p-Index From 2021 - 2026
5.114
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Feasibility of Opportunity Material Module with Joymath Cognitive Behavioral Method to Reduce Mathematics Anxiety and Increase Student Self-Efficacy Marhaeni, Nafida Hetty; Khuzaini, Nanang; Rizky, Muhammad Rafi Fajar; Yuniasanti, Reny; Akbar, Mutaqin; Sari, Dian Kartika; Dangin, Dangin
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 3 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i3.2188

Abstract

Siswa memerlukan media pembelajaran yang dapat membantu siswa mengurangi kecemasan matematika dan meningkatkan efikasi diri. Tujuan penelitian yaitu mengembangkan modul untuk mengurangi kecemasan matematika dan meningkatkan efikasi diri siswa pada materi peluang. Penelitian Research and Development ini menggunakan model ADDIE dengan lima tahap pengembangan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Sumber data dan subjek dalam penelitian ini adalah ahli materi, ahli media, guru, dan 1328 siswa dari 24 SMP di Kota Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, Focus Group Discussion (FGD), dan angket. Hasil menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan yaitu modul materi peluang untuk mengurangi kecemasan matematis dan meningkatkan efikasi diri siswa layak digunakan dalam pembelajaran matematika. Pengambilan keputusan kelayakan produk didasarkan pada hasil analisis penilaian dari validator, ahli materi, dan ahli media yang menunjukkan bahwa modul sangat valid dan berpeluang menurunkan kecemasan matematis dan meningkatkan efikasi diri siswa.Students need learning media that can help students reduce mathematics anxiety and increase self-efficacy. The aim of the research is to develop a module to reduce mathematics anxiety and increase students' self-efficacy in opportunity material. This Research and Development research uses the ADDIE model with five development stages, namely analysis, design, development, implementation and evaluation. The data sources and subjects in this research were material experts, media experts, teachers, and 1328 students from 24 junior high schools in Yogyakarta City. The data collection techniques used were interviews, observation, Focus Group Discussion (FGD), and questionnaires. The results show that the product developed, namely the opportunity material module to reduce mathematical anxiety and increase students' self-efficacy, is suitable for use in mathematics learning. Decision making on product feasibility is based on the results of assessment analysis from validators, material experts and media experts which show that the module is very valid and has the opportunity to reduce mathematical anxiety and increase student self-efficacy.
Peran Psychological Empowerment Terhadap Workforce Agility Pada Karyawan Startup Yusuf, Rahadatul Aisy; Yuniasanti, Reny
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i2.7983

Abstract

Menghadapi lingkungan yang serba cepat di mana peran pekerjaan cenderung dinamis, workforce agility menjadi penting untuk dimiliki sebab karyawan dituntut menggunakan keterampilan dalam menghadapi tuntutan yang terjadi. Berdasarkan beberapa faktor pendorong, psychological empowerment memiliki peranan penting yang mampu meningkatkan workforce agility pada karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological empowerment dengan workforce agility pada karyawan startup. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi untuk mengetahui hubungan antara psychological empowerment dengan workforce agility. Instrumen pada penelitian ini menggunakan psychological empowerment scale dan workforce agility scale. Subjek penelitian ini sebanyak 105 karyawan startup. Analisis yang digunakan adalah uji korelasi Spearman rho dan menunjukkan terdapat hubungan antara variabel psychological empowerment dengan workforce agility pada karyawan startup. Implikasi pada penelitian ini dapat memberikan pengetahuan maupun perancangan pelatihan bagi tiga pihak, yaitu perusahaan, karyawan, dan bagi peneliti selanjutnya mengenai psychological empowerment dan workforce agility dalam lingkungan kerja yang serba cepat ini.Kata Kunci: pemberdayaan psikologis, ketangkasan tenaga kerja, startup
Meningkatkan enterpreneurial leadership pada mahasiswa melalui experiential learning team project Yuniasanti, Reny; Rinaldi, Martaria Rizky; Sandiasih, Komang Mahadewi
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v6i1.27405

Abstract

Entreprenurial leardership di Indonesia masih rendah dan perlu diupayakan untuk peningkatannya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen quasi dengan desain one group pretest-posttest design yang memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh metode experential learning team project untuk meningkatkan entrepreneurial leardership pada mahasiswa. Responden penelitian ini sebanyak 32 orang dipilih dengan metode purposive sampling dengan karakteristik mahasiswa psikologi yang belum pernah mengambil mata kuliah psikologi komunitas dan sociopreneurship, serta perkuliahan secara tatap muka di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa experential learning team project dapat meningkatkan entrepreneurial leadership mahasiswa (t=-14,15, p<0,05). Artinya, intervensi melalui metode experential learning team project mampu memberikan dampak positif dalam mengembangkan keterampilan enterpreneurial leadership di kalangan mahasiswa psikologi. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan   experential learning team project dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas entrepreneurial leadership di lingkungan pendidikan tinggi. 
HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI DENGAN MOTIVASI KERJA PADA WANITA KARIER DI PT KUSUMA SANDANG MEKARJAYA Syauta, Betsy Amanda; Yuniasanti, Reny
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 17 No. 1: Februari 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.379 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v17i1.684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan aktualisasi dengan motivasi kerja pada wanita karier. Hipotesis yang akan diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara kebutuhan aktualisasi diri dengan motivasi kerja pada wanita karier. Subjek dalam penelitian ini adalah wanita karier di PT. Kusuma Sandang Mekarjaya, sebanyak 33 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala kebutuhan aktualisasi diri dan skala motivasi kerja. Motode analisis datapenelitian ini menggunakan metode analisis product moment dari Pearson. Hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,602 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,01), hal ini berarti semakin tinggi kebutuhan aktualisasi diri maka semakin tinggi motivasi kerja pada wanita karier; sebaliknya semakin rendah kebutuhan aktualisasi diri maka semakin rendah motivasi kerja pada wanita karier. Dengan demikian hipotesis penelitian ini dapat diterima. Variabel kebutuhan aktualisasi diri dalam penelitian ini mempunyai sumbangan efektif sebesar 36,2% terhadap motivasi kerja pada wanita karier di PT. Kusuma Sandang Mekarjaya.
The relationship between work family conflict and work satisfaction among single parent employees in Yogyakarta Putra, Eggy Mahendra; Yuniasanti, Reny; Fitriana, Nina; Hutagalung, Fonny Dameaty
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 24 No. 2 (2022): AUGUST 2022
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v24i2.2572

Abstract

The demands and pressures experienced by a single parent both from family and work can affect the level of work satisfaction. This can lead to work family conflict that occurs because of an imbalance between the role of a worker and the role of a family member. This research aims to determine the relationship between work family conflict and work satisfaction among single parent employees in Yogyakarta. The subjects of this research are 60 single parent employees. Purposive sampling were applied in this current research as the sampling technique. This research used two scales, namely work satisfaction scale (22 items; α = 0,853) and work family conflict scale (16 items; ; α = 0,810). Based on the results of the product moment correlation analysis, it was found that there was a significant relationship between work family conflict and work satisfaction (rxy) = -0.788 and p = 0.000. The higher the work family conflict, the lower the work satisfaction and conversely. The lower the work family conflict, the higher the work satisfaction among single parent employees. The value of the coefficient of determination (R2)  is 0.621 which indicates that the work family conflict variable provides an effective contribution of 62.1% to work satisfaction and the rest is influenced by other factors. 
Pelatihan Kebermaknaan Kerja Untuk Meningkatkan Work Engagement Pada Perawat Rumah Sakit X Hiskia, Miranda; Yuniasanti, Reny
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 1 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v1i2.4450

Abstract

Abstrak Memberikan perawatan pasien yang luar biasa oleh perawat yang terlibat kemungkinan akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap rumah sakit. Perawat rumah sakit yang tidak termotivasi kurang menyenangkan bagi pasien, sehingga menimbulkan keluhan. Pelatihan kerja yang relevan dapat meningkatkan keterlibatan karyawan. Penelitian ini meneliti bagaimana pelatihan kerja yang relevan memengaruhi kepuasan kerja perawat Rumah Sakit X. Penelitian ini meneliti apakah pelatihan kerja yang relevan meningkatkan keterlibatan perawat Rumah Sakit X. Perawat rawat inap Rumah Sakit X dipisahkan antara kelompok eksperimen dan kontrol untuk penyelidikan ini. Kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing mencakup 10 orang. Individu dalam penelitian ini memiliki gelar keperawatan minimal D3, bekerja setidaknya selama 2 tahun, dan memiliki keterlibatan kerja sedang dan rendah berdasarkan skor pra-tes. Kontrol pra-tes pasca-tes digunakan dalam penyelidikan ini. Penelitian ini menggunakan skala keterlibatan kerja reliabilitas 0,93 untuk mengumpulkan data. Studi menemukan bahwa kebermaknaan pelatihan kerja meningkatkan keterlibatan kerja pada perawat rawat inap Rumah Sakit X. Selain itu, uji Mann-Whitney mengungkapkan nilai Z sebesar -3,791 dengan signifikansi 0,000 (p <0,05). Nilai posttest rata-rata 37,4 dibandingkan dengan pretest 22,1. Skor Work Engagement posttest kelompok kontrol dan eksperimen bervariasi. Skor kelompok eksperimen 15,50, sedangkan skor kelompok kontrol 5,50. Sebagai kesimpulan, kelompok eksperimen memiliki skor work engagement yang lebih besar daripada kelompok kontrol. Perbedaan rata-rata adalah 10,5. Temuan uji Wilcoxon mengungkapkan nilai Z sebesar -2,810 dengan signifikansi 0,005 (p < 0,05). Keterikatan kerja kelompok eksperimen berubah sebelum dan sesudah kebermaknaan pelatihan kerja. Studi ini diharapkan dapat membantu perawat meningkatkan keterikatan kerja dan menginspirasi penelitian lebih lanjut. Kata Kunci: pelatihan kebermaknaan kerja, perawat, work engagement Abstract Providing outstanding patient care by engaged nurses is likely to boost public confidence in hospitals. Unmotivated hospital nurses are less pleasant to patients, resulting in complaints. Relevant job training may boost employee engagement. This research examined how relevant work training affects Hospital X nurses' job satisfaction. This research examines whether relevant job training improves Hospital X nurses' engagement. Hospital X inpatient nurses were separated between experimental and control groups for this investigation. The experimental and control groups each included 10 persons. The individuals in this research had a minimum D3 nursing degree, worked for at least 2 years, and had medium and low work engagement based on pretest scores. Pre-test post-test control was employed in this investigation. This research used a 0.93-reliability work engagement scale to gather data. Study found that meaningfulness of job training increased work engagement in Hospital X inpatient nurses. Additionally, the Mann-Whitney test revealed a Z value of -3.791 with a significance of 0.000 (p <0.05). Posttest values ​​averaged 37.4 compared to 22.1 pretest. The posttest Work Engagement scores of the control and experimental groups vary. Experimental group scores 15.50, while control group scores 5.50. In conclusion, the experimental group had a greater work engagement score than the control group. Average difference is 10.5. Wilcoxon test findings revealed a Z value of -2.810 with a significance of 0.005 (p <0.05). The experimental group's work engagement changes before and after meaningfulness of job training. This study should help nurses enhance job engagement and inspire further research. Keyword: engagement, meaningfulness, training, work
Work Engagement dan Psychological Well-Being pada Karyawan Milenial Saragih, Melchi Rosanta Gloria; Yuniasanti, Reny
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 1 No 2 (2023): JULI 2023
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/intensi.v1i2.3324

Abstract

Di era digital ini work engagement antar karyawan milenial sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan keterikatan kerja pada karyawan milenial. Subyek dalam penelitian ini adalah 50 karyawan milenial dengan masa kerja minimal 1 tahun yang sudah dipilih menggunakan metode pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala work engagement dan skala kesejahteraan psikologis. Hasil analisis korelasi product moment dengan korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kesejahteraan psikologis dan keterikatan kerja pada karyawan milenial dengan koefisien korelasi (rxy) = 0,684. Nilai koefisien determinasi (R squared) adalah 0,468 yang berarti bahwa modal psikologis pada keterikatan kerja adalah 46,8%. Informasi ini dapat berguna bagi perusahaan untuk melakukan intervensi melalui peningkatan kesejahteraan psikologis karyawan milenial untuk meningkatkan keterikatan kerja mereka.Kata Kunci: kesejahteraan psikologis, keterlibatan kerja, karyawan milenial
Hubungan antara regulasi diri dengan perilaku cyberloafing pada karyawan generasi Z Shintya Bunga Arlinda Ginting; Reny Yuniasanti
Jurnal Integrasi Riset Psikologi Vol 3 No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/intensi.v3i1.4416

Abstract

Cyberloafing merupakan tindakan menyimpang yang tidak sesuai dengan aturan pada lingkungan kerja, yaitu meliputi browsing internet atau mengecek email pribadi saat bekerja. Dengan perilaku tersebut, menyimpang dan melanggar ketentuan atau peraturan yang ditetapkan oleh organisasi dapat merugikan kesejahteraan anggota serta suatu organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami mengetahui relasi yang terjadi pada regulasi diri dengan perilaku cyberloafing pada karyawan generasi Z. Penentuan subjek yang dimanfaatkan pada penelitian yaitu purposive sampling. Dalam penelitian, subjek yang digunakan sebanyak 61 responden, yaitu karyawan berusia 18-29 tahun (generasi Z) dan memiliki akses internet di kantor. Metode pengumpulan data menggunakan skala short version of self-regulation questionnaire (SSRQ) dan skala cyberloafing. Pada pelaksanaan uji hipotesis, digunakan analisis korelasi product moment. Dengan begitu, penelitian ini menghasilkan nilai korelasi (rxy)= -0,519 dengan perolehan p=0,001 artinya ditemukan relasi negatif yang terjadi pada regulasi diri dengan perilaku cyberloafing. Hal itu bermakna bahwa semakin tinggi regulasi diri akan berpengaruh pada semakin rendahnya perilaku cyberloafing. Sedangkan, apabila regulasi diri yang dimiliki rendah akan berpengaruh pada semakin tingginya perilaku cyberloafing. Informasi ini dapat berguna bagi perusahaan untuk melakukan intervensi melalui peningkatan regulasi diri pada karyawan generasi Z guna mengurangi tingkat cyberloafing di kalangan mereka. Kata Kunci: regulasi diri, cyberloafing, karyawan generasi Z
The mediating role of job satisfaction in the relationship between transformational leadership and organizational citizenship behavior among female civil servants in Central Java and Yogyakarta Sri Lestari, Endah; Yuniasanti, Reny; Soeharto, Triana Noor Edwina Dewayani; Hazalizah, Hamzah
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 27 No. 2 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v27i2.4451

Abstract

Female civil servants often have to divide their time between job demands and household responsibilities. While managing responsibilities at home, they’re also expected to perform optimally in the workplace, fully contribute to their organizations. This study explored how transformational leadership indirectly influences Organizational Citizenship Behavior (OCB) among female civil servants working in the regional government offices of Central Java and the Special Region of Yogyakarta (GO-CJ-DIY), with job satisfaction serving as a mediating variable in that relationship. The study used a total sampling technique with a population of 189 married female civil servants at GO-CJ-DIY who had been employed for more than three months. However, only 134 respondents completed the questionnaire and were therefore included in the final analysis. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results revealed a path coefficient of 0.489, t = 8.252, p < 0.001, 95% CI [0.381, 0]. Keywords: Female Civil Servants; Job Satisfaction; Organizational Citizenship Behavior; Transformational Leadership.
Pengaruh Pelatihan Kepemimpinan Tranformasional Supervisor Terhadap Mutu Pelayanan Pramuniaga Di Flora Group Yudhawati, Dian; Sahrah, Alimatus; Yuniasanti, Reny
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 18 No. 2: Agustus 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.021 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v18i2.394

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pelatihan kepemimpinan transformasional supervisor terhadap mutu pelayanan pramuniaga. Mutu pelayanan pramuniaga termasuk penampilan fisik, responsif, tanggung jawab, jaminan dan empati. Sedangkan kepemimpinan transformasional terdiri dari 5 aspek, idealized influenced, inspirational motivation, intellectual stimulation dan individualized consideration.  Terdapat tiga puluh dua karyawan Flora Grup yang terlibat dalam penelitian ini menggunakan kuasi eksperimental design yang mengukur pretest dan post test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil analisa data post test , t = 10,775, dengan p = 0,000 yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Â