p-Index From 2021 - 2026
5.416
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini pada Santriwati Pondok Pesantren Assyafi’iyah, Desa Tamberu, Kecamatan Batu Marmar, Kabupaten Pamekasan Madura Bawono, Yudho; Rohmah, Nailur; Wahyuni, Hera; Rosyidah, Rezkiyah; Istiqomah, Nur; Setyaningsih, Setyaningsih; Abidin, Zainal; Hanim, Lailatul M; Atika, Mery; Rini, Hapsari Puspita; Arnani, Ni Putu Rizky; Herawati, Netty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i2.816

Abstract

Sejumlah data menunjukkan Indonesia termasuk negara yang memiliki angka pernikahan dini yang cukup tinggi di dunia. Data UNICEF per akhir tahun 2022 menunjukkan bahwa saat ini Indonesia berada di peringkat ke-8 di dunia dan ke-2 di ASEAN. Di Indonesia, pernikahan dini terjadi hampir di semua wilayah, termasuk di Pulau Madura, yang terjadi secara merata di empat kabupaten, termasuk Kabupaten Pamekasan. Menyadari hal tersebut, pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi pencegahan pernikahan dini pada santriwati Pondok Pesantren Assyafi’iyah, Desa Tamberu, Kecamatan Batu Marmar, Kabupaten Pamekasan-Madura.  Kegiatan ini melibatkan 43 santriwati yang berusia 13-15 tahun. Edukasi dilakukan dengan penyampaian materi pencegahan pernikahan dini yang dilanjutkan sesi diskusi dan permainan dengan membagi 5 kelompok. Hasil edukasi menunjukkan santriwati memiliki keinginan kuat untuk tidak melakukan pernikahan dini. Hasil ini diharapkan dapat dijadikan sebagai tindak lanjut pimpinan pondok pesantren maupun pemerintah desa dalam mengeluarkan kebijakan terkait pencegahan pernikahan dini.
Pengambilan Keputusan Melajang pada Perempuan Etnis Madura: Sebuah Studi Fenomenologis Alfarisi, M Salman; Bawono, Yudho
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 26 No. 1 (2024): Juni (2024)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v26i1.8874

Abstract

There are many people who do the Madura tradition of early marriages but over time social changes they also affect in deciding about life to delaying marriage. The delay marriage or people often call people unmarried as single. Single is a condition in which a man/woman has not yet and does not have a marriage. This research was intended to find out how the decision was to postpone marriage on women in Madurese. This study uses qualitative methods performed on two participants with data collection done by purposive sampling means mature female participants who are not married aged 40-60 years. Research using semi-structured interviews with the Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). IPA helps the researcher in interpreting the subjective meaning of the participant in relation to her experience in decision making. This study found that the reason not to marry because of having trauma with the past, knowing the divorced parents, have had a romantic relationship but failed to marry, and have not found a suitable partner.
“Cegah Stunting itu Penting”: Sosialisasi Pentingnya Pengetahuan tentang Stunting di Desa Taman, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang Yudho Bawono; Siti Faizah Nuraini
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 08 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i08.1280

Abstract

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan upaya pencegahan stunting melalui sosialisasi pengetahuan seputar stunting kepada masyarakat Desa Taman, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang. Risiko stunting harus diwaspadai karena akan memengaruhi tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Oleh karena itu, memang sudah selayaknya dilakukan strategi percepatan penurunan prevalensi stunting. Program-programnya harus dirancang berdasarkan data dan analisis situasi yang komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak. Salah satu program yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan kesehatan kepada masyarakat. Melalui pendidikan kesehatan dapat disampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu, dengan harapan pengetahuan yang diperoleh dapat berpengaruh terhadap perubahan perilaku yang lebih baik. Pendidikan kesehatan kepada masyarakat ini efektif untuk dilakukan karena berdasarkan penelitian sebelumnya, setelah dilakukan pendidikan kesehatan terjadi kenaikan pengetahuan sebesar 88,6%. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan mampu meningkatkan aspek pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting. Senada dengan hasil penelitian sebelumnya tersebut, hasil sosialisasi pengetahuan tentang stunting di Desa Taman Kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang juga menunjukkan terjadinya peningkatan dari yang belum mengetahui tentang bahaya stunting sebesar 6,20 dengan jumlah ranking positive sebesar 62,00.
The effect of mindful parenting on gender-based violence: Father involvement as a mediator Handayani, Arri; Ratnaningsih, Ika Zenita; Maulia, Desi; Widiharto, Chr. Argo; Bawono, Yudho
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Psychology and Health - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/pjpp.v9i1.20367

Abstract

Gender-based violence (GBV) has increased in the last decade, highlighting the need for significant attention to the prevention of physical and/or sexual violence. This situation is partially influenced by parenting in the family and is specifically reinforced by the involvement of fathers. This study aims to examine the effect of mindful parenting on GBV, with the father's involvement in parenting as a mediator. Data were collected using accidental sampling from 739 people (503 women and 236 men) aged between 18 to 23 years old. The instruments used in the study were the Interpersonal Mindfulness in Parenting (IM-P) scale (31 items, α = .953); the Inventory of Father Involvement (IFI) (26 items, α = .915); and the Social Norms and Beliefs about Gender-based Violence (GBV) Scale (30 items, α = .935). Mediation analysis served to test the research hypothesis. The research results indicate that mindful parenting has a significant effect on GBV, with the direct effect (β = -0.244, p < .001) being lower than the indirect effect (β = -0.582, p < .001), and the results of the Sobel test (z = -11.649, p = .000, p < .001) suggest that this effect is mediated by the father's involvement in parenting. These findings emphasize the importance of increasing societal awareness regarding the significance of father involvement in parenting to reduce gender-based violence. Fathers should provide complete care by being physically and psychologically present, which could alleviate the mother's burden and diminish gender-based violence.
Pak, Anak Saya Masih Mengompol. Apa yang Harus Saya Lakukan?: Edukasi Parenting tentang Problematika pada Masa Kanak-kanak di Desa Banjar Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan Bawono, Yudho
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/qckcdy92

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi parenting tentang problematika pada masa kanak-kanak. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode ceramah, yang dilakukan dengan cara menyampaikan materi edukasi parenting tentang problematika pada masa kanak-kanak kepada khalayak sasaran/ masyarakat secara langsung atau dengan cara lisan dengan bantuan power point. Para peserta terdiri dari ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Banjar, Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan. Sebelum penyampaian materi edukasi parenting, dilakukan pengisian lembar pre-test lebih dahulu terkait pengetahuan peserta tentang problematika pada masa kanak-kanak. Setelah penyampaian materi edukasi parenting, peserta dipersilakan untuk melakukan tanya jawab dengan pemateri. Selanjutnya, acara pengabdian kepada masyarakat ditutup dengan pengisian lembar post-test. Hasil pre-test dan post-test kemudian dibandingkan. Hasil menunjukkan para peserta memiliki peningkatan pengetahuan terkait bagaimana mengatasi problematika anak-anaknya.   
Ketidakpuasan bentuk tubuh pada remaja perempuan penggemar K-Pop Santika, Widya; Bawono, Yudho
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/gulawentah.v7i1.12125

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui gambaran ketidakpuasan bentuk tubuh pada remaja perempuan penggemar K-Pop. Penelitian ini melibatkan 349 remaja perempuan penggemar K-Pop yang tersebar di Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kepulauan Riau. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan Skala Ketidakpuasan Bentuk Tubuh berdasarkan aspek yang dikemukakan Thompson, Altabe, & Tantleff (dalam Prima & Sari, 2013). Uji deskriptif yang dilakukan pada Skala Ketidakpuasan Bentuk Tubuh ditemukan skor minimum sebesar 53, skor maksimum 101, rata-rata (mean) 78,11 dan standar deviasi sebesar 8,914. Berdasarkan kategorisasi yang dilakukan peneliti, diketahui bahwa ketidakpuasan bentuk tubuh pada remaja perempuan penggemar K-Pop dengan kategori tinggi sebanyak 70 orang (20%), kategori sedang berjumlah 226 orang (65%), dan kategori rendah sebanyak 53 orang (15%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja perempuan penggemar K-Pop yang mengalami ketidakpuasan bentuk tubuh memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi mengenai bagaimana seharusnya ukuran tubuh yang ideal hingga berkaca pada idola Korea. Selain itu ketidakpuasan bentuk tubuh ini juga berkaitan dengan first impressions. Hal ini menunjukkan bahwa kesan pertama saat bertemu dengan seseorang menjadi langkah utama diterimanya seorang individu dalam lingkungan sosial, termasuk dalam hal standar kecantikan yang “ditetapkan” lingkungan sosialnya.
Pelatihan Digital Marketing pada Kelompok Industri Jamu Madura Berbasis Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Pamekasan Biroli, Alfan; Afifuddin, Mohammad; Bawono, Yudho; Bawono , Priyo Sandi; Aisah , Fitri Nayatul
Santri : Journal of Student Engagement Vol. 4 No. 1 (2025): Santri : Journal of Student Engagement
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/santri.v4i1.1283

Abstract

The traditional herbal medicine (jamu) industry in Pamekasan, Madura, which has been passed down through generations, faces significant challenges in marketing in the digital era. Most jamu entrepreneurs still rely on conventional marketing methods, such as direct sales and word-of-mouth, which limit their market reach. Therefore, a community service program based on digital marketing training was conducted to help these entrepreneurs utilize digital technology to expand their market. The training employed a Focus Group Discussion (FGD) method and involved six jamu business owners from Pamekasan. The material covered the basics of digital marketing, strategies for using social media platforms like Instagram and Facebook, as well as marketplace optimization for platforms such as Tokopedia and Shopee. The results of the training showed an increase in participants' understanding of the importance of digital marketing in business development. However, there were still challenges, including low digital literacy, limited technological infrastructure, and complex regulatory requirements for product licensing. Overall, this training had a positive impact, helping the entrepreneurs enhance their competitiveness in broader markets. Continued mentoring and regulatory simplification are needed to ensure the success of the digital transformation of the jamu industry in Pamekasan.
Efektivitas Pemberian Dongeng dengan Media Boneka terhadap Peningkatan Kemampuan Berbahasa pada Anak Prasekolah Etnis Madura Bawono, Yudho; Wibowo, Wasis Purwo; Febriani, Widya; Istikomah, Ela Yuni
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6135

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui efektivitas pemberian dongeng dengan media boneka dalam meningkatkan kemampuan berbahasa pada anak prasekolah etnis Madura. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif eksperimen. Penelitian ini melibatkan 20 anak didik dari TK Islam Anak Soleh Kabupaten Bangkalan. Penelitian dilakukan selama 1 minggu dengan memberikan perlakuan berupa pemberian dongeng berbahasa Madura dengan media boneka. Metode pengumpulan datanya menggunakan tes Peabody Picture Vocabulary Test (PPVT) yang diadaptasi dalam Bahasa Madura. Data yang didapat kemudian diolah dengan menggunakan SPSS 26,0 for Windows dengan uji statistik Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara pemberian dongeng menggunakan media boneka dengan kemampuan berbahasa pada anak prasekolah etnis Madura, nilai signifikansi (2-tailed) adalah 0.941 (p>0.05). Beberapa faktor yang diduga dapat memengaruhi hasil penelitian yaitu kurangnya keterlibatan anak-anak saat didongengi, terbatasnya kreativitas pendongeng, pelatihan pendongeng yang kurang memadai, dan kurangnya variasi dongeng.
Bridging hope: Therapeutic communication education for families of people with mental disorders in Madulang Village Wahyuningsih, Sri; Hidayat, Medhy Aginta; Bawono, Yudho; Fitriyah, Anis; Kholifi, Ahmad In’am
Community Empowerment Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12397

Abstract

Families of peoples with mental disorders (PWMD) in Madulang Village have a limited understanding of therapeutic communication, despite its crucial role in recovery. This community service initiative aims to enhance the understanding and application of therapeutic communication among families of PWMD. The method employed is group education involving the community service team, the Bina Insan Madulang Community Group, families, and PWMD. The materials cover the definition, techniques, and stages of daily therapeutic communication. The results indicate an improvement in families' understanding and application of therapeutic communication, leading to better mental health for PWMD, as evidenced by reduced relapse rates and increased social activity.
Pentingnya Pemahaman tentang Adversity Quotient pada Anak Usia Remaja: Kajian Pengabdian kepada Masyarakat Bawono, Yudho; Santoso, Junita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i2.2212

Abstract

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menganalisis peningkatan pemahaman guru terhadap adversity quotient setelah mengikuti seminar yang diselenggarakan di PKBM jenjang SMA Khairunnas Islamic Boarding School, Surabaya. Adversity quotient merupakan indikator penting dalam ketahanan mental individu dalam menghadapi tantangan, terutama bagi siswa di lingkungan pesantren yang memiliki sistem pendidikan yang ketat. Sebagaimana diuraikan sebelumnya, pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk seminar. Data dikumpulkan menggunakan angket yang diberikan kepada peserta sebelum dan sesudah seminar, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman guru terhadap konsep adversity quotient, yang ditunjukkan oleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,026 (< 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa seminar berhasil meningkatkan wawasan guru dalam memahami serta menerapkan adversity quotient dalam mendampingi siswa menghadapi tantangan akademik dan sosial. Dengan meningkatnya pemahaman ini, diharapkan guru dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam membangun daya tahan mental siswa, membantu mereka mengelola stres, serta meningkatkan motivasi belajar. Untuk keberlanjutan pengembangan wawasan ini, disarankan agar pelatihan dan penelitian lebih lanjut terkait implementasi adversity quotient dalam pendidikan pesantren terus dilakukan guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif dan suportif bagi siswa.