Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Baby Corn pada berbagai Dosis Pupuk NPK dan Dosis Kompos Kotoran Sapi Nanda Rohimawati; Bambang Budi Santoso; Aluh Nikmatullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7620

Abstract

Jagung semi (baby corn) merupakan sayuran populer di Asia yang dipanen sebelum pembuahan dan memiliki kandungan gizi tinggi serta rendah kalori. Komoditas ini semakin diminati karena rasanya yang manis dan dapat dikonsumsi mentah maupun dimasak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK dan dosis kompos kotoran sapi serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil baby corn. Penelitian dilaksanakan pada Agustus–November 2024 di Dusun Mongge 2, Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Perlakuan terdiri dari dua faktor, yaitu dosis pupuk NPK (50%, 75%, dan 100% dari rekomendasi 300 kg/ha) dan dosis kompos kotoran sapi (10, 25, dan 40 ton/ha), menghasilkan 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan, sehingga total 27 petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 6 MST dan jumlah tongkol per tanaman, khususnya pada dosis 50% (150 kg/ha) dan 75% (225 kg/ha). Kompos kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 2 MST, laju pertumbuhan relatif tinggi tanaman, jumlah tongkol per tanaman, berat setiap tongkol, berat tongkol per tanaman, dan berat tongkol per meter persegi. Dosis 10 dan 25 ton/ha memberikan hasil lebih baik dibandingkan 40 ton/ha, kecuali pada jumlah tongkol. Tidak terdapat interaksi nyata antara dosis pupuk NPK dan kompos terhadap pertumbuhan dan hasil baby corn.
Pertumbuhan Awal Bibit Setelah Pemeraman saat Perkecambahan Biji Dua Genotip Kakao (Theobroma cacao L.) Kebun Rakyat Kabupaten Lombok Utara Femi Dwi Astuti; Dwi Noorma Putri; Jayaputra; Bambang Budi Santoso; I Komang Damar Jaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7786

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas perkebunan penting yang bernilai ekonomi tinggi, terutama sebagai bahan baku industri makanan dan minuman. Sebagian besar produksi tersebut berasal dari perkebunan rakyat sehingga peningkatan produksi harus dilakukan melalui pengesuaian dengan kondisi rakyat. Kualitas dan keberhasilan produksi kakao sangat dipengaruhi oleh viabilitas benih dan pertumbuhan awal bibit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh dua genotip kakao dan beberapa bahan pemeraman terhadap viabilitas benih dan pertumbuhan awal bibit kakao, sebagai dasar pengelolaan bibit berkelanjutan. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktor, yaitu genotip (g1 dan g2) dan bahan pemeraman (tanpa pemeraman, karung goni, kain handuk, dan kertas koran), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi kecepatan dan persentase berkecambah, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, serta berat segar dan kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan genotip berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Sementara itu, bahan pemeraman hanya berpengaruh nyata terhadap kecepatan berkecambah, dengan hasil terbaik ditunjukkan oleh pemeraman menggunakan kertas koran. Meskipun sebagian besar perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, pertumbuhan tanaman tetap meningkat seiring waktu, yang menunjukkan bahwa proses fisiologis tanaman berlangsung normal di bawah kondisi tumbuh yang seragam.
Hasil Biji dan Kadar Minyak Jarak Kepyar Lokal Beaq Amor (Ricinus communis L.) pada Berbagai Umur Pemangkasan Batang Utama Santoso, Bambang Budi; Sudika, I Wayan; Jaya, I Komang Damar; Aryana, I Gusti Putu Muliarta
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 42 No. 3 (2014): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.526 KB) | DOI: 10.24831/jai.v42i3.9183

Abstract

ABSTRACTSuccessful castor (Ricinus communis L.) cropping depends on the reliability of production technique. Branching is a useful agronomic trait because infloresence developed at each branch’s terminal. Pruning is considered as an important technique for branching stimulation. This study attempted to elucidate the effect of main stem pruning on the yield of Beaq Amor local variety of castor (Ricinus communis L.) with short cultivation system. The experiment was conducted on dry land area of Amor-Amor, North Lombok, West Nusa Tenggara during February-July 2011 and was arranged in a single-factor randomized complete block design with three replications. The treatments were four types of pruning (i.e. no pruning, main stem pruning at 30 days after planting, 45 days after planting, and 60 days after planting). The results showed that the effect of pruning was significant on dry seed yield and was not significant on kernel oil content. Pruning at 30 days old and 45 days old plant yielded in the highest dry seed weight (374.9-387.8 g tree-1 or 943.0-974.3 kg ha-1) with oil content of 62.2%.Keywords: branching, canopy, dry seed, Ricinus communis L.
Keragaan F1 dan Heterosis Karakter Agronomis pada Beberapa Persilangan Padi Beras Merah Muliarta Aryana, I Gusti Putu; Ketut Sudarmawan, Anak Agung; Santoso, dan Bambang Budi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 45 No. 3 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.02 KB) | DOI: 10.24831/jai.v45i3.12247

Abstract

Study on the effect of heterosis is important in order to find potential parent for creating a new superior variety. This research was aimed to study the phenotipic expression of F1 and heterosis on agronomics characters some crossed red rice. Experiment was done at a paddy field in Nyurlembang, West Lombok, West Nusa Tenggara during August–November 2016, and it was arranged in a randomized block design of 12 genotypes as treatment with five replications. Genotypes evaluated were Fatmawati, IPB3S, G9(F2BC4P19-36), F1-Fatmawati/Inpago Unram-I, F1-Fatmawati/G9, F1-IPB 3S/Inpago Unram-I, F1-IPB 3S/G9, F1-Inpago Unram-I/Fatmawati, F1-G9/Fatmawati, F1-Inpago Unram-I/IPB 3S, and F1-G9/IPB 3S. The results showed that based on the F1 phenotipic performances and heterosis on grain weight per hills, yield, 1000 grain weight, number of grain per panicle, length of panicle, number of productive tiller per hill, and time of flowering, there were three genotypes that had a semi ideal type of red rice with high yield potential. The genotypes were F1-Fat/G9, F1-Inpago Unram-I/IPB 3S, and F1-IPB 3S/Inpago Unram-I.Keywords: diversity, agronomic, yield, red rice
Pendampingan Pengelolaan Pekarangan di Desa Sukadana Lombok Utara untuk Kemandirian Pangan dan Konsumsi Gizi Seimbang Rumah Tangga Petani Jayaputra; Bambang Budi Santoso; I Komang Damar Jaya
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i2.228

Abstract

Desa Sukadana, Lombok Utara, menghadapi keterbatasan pangan dan gizi akibat kondisi lahan kering serta perubahan iklim. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui pendampingan pengelolaan pekarangan dengan pendekatan partisipatif selama April–Oktober 2024, melibatkan 25 anggota Kelompok Tani Padi Subur. Program mencakup penyuluhan gizi seimbang, pelatihan budidaya hortikultura dengan teknik vertikultur dan polibag, serta pemanfaatan limbah organik. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani, antusiasme tinggi, serta keberhasilan pemanfaatan pekarangan yang menambah ketersediaan pangan bergizi dan pendapatan keluarga. Kegiatan ini efektif mendukung kemandirian pangan dan ketahanan rumah tangga petani.
Pertumbuhan Awal Bibit Setelah Pemeraman saat Perkecambahan Biji Dua Genotip Kakao (Theobroma cacao L.) Kebun Rakyat Kabupaten Lombok Utara Femi Dwi Astuti; Dwi Noorma Putri; Jayaputra; Bambang Budi Santoso; I Komang Damar Jaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7637

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas perkebunan penting yang bernilai ekonomi tinggi, terutama sebagai bahan baku industri makanan dan minuman. Sebagian besar produksi tersebut berasal dari perkebunan rakyat sehingga peningkatan produksi harus dilakukan melalui pengesuaian dengan kondisi rakyat. Kualitas dan keberhasilan produksi kakao sangat dipengaruhi oleh viabilitas benih dan pertumbuhan awal bibit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh dua genotip kakao dan beberapa bahan pemeraman terhadap viabilitas benih dan pertumbuhan awal bibit kakao, sebagai dasar pengelolaan bibit berkelanjutan. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktor, yaitu genotip (g1 dan g2) dan bahan pemeraman (tanpa pemeraman, karung goni, kain handuk, dan kertas koran), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi kecepatan dan persentase berkecambah, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, serta berat segar dan kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan genotip berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Sementara itu, bahan pemeraman hanya berpengaruh nyata terhadap kecepatan berkecambah, dengan hasil terbaik ditunjukkan oleh pemeraman menggunakan kertas koran. Meskipun sebagian besar perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, pertumbuhan tanaman tetap meningkat seiring waktu, yang menunjukkan bahwa proses fisiologis tanaman berlangsung normal di bawah kondisi tumbuh yang seragam.
Pupuk Organik Cair Daun Kelor: Nutrisi, Ekstraksi, dan Aplikasi dalam Pertanian Berkelanjutan Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/g3bmfz35

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) dikenal sebagai sumber nutrisi alami yang kaya akan nitrogen, fosfor, kalium, serta berbagai mikronutrien dan senyawa bioaktif. Penelitian-penelitian terbaru menunjukkan potensi ekstrak daun kelor sebagai bahan baku pupuk organik cair (POC) yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman sekaligus memperbaiki kesehatan tanah. Artikel ini bertujuan memberikan sintesis kritis terhadap bukti empiris mengenai efektivitas POC berbasis daun kelor serta mengidentifikasi celah riset yang menghambat adopsi skala luas. Temuan review menunjukkan bahwa POC daun kelor konsisten meningkatkan parameter pertumbuhan tanaman dan beberapa indikator kualitas tanah, namun variasi metode ekstraksi dan dosis aplikasi menghambat perbandingan lintas studi.
Viabilitas Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Perkebunan Rakyat Lombok Utara pada Berbagai Tingkat Kematangan: Implikasi Ekonomi dan Keberlanjutan Santoso, Bambang Budi; Jayaputra, Jayaputra; Jaya, I Komang Damar
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 11 No. 3 (2025): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v11i3.949

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of cocoa pod maturity on seed viability and early seedling growth in smallholder plantations of North Lombok, and its implications for economic efficiency and sustainability. The experiment was conducted using a factorial randomized complete design with three cocoa genotypes (Genotype-1, Genotype-2, and MCC-02) and three pod maturity levels (140, 150, and 170 days after flowering/DAF). The results indicated that seeds from physiologically mature pods (140 DAF) had the highest viability (germination rate 89.2% and normal seedlings 82.2%), whereas overripe pods (170 DAF) showed a significant decline (65.8% and 46.6%). Seedling growth up to two months was not significantly affected by pod maturity. Harvesting at 140–150 DAF proved more economically efficient by reducing nursery costs, while also supporting sustainability through the availability of high-quality seedlings without land expansion. These findings highlight the importance of appropriate harvest timing to enhance productivity and sustain smallholder cocoa production systems.
Fruits and Seeds Character of Moringa Oleifera Lam. Accession of Salut Village, North Lombok Regency Miftahul Jannah; I Ketut Ngawit; Bambang Budi Santoso
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 1 No. 4 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The environment in which the plants grow and develop is thought to have an effect on the character of the fruit and seeds and the quality of the Moringa seeds, as well as affect the seeds germination, growth and adaptability of the seedlings. Characterization is one of the activities carried out in order to identify the properties of a Moringa accession to be used in further plant breeding programs. The research aimed to describe the character of fruit and seeds as well as the relationship of the accession in Salut Village, Kayangan District, North Lombok Regency, which is the center of the growth of Moringa trees in West Nusa Tenggara, using descriptive methods through surveys and sampling by purposive sampling and analyzed with the SPSS-20 program cluster analysis. The results show that there were significant differences in the morphological and physiological characters of Moringa seeds between accessions from Salut Village, North Lombok Regency. The accession of Moringa trees that have the closest relationship was Sambik Rindang-2 and Sambik Rindang-8 with a coefficient value of 2.44, while the farthest relationship was Sambik Rindang-1 and Tanak Sebang-6 with a coefficient value of 67.87.
The Effect of Soil Amendments and Shading on the Yield of Red Chili (Capsicum annum L.) in a Sandy Dryland Lalu Wahyu Ardis Pandya; I Komang Damar Jaya; Bambang Budi Santoso; Jayaputra
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.9818

Abstract

Low nutrient along with intense sunlight levels in sandy drylands, often lead to poor crops yield. This study examined the effects of soil amendments and shading on the yield of red chili plants cultivated in a sandy (70% sand, 15% clay and 15% silt) dryland environment. The experiment was conducted in Gumantar Village, North Lombok Regency from May to September 2024. The C-organic content of the soil was 1.11% with only 0.09% of total nitrogen. The soil amendment treatments included no soil amendment, chicken manure, and seaweed biochar. The shading treatments consisted of two levels: no shading and shading using a 200-micron UV plastic with 14% diffusive ultraviolet ray. All treatments were arranged factorially using a randomized block design with three replications. The results indicated that soil amendments and shading did not significantly affect plant growth, certain soil chemical properties, or microbial populations, possibly due to its short time effect. However, both types of soil amendments and UV plastic shading increased the yield of red chili plants by approximately 6.0% compared to the treatment without any amendments or without shading. This study shows that soil amendment and shading with UV plastic improve tomato yield in sandy dryland soils.
Co-Authors , Hariyadi , Hasnam , Kisman AA Sudharmawan, AA Abdul Jafar Maring Agus Purbathin Hadi Ahsani Taqwim Alfian Pujian Hadi Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Anjar Pranggawan Azhari Ari Hernawan Aris Budianto Ayu, Candra Baiq Eliza Prizma Mahardhika Baiq Novianti Dili Hairunnisa Baiq Parasmita Tri Anjani Bambang Hari Kusumo Bambang Sapta Purwoko Bq Tri Khairina Ilhami Dwi Noorma Putri Dwi Noorma Putri Dwi Ratna Anugrahwati Eka Sunarwidhi Prasedya Eqtika Susila Dewi Femi Dwi Astuti Fina Ameliana Haji Sunarpi Haji Sunarpi Halimatul Ulfa Ru’ya Hary Haryanto Hasriani Rizki Haq Hery Haryanto I Dewa Gede Jaya Negara I Gede Putu Wirarama Wedashwara Wirawan I Gst. Md. Arya Parwata I Gst. Pt. Muliarta Aryana I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damarjaya I Nym. Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy S I Wayan Suadnya I Wayan Sudika I.D.P. MULIARTA ARYANA IGM Arya Parwata IGM Arya Parwata IGM Arya Parwata IGM Arya Parwata IGP Muliarta Aryana Ika Kasturi Indah Sari Indri Sulmayani Irwan Muthahanas Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra, Jayaputra Joko Priyono Ketut Sudarmawan, Anak Agung Kisman Komang Damar Jaya L. Mukhtar Atmawinata Laelatul Azomah Lalu Wahyu Ardis Pandya Liana Suryaningsih B. Lili Supriatin Linda Oktavian Lolita Endang Susilowati Made Sriasih Malayani Mansur Ma’shum Mantika, Niha Hidayati Miftahul Jannah Mohamad Taufik Fauzi Muhammad Sukri Muktasam Nanda Rohimawati Ni Wayan Riyani Martyasari Nia Hidayatul Aini Nihla Farida Nika Pranggana Aranda Novia Rizki Warismayati Novita Hidayatun Nufus Nur Amalia Nurfadiansih Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurul Qomariyah Ogy Farenza Ilham Pita Erika Putri Rahmatul Ummah Rasmani Rasmani Rinda Insani Safta, Laila Sahrul Alim Samsul Hilal Satrijo Saloko Sawaludin Sawaludin Slamet Susanto Sri Rahayu SRI RAHAYU Sudirman Sudirman Sukartono Sumarjan Sumarjan Sumarjan Sunarwidhi, Anggit Listyacahyani Tajidan, Tajidan Toni Hermawan Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop Wahyu Astiko Wahyu Risna Rianto Wayan Wangiyana Windi Irawati Yiyin Yulistyani Fitri Yogi Ambana Yuliani Ahmad Yusnia Herpiani Zahrawana Putri Yodita