Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Efektivitas Pemberian Kinesio Tape Lutut Terhadap Knee Valgus pada Gerak Cutting Atlet Basket Tingkat SMA di Kota Malang Darmawan, Aditya Arma; Tohiroh, Afifah; Ditia, Cevin Risky; Prabowo, Nugroho Ageng; Irawan, Dimas Sondang; Rahim, nita Faradilla
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.5035

Abstract

Latar Belakang: Anterior cruciate ligament (ACL) bertugas sebagai stabilisator persendian lutut, penyebab terbesar cedera ACL disebabkan oleh COD dan cutting manuver karena adanya perubahan kecepatan dan arah yang mendadak saat melakukanya. Selama cutting, wanita menunjukan penurunan sudut fleksi hip, sudut knee valgus lebih besar daripada dengan pria. Hal ini menunjukan bahwa wanita lebih beresiko cedera ACL dibandingkan pria. Kinesio tape memiliki fungsi lain disamping stabilisasi otot dan sendi, yaitu untuk mengurangi nyeri. Tetapi pada saat ini banyak ditemui penggunaan taping pada atlet yang tidak mengalami cedera sehingga hanya menimbulkan efek placebo saja. Tuuan dari penelitian ini mengetahui perbandingan efektivitas kinesio tape terhadap knee valgus pada gerak cutting atlet basket tingkat SMA. Metode Penelitian: Desain penelitian Quasi-Eksperimental menggunakan purposive sampling dengan populasi atlet basket tingkat SMA di Kota Malang.  Parameter yang digunakan dalam penelitian ini Frontal Plane Projection Angle (FPPA) dengan pengukuran 2D menggunakan aplikasi Kinovea untuk menilai derajat knee valgus. Sampel yang diambil sebanyak 22 responden. Uji Analisa data menggunakan uji independent T-test. Hasil Penelitian: berdasarkan uji independent T-test hasil perbandingan derajat knee valgus pada gerak cutting atlet mendapatkan nilai signifikan (2-tailed) > 0,05 pada setiap kelompok. Kesimpulan: tidak ada pengaruh kinesio tape terhadap knee valgus atlet saat melakukan cutting manuver atlet.
The Effectiveness Of Dynamic Stretching And Nordic Hamstring Exercises To Increase Hamstring Muscle Flexibility In FIA UB Futsal Club Players Ahmad Naufal Alifa; Bayu Prastowo; Irawan, Dimas Sondang
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkf.v6i2.2070

Abstract

Hamstring injury is one of most often injury in futsal. Hamstring muscle flexibility is the ability of the muscles in the lower extremities to stretch optimally. Weakness in the hamstring muscles can cause shortening and impaired flexibility which occurs in every human being, so exercises are needed that stretch the shortened muscle tissue and restore flexibility to the hamstring muscles. This research aims to determine the effectiveness of providing dynamic stretching and nordic hamstring and to increase hamstring muscle flexibility in FIA UB futsal club players. The research method used is a type of quasi-experimental research with a two group pre and post test method. The research was conducted at FIA UB on 24 FIA UB fusal players using purposive sampling technique. The sit and reach test was employed as the measurement tool in this study. The analysis used univariate and bivariate using the independent t-test comparison test. The research results show that there is a p value (0.000). The statistical test results show that the results are less than 0.05, indicating that H1 is accepted and H0 is rejected. In conclusion, it can be stated that there is a comparison between before and after being given nordic hamstring intervention training which is more effective than dynamic stretching for increasing hamstring muscle flexibility in FIA UB futsal players.
The Relationship Between Training Frequency and Tennis Elbow Injuries in Tennis Players Felix Nashar Novanto; Anita Faradilla Rahim; Dimas Sondang Irawan
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkf.v7i2.2614

Abstract

Tennis is a sport that uses rackets and can be played by two or four players. Forehand, backhand, and serve shots are some of the methods used to hit the ball while playing tennis. Constantly hitting the ball with a racket can strain the hand, increasing the risk of tennis elbow injury. Because it often affects tennis players, the term “tennis elbow” is used. To succeed and excel, an athlete must exercise and have optimal body shape. A combination of the three elements of exercise duration, frequency, and intensity is necessary to obtain training results. Training methods, specifically training frequency, intensity and duration, have a significant impact on player health. Biomechanical movements and high weekly training frequency make athletes vulnerable to injury, one of the diseases that often affect tennis players is tennis elbow. The purpose of this study was to ascertain the relationship between training frequency and tennis elbow injuries experienced by tennis players. Observational analytic research design and quantitative methods were used in this study. The approach used was cross-sectional research. A purposive sample approach, which considers many factors, was used to select 27 tennis players in Malang City who became the study population. In this study, training frequency is the independent variable and tennis elbow injury is the dependent variable. In this study, Cozen's test and questionnaire were used to evaluate tennis elbow. Using Spearman's test for statistical testing, a P value of 0.381 was found. In this case, the p value was greater than ? (0.05). The conclusion of this study is that there is no relationship between training frequency and tennis elbow injury.
Analisa Kelincahan Penderita Chronic Ankle Instability Pada Pemain Bola Basket Dan Futsal Di Sma Kota Malang Widu, Soleman Hailang; Irawan, Dimas Sondang; Rahmawati, Nurul Aini
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i1.233

Abstract

Chronic ankle instability (CAI) mengacu pada gejala ketidakstabilan dan masalah keseimbangan pergelangan kaki. Gejala-gejala ini dapat terjadi karena penyembuhan yang tidak optimal atau penanganan yang tidak tepat dari cedera pergelangan kaki. Kejadian CAI ini bisa menyebabkan terjadinya cedera berulang akibat kondisi ankle yang lemah sehingga bisa berpengaruh dalam kelincahan pada pemain bola basket dan futsal. Kelincahan adalah kemampuan tubuh dalam mengubah gerakan dengan pada suatu posisi tertentu tanpa kehilangan keseimbangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kelincahan penderita chronic ankle instability pada pemain bola basket dan futsal di SMA Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental yang dibagi menjadi kelompok CAI dan kelompok kontrol, dengan teknik purposive sampling. Pada uji perbandingan Mann Whitney Test didapatkan hasil p-value 0,566 (p > 0,05), hasil ini menunjukkan tidak ada perbedaan kelincahan yang signifikan antara kelompok kontrol dengan CAI. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa analisa kelincahan penderita chronic ankle instability pada pemain basket dan futsal di SMA Kota Malang tidak ada perbedaan yang signifikan. 
Analisa Keseimbangan Statis Penderita Chronic Ankle Instability Pada Pemain Basket dan Futsal SMA di Kota Malang Fadillah, Arvin; Irawan, Dimas Sondang; Rahmanto, Safun
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i1.237

Abstract

Kebanyakan orang sering mengabaikan gejala terkilir pergelangan kaki lateral. Jika hal ini tidak ditangani dengan baik dalam jangka panjang, maka berisiko terjadi ketidakstabilan pergelangan kaki kronis (CAI) yang mengakibatkan seseorang mengalami cedera yang sama secara terus-menerus. Prevalensi kasus ketidakstabilan pergelangan kaki kronis sekitar 25%, sedangkan prevalensi kasus dengan riwayat terkilir pergelangan kaki sekitar 46%. CAI dapat berdampak buruk terhadap stabilitas, seperti keseimbangan statis. Keseimbangan statis merupakan kondisi saat tubuh mempertahankan postur tubuh pada pangkal tumpuan dalam keadaan istirahat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan keseimbangan statis penderita ketidakstabilan pergelangan kaki kronis dan kelompok kontrol pada pemain basket dan futsal SMA di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen 2 kelompok yaitu “kelompok CAI dan kelompok kontrol” dengan teknik purposive sampling dan menggunakan uji perbandingan independent sample T-test. Hasil yang diperoleh dari uji perbandingan sampel uji T dengan nilai p sebesar 0,424 (p > 0,05) yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok CAI. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah analisis keseimbangan statis penderita instabilitas pergelangan kaki kronis pada pemain basket dan futsal SMA di Kota Malang tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KADAR KOLESTEROL PADA MAHASISWA Masagita, Ervira; Rahim, Anita Faradilla; Irawan, Dimas Sondang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43629

Abstract

Kolesterol tinggi merupakan masalah utama karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Konsumsi makanan berlemak secara berlebihan merupakan salah satu penyebabnya. Kadar kolesterol dan trigliserida dalam lemak dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner pada individu muda yang sering mengonsumsi makanan tinggi kolesterol. Kolesterol yang berlebihan menyebabkan lemak menumpuk di sekitar pembuluh darah jantung. Arteriosklerosis, atau penyempitan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, dan stroke juga dapat disebabkan oleh kolesterol yang berlebihan. Menentukan hubungan antara kadar kolesterol mahasiswa dan obesitas merupakan tujuan dari penelitian ini. Pendekatan penelitian cross-sectional yang dikombinasikan dengan teknik survei digunakan dalam penelitian ini oleh Universitas Muhammadiyah Malang. Strategi purposive sample digunakan untuk mengidentifikasi populasi target penelitian, yang terdiri dari 30 mahasiswa program studi fisioterapi yang dipilih setelah mempertimbangkan berbagai faktor. Obesitas merupakan variabel independen penelitian, sedangkan kadar kolesterol merupakan variabel dependennya. Timbangan berat badan digunakan untuk mengumpulkan data, Autocheck digunakan untuk memantau kadar kolesterol, dan Microtoise digunakan untuk mengevaluasi BMI. Nilai P sebesar 0,870 diperoleh melalui pengujian statistik menggunakan uji Pearson. Akibatnya, nilai p melebihi α (0,05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara kolesterol dan obesitas.
Pentingnya Peran Edukasi dan Sosialisasi Fisioterapi dalam Pencegahan Gangguan Neck Pain pada Pekerja Konveksi Baju di CV. Defix Unggul Jaya Kota Malang Salsabila Fachraini Ritonga; Dimas Sondang Irawan
Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan Vol. 2 No. 2 (2025): April: Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aksinyata.v2i2.1339

Abstract

The textile industry, especially clothing, is never-ending, because clothing is one of the primary needs, so that production services for ready-made clothing or the clothing convection industry continue to grow rapidly. One of the companies in the clothing convection industry in Malang City is CV. Defix Unggul Jaya. The clothing convection industry often shows intensive and repetitive work patterns. This can result in excessive workloads on workers, causing work-related diseases. Each stage of work in the clothing convection industry can cause risks related to work postures such as neck pain complaints. The incidence of neck pain complaints in workers reaches 6-67%. So the role of physiotherapy becomes very important, where the form of physiotherapy services not only provides treatment, but can provide services in the form of preventing neck pain disorders through socialization activities. The purpose of this socialization activity is to see the importance of the role of physiotherapy education in understanding the prevention of neck pain in CV. Defix Unggul Jaya, Malang City convection workers. The method used is education through socialization related to neck pain complaints using leaflets as a promotional media for the mat and using pre-test and post-test to determine the level of workers' understanding of neck pain complaints. The results obtained show an increase in the understanding of convection workers regarding the prevention and proper handling of neck pain.
Edukasi Dampak Posisi Statis Terhadap Work-Related Musculoskeletal Disorder (WMSDs) dengan Keluhan Back Pain di Pelatihan Kerja Tata Busana Humaira, Najah Fadiya; Irawan, Dimas Sondang; Syahri, Roni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 3 (2025): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i3.2261

Abstract

Work-Related Musculoskeletal Disorder (WMSDs) adalah gangguan sistem muskuloskeletal yang sering terjadi akibat posisi kerja statis, posisi yang tidak ergonomis, gerakan berulang dan atau durasi kerja yang berkepanjangan, Posisi statis termasuk dalam aspek ergonomis yang kurang optimal dalam konteks kenyaman dalam bekerja sehingga berkontribusi memicu risiko kondisi WMSDs terutama dengan keluhan back pain akibat posisi duduk dengan waktu yang lama. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengedukasi dampak posisi statis terhadap risiko WMSDs dengan kondisi back pain di Pelatihan Kerja Tata Busana Madrasah Aliyah Negeri 2 Hulu Sungai Selatan sebagai upaya preventif bagi pekerja di bidang tata busana. Metode yang diterapkan dalam PkM adalah Service Learning (SL) melalui pendekatan action research mencakup sesi ceramah dan demonstrasi praktik ergonomis serta beberapa gerakan pencegahan. Evaluasi tingkat pengetahuan partisipan menunjukkan peningkatan indikator keberhasilan yang signifikan. Nilai pre-test untuk ketercapaian awal 13.33% dan post-test 97.78%. Dengan demikian, edukasi yang diberikan dalam PkM mampu meningkatkan pengetahuan sebagai langkah preventif WMSDs dengan kondisi back pain di kalangan pekerja tata busana.
Analisis keseimbangan dinamis terhadap kondisi chronic ankle instability pada atlet basket dan futsal sekolah menengah atas Anbiola, Farokha Lamafa Alun; Irawan, Dimas Sondang; Rahim, Anita Faradilla
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 4 (2025): Volume 19 Nomor 4
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i4.871

Abstract

Background: Chronic Ankle Instability (CAI) is ankle instability following repeat sprain injuries that is common in physical activity. CAI can cause problems with proprioception, movement patterns, balance, muscle weakness, and changes in nerve reflexes. One of the impacts is the disruption of dynamic balance, which is the ability to maintain body stability while movement. Purpose: To determine the effect of dynamic balance on chronic ankle instability conditions with non-chronic ankle instability conditions in high school basketball and futsal athletes. Method: Quantitative research with quasi experimental method, conducted in Malang City, East Java in February 2025. The sampling technique used purposive sampling with the number of samples used as many as 30 partisipants who were divided into intervention and control groups. The independent variable is Chronic Ankle Instability and the dependent variable is dynamic balance. Data analysis used univariate in the form of frequency distribution and bivariate using mann whitney test. Results: There is a significant difference between the control group and the Chronic Ankle Instability (CAI) group. The average value in the control group was 8.209±9.375, while in the CAI group it was 22.804±1.907. The p-value of 0.000 indicates that the difference between the two groups is highly statistically significant (p<0.05). Conclusion: There is a significant influence between dynamic balance and Chronic Ankle Instability (CAI) conditions in high school basketball and futsal athletes. This effect indicates that athletes with CAI have problems maintaining body stability while in movement.   Keywords: Athlete; Basketball; Chronic Ankle Instability (CAI); Dynamic Balance; Futsal.   Pendahuluan: Chronic Ankle Instability (CAI) adalah ketidakstabilan pergelangan kaki akibat cedera sprain berulang yang umum terjadi pada aktivitas fisik. CAI dapat menyebabkan gangguan propriosepsi, pola gerak, keseimbangan, kelemahan otot, dan perubahan refleks saraf. Salah satu dampaknya adalah terganggunya keseimbangan dinamis, yaitu kemampuan menjaga stabilitas tubuh saat bergerak. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh keseimbangan dinamis terhadap kondisi chronic ankle instability pada atlet basket dan futsal sekolah menengah atas. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode quasi experimental, dilaksanakan di Kota Malang Jawa Timur, pada bulan Febuari 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 partisipan yang terbagi menjadi 2 kelompok, intervensi dan kontrol. Variabel independen dalam penelitian ini adalah chronic ankle instability dan variabel dependennya adalah keseimbangan dinamis. Analisis data yang digunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan mann whitney test. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan intervensi. Rata-rata nilai pada kelompok kontrol adalah 8.209±9.375, sedangkan pada kelompok intervensi (CAI) adalah 22.804±1.907. P-value sebesar 0.000, menunjukkan bahwa perbedaan antara kedua kelompok tersebut sangat signifikan secara statistik (p<0.05). Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara keseimbangan dinamis dan kondisi chronic ankle instability (CAI) pada atlet basket dan futsal. Pengaruh ini menunjukkan bahwa atlet dengan CAI mengalami gangguan dalam menjaga kestabilan tubuh saat bergerak.   Kata Kunci: Atlet; Basket; Chronic Ankle Instability (CAI); Futsal; Keseimbangan Dinamis.
Analisis kecepatan dengan chronic ankle instabilitypada pemain bola basket dan futsal di SMA Kota Malang Syahputra, Erwanico; Irawan, Dimas Sondang; Rahmanto, Safun
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.1062

Abstract

Background: Ankle sprains are a common injury among athletes. If left untreated, this condition can lead to further symptoms such as pain, instability, weakness, and recurrent injury. This condition is known as chronic ankle instability (CAI). Chronic ankle instability is closely related to the control components of walking, running, and jumping. Playing basketball and futsal requires several components of physical ability, such as strength, acceleration, speed, balance, and endurance. The more fit a player is, the greater the impact on individual and team technique and tactics. Purpose: To analyze the level of speed associated with chronic ankle instability in basketball and futsal players. Method: A quasi-experimental study with a two-group design, namely the CAI group and the normal group, was conducted in December 2024 in Malang City, East Java. The study population was basketball and futsal players at State Senior High School 3 Malang and Muhammadiyah Senior High School 1 Malang. Sample collection used a purposive sampling technique and obtained 30 participants. Furthermore, the data were analyzed using univariate and bivariate Shapiro-Wilk normality tests and Independent T-tests to determine correlations. Results: The mean age of respondents was 16.9 years with a standard deviation of 1.47, with an age range of 12-20 years. The majority of participants were male, with 10 (66.7%) participants in the normal and CAI groups. The most common sport in both the normal and CAI groups was basketball, with 10 (66.7%) participants. The BMI status of respondents in the normal group was predominantly underweight (10% of respondents in the normal group), and 9 (60.0%) in the CAI group. A two-tailed independent t-test between the control and CAI groups yielded a significant two-sided p-value of 0.746 (p > 0.05). Conclusion: There was no significant difference between the levels of speed and chronic ankle instability in basketball and futsal players. Suggestion: This research can be developed as a scientific extension and focused on specific sports with more specific research instruments, so that more in-depth data can be obtained regarding the physical condition of chronic ankle instability.   Keywords: Basketball; Chronic Ankle Instability; Futsal; Speed.   Pendahuluan: Ankle sprain merupakan cedera yang tak asing lagi bagi seorang atlet, jika cedera ini tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gejala lanjutan seperti nyeri, ketidakstabilan, kelemahan, dan cedera berulang, kondisi tersebut didefinisikan sebagai chronic ankle instability (CAI). Akibat dari ketidakstabilan pergelangan kaki kronis, maka berkaitan erat dengan komponen kontrol berjalan, berlari, dan melompat. Bermain bola basket dan futsal memerlukan beberapa komponen kemampuan fisik yang memadai, seperti kekuatan, akselerasi, kecepatan, keseimbangan dan kekuatan tubuh. Semakin bugar seorang pemain, semakin besar pengaruhnya terhadap teknik dan taktik pribadi dan tim. Tujuan: Untuk menganalisis tingkat kecepatan dengan chronic ankle instability pada pemain bola basket dan futsal. Metode: Penelitian quasi eksperimental dengan desain dua grup yaitu kelompok CAI dan kelompok normal, dilakukan pada Desember 2024 di Kota Malang, Jawa Timur. Populasi penelitian adalah pemain bola basket dan pemain futsal di SMAN 3 Malang dan SMA Muhammadiyah 1 Malang. Pengumpulan sampel menggunakan teknik  purposive sampling dan mendapatkan 30 partisipan. Selanjutnya data dianalisis univariat dan bivariat uji normalitas Shapiro wilk dan Independent T-test untuk melihat korelasinya. Hasil: Rata-rata usia responden adalah 16.9 tahun dengan standar deviasi 1.47 pada rentang usia 12-20 tahun. Mayoritas partisipan berjenis kelamin laki-laki, baik pada kelompok normal maupun kelompok CAI, masing-masing sebanyak 10 (66.7%). Sebagian besar jenis olahraga kelompok normal dan kelompok CAI adalah permainan basket, yaitu masing-masing sebanyak 10 (66.7%). Status IMT responden kelompok normal sebagian besar dalam kategori under-weight sebanyak 10 (66.7%) dan kelompok CAI sebagian besar dalam kategori normal sebanyak 9 (60.0%). Berdasarkan independent sample T-test antara kelompok kontrol dan kelompok CAI mendapatkan nilai Sig. Two-Sided p sebesar 0.746 (p >0.05). Simpulan: Tingkat kecepatan dengan kondisi fisik chronic ankle instability pada pemain bola basket dan pemain futsal tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Saran: Penelitian ini dapat dikembangkan sebagai kemajuan ilmu pengetahuan dan difokuskan ke salah satu cabang olahraga tertentu dengan instrumen penelitian yang lebih spesifik, sehingga mendapatkan data yang berpengaruh lebih dalam terkait kondisi fisik chronic ankle instability.   Kata Kunci: Basket; Chronic Ankle Instability; Futsal; Kecepatan.
Co-Authors Abrianti, Eka Suci Abror, Muhammad Ulil Aditya Arma Darmawan Aditya Arma Darmawan Afifah Tohiroh Afifah Tohiroh Agastya, I Gusti Ngurah Ahmad Abdullah Ahmad Naufal Alifa Ali Multazam Alifa, Ahmad Naufal Amiko Chandra An Nisaa Primastuti Suhardi Putri Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Ananda Iftina Nida’ Wafia Anbiola, Farokha Lamafa Alun Andang Adi Fitria Hananto Andi Pancanugraha Andrew John Macnab Angga Pradipta Anisa Mila Prasetya Anita Faradilla Rahim Anwar, M. Choirul Ariestya Indah Permata Sari Artha, Lita Parama Ary Norsaputra Athifah Haya Aqila Azhar Nur Hidayatullah, Muhammad Azmi Mayzardi Bagus Rahmansyah BAYU PRASTOWO Bila, Dhea Salsa Canggih Puspo Wibowo Cevin Risky Ditia Cevin Risky Ditia Nugraha Damayanti, Karina Darmawan, Aditya Arma Dava Iman Nurudin Destiwi, Monita Dheviana Ramadhani Diary, Dwina Gustia Diky Krisnanda Sugianto Diky Krisnanda Sugianto Ditia, Cevin Risky Doni Marisi Sinaga Doni Marisi Sinaga, Doni Marisi Donny Nauphar Dwina Gustia Diary Dyah Anantalia Widyastari Dyah Anantalia Widyastari Egalia Novika Hidayat Elsa Annisa Jannah Endang Listyowati Fadillah, Arvin Fajar Abhyasa Abimanyu Fattah, Rifqi Abdul Febrian Hendra Kurniawan Felix Nashar Novanto Fernia Julantika Fortunella Levyana Galih Albarra Shidiq Gamar Gamar Binti Non Shamdas Hafizh Muhammad Noor Hananto, Andang Adi Fitria Haya Aqila, Athifah Herlina Herlina Humaira, Najah Fadiya I Gusti Ngurah Agastya I Gusti Ngurah Edi Putra I Nyoman Adi Putra Iriandi, Abdi Muslimin Ivana Aprilia Pratiwi Jamhari Jamhari Karina Damayanti Khairo, Nadiatul Khuzaimah, Fitkiyah Nurul Kiswati, Cempaka Indah Kurnia Putri Utami Kurniawan, Febrian Hendra Lestari, Rizky Amalia M. Ariadika Al-kautsar Macnab, Andrew John Made Dian Shanti Kusuma Mahendrawan Nugraha Aji Pratama Maretalinia Maretalinia Maretalinia, Maretalinia Marina Ayu Viniriani Masagita, Ervira Maulida Rahma Kurnia Moehas, Puput Kusumawardani Monita Destiwi Muhammad Irfan Mutazam, Ali Nadhila Khairunisa Ni Luh Diah Windayani Ni Wayan Kesari Dharmapatni Nidya Andini Netakusuma Noor, Hafizh Muhammad Norsaputra, Ary Nugraha, Cevin Risky Ditia Nugroho Ageng Prabowo Nungki Marlian Yuliadarwati Nur Hikmah Nurudin, Moch. Dava Iman Nurul Aini Rahmawati Paddusa, Achmad Fadly Hilal Latif Pamuko Aditya Rahman Pancanugraha, Andi Pichpisith Pierre Vejvisithsakul Prabawanti, Wendy Yuhardhika Marta Prabowo, Nugroho Ageng Pratama, Mahendrawan Nugraha Aji Pratiwi, Ivana Aprilia Puput Kusumawardani Moehas Putra, Bagus Rahmansyah Fajeri Dwi Putra, I Gusti Ngurah Edi Putra, Wahyu Manggala Putri, Sharen Sheravade Purnomo Rahim, Anita Faradila Rahim, nita Faradilla Rahman, Pamuko Aditya Raihan Anwar, Mohamad Iqbal Rama Anggara Zikrullah Rama Prananda, Agung Rama Prananda Ricky Alexander Samosir Rifqi Abdul Fattah Rivaldi, Muhammad Rosidah, Nikmatur Safun Rahmanto Salsabila Fachraini Ritonga Samosir, Ricky Alexander Sari, Ariestya Indah Permata Sophia Hanny Amandhea Sri Sunaringsih Ika Wardojo Sucahyo , Eleonora Elsa Sucahyo, Eleonora Elsa Syahputra, Erwanico Syahri, Roni Tiara Fatmarizka Tismayanthi, Ni Komang Jely Tohiroh, Afifah Trizah Ardha Widyaningtyas Sutiyo Utami, Ni Kadek Indryawati Putri Vejvisithsakul, Pichpisith Pierre Viniriani, Marina Ayu Wahyu Manggala Putra Wendy Yuhardhika Marta Prabawanti Wendy Yuhardhika Marta Prabawati Wibowo, Canggih Puspo Widu, Soleman Hailang