p-Index From 2021 - 2026
2.887
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Akuakultur Indonesia Buletin PSP Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Forum Pasca Sarjana AGRISAINS Biospecies JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences AL KAUNIYAH Jurnal Harpodon Borneo ECSOFiM (Economic and Social of Fisheries and Marine Journal) Jurnal Perikanan dan Kelautan Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Bisnis Perikanan Aquahayati Forum Geografi Jurnal Tataloka Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) Masyarakat, Kebudayaan dan Politik AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Omni-Akuatika Jurnal Biologi Tropis Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Indonesian Fisheries Research Journal Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Jurnal Kelautan Nasional Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Techno-Fish Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management COJ (Coastal and Ocean Journal) Pattimura Proceeding : Conference of Science and Technology Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Manfish Journal Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Jurnal Manusia dan Lingkungan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine
Claim Missing Document
Check
Articles

Small-pelagic Small-pelagic fisheries management strategic using ecosystem approach at Belu Regency, East Nusa Tenggara Beatrix Maureen Rehatta; Mohammad Mukhlis Kamal; Mennofatria Boer; Achmad Fahrudin; Zairion
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.10.3.446-460

Abstract

Study on small-pelagic fisheries in the border regions between Indonesia - Timor Leste has taken place in Belu District, East Nusa Tenggara. It was aimed to assess the status of small pelagic management and formulate the strategic and tactical steps for implementing sustainable fisheries management. The study site took place at four villages at the sub-district of Tasifeto Timur and Kakuluk Mesak. Data were collected through interview techniques, observation, and measurement of 30 indicators from six domains of EAFM, ecosystem approach to fisheries management, of which assessment of each indicator within each domain was conducted and presented into the flag model. Based on that results, tactical decisions and strategic planning were formulated. The results showed that small-pelagic fisheries management in Belu classified as a fairly medium category. Domain fish resources and fishing technology classified as a good category and domain habitat and ecosystem, social, economic and institution are classified as a medium category. To improve small-pelagic fisheries management in Belu District, several indicators are recommended for improvement in form of tactical and strategic management decisions
Population dynamics of pronghorn spiny lobster (Panulirus penicillatus) in Palabuhanratu Bay, Sukabumi, West Java Mennofatria Boer; Rudi Alek Wahyudin; Yusli Wardiatno; Achmad Farajallah; Agus Alim Hakim
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.2.204-214

Abstract

Pronghorn spiny lobster (Panulirus penicillatus) is one of the dominant lobsters and has high economic value. The fishing activities are conducted continuously and put aside the preservation of these resources. This study purposed to analyze the population dynamics of pronghorn spiny lobster (Panulirus penicillatus) in Pelabuhanratu Bay, Sukabumi, West Java. The data were collected from January until December 2016 with samples from local fisherman. Lobsters were measured carapace length and total weight. Data analysis included the relationship between length and weight, growth parameters, recruitment patterns, mortality, exploitation rate, length at first maturity or incubating eggs (Lr), and length for first capture (Lc). Panulirus penicillatus from the Palabuhanratu Bay has growth pattern of a negative allometric in both males and females. The asymptotic carapace length (CL∞) of males is higher than females while the growth coefficient (K) of males is lower than females. The peak recruitment for males is expected to be in April and July, while for females in May and August. The total mortality rate of males is higher than the natural mortality rate and vice versa for females. The male lobsters have occurred overexploitation, while females have not occurred overexploitation. The female lobsters have an Lr <Lc value which indicates that the female lobsters are caught after incubating the eggs.
PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERIKANAN LAYUR (Trichiurus lepturus Linnaeus, 1758) DI PERAIRAN TELUK PALABUHANRATU DENGAN PENDEKATAN EKOSISTEM Angga Airlangga; Mennofatria Boer; Zairion Zairion
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 13, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.173 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v13i1.6761

Abstract

ABSTRAKIkan layur memiliki nilai ekonomis penting dan tersebar hampir di seluruh wilayah di perairan Indonesia. Kegiatan pemanfaatan sumber daya layur telah memberikan kontribusi yang besar bagi sektorperikanan di Indonesia. Kebutuhan dan tingginya permintaan pasar terhadap ikan layur menyebabkan intensitas penangkapan ikan ini semakin meningkat. Produksi perikanan layur tersebut salah satunyadidaratkan di perairan Teluk Palabuhanratu. Peningkatan aktivitas tangkapan ikan layur di perairan Teluk Palabuhanratu apabila terjadi terus menerus tanpa adanya pengelolaan yang tepat, akan mengakibatkan terjadinya penurunan stok sumber daya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keberlanjutanspesies layur dengan menggunakan analisa peluang dan tantangan pengelolaan perikanan layur berdasarkan indikator pengelolaan perikanan melalui pendekatan ekosistem/ ecosystem approach tofisheries management (EAFM). Hasil evaluasi kondisi pengelolaan perikanan layur di perairan Teluk Palabuhanratu didapatkan nilai rata rata indikator EAFM sebesar 68.1. Hal ini berarti kondisi perikananlayur di perairan Teluk Palabuhanratu termasuk dalam kategori sedang. Strategi pengelolaan ditentukan untuk indikator sumber daya ikan, habitat dan ekosistem, teknologi penangkapan ikan, ekonomi,sosial dan kelembagaan. Langkah taktis dibuat agar dapat mengimplementasikan strategi yang telah ditetapkan.Ecosystem Approach to Largehead hairtail (Trichiurus Lepturus (Linnaeus, 1758)) Management at Palabuhanratu BayABSTRACTLargehead hairtail has an important economic value and widely spread to almost across Indonesian water. The benefit of largehead hairtail resource highly contributes to fisheries sector inIndonesia. The increasing of market demand for Largehead hairtail leads to the increasing number ofits capture. Palabuhanratu is one of the landing port for Largehead hairtail. The continuous impropermanagement for Largehead hairtail, will cause declining offish stock. This study aims to analyze thesustainability of largehead hairtail species by using indicators of ecosystem approach to fisheries management (EAFM). Evaluation for Largehead hairtail management in Palabuhanratu bay results in EAFM score of 68.1. This score indicates that the condition of Largehead hairtail in Palabuhanratu bay isin medium category. Management strategy for Largehead hairtail in Palabuhanratu bay is determined forfish resources, habitats and ecosystems, fishing technology, economic, social and institutional indicator. Some actions should be carried out to ensure the implemention these management strategies.
ANALISIS STAKEHOLDERS PADA PERIKANAN TANGKAP KERAPU, PRELIMINARY STUDY MENUJU IMPLEMENTASI ECOSYSTEM APPROACH FOR FISHERIES MANAGEMENT DI KEPULAUAN SPERMONDE KOTA MAKASSAR Irwan Muliawan; Achmad Fahrudin; Akhmad Fauzi; Mennofatria Boer
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 2 (2014): Desember (2014)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.011 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v9i2.1224

Abstract

Keberhasilan dalam pengelolaan sumber daya perikanan sangat bergantung pada pelibatan stakeholders untuk ikut berperan dan bekerja aktif mengarah tujuan yang akan dicapai. Sejak tahun 2003 pemerintah Kota Makassar menerapkan sistem manajemen pesisir dan lautan terpadu (integrated coastal zone Management) pada pantai kota dengan berorientasi revitalisasi. Dan tahun 2009, Proyek Central Point of Indonesia di Makassar membangun berbagai fasilitas di sepanjang pantai dengan berorientasi pada reklamasi pantai. Hal tersebut berdampak pada rusaknya lingkungan dan menurunnya produktifitas sumberaya ikan kerapu. Selain program yang terlalu ekspansif ke arah pesisir dan laut, pelibatan stakeholder terkait sumber daya ikan kerapu pun tidak harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi dalam pengelolaan perikanan kerapu di kawasan spermonde kota pada pendekatan ekosistem dalam pengelolaan perikanan berdasarkan pendekatan ekosistem (EAFM). Pendekatan dilakukan dengan menggunakan analisis stakeholder dan analisis hubungan entitas socio-ecological system (SES). Hasil analisis stakeholder menunjukkan kelompok stakeholder primer adalah; kelompok kelayan kerapu, kelompok pemodal, kelompok nelayan lainnya, polisi perairan, dinas kelautan dan perikanan propinsi sulawesi selatan dan dinas kelautan dan perikanan kota makassar. Berdasarkan analisis stakeholder grid, kelompok stakeholder tersebut merupakan kelompok yang harus dilibatkan secara aktif dengan berdialog dua arah menuju implementasi EAFM di Kepulauan Spermonde Kota Makassar. Rekomendasi pengelolaan perikanan, dari identifikasi dengan menggunakan analisis hubungan entitas SES seperti: Perlunya upaya pendampingan. Perlunya mengembangan diversifikasi usaha. Penegakan hukum yang kuat dan konsisten. Perlunya kerjasama membenahi infrastruktur. Perlunya meningkatkan komunikasi terpadu antar entitas. Perlunya meningkatkan komunikasi interentitas penyedia infrastruktur.
PEMODELAN INTERPRETASI STRUKTURAL PENGEMBANGAN KAWASAN PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL DI TELUK WEDA Martini Djamhur; Mennofatria Boer; Dietriech G. Bengen; Achmad Fahrudin
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 2 (2014): Desember (2014)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.118 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v9i2.1216

Abstract

Pemodelan dalam pengembangan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di Teluk Weda bertujuan untuk mengkaji bentuk kelembagaan bagi pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil dengan menggunakan metode Interpretative Structural Modeling (ISM) telah dilakukan pada daerah Teluk Weda, Kabupaten Halmahera Tengah. Hasil analisis Interpretative Structural Modeling (ISM) menyimpulkan bahwa kelembagaan pengelolaan yang perlu dipertimbangkan untuk mewujudkan pembangunan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di Teluk Weda yang berkelanjutan adalah pemerintah, wisatawan, dan perguruan tinggi lewat pengembangan wisata. Upaya yang harus dilakukan adalah meningkatkan produktifitas pemanfaatan sumberdaya alam, mutu produk perikanan dan jumlah permodalan kegiatan perikanan tangkap dengan membantu nelayan dalam menentukan harga perikanan, mengelola sumberdaya alam, peraturan investasi daerah dan membuat kebijakan yang konsisten memegang peranan penting pada pengembangan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di Teluk Weda. Implikasi kebijakan yang perlu dilakukan yaitu: membuat peraturan daerah yang dapat menunjang kegiatan; mensosialisasikan undang-undang yang telah ditetapkan pemerintah; melakukan pelatihan yang menyangkut undang-undang yang telah ditetapkan pemerintah; mempertahankan peraturan dan adat istiadat yang masih ada sesuai dengan pengelolaan kawasan dan membentuk kelompok swadaya masyarakat yang berkaitan dengan penetapan kawasan. 
KEBERLANJUTAN DAERAH PERLINDUNGAN LAUT BERBASIS MASYARAKAT Kasus DPL-BM Blongko-Minahasa Selatan, DPL-BM Pulau Sebesi, Lampung Selatan dan APL Pulau Harapan Kepulauan Seribu Riana Faiza; Tridoyo Kusumastanto; Dietriech G. Bengen; Mennofatria Boer; Fredinan Yulianda
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 1 (2010): Juni (2010)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7526.923 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v5i1.5789

Abstract

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas perlindungan laut di tiga lokasi. Tujuan khususnya adalah (1) untuk mengevaluasi keberlanjutan dari perlindungan laut, dan (2) untuk merumuskan langkah strategis untuk pengembangan perlindungan laut. Penelitian dilakukan di tiga lokasi, yaitu Desa Blongko, Propinsi Sulawesi Utara, Pulau Sebesi, Provinsi Lampung, dan Pulau Harapan, Provinsi DKI Jakarta. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni sampai Desember 2007. Metode analisis terdiri dari (1) analisa sumber daya alam dengan analisis kuantitatif, dan analisa keberlanjutan oleh scaling multi dimensi analisis. Ada 32 atribut telah dianalisa untuk mengevaluasi keberlanjutan perlindungan laut di tiga lokasi. Dengan analisis leverage ditemukan atribut-atribut dengan sensitivitas yang tinggi yaitu kualitas terumbu karang dan ikan karang (ekologi dan lingkungan dimensi); kontribusi pendapatan, mata pencaharian alternatif dan efek ganda dari perlindungan laut (aspek hukum ekonomi dan sosial dimensi);, peraturan daerah dan internalisasi program untuk program pembangunan daerah (dimensi kebijakan); pedoman perlindungan laut, program berkelanjutan, peningkatan kapasitas, dan partisipasi lembaga non pemerintah (dimensi kelembagaan). Tittle: Sustainability of Community Based Management for Marine Protected Area :Cases of the DPL-BM Blongko-Minahasa Selatan, the DPL-BM Sebesi Island-Lampung Selatan and the APL Harapan Island-Kepulauan SeribuGeneral objective of this research was to evaluate the effectiveness of marine sanctuaries in three locations. Specifically of this research were to evaluate the sustainability of marine sanctuary, and to formulate the strategic action for developing of marine sanctuary. Research was conducted at three locations, Blongko in North Sulawesi Province, Sebesi Island in Lampung Province, and Harapan Island, in Jakarta Province. Data collection was conducted during June to December 2007. This research used quantitative analysis by applying natural resources and sustainability analysis through multi dimension scaling analysis. This research applied 32 attributes to evaluate the sustainability of marine sanctuaries in three locations. By analysis of these attributes, it founded the attribute with high sensitivity remains to quality of coral reef and fish coral (ecological and environmental dimension); contribution of income, alternative livelihood and multiplier effect of marine sanctuary (economic and social dimension); legal aspect, local regulation and internalization of the program to local development program (policy dimension); and guidelines of marine sanctuary, extension officer programs and capacity building, and participation of non government institution (institutional dimension).
Distribusi Pendapatan Nelayan pada Perikanan Skala Kecil dan Besar di Selat Sunda Yonvitner Yonvitner; Hanif Wafi; Gatot Yulianto; Mennofatria Boer; Rahmat Kurnia
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1611.689 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.9-16

Abstract

Perikanan selat Sunda termasuk kegiatan perikanan skala kecil (<10 GT) dan skala besar (>10 GT) yang masih menerapkan sistem bagi hasil dari pendapatan.  Untuk itu perlu ditentukan tingkat pendapatan yang diperoleh sebagai bagian dari usaha penangkapan.  Penelitian yang dilakukan di Selat Sunda Labuan dan Lempasing untuk menjawab besaran pendapatan yang diperoleh.  Hasil menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh relative sama antara < 10 GT dan > 10 GT.  Secara umum terlihat risiko penangkapan terhadap pendapatan masih tinggi saat musim panceklik. Untuk itu diupayakan 40 persen dari kelebihan pendapatan dari kebutuhan dipergunakan untuk menabung agar nelayan tetap memperoleh manfaat saat musim panceklik.
REPRODUCTIVE BIOLOGY OF THE RED BIGEYE (Priacanthus macracanthus Cuvier, 1829) IN PALABUHANRATU BAY, INDONESIA Meuthia Aula Jabbar; Mohammad Mukhlis Kamal; Mennofatria Boer; Ali Suman; I Nyoman Suyasa
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 24, No 1 (2018): (June) 2018
Publisher : Research Center for Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.494 KB) | DOI: 10.15578/ifrj.24.1.2018.25-36

Abstract

The reference point of reproductive biology play an important roles in developing a baseline information for fishery management. Different waters will provide different overview of fisheries related to its biological aspects. The red bigeye (Priacanthus macracanthus) is one of economically important demersal fish species in Indonesia. To support the biological status of this species, a regular field observation were carried out during May 2016 to April 2017 in Palabuhanratu bay, south of West Java. The objective of this study is to estimate the spawning season and potential reproductive stages including to evaluate how the key management related to the species and its gear selectivity. Numbers of red bigeye (Priacanthus macracanthus) specimen was collected from bottom gillnetter and hand liner. Basic information related to length-weigth, bio-reproduction (maturity) were collected regularly to determine GSI, Fecundity and its impact of fishing (Lc, Lm) to evaluate the recent stock status. The result showed sex ratio no significant differences between males and females except in September to December. The growth pattern indicated negative allometric. The predicted of spawning seasons were around June-July and December-January. Mean of fecundity was estimated to be 230,000 ± 178,000 eggs. Management keys were obtained i.e. length at first maturity (Lm) value was to be 21.9 cm TL which is smaller than length at first capture (Lc) 22.4 cm TL for bottom gill netter and 23.1 cm TL for average fishes caught by hand liner. Therefore it is recommended to close the waters in the bay area during the spawning period. In the case of catch, it is important to apply the precautionary approach with emphasizes to the size of fish allowed to be captured more than the Lm value (above 21.9 cm TL). 
REPRODUCTIVE BIOLOGY OF LONGTAIL TUNA (Thunnus tonggol) IN THE JAVA SEA Thomas Hidayat; Mennofatria Boer; Mohammad Mukhlis Kamal; Zairion Zairion; Ali Suman
Indonesian Fisheries Research Journal Vol 26, No 2 (2020): (December) 2020
Publisher : Research Center for Fisheries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/ifrj.26.2.2020.119-130

Abstract

Longtail tuna (Thunnus tonggol) is one of common economically important pelagic fish species in Indonesia. The objective of this study is examining the biology of reproduction, consisting of length of weight relationship, sex ratio, maturity stage, gonado somatic index (GSI), length at first capture, and length at first maturity and spawning pattern. A total of 633 longtail tuna, ranging 29-58 cmFL and consisting of 293 males and 340 females, were collected from the Java Sea between April 2018 and March 2019. The results showed that the longtail tuna growth pattern was isometric. The sex ratio was not significantly different between male and female. The length of first capture longtail tuna of drift gillnet (43.2 cmFL) was bigger than the length at first maturity (42,3 cmFL). This indicates that the most of longtail tuna caught by drift gillnet have already spawned. The peak’s spawning season occurred in May and November, with fecundity ranging from 783,597 - 1,579,160 eggs. Longtail tuna has multiple spawning pattern
UKURAN PERTAMA KALI MATANG KELAMIN, MUSIM PEMIJAHAN, DAN PARAMETER PERTUMBUHAN UDANG DOGOL (Metapenaeus ensis de Haan) DI PERAIRAN CILACAP DAN SEKITARNYA Ali Suman; Mennofatria Boer
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 2 (2005): (Vol. 11 No. 2 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2311.75 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.2.2005.69-74

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengkaji beberapa aspek dinamika populasi udang dogol (Metapenaeus ensis de Haan) di perairan Cilacap dan sekitarnya.
Co-Authors . Khairunnisa . Theresia . Zairion A. Aman Damai Abubakar, Salma Achmad Fachrudin Achmad Fachrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin ACHMAD FARAJALLAH Achmadi, Muhammad Rifqi Adibrata, Sudirman Afiyatus sholihah Agus Alim Hakim Ahmad Muhtadi Ahmad, Aditiyawan Akhmad Fauzi Ali Mashar Ali Suman Ali Suman Ali Suman Ali Suman Amiruddin Tahir Anandinta permatachani Andi Irwan Nur, Andi Irwan Andin H Taryoto Angga Airlangga Ani Mardiastuti Aria Damar Ario Damar Auliah, Armi Awal . Subandar, Awal . Awal Subandar Azizah, Hikmatul Bahtiar, . Beatrix M. Rehatta Cecep Kusmana Daniel R . Monintja Daniel R Monintja Daniel R. Monintja Daniel R. Monintja David Hermawan de la Rosa, Emilio Dedi Soedarma Dedi Soedharma Dedi Soedharma DEDI SOEDHARMA Desniar - - Desrita Destilawati Destilawati Destilawaty, Destilawaty Dewayani Soetrisno Dewayani Sutrisno Didik Wahju Hendro Tjahjo Dietriech G Bengen Dietriech Geoffrey Bengen Dori Rachmawani Edy Supriyono Efin Muttaqin Ermayanti Ishak Ernan Rustiadi Ernik Yuliana Ety Parwati Eva Suryaman Farid Ma’ruf, Widodo Fredinan Yulianda Gani, M. Jarier Abdillah Gatot Yulianto Gatot Yulianto Georgina M. Tinungki Gladys Peuru H Eidman Habibi, A Haeruddin . Handaka, Asep Agus Handoko Adi Hanif Wafi Hanif Wafi Harpasis S . Sanusi Helmy Akbar Helmy Akbar Hermawan, David Hikmatul Azizah Hikmatul Azizah I Made Dwi Ismawan I Nyoman Suyasa I Wayan Nurjaya Ida Bagus Jelantik Swasta Ikhlas Yati Iman Wahyudin Indra . Indra Jaya Inggrid Wahyuni Eviasta Irwan Muliawan Isdradjad Setyobudi Andi Isdradjad Setyobudi Andi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjat Setyobudiandi Ismudi Muchsin Jabbar, Meuthia Aula Johanes Widodo John Haluan John Haluan Joko Santoso Julia Syahriani Hasibuan Kadarwan Soewardi Kadarwan Suwandi Kadarwan Suwardi Kardiyo Prapto Kardiyo Kardiyo Praptokardiyo Kiagus Abdul Aziz Kiagus Abdul Aziz Kusumo, Suryo Lilis Sadiyah Lindawati Lindawati Luky Adrianto M Mukhlis Kamal M. Mukhlis Kamal Maizan Sharfina Majariana Krisanti Marimin , Martini Djamhur Martini Djamhur Martini Djamhur Masykur Tamanyira Mochammad Riyanto Mohammad Muhklis Kamal Mohammad Mukhlis Kamal Mr. Suharsono Muarif Muarif Muarif Muarif Muh. Rasman Manafi Muhammad Kasnir Mulyono S Baskoro Munawar Munawar Munirah Tuli Nandi Sukri Ngurah N . Wiadnyana Nidya Kartini Nidya Kartini Nidya KARTINI Niken T.M Pratiwi Nufaiza Fitri Chandra Utami Nurfajar, Nurfajar Nurlisa Alias Butet Nurul Khakhim Nurul Khakhim Nurul Najmi Omega Raya Simarangkir Parwinia . Rahmat Kurnia Reny Puspasari Reza Alnanda Riana Faiza Ridwan Affandi RIDWAN AFFANDI Riska Puspita Rodearni Simarmata Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Romy Ketjulan, Romy Rudi Alek Wahyudin Rumagia, Faizal Sadikin Amir Salma Abubakar Sapda Putri Sadewi Selvi Oktaviyani Selvia Oktaviyani Setyo Budi Susilo Shifa Fauziah Sigid Hariyadi Sigid Hariyadi Sugeng Budiharsono Sugeng Budiharsono Suharsono, Mr. Sulistiono Sulistiono Sulistiono Suradi Wijaya Saputra Surya Genta Akmal Surya Gentha Akmal Suryo Kusumo Susanto, Handoko Adi Sutaman, Sutaman Sutrisno Sukimin Tamanyira, Masykur Taryono Taryono Thomas Hidayat Tri Ernawati Tridoyo Kusumastanto Unstain NWJ Rembet Vera Ardelia Vera Ardelia Vera Ardelia Vincentius P Siregar Viska Donita Prahadina Wafi, Hanif Widodo Farid Ma’ruf Wulandari Sarasati Yon Vitner Yonvitner - Yunizar Ernawati Yunizar Ernawati Yunizar Ernawati Yusli Wardianto Yusli Wardiatno Zenty Islamiati Zulfikar, Andi Zulhamsyah Imran