p-Index From 2021 - 2026
8.785
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Gizi Jurnal Pangan dan Gizi JURNAL GIZI INDONESIA NUTRIRE DIAITA Journal of Nutrition College Jurnal Ekologi Kesehatan Media Gizi Mikro Indonesia Jurnal Riset Gizi Darussalam Nutrition Journal Jurnal Preventia GIZI INDONESIA Ilmu Gizi Indonesia Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Gizi Klinik Indonesia Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman (JGPS) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Window of Health : Jurnal Kesehatan Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan JUARA : Jurnal Olahraga Jurnal Kreativitas PKM JIK- JURNAL ILMU KESEHATAN Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Abdi Masyarakat (JAM) JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Dunia Gizi Jurnal Sains Kesehatan Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Health Publica : Jurnal Kesehatan Masyarakat Idea Pengabdian Masyarakat Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Journal of Nutrition Science Nutrisia Indonesian Journal of Public Health Nutrition (IJPHN) Indonesian Community Journal East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) Jurnal Gizi dan Kuliner Journal of Health and Nutrition Research ASMAT: Jurnal Pengabmas Asian Journal of Healthcare Analytics Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Riset Gizi Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Riset Gizi Jurnal Info Kesehatan Jurnal Aksi dan Inovasi Sosial
Claim Missing Document
Check
Articles

CERMIN EDUKASI MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP HIGIENE PERSONAL PENJAMAH MAKANAN Ronitawati, Putri; Karima, Nadina; Melani, Vitria; Sa'pang, Mertien; Nuzrina, Rachmanida
JURNAL RISET GIZI Vol. 9 No. 1 (2021): Mei (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v9i1.6443

Abstract

Background: Personal hygiene is the basic principle of foodservice. Poor personal hygiene practices can lead to increase risk of microbial contamination in food. The personal hygiene of Islamic boarding schools’ food handlers are still low related to lack of knowledge. It caused by various factors, such as knowledge, attitudes, education, length of work, and habits on processing foodObjective: To examine the effect of mirroring education on the personal hygiene’s knowledge and attitudes of Islamic boarding school food handlers’ in Jombang.Methods: A pre-experimental study with a pretest-posttest group design. Total sampling were 41 food handlers in Islamic boarding school in Jombang. Data were analyzed by Paired Sample T-test and Wilcoxon test.Results: The age distribution of the respondents were 2,4% as the oldest age (58 years old) and 7,3% as the youngest age (17 years old), 26 respondents (63,4%) had working period <4 years and 22 people (53,7%) with low education. Knowledge and attitude about personal hygiene before and after education were significantly different (p=0, 01), also There were differences in knowledge and attitude about personal hygiene before and one week after education (p=0,01).Conclusion: Mirroring education can improve personal hygiene’s knowledge and attitudes of food handlers.
CERMIN EDUKASI MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP HIGIENE PERSONAL PENJAMAH MAKANAN Ronitawati, Putri; Karima, Nadina; Melani, Vitria; Sa'pang, Mertien; Nuzrina, Rachmanida
JURNAL RISET GIZI Vol. 9 No. 1 (2021): Mei (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v9i1.6443

Abstract

Background: Personal hygiene is the basic principle of foodservice. Poor personal hygiene practices can lead to increase risk of microbial contamination in food. The personal hygiene of Islamic boarding schools’ food handlers are still low related to lack of knowledge. It caused by various factors, such as knowledge, attitudes, education, length of work, and habits on processing foodObjective: To examine the effect of mirroring education on the personal hygiene’s knowledge and attitudes of Islamic boarding school food handlers’ in Jombang.Methods: A pre-experimental study with a pretest-posttest group design. Total sampling were 41 food handlers in Islamic boarding school in Jombang. Data were analyzed by Paired Sample T-test and Wilcoxon test.Results: The age distribution of the respondents were 2,4% as the oldest age (58 years old) and 7,3% as the youngest age (17 years old), 26 respondents (63,4%) had working period <4 years and 22 people (53,7%) with low education. Knowledge and attitude about personal hygiene before and after education were significantly different (p=0, 01), also There were differences in knowledge and attitude about personal hygiene before and one week after education (p=0,01).Conclusion: Mirroring education can improve personal hygiene’s knowledge and attitudes of food handlers.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA, AKTIVITAS FISIK, DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI ANAK AUTIS DI SLB BELITUNG Rezki, Dara Puspita Ayu; Sapang, Mertien; Palupi, Khairizka Citra; Jus’at, Idrus; Swamilaksita, Prita Dhyani
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Autisme merupakan spektrum penyakityang sering disebut ASD (Autism Spectrum Disorder) gangguan perkembangan yang mempengaruhi beberapa aspek bagaimana anak melihat dunia dan bagaimana belajar melalui pengalamannya. Anak-anak dengan gangguan autisme biasanya kurang dapat merasakan kontak sosial. Hasil Riskesdas 2018 mendapatkan 3,3% anak umur 5-17 tahun yang mengalami disabilitas Berdasarkan data kemenkes bahwa jumlah anak penyandang autis kurang lebih 112.000 anak dan jumlahnya akan terus meningkat setiap tahunnya Tujuan : Mengetahui hubungan pola asuh orang tua, aktivitas fisik, dan kecukupan zat gizi makro dengan status gizi anak autis di SLB Belitung. Metode : penelitian kuantitatif desain studi cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan sampling jenuh suatu tehnik semua anggota populasi digunakan sebagai sampel seluruh anak autis berusia 6-17 tahun di SLB Belitung sebanyak 33 anak. Pengumpulan data dilakukan secara bertahap, dengan wawancara dalam pengisian kuesioner dan formulir food recall. Hasil : Tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua, terhadap status gizi (p=0,740 r=0,060) dengan kekuatan korelasi sangat lemah kearah positif. Ada hubungan antara aktivitas fisik terhadap indeks massa tubuh (p= 0,000, r=-0,605) dengan kekuatan korelasi sangat lemah ke arah negatif. Tidak ada hubungan antara karbohidrat terhadap status gizi (p=0,191 r=0,233) dengan kekuatan korelasi lemah ke arah positif. Ada hubungan antara prorein terhadap status gizi (p=0,002 r=0,523) dengan kekuatan korelasi kuat kearah positif. Ada hubungan antara prorein terhadap status gizi (p=0,014 r= 0,425) dengan kekuatan korelasi kuat ke arah positif. Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan status gizi anak autis di SLB Belitung. Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi anak autis di SLB Belitung. Tidak ada hubungan antara karbohidrat dengan status gizi anak autis di SLB Belitung.Terdapat hubungan antara protei danlemak dengan status gizi anak autis di SLB Belitung.
Hubungan Intensitas Konsumsi Kopi, Perilaku Mindful Eating, dan Tingkat Stres Akademik dengan Gejala Dispepsia Fungsinal pada Mahasiswa Tingkat Akhir Maharani, Ceptia; Sa'pang, Mertien; Palupi, Khairizka Citra; Ronitawati, Putri; Juliani, Kurnia Dwi
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 17, No 02 (2025): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v17i02.9883

Abstract

Dispepsia fungsional merupakan gangguan pencernaan yang umum terjadi, terutama pada mahasiswa tingkat akhir yang rentan mengalami stres akademik dan memiliki kebiasaan konsumsi makanan atau minuman yang dapat mengiritasi saluran pencernaan. Studi pendahuluan menunjukkan prevalensi dispepsia sebesar 68% pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara intensitas konsumsi kopi, perilaku mindful eating, dan tingkat stres akademik dengan gejala dispepsia fungsional pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 105 mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data gejala dispepsia fungsional, perilaku mindful eating, dan tingkat stres akademik diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data intensitas konsumsi kopi diperoleh melalui wawancara menggunakan formulir SQ-FFQ. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara intensitas konsumsi kopi (p = 0,000) dan tingkat stres akademik (p = 0,002) dengan gejala dispepsia fungsional, namun tidak terdapat hubungan antara perilaku mindful eating dengan gejala dispepsia fungsional (p = 0,095). Mayoritas responden berusia 22 tahun, berjenis kelamin perempuan, mengalami gejala dispepsia fungsional (70,5%), memiliki intensitas konsumsi kopi tinggi (52,4%), perilaku mindful eating kategori mindful (55,2%), dan tingkat stres akademik sedang (50,5%). Kata Kunci: Dispepsia; Konsumsi Kopi; Mindful Eating; Stres Akademik.
Pengembangan “CREATININ” Website Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Pada Pasien CAPD (Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis) Salsabila, Lutfia; Swamilaksita, Prita Dhyani; Sa'pang, Mertien; Tambunan, Maria; Sitoayu, Laras; Adrianto, Yudhi; Wahyuni, Yulia; Harna, Harna
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 17, No 01 (2025): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v17i01.7500

Abstract

Latar belakang: Terapi pengganti ginjal dengan CAPD cenderung mengalami Protein Energy Wasting (PEW). Namun dilain sisi, pasien CAPD cenderung mengalami kelebihan absorsi dekstros yang terdapat pada cairan dialisat. Terapi CAPD dapat dilakukan secara mandiri sehingga tidak memerlukan kunjungan rumah sakit setiap saat. Oleh karena itu media website dapat digunakan sebagai alternatif untuk pasien CAPD. Edukasi gizi melalui “CREATININ” website akan memberikan informasi untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan yang memicu sikap patuh terhadap diet ginjal.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media dan menganalisis pengaruh “CREATININ” website terhadap pengetahuan dan sikap. Metode: Desain penelitian quasi-experimental dengan one group pre post test. Pemilihan responden menggunakan purposive sampling. Subjek terdiri dari 13 pasien CAPD. Edukasi diet ginjal dengan media “CREATININ” website dilakukan secara daring melalui video cofference (zoom meeting), dan diberikan edukasi selama 14 hari. Instrumen yang digunakan merupakan kuesioner yang sebelumnya sudah divalidasi. Analisis bivariat menggunakan uji t-test dependen dan uji wilcoxon. Hasil: Studi ini menunjukkan peningkatan pengetahuan pada saat post test 1 (p = 0.012) dan post test 2 (p = 0.043) serta terdapat perbedaan sikap saat post test 1 (0,000) dan post test 2 (0.0003). Simpulan:  Edukasi gizi menggunakan “CREATININ” website dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap terkait diet ginjal pada pasien CAPD.
Gerakan RW peduli stunting: masyarakat sehat, anak hebat Tria Saras Pertiwi; Mertien Sapang; Anastasia Cyntia Dewi Kurniawati; Davina Affah Zahra; Fariz Satya Hadi; Alifah Syibilla Kesiha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34605

Abstract

Abstrak Desa Lebak Wangi merupakan salah satu yang menjadi salah satu lokus percepatan penurunan stunting. Berdasarkan hasil wawancara awal dan observasi lapangan di RW.007, Desa Lebak Wangi, Kec. Sepatan Timur, Kab. Tangerang (lokasi mitra), ditemukan sejumlah permasalahan terkait stunting meliputi, minimnya pengetahuan kader maupun ibu balita terkait pencegahan stunting, kurangnya kesadaran & kehadiran ibu balita ke posyandu, sarana posyandu & akses informasi terkait stunting terbatas, minimnya pengelolaan data balita atau tidak tersedia alat bantu pencatatan dan pelaporan untuk penyimpanan data pihak internal khususnya di RW.007, Desa Lebak Wangi, Kec. Sepatan Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan kader mengenai pencegahan stunting melalui “Gerakan RW Peduli Stunting”. Adapun metode kegiatan ini diawali dengan sosialisasi penyamaan persepsi bersama ketua RW dan perwakilan kader RW 007, kemudian pembentukan tim RW “stunting corner”, pelatihan berupa edukasi literasi gizi serta pelatihan kader dalam deteksi dini stunting mencakup pengukuran antropometri, pencatatan dan pemantauan balita menggunakan form elektronik berupa kobotoolbox, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan dan evaluasi kegiatan. Adapun tim kader yang dilatih sebanyak 28 orang selaku tim RW Peduli Stunting di Desa Lebak Wangi. Hasil pelatihan kader menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dan keterampilan kader dari 66,84% sebelum pelatihan menjadi 94,71% setelah pelatihan. Keberadaan Stunting Corner di balai warga serta form pemantauan digital menjadi pusat informasi yang mudah diakses masyarakat dan mendukung kader dalam menyampaikan pesan kesehatan secara lebih efektif. Kata kunci: gerakan RW; peduli stunting; stunting corner; Desa Lebak Wangi Abstract Lebak Wangi Village is one of the designated loci for accelerating stunting reduction. Based on preliminary interviews and field observations in RW.007, Lebak Wangi Village, Sepatan Timur District, Tangerang Regency (partner location), several issues related to stunting were identified, including limited knowledge among cadres and mothers of toddlers regarding stunting prevention, low awareness and attendance of mothers at the posyandu (integrated health post), limited posyandu facilities and access to information related to stunting, as well as inadequate management of toddler data or the absence of recording and reporting tools for internal data storage, particularly in RW.007, Lebak Wangi Village, Sepatan Timur District. This activity aims to improve the knowledge and skills of community health cadres in stunting prevention through the “RW Cares about Stunting Movement” (Gerakan RW Peduli Stunting). The methods include an initial socialization and perception alignment session with the RW leader and RW 007 cadre representatives, followed by the formation of the RW “Stunting Corner” team, and training sessions on nutrition literacy education and early stunting detection. The training covers anthropometric measurement, toddler recording and monitoring using an electronic form via KoboToolbox, and is followed by mentoring and activity evaluation. A total of 28 cadres were trained as members of the RW Cares about Stunting team in Lebak Wangi Village. The results of the cadre training showed an increase in the average knowledge and skills of cadres from 66.84% before training to 94.71% after training. The establishment of the Stunting Corner at the community hall, along with the use of a digital monitoring form, has created an easily accessible information center for residents and supported cadres in delivering health messages more effectively. Keywords: community harmony movement; caring for stunting; stunting corner; Lebak Wangi Village
Edukasi Gizi terhadap Peningkatan Pengetahuan Kader tentang Gizi Seimbang di Puskesmas Jurumudi Baru Kota Tangerang Muliani, Mifthah; Rachmanina Nuzrina; Laras Sitoayu; Nazhif Gifari; Mertien Sa’pang
Jurnal Aksi dan Inovasi Sosial Vol. 1 No. 02 (2025): Volume 1 Nomor 2, Agustus 2025
Publisher : Saintify Publish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69632/jais.v1i02.47

Abstract

Masalah gizi utama di Indonesia saat ini adalah stunting, wasting dan obesitas, serta kekurangan zat gizi mikro seperti anemia. Pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan melalui pembentukan tenaga pendamping yang dikenal dengan sebutan kader merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan kader tentang gizi seimbang di Puskesmas Jurumudi Baru Kota Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan pre dan post-test menggunakan analisis statistic yaitu uji t-dependen. Sampel penelitian ini berjumlah 53 orang. Pengambilan data menggunkan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan kader sebelum dan sesudah edukasi gizi seimbang di Puskesmas Jurumudi Baru Kota Tangerang p-value sebesar 0.000 (p<0.5). Edukasi gizi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan kader tentang gizi seimbang.
Development of Sensory Quality and Shelf Life of Dried Noodles Using Catfish Flour and Mocaf: An Alternative Supplementary Feeding Prototype Sitoayu, Laras; Harna, Harna; Sa'pang, Mertien; Ronitawati, Putri; Puspita Sari, Dian
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v5i1.1085

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remains a substantial problem in developing countries, including Indonesia, year by year. The main cause of CED is insufficient intake during pregnancy. One effective solution is providing additional food, such as supplementary feeding (pemberian makanan tambahan/PMT), to pregnant women. It is important to develop innovative PMT options that can serve as alternatives to combat CED. This research aimed to replace traditional ingredients with catfish and Mocaf flour for sensory testing and to evaluate the shelf life of dry noodles as an alternative PMT for pregnant women with CED. The study used a laboratory experimental approach with a Completely Randomized Design (CRD) .  This study tested four formulations combining mocaf, catfish, and wheat flour: F0 (0%:0%:100%), F1 (20%:5%:70%), F2 (30%:10%:60%), and F3 (35%:15%:50%). Sensory evaluation analysis used a Likert Scale, with 25 semi-trained panellists, with scale of 1-4. Data were analyzed using ANOVA followed by Duncan’s post hoc test with SPSS version 23. The results indicated that the substitution significantly affected color preference (p < 0.05). The optimal formulation was F2, with 10% catfish flour and 30% Mocaf flour. Most variables, such as taste, aroma, and texture, suggest that F2 is preferred more than the other formulas. Based on the results of the nutritional value calculations for the selected Formula F2, it has nutritional content including energy of 399.63 kcal, carbohydrates of 56.15 g, fat of 10.10 g, and protein of 21.03 g.  The developed dry noodle prototype is a promising nutrient-enriched food product.
Co-Authors Adhella Komala Dewi Adi Kurniawan Adinda Dian Permata Dewi Adrianto, Yudhi Agnes Meila Candrasari Ainun Nurhaliza Alifah Syibilla Kesiha Anastasia Cyntia Dewi Kurniawati Angeliana K., Devi Anggraeni, Dini Anggraini, Anggita Annisa Millenda Sari Anugrah Novianti Anugrah Novianti Arofah, Sari Nur Ashari, Chica Riska Ashifa Meyta Kristya Aspiyani Aspiyani Asri Nur Latifah Audrey Natashia Bunga F Ayupradinda Chairunissa Aulia Zikrika Chica Riska Ashari Clara Meliyanti Kusharto Daniel Hartanto Daniel Hartanto Davina Affah Zahra Devi Angeliana Kusumaningtiar Devi Angelina Kusumaningtiar Dewanti, Lintang Purwara Dewi Septi Medinawati Diva Cynthia Putri Dudung Angkasa Dudung Angkasa Dyvia Agustina Sidup Elisabeth Lasmaida Pakpahan Elisabeth Lasmaida Pakpahan Ellawati, Evita Ella Erlita Cahaya Rizkiah Erry Yudhya Muliani Erry Yudhya Mulyani Erry Yudhya Mulyani Farhana Farhana Fariz Satya Hadi Febriyani Febriyani Gifari, Nazhif Gisely Vionalita H, Harna Harna Harna Harna, Harna Harna, Harna Harnum, Sofia Herawati, Nida Idrus Jus’at Ima Yudiyanti Imaviana Cahyani Irtya Qiyamulail Jihan Salsabila Putri Azazi Juliani, Kurnia Dwi JUS’AT, IDRUS Karima, Nadina Katrin Roosita Kristina Rosalia Pakpahan Kusumaningtiar, Devi Angelina Laili, Aditya Fatkhi Laili, Nur Ahzaini Laras Sitoayu Leffiyanti Handi Lestari, Khezia Nina Lia Efriyanurika Lubis, Stefany Maharani, Ceptia Mandar, Nurulhasna S Maria Tambunan Michael Fujima Miftahull Hassana Milka Alana Sabu Monalisa, Suci Retno Muh Asrul Irawan, Andi Muliani, Mifthah Mury Kuswari Nadhifa Ramadhani Nadina Karima Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Novianti, Anugerah Novianti, Anugerah Novianti, Anugrah Novianty, Anugrah Noviati, Anugrah Nurbaiti, Syifa Nurhayati, Arin Fransisca Nurmalasari, Mieke Okta Diana Pramono Palupi, Khairizka Citra Prata Sena, Nimas Agustine Prita Dhyani Swamilaksita Puili, Darwati Puspita Sari, Dian Putri Ayu Anjani Putri Nurhasanah Yahya Putri Ronitawati Putri, Kirana Dwi Kusuma Putri, Rizkansa Insyira Rachmanida Nuzrina Rachmanina Nuzrina Rahmauldianti Safitri Rahmawati Rahmawati Rahmayanti R, Andi Rakhmawati, Yenny Dewi Rathi Paramastri Reza Fadhilla Rezki, Dara Puspita Ayu Rianti Sri Widayati Rizal, Mochammad Rohmah, Alfy Daniyati Ruhmayanti, Nur Ayu Sagala, Relina Salim Nurjadin Salsabila, Lutfia Sawitri, Titis Retno Selly Apliyanti Wulandari Seprianto, Seprianto Shahdila, Jani Shidiqah, Raysah Sadiyah Siti Hadianti Siti Hadianti Situmorang, Elsa Maulina Br Suryani, Fitra Swamilaksita, Prita Dyani Syukriah Usman Syukriah Usman Taufik Rendi Anggara Titis Retno Sawitri Tommy Gantohe Tria Saras Pertiwi Ulfah Sulistiowati Sudarto Ummanah Ummanah, Ummanah Vira Cindyana Vitria Melani Vitria Melani, Vitria Wahyuni, Yulia Yayuk Farida Baliwati Yuni Pradilla Fitri Zulidar, Nur Afni