p-Index From 2021 - 2026
5.717
P-Index
This Author published in this journals
All Journal E-Journal of Tourism Jurnal Konseling dan Pendidikan Journal of Educational, Health and Community Psychology Mozaik Humaniora Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi The Journal of Educational Development Biopsikososial: Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta MEDIAPSI Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Prosiding Temu Ilmiah Nasional X Ikatan Psikologi Perkembangan Indonesia Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal PG-PAUD Trunojoyo : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini Jurnal Analisa Sosiologi Jurnal Dinamika Sosial Budaya Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Adimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Humaniora Jurnal Kesehatan Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Community Empowerment Dinamika Kerajinan dan Batik : MAJALAH ILMIAH Jurnal Kesehatan Tambusai INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Procedia of Social Sciences and Humanities BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian West Science Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Santri: Journal of Student Engagement Jurnal Psikologi Jurnal Pengabdian Sosial Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPPSI) Nak-Kanak: Journal of Child Research Journal of Psychology and Humans Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah JPsi
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MEMILIH PASANGAN PADA DEWASA AWAL BERDASARKAN KEPERCAYAAN TRADISI PETUNG WETON Ratih Putri Happy Sujari; Yudho Bawono
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v12i3.72457

Abstract

This study aims to determine the influence of petung weton tradition beliefs on decision-making in choosing a partner in early adulthood in Bojonegoro. The respondents in this study were 100 Bojonegoro people aged 18-40 years, who will or plan to marry, and still, use weton calculations to choose a partner. The research method used is quantitative. The instruments used are a belief scale of 42 items with reliability of 0.905 and a decision-making scale of 38 items with reliability of 0.949. The data analysis used in this study is a simple linear regression analysis with SPSS 25.0 for windows. The results show a significance value of 0.000. The value is smaller than 0.05 (0.000 < 0.05) so that means that there is an influence between the variable X and Y. Correlation number (r) is 0.796 where the value is in a strong category. While the R Square value is 0.634, indicating that the contribution of the variable X to Y is 63.4% and the rest is influenced by other factors. The direction of the relationship is positive, which means that the higher the trust in the petung weton tradition, the higher the decision-making in choosing a partner using weton calculations. So that the hypothesis in this study is accepted, namely that the belief in the petung weton tradition influences decision-making in choosing a partner in early adulthood in Bojonegoro. Keywords: petung weton, decision making AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepercayaan tradisi petung weton terhadap pengambilan keputusan dalam memilih pasangan pada dewasa awal di Bojonegoro. Responden pada penelitian ini adalah 100 masyarakat Bojonegoro yang berusia 18 – 40 tahun, akan atau berencana untuk menikah dan masih menggunakan perhitungan weton dalam memilih pasangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah skala kepercayaan tradisi petung weton sebanyak 42 aitem dengan reliabilitas 0,905 dan skala pengambilan keputusan sebanyak 38 aitem dengan reliabilitas 0,949. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier sederhana dengan SPSS 25.0 for windows. Hasilnya menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai tersebut lebih kecil daripada 0,05 (0,000 < 0,05) sehingga artinya terdapat pengaruh antara variabel X terhadap Y. Angka korelasi (r) sebesar 0,796 di mana nilai tersebut masuk dalam kategori kuat. Sedangkan nilai R Square sebesar 0,634, menunjukkan bahwa kotribusi variabel X terhadap Y sebesar 63,4% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Arah hubungan bernilai positif artinya semakin tinggi kepercayaan tradisi petung weton, maka semakin tinggi juga pengambilan keputusan dalam memilih pasangan menggunakan perhitungan weton. Sehingga hipotesis dalam penelitian ini diterima yaitu terdapat pengaruh kepercayaan tradisi petung weton terhadap pengambilan keputusan dalam memilih pasangan pada dewasa awal di Bojonegoro. Kata Kunci: petung weton, pengambilan keputusan
Dynamics of Subjective Well-Being in Early Marriage: A Phenomenological Review of Madurese Women Yudho Bawono; Dewi Retno Suminar; Wiwin Hendriani
Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 2 (2022): Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/psi.v7i2.2745

Abstract

The study aims to theoretically explain the dynamics of subjective well-being in the early marriage of Madurese women. This study used a qualitative research method with an Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) approach. The data collection used the semi-structured interview with the interview guide containing questions that reflect the ephocē. The participants in this study were 9 Madurese women who lived in Bangkalan Regency, Sampang Regency, Pamekasan Regency, and Sumenep Regency. There were important points that became the findings of this study, including (a) Madurese women who married early could achieve subjective well-being proven with statements that indicated life satisfaction in their marriage and could feel positive emotions more often than negative emotions, and (b) The achievement of subjective well-being of Madurese women who married early could not be separated from their husband's acceptance and support.
Di Balik Keindahan Batik Gentongan Madura Yudho Bawono; Fandi Rosi Sarwo Edi; Moh. Ishaq Abd Salam
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 40, No 2 (2023): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v40i2.8218

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Paseseh, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui pengalaman hidup sebagai perajin batik gentongan Madura. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan partisipan penelitian menggunakan purposive sampling dan snow ball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur. Analisis data menggunakan metode hermeunitika. Penelitian ini menemukan: (1) Batik gentongan memiliki keunikan pada segi motif dan cara membuatnya. Proses pewarnaan batik gentongan menggunakan pewarna alami dan media gentong; (2) Ada ritual khusus dan aroma mistis saat membatik; (3) Proses pembuatan batik gentongan yang cukup rumit tidak diimbangi dengan penghasilan yang memadai dari para perajin batik, terutama di masa pandemi Covid-19 ini; (4) Kurang adanya upaya dalam melestarikan batik gentongan dan regenerasi perajin batik gentongan. padahal perajin batik gentongan tinggal 3 orang.
The Life Experience of Ethnic Madurese Women in Early Marriage: A Phenomenological Study Bawono, Yudho; Retno Suminar, Dewi; Hendriani, Wiwin
MOZAIK HUMANIORA Vol. 23 No. 1 (2023): MOZAIK HUMANIORA VOL. 23 NO. 1
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mozaik.v23i1.37581

Abstract

The aim of this study was to explore the life experiences of Madurese women who entered into early marriages. Employing a qualitative research methodology with a phenomenological approach, the study encompassed nine Madurese women residing in Bangkalan, Sampang, Pamekasan, and Sumenep districts as participants. Semi-structured interviews were conducted for data collection. Additionally, in this phenomenological study, Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) was employed for analysis. Through the data examination, eleven superordinate themes emerged, coalescing into four main themes. The findings of the study illuminated that the experience of early marriage among Madurese women was a dynamic process shaped by various facets of their lives. This encompassed deeply ingrained cultural beliefs, perspectives on marriage, the presence of arranged matches, and strategies for managing conflicts within their marital unions.
Storytelling before bed, is it still effective? Mendongeng Sebelum Tidur, Masihkah Efektif Dilakukan? Bawono, Yudho; Wibowo, Wasis Purwo; Listiyana, Ar Liza; Muarif, Samsul; Aditya, Puji Restu
Procedia of Social Sciences and Humanities Vol. 6 (2024): International Conference Psychology and Education Transformation For Bright Future
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pssh.v6i.558

Abstract

Bedtime storytelling is an oral tradition that has been passed down for generations. Many previous studies have found the benefits of storytelling, which is usually given to children at bedtime. Some of them are: (1) Fostering a proactive attitude; (2) Strengthening the relationship between parents and children; (3) Increasing knowledge; (4) Training concentration; (5) Increasing vocabulary; (6) Fostering interest in reading; (7) Triggering children's critical thinking; (8) Stimulating children's imagination, fantasy, and creativity; and (9) Providing lessons without seeming patronizing. However, behind the various benefits of bedtime storytelling, with the development of technology, especially media using the internet, the question arises, is bedtime storytelling still effective today? The purpose of this study is to find out whether storytelling before bed is effective for children. The research was conducted by distributing Questionnaires of Children's Activities Listening to Fairy Tales in the form of google forms. The results showed 139 respondents (90.3%) answeredyes, 13 respondents (8.4%) answered neutral, and 2 respondents (1.3%) answered no. Based on the results, it can be said that storytelling before bedtime is still effective. Based on the results of the study, it can be said that storytelling (before bed) is still effective, especially to improve children's language skills.
Describing Pregnant Women's Anxiety in Facing Childbirth Based on the Maternal Age Wibowo, Wasis Purwo; Bawono, Yudho
Procedia of Social Sciences and Humanities Vol. 6 (2024): International Conference Psychology and Education Transformation For Bright Future
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pssh.v6i.583

Abstract

The pregnancy process causes pregnant women to experience physiological and psychological changes during pregnancy, which make them uncomfortable and experience emotional changes. There are many problems that pregnant women may face, including dealing with the birthing process and anxiety during pregnancy. This anxiety is influenced by several factors, one of which is the maternal age. The aim of this research is to analyze differences in anxiety of pregnant women in facing childbirth based on the maternal age. The research method used in this research is descriptive-quantitative. The research sample consisted of pregnant women who had their pregnancy checked at RSIA dr. Hikmah Sawi Bangkalan. The total sample for this study was 50 pregnant women. Data collection on the anxiety variable facing childbirth used the PASS scale (Perinatal Anxiety Screening Scale). Data were analyzed using the one-way Anova test to determine differences in pregnant women's anxiety about facing childbirth in terms of maternal age. The results of the research show that there is a significant difference between maternal age and pregnant women's anxiety about facing childbirth.
Peran Konformitas dalam Memengaruhi Perencanaan Karir Mahasiswa Khoiriyah , Naimatul; Bawono, Yudho
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol 1 No 3 (2024): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Publisher : Pijar Pustaka Widyadhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa adalah individu yang sering berperilaku sama dengan orang lain. Keinginan untuk menjadi sama dan rasa takut akan penolakan menjadi dasar bagi mahasiswa untuk berperilaku sama dengan orang lain. Perilaku ini dikenal sebagai konformitas. Salah satu perilaku serupa yang muncul pada diri mahasiswa adalah kesamaan pengambilan keputusan mengenai karir. Mahasiswa beranggapan bahwa orang lain mempunyai pengalaman dan informasi yang cukup baik mengenai karir dibandingkan dirinya, sehingga siswa mengikuti saran atau informasi karir dari orang lain. Hal ini membuat mahasiswa harus dapat mempersiapkan karirnya agar dapat tampil sama dengan orang lain, dan mahasiswa dapat mulai membuat rencana karir untuk mempersiapkan karirnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konformitas terhadap perencanaan karir mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 388 mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura. Metode pengumpulan data menggunakan skala likert dengan dua jenis skala yaitu skala konformitas dan skala perencanaan karir. Metode analisis data dengan program SPSS 23.0 for Windows. Hasil penelitian ini mempunyai hasil uji rank spearman dengan nilai sig. 0,000 (0,000 < 0,05) yang berarti hipotesis diterima yaitu terdapat pengaruh konformitas terhadap perencanaan karir mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.
PENGALAMAN BURNOUT PADA PERAWAT DI MASA PANDEMI COVID-19: SEBUAH ANALISIS FENOMENOLOGI INTERPRETATIF Astutik, Yuli; Bawono, Yudho
Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v11i2.406

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan mental perawat di masa pandemi Covid-19 perlu mendapatkan perhatian. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menekan angka burnout yang terjadi pada para perawat. Burnout  merupakan sekumpulan gejala akibat kelelahan fisik maupun mental yang termasuk di dalamnya berkembang konsep diri yang negatif, kurangnya konsentrasi serta perilaku kerja yang negatif. Tujuan: Ingin mengetahui pengalaman burnout perawat yang bekerja menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit “X”. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini melibatkan 3 orang partisipan yang merupakan perawat yang bekerja di ruangan khusus pasien Covid-19. Penggalian data menggunakan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil: Burnout yang dialami perawat yang menangani pasien Covid-19 tampak pada perilaku seperti menghindari atau mengurangi interaksi baik dengan pasien maupun dengan rekan seprofesi dan tidak ramah kepada orang lain sehingga berdampak pada kinerja dan pelayanan yang diberikan. Gejala burnout juga tampak pada keluhan fisik seperti sakit kepala dan nyeri bahu. Kesimpulan: Burnout yang dirasakan berhubungan dengan harga diri seperti konsep diri yang rendah, merasa tidak berharga, putus asa dan kurang motivasi hidup. Hal tersebut juga berdampak di lingkungannya seperti selalu bersifat negatif terhadap orang lain dan lebih sering tidak peduli atau acuh pada lingkungannya. Saran: Partisipan diharapkan: a) Mampu mengungkapkan beban emosional yang sedang dirasakan dengan saling bertukar pendapat, ilmu pengetahuan, maupun perasaan kepada sesama rekan profesi; b) Menyadari pentingnya komunikasi dengan sesama rekan seprofesi.
Pengalaman Model di Surabaya yang Mengalami Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder dalam Mencapai Subjective Well-Being Fauzi, Muhammad Ulwan; Bawono, Yudho
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/gulawentah.v9i1.19590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran subjective well-being pada model di Surabaya yang mengalami kecenderungan body dysmorphic disorder. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di Kota Surabaya, Jawa Timur dengan partisipan seorang model. Partisipan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah tiga partisipan yang memiliki kriteria berprofesi sebagai model, mengalami kecenderungan body dysmorphic disorder dan berdomisili di Kota Surabaya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan metode interpretative phenomenological analysis. Hasil penelitian ini menemukan bahwa (1) model yang mendapat tantangan dapat memunculkan kecenderungan body dysmorphic disorder dengan dua aspek penyerta yaitu keasyikan terhadap penampilan yang memunculkan perilaku sering bercermin di depan cermin untuk memerhatikan kondisi penampilannya, berpikir bahwa kondisi berat badan saat ini tambah gemuk, sering memikirkan kondisi penampilan hingga pernah melakukan serangkaian diet untuk mendapatkan kondisi penampilan yang bagus. Serta aspek distress terhadap penampilan yang memunculkan perilaku merasa khawatir dengan postur tubuh, merasa resah terhadap jerawat dan badan, khawatir persepsi orang tentang kondisi penampilan yang dimiliki, overthinking terkait dengan berat badan hingga takut terhadap pemikiran orang lain tentang kondisi penampilan; (2) model dengan kecenderungan body dysmorphic disorder tetap dapat mencapai kondisi sejahtera secara subjektif (subjective well-being).
Studi tentang Self Construal Remaja Etnis Madura dengan Pendekatan Indigeneous Psychology Bawono, Yudho
Indigenous Vol 1, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v1i1.3429

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui self construal remaja etnis  Madura apakah mengarah pada self construal interdependen atau self construal independen. Penelitian ini berfokus pada pendekatan indigenous psychology, yaitu suatu kajian ilmiah mengenai perilaku dan mental manusia yang bersifat pribumi, tidak dibawa dari daerah lain, dan didesain untuk masyarakatnya sendiri. Penelitian ini melibatkan 146 mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura sebagai subjek penelitian dan pengumpulan datanya dilakukan dengan menyebarkan Skala Self Construal yang diadaptasi dari Rufaedah (2012). Analisis data menggunakan uji t : one sample t test untuk melihat perbedaan self construal independen dan interdependen pada keseluruhan subjek, dan independent sample t test untuk mengetahui perbedaan masing-masing self construal pada perempuan dan laki-laki. Penelitian ini menemukan dua hasil utama. Pertama, hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang sangat signifikan antara self construal interdependen dengan self construal independen, di mana remaja etnis Madura memiliki kecenderungan untuk menampilkan self construal interdependennya. Ke dua, hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara self construal laki-laki dengan perempuan, di mana remaja laki-laki etnis Madura lebih independen dibandingkan dengan remaja etnis Madura yang perempuan.Kata kunci : etnis madura, indigeneous psychology, self construal
Co-Authors Abda Abda Aditya, Puji Restu Ahmad In’am Kholifi Ahmad Najibullah, Ahmad Aini, Kurrota Aisah , Fitri Nayatul Alfan Biroli, Alfan Alfarisi, M Salman Alifah Rahma Wati Alifah Rahma Wati Anis Fitriyah Ar Liza Listiyana Arri Handayani Atika, Mery Bawono , Priyo Sandi bawono, priyo sandi Chr Argo Widiharto Damayanti, Elok Desi Maulia Dewi Retno Suminar Fandi Rosi Sarwo Edi Fauzi, Muhammad Ulwan Febriani, Widya Fitriyah, Anis Hanim, Lailatul M Hera Wahyuni Hidayat, Medhy Aginta Ika Zenita Ratnaningsih Istikomah, Ela Yuni Kartika Febriana Khoiriyah , Naimatul Kholifi, Ahmad In’am Lailatul Muarofah Hanim Listiyana, Ar Liza Manzila Hesti Apriliani Masrifah Masrifah Masrifah, Masrifah Medhy Aginta Hidayat Moh. Ishaq Abd Salam Mohammad Afifuddin Muarif, Samsul Muqoddam, Faqihul Nayatul Aisyah, Fitri Netty Herawati Ni Putu Rizky Arnani Novia Nur Istiqomah Nuraini, Siti Faizah Puji Restu Aditiya Purwo Wibowo, Wasis R A Adinah Suryati Ningsih, R A Adinah Suryati Raden Mohamad Herdian Bhakti Ratih Putri Happy Sujari Rezkiyah Rosyidah Rezkiyah Rosyidah Rini, Hapsari Puspita Rohmah, Nailur Salam, Moh. Ishaq Abd Samsul Muarif Santika, Widya Santoso, Junita Sarwo Edi, Fandi Rosi Setyaningsih Setyaningsih Setyaningsih Setyaningsih, Setyaningsih Siti Faizah Nuraini Siti Nurfitria Siti Nurfitria, Siti Solly Aryza Sri Wahyuningsih Sri Wahyuningsih Suryanto, Suryanto Susana Wahidah Wahyuni, Hera Wasis Purwo Wibowo Wati, Alifah Rahma Wibowo, Wasis Wibowo, Wasis Purwo Wiwin Hendriani Yuli Astutik Yuni Istikomah, Ela Zainal Abidin