Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mendorong organisasi untuk beroperasi dalam lingkungan yang ditandai oleh volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas (VUCA). Kondisi ini menuntut perubahan mendasar dalam paradigma kepemimpinan, karena model kepemimpinan tradisional dinilai kurang adaptif dalam merespons dinamika transformasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi gaya kepemimpinan di era digital dengan menitikberatkan pada Kepemimpinan Adaptif dan Kepemimpinan Agile, serta mengkaji potensi integrasi kedua pendekatan tersebut sebagai model kepemimpinan yang relevan dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Tinjauan Literatur Sistematis (Systematic Literature Review/SLR). Proses penelusuran literatur dilakukan melalui basis data akademik utama, yaitu Scopus, Web of Science, dan Google Scholar, dengan kriteria inklusi artikel jurnal ilmiah yang telah melalui proses peer-review, dipublikasikan dalam rentang waktu 2015–2025, serta relevan dengan topik kepemimpinan adaptif, kepemimpinan agile, dan transformasi digital. Data dianalisis menggunakan sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola, keterkaitan konsep, dan temuan utama dari studi-studi terpilih. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kepemimpinan Adaptif berperan penting dalam membantu organisasi mendiagnosis dan menghadapi tantangan adaptif yang muncul akibat transformasi digital, terutama yang berkaitan dengan perubahan nilai, budaya, dan perilaku kerja. Sementara itu, Kepemimpinan Agile menyediakan mekanisme operasional yang memungkinkan organisasi merespons perubahan secara cepat, fleksibel, dan iteratif. Integrasi kedua pendekatan ini melahirkan model Kepemimpinan Adaptif-Agile yang mampu menggabungkan kedalaman analisis adaptif dengan kecepatan dan kelincahan dalam implementasi perubahan. Model ini tidak hanya mendukung keberhasilan transformasi digital secara teknis, tetapi juga memastikan terjadinya perubahan adaptif yang berkelanjutan melalui pemberdayaan tim, pembelajaran organisasi, dan peningkatan agilitas organisasi.