p-Index From 2021 - 2026
5.863
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Fenomenologi Penggunaan Fitur Repost Tiktok Sebagai Media Komunikasi Tidak Langsung dalam Hubungan Romantis pada Generasi Z Adinda Dwi Handayani; Atwar Bajari; Rachmaniar
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana mahasiswa Generasi Z memaknai fitur repost TikTok sebagai media komunikasi tidak langsung dalam mengekspresikan dinamika emosiona cinta, overthinking, dan luka pasca-konflik di tengah masifnya narasi hubungan ideal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan yang memiliki pengalaman dinamika hubungan romantis. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama: (1) repost sebagai representasi untuk memvalidasi emosi secara digital; (2) repost sebagai sarana penyampaian pesan tersirat kepada individu tertentu; (3) repost sebagai jembatan konflik ketika komunikasi verbal mengalami kebuntuan; dan (4) ambivalensi antara dorongan berekspresi dan ketakutan terhadap penilaian sosial. Secara keseluruhan, repost dimaknai sebagai bahasa emosional yang fleksibel dan dipengaruhi algoritma platform. Penelitian ini merekomendasikan studi lanjutan secara longitudinal dan lintas platform, serta pentingnya literasi media terkait kesehatan mental mahasiswa.
Social Media Sentiment Analysis: Public Opinion on Yogyakarta Tourism Wulan Purnama Sari; Nadia Ayu Rahma Lestari; Atwar Bajari; Hanny Hafiar; Puji Lestari
Mediakita Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Mediakita : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Fakultas Usluhuddin dan Dakwah UIN Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/mediakita.v10i1.2939

Abstract

Social media has become an essential influence in the digital era, as it is today. Various parties, ranging from individuals and institutions, have accounts for multiple purposes. Thus, measuring social media use is essential for assessing its success, including in the tourism sector. Tourism in the digital era uses social media to shape public opinion and attract tourists. On that basis, this study aims to explain and analyze the results of measuring social media sentiment on public opinion of Yogyakarta tourism. The concept of public opinion is used in the study to measure the views of the digital community regarding tourism in Yogyakarta, one of Indonesia’s leading tourist destinations. This study was conducted using a quantitative approach using Brand24 to measure social media sentiment. The results of the study show that sentiment on social media is neutral, indicating that information related to Yogyakarta tourism is objective, with the most reach on TikTok.
Literasi Digital dalam Konten Edukasi Kebahasaan dan Kesastraan di Instagram @dutabahasariau Restira My Syahputri; Atwar Bajari; Edwin Rizal
SAWERIGADING Vol 32, No 1 (2026): Sawerigading, Edisi Juni 2026
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v32i1.1637

Abstract

This study analyzes the practice of digital literacy in the production and curation of linguistic and literary educational content on Instagram @dutabahasariau. The focus is directed at examining how the components of digital literacy proposed by Hague and Payton are implemented and integrated into content production strategies. This research employs a descriptive qualitative approach through content analysis of seven Instagram reels selected purposively based on thematic variation and audience engagement, complemented by in-depth interviews with the account administrator. The results of the study show that digital literacy is not applied as separate skills, but as an integrated practice consisting of three main dimensions: technical (functional skills), strategic (creativity, collaboration, and effective communication), and reflective (information evaluation, critical thinking, and socio-cultural awareness). The integration of these dimensions plays a crucial role in shaping the quality and reach of educational content on social media. However, the implementation remains suboptimal in terms of technical skill distribution, sustainability of collaboration, and the development of interactive spaces that encourage critical audience engagement. This study highlights digital literacy as a strategic capacity in content production and contributes to the advancement of digital literacy studies in social media contexts. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik literasi digital dalam produksi dan kurasi konten edukatif kebahasaan dan kesastraan pada akun Instagram @dutabahasariau. Fokus penelitian diarahkan pada implementasi dan integrasi komponen literasi digital menurut Hague dan Payton dalam strategi produksi konten. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis isi terhadap tujuh konten reels yang dipilih secara purposif berdasarkan variasi tema dan tingkat keterlibatan audiens, serta wawancara mendalam dengan pengelola akun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital terwujud sebagai praktik yang terintegrasi dalam tiga dimensi utama, yaitu teknis (keterampilan fungsional), strategis (kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi efektif), serta reflektif (kemampuan memilah informasi, berpikir kritis, dan pemahaman sosial budaya). Integrasi ketiga dimensi tersebut berperan dalam menentukan kualitas dan jangkauan konten edukatif di media sosial. Namun, implementasinya belum sepenuhnya optimal, terutama pada pemerataan keterampilan teknis, keberlanjutan kolaborasi, serta pengembangan interaksi yang mendorong partisipasi kritis audiens. Penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital berfungsi sebagai kapasitas strategis dalam produksi konten kebahasaan serta berkontribusi pada pengembangan kajian literasi digital di media sosial.
Co-Authors Adella Vira Andiesta Adinda Dwi Handayani Agus Setiaman Almadina Rakmaniar Alya Difa Salsabila Anam Miftakhul Huda Andiesta, Adella Vira Anisa Diniati Annisa Nursalsabillah Annisa Nursalsabillah Anter Venus Arief Wicaksono, Arief Asep Saeful Muhtadi, Asep Saeful Asep Suryana Astuti, Sri Wahyuning Atie Rachmiatie Cho, Sung Kyum Dadang Rahmat Dadang Rahmat Hidayat Dadang Sugiana Dandi Supriadi Deddy Mulyana Diah Fatma Sjoraida Ditha Prasanti Duddy Zein Edwin Rizal Efi Fadilah Eni Maryani Eni Maryani Evan Setia Ferryan Fadhila, Husna Friska Dewi Yuliyanti Hanif, Raden Muhammad Ciptaning Hanny Hafiar Haryo S Martodirdjo Hayati, Neni Nur Heru Ryanto Budiana Huda, Anam Miftakhul Hussein Gibreel Musa I Gusti Wayan Murjana Yasa Ilham Razaqa Achmad Ira Mirawati Ismail, Nurzali Karina Rizqi Abelinda Lestari, Puji Lilis Puspitasari Maryani, Eni Maulana Irfan Meria Octavianti, Meria Mikhael Rajamuda Bataona Muhammad Gantira Muhammad Ilham Nadia Ayu Rahma Lestari Navarro, Charles Julian Santos Ninis Agustini Damayani Nursalsabillah, Annisa Nuryah Asri Sjafirah, Nuryah Asri Paskah Marpaung Pietyasafira, Hayati PONPON IDJRADINATA Prabowo, Destiya Puji Pratama, Hafiz Gustika Priyo Subekti Priyo Subekti PUJI LESTARI Rachmaniar Rahman Mulyawan Rahmat, Dadang Ramadhan, M. Reza Mahdavikia Ramadhanty, Rizta Insani Reffina Nuramalia Restira My Syahputri Rheza Ramadhyan Wicaksana Rheza Ramadhyan Wicaksana, Rheza Ramadhyan Rini Anisyahrini Rini Darmastuti S. Kunto Adi Wibowo Samson CMS Samson, Samson Sitanggang, Jonathan Timoty Slamet Mulyana Slamet Mulyana Sumarjo Syalma Azzahra Taufani, Maurina Teddy K. Wirakusumah Teddy Kurnia Wirakusumah Trie Damayanti Triyani, Ika ika Ute Lies Siti Khadijah Uud Wahyudin Uud Wahyudin Vanda Sekar Yanti Widiastuti, Anindita Wina Erwina Wulan Purnama Sari Yanti Setianti Yanti Setianti Yustikasari