p-Index From 2021 - 2026
10.073
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AL-Daulah Jurnal Diskursus Islam Jurnal Mirai Management Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia SAMARAH: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Imtiyaz : Jurnal Ilmu Keislaman El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Jurnal Ilmu Manajemen Profitability Siyasatuna Jurnal Ilmiyah Mahasiswa Siyasah Syariyyah Economics and Digital Business Review El-Iqtishady Iqtishaduna : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Al-Mutsla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Al-Qur'an Pappasang Mauriduna : Journal of Islamic studies Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Adl Islamic Economic Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Edu Research : Jurnal Penelitian Pendidikan Al-Aqwam: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Innovative: Journal Of Social Science Research Ekalaya : Jurnal Ekonomi Akuntansi Bisma : Business and Management Journal Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis dan Filologi Al-Bayyinah Journal of Management and Innovation Entrepreneurship (JMIE) Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah VISA: Journal of Vision and Ideas RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Media Hukum Indonesia (MHI) Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir TAFASIR Tafaqquh : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Ahwal Syahsiyah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia (JIMK-MC) Tarbiatuna: Journal of Islamic Education Studies Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Dirosah Islamiyah: Jurnal Studi Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Tafsir QS. Al-Baqarah : 275-276: About Usury, Its Meaning and Implications for the Economy Bukhari, Bukhari; Basri, Halimah
EKALAYA : Jurnal Ekonomi Akuntansi Vol. 2 No. 2 (2024): Ekalaya : Jurnal Ekonomi Akuntansi
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/ekalaya.v2i2.977

Abstract

The topic of this research is usury, based on the interpretation of the riba verses in the Koran. As well as discussions about buying and selling, usury and bank interest which have implications for economic activities today. The concept of usury has a significant impact on the people's economy, including economic injustice, restrictions on productive investment, as well as its impact on sharia banking and foreign investment. Usury practices can also dampen entrepreneurship and change consumption patterns. A descriptive qualitative research approach, the data used is secondary data obtained from journal articles, books and other related information. The results of this research are that the Al-Qur'an states that buying and selling and usury are not the same, therefore usury is strictly prohibited and the prohibition of usury in Islam is based on moral and humanitarian considerations, with the aim of eliminating economic practices that give rise to oppression and tyranny (Al-Qur'an Surah Al-Baqarah 275, 275-276). However, scholars have different opinions regarding the punishment of bank interest, some believe that bank interest is absolutely haram because of the similarities between usury and bank interest. Some other scholars judge that bank interest is halal or permissible because bank interest aims to maintain the value of money, so that the borrower does not suffer. losses due to the decline in exchange rates in the next few years.
Entrepreneurship Dan Strategi Bisnis Dalam Islam (Overview QS. Quraisy: 1-4) Dwiatmaja, Ahmad Zikri; Halimah Basri; Muhammad Daming
BISMA : Business and Management Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Bisma : Business and Management Journal
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/bisma.v2i2.920

Abstract

This research aims to find out the literature related to entrepreneurship principles and business strategies contained in Surah Quraysh. The research method used in the study is literature analysis, which is also known as literature study. The results of the research show that Surah Quraysh provides a strong foundation for the development of sharia-based business strategies. The example of the Prophet Muhammad (SAW) contained in Surah Quraysh such as developing a coherent business strategy, perseverance, learning, and habituation, then social care that provides a strong ethical foundation for entrepreneurs who want to run a business in accordance with Islamic values. It also encourages social responsibility, concern for society, and integrity in business. By referring to the principles of entrepreneurship in Surah Quraysh, entrepreneurs can build business strategies that are sustainable, ethical and beneficial to society, while gaining blessings in their endeavors. Seeing the example of the Prophet Muhammad SAW. in entrepreneurship and business teaches that forming a sharia business foundation that is in accordance with Islamic values and is oriented towards justice, blessings and sustainability. The business strategy contained in Surah Al-Quraisy verses 1 - 4 is perseverance, learning and habituation from small, Brand Equity and Master Brand, outward expansion, building networks, as well as diplomacy and negotiation skills, market segmentation, balance between business and worship, tawakkal accompanied by hard work.
Perilaku Hedonis dalam al-Qur’an Studi atas Term al-Israf Q.S al-A’raf ayat 31. Adi, Kurniadi; Prades Arianto Silondae; Achmad Abubakar; Halimah Basri; Muh. Azka Fazakah Rifah
AL-MUTSLA Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Al Mutsla Desember 2023
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v5i2.755

Abstract

Perilaku israf dan tabdzir merupakan perilaku yang menunjukkan sikap boros, berlebih-lebihan dan cenderung bermasa bodoh terhadap lingkungan sekitarnya. Orang yang berperilaku hedonis (israf dan tabdzir) senantiasa mencari kesenangan duniawi semata kurang mempertimbangkan dampaknya di akhirat. Tujuan penelitian ini mengkaji mengenai pandangan al-Qur’an terkait perilaku hedonis, yaitu israf dan tabdsir khususnya dalam perilaku konsumsi. Penelitian ini juga mengkaji surah al-A’raf ayat 31 sebagai gambaran larangan perilaku israf dan tabdzir. Metode yang digunakan dalam dalam peneltian ini adalah library research. Hasil dalam peneltian menunjukkan bahwa Islam melarang perbuatan berlebih-lebihan, baik dalam mengluarkan harta untuk kosumsi ataupun dengan tujuan tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan kadarnya dan tidak pada tempatnya. Hal tersebut dilarang karena termasuk dalam perbuatan syetan. Agar tehindar dari perbuatan israf dan tabdzir seorang Muslim diharuskan senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah supaya selalu dijaga dan dipelihara oleh Tuhan. Seorang hamba harus selalu mengingat Allah dan berserah diri atas segala apa yang hendak diperbuatnya.
ZAKAT DAN FUNGSINYA BAGI SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT: KAJIAN TAFSIR EKOMOMI QS. AL-TAUBAH AYAT 103 A M Nur Atma Amir; Achmad Abubakar; Halimah Basri; Muh. Azka Fazaka Rif’ah
El-Iqthisadi Volume 5 Nomor 2 Desember 2023
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/el-iqthisady.vi.44120

Abstract

Abstrak Salah satu ayat yang menjelaskan fungsi zakat adalah Surah al-Taubah ayat 103. Penelitian ini mencoba mengkaji makna dari lafaz ṣadaqah di dalam ayat tersebut serta perbandingannya dengan infak dan sedekah. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji fungsi zakat baik secara social maupun secara ekonomi yang terkandung dalam surah al-Taubah ayat 103 tersebut. Penelitian ini meupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode interpretasi dengan pendekatan metode tafsir tahlili yang merupakan salah satu metode untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa maksud dari lafaz ṣadaqah dalam Surah al-Taubah ayat 103 menurut mayoritas mufasir adalah zakat. Zakat merupakan bagian dari infak karena termasuk penggunaan uang dan merupakan bagian dari sedekah karena merupakan bentuk tindakan yang menjadi bukti keimanan. Adapun fungsi zakat yang terkandung dalam surah al-Taubah ayat 103 ada dua yang meliputi muzaki, mustahik, dan harta itu sendiri. Secara sosial zakat berfungsi mensucikan hati muzaki dari sifat rakus dan kikir. Zakat juga berfungsi mensucikan hati mustahik dari sifat iri, dengki, dan amarah. Zakat juga mensucikan harta dari kotoran dan syubhat. Pada akhirnya, zakat mampu menciptakan kehidupan bermasyarakat yang aman, tentram, dan harmonis. Secara ekonomi, zakat berfungsi meningkatkan konsumsi mustahik, zakat juga berfungsi meningkatkan produktifitas muzaki. Sementara bagi harta, fungsi zakat dapat dilihat dari aspek makro berupa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan. Kata Kunci: Zakat, Sosial Masyarakat, Ekonomi Masyarakat, Tafsir Ekonomi, dan Surah al-Taubah ayat 103 Abstract One of the verses that explains the function of zakat is Surah al-Taubah verse 103. This research tries to examine the meaning of the ṣadaqah statement in this verse and its comparison with infaq and alms. Apart from that, this research also examines the function of zakat both socially and economically as contained in surah al-Taubah verse 103. This research is a type of qualitative descriptive research using an interpretation method with a tahlili interpretation method approach which is one method for studying verses of the Al-Qur'an. From the results of this research, it can be concluded that the meaning of the ṣadaqah lafaz in Surah al-Taubah verse 103 according to the majority of interpreters is zakat. Zakat is part of infaq because it includes the use of money and is part of alms because it is a form of action that is proof of faith. There are two functions of zakat contained in surah al-Taubah verse 103, including muzaki, mustahik, and the treasure itself. Socially, zakat functions to purify the muzaki's heart from greed and stinginess. Zakat also functions to purify the mustahik's heart from envy, envy and anger. Zakat also purifies wealth from dirt and doubts. In the end, zakat is able to create a safe, peaceful and harmonious social life. Economically, zakat functions to increase mustahik consumption, zakat also functions to increase muzaki productivity. Meanwhile, for assets, the function of zakat can be seen from the macro aspect in the form of sustainable and fair economic growth. Keywords: Zakat, Social Society, Economy Society, Economic Interpretation , and Surah al-Taubah verse 103.
PENGELOLAAN HARTA DALAM TINJAUAN Q.S AT-TAKATSUR Ita Rukmanasari; Halimah Basri; Achmad Abubakar; Muh. Azka Fazaka Rifa’ih4
TAFAQQUH Vol. 8 No. 02 (2023): Tafaqquh : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Ahwal Syahsiah
Publisher : STIS DAFA MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70032/3ttxby58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan harta dalam tinjauan surah At-Takatsur, dengan menggunakan metode penelitian library research atau kepustakaan yang merujuk pada teori-teori yang relevan dengan penelitian ini. Adapun hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu perbuatan yang merusak kehidupan manusia adalah saling bermegah-megahan dan saling membangga-banggakan kehebatan. Hal tersebut dapat melalaikan seseorang dari perbuatan mulia yang semestinya dikerjakannya. Kemudian bermegah-megahan dapat melakaikan manusia hingga masuk kedalam kubur. Sesungguhnya Allah sangat melarang manusia untuk merbegah-megahan karena balasan bagi perbuatan tersebut adalah neraka yang jahim
PENTlNGNYA MENGETAHUI ASBABUN NUZUL Nur Annisa; Nasrullah Bin Sapa; Halimah Basri
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v9i2.3372

Abstract

The discussion in this journal highlights the importance of understanding Asbabun nuzul, the context behind the revelation of Qur'anic verses. The Qur'an is the word of Allah revealed to Prophet Muhammad (peace be upon him) through the Angel Jibril, in both its wording and meaning, serving as guidance for humanity toward a clear and straight path, as the foundation for a life rooted in faith in Allah and His message. This study aims to examine Asbabun nuzul comprehensively, including its historical development, types, methods of understanding it, and its significance in interpreting Qur'anic verses. The method used is library research, which involves collecting, reading, and recording data and theoretical foundations from various sources such as books, scientific works, previous studies, journals, articles, and other references relevant to the topic. The results of the study show that understanding Asbabun nuzul facilitates accurate interpretation and reduces doubts when interpreting Qur'anic verses. In conclusion, Asbabun nuzul serves as a crucial basis for explaining the background of the revelation of specific verses or groups of verses, often related to particular events or questions directed to Prophet Muhammad (peace be upon him).
EKSISTENSI PEKERJA PEREMPUAN SEBAGAI BENTUK KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN Rofiqah Al Munawwarah; Kamal; Halimah Basri; Sohrah
EDU RESEARCH Vol 5 No 3 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i3.400

Abstract

Kesetaraan gender merupakan isu yang sering menjadi topik bahasan ketenagakerjaan di Indonesia. Salah satu Isu yang paling banyak dibahas jika dikaitkan dengan perempuan adalah banyaknya perempuan yang bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang eksistensi pekerja perempuan sebagai bentuk keseteraan gender dalam perspektif al-Qur'an. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kepusatakaan yang mengambil data-data primer maupun sekunder yang bersumber dari data kepustakaan seperti buku-buku, jurnal penelitian terbaru maupun prosiding. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologis dan hermeneutik. Setelah data terkumpul, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode tematik (maudhu'iy). Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa: 1) Perbedaan gender sesungguhnya tidaklah menjadi masalah sepanjang tidak melahirkan ketidakadilan gender (gender inequalities), 2) Laki-laki dan perempuan mempunyai kesempatan dalam menuntut ilmu dan mengamalkan apa yang mereka ketahui, hal ini berarti selama perempuan mampu dalam melakukan sebuah pekerjaan, sekalipun pekerjaan tersebut umumnya dikerjakan oleh laki-laki maka hal tersebut bukanlah larangan dan menyalahi aturan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah banyak sekali ayat-ayat yang dijadikan bahan rujukan ketika membahas tentang kesetaraan gender yang umumnya digugat oleh kaum feminis. Ayat-ayat tersebut banyak ditafsirkan yang sampai pada kesimpulan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki strata yang sama. Sama-sama memiliki kesempatan dalam menuntut ilmu dan mengamalkan ilmu tersebut, demikian pula untuk pekerjaan yang dipilih oleh perempuan sekalipun pekerjaan tersebut bersifat maskulin yang umumnya dikerjakan oleh laki-laki maka hal tersebut wajar dan sah-sah saja dalam Islam. Adapun saran dari peneliti bagi para perempuan yang bekerja adalah tetap memperhatikan kodratnya sebagai wanita terlebih dahulu. Bagaimanapun, kodrat perempuan adalah mengandung, melahirkan, dan menyusui anak, sehingga sebaiknya para perempuan pekerja membuat skala prioritas dengan mengutamakan keluarga bagi yang telah berkeluarga.
Fawatih Al-Suwar : Kajian Tentang Makna-Makna Pada Pembukaan Surah dalam Al-Quran Tenri, Andriani; Basri, Halimah; Khalid, Rusydi
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 6 No 1 (2025): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, January 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1319

Abstract

Penelitian ini membahas fawâtih al-suwar, yaitu pembukaan surah dalam Al-Qur’an, yang menjadi isu penting dalam kajian ilmu tafsir. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna yang terkandung dalam fawâtih al-suwar serta memahami bagaimana pembukaan surah memberikan kontribusi terhadap pemahaman keseluruhan isi surah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif-deskriptif berbasis library research dengan pendekatan ilmu tafsir, dengan data utama berupa teks Al-Qur’an dan referensi sekunder seperti literatur klasik dan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa huruf-huruf pembuka surah memiliki kedudukan unik dalam Al-Qur’an, baik sebagai tanda kebesaran ilahi maupun sarana untuk menarik perhatian pendengar. Interpretasi terhadap huruf-huruf ini terbagi menjadi dua: sebagian ulama menganggapnya sebagai rahasia ilahi, sementara lainnya mencoba menafsirkannya secara simbolis maupun linguistik. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan integratif dalam memahami fawâtih al-suwar, menggabungkan metode tradisional dan kontemporer untuk menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif. This research discusses fawâtih al-suwar, which is the opening of the surah in the Qur'an, which is an important issue in the study of interpretation. The purpose of this study is to analyze the meaning of the opening letters of the surah and their relevance in deepening the understanding of the Qur'an, especially in the context of the lives of Muslims today. This study uses a qualitative-descriptive approach based on library research, with the main data in the form of Qur'an texts and secondary references such as classical and modern literature. The results of the study show that the opening letters of the surah have a unique position in the Qur'an, both as a sign of divine greatness and a means to attract the attention of listeners. The interpretation of these letters is twofold: some scholars consider them to be divine secrets, while others try to interpret them symbolically as well as linguistically. This study recommends an integrative approach in understanding fawâtih al-suwar, combining traditional and contemporary methods to produce a more comprehensive understanding.
Hikmah Ayat-Ayat Al-Qur’an Muhkam dan Mutasyabih dalam Perspektif Ulama Klasik Rosmah; Basri, Halimah; Khalid, M.Rusydi
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 6 No 1 (2025): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, January 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1334

Abstract

Penelitian ini membahas muhkam wa mutasyabih , yaitu ayat-ayat yang kokoh,tegas (Indah dan Jelas) maknanya dalam Al-qur’an dan ayat-ayat yang maksud makna lahirnya samar. Penelitian ini bertujuan untuk menggali hikma adanya ayat-ayat muhkam dan mutasyabih dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka. Dalam konteks ini, penulis berusaha menemukan dan menyusun beragam informasi mengenai Hikmah dan nilai pendidikan yang terkandung dalam ayat-ayat muhkam dan mutasyabih dalam Al- Quran. Selain itu, Al-Quran juga diakui sebagai mukjizat dan karya sastra terbesar dalam sejarah manusia, mengandung ayat-ayat tersirat atau mutasyabih yang menjadi subjek yang tak pernah habis untuk dikaji. Ayat-ayat muhkam dan mutasyabih saling melengkapi, membawa hikmah dan nilai-nilai pendidikan yang tak terbatas. Memahami keduanya seolah-olah membuka pintu pemahaman terhadap hikmah dalam wahyu Al-Quran itu sendiri. This research discusses muhkam wa mutasyabih, which are verses that are solid, firm (Beautiful and Clear) in the Qur'an and verses whose meaning is vague. This research aims to explore the wisdom of the verses of muhkam and mutasyabih in the Qur'an. This study uses a literature study approach. In this context, the author tries to find and compile a variety of information about the wisdom and value of education contained in the verses of muhkam and mutasyabih in the Quran. In addition, the Qur'an is also recognized as the greatest miracle and literary work in human history, containing implicit verses or mutasyabih that are never-ending subjects to study. The verses of muhkam and mutasyabih complement each other, bringing infinite wisdom and educational values. Understanding both is like opening the door to understanding the wisdom in the revelation of the Qur'an itself.
Amṡāl Dalam Al-Qur'an: Analisis Makna, Unsur, dan Ragam Perumpamaan Alyaditha, Nachda; Basri, Halimah; Khalid, Rusydi
Mauriduna: Journal of Islamic Studies Vol 5 No 5 (2024): Mauriduna: Journal of Islamic Studies, December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v6i1.1360

Abstract

Amṡāl dalam Al-Qur'an sering kali ditafsirkan oleh para ulama yang menguasai ilmu bahasa (lughah) dan kaidah-kaidahnya. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna, unsur-unsur sertaragam perumpamaan dari Amṡāl. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif-deskriptif berbasis library research dengan pendekatan ilmu tafsir. Hasil penelitian menemukan bahwa Amṡāl dalam Al-Qur'an, memberikan penjelasan bahwa Amṡāl adalah cara untuk menyerupakan satu hal dengan hal lainnya berdasarkan kesamaan hukum, dengan tujuan mendekatkan konsep yang bersifat rasional kepada sesuatu yang dapat ditangkap oleh indera, atau menjelaskan hubungan antara dua hal yang berhubungan dengan indera melalui kemiripan yang dimilikinya. Selain itu Amṡāl terdiri dari beberapa bagian serta unsur-unsut yang saling melengkapi untuk menghasilkan perumpamaan yang efektif dan penuh makna. Proverbs in the Qur'an are often interpreted by scholars who master the science of language (lughah) and its rules. This research aims to analyze the meaning, elements and various parables of Proverbs. This research uses field methods and literature studies with a descriptive qualitative approach. The approach used is tafsir to analyze proverbs in the Qur'an. The results of the study found that proverbs in the Qur'an, provide an explanation that proverbs are a way to resemble one thing with another based on legal similarities, with the aim of bringing a rational concept closer to something that can be captured by the senses, or explaining the relationship between two things related to the senses through their similarity. In addition, Proverbs consists of several parts and elements that complement each other to produce an effective and meaningful parable.
Co-Authors A M Nur Atma Amir Abd. Rahim Abu Bakar, Achmad Abubakar, Achmad Achmad Abubakar Adi, Kurniadi Ahmad Mujahid Ahmad Mujahid, Ahmad Ahmed Hasob, Hamza Abdulrahim Aisyah Arsyad Akin, M. Aris Alim Mu'min, Muh Dian Nur Alyaditha, Nachda Amir Hamzah Amiruddin, Muhammad Majdy Andi Dian Wulandari Andi Miswar Anisa Utami Novianty Arviana, Pipi Asmar, Abdul Rais Astuti, Rati Baharuddin, Nur Alisa Bakar, Achmad Abu Budiasri, Budiasri Bukhari Bukhari Cendrakasih, Andi Asfiyanti Chaerul Umam Shabran Dahlan, Firdaus Dwiatmaja, Ahmad Zikri Fadhel, Muhammad fatimah Fazaka Rif’ah, Muh. Azka Febrian, Rifki Firdaus Fitra Analia Gampang Dadiyono GHANY, ABDUL Hamka Hasan, Hamka Handrihadi, Ayub Hersan, Ijal Idrus, Husni Ihsan, Muhammad Nurul Ita Rukmanasari Jamaluddin, Muhammad Zuhdy Jannah, Jamila Mifthahul Kamal Kamal Lahmuddin, Fakhruddin M. Rayhan Mahfudz, Muhsin Mahira Indah Mawaddah Ahmad, Ida Miftahul Jannah Mirwan Sudarmawan Rifai Muda, Rahmawati Muh. Aswad Muh. Azka Fazaka Rifa’i Muh. Azka Fazaka Rifa’ih Muh. Azka Fazaka Rifa’ih4 Muh. Azka Fazaka Rif’aah Muh. Azka Fazaka Rif’ah Muh. Azka Fazakah Rifah Muh. Imam Hidayat Muhammad Affandi AR Muhammad Baedawi Muhammad Daming Muhammad Widinur Caronge Mursyid Fikri Mustafa, Adriana Mustaqim Pabbajah Nadila, Nadila Nasrullah Bin Sapa Nasrullah Habar nirwana rasyid, nirwana Nur Alamsyah NUR ALAMSYAH Nur Annisa Nurhikmah Nurjannah Nurjannah Nurul Fitrah Ilham Nurul Pratiwi Oktafiani, Shalsabila Pephitasya Juliana Prades Arianto Silondae Purwati, Heri Putri Ayu Ramadhani Rachma Febriyanti Rahma Ashari Hamzah Ramlah Ramlah Rati Astuti Retri Dwi Puspita Ria Renita, Ria Ridwan Rif’ah, Muh. Azka Fazaka Rif’ah, Muh. Azka Fazaka Rif’ah, Muh.Azka Fazaka Rizki Ananda Rofiqah Al Munawwarah Rosmah Rusydi Khalid Saeed Hayat Sakti , Irfan Jaya Sakti, Irfan Jaya Samsidar Sangaji, Ruslan Selfa Rosmita Sofyan, Idha Fadhilah Sohrah St Halimang Subehan Khalik Subhan Suci Septiani Sufiani Zahra Sultan Salahuddin S Sultan, Muslihin Syafruddin, A.Ummu Fauziyyah Syam, Ilma Radia Syamsiar, Syamsiar Syamsul Qamar Syamsurianto Takdir, Ahmad Taqiyuddin Tarmizi Tarmizi Taufik Hidayat Tenri, Andriani Titin Hardianti Umar, Ratnah Wandi Wandi Wiwik Permatasari