p-Index From 2021 - 2026
6.263
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Jurnal Psikologi Jurnal Psikologi Tabularasa Humanitas: Indonesian Psychological Journal Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Persona: Jurnal Psikologi Indonesia Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) AlphaMath: Journal of Mathematics Education Jurnal Psikologi Integratif Gadjah Mada Journal of Psychology Anfusina: Journal of Psychology Journal of Psychological Science and Profession Jurnal Eksplora Informatika Motiva: Jurnal Psikologi GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Psychopolytan (Jurnal Psikologi) Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Psikostudia : Jurnal Psikologi Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Journal of Information Systems and Informatics Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Kontribusia : Research Dissemination for Community Development Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Jurnal Psikologi Malahayati Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika International Journal of Community Service DedikasiMU: Journal of Community Service PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Jurnal Psikologi: Indonesian Journal of Psychology Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Jurnal Konseling Pendidikan Islam Jurnal Cendekia Ilmiah Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Jurnal Intensi (Integrasi Riset Psikologi) Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Antara Workforce Agility dengan Workplace Wellbeing pada Karyawan di Surakarta Naila Izzatul Chasanah; Reny Yuniasanti
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i5.10879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara workforce agility dengan workplace wellbeing pada karyawan di Surakarta. Workforce agility merujuk pada kemampuan karyawan untuk menyesuaikan diri dengan tiga dimensi utama yaitu adaptasi, proaktif dan juga resiliensi atau tetap tangguh dalam menghadapi perubahan lingkungan kerja yang dinamis. Workplace wellbeing menggambarkan kesejahteraan karyawan dalam aspek psikologis, sosial dan fisik di tempat kerja dimana hal ini dapat mempengaruhi variabel lain seperti kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif terhadap 37 karyawam demgan rentang usia 18 – 74 tahun. Pengolahan data penelitian menggunakan korelasi pearson untuk mengetahui hubungan kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara workforce agility dan workplace wellbeing dimana karyawan yang memiliki tingkat workforce agility yang tinggi, semakin tinggi juga untuk perasaan sejahtera ditempat kerja. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefiesien korelasi sebesar 0,457 (p = 0,004) dimana sebesar 45,7% workforce agility memiliki kontribusi terhadap workplace wellbeing, sedangkan 54,3% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian, perusahaan diharapkan dapat mengembangkan strategi peningkatan workforce agility guna meningkatkan kesejahteraan karyawan dan produktifitas kerja.
PENYUSUNAN KAMUS KOMPETENSI DEPARTEMEN SUPPORT Diana Savitri, Karen; Reny Yuniasanti
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.20495.2025

Abstract

CV X (inisial) yang merupakan perusahaan manufaktur yang memiliki target untuk mengembangkan bisnis ke pasar Multinasional dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Salah satu Departemen yang memerlukan perhatian adalah Departemen Support, dimana di dalamnya terdapat bagian HR dan GA. Manajemen menyebutkan dalam wawancara bahwa kompetensi di Departemen Support perlu dikembangkan agar dapat mendorong perbaikan Organisasi. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk membuat kamus kompetensi dan standar kompetensi di Departemen Support. Metode perancangan ini adalah Action Research dengan menggunakan teori Weisboard Six Box Model sebagai panduan diagnosis. Data yang disajikan bersifat kuantitatif (kusioner dan studi dokumen) dan kualitatif (observasi, wawancara dan studi dokumen). Jumlah responden kuisioner sebanyak 62 orang, dengan Alpha Cronbach skala 0,89. Responden wawancara terdiri dari 3 manajer dan 2 supervisor. Validasi dilakukan melalui kajian teori yang disesuaikan dengan budaya dan proses bisnis perusahaan serta judgement expert, yaitu Manager Support dan Direksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kebutuhan untuk mengembangkan kamus kompetensi, terutama bagi Departemen Support. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kinerja karyawan masih belum maksimal, dimana ada permasalahan dalam kesejangan pengetahuan, keterampilan dan sikap karyawan yang fokus bekerjaa saat dikantor saja, sehingga intervensi yang dilakukan adalah mengembangkan kamus kompetensi untuk Departemen Support. Kompetensi adalah karakteristik dasar seseorang yang membedakan mereka yang berkinerja baik dan yang berkinerja standar, karakteristik ini melibatkan keterampilan dan sikap kerja. Kamus Kompetensi yang dihasilkan yaitu Kompetensi Inti, Kompetensi Manajerial dan Kompetensi Keluarga Jabatan.
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL CAPITAL DENGAN WORK ENGAGEMENT PADA KARYAWAN MILLENIAL DIMASA PANDEMI COVID-19 Ginting, Febrina Debora; Yuniasanti, Reny
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 7 No. 2 (2022): PSIKOISLAMEDIA: JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v7i2.14818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological capital dengan work engagement pada karyawan millenial Super Dazzle dimasa pandemi covid-19. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif antara psychological capital dengan work engagement pada karyawan millenial Super Dazzle dimasa pandemi covid-19. Subjek penelitian berjumlah 65 karyawan millenial Super Dazzle yang memiliki karakteristik minimal bekerja 3 bulan dan kelahiran tahun 1981-2000. Penentuan subjek penelitian menggunakan metode Purposive Sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan alat ukur berupa Skala Work Engagement dan Skala Psychological Capital. Metode analisis data yang digunakana dalah Pearson Correlation. Hasil analisis data diperoleh nilai korelasi sebesar r = 0,639 dan p=0.000 (p<0.01). Nilai koefisien determinasi (R squared) sebesar 0,408 yang berarti psychological capital terhadap work engagement adalah sebesar 40,8% karyawan millenial Super Dazzle. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara antara psychological capital dengan work engagement pada karyawan millenial Super Dazzle dimasa pandemi covid-19. Manfaat penelitian ini secara teoritis adalah memberikan sumbangan ilmu psikologi industri dan organisasi, khususnya tentang hubungan antara psychological capital dengan work engagement karyawan millenial Super Dazzle di masa pandemi covid-19.
Job Boredom and Cyberloafing Behavior: The Dynamics of Generation Z in the Digital Workplace Zahro, Fatimah; Anggraeni, Dewi Soerna; Yuniasanti, Reny
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 4 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i4.21028

Abstract

Job boredom is one of the negative psychological conditions that can result from monotonous and less challenging work, especially among Gen Z. The purpose of this study is to determine the correlation between job boredom and cyberloafing behavior among Gen Z employees. This research uses a quantitative approach with a correlational analysis method. The subjects of this study were 101 Gen Z employees with 29 males and 72 females selected using purposive sampling technique. Data collection was conducted using a questionnaire consisting of Work Boredom Scale (Eid, 2018) and Employee's Workplace Cyberloafing Scale (EWCS) (Nurtjahjanti et al., 2024). Data analysis was performed using Spearman's Rho correlation using SPSS 26 software. The results showed a positive relationship between work boredom and cyberloafing behavior with a value of ρ = 0,252 and p = 0,011, R2 of 0,085 which indicates that the work boredom variable has a contribution of 8.5% to the cyberloafing behavior variable. The need for companies or organizations to reduce work boredom by increasing job variety, job identity clarity, job meaningfulness, autonomy, and also by providing constructive feedback.Kebosanan kerja merupakan salah satu kondisi psikologis negatif yang dapat muncul akibat pekerjaan yang monoton dan kurang menantang, terutama pada generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kebosanan kerja terhadap perilaku cyberloafing pada karyawan Gen Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis korelasional. Subjek penelitian ini adalah 101 karyawan Gen Z dengan 29 laki-laki dan 72 perempuan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari Skala Kebosanan Kerja (Eid, 2018) dan Employee’s Workplace Cyberloafing Scale (EWCS) (Nurtjahjanti et al., 2024). Analisis data menggunakan korelasi Spearman’s Rho dengan bantuan software SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara kebosanan kerja dengan perilaku cyberloafing dengan nilai ρ = 0,252 dan p = 0,011, R2 sebesar 0,085 yang menunjukkan bahwa variabel kebosanan kerja memiliki kontribusi 8,5% terhadap variabel perilaku cyberloafing. Perlunya perusahaan atau organisasi untuk mengurangi kebosanan kerja melalui peningkatan variasi pekerjaan, kejelasan identitas pekerjaan, kebermaknaan pekerjaan, otonomi, dan juga pemberian umpan balik yang konstruktif.
Feasibility of Opportunity Material Module with Joymath Cognitive Behavioral Method to Reduce Mathematics Anxiety and Increase Student Self-Efficacy Marhaeni, Nafida Hetty; Khuzaini, Nanang; Rizky, Muhammad Rafi Fajar; Yuniasanti, Reny; Akbar, Mutaqin; Sari, Dian Kartika; Dangin, Dangin
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 3 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v13i3.2188

Abstract

Siswa memerlukan media pembelajaran yang dapat membantu siswa mengurangi kecemasan matematika dan meningkatkan efikasi diri. Tujuan penelitian yaitu mengembangkan modul untuk mengurangi kecemasan matematika dan meningkatkan efikasi diri siswa pada materi peluang. Penelitian Research and Development ini menggunakan model ADDIE dengan lima tahap pengembangan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Sumber data dan subjek dalam penelitian ini adalah ahli materi, ahli media, guru, dan 1328 siswa dari 24 SMP di Kota Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, Focus Group Discussion (FGD), dan angket. Hasil menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan yaitu modul materi peluang untuk mengurangi kecemasan matematis dan meningkatkan efikasi diri siswa layak digunakan dalam pembelajaran matematika. Pengambilan keputusan kelayakan produk didasarkan pada hasil analisis penilaian dari validator, ahli materi, dan ahli media yang menunjukkan bahwa modul sangat valid dan berpeluang menurunkan kecemasan matematis dan meningkatkan efikasi diri siswa.Students need learning media that can help students reduce mathematics anxiety and increase self-efficacy. The aim of the research is to develop a module to reduce mathematics anxiety and increase students' self-efficacy in opportunity material. This Research and Development research uses the ADDIE model with five development stages, namely analysis, design, development, implementation and evaluation. The data sources and subjects in this research were material experts, media experts, teachers, and 1328 students from 24 junior high schools in Yogyakarta City. The data collection techniques used were interviews, observation, Focus Group Discussion (FGD), and questionnaires. The results show that the product developed, namely the opportunity material module to reduce mathematical anxiety and increase students' self-efficacy, is suitable for use in mathematics learning. Decision making on product feasibility is based on the results of assessment analysis from validators, material experts and media experts which show that the module is very valid and has the opportunity to reduce mathematical anxiety and increase student self-efficacy.
Peran Psychological Empowerment Terhadap Workforce Agility Pada Karyawan Startup Yusuf, Rahadatul Aisy; Yuniasanti, Reny
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v7i2.7983

Abstract

Menghadapi lingkungan yang serba cepat di mana peran pekerjaan cenderung dinamis, workforce agility menjadi penting untuk dimiliki sebab karyawan dituntut menggunakan keterampilan dalam menghadapi tuntutan yang terjadi. Berdasarkan beberapa faktor pendorong, psychological empowerment memiliki peranan penting yang mampu meningkatkan workforce agility pada karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological empowerment dengan workforce agility pada karyawan startup. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi untuk mengetahui hubungan antara psychological empowerment dengan workforce agility. Instrumen pada penelitian ini menggunakan psychological empowerment scale dan workforce agility scale. Subjek penelitian ini sebanyak 105 karyawan startup. Analisis yang digunakan adalah uji korelasi Spearman rho dan menunjukkan terdapat hubungan antara variabel psychological empowerment dengan workforce agility pada karyawan startup. Implikasi pada penelitian ini dapat memberikan pengetahuan maupun perancangan pelatihan bagi tiga pihak, yaitu perusahaan, karyawan, dan bagi peneliti selanjutnya mengenai psychological empowerment dan workforce agility dalam lingkungan kerja yang serba cepat ini.Kata Kunci: pemberdayaan psikologis, ketangkasan tenaga kerja, startup
Meningkatkan enterpreneurial leadership pada mahasiswa melalui experiential learning team project Yuniasanti, Reny; Rinaldi, Martaria Rizky; Sandiasih, Komang Mahadewi
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v6i1.27405

Abstract

Entreprenurial leardership di Indonesia masih rendah dan perlu diupayakan untuk peningkatannya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen quasi dengan desain one group pretest-posttest design yang memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh metode experential learning team project untuk meningkatkan entrepreneurial leardership pada mahasiswa. Responden penelitian ini sebanyak 32 orang dipilih dengan metode purposive sampling dengan karakteristik mahasiswa psikologi yang belum pernah mengambil mata kuliah psikologi komunitas dan sociopreneurship, serta perkuliahan secara tatap muka di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa experential learning team project dapat meningkatkan entrepreneurial leadership mahasiswa (t=-14,15, p<0,05). Artinya, intervensi melalui metode experential learning team project mampu memberikan dampak positif dalam mengembangkan keterampilan enterpreneurial leadership di kalangan mahasiswa psikologi. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan   experential learning team project dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas entrepreneurial leadership di lingkungan pendidikan tinggi. 
HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI DENGAN MOTIVASI KERJA PADA WANITA KARIER DI PT KUSUMA SANDANG MEKARJAYA Syauta, Betsy Amanda; Yuniasanti, Reny
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 17 No. 1: Februari 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.379 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v17i1.684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan aktualisasi dengan motivasi kerja pada wanita karier. Hipotesis yang akan diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara kebutuhan aktualisasi diri dengan motivasi kerja pada wanita karier. Subjek dalam penelitian ini adalah wanita karier di PT. Kusuma Sandang Mekarjaya, sebanyak 33 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala kebutuhan aktualisasi diri dan skala motivasi kerja. Motode analisis datapenelitian ini menggunakan metode analisis product moment dari Pearson. Hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,602 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,01), hal ini berarti semakin tinggi kebutuhan aktualisasi diri maka semakin tinggi motivasi kerja pada wanita karier; sebaliknya semakin rendah kebutuhan aktualisasi diri maka semakin rendah motivasi kerja pada wanita karier. Dengan demikian hipotesis penelitian ini dapat diterima. Variabel kebutuhan aktualisasi diri dalam penelitian ini mempunyai sumbangan efektif sebesar 36,2% terhadap motivasi kerja pada wanita karier di PT. Kusuma Sandang Mekarjaya.
The relationship between work family conflict and work satisfaction among single parent employees in Yogyakarta Putra, Eggy Mahendra; Yuniasanti, Reny; Fitriana, Nina; Hutagalung, Fonny Dameaty
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 24 No. 2 (2022): AUGUST 2022
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v24i2.2572

Abstract

The demands and pressures experienced by a single parent both from family and work can affect the level of work satisfaction. This can lead to work family conflict that occurs because of an imbalance between the role of a worker and the role of a family member. This research aims to determine the relationship between work family conflict and work satisfaction among single parent employees in Yogyakarta. The subjects of this research are 60 single parent employees. Purposive sampling were applied in this current research as the sampling technique. This research used two scales, namely work satisfaction scale (22 items; α = 0,853) and work family conflict scale (16 items; ; α = 0,810). Based on the results of the product moment correlation analysis, it was found that there was a significant relationship between work family conflict and work satisfaction (rxy) = -0.788 and p = 0.000. The higher the work family conflict, the lower the work satisfaction and conversely. The lower the work family conflict, the higher the work satisfaction among single parent employees. The value of the coefficient of determination (R2)  is 0.621 which indicates that the work family conflict variable provides an effective contribution of 62.1% to work satisfaction and the rest is influenced by other factors. 
Pelatihan Kebermaknaan Kerja Untuk Meningkatkan Work Engagement Pada Perawat Rumah Sakit X Hiskia, Miranda; Yuniasanti, Reny
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 1 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v1i2.4450

Abstract

Abstrak Memberikan perawatan pasien yang luar biasa oleh perawat yang terlibat kemungkinan akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap rumah sakit. Perawat rumah sakit yang tidak termotivasi kurang menyenangkan bagi pasien, sehingga menimbulkan keluhan. Pelatihan kerja yang relevan dapat meningkatkan keterlibatan karyawan. Penelitian ini meneliti bagaimana pelatihan kerja yang relevan memengaruhi kepuasan kerja perawat Rumah Sakit X. Penelitian ini meneliti apakah pelatihan kerja yang relevan meningkatkan keterlibatan perawat Rumah Sakit X. Perawat rawat inap Rumah Sakit X dipisahkan antara kelompok eksperimen dan kontrol untuk penyelidikan ini. Kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing mencakup 10 orang. Individu dalam penelitian ini memiliki gelar keperawatan minimal D3, bekerja setidaknya selama 2 tahun, dan memiliki keterlibatan kerja sedang dan rendah berdasarkan skor pra-tes. Kontrol pra-tes pasca-tes digunakan dalam penyelidikan ini. Penelitian ini menggunakan skala keterlibatan kerja reliabilitas 0,93 untuk mengumpulkan data. Studi menemukan bahwa kebermaknaan pelatihan kerja meningkatkan keterlibatan kerja pada perawat rawat inap Rumah Sakit X. Selain itu, uji Mann-Whitney mengungkapkan nilai Z sebesar -3,791 dengan signifikansi 0,000 (p <0,05). Nilai posttest rata-rata 37,4 dibandingkan dengan pretest 22,1. Skor Work Engagement posttest kelompok kontrol dan eksperimen bervariasi. Skor kelompok eksperimen 15,50, sedangkan skor kelompok kontrol 5,50. Sebagai kesimpulan, kelompok eksperimen memiliki skor work engagement yang lebih besar daripada kelompok kontrol. Perbedaan rata-rata adalah 10,5. Temuan uji Wilcoxon mengungkapkan nilai Z sebesar -2,810 dengan signifikansi 0,005 (p < 0,05). Keterikatan kerja kelompok eksperimen berubah sebelum dan sesudah kebermaknaan pelatihan kerja. Studi ini diharapkan dapat membantu perawat meningkatkan keterikatan kerja dan menginspirasi penelitian lebih lanjut. Kata Kunci: pelatihan kebermaknaan kerja, perawat, work engagement Abstract Providing outstanding patient care by engaged nurses is likely to boost public confidence in hospitals. Unmotivated hospital nurses are less pleasant to patients, resulting in complaints. Relevant job training may boost employee engagement. This research examined how relevant work training affects Hospital X nurses' job satisfaction. This research examines whether relevant job training improves Hospital X nurses' engagement. Hospital X inpatient nurses were separated between experimental and control groups for this investigation. The experimental and control groups each included 10 persons. The individuals in this research had a minimum D3 nursing degree, worked for at least 2 years, and had medium and low work engagement based on pretest scores. Pre-test post-test control was employed in this investigation. This research used a 0.93-reliability work engagement scale to gather data. Study found that meaningfulness of job training increased work engagement in Hospital X inpatient nurses. Additionally, the Mann-Whitney test revealed a Z value of -3.791 with a significance of 0.000 (p <0.05). Posttest values ​​averaged 37.4 compared to 22.1 pretest. The posttest Work Engagement scores of the control and experimental groups vary. Experimental group scores 15.50, while control group scores 5.50. In conclusion, the experimental group had a greater work engagement score than the control group. Average difference is 10.5. Wilcoxon test findings revealed a Z value of -2.810 with a significance of 0.005 (p <0.05). The experimental group's work engagement changes before and after meaningfulness of job training. This study should help nurses enhance job engagement and inspire further research. Keyword: engagement, meaningfulness, training, work
Co-Authors Aditya Kurniawan Alimatus Sahrah Anggo Luthfi Yunanto Anggraeni, Dewi Soerna Anwar, Rozan Arka Bandi Saputra Awang Setiawan Wicaksono Ayu Agustin Benedikta Gaudensia Sura Budiani, Kondang Celine Anjanique Aretha Surya Dangin, Dangin Dewi Soerna Anggraeni Dewi, Lina Febriani Ayu Andon Dian Kartika Sari, Dian Kartika Dian Sartika Sari Dian Yudhawati Diana Savitri, Karen Domnina Rani Puna Rengganis Efendy, Mamang Fatimah Zahro Febrina Debora Ginting Fitriana , Nina Fonny Dameaty Hutagalung Fonny Dameaty Hutagalung Ginting, Febrina Debora Hamzah, Hazalizah binti Hanan, Maryam Alifah Hastangka Hastangka Hastangka, Hastangka Hazalizah binti Hamzah Hazalizah Hamzah Hiskia, Miranda Ibrahim, Norshahila Julia Sari Komang Mahadewi Sandiasih Martaria Rizky Rinaldi Metty Verasari Miranda Hiskia Muhammad Iqbal Muhammad Wahyu Kuncoro Mutaqin Akbar Nafida Hetty Marhaeni Naila Izzatul Chasanah Nanang Khuzaini, Nanang Nanda Yunika Naufal Ade Darmansyah Nia Wardhani Nina Fitriana Nina Fitriana Nina Fitriana Nina Fitriana, Nina Novia Sarmila Ramadhan Nulipata, Muslimin Nurul Ain Hidayah binti Abas Nuryadi Nuryadi Prasetyaningrum, Putri Taqwa Prastiwi Prastiwi Putra, Eggy Mahendra Ratri Pratiwi Rinaldi , Martaria Rizky Rizky, Muhammad Rafi Fajar Sandiasih, Komang Mahadewi Saragih, Melchi Rosanta Gloria Sari, Dian Sartika Setyaningsih, Putry Wahyu Sheilla Varadhila Peristianto Shintya Bunga Arlinda Ginting Soeradi, Nasyafa Idza Aurora Sowanya Ardi Prahara Sri Muliati Abdullah Subagyo, Ibnu Rivansyah Suhaini Suhaini Sukasno, Paulus Edi Syauta, Betsy Amanda Venny Triana Putri Wahyu Kuncoro Wanda Asri Nurwahyuni Widjanarko, Yoga Yusuf, Rahadatul Aisy Zahrah, Alimatus Zakaria, Abdul Razak