Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Antagonis Bakteri Endofit Asal Mangrove terhadap Ralstonia solanacearum dan Meloidogyne spp. Muhammad Firdaus Oktafiyanto; Abdul Munif; Kikin Hamzah Mutaqin
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 14 No 1 (2018)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.653 KB) | DOI: 10.14692/jfi.14.1.23

Abstract

The main diseases of tomato caused by wilt bacteria (Ralstonia solanacearum) and root knot nematodes (Meloidogyne spp.) may cause significant yield losses and need to be managed. Recently, biocontrol approach especially using endophytic bacteria has been developed to control plant pathogens. This research was aimed to obtain endophytic bacteria from 2 species of mangrove, which effectively controlled root knot nematode and wilt bacteria. A total of 843 endophytic bacteria were successfully isolated from 2 species of mangroves. The bacteria isolates were further subjected for biosafety assay. The results of the test showed that 403 endophytic bacteria gave negative reaction in hypersensitive and hemolytic tests. Furthermore, 19 isolates effectively suppressed the growth R solanacearum and killed Meloidogyne in in vitro test. Physiological test showed that 14 and 11 isolates of the bacteria were able to produce protease and chitinase, respectively. This research provides a new information that endophytic bacteria from mangrove has a potency as a biocontrol agents.
Deteksi dan Identifikasi Nematoda Aphelenchoides besseyi dari Benih Padi Rizky Mailani Rahman; Abdul Munif; Fitrianingrum Kurniawati
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.647 KB) | DOI: 10.14692/jfi.14.2.39

Abstract

Detection and Identification of Aphelenchoides besseyi from Rice SeedsAphelenchoides besseyi is an important plant parasitic nematode on rice and causes yield loss up to 54%. The nematodes are able to survive for 8 months to 3 years after harvest and can be transmitted through seeds. The research was conducted to determine infestation of A. besseyi on seeds of five rice cultivars, namely Pak Tiwi 1, IR64, Ciherang, IPB 3S, and SL 8 SHS; and to identify A. besseyi by morphological and molecular techniques using polymerase chain reaction (PCR), and nucleotide sequensing. The nematodes were extracted from 5 g seeds of each cultivar by modified Baermann funnel method. Morphological identification was done by observing semipermanent slide of adult nematodes. Molecular identification by PCR used universal primers to amplify ITS rDNA followed by nucleotide sequencing. The result showed that A. besseyi were found on 5 rice cultivars in varies numbers. A. besseyi has specific morphological character, i.e. it has 2–4 mucro (tail tip) arranged in a star shaped that can be distinguished from other species. DNA fragments with approximately 830 bp in length was successfully amplified.  Further nucleotide sequence analysis showed that A. besseyi Indonesia (isolate Pak Tiwi 1) had the higest homology level of 98.1% with A. besseyi isolat India Drr Ab 1 and Kolkata, 98.0% with India Hyderabad, 97.8% with China HB, 97.7% with Taiwan HW, and 97.5% with Cina AB11.
Bakteri Endofit dari Tumbuhan Paku-pakuan sebagai Agens Hayati Rhizoctonia solani dan Pemacu Pertumbuhan Tanaman Padi Prayogo Probo Asmoro; abdul munif
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 15 No 6 (2019)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.601 KB) | DOI: 10.14692/jfi.15.6.239-247

Abstract

Rhizoctonia solani merupakan salah satu patogen penting penyebab penyakit hawar seludang pada tanaman padi. Patogen ini termasuk yang sulit dikendalikan karena bersifat kosmopolit, mampu bertahan di dalam tanah, dan memiliki kisaran inang yang banyak. Pengendalian secara biologi dengan bakteri endofit merupakan salah satu alternatif yang potensial karena kemampuannya hidup di dalam jaringan tanaman tanpa menimbulkan gejala penyakit dan dapat meningkatkan pertumbuhan serta ketahanan tanaman. Tujuan penelitian ini ialah mengeksplorasi bakteri endofit dari bagian batang akar dari tiga jenis tumbuhan paku yang berbeda, yaitu Salvinia molesta (paku air), Pteris ensiformis (paku terestrial), dan Drymoglossum pilosolloides (paku epifit) dan mengevaluasi potensinya sebagai agens hayati R. solani dan pemacu pertumbuhan tanaman. Isolasi bakteri dilakukan pada medium tripsic soy agar (TSA) dan nutrient agar (NA). Isolat bakteri dimurnikan dan diuji keamanan hayati dengan uji hipersensitifitas dan hemolisis. Hasil penelitian diperoleh 178 isolat bakteri endofit dan sebanyak 88 isolat menunjukkan reaksi negatif pada uji hipersensitisfitas dan uji hemolisis. Selanjutnya, isolat tersebut diuji dual test secara in vitro terhadap R. solani dan didapatkan 4 isolat bakteri endofit (APE15, APE22, APE33, dan APE35) dengan daya hambat dari 27–76% pada medium TSA, agar-agar dekstrosa kentang (ADK), dan TSA + ADK. Hasil uji pertumbuhan empat isolat terhadap benih padi varietas Situ Bagendit menunjukkan bahwa bakteri endofit mampu meningkatkan persentase perkecambahan padi 4.9% – 48.8%, meningkat panjang akar padi 68.3%–95.4%, panjang pucuk 53.2%–87.3%, bobot segar 49.07%–90.65%, dan bobot kering 48.1%–87.3%. Hasil ini menunjukkan bahwa tumbuhan paku mengandung beberapa bakteri endofit yang dapat dikulturkan dan memiliki senyawa antimikrob yang efektif, serta dapat digunakan sebagai sumber agens hayati terhadap patogen R. solani dan pemacu pertumbuhan tanaman.
Molecular Characters of AB-FAR Gene 1 of Aphelenchoides besseyi from Five Rice Varieties Fitrianingrum Kurniawati; Efi Toding Tondok; Yayi Munara Kusumah; Abdul Munif
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 17 No 3 (2021)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.17.3.121-130

Abstract

Aphelenchoides besseyi merupakan nematoda penyebab penyakit pucuk putih yang terbawa benih padi. Gen AB FAR-1 diketahui sebagai gen penting yang mengendalikan patogenisitas A. besseyi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakter gen AB FAR-1 yang diisolasi dari nematoda yang berasal dari benih padi. Ekstraksi nematoda dilakukan dengan metode corong Baerman dari benih 5 varietas padi “Ciherang“, “Inpari Sidenuk“, “Sintanur“, “Hibrida Prima“ dan “Pak Tiwi“. Ekstraksi DNA total nematoda menggunakan metode CTAB dilanjutkan dengan amplifikasi gen AB FAR-1 menggunakan primer spesifik FAR-F1/R1 dan analisis urutan nukleotidanya. Pita DNA spesifik gen AB FAR-1 berukuran 150 pb berhasil diamplifikasi dari semua sampel nematoda. Analisis sekuen menunjukkan bahwa gen AB FAR-1 tersebut memiliki homologi tertinggi (92.5 – 100%) dengan aksesi Genbank JQ686690.1, yaitu gen AB FAR-1 A. besseyi asal Cina. Walaupun memiliki homologi yang tinggi, terdapat beberapa perbedaan nukleotida pada sampel gen AB FAR-1 A. besseyi asal “Ciherang“, “Inpari Sidenuk“ dan “Hibrida Prima“. Analisis pohon filogenetika lebih lanjut mengelompokkan gen AB FAR-1 A. besseyi menjadi 2 grup, yaitu grup 1 terdiri atas gen AB FAR-1 A. besseyi asal Cina, “Sintanur“, “Hibrida Prima“ dan “Pak Tiwi“ dan grup 2 gen AB FAR-1 A. besseyi asal “Ciherang“, dan “Inpari Sidenuk“.
Effectivity of Single Isolates, Mixtures, and Consortium of Endophytic Bacteria Against Fusarium solani and Meloidogyne spp. in Vitro resky wulandari r jahuddin; Abdul Munif; Bonny Poernomo Wahyu Sukarno; Gusmaini Gusmaini
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 17 No 6 (2021)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.17.6.233-242

Abstract

Effectivity of Single Isolates, Mixtures, and Consortium of Endophytic Bacteria Against Fusarium solani and Meloidogyne spp. in Vitro Fusarium solani and Meloidogyne spp. is known as pathogens associated with pepper yellow disease. The use of endophytic bacteria for controlling this disease needs to be evaluated. Therefore, this study was conducted with the aim of evaluating the biocontrol activity of endophytic bacterial isolates applied singly (B. siamensis and B. velezensis), mixed (B. subtilis and B. wiedmannii) and consortium (PTM3) in suppressing F. solani and Meloidogyne spp. in vitro. Research methods included the isolation of F. solani and extraction of Meloidogyne spp. from the roots of infected plant, pathogenicity test, dual culture and mortality test, as well as physiological assay of endophytic bacterial isolates. The isolates of F. solani and Meloidogyne spp. proven to be pathogenic in pepper seedlings and causing yellow symptoms. Four isolates of endophytic bacteria were able to inhibit mycelium growth of F. solani. The highest inhibition on TSA medium was shown by a single isolate of B. siamensis, i.e. 57.25%; while on PDA medium was shown by mixed isolates of B. subtilis and B. wiedmannii, i.e. 56.47%. Application of B. velezenziz caused the highest mortality rate of Juvenile larval 2 Meloidogyne spp., i.e. 75.24%. Both B. siamensis and B. velevenzis isolates showed protease and cellulase activity; while mixed isolates of B. subtilis and B. wiedmannii and the PTM3 consortium isolates showed chitinase, protease and cellulase activity.
KELIMPAHAN POPULASI BAKTERI FILOSFER, RIZOSFER, DAN ENDOFIT TANAMAN KEMIRI SUNAN (REUTEALIS TRISPERMA (BLANCO) AIRY SHAW), SERTA POTENSINYA SEBAGAI AGENS BIOKONTROL Widi Amaria; Niken Nur Kasim; Abdul Munif
Journal TABARO Agriculture Science Vol 3, No 1: MEI 2019
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.072 KB) | DOI: 10.35914/tabaro.v3i1.200

Abstract

Tanaman kemiri sunan (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw) merupakan tanaman potensial yang sebagai penghasil minyak nabati. Interaksi tanaman kemiri sunan dengan mikrob ditunjukkan dari potensinya sebagai sumber mikrob yang bermanfaat, baik berasal dari filosfer, rizosfer, dan endofit. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Nematologi, Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor, pada bulan Februari sampai Mei 2018. Penelitian meliputi (1) isolasi dan pemurnian bakteri filosfer, rizosfer, dan endofit; (2) uji keamanan hayati, yaitu uji hemolisis dan hipersensitif; (3) karakterisasi isolat bakteri, yaitu uji Gram, pelarut fosfat, dan kitinolitik; serta (4) uji antibiosis sebagai agens biokontrol terhadap patogen Fusarium oxysporum. Hasil isolasi bakteri dari tanaman kemiri sunan diperoleh sebanyak 35 isolat, yang terdiri dari filosfer 12, rizosfer 13, dan endofit 10. Kelimpahan populasi tertinggi adalah bakteri filosfer 75,9–82,0 x 104 cfu/ml. Pengujian keamanan hayati diperoleh informasi sebanyak 9% isolat bakteri berpotensi sebagai patogen mamalia dan 47,2% merupakan patogen tanaman sebesar 47,2%. Hasil uji Gram menunjukkan Gram positif lebih dominan (58,3%) dibandingkan dengan Gram negatif (41,6%). Isolat-isolat bakteri yang diperoleh belum menunjukkan potensinya sebagai pelarut fosfat dan kitinase, namun sebagai agens biokontrol terhadap patogen F. oxysporum penyebab penyakit layu pada tanaman tomat. Reaksi antibiosis dengan daya hambat tinggi adalah isolat bakteri endofit (b dan d), yaitu 72,5% dan 55%, sedangkan bakteri rizosfer (u) sebesar 60%, semuanya adalah Gram positif.
POTENSI BAKTERI ENDOFIT DALAM UPAYA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN, PRODUKSI, DAN KANDUNGAN ANDROGRAFOLID PADA TANAMAN SAMBILOTO GUSMAINI GUSMAINI; SANDRA ARIFIN AZIZ; ABDUL MUNIF; DIDY SOPANDIE; NURLIANI BERMAWIE
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 19, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jlittri.v19n4.2013.167-177

Abstract

ABSTRAKBakteri endofit hidup di dalam jaringan tanaman yang sehat danberperan antara lain di dalam memacu pertumbuhan tanaman denganmenghasilkan senyawa-senyawa zat pengatur tumbuh, seperti IAA, GA 3 ,dan Sitokinin. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi potensi bakteriendofit dalam  meningkatkan pertumbuhan, produksi, dan kadarandrografolid pada tanaman sambiloto. Penelitian dilakukan di rumah kacaBalittro Cimanggu Bogor pada Oktober 2011–Mei 2012. Perlakuandisusun mengikuti Rancangan Acak Kelompok, enam perlakuan danempat ulangan. Perlakuan terdiri dari (1) kontrol, dan perlakuan bakteriendofit yaitu (2) 20BB, (3) 5MD, (4) 20BD, (5) 20CD (perlakuan 2-5masing-masing terdiri dari 4 jenis isolat), dan (6) 90AA (isolat tunggal).Suspensi bakteri endofit (50 ml/tanaman) diberikan 4 kali yaitu padaminggu ke 3, 5, 7, dan 9 setelah tanam dengan konsentrasi 10 10 spk/ml.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri endofit berpengaruh postifdan nyata dalam meningkatkan pertumbuhan, produksi herba segar dankering serta andrografolid pada tanaman sambiloto lebih baikdibandingkan kontrol. Peningkatan pertumbuhan tertinggi ditunjukkanpada tinggi tanaman dan jumlah cabang primer yaitu masing-masing24,7% (20 CD) dan 42,2% (20 BB). Produksi herba kering meningkat 25-82,81%, sejalan dengan meningkatnya serapan hara N (64,7-158,8%), P(50-100%), dan K (65-155%). Peningkatan produksi herba kering danandrografolid terbaik diperoleh dari penggunaan 20 CD (82,81 dan142,11%), 20 BB (88,75 dan 131,58%), dan 20 BD (65,63 dan 131,58%).Implikasi dari hasil penelitian ini bahwa bakteri endofit berpotensi untukdikembangkan pada budidaya tanaman sambiloto.Kata kunci: Andrographis paniculata, bakteri endofit, andrografolid,pertumbuhan, produksiABSTRACTEndophytic bacteria live within healthy plant tissue and playimportant roles, such as producing compounds of plant growth regulatorssubstances such as IAA, GA 3 , and Cytokinin. The aims of this research isto evaluate the potential of endophytic bacteria to promote the growth,andrographolide content, and dry matter yield of king of bitter. Theresearch was conducted in the greenhouse of Cimanggu Balittro in October2011-May 2012. Treatments were arranged in a randomized completeblock design with six treatments and four replications. Treatments consistof (1) control, and 5 kinds of endophytic bacteria isolates such as (2)20BB, (3) 5MD, (4) 20BD, (5) 20CD (treatments no.2-5, consisted of 4types of isolate), and (6) 90AA (single isolate). The highest presentage ofplant height and number of primary branches were obtained from thetreatment of 20CD (24.7%) and 20BB (42.2%). Increase in the dry herbyield of 25-82.81% was in agreement with increasing in uptake of N (64.7-158.8%), P (50-100%), and K (65-155%). The best treatment with whichyielding high of dry herbs and andrographolide was 20CD isolates (82.81and 142.11%), followed with 20 BB (88.75 and 131.58%), and 20 BD(65.63 and 131.58%). The study implies that endophytic bacteria havepotential for development of king of bitter cultivation.Key words: Andrographis paniculata, endophytic bacteria, androgra-pholide, growth, yield
PEMANFAATAN BAKTERI ENDOFIT DAN FOSFAT UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAMBILOTO / Utilizing Endophytic Bacteria and Phosphate for Growth and Yieald of Andrographis paniculata Gusmaini Gusmaini; Didy Sopandie; Sandra Arifin Aziz; Abdul Munif; Nurliani Bermawie
Jurnal Penelitian Tanaman Industri Vol 22, No 3 (2016): September, 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/littri.v22n3.2016.153-159

Abstract

Andrographis paniculta produce andrographolide, which have functions as raw material for medicine. One can stimulate andrographolide yield by utilizing endophytic bacteria and phosphate. This research objectives were to obtain effect of endophytic bacteria and phosphate on growth, yield and andrographolide content, N, P, and K uptake of A. paniculta. The research was conducted at the experimental garden of ISMCRI, at Cimanggu, Bogor from June 2012-February 2013. The trial was arranged in Random Block Design, factorial, 9 treatments and 3 replications. The first factor were endophytic bacteria; 1) without endophytic bacteria, 2) 20CD, and 3) 20BB. The second factor were the levels of P; 1) without P, 2) 27 kg/ha P, and 3) 54 kg/ha P. The results showed that Endophytic bacteria application and P fertilizer significantly increased plant growth, dry matter yield, andrographolide content and yield, and N, P, K uptake, but there were no interaction between endophytic bacteria and P treatments. Giving of endophytic bacteria improved content and yield of andrographolide ranging 16,9-29,9% and 37,6-45,7% respectively. A dossage of 27 kg/ha P was recommended to produce dry matter and andrographolide yield, and andrographolide content obtained 2.56%. The best andrographolide yield should be harvested at the beginning of generative phase.Keywords: Andrographis paniculata, andrographolide content, endophytic bacteria, phosphate, yield. AbstrakTanaman sambiloto merupakan tanaman penghasil andrografolid, yang berfungsi sebagai bahan baku obat. Salah satu yang dapat memacu produksi andrographolid tersebut dengan memanfaatkan bakteri endofit dan fosfat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh bakteri endofit dan fosfat terhadap pertumbuhan, produksi dan kadar andrografolid serta serapan hara N, P, dan K pada tanaman sambiloto. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cimanggu Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Bogor dari bulan Juni 2012-Februari 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok, faktorial, 9 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu bakteri endofit; 1) tanpa bakteri, 2) 20CD, dan 3) 20BB. Faktor kedua adalah dosis pupuk P; 1) tanpa pupuk, 2) 27 kg/ha P, dan 3) 54 kg/ha P. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri endofit dan P nyata meningkatkan pertumbuhan, produksi biomas, kadar dan produksi andrografolid, serta serapan hara N, P, dan K pada umur tanaman 14 MST, namun tidak terdapat interaksi antara kedua faktor tersebut. Pemberian bakteri endofit dapat meningkatkan kadar dan produksi andrografolid, masing-masing berkisar 16,9-29,9% dan 37,6- 45,7%. Dosis 27 kg/ha P direkomendasikan untuk menghasilkan produksi bahan kering dan produksi andrografolid, dengan kadar andrografolid yang diperoleh 2,56%. Produksi andrografolid terbaik, tanaman dipanen pada fase awal generatif.Kata kunci: Andrographis paniculata, andrografolid, bakteri endofit, pertumbuhan, fosfat, produksi.
Pemanfaatan Agens Hayati Endofit untuk Mengendalikan Penyakit Kuning pada Tanaman Lada Rita Harni; Abdul Munif
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 3, No 3 (2012): Buletin Riset Tanaman Rempah Dan Aneka Tanaman Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jtidp.v3n3.2012.p201-206

Abstract

Penyakit kuning merupakan penyakit penting pada tanaman lada di Indonesia. Kerugian akibat serangan penyakit kuning dapat menurunkan produksi sampai 32%. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penggunaan agens hayati dari kelompok bakteri dan jamur endofit untuk mengendalikan penyakit kuning yang disebabkan oleh Meloidogyne incognita, Radopholus similis pada tanaman lada. Penelitian dilakukan di kebun lada petani di daerah Petaling, Bangka. Bakteri endofit yang digunakan merupakan isolat endofit yang diisolasi dari akar tanaman lada dan beberapa isolat bakteri dan jamur endofit koleksi yang potensinya telah diuji. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 7 perlakuan dengan 5 ulangan. Tanaman lada percobaan berumur 15 bulan diperlakukan dengan isolat endofit (MER7, AA2, ANIC, TT2, dan TRI) dan nematisida karbofuran digunakan sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan agens hayati endofit dapat menekan kejadian penyakit kuning dan populasi nematoda di dalam akar.  Selain itu perlakuan agens hayati endofit dapat meningkatkan jumlah bunga per ruas dan bobot basah lada pada panen I. Isolat yang paling potensial adalah ANIC dan TRI (Trichoderma), yang keefektifannya sama dengan nematisida kimia karbofuran.  The Use of Endophytic Biological Agents to Control of Yellow Disease in Black PepperABSTRACT There are increasingly efforts to control the yellow disease in black pepper through application of biological agents endophytic along with the dangers of pesticide uses and awareness of environmentally friendly agriculture. The objective of this study was to investigate the effect of endophytic biological agents (bacteria and fungi) on the disease caused by nematodes of M. incognita and R. smilis. The study was conducted on the farmer garden located at Petaling, Bangka. A randomized complete block design with 7 treatments and 5 replications was used in this study.  The black peppers were treated with endophytic isolates (MER7, AA2, ANIC, TT2, TRI) and carbofuran, chemical nematicide, as control (not treated). The endophytic agents used in this study were isolated from roots of black pepper and some selected endophytic collections. The results showed that some endophytic agents were able to suppress the incidence of yellow disease and nematode populations in the roots, and increase in the number of flowers and fresh weight of  black pepper berry. The promising isolates being able to control the disease are ANIC and TRI (Trichoderma) on which their effectiveness are similar to the carbofuran.
Hubungan Bakteri Endofit dan Nematoda Parasit Penyebab Penyakit Kuning pada Tanaman Lada di Provinsi Bangka Belitung Abdul Munif; Kristiana kristiana
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 3, No 1 (2012): Buletin Riset Tanaman Rempah Dan Aneka Tanaman Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jtidp.v3n1.2012.p71-78

Abstract

Penyakit kuning yang disebabkan oleh nematoda parasit Meloidogyne incognita dan  Radopholus similis masih menjadi penyebab utama penurunan produksi lada di Provinsi Bangka Belitung. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kelimpahan populasi bakteri endofit dan nematoda parasit pada perkebunan lada rakyat di Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Tengah. Penelitian meliputi survei tingkat kejadian penyakit kuning dan pengamatan populasi nematoda dan bakteri endofit pada pertanaman lada milik petani. Pengambilan sampel tanah dan akar lada berasal dari pertanaman lada yang sehat dan yang sakit atau terserang berat. Isolasi bakteri endofit dilakukan dengan menggunakan teknik sterilisasi permukaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara populasi bakteri endofit dengan populasi nematoda parasit penyebab penyakit kuning pada tanaman lada. Kelimpahan populasi bakteri endofit pada kebun lada yang sehat lebih tinggi dibandingkan dengan kebun lada yang sakit. The Relationship between endophytic bacteria and yellow disease caused by parasitic-nematode on black pepper in Bangka Belitung provinceABSTRACT Yellow disease caused by parasitic nematodes (Meloidogyne incognita and Radopholus similis) is still a major constraint of black pepper production in Bangka Belitung. A study was carried out to investigate the relationship between population of endophytic bacteria and yellow disease caused by plant-parasitic nematodes on black pepper grown at districts of Bangka and Central Bangka. The study was conducted at farmers’ black pepper plantations. A number of soil and root samples was taken from healthy black pepper vines and highly infected-nematode ones. An isolation of endophytic bacteria was then done through a surface sterilization method. Results shows there was a positive correlation between the population of endophytic bacteria and yellow disease incidence rates caused by plant-parasitic nematodes on black pepper plants. The population of endophytic bacteria found in the healthy black pepper plants was higher than those of in the  infected-nematode ones.  
Co-Authors Abdjad Asih Nawangsih Ade Maulana Agus PURWANTARA Akhmad Rizali ALI NURMANSYAH Alina Akhdiya Amanda, Dila Andika Akbarul Iman Andini Hanif Ankardiansyah Pandu Pradana Ankardiansyah Pandu Pradana Arif Ravi Wibowo Asima Manurung Ayu Dhisa Faradiba Siregar Bonny Poernomo Wahyu Soekarno Bonny PW Soekarno Chandra, Wenripin Charles Simamora Cici Indriani Dalimunthe Dede Setiadi Deden Dewantara ERIS Desmon Gunadi Siagian Diana Putri Didy Sopandie DWI ANDREAS SANTOSA Dwi Halimah dwi halimah Efi Toding Tondok Elis Nina Herliyana Elly Rosmaini Ely Lailatul Maghfiroh Ely Lailatul Maghfiroh Endah Retno Palupi Erwin Eryna Elfasari Rangkuti Fitrianingrum Kurniawati, Fitrianingrum Gede Suastika Giyanto Giyanto Giyanto Giyanto GUSMAINI GUSMAINI Gusmaini Gusmaini Hanifah Nuryani Lioe HARNI, RITA Hasudungan, Raju I Wayan Winasa IBNUL QAYIM IKA MUSTIKA Irwanto Sucipto ISKANDAR ZULKARNAEN SIREGAR isnainy dinul Mursyalatiyus Iswandi Anas Chaniago Ita Sulistiawati JOHANNES HALLMANN John Putra S Tampubolon Jonathan Liviera Marpaung Joni Kartika Kartika Katrin Jenny Sirait Kholil Ma’ruf Kikin H Mutaqin Kristiana kristiana Kurniawan Effendi Kurniawan Effendi Kusumah, Yayi Munara Liza Sakbani Marbun, James Piter Marihat Situmorang Marpaung, J.L. Marpaung, TJ Mira Febrianti Mochamad Yadi Nurjayadi Mochamad Yadi Nurjayadi Mohamad Rahmad Suhartanto Mohammad Yadi Nurjayadi Muhammad Firdaus Oktafiyanto MUSTIKA, IKA Nababan, Esther Sorta Mauli Nela Zahara Nela Zahara Neng Tipa Nursipa Niken Nur Kasim NURLIANI BERMAWIE Nurliani Bermawie Parapat Gultom Pradana Pandu Ankardiansyah Prayogo Probo Asmoro Putri Diana Rachmad Sitepu Ramdan, Evan Purnama Reni Rinika resky wulandari r jahuddin RICHARD A SIKORA Rita Harni RITA HARNI Rita Harni Rizky Mailani Rahman Robin Roedhy Poerwanto Sandra Arifin Aziz Satriyas Ilyas Siagian, Riris Regita Cahyani Simbolon, Lolyta Damora Sirimavo, Yana Siringoringo, Yan Batara Putra Siswanto siswanto Sitanggang, Fetrisia Ayu Ashari Supramana Surono Surono Suryo Wiyono Suwarno . Syahputra, Muhammad Romi Syahputra, Razak Kurnia Syaiful Anwar Sylvia, Bebby Tatit Sastrini Togu P Marpaung Umi Hidayati Waruwu, Arifda Ayu Swastini Widi Amaria Widya Sari Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Yadi Suryadi Yudhistira Adhitya Pratama Yudiyanto Yudiyanto Zahedi