p-Index From 2021 - 2026
8.785
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Gizi Jurnal Pangan dan Gizi JURNAL GIZI INDONESIA NUTRIRE DIAITA Journal of Nutrition College Jurnal Ekologi Kesehatan Media Gizi Mikro Indonesia Jurnal Riset Gizi Darussalam Nutrition Journal Jurnal Preventia GIZI INDONESIA Ilmu Gizi Indonesia Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Gizi Klinik Indonesia Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman (JGPS) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Window of Health : Jurnal Kesehatan Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan JUARA : Jurnal Olahraga Jurnal Kreativitas PKM JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Abdi Masyarakat (JAM) JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Dunia Gizi Jurnal Sains Kesehatan Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Health Publica : Jurnal Kesehatan Masyarakat Idea Pengabdian Masyarakat Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Journal of Nutrition Science Nutrisia Indonesian Journal of Public Health Nutrition (IJPHN) Indonesian Community Journal East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) Jurnal Gizi dan Kuliner Journal of Health and Nutrition Research ASMAT: Jurnal Pengabmas Asian Journal of Healthcare Analytics Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Riset Gizi Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Riset Gizi Jurnal Info Kesehatan Jurnal Aksi dan Inovasi Sosial
Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Peningkatan Pengetahuan Mengenai Sanitasi Lingkungan Sekolah Pada Siswa-Siswi SD N Pegadungan 02 Pagi Jakarta Barat Devi Angeliana Kusumaningtiar; Gisely Vionalita; Prita Dhyani Swamilaksita; Mertien Sa'pang
Jurnal Abdi Masyarakat (JAM) Vol 7, No 1 (2021): JAM (Jurnal Abdi Masyarakat)-September
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data WHO tahun 2017, penyakit diare merupakan penyebab kedua kematian anak sebanyak 526.000 anak tiap tahunnya. Berdasarkan Kementerian Kesehatan (2016), di Indonesia penyakit diare merupakan penyakit berpontensial KLB yang dosertai dengan kematian. Kebersihan anak maupun kebersihan lingkungan memegang peranan penting pada tumbuh kembang anak baik fisik maupun psikisnya. Kebersihan anak yang kurang, akan memudahkan terjadinya penyakit cacingan dan diare pada anak. SD N Pegadungan 02 Pagi Jakarta Barat merupakan sekolah dasar yang memiliki tingkat ekonomi bervariasi, dari tingkat atas, sedang atau kebawah. Sekolah ini terletak dipinggir jalan raya dan memiliki jumlah perkiraan kasus diare terbesar di wilayah Jakarta Barat. Sekitar lingkungan sekolah banyak penjual jajanan dan minuman. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menurukan prevalensi kejadia diare dan meningkatkan pemahaman siswa-siswi akan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. 
Formulasi Dodol Tinggi Energi Untuk Ibu Menyusui dari Puree Kacang Hijau (Vigna radiata l), Puree Kacang Kedelai (Glycine max), Dan Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus). Annisa Millenda Sari; Vitria Melani; Anugrah Novianti; Lintang Purwara Dewanti; Mertien Sa'pang
Jurnal Pangan dan Gizi Vol 10, No 2 (2020): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpg.10.2.2020.49-60

Abstract

Latar Belakang: Ketersediaan ASI yang lancar akan membantu kesuksesan pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui selama 6 bulan. Kandungan ASI dapat dipengaruhi oleh asupan makanan dan status gizi. Asupan zat gizi makro makanan perlu ditingkatkan selama menyusui, selain itu harus didukung dengan mengkonsumsi bahan pangan yang dapat meningkatkan ASI karena selama menyusui ibu membutuhkan asupan energi yang lebih untuk pemulihan setelah persalinan dan proses metabolisme pembentukan ASI. Tujuan: Menganalisis perbedaan daya terima (warna, aroma, rasa, tekstur) dan analisis kandungan gizi dodol dengan penambahan puree kacang hijau, puree kacang kedelai, dan buah naga merah dari berbagai formula. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian eskperimen dengan 4 formulasi yaitu F0, F1, F2, F3. Uji nilai gizi yang dilakukan yaitu kadar proksimat. Uji daya terima menggunakan Visual Analog Scale dengan 30 orang panelis konsumen. Uji statistik yang digunakan adalah One Way Anova (95% CI) dan Uji lanjut Duncan. Hasil: Hasil nilai gizi dan tingkat kesukaan panelis konsumen yang terpilih adalah formulasi (F3) dengan kadar lemak 6,56 g, kadar air 16,7 g kadar serat kasar 0,9 g, karbohidrat 71,5 g, protein 4,56 g, kadar abu 0,61 g, dan energi 363,3 g. Kesimpulan: Ada pengaruh penambahan puree kacang hijau, puree kacang kedelai, dan buah naga merah dengan daya terima terhadap parameter rasa, warna, aroma dan tekstur dan nilai gizi.
CERMIN EDUKASI MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP HIGIENE PERSONAL PENJAMAH MAKANAN Putri Ronitawati; Nadina Karima; Vitria Melani; Mertien Sa'pang; Rachmanida Nuzrina
JURNAL RISET GIZI Vol 9, No 1 (2021): Mei (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v9i1.6443

Abstract

Background: Personal hygiene is the basic principle of foodservice. Poor personal hygiene practices can lead to increase risk of microbial contamination in food. The personal hygiene of Islamic boarding schools’ food handlers are still low related to lack of knowledge. It caused by various factors, such as knowledge, attitudes, education, length of work, and habits on processing foodObjective: To examine the effect of mirroring education on the personal hygiene’s knowledge and attitudes of Islamic boarding school food handlers’ in Jombang.Methods: A pre-experimental study with a pretest-posttest group design. Total sampling were 41 food handlers in Islamic boarding school in Jombang. Data were analyzed by Paired Sample T-test and Wilcoxon test.Results: The age distribution of the respondents were 2,4% as the oldest age (58 years old) and 7,3% as the youngest age (17 years old), 26 respondents (63,4%) had working period 4 years and 22 people (53,7%) with low education. Knowledge and attitude about personal hygiene before and after education were significantly different (p=0, 01), also There were differences in knowledge and attitude about personal hygiene before and one week after education (p=0,01).Conclusion: Mirroring education can improve personal hygiene’s knowledge and attitudes of food handlers.
PERILAKU FOOD TABOO PADA IBU HAMIL DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI PUSKESMAS PAMARAYAN KABUPATEN SERANG, BANTEN Ashifa Meyta Kristya; Laras Sitoayu; Rachmanida Nuzrina; Putri Ronitawati; Mertien Sa’pang
JURNAL EKOLOGI KESEHATAN Vol 20 No 2 (2021): JURNAL EKOLOGI KESEHATAN VOLUME 20 NOMOR 2 TAHUN 2021
Publisher : Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jek.v20i2.4669

Abstract

ABSTRACT Food taboo is a hereditary dietary taboo that is not necessarily true. The health problem that can occur due to the food taboo is the lack of nutrient intake for pregnant women. The prevalence of food taboo behavior at Pamarayan Health Center, Serang District, Banten in 2019 was 66%. The purpose of this study was to determine the relationship between food knowledge, education level, socio-cultural environment and history of health problems with food taboo behavior among pregnant women at Pamarayan Health Center. This study used a cross sectional study design by conducting interviews. The sample of this research was 136 pregnant women. Data was collected offline by implementing health protocols. Statistical test using the chi-square test. The results of the study show that pregnant women who behave in food taboo (64%), lack of food knowledge (72.8%), low education level (66.9%), good socio-cultural environment (59.6%) and a history of health problems (72.8%). Factors that have a relationship with food taboo behavior is food knowledge (OR=2,840), education level (OR=2,614), socio-cultural environment (OR=3,402) and a history of health problems (OR=2,428). The conclusiont is that there is a relationship between food taboo behavior with food knowledge, education level, socio-cultural environment and a history of health problems at Pamarayan Health Center. Suggestions for conducting counseling about the food taboo by involving local community leaders. Keywords: Food Taboo, Pregnant, Women ABSTRAK Food taboo merupakan suatu pantangan makanan terutama pada ibu hamil, secara turun temurun dan belum tentu kebenarannya, sehingga menyebabkan kurangnya asupan zat gizi. Prevalensi perilaku food taboo di Puskesmas Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten tahun 2019 yaitu 66%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan makanan, tingkat pendidikan, lingkungan sosial budaya dan riwayat gangguan kesehatan dengan perilaku food taboo pada ibu hamil di Puskesmas Pamarayan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan melakukan wawancara. Sampel penelitian ini yaitu 136 ibu hamil. Pengambilan data dilakukan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan. Uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan, ibu hamil yang berperilaku food taboo (64%), pengetahuan makanan kurang (72,8%), tingkat pendidikan rendah (66,9%), lingkungan sosial budaya baik (59,6%) dan riwayat gangguan kesehatan (72,8%). Faktor yang memiliki hubungan dengan perilaku food taboo ialah pengetahuan makanan (OR=2,840), tingkat pendidikan (OR=2,614), lingkungan sosial budaya (OR=3,402), dan riwayat gangguan kesehatan (OR=2,428). Kesimpulan ada hubungan antara perilaku food taboo dengan pengetahuan makanan, tingkat pendidikan, lingkungan sosial budaya dan riwayat gangguan kesehatan di Puskesmas Pamarayan. Saran melakukan penyuluhan mengenai food taboo dengan melibatkan tokoh masyarakat sekitar. Kata kunci: Tabu Makanan, Ibu Hamil
KORELASI ASUPAN VITAMIN B KOMPLEKS DENGAN GEJALA KLINIS PENDERITA SKIZOFRENIA DI RS ERNALDI BAHAR TAHUN 2018 Mertien Sa'pang; Miftahull Hassana; Nadiyah Nadiyah
Media Gizi Mikro Indonesia Vol 11 No 2 (2020): Media Gizi Mikro Indonesia Juni 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.782 KB) | DOI: 10.22435/mgmi.v11i2.2634

Abstract

Latar belakang. Penderita skizofrenia berisiko mengalami kematian dua kali lebih tinggi dibandingkan masyarakat pada umumnya. Positive and Negative Syndrome Scale (PANSS) merupakan salah satu instrumen untuk mengukur gejala pada pasien skizofrenia. Pasien jarang menunjukkan perbaikan gejala meski telah menjalani pengobatan. Dibutuhkan faktor lain seperti faktor gizi melalui asupan zat gizi yang dapat membantu memperbaiki gejala pada penderita skizofrenia. Salah satu asupan zat gizi yang berperan dalam kesehatan mental adalah vitamin B kompleks meliputi vitamin B6, B9, dan B12. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan vitamin B kompleks dengan gejala klinis pada penderita skizofrenia menggunakan skor PANSS di Rumah Sakit Ernaldi Bahar, Provinsi Sumatera Selatan. Metode. Penelitian kuantitatif observasional yang bersifat deskriptif dengan pendekatan cross. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien skizofrenia yang dirawat inap di Rumah Sakit Ernaldi Bahar dengan sampel berjumlah 63 responden. Analisis data menggunakan korelasi Spearman. Hasil. Sebagian besar responden mengonsumsi vitamin B6 dan B9 ≥77 persen dari kebutuhan dan 49,2 persen responden mengonsumsi vitamin B12 <77 persen dari kebutuhan. Hasil penilaian skor total PANSS responden menunjukkan nilai rata-rata 71,35 dengan skor terendah adalah 42 dan tertinggi adalah 129. Penelitian ini menunjukkan bahwa skor PANSS secara signifikan (p<0,05) berkorelasi negatif dengan asupan vitamin B6 dan B9 dengan koefisien korelasi r= -0,421; r= -0,366. Kesimpulan. Gejala klinis pasien skizofrenia menunjukkan korelasi negatif dengan asupan vitamin B6 dan B9, namun tidak menunjukkan korelasi dengan asupan vitamin B12. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk menilai pengaruh vitamin B kompleks terhadap gejala klinis pasien skizofrenia.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECUKUPAN LEMAK TIDAK JENUH TUNGGAL, MINERAL, DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSBINDU PTM PUSKESMAS TAJUR KOTA TANGERANG Kristina Rosalia Pakpahan; Nadiyah Nadiyah; Harna Harna; Mertien Sa'pang; Yulia Wahyuni
Media Gizi Mikro Indonesia Vol 12 No 2 (2021): Media Gizi Mikro Indonesia Edisi Juni 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mgmi.v12i2.2962

Abstract

Latar Belakang. Hipertensi dapat menyebabkan berbagai penyakit yang saling berhubungan. Semakin bertambahnya umur maka fungsi fisiologis tubuh juga semakin berkurang dan terjadi perubahan-perubahan terutama pada perubahan fisiologis karena dengan semakin bertambahnya umur, fungsi organ tubuh akan semakin menurun baik karena faktor alamiah maupun karena penyakit. Hipertensi juga sering dikaitkan dengan status gizi karena seseorang yang memiliki berat badan lebih cenderung mengalami hipertensi daripada orang dengan berat badan normal. Salah satu gangguan kesehatan yang paling banyak dialami oleh lansia yaitu berkurangnya kekuatan jantung. Asupan makan sangat berperan penting dalam menunjang kesehatan dan kontrol tekanan darah. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecukupan lemak tidak jenuh tunggal, kalsium, magnesium, kalium, dan status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posbindu PTM Puskesmas Tajur Kota Tangerang. Metode. Rancangan penelitian menggunakan desain cross-sectional. Rancangan dipilih secara proportional stratified random berjumlah 108 responden. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecukupan lemak tidak jenuh tunggal (96,3%), kalsium (81,5%), dan kalium (54,6%) tergolong kurang (<77% AKG) namun untuk tingkat kecukupan magnesium tergolong cukup (68,5%) dan sebagian besar responden dengan status gizi overweight (74%). Oleh karena itu, tidak terdapat hubungan antara tingkat kecukupan lemak tidak jenuh tunggal, kalsium, magnesium, kalium, dan status gizi dengan kejadian hipertensi (p>0,05). Kesimpulan. Tidak ada hubungan antara kecukupan konsumsi lemak tidak jenuh tunggal, kalsium, magnesium, kalium, dan status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posbindu PTM Puskesmas Tajur Kota Tangerang. Akan tetapi kemungkinan disebabkan faktor resiko lain yang berhubungan dengan hipertensi yang tidak dianalisa dalam penelitian ini. Selain itu, perlu diperhatikan asupan untuk menunjang kesehatan lansia.
Analysis of difference in service quality, food quality and santri satisfaction levels in city and village boarding school Chairunissa Aulia Zikrika; Putri Ronitawati; Prita Dhyani Swamilaksita; Mertien Sa&#039;pang; Harna Harna
Darussalam Nutrition Journal Vol 5, No 2 (2021): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/dnj.v5i2.5799

Abstract

Background: Islamic boarding schools in Indonesia have a classic problem, namely health problems. And the health problem itself rarely gets the attention of the boarding schools and the government. One of the foods for teenagers who live in the hostel is the food that is not according to taste. Therefore, food intake is reduced, resulting in malnutrition problems among adolescents who live in dormitories, so in an institution it is necessary to organize food that meets the recommended standards and adequacy, and pay attention to taste and appearance. Objective: to find out the differences in the service quality, food quality and the satisfaction level of students in city and village Islamic boarding schools. Methods: study was a survey research cross sectional design in which the independent and dependent variables were observed and measured at the same time. to learn between the independent and the dependent variable, by giving filling in a check list or collecting data with an attachment to find out the differences between these variables. Result: food quality Sig. (2-tailed) 0,000 service quality Sig. (2-tailed) 0.235 satisfaction level Sig. (2-tailed) 0.116. For each indicator on the quality of food and service, respondents at the village boarding schools are more satisfied than the urban boarding schools. Conclusion: There are differences in food quality at city and village Islamic boarding schools , there is no difference between  quality of service and  level of satisfaction of the students at city and village  Islamic boarding schools. The two Islamic boarding schools should further improve service quality and food quality in order to further increase the satisfaction level of the students.
Perbedaan Kualitas Non Ketogenik dan Diet Ketogenik Pada Wanita Usia Subur Milka Alana Sabu; Mertien Sa'pang; Harna Harna; Rachmanida Nuzrina; Putri Ronitawati
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v4i2.154

Abstract

Gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat merupakan faktor penyebab utama dari gangguan kesehatan, meskipun ada penyebab lain seperti faktor genetik dan pencemaran lingkungan. Menurut data Riskesdas tahun 2013 dan 2018 terdapat peningkatan kasus obesitas pada perempuan. Diet digunakan sebagai salah satu alternatif untuk menurunkan berat badan, salah satunya adalah diet ketogenik yang banyak dijalankan untuk menurunkan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbedaan kualitas diet non ketogenik dan diet ketogenik pada wanita usia subur. Penilaian kualitas diet menggunakan Diet Quality Index (DQI) dan uji statistik yang digunakan adalah T-test independent. Hasil penelitian ini menunjukkan pada kelompok diet ketogenik memiliki nilai komponen variasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelomok tidak diet, dan tidak ada perbedaan yang signifikan (p=0.890) pada kedua kelompok. Kelompok diet ketogenik juga memiliki nilai komponen kecukupan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok tidak diet dan tidak ada perbedaan yang signifikan pada kedua kelompok (p=0.210). Untuk komponen moderasi, kelompok diet ketogenik memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok tidak diet, dan terdapat perbedaan yang signifikan (p=0.001) pada kedua kelompok. Nilai rerata komponen keseimbangan lebih tinggi pada kelompok tidak diet, dan ada perbedaan yang signifikan pada kedua kelompok (p=0.001). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan kualitas diet antara kelompok diet ketogenik dan kelompok tidak diet ketogenik
PENGARUH PEMBERIAN BUAH TERHADAP GEJALA DEPRESI, SUASANA HATI (MOOD) DAN VITALITAS PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN ASSIDDIQIYAH Asri Nur Latifah; Khairizka Citra Palupi; Mertien Sapang
GIZI INDONESIA Vol 44, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v44i1.466

Abstract

Adolescence is the transition period of the development of physical and mental health that may induce depression. Being adolescent girls shows a higher risk of depression than adolescent men. Fruit consumption has been identified may alleviate depression. Thus we aim to investigate the effect of giving fruit consumption on depressive symptoms, mood, and vitality among adolescent girls. This research method uses Quantitative-Experiments with the control group. The treatment group was given two servings of fresh fruit/day for 14 days while the control group maintained a diet. The filling out of the questionnaire was done at night before going to bed. The total sample used in this study was 60 students. The result shows a significant decrease of depressive symptoms (p-value 0.05) at the pre-test and post-test of 14.47% among the treatment group. However, there was no difference in mood scores among the treatment group. There was a significant increase in post-test scores of vitality in the treatment group (p-value 0.05). In the independent statistical test, the sample t-test had a difference between depressive symptom scores (p-value 0.01) and mood (p-value 0.05) in both groups. In conclusion, giving fruit may alleviate symptoms of depression, mood, and vitality among adolescent girls. ABSTRAKMasa remaja adalah tahap transisi dari perkembangan kesehatan fisik dan mental yang dapat memicu depresi. Remaja putri menunjukkan risiko depresi lebih tinggi dibandingkan remaja pria. Konsumsi buah diketahui mampu memperbaiki kondisi depresi. Oleh karena itu, penelitian kami bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian buah terhadap gejala depresi, suasana hati (mood), dan vitalitas remaja putri. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif–eksperimen dengan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberikan buah segar sebanyak 2 porsi/hari selama 14 hari sedangkan kelompok kontrol mempertahankan pola makan. Pengisian kuesioner dilakuakan di malam hari sebelum tidur. Total sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 60 remaja putri. Hasil penelitian menunjukkan perbaikan signifikan gejala depresi sebesar 14,47 persen pada kelompok perlakuan (p-value 0,05). Namun tidak ada perbedaan pada skor susana hati (mood) pada kelompok perlakuan. Terjadi peningkatan skor  vitalitas yang signifikan pada kelompok perlakuan (p-value 0,05). Berdasarkan independen sample t-test, terdapat perbedaan skor gejala depresi (p-value 0,01) dan suasana hati (mood) (p-value 0,05) pada kedua kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian buah mampu memperbaiki gejala depresi, suasana hati (mood) dan vitalitas pada remaja putri.Kata kunci: buah, gejala depresi, suasana hati (mood), vitalitas, remaja putri
HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN DAN KUALITAS PELAYANAN MAKANAN TERHADAP BIAYA SISA MAKANAN DAN ZAT GIZI YANG HILANG PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOJA JAKARTA Putri Ronitawati; Michael Fujima; Laras Sitoayu; Mertien Sa&#039;pang; Lintang Purwara Dewanti
GIZI INDONESIA Vol 44, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v44i1.527

Abstract

One indicator of the success of a food delivery system is food waste, which is a simple indicator for evaluating the success of hospital nutrition services. Good quality of food service can reduce the patient's leftovers. The study aimed to analyze the food reservation system, relationships of satisfaction level, and foodservice quality towards fee, leftover, and lost nutrition in patients of Koja Hospital North Jakarta. The study used a descriptive observational method and cross-sectional type with sample calculation using absolute determination. The number of samples is 132 respondents. The results of the bivariate analysis used the Spearman correlation test. The result of the study showed that related to lost costs are food taste, menu variations, animal side variations, vegetable dish variations, vegetable menu variations, fruit menu variations, the accuracy of feeding schedules, state of eating utensils, and satisfaction levels. Variables related to missing nutrients are gender, food taste, menu variations, animal side dishes, vegetable side dishes, vegetable menu variations, fruit menu variations, the accuracy of feeding schedules, and satisfaction levels. The conclusion of the study there is a relationship between the characteristics of the respondent (sex) with nutrients lost, there is a relationship between the quality of food service and the level of satisfaction with the costs and nutrients lost.ABSTRAKSalah satu indikator keberhasilan suatu sistem penyelenggaraan makanan adalah sisa makanan, yang menjadi indikator sederhana untuk mengevaluasi keberhasilan pelayanan gizi rumah sakit. Kualitas pelayanan makanan yang baik dapat mengurangi sisa makanan pasien. Tujuan penelitian untuk menganalisis sistem penyelenggaraan makanan, tingkat kepuasan dan kualitas pelayanan makanan terhadap biaya sisa makanan dan zat gizi yang hilang pada pasien rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Koja Jakarta Utara. Penelitian menggunakan metode deskriptif bersifat observasional dan berjenis cross sectional dengan perhitungan sampel menggunakan ketetapan absolut. Jumlah sampel sebanyak 132 responden. Hasil analisis bivariat menggunakan uji statistik korelasi spearman. Hasil Uji Korelasi Spearman menunjukan variabel yang berhubungan dengan biaya yang hilang adalah rasa makanan, variasi menu, variasi lauk hewani, variasi lauk nabati, variasi menu sayur, variasi menu buah, ketepatan jadwal pemberian makan, keadaan peralatan makan, dan tingkat kepuasan. Variabel yang berhubungan dengan zat gizi yang hilang adalah jenis kelamin, rasa makanan, variasi menu, variasi lauk hewani, variasi lauk nabati, variasi menu sayur, variasi menu buah, ketepatan jadwal pemberian makan, dan tingkat kepuasan. Kesimpulan menunjukkan adanya hubungan antara karakteristik responden (jenis kelamin) dengan zat gizi yang hilang, ada hubungan kualitas pelayanan makanan dan tingkat kepuasan dengan biaya dan zat gizi yang hilang.Kata kunci: tingkat kepuasan, sisa makanan, biaya yang hilang, zat gizi yang hilang 
Co-Authors Adhella Komala Dewi Adi Kurniawan Adinda Dian Permata Dewi Adrianto, Yudhi Agnes Meila Candrasari Ainun Nurhaliza Alifah Syibilla Kesiha Anastasia Cyntia Dewi Kurniawati Angeliana K., Devi Anggraeni, Dini Anggraini, Anggita Annisa Millenda Sari Anugrah Novianti Anugrah Novianti Arofah, Sari Nur Ashari, Chica Riska Ashifa Meyta Kristya Aspiyani Aspiyani Asri Nur Latifah Audrey Natashia Bunga F Ayupradinda Chairunissa Aulia Zikrika Chica Riska Ashari Clara Meliyanti Kusharto Daniel Hartanto Daniel Hartanto Davina Affah Zahra Devi Angeliana Kusumaningtiar Devi Angelina Kusumaningtiar Dewanti, Lintang Purwara Dewi Septi Medinawati Diva Cynthia Putri Dudung Angkasa Dudung Angkasa Dyvia Agustina Sidup Elisabeth Lasmaida Pakpahan Elisabeth Lasmaida Pakpahan Ellawati, Evita Ella Erlita Cahaya Rizkiah Erry Yudhya Muliani Erry Yudhya Mulyani Erry Yudhya Mulyani Farhana Farhana Fariz Satya Hadi Febriyani Febriyani Gifari, Nazhif Gisely Vionalita H, Harna Harna Harna Harna, Harna Harna, Harna Harnum, Sofia Herawati, Nida Idrus Jus’at Ima Yudiyanti Imaviana Cahyani Irtya Qiyamulail Jihan Salsabila Putri Azazi Juliani, Kurnia Dwi JUS’AT, IDRUS Karima, Nadina Katrin Roosita Kristina Rosalia Pakpahan Kusumaningtiar, Devi Angelina Laili, Aditya Fatkhi Laili, Nur Ahzaini Laras Sitoayu Leffiyanti Handi Lestari, Khezia Nina Lia Efriyanurika Lubis, Stefany Maharani, Ceptia Mandar, Nurulhasna S Maria Tambunan Michael Fujima Miftahull Hassana Milka Alana Sabu Monalisa, Suci Retno Muh Asrul Irawan, Andi Muliani, Mifthah Mury Kuswari Nadhifa Ramadhani Nadina Karima Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Novianti, Anugerah Novianti, Anugerah Novianti, Anugrah Novianty, Anugrah Noviati, Anugrah Nurbaiti, Syifa Nurhayati, Arin Fransisca Nurmalasari, Mieke Okta Diana Pramono Palupi, Khairizka Citra Prata Sena, Nimas Agustine Prita Dhyani Swamilaksita Puili, Darwati Puspita Sari, Dian Putri Ayu Anjani Putri Nurhasanah Yahya Putri Ronitawati Putri, Kirana Dwi Kusuma Putri, Rizkansa Insyira Rachmanida Nuzrina Rachmanina Nuzrina Rahmauldianti Safitri Rahmawati Rahmawati Rahmayanti R, Andi Rakhmawati, Yenny Dewi Rathi Paramastri Reza Fadhilla Rezki, Dara Puspita Ayu Rianti Sri Widayati Rizal, Mochammad Rohmah, Alfy Daniyati Ruhmayanti, Nur Ayu Sagala, Relina Salim Nurjadin Salsabila, Lutfia Sawitri, Titis Retno Selly Apliyanti Wulandari Seprianto, Seprianto Shahdila, Jani Shidiqah, Raysah Sadiyah Siti Hadianti Siti Hadianti Situmorang, Elsa Maulina Br Suryani, Fitra Swamilaksita, Prita Dyani Syukriah Usman Syukriah Usman Taufik Rendi Anggara Titis Retno Sawitri Tommy Gantohe Tria Saras Pertiwi Ulfah Sulistiowati Sudarto Ummanah Ummanah, Ummanah Vira Cindyana Vitria Melani Vitria Melani, Vitria Wahyuni, Yulia Yayuk Farida Baliwati Yuni Pradilla Fitri Zulidar, Nur Afni