypes Qosim, Warid Ali; Anas, Anas; Amien, Suseno; Rachmadi, Meddy; Ramdani, Sidik; Islami, Romi Zamhir
Kultivasi Vol 23, No 2 (2024): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v23i2.55619

Abstract

Adlay has great potential to be developed into an alternative food source in Indonesia because it contains carbohydrates and high fat. The aim was to effect of various doses of gamma-ray irradiation on growth,chlorophyll changes, and determination of lethal dose (LD50) three adlay genotypes in M1 generation. This study was conducted by using the experimental quantitative method without design. The material used consists of three adlay genotypes, including genotypes #28, #37, and #38. The seeds were treated with 0 Gy (control), 100 Gy, 200 Gy, 300 Gy, 400 Gy, and 500 Gy doses of gamma-ray irradiation by the Research Center for Radiation Process Technology, the National Research and Innovation Agency using Gamma Cell 220. The research was conducted at the Faculty of Agriculture Experimental Station, Universitas Padjadjaran, from December 2017 to July 2018. The  LD50 was calculated by the curve-fitting analysis program based on characters of survival percentage, height seedling, root length, and appearance of leaf chlorophyll change in the three adlay genotypes. The results showed that the treatment of gamma-ray irradiation gave a diverse response to characters of survival percentage, height seedling and rooting length of the three adlay genotypes. There were LD50 for each genotype, 346 Gy for genotype #28, 381 Gy for genotype #37, and 371 Gy for genotype #38. The optimum dose of gamma-ray irradiation for the three adlay genotypes was 300 Gy. The appearance of chlorophyll change leaf the three adlay genotypes caused by gamma ray irradiation treatments with doses of 100 - 500 Gy were able to produce variation in the spectrum and frequency of different chlorophyll change in the M1 generation, the irradiation treatment of 400 Gy dose was able to make the highest frequency of chlorophyll mutations with a total frequency of 46.28%. Meanwhile, the gamma-ray irradiation treatment of 300 Gy produced the broadest chlorophyll mutant spectrum with 6 types of chlorophyll change consisting of tigrina, striata, viridis, variegata, maculata and albina green.
Induksi Perakaran dan Aklimatisasi pada Mutan Manggis (Garcinia mangostana L.) Qosim, Warid Ali; Zubair, Anas; Rachmadi, Meddy; Amien, Suseno
Zuriat Vol 35, No 2 (2024): September, 2024
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v35i2.58452

Abstract

Tujuan penelitian induksi perakaran dan aklimatisasi planlet manggis yang dapat digunakan dalam pengembangkan (pemuliaan tanaman) tanaman manggis in vitro dan perbanyakan tanaman. Penelitian dirancang dalam dua eksperimen, yaitu: (1) induksi perakaran dengan berbagai konsentrasi IBA, (2) komposisi media tanam untuk aklimatisasi mutan manggis. Percobaan 1. Planlet mutan manggis berasal dari perlakuan etil metan sulfonat (EMS) tersebut ditransfer ke medium perakaran, yaitu medium WPM yang berisi 3 % sukrosa dan 8 % agar.  Perlakuan perakaran adalah konsentrasi IBA yaitu: 0 mg/l (MS0/kontrol); 1.0 mg/l; 2.5 mg/l; 5.0 mg/l; 7.5 mg/l; 10 mg/l IBA. Percobaan ditata dalam RAL (rancangan acak lengkap)  terdiri dari  enam perlakuan IBA,  masing-masing perlakuan diulang 15 kali (botol), setiap botol kultur terdiri dari satu planlet mutan.  Kultur dipelihara pada ruang kultur dengan penyinaran 16 jam terang pada suhu 22 oC. Subkultur dilakukan setiap empat minggu. Pengamatan dilakukan terhadap kultur yang memunculkan akar, jumlah akar, dan panjang akar. Percobaan 2; media aklimatisasi planlet mutan manggis dilakukan dengan menggunakan media arang sekam, pakis dan kascing.  Media tanam aklimatisasi ditempatkan pada gelas plastik. Setiap perlakuan media aklimatisasi terdiri dari sepuluh tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi IBA dapat berpengaruh terhadap induksi perakaran pada mutan manggis. Konsentrasi IBA optimum untuk induksi perakaran pada planlet mutan manggis adalah 7.5 mg/l berdasarkan karakter persentase planlet membentuk akar, jumlah akar dan panjang akar. Media tanam untuk aklimatisasi planlet mutan manggis dapat berpengaruh terhadap pertambahan tinggi tanaman dan panjang akar. Media yang cocok untuk aklimatisasi planlet mutan manggis adalah medium kascing.
Kandungan B-Total Tanah, Serapan B, dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Akibat Pemberian Pupuk Boron dan N, P, K pada Inceptisols Jatinangor Mubarok, Zakka Tafwidh; Sofyan, Emma Trinurani; Yuniarti, Anni; Sudirja, Rija; Rachmadi, Meddy
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 7, No 2 (2025): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 7 Nomor 2 Februari 2025
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.7.2.2025.18949.112-118

Abstract

a pada Inceptisols adalah rendahnya tingkat kesuburan tanah. Kandungan nutrisi dalam tanah harus sesuai dengan kebutuhan tanaman. Jika terlalu sedikit, tanaman akan mengalami kekurangan, sebaliknya, kelebihan nutrisi menyebabkan tanaman mengalami toksisitas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh aplikasi pupuk Boron dan N, P, K terhadap B-total tanah, penyerapan B, dan hasil bawang merah pada Inceptisols Jatinangor, serta untuk memperoleh dosis perlakuan yang memberikan hasil tertinggi. Penelitian ini dilakukan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang terletak pada ketinggian 794 m di atas permukaan laut. Eksperimen ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Blok (RALB), yang terdiri atas 10 perlakuan dan diulang tiga kali, yaitu Kontrol; N, P, K; ½ Boron + ¾ N, P, K; ¾ Boron + ¾ N, P, K; 1 Boron + ¾ N, P, K; 1½ Boron + ¾ N, P, K; ½ Boron + 1 N, P, K; ¾ Boron + 1 N, P, K; 1 Boron + 1 N, P, K; dan 1½ Boron + 1 N, P, K. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan 1 Boron + 1 N, P, K memberikan efek terbaik dalam meningkatkan B-total tanah, penyerapan B, dan hasil bawang merah (jumlah umbi per tanaman, diameter umbi, berat basah umbi per tanaman, dan berat basah umbi per hektar) dengan hasil masing-masing 801,74 ppm; 0,59 mg per tanaman; 10,7 umbi per tanaman; 43,0 mm; 74,9 g per tanaman; dan 15,11 Mg ha-1 .
Co-Authors Abid Ubaidillah Acep Atma Wijaya, Acep Atma Achmad Baihaki Ade Ismail Ade Ismail Adi R. H. Oksifa Agung Karuniawan Ahmad Dadang Al Findy Yuhibba Fitriah ALFRED P. MANAMBANGTUA Anas Anas Anas Anas Anas Anas, Anas Anas Zubair, Anas Andrew Yoel Andrew Yoel Anne Nuraeni Anne Nuraeni ANNE NURAINI Anni Yuniarti Budi Santosa Cucu Suherman DADANG, AHMAD Dedi Djuliansah, Dedi Dedi Ruswandi Denny Sobardini Sobarna Dewi Yustisiani Dika Supyandi DONATA S. PANDIN Eddy Renaldy Eldikara, Ranggi Elfan Waisimon Eliana Wulandari Emma Trinurani Sofyan Erni Suminar Fadhilah, Rifat Farida Damayanti Fiky Yulianto Wicaksono Hana D Rahayu Ibnu Haikal Ihsanudin Nuri Indrawibawa, Diky Intan Pratiwi Y.B.S. Jajang Sauman i Hamdan Joko Pinilih Joko Prasetiyono M. Khais Prayoga MANAMBANGTUA, ALFRED P. Mansyur Mansyur Moh Ali Abdullah Mubarok, Zakka Tafwidh Muhamad Kadapi Muhamad kadapi, Muhamad Muhammad Kadapi Murdaningsih H. K., Murdaningsih H. Murdaningsih HK Nani Hermiati Neni Rostini Nenny Nurlaeny Ningtias, Utarie Ayu Noladhi Wicaksana Nono Carsono Nono Carsono Nono Carsono Odim, Cecep PANDIN, DONATA S. PRASETIYONO, JOKO Priando, Wan Priyanto, Slamet Bambang Pujawati Suryatmana R. Setiamihardja Ranggi Eldikara Rara Rahmantika Risanti Reginawanti Hindersah Rian Kurnia Ridwan Setiamiharja Rija Sudirja Rodiah, S Romi Zamhir Islami Rosiman Rosiman S Rodiah Saiful Afif Almatholib Santika Sari Santosa, Budi Sari, Santika Sayid Nurahman, Ivan Setiawan . SETIAWAN, IWAN Sidik, Ramdani Sitanawati, Yuli Siti Rodiah Slamet Bambang Priyanto Sobir Sobir Sosiawan Nusifera SUMADI SUMADI Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi Suseno Amien Tati Nurmala Tati Nurmala Tati Nurmala Tridakusumah, Achmad Choibar Trisna Insan Noor Veithzal Rivai Zainal Wan Priando Wan Priando Tampoma Wan Priando Tampoma Wan Priando Tampoma, Wan Priando WARID ALI QOSIM Wibawa, Diky Indra Winny Dewi W. Yayat Sukayat Yosini Deliana Yosini Deliana Yosini Deliana Yuliati Mahfud Yuyun Yuwariah Zulfatunnisa Zulfatunnisa