Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

STRATEGI KAMPANYE CALON LEGISLATIF DPR RI DALAM MENINGKATKAN POPULARITAS AKSEPTABILITAS DAN ELEKTABILITAS PADA PEMILU DPR RI (Mohamad Saleh Caleg DPR RI Partai Golkar 2019- 2024) Reonaldo Suryanata; Heri Budianto
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 11, No 2 (2021): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi kampanye yang tepat sasaran dari masing-masing kontestan partai politik dan calon legislator sudah menjadi keharusan dalam setiap kontestasi politik, Melihat kontestasi politik pemilu 2019, sehingga menarik minat peneliti untuk meneliti salah satu komunikator politik yang telah berhasil memenangkan kontestasi tersebut ialah adalah H. Mohammad Saleh, S.E merupakan salah satu politisi partai Golkar daerah pemilihan Provinsi Bengkulu untuk pemilihan umum calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI 2019-2024). Sebelumnya Mohammad Saleh merupakan Ketua Dewan Perwakilan Daerah periode 2016-2017 menggantikan Irman Gusman. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui strategi kampanye Mohammad Saleh dalam kontestasi pemilihan umum calon legislatif DPR RI 2019 serta Untuk mengetahui penggunaan new media dalam strategi kampanye Mohammad Saleh. Teori yang digunakan menurut Dan Nimmo pada tahun (2005:9) yakni komunikasi politik adalah kegiatan komunikasi yang dianggap komunikasi politik berdasarkan konsekuensi-konsekuensinya (aktual maupun potensial) yang mengatur perbuatan manusia di dalam kondisi-kondisi konflik.Hasil penelitian Pada pemilu caleg 2019 yang lalu, popularitas, akseptabilitas dan elektabiltas Hasil penelitian menunjukkan Mohammad Saleh berhasil meningkatkan popularitas (terkenal), akseptabilitas (diterima) dan elektabilitas (dipilih) secara signifikan karena mempunyai keunggulan untuk menggerakkan sumber dayanya melalui program-program nyata, yakni pernah menjabat sebagai Ketua DPD RI. Sebagai caleg DPR RI dari Partai Golkar strategi yang digunakan untuk meningkatkan popularitas yakni melakukan kampanye melalui media koran dan televisi, juga menggunakan alat peraga kampanye lainnya seperti kalender,baliho dan spanduk. Dalam meningkatkan elektabilitas tersebut Mohamad Soleh juga terjun langsung ketengah masyarakat melakukan banyak kegiatan seperti kegiatan kegamaan, kepemudaan dan olahraga, serta kesenian. Berkomunikasi dengan masyarakat / seperti berkampanye memberikan pandangan terkait visi dan misi sebagai Caleg DPR RI. Kampanye dapat dilakukan dengan menunjukkan keberhasilan yang sudah dicapai oleh Mohammad Soleh untuk dapat menjadi materi kampanye yang efektif. untuk menaikkan elektabilitas dengan menggunakan cara-cara yang cerdas, etis dan konstruktif.
KOMUNIKASI POLITIK PUTI GUNTUR SOEKARNO, S.IP – DALAM MENJAGA KONSTITUEN DI JATIM 1 (KOTA SURABAYA-KABUPATEN SIDOARJO) TAHUN 2019-2024 Nani Kusumawardani; Heri Budianto
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 12, No 1 (2022): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi Politik Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri atau lebih dikenal dengan nama Puti Guntur Soekarno dari Fraksi PDI Perjuangan dalam merebut hati masyarakat kota Surabaya dan kabupaten Sidoarjo pada pemilu legislatif tahun 2019-2024. Jenis Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, paradigma dalam penulisan ini menggunakan Konstruktivistis. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Komunikasi politik setiap aspek memiliki peran tersendiri tetapi memiliki hubungan secara langsung ataupun tidak langsung dalam aplikasinya. Tulisan ini berusaha mengungkap komunikasi politik Puti Guntur Soekarno. dalam menjaga konstituennya. komunikasi politik merupakan komunikasi yang mengacu pada kegiatan politik dan semua kegiatan bernuansa politik yang dilakukan oleh politisi, pemerintah, kekuasaan negara dan institusi pendukung maupun rakyat pada umumya.  Komunikator politik adalah pelaku atau di identifikasikan sebagai seorang  yang dapat memimpin dan memiliki kompetensi serta potensi  di atas rata-rata jika dibandingkan dengan warga negara/masyarakat pada umumnya dalam hal penyampaian gagasan dan pikiran di mana pun tempat dia berada. Pada praktek komunikasi politiknya, Puti menggunakan model “cangruan” yang menurut istilah dalam bahasa Jawa (Timur) berarti berenergi langsung mendatangi dan mendengarkan aspirasi konstituennya dengan cara turun langsung ke daerah pilihan, kampanye door-to-door dan bersinergi dengan tokoh masyarakat.
Power Struggle and New Media Actor Contestation in Indonesia during the Post Pandemic Santoso, Didik Haryadi; Budianto, Heri; Haq, Naziful
ETTISAL : Journal of Communication Vol. 8 No. 2 (2023): ETTISAL : Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v8i2.11622

Abstract

In the new media space, narratives and discussions about covid-19 are still ongoing. Virtual audiences debate each other over the discourse that occurs. Research on the Covid-19 discourse has been carried out by many international researchers and Indonesian researchers. However, it is still not clear to the public who and how these actors fight in new media. How is the power struggle and contestation between the actors and those involved? This research uses the web crawler’s method and the SNA (Social Network Analysis) method in collaboration with astramaya.id. Data research is limited to 2019 to 2021 considering and considers the high number of narratives, discourses, and discussions about Covid-19. The results of the study show that the contestation of actor networks in the Covid-19 pandemic discourse is divided into three main actor clusters, namely the government cluster, the scientist and buzzer cluster, and the popular scientific info provider actor cluster. The power struggle occurs in 3 (three) lines, namely the state, the media industry, and social media actors. The fight occurred instantly and pragmatically and, in the end, gave birth to hegemonic discourse and hegemonic actors in the discourse on the post pandemic.
Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Pegawai dengan Metode Simple Additive Weighting Budianto, Heri; Setiadi, Irawan
Jurnal Rekayasa Komputasi Terapan Vol 4, No 02 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jrkt.v4i02.9877

Abstract

IMPROVING THE IMAGE OF THE GENERAL ELECTION COMMISSION (KPU) AFTER ISSUING A REGULATION PROHIBITING LEGISLATIVE CANDIDATES CONVICTED OF CORRUPTION FROM CONTESTING THE 2019 ELECTIONS Diah Widyawati; Ahmad Sihabudin; Heri Budianto
International Journal of Social Science Vol. 4 No. 2: August 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/ijss.v4i2.8324

Abstract

This research focuses on when the General Election Commission (KPU) issued KPU Regulation (PKPU) Number 20/2018 on the Nomination of Members of the House of Representatives, Provincial House of Representatives, and Regency/City Regional House of Representatives. This PKPU is the “PKPU on Candidates of Former Corruption Convicts." This regulation is controversial, causing polemics and dividing the community between the pros and cons. Various accusations were directed at the KPU, even accusations conveyed by the closest colleague, the Election Supervisory Agency (Bawaslu), which requested that the KPU obey higher regulations and ended in the Adjudication of Election Process Disputes. The peak of public distrust was the Judicial Review in the Supreme Court. Researchers use the Image Repair Theory to analyze an organization's response when its positive image and reputation are threatened. This research uses a postpositivist paradigm. Based on the research paradigm, the type and nature of this research are descriptive and qualitative. Data was collected using observation, interview, documentation, and literature study techniques. The results of the study showed that of the five crisis communication strategies, KPU used typologies, namely denial (simple denial, shift blame), evade responsibility (provocation, good intentions), and reduce offensiveness (bolstering, minimization, differentiation, transcendence, attack accuser). Four (4) typologies that are not used are defeasibility, accident, compensation, and mortification
STRATEGI KOMUNIKASI HUMAS BADAN PENGELOLA TRANSPORTASI JABODETABEK-KEMENTERIAN PERHUBUNGAN RI DALAM MEMBENTUK CITRA POSITIF Darminto, Iqbal; Putra, Afdal Makkuraga; Budianto, Heri
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 13, No 2 (2023): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/mediakom.v13i2.22309

Abstract

Fungsi dasar Public Relations dalam Pemerintah adalah membantu menjabarkan serta tercapainya tujuan program Pemerintah, meningkatkan sikap responsif pemerintah, serta memberi publik informasi yang cukup untuk dapat melakukan pengaturan diri sendiri (Lattimore 2010). Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) pada tahun 2021 berhasil mendapat predikat baik pada survei kepuasan masyarakat elektronik yang diselenggarakan oleh Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan (PPTB) Kementerian Perhubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrisikan strategi komunikasi yang digunakan Humas BPTJ dalam membentuk citra positif. Penelitian ini menggunakan teori strategi komunikasi menurut Onong Uchjana Efendy. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Humas BPTJ dalam menjalankan strategi komunikasi menggunakan metotede penyampaian informasi dengan komunikasi dua arah. Humas BPTJ dalam penyampaian informasinya membagi menjadi 3 cara melalui below the line, above the line, dan new media. Kegiatan komunikasi yang menjadi strategi dan diimplementasi oleh Humas BPTJ seperti kampanye jalan hijau, diskusi isu dengan pakar transportasi, presbackground, press tour, pameran dan jumpa pers akhir tahun. Dengan implementasi strategi komunikasi yang diterapkan BPTJ berhasil mendapatkan predikat sangat baik pada survei kepuasan masyarakat di tahun 2022, ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Ini menunjukan bahwa BPTJ mendapatkan citra positif melalui kegiatan komunikasi yang telah diterapkan Humas BPTJ.
STRATEGI KOMUNIKASI KPID DKI JAKARTA DALAM MENINGKATKAN LITERASI MEDIA MASYARAKAT Wibowo, Syatria Dwi Agung; Putra, Afdal Makkuraga; Budianto, Heri
MediaKom : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol 13, No 2 (2023): Mediakom Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/mediakom.v13i2.22337

Abstract

Pandemi Covid-19 sedikit banyak merubah cara komunikasi karena adanya pembatasan hubungan fisik secara langsung. KPID DKI Jakarta mempunyai tugas mengedukasi literasi media sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Selama ini, penggunaan media internet oleh KPID DKI Jakarta belum maksimal dan lebih banyak melakukan kegiatan secara langsung. Hal itulah yang memotivasi peneliti untuk melakukan penelitian strategi komunikasi KPID DKI Jakarta dalam meningkatkan literasi media di masyarakat khususnya masyarakat DKI Jakarta pada masa Pandemi Covid-19 tahun 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi KPID DKI Jakarta dalam meningkatkan literasi media masyarakat. Metodologi penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan jenis penelitian kualitatif dan metode studi kasus tunggal melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah KPID DKI Jakarta melakukan tahapan-tahapan strategi komunikasi dalam meningkatkan literasi media masyarakat, kecuali pada tahapan penggunaan telepon selular dan SMS. Selain itu, dalam melakukan tahapan-tahapan strategi komunikasi terdapat beberapa tahapan strategi komunikasi tidak dilakukan secara komprehensif karena kendala sumber daya manusia yang terbatas. Sehingga terdapat beberapa kekurangan dalam program komunikasi literasi media untuk masyarakat. Hal berpengaruh terhadap tujuan komunikasi yang ingin dicapai.
The effect of persuasive communication on purchase decisions and Customer satisfaction in Sport Fashion products Mar Astika, Nadia; Budianto, Heri
COMMICAST Vol. 6 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/commicast.v6i1.12670

Abstract

Fashion in Indonesia is currently experiencing a very exciting growth. E-commerce has been increasing Persuasive communication is one of the important strategies in influencing consumer behavior, especially in the process of making purchasing decisions and achieving customer satisfaction. Speaking of the fashion sports industry, intense competition demands the implementation of effective marketing communications to attract consumer attention while building customer loyalty, so as to provide strategic insights for brand managers in improving competitiveness and service quality. The aims to this study analyze the effect of persuasive communication on purchasing decisions for sports fashion products.  Quantitative research using the explanatory survey method. The research was conducted at Sogo Department Store outlets in Grand Indonesia from January to June 2024. The sampling technique used probability sampling and non-probability sampling with the number of samples used as many as 100 respondents. The independent variable in this study is persuasive communication, while the dependent variable is purchasing decisions and customer satisfaction. Univariate and bivariate data analysis. Statistical tests using product moment correlation test and multiple linear regression.  Regression tests show that persuasive communication has a significant effect on purchasing decisions (p-value 0.001; coefficient 0.364) and customer satisfaction (p-value 0.001; coefficient 0.222), so that each increase of one unit of persuasive communication increases purchasing decisions by 0.364 and customer satisfaction by 0.222. There is significance between the influence of persuasive communication and customer satisfaction on purchasing decisions for fashion sport products.
Pengaruh Internal Communication terhadap Internal Employer Attractiveness Melalui Employee-Brand Identification dan Employer Branding (Survey Pada Departemen Pengelolaan Logistik dan Fasilitas Bank Indonesia) Saputra, Syarief Ade; Putra, Afdal Makkuraga; Budianto, Heri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.27527

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh internal communication terhadap internal employer attractiveness melalui mediasi employee-brand identification dan employer branding pada Departemen Pengelolaan Logistik dan Fasilitas Bank Indonesia. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode PLS-SEM, hasil menunjukkan bahwa internal communication berpengaruh signifikan terhadap kedua mediator, tetapi tidak secara langsung terhadap employer attractiveness. Namun, efek tidak langsung melalui kedua mediator tersebut terbukti signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peran mediasi dalam memperkuat daya tarik organisasi sebagai pemberi kerja. Secara teoritis, penelitian ini mendukung teori social identity yang menekankan peran identifikasi karyawan terhadap nilai organisasi. Secara praktis, hasil studi menyarankan perlunya strategi internal communication yang efektif untuk membangun citra pemberi kerja yang positif dan meningkatkan loyalitas karyawan berkualitas.
Pengaruh Efektivitas Iklan dan Brand Awareness Bpjs Ketenagakerjaan terhadap Peningkatan Keputusan Pembelian bagi Pekerja Informal Purnama, Retno Indah Dewi; Budianto, Heri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29499

Abstract

Fenomena meningkatnya jumlah pekerja informal di Indonesia menjadi tantangan bagi sistem jaminan sosial nasional, terutama dalam upaya meningkatkan kepesertaan mereka dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Lonjakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepanjang 2023–2024 mendorong perpindahan tenaga kerja ke sektor informal yang minim perlindungan sosial. BPJS Ketenagakerjaan terus mengoptimalkan strategi komunikasi pemasaran melalui berbagai media, termasuk kampanye iklan “Kerja Keras Bebas Cemas” (KKBC), guna membangun brand awareness dan mendorong keputusan pekerja informal untuk mendaftar sebagai peserta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efektivitas iklan BPJS Ketenagakerjaan terhadap keputusan pembelian kepesertaan pekerja informal, dengan brand awareness sebagai variabel mediasi. Studi ini didasarkan pada Advertising Exposure Theory dan teori perilaku keputusan konsumen, yang menekankan peran eksposur iklan dalam membentuk kesadaran dan preferensi terhadap produk atau layanan. Penelitian ini menggunakan paradigma positivistik dengan pendekatan kuantitatif dan desain survei, sehingga memungkinkan pengujian hubungan antar variabel secara objektif dan terukur. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 400 pekerja informal yang dipilih dari populasi sebanyak 6.124.775 pekerja informal di Indonesia, menggunakan teknik stratified random sampling untuk memastikan perwakilan yang proporsional dari berbagai kategori pekerjaan informal. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan luring, serta dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antar variabel dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas iklan berpengaruh signifikan terhadap brand awareness dan keputusan pembelian, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui brand awareness sebagai mediator parsial. Dimensi impact menjadi indikator dengan kontribusi tertinggi, sedangkan empathy tercatat sebagai aspek dengan skor terendah yang perlu ditingkatkan. Brand awareness terbukti berperan sebagai mediator parsial yang memperkuat pengaruh iklan terhadap keputusan pekerja informal untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Rekomendasi dari penelitian ini menyarankan agar BPJS Ketenagakerjaan mempertahankan strategi komunikasi dengan penekanan pada dampak iklan terhadap persepsi manfaat. Di sisi lain, perlu dilakukan penguatan pada aspek empati dalam iklan untuk membangun kedekatan emosional yang lebih kuat dengan pekerja informal.