Claim Missing Document
Check
Articles

TAKEDAPOT untuk Kesehatan dan Ketahanan Pangan Keluarga Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere
Publisher : CV. RINJANI AKSARA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan pertanian dalam arti luas menyoroti pentingnya ketahanan pangan dan kesehatan keluarga, terutama melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan sehat. Salah satu solusi inovatif adalah TAKEDAPOT (Tanam Kelor Dalam Pot), yaitu teknik budidaya Moringa oleifera secara intensif dalam wadah terbatas. Teknologi ini tidak hanya menjawab kebutuhan akan sayuran bergizi dan herbal penguat imun, tetapi juga adaptif terhadap keterbatasan lahan dan perubahan iklim. TAKEDAPOT memanfaatkan bibit kelor dari biji atau stek batang, media tanam berbasis organik, serta pot yang memenuhi syarat aerasi dan drainase. Teknik ini mudah diaplikasikan, berbiaya rendah, dan dapat memberikan hasil panen daun secara rutin setiap 30–60 hari. Selain memenuhi konsumsi sendiri, hasil panen dapat dijual untuk menambah pendapatan rumah tangga. Dengan demikian, TAKEDAPOT berpotensi besar sebagai bagian dari program Rumah Pangan Lestari (RPL) dan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), serta sebagai strategi praktis dalam membangun ketahanan pangan keluarga berbasis sumber daya lokal.
Pengaruh Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Lokal Kebun Rakyat Kabupaten Lombok Utara (KLU) Indri Sulmayani; Dwi Noorma Putri; Jayaputra; Bambang Budi Santoso; I Komang Damar Jaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/aebpfh04

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan tanaman penting bagi perekonomian Indonesia, dengan permintaan yang terus meningkat. Namun, luas lahan penanaman dan produktivitas kakao mengalami penurunan. Sebagian besar kakao dikelola oleh perkebunan rakyat (98,86%), yang menggunakan sumber daya lokal secara sederhana. Salah satu tantangan dalam meningkatkan produksi adalah penyediaan bibit berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan bibit kakao lokal di Kabupaten Lombok Utara, yang dikenal sebagai pusat produksi kakao di Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan adalah Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan empat perlakuan: m0 (kontrol), m1 (seresah kakao), m2 (pupuk kandang kambing), dan m3 (kulit kopi), masing-masing dengan lima ulangan. Penelitian berlangsung dari Februari hingga Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan m1 media tanam dari seresah kakao menghasilkan pertumbuhan terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar dan kering tajuk, rasio tajuk-akar, serta IKB segar dan IKB kering. Sementara itu perlakuan m2 media tanam dari pupuk kandang kambing menunjukkan pertumbuhan terendah, meskipun panjang akar tunggangnya lebih besar. Dengan adanya penelitian ini petani dapat mengetahui bahwa seresah kakao yang terurai di sekitar lahan budidaya dapat digunakan menjadi media tanam yang cukup baik untuk pertumbuhan bibit kakao. Penggunaan seresah kakao ini lebih ekonomis dibandingkan dengan media tanam lain serta memanfaatkan seresah kakao akan dapat mengurangi penyebaran penyakit dari lingkungan budidaya.
Dinamika Ritme Pertumbuhan Tajuk Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.): Tinjauan terhadap Flush Daun, Arsitektur Kanopi, Naungan, dan Pengelolaan Tajuk Bambang Budi Santoso; Jayaputra; I Komang Damar Jaya
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/trjfzr69

Abstract

Pertumbuhan tajuk tanaman kakao (Theobroma cacao L.) berlangsung secara ritmis melalui kemunculan daun muda atau flush, pematangan daun, dan fase dormansi tunas. Dinamika ini menentukan efisiensi intersepsi cahaya, keseimbangan vegetatif-generatif, serta kemampuan tanaman mendukung pembentukan bunga dan buah. Artikel ini bertujuan mengulas dinamika ritme pertumbuhan tajuk kakao berdasarkan sintesis literatur nasional dan internasional, dengan penekanan pada mekanisme flush daun, pengendalian fisiologis, pengaruh lingkungan, arsitektur kanopi, naungan, pemangkasan, dan implikasinya terhadap produktivitas. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka naratif-integratif terhadap artikel ilmiah, prosiding, buku akademik, dan publikasi lembaga penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ritme pertumbuhan tajuk kakao dipengaruhi oleh interaksi faktor endogen, seperti aktivitas meristem, hormon, umur daun, dan alokasi asimilat, serta faktor eksternal, terutama air, cahaya, suhu, kelembapan, sistem naungan, dan pemangkasan. Tajuk yang terlalu rapat dapat meningkatkan self-shading dan kelembapan, sedangkan tajuk yang terlalu terbuka berisiko meningkatkan cekaman panas dan defisit air. Oleh karena itu, pengelolaan tajuk kakao perlu diarahkan pada pembentukan kanopi seimbang, distribusi cahaya yang memadai, dan sinkronisasi antara pemangkasan, pemupukan, ketersediaan air, serta fase perkembangan buah.
Strategi Kopi Lombok Bertahan di Era El Nino Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere
Publisher : CV. RINJANI AKSARA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim dan fenomena El Nino menjadi tantangan besar bagi petani kopi di Nusa Tenggara Barat. Artikel ini membandingkan dua komoditas unggulan: Kopi Arabika Sembalun di ketinggian 1100–1400 mdpl dan Kopi Robusta Gangga di 500–900 mdpl. Arabika Sembalun memiliki nilai jual tinggi dengan cita rasa floral dan asam buah, namun rentan terhadap kekeringan dan suhu panas. Sebaliknya, Robusta Gangga yang menyumbang 383,66 ton produksi di KLU pada 2016, memiliki daya tahan lebih baik terhadap cuaca ekstrem dan perawatan lebih mudah. Tulisan ini menganalisis karakter, risiko, dan strategi adaptasi kedua varietas di era El Nino. Rekomendasi yang diberikan meliputi: pemilihan varietas sesuai ketinggian lahan, penerapan agroforestri dan konservasi air, serta peningkatan mutu melalui pasca panen. Dengan diversifikasi dan manajemen kebun yang tepat, petani kopi Lombok diharapkan tetap produktif dan berdaya saing meski iklim berubah.
Co-Authors , Hariyadi , Hasnam , Kisman AA Sudharmawan, AA Abdul Jafar Maring Agus Purbathin Hadi Ahsani Taqwim Alfian Pujian Hadi Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Aluh Nikmatullah Anjar Pranggawan Azhari Ari Hernawan Aris Budianto Ayu, Candra Baiq Eliza Prizma Mahardhika Baiq Novianti Dili Hairunnisa Baiq Parasmita Tri Anjani Bambang Hari Kusumo Bambang Sapta Purwoko Bq Tri Khairina Ilhami Dwi Noorma Putri Dwi Noorma Putri Dwi Ratna Anugrahwati Eka Sunarwidhi Prasedya Eqtika Susila Dewi Femi Dwi Astuti Fina Ameliana Haji Sunarpi Haji Sunarpi Halimatul Ulfa Ru’ya Hary Haryanto Hasriani Rizki Haq Hery Haryanto I Dewa Gede Jaya Negara I Gede Putu Wirarama Wedashwara Wirawan I Gst. Md. Arya Parwata I Gst. Pt. Muliarta Aryana I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Arya Parwata I Gusti Made Kusnarta I Gusti Putu Muliarta Aryana I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit I Ketut Ngawit, I Ketut I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damar Jaya I Komang Damarjaya I Nym. Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy I Nyoman Soemeinaboedhy S I Wayan Suadnya I Wayan Sudika I.D.P. MULIARTA ARYANA IGM Arya Parwata IGM Arya Parwata IGM Arya Parwata IGM Arya Parwata IGP Muliarta Aryana Ika Kasturi Indah Sari Indri Sulmayani Irwan Muthahanas Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra Jayaputra, Jayaputra Joko Priyono Ketut Sudarmawan, Anak Agung Kisman Komang Damar Jaya L. Mukhtar Atmawinata Laelatul Azomah Lalu Wahyu Ardis Pandya Liana Suryaningsih B. Lili Supriatin Linda Oktavian Lolita Endang Susilowati Made Sriasih Malayani Mansur Ma’shum Mantika, Niha Hidayati Miftahul Jannah Mohamad Taufik Fauzi Muhammad Sukri Muktasam Nanda Rohimawati Ni Wayan Riyani Martyasari Nia Hidayatul Aini Nihla Farida Nika Pranggana Aranda Novia Rizki Warismayati Novita Hidayatun Nufus Nur Amalia Nurfadiansih Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurrachman Nurul Qomariyah Ogy Farenza Ilham Pita Erika Putri Rahmatul Ummah Rasmani Rasmani Rinda Insani Safta, Laila Sahrul Alim Samsul Hilal Satrijo Saloko Sawaludin Sawaludin Slamet Susanto SRI RAHAYU Sri Rahayu Sudirman Sudirman Sukartono Sumarjan Sumarjan Sumarjan Sunarwidhi, Anggit Listyacahyani Tajidan, Tajidan Toni Hermawan Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop Wahyu Astiko Wahyu Risna Rianto Wayan Wangiyana Windi Irawati Yiyin Yulistyani Fitri Yogi Ambana Yuliani Ahmad Yusnia Herpiani Zahrawana Putri Yodita