Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI KULTUR CAMPURAN BAKTERI ENDOFIT SEBAGAI PEMACU PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KARET Umi Hidayati; Iswandi Anas Chaniago; Abdul Munif; Siswanto Siswanto; Dwi Andreas Santosa
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 32, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v32i2.159

Abstract

Bakteri endofit adalah bakteri yang hidup dalam jaringan tanaman, dapat diisolasi melalui sterilisasi permukaan jaringan tanaman. Isolasi bakteri endofit dari tanaman karet yang berpotensi sebagai pemacu pertumbuhan sangat penting dilakukan. Pembuatan kultur campuran dari bakteri endofit diharapkan meningkatkan potensi dalam memacu pertumbuhan yang dapat meningkatkan kualitas bibit batang bawah tanaman karet. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan kultur campuran bakteri endofit sebagai pemacu pertumbuhan bibit tanaman karet. Lima bakteri endofit dari tanaman karet yang berpotensi sebagai pemacu pertumbuhan yaitu Bacillus cereus KPD6, Pseudomonas aeruginosa KPA32, Brachybacterium paraconglomeratum LPD74, bacterium (bakteri tidak dikenal) LPD76, dan Providencia vermicola KPA38, diuji kompatibilitas untuk mendapatkan kultur campuran yang dapat meningkatkan pertumbuhan bibit batang bawah PB 260. Semua bakteri endofit terpilih kompatibel satu dengan yang lain. Aplikasi kultur campuran untuk meningkatkan pertumbuhan bibit batang bawah PB 260 memberikan hasil 2 kultur campuran terbaik. Kultur campuran 1 terdiri 2 spesies bakteri yaitu Brachybacterium paraconglomeratum LPD74 dan Providencia vermicola KPA38.  Kultur campuran 2 terdiri 3 spesies bakteri yaitu  Bacillus cereus KPD6, Pseudomonas aeruginosa KPA32, dan Brachybacterium paraconglomeratum LPD74. Bakteri endofit mampu masuk ke planlet bibit karet microcutting yang dibuktikan dengan Scanning Electron Microscopy. Diterima : 19 Mei 2014; Direvisi : 30 Mei 2014; Disetujui : 21 Juni 2014  How to Cite : Hidayati, U., Chaniago, I. A., Munif, A., Siswanto., & Santosa, D. A. (2014). Potensi kultur campuran bakteri endofit sebagai pemacu pertumbuhan bibit tanaman karet. Jurnal Penelitian Karet, 32(2), 129-138. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/159
SELEKSI DAN UJI POTENSI CENDAWAN DARK SEPTATE ENDOPHYTE SEBAGAI AGENSIA HAYATI PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH (Rigidoporus microporus) PADA TANAMAN KARET Cici Indriani Dalimunthe; Bonny PW Soekarno; Abdul Munif; Surono Surono
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 37, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v37i1.624

Abstract

Cendawan Dark Septate Endophyte (DSE) adalah sekelompok cendawan endofit yang memiliki hifa melanin gelap, membentuk koloni berwarna gelap pada media agar dan mampu mengkolonisasi akar tanaman tanpa menyebabkan gejala penyakit. Belum ada laporan yang berkaitan dengan peran cendawan DSE sebagai agens pengendali penyakit akar putih, khususnya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat DSE dari Indonesia dengan cara menseleksi isolat cendawan DSE yang berpotensi sebagai agensia hayati penyakit akar putih pada tanaman karet. Tahapan awal dari penelitian adalah isolasi cendawan DSE dari akar dan tanah di sekitar perakaran karet, uji patogensitas, uji dual culture dan uji metabolit senyawa volatil. Dalam penelitian ini, diperoleh lima isolat cendawan DSE APDS 3.2, TBMDS 2.4b, TMDS 2.1, TMDS 3.2 dan SBTBMDS 1 yang mampu menghambat pertumbuhan Rigidoporus microporus penyebab penyakit jamur akar putih pada tanaman karet. Penelitian ini membuktikan bahwa isolat cendawan DSE bisa diisolasi dari akar tanaman karet dan berpotensi sebagai agensia hayati Rigidoporus microporus penyebab penyakit jamur akar putih pada tanaman karet. Penelitian selanjutnya akan dilakukan pengujian lapangan dan diharapkan hasil dari penelitian ini akan memberikan informasi awal tentang peran cendawan DSE pada tanaman karet dalam mengatasi cekaman biotik yang disebabkan oleh cendawan pathogen.
Formulasi Konsorsium Bakteri Endofit untuk Menekan Infeksi Nematoda Puru Akar Meloidogyne incognita pada Tomat Ankardiansyah Pandu Pradana; Abdul Munif; Supramana S
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 9, No 2 (2020): Techno Jurnal Penelitian
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tjp.v9i2.2210

Abstract

The root-knot nematodes (Meloidogyne incognita) infection can cause a significant yield loss in tomato plants. One of the environmentally friendly efforts to control this nematode is through the application of endophytic bacteria. The application of endophytic bacteria in the form of a consortium was reported to be more effective than the application using a single isolate. This study aims to test the effectiveness of the endophytic bacteria consortium formula in suppressing M. incognita infection in tomato plants. The research stages were the selection of the consortium of endophytic bacteria as a growth promoter for tomato plants infected with M. incognita. The best performing consortium was formulated using 100 g of grass compost + 100 g vermicompost + 10 ml molasses + 1 g peptone and 50 ml distilled water. The test of bacterial cell viability in the endophytic formula was carried out for 20 weeks. The formula made was tested for its performance as a biocontrol agent against M. incognita in tomato plants. The results showed that three consortia gave the best results as growth promoters of M. incognita infected tomatoes, namely TmtN5, TmtN2, and GsgN2. The three of them survived the formula with log CFU at week 20 of 6.07 (TmtN5), 5.56 (TmtN2), and 6.11 (GsgN2). This formula can suppress the nematode population on tomato plants' roots and suppress the number of root knots in tomato plants. This study provides information that there are three consortia of endophytic bacteria (TmtN5, TmtN2, and GsgN2), which have the potential to become biological control agents for root-purulent nematodes.
Selection of Endophytic Bacteria from Root of Okra (Abelmoschus esculantus) as a Biocontrol of Fusarium oxysporum Evan Purnama Ramdan; Ely Lailatul Maghfiroh; Reni Rinika; Abdul Munif
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 7, No 1 (2021): June 2021
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v7i1.4545

Abstract

Okra has become one of the most important vegetables in Indonesia, in which its production need to be increased. One limiting factor is the attack ofsoil-borne pathogens that are difficult to control. Therefore, new alternative controls need to be assessed. In this research, several endophytic bacteria wereisolated and tested for their potency as control of Fusarium oxysporum. Isolation of endophytic bacteria was derived from roots of okra plants which were then characterized by morphospecies and tested for their safety by haemolysis and hypersensitivity tests. A dual culture test was performed to obtain endophytic bacteria that have potential as biocontrol agents by observing formation of inhibitory zones. In addition, inhibitory properties of endophytic bacteria were also calculated. The results showed that nine isolates of endophytic bacteria were obtained from okra roots. Selection by haemolysis and hypersensitivity tests showed that there were three isolates that were biologically safe. In further testing, one of the three obtained isolates (AOB3) was considered the best in inhibit F. oxysporum growth with an efficacy of 19.3%, and form an inhibitory zone as a characteristic of antibiotic mechanism.
Uji Konsentrasi Metabolit Cendawan Endofit asal Tanaman Kacang Tanah sebagai Penghambat Pertumbuhan Aspergillus flavus Nela Zahara; Bonny Poernomo Wahyu Soekarno; Abdul Munif
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 1 (2021): November - February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.1.63-69

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan salah satu tanaman pangan penting di Indonesia karena bijinya memiliki kandungan gizi. Konsumsi kacang tanah akan terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk di Indonesia. Meningkatnya konsumsi kacang tanah di Indonesia tidak diikuti oleh peningkatan produksinya. Penurunan produksi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor teknis budidaya yang kurang baik, seperti  pengolahan tanah, pemupukkan, pemanenan, pengendalian hama dan penyakit serta penggunaan benih bermutu rendah. Rendahnya mutu benih kacang tanah disebabkan adanya infeksi dari cendawan benih. A. flavus yang merupakan cendawan penting yang mempengaruhi mutu benih. Penggunaan metabolit cendawan dapat dijadikan alternativ pengendalian yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan cendawan endofit yang berpotensi sebagai agens pengendali hayati terhadap Aspergillus flavus. Tahapan penelitian terdiri atas isolasi A. flavus, isolasi cendawan endofit dari jaringan kacang tanah,uji patogenesitas,  uji penghambatan terhadap A. flavus, ekstraksi dan uji metabolit cendawan endofit. Berdasarkan hasil uji patogenesitas terdapat 33 cendawan endofit nonpatogenik terhadap tumbuhan. Hasil seleksi mendapatkan 3 cendawan endofit dengan penghambatan terbaik, yaitu CED-5 (51.47%), CEA-11 (51.32%), dan CEB-2 (50.73%). Identifikasi cendawan endofit berdasarkan makroskopis dan mikroskopik menunjukkan bahwa CED-5, CEA-11, dan CEB-2 berturut-turut adalah hifa Steril 1, Penicillium sp., Monascus. Memiliki daya hambat metabolit terhadap pertumbuhan A.flavus terbaik pada konsentrasi metabolit 30% . yaitu. CEA-11 (40.44%), CED-5(39.88%), dan CEB-2 (24.71%). Hasil penelitian menunjukkan potensi metabolit dari cendawan endofit sebagai salah satu bagian strategi pengendalian A. flavus.
POTENSI BAKTERI ENDOFIT DALAM UPAYA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN, PRODUKSI, DAN KANDUNGAN ANDROGRAFOLID PADA TANAMAN SAMBILOTO GUSMAINI GUSMAINI; SANDRA ARIFIN AZIZ; ABDUL MUNIF; DIDY SOPANDIE; NURLIANI BERMAWIE
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 19, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jlittri.v19n4.2013.167-177

Abstract

ABSTRAKBakteri endofit hidup di dalam jaringan tanaman yang sehat danberperan antara lain di dalam memacu pertumbuhan tanaman denganmenghasilkan senyawa-senyawa zat pengatur tumbuh, seperti IAA, GA 3 ,dan Sitokinin. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi potensi bakteriendofit dalam  meningkatkan pertumbuhan, produksi, dan kadarandrografolid pada tanaman sambiloto. Penelitian dilakukan di rumah kacaBalittro Cimanggu Bogor pada Oktober 2011–Mei 2012. Perlakuandisusun mengikuti Rancangan Acak Kelompok, enam perlakuan danempat ulangan. Perlakuan terdiri dari (1) kontrol, dan perlakuan bakteriendofit yaitu (2) 20BB, (3) 5MD, (4) 20BD, (5) 20CD (perlakuan 2-5masing-masing terdiri dari 4 jenis isolat), dan (6) 90AA (isolat tunggal).Suspensi bakteri endofit (50 ml/tanaman) diberikan 4 kali yaitu padaminggu ke 3, 5, 7, dan 9 setelah tanam dengan konsentrasi 10 10 spk/ml.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri endofit berpengaruh postifdan nyata dalam meningkatkan pertumbuhan, produksi herba segar dankering serta andrografolid pada tanaman sambiloto lebih baikdibandingkan kontrol. Peningkatan pertumbuhan tertinggi ditunjukkanpada tinggi tanaman dan jumlah cabang primer yaitu masing-masing24,7% (20 CD) dan 42,2% (20 BB). Produksi herba kering meningkat 25-82,81%, sejalan dengan meningkatnya serapan hara N (64,7-158,8%), P(50-100%), dan K (65-155%). Peningkatan produksi herba kering danandrografolid terbaik diperoleh dari penggunaan 20 CD (82,81 dan142,11%), 20 BB (88,75 dan 131,58%), dan 20 BD (65,63 dan 131,58%).Implikasi dari hasil penelitian ini bahwa bakteri endofit berpotensi untukdikembangkan pada budidaya tanaman sambiloto.Kata kunci: Andrographis paniculata, bakteri endofit, andrografolid,pertumbuhan, produksiABSTRACTEndophytic bacteria live within healthy plant tissue and playimportant roles, such as producing compounds of plant growth regulatorssubstances such as IAA, GA 3 , and Cytokinin. The aims of this research isto evaluate the potential of endophytic bacteria to promote the growth,andrographolide content, and dry matter yield of king of bitter. Theresearch was conducted in the greenhouse of Cimanggu Balittro in October2011-May 2012. Treatments were arranged in a randomized completeblock design with six treatments and four replications. Treatments consistof (1) control, and 5 kinds of endophytic bacteria isolates such as (2)20BB, (3) 5MD, (4) 20BD, (5) 20CD (treatments no.2-5, consisted of 4types of isolate), and (6) 90AA (single isolate). The highest presentage ofplant height and number of primary branches were obtained from thetreatment of 20CD (24.7%) and 20BB (42.2%). Increase in the dry herbyield of 25-82.81% was in agreement with increasing in uptake of N (64.7-158.8%), P (50-100%), and K (65-155%). The best treatment with whichyielding high of dry herbs and andrographolide was 20CD isolates (82.81and 142.11%), followed with 20 BB (88.75 and 131.58%), and 20 BD(65.63 and 131.58%). The study implies that endophytic bacteria havepotential for development of king of bitter cultivation.Key words: Andrographis paniculata, endophytic bacteria, androgra-pholide, growth, yield
PEMANFAATAN BAKTERI ENDOFIT DAN FOSFAT UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAMBILOTO / Utilizing Endophytic Bacteria and Phosphate for Growth and Yieald of Andrographis paniculata Gusmaini Gusmaini; Didy Sopandie; Sandra Arifin Aziz; Abdul Munif; Nurliani Bermawie
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 22, No 3 (2016): September, 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/littri.v22n3.2016.153-159

Abstract

Andrographis paniculta produce andrographolide, which have functions as raw material for medicine. One can stimulate andrographolide yield by utilizing endophytic bacteria and phosphate. This research objectives were to obtain effect of endophytic bacteria and phosphate on growth, yield and andrographolide content, N, P, and K uptake of A. paniculta. The research was conducted at the experimental garden of ISMCRI, at Cimanggu, Bogor from June 2012-February 2013. The trial was arranged in Random Block Design, factorial, 9 treatments and 3 replications. The first factor were endophytic bacteria; 1) without endophytic bacteria, 2) 20CD, and 3) 20BB. The second factor were the levels of P; 1) without P, 2) 27 kg/ha P, and 3) 54 kg/ha P. The results showed that Endophytic bacteria application and P fertilizer significantly increased plant growth, dry matter yield, andrographolide content and yield, and N, P, K uptake, but there were no interaction between endophytic bacteria and P treatments. Giving of endophytic bacteria improved content and yield of andrographolide ranging 16,9-29,9% and 37,6-45,7% respectively. A dossage of 27 kg/ha P was recommended to produce dry matter and andrographolide yield, and andrographolide content obtained 2.56%. The best andrographolide yield should be harvested at the beginning of generative phase.Keywords: Andrographis paniculata, andrographolide content, endophytic bacteria, phosphate, yield. AbstrakTanaman sambiloto merupakan tanaman penghasil andrografolid, yang berfungsi sebagai bahan baku obat. Salah satu yang dapat memacu produksi andrographolid tersebut dengan memanfaatkan bakteri endofit dan fosfat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh bakteri endofit dan fosfat terhadap pertumbuhan, produksi dan kadar andrografolid serta serapan hara N, P, dan K pada tanaman sambiloto. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cimanggu Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Bogor dari bulan Juni 2012-Februari 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok, faktorial, 9 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu bakteri endofit; 1) tanpa bakteri, 2) 20CD, dan 3) 20BB. Faktor kedua adalah dosis pupuk P; 1) tanpa pupuk, 2) 27 kg/ha P, dan 3) 54 kg/ha P. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri endofit dan P nyata meningkatkan pertumbuhan, produksi biomas, kadar dan produksi andrografolid, serta serapan hara N, P, dan K pada umur tanaman 14 MST, namun tidak terdapat interaksi antara kedua faktor tersebut. Pemberian bakteri endofit dapat meningkatkan kadar dan produksi andrografolid, masing-masing berkisar 16,9-29,9% dan 37,6- 45,7%. Dosis 27 kg/ha P direkomendasikan untuk menghasilkan produksi bahan kering dan produksi andrografolid, dengan kadar andrografolid yang diperoleh 2,56%. Produksi andrografolid terbaik, tanaman dipanen pada fase awal generatif.Kata kunci: Andrographis paniculata, andrografolid, bakteri endofit, pertumbuhan, fosfat, produksi.
PENGARUH METODE APLIKASI BAKTERI ENDOFIT TERHADAP PERKEMBANGAN NEMATODA PELUKA AKAR (Pratylenchus brachyurus ) PADA TANAMAN NILAM RITA HARNI; IKA MUSTIKA; SUPRAMANA SUPRAMANA; ABDUL MUNIF
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 12, No 4 (2006): DESEMBER 2006
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jlittri.v12n4.2006.161-165

Abstract

ABSTRAKBakteri endofit adalah salah satu agen antagonis yang akhir-akhirini banyak digunakan sebagai pengendalian biologi nematoda parasittanaman. Pada tanaman nilam nematoda Pratylenchus brachyurus merupa-kan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui metode aplikasi bakteri endofit yangeffisien untuk menekan nematoda P. brachyurus pada tanaman nilam.Penelitian telah dilakukan di laboratorium dan rumah kaca Balai PenelitianTanaman Rempah dan Obat dan Laboratorium Nematologi DepartemenProteksi Tanaman IPB, dari Januari sampai dengan Juli 2005. Penelitianmenggunakan rancangan acak lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertamaadalah metode aplikasi (siram dan rendam), faktor kedua adalah jenisisolat (NJ2, NJ25, NJ41, NJ46, NJ57, NA22, ERB21, ES32, E26). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa populasi nematoda dipengaruhi olehadanya interaksi antara metode aplikasi dan isolat bakteri yang digunakan,sedangkan berat tajuk, panjang akar dan tinggi tanaman hanya dipengaruhioleh jenis bakteri. Isolat Bacillus NA22, Bacillus NJ46 dan Bacillus NJ2dengan metode perendaman akar mempunyai kemampuan yang tinggidalam menekan populasi P. brachyurus yaitu berturut-turut sebesar 75%,63% dan 60%. Semua isolat yang digunakan dapat meningkatkan berattajuk, panjang akar dan tinggi tanaman.Kata kunci: Nilam, Pogostemon cablin, penyakit tanaman, pengendalianbiologi, bakteri endofit, nematoda, Pratylenchus brachyurus,Jawa BaratABSTRACTEffect of application method of endophytic bacteria onroot lesion nematode (Pratylenchus brachyurus) onpatchouliEndophytic bacteria is one of the important agents recently usedfor controlling plant parasitic nematodes. P. brachyurus is one of thefactors affecting the productivity of patchouli (Pogostemon cablin Benth.)in Indonesia. The objectives of the research were to find out an efficientapplication method of endophytic bacteria to reduce P. brachyurus onpatchouli. The research was conducted in the Nematology Laboratory,Department of Plant Protection, Bogor Agricultural University and in theLaboratory and Greenhouse of Indonesian Spice and Medicinal CropsResearch Institute, from January to July 2005. The research usedrandomized complete design with two factors, the first factor wasapplication method (drencing and deeping), the second factor was bacteriaisolates (NJ2, NJ25, NJ41, NJ46, NJ57, NA22, ERB21, ES32, E26). Theresults showed that the population of nematode was affected by theinteraction between bacterial isolates and application method. While shootweight, root length and plant height were affected by bacterial isolates.Bacillus NA22, Bacillus NJ46 and Bacillus NJ2 applicated by deeping theroot into bacterial suspension significantly gave good result in reducing P.brachyurus, i.e. 75%, 63% and 60%. All bacterial isolates increased shootweight, root length.Key words: Patchouli, Pogostemon cablin, plant disease, biologicalcontrol, endophytic bacteria, nematode, Pratylenchusbrachyurus, West Java
Antagonisme beberapa bakteri endofit Arecaceae terhadap Curvularia sp. patogen penyebab bercak daun yang diisolasi dari tanaman kelapa kopyor (Antagonism of selected Arecaceae endophytic bacteria against Curvularia sp. leaf spot pathogen isolated from coconut kopyor) Deden Dewantara ERIS; Agus PURWANTARA; Abdul MUNIF; Bonny Poernomo Wahyu SOEKARNO
E-Journal Menara Perkebunan Vol 86, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : INDONESIAN RESEARCH INSTITUTE FOR BIOTECHNOLOGY AND BIOINDUSTRY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.837 KB) | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v86i2.318

Abstract

Coconut kopyor is one of the most important commodities. One of the problems in coconut kopyor cultivation is grey leaf spot disease caused by Curvularia sp. Using endophytic bacteria is one of the control technique that is environmentally friendly. A total of 40 selected endophytic Arecaceaebacteria isolated from coconut kopyor, palm oil, aren, nibung and pejibaye were tested for their inhibitory ability to Curvularia sp.through antibiotic and volatile organic compound (VOC)test.The antibiotic test showed that thirty three  endophytic bacteria isolates have inhibitory capacity againstCurvularia sp. in a range of inhibition from 4.4% to 86.6%. Isolates with the highest inhibition were EAKSS 502, EAKSS 520 and EAKSS 507. VOC test showed that EAPJN 216, EAKSS 532, EAAPN 225, EAAPN 506, EAAPN 507 and EAAPN 557 were produced VOC that suppressed the growth of Curvulariasp fungal colonies in a range from 92.27% to 97.21%. Based on the best combination of antibiotic and production of volatile organic compound test, there were four potential isolates to inhibit the growth of Curvulariasp. in vitro i.e. EAKSS 502, EAKSS 507, EAKPN 201 and EAPJN 216. Those isolates were molecularly identified as Serratia marcescensstrain PIGB81, Burkholderiasp. DOP Ma316, S. marcescensstrain RY21 and S. marcescensstrain LB21.The four isolates were isolated from different plants such oil palm, coconut kopyor and pejibaye.[Keywords: antibiotics,Burkholderia,malforma-tion, Serratia,suppression, volatile compound]AbstrakKelapa kopyor saat ini menjadi salah satu komoditas perkebunan yang penting. Salah satu masalah dalam pembudidayaan kelapa kopyor adalah serangan penyakit bercak kelabu yang disebabkan oleh cendawan Curvulariasp. Penggunaan bakteri endofit merupakan salah satu cara control yang ramah lingkungan.Sebanyak 40 isolat bakteri endofit asal tanaman Arecaceaediisolasi dari tanaman kelapa kopyor, kelapa sawit, aren, nibung dan pejibaye diujikan kemampuan penghambatannya terhadap Curvulariasp. melalui uji antibiosis dan uji produksi senyawa organik volatil (VOC). Uji antibiosis menunjukkan se-banyak 33 isolat bakteri endofit menunjukkan daya penghambatan terhadap cendawan Curvulariasp. dengan kisaran 4,4%-86,6%. Penghambatan terbesar yakni isolat EAKSS 502, EAKSS 520 dan isolat EAKSS 507. Pengujian produksi senyawa organik volatil menunjukkan EAPJN 216, EAKSS 532, EAAPN 225, EAAPN 506, EAAPN 507 dan EAAPN 557 menghasilkan komponen volatil organik yang menekan pertumbuhan koloni cendawan Curvulariasp. pada kisaran 92,27%- 97,21%. Berdasarkan kombinasi data pengujian antibioisis dan produksi senyawa organik volatilterdapat 4 isolat bakteri endofit yang berpotensi menghambat perkembangan Curvulariasp. yaitu  isolat EAKSS 502, EAKSS 507, EAKPN 201 dan EAPJN 216.Hasil identifikasi secara molekuler ke empat isolat tersebut berturut-turut adalah Serratia marcescens strain PIGB81,Burkholderia sp.  DOP Ma316,S. marcescens strain RY21danS. marcescens strain LB21. Keempat isolat tersebut diisolasi daritanaman yang berbeda yakni kelapa sawit, kelapa kopyor dan pejibaye.[Kata kunci: antibiotik, Burkholderia,malformasi, penghambatan, Serratia,komponen volatil].
Karakterisasi Bakteri Penyebab Busuk Lunak pada Umbi Porang (Amorphophallus muelleri) Menggunakan Primer PCR Spesifik Ely Lailatul Maghfiroh; Abdul Munif; Abdjad Asih Nawangsih; Alina Akhdiya
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 27 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.27.3.463

Abstract

Porang is one of the export commodities whose production is currently intensive by the Indonesian Government. Soft rot disease is one of the obstacles in cultivation and post-harvest of porang, which results in a decrease in productivity and quality of porang. This study aims to isolate pathogenic bacteria that infect porang tubers and determine their morphological and molecular characters. A total of 43 bacteria were isolated from porang tubers with soft rot symptoms from Malang Regency. Ten isolates of them showed positive reactions in the hypersensitivity test. Amylolytic, pectinolytic, mannanase, and proteolytic activities were shown by three bacterial isolates, including B4, B7, and BLUB15, by forming a clear zone around the inoculation point. The results of the decay test showed that B4 isolate had the most severe signs of decay, up to 97.88% in potato tubers and 37.12% in the porang frog. A pair of ExpccR/ExpccF PCR primers successfully detected B4 isolate as Pectobacterium carotovorum subsp. carotovorum (Pcc) in the 550 bp band. Unexpectedly, identifying the other two isolates did not show any similarity to the bacteria that cause soft rot, which was previously known. The two isolates showed similarities to Empedobacter sp. B7 (98.7%) and Pseudomonas sp. BLUB15 (97.6%) as a result of 16S rRNA gene analysis. So far, based on the existing literature, this is the first report of phytopathogenic bacteria causing soft rot outside the genus Pectobacterium and Dickeya. Keywords: decay, glucomannan, mannanase enzyme, pectobacterium
Co-Authors Abdjad Asih Nawangsih Ade Maulana Agus PURWANTARA Akhmad Rizali ALI NURMANSYAH Alina Akhdiya Amanda, Dila Andika Akbarul Iman Andini Hanif Ankardiansyah Pandu Pradana Ankardiansyah Pandu Pradana Arif Ravi Wibowo Asima Manurung Ayu Dhisa Faradiba Siregar Bonny Poernomo Wahyu Soekarno Bonny PW Soekarno Chandra, Wenripin Charles Simamora Cici Indriani Dalimunthe Dede Setiadi Deden Dewantara ERIS Desmon Gunadi Siagian Diana Putri Didy Sopandie DWI ANDREAS SANTOSA dwi halimah Dwi Halimah Efi Toding Tondok Elis Nina Herliyana Elly Rosmaini Ely Lailatul Maghfiroh Ely Lailatul Maghfiroh Endah Retno Palupi Erwin Eryna Elfasari Rangkuti Fitrianingrum Kurniawati, Fitrianingrum Gede Suastika Giyanto Giyanto Giyanto Giyanto Gusmaini Gusmaini GUSMAINI GUSMAINI Hanifah Nuryani Lioe HARNI, RITA Hasudungan, Raju I Wayan Winasa IBNUL QAYIM IKA MUSTIKA Irwanto Sucipto ISKANDAR ZULKARNAEN SIREGAR isnainy dinul Mursyalatiyus Iswandi Anas Chaniago Ita Sulistiawati JOHANNES HALLMANN John Putra S Tampubolon Jonathan Liviera Marpaung Joni Kartika Kartika Katrin Jenny Sirait Kholil Ma’ruf Kikin H Mutaqin Kristiana kristiana Kurniawan Effendi Kurniawan Effendi Kusumah, Yayi Munara Liza Sakbani Marbun, James Piter Marihat Situmorang Marpaung, J.L. Marpaung, TJ Mira Febrianti Mochamad Yadi Nurjayadi Mochamad Yadi Nurjayadi Mohamad Rahmad Suhartanto Mohammad Yadi Nurjayadi Muhammad Firdaus Oktafiyanto MUSTIKA, IKA Nababan, Esther Sorta Mauli Nela Zahara Nela Zahara Neng Tipa Nursipa Niken Nur Kasim Nurliani Bermawie NURLIANI BERMAWIE Parapat Gultom Pradana Pandu Ankardiansyah Prayogo Probo Asmoro Putri Diana Rachmad Sitepu Ramdan, Evan Purnama Reni Rinika resky wulandari r jahuddin RICHARD A SIKORA Rita Harni Rita Harni RITA HARNI Rizky Mailani Rahman Robin Roedhy Poerwanto Sandra Arifin Aziz Satriyas Ilyas Siagian, Riris Regita Cahyani Simbolon, Lolyta Damora Sirimavo, Yana Siringoringo, Yan Batara Putra Siswanto siswanto Sitanggang, Fetrisia Ayu Ashari Supramana Surono Surono Suryo Wiyono Suwarno . Syahputra, Muhammad Romi Syahputra, Razak Kurnia Syaiful Anwar Sylvia, Bebby Tatit Sastrini Togu P Marpaung Umi Hidayati Waruwu, Arifda Ayu Swastini Widi Amaria Widya Sari Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Yadi Suryadi Yudhistira Adhitya Pratama Yudiyanto Yudiyanto Zahedi