Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA KETERSEDIAAN INFORMASI DAN DUKUNGAN KELEMBAGAAN PADA AGRIBISNIS SAYURAN ORGANIK Anne Charina; Rani Andriani Budi Kusumo; Yayat Sukayat; Gema Wibawa Mukti
AGRIVET JOURNAL Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pertanian organic saat ini merupakan salah satu wujud inovasi dari pertanian berkelanjutan yang diharapkan memberikan banyak manfaat selain bagi lingkungan juga bagi petani. Tetapi keputusan petani untuk mengadopsi sebuah inovasi tidaklah mudah. Begitu pula dalam mengadopsi teknik budidaya sayuran organik dipengaruhi oleh beberapa faktor . Hasil analisis menunjukkan  salah satu faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani untuk menerapkan sistem pertanian organik adalah ketersediaan informasi terkait sayuran organik (Charina et al, 2017). Penelitian ini bertujuan menganalisa ketersediaan informasi terkait budidaya dan pasar sayuran organic di Kabupaten Bandung Barat. Serta melihat bagaimana dukungan kelembagaan yang ada pada agribisnis sayuran organic. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan responden sebanyak 105 orang petani horti di Kabupaten Bandung Barat yang dipilih secara acak. Model analisis data Miles dan Huberman digunakan dalam penelitian ini. Secara keseluruhan didapatkan hasil penelitian bahwa ketersediaan informasi baik itu tentang budidaya maupun informasi pasar di lokasi penelitian dari sisi relevansinya sudah sesuai, lengkap, tepat waktu, serta keterwakilan informasinya dinilai sudah baik oleh responden dan sangat membantu petani dalam mejalankan agribisnis sayuran organic di Kabupaten Bandung Barat. Sementara itu lembaga yang dinilai memberikan dukungan terbesar pada petani dalam menjalankan agribisnis sayuran organic adalah Dinas Pertanian dan Penyuluh Pertanian, disusul oleh Pemerintahan Desa, Bandar dan Lembaga Keuangan.
POTENSI PENGEMBANGAN AGROWISATA BERBASIS KOMUNITAS DI DESA CIBODAS KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Rani Andriani Budi Kusumo; Anne Charina; Yossini Deliana; Gema Wibawa Mukti
AGRIVET JOURNAL Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterpaduan sistem agribisnis sangat penting peranannya dalam industri berbasis agribisnis. Salah satu bagian dari subsistem agribisnis secara luas adalah pengembangan sektor pariwisata yang memanfaatkan usaha pertanian sebagai objek wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi agrowisata di Desa Cibodas berbasis sumberdaya lokal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah sejumlah tokoh masyarakat di Desa Cibodas dan masyarakat Desa Cibodas. Hasil penelitian menunjukan bahwa Desa Cibodas memiliki sumberdaya lokal yang potensial untuk dikembangkan sebagai agrowisata. Potensi pertanian dan kondisi alam Desa Cibodas dapat dijadikan atraksi wisata yang ditawarkan kepada pengunjung. Keberadaan beberapa objek wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan dapat menjadi faktor penunjang pengembangan agrowisata di Desa Cibodas. Masyarakat sebagai pelaku utama pengembangan agrowisata harus dilibatkan secara penuh dalam perencanaan dan pengelolaannya.
KAPASITAS PETANI DALAM AGRIBISNIS SAYURAN ORGANIK DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Rani Andriani Budi Kusumo; Anne Charina; Yayat Sukayat; Gema Wibawa Mukti
AGRIVET JOURNAL Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petani sebagai produsen dituntut untuk memenuhi kuantitas, kualitas dan kontinyuitas produk yang diinginkan oleh konsumen. Untuk itu diperlukan sumberdaya manusia yang handal dalam mengelola usahatani. Kemampuan petani untuk memenuhi kebutuhan pasar sesuai dengan potensi yang dimiliki merupakan kapasitas petani yang sangat menunjang keberhasilan dan keberlanjutan usahatani. Kapasitas petani diperlukan agar petani mampu mengelola usahatani sayuran organik sesuai dengan kaidah sistem pertanian organik sehingga permintaan konsumen akan produk sayuran yang sehat dan aman dapat terpenuhi baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : 1) Mengetahui kapasitas petani dalam agribisnis sayuran organik di Kabupaten Bandung Barat, serta 2) Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kapasitas petani dalam agribisnis sayuran organik di Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Responden dipilih secara acak sebanyak 105 orang petani sayuran organic di Kabupaten Bandung Barat. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas sebagian besar petani dalam menjalankan usahatani sayuran organic tergolong tinggi. Ketersediaan informasi budidaya sayuran organic, dukungan lembaga penyuluhan serta dukungan kelompok tani berhubungan secara signifikan dengan kapasitas petani. Kata kunci : kapasitas, petani, sayuran, organik
PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA AGRIBISNIS SAYURAN ORGANIK Anne Charina; Rani Adriani; Agriani Hermita Sadeli; Yosini Deliana
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 2, No 1 (2017): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v2i1.15074

Abstract

ABSTRAKPasar bebas MEA merupakan peluang yang perlu ditangkap oleh berbagai pelaku usaha agribisnis.Termasuk aribisnis sayuran organic yang saat ini sedang berkembang pesat dengan demand yangcukup besar. Untuk itu Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi salahsatu komponenyang harus dipersiapkan untuk mendukung pasar bebas MEA. Tulisan ini bertujuan untuk membahaspenerapan TIK dalam agribisnis sayuran organic, kendala yang dihadapi beserta strategi perbaikanuntuk meningkatkan daya saing dalam menghadapi perdagangan bebas. Penelitian ini dilakukan diKelompok Tani Semai Organik yang mengusahakan agribisnis sayuran organic, berlokasi di DesaPada Asih Kecamatan Parompong Kabupaten Bandung Barat. Dengan informan pengurus dananggota poktan sebanyak 10 orang. Desa Pada Asih sendiri saat ini terpilih menjadi salah satu DesaOrganik di Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakanteknik analisis kualitatif. Analisis strategi perbaikan dalam penerapan TIK menggunakan systemthinking dengan alat analisis Causal Loop Diagram. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapakendala dalam penerapan TIK di Kelompok Tani Semai Organik, diantaranya dibagi atas kendalabudaya, fasilitas dan keterampilan. Strategi perbaikan penerapan TIK yang tepat bagi KelompokTani Semai Organik dalam menghadapi pasar bebas MEA diantaranya adalah: Integrasi pemanfaatanTIK dengan program Desa Organic, pemberian subsidi sarana prasarana TIK dari program DesaOrganik; sosialisasi penyuluhan berbasis internet (cyberextension); serta focus utama padapeningkatan kompetensi pengurus dalam memanfaatkan TIK. Diharapkan dengan pemanfaatan TIKyang lebih baik, Poktan Semai Organik dapat eksis langsung ke pasar MEA.Kata kunci : Teknologi Informasi dan Komunikasi, kendala, sayuran organicABSTRACTMEA free market is an opportunity that needs to be captured by various agribusiness actors.Including organic vegetable aribisnis that is currently growing rapidly with considerable demand.For that Information and Communication Technology (ICT) to be one component that must beprepared to support the free market MEA. This paper discusses the application of ICT in organicvegetable agribusiness to improve competitiveness in the face of free trade. This research wasconducted at Semai Organic Farmer Group which cultivated organic vegetable agribusiness,located in Pada AsihVillage, Parompong District, West Bandung Regency. 10 informan used are staffand members of poktan. Pada Asih itself is currently selected to be Organic Village in West Java.The research method used is case study and using qualitative analysis technique. Analysis ofimprovement strategies in the application of ICT using system thinking with Causal Loop Diagramanalysis tool. Based on the results of the research, there are several obstacles in the application ofICT in Semai Organic Farmer Group, including divided on cultural constraints, facilities and skills.Strategies to improve the proper application of ICT for Organic Farmers Group in facing MEA freemarket are: Integration of ICT socialization with Organic Village program, subsidizing ICTinfrastructure facilities from Organic Village program; Socialization of internet based education(cyberextension);and focus to grow up staf competency. Expected with better ICT utilization, SemaiOrganicFarmer Group can exist directly to the MEA market.Keywords : Information and Communication Technology, constraint, organic vegetable
PERILAKU PETANI DALAM PENGEMBANGAN PADI LOKAL VARIETAS PANDAN WANGI (Kasus di desa-desa sekitar kampung budaya , Kecamatan Warung Kondang Kabupaten Cianjur) Yayat Sukayat; Dika Supyandi; Anne Charina
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 3, No 2 (2018): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.861 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v3i2.20875

Abstract

ABSTRAKBeras pandan wangi, di Jawa Barat, menjadi salah satu varietas padi yang sudah sejak lama menjadi unggulan. Kekhasan yang dimiliki Pandan Wangi membuat beras Pandan Wangi diminati masyarakat menengah ke atas. Bahkan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur menetapkan Pandan Wangi sebagai komoditas unggul utama disamping tanaman palawija, sayuran, buahbuahan, dan tanaman hias (Podesta, 2009).  Meskipun luas tanam dan produksi beras pandan wangi masih terbatas, dan cenderung tetap. Adanya ketidak sejalanan antara ikon di satu sisi, dan terbatasnya produksi dan luas tanam di sisi lain;  ada apa dengan perilaku petaninya (pengetahuan, motivasi dan persepsi perannannya). Tujuan penelitian  adalah untuk menggambarkan  perilaku petani dalam usahatani padi lokal pandan wangi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif, dengan metode yang di gunakan adalah Survey deskriptif. Dari hasil penelitian,secara teknik agronomis pengetahuan petani tentang budidaya padi masuk kategori baik; motivasi usahatani cenderung ke arah sosial; dan ada kebanggaan masih konsisten menanam pandan wangi.Kata kunci : Pandan wangi, pengetahuan, motivasi, persepsi peran ABSTRACTPandan  Wangi rice, in West Java, has become one of the rice varieties that has long been a superior. Pandan Wangi rice has advantages in terms of aroma, taste and texture of fluffier rice. The peculiarities of the Pandan Wangi make Pandan Wangi rice prestigious and are of interest to the upper middle class. Even the Agriculture Office of Cianjur Regency established Wangi Pandanus as the main superior commodity in addition to crops, vegetables, fruits, and ornamental plants (Podesta, 2009). Although the area of planting and production of fragrant pandan rice is still limited and tends to remain. The existence of disparity between icons on the one hand, and limited production and planting area on the other side; what's wrong with the farmers' behavior (knowledge, motivation and perceptions of their role). The purpose of the study was to describe the behavior of farmers in the local pandan wangi rice farming. This research uses quantitative design, with the method used is descriptive survey. From the results of the study, the agronomic technique of farmers' knowledge of rice cultivation entered the good category; farming motivation tends to be social; and there is pride in consistently planting fragrant pandanus.Keywords: fragrant pandanus, knowledge, motivation, perception of role
DAMPAK PENERAPAN PROGRAM DESA ORGANIK TERHADAP PETANI DI DESA CIBODAS KAB.BANDUNG BARAT Anne Charina; Rani Andriani; Yosini Deliana
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.959 KB) | DOI: 10.25157/ma.v4i1.849

Abstract

Dalam upaya meningkatkan kedaulatan pangan, pemerintah memproklamirkan Pembangunan Desa Pertanian Organik. Program ini bertujuan untuk menerapkan sistem usahatani ramah lingkungan dengan input pertanian mandiri berdasarkan potensi agroekosistem dan keanekaragaman hayati, serta produksi komoditas berkualitas dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Program ini dilaksanakan di 600 desa untuk pengembangan pertanian organik komoditas pangan, 250 desa hortikultura, dan 150 desa perkebunan dan peternakan. Desa Cibodas Kecamatan Lembang merupakan salah satu desa organik untuk komoditas hortikultura. Penelitian ini mencoba mempelajari pelaksanaan program desa organik di Cibodas dan untuk melihat dampak program desa organik yang dirasakan oleh masyarakat tani Desa Cibodas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan responden 60 petani horti di Cibodas. Model analisis data Miles dan Huberman digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan program Desa Organik di Cibodas belum berjalan dengan maksimal. Dari 12 item kegiatan pengembangan desa organik, baru  6 item yang telah diterapkan. Dampak dari program yang dirasakan oleh petani diantaranya terdapat perubahan tingkat kognitif dan psikomotorik petani terkait pembuatan pestisida alami, pupuk kandang serta pembentukan Desa Sehat. Jumlah calon petani organik pun terjaring 54 orang. Tujuan program desa organik yaitu menciptakan banyak petani organik belum sepenuhnya berhasil karena belum adanya sosialisasi, pendampingan dan evaluasi dari pemerintah sebagai pembuat program. Alat dan bahan pendukung yang diminta tidak sesuai dengan yang didapat.Kata kunci: Dampak, Desa Organik, Pertanian Organik
PENERAPAN SISTEM PERTANIAN ORGANIK DI KELOMPOK TANI MEKAR TANI JAYA DESA CIBODAS KABUPATEN BANDUNG BARAT Fauzia Imani; Anne Charina; Tuti Karyani; Gema Wibawa Mukti
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v4i2.1173

Abstract

The application of conventional farming systems causes negative impacts for the environment and consumers, an effort made to deal with the negative impact is by changing conventional farming systems into organic. In 2010, the government released the Go Organic program and the area of certified organic farming reached into maximum point in that year. Until now there are many farmers who claim that their agricultural products are the organic one. Mekar Tani Jaya Farmer Group has conducted organic cultivation for 18 years. The aim of this research is to find out  the application of organic farming system in Mekar Tani Jaya in accordance with SNI 6729: 2016, and also to know what are the obstacles faced by Mekar Tani Jaya in the implementation of organic farming system. This research is used qualitative descriptive method with through a case study technique. This research also using Miles and Huberman data analysis model and  fishbone analysis model. The results is the percentage of conformity organic farming system by Mekar Tani Jaya Farmer Group with SNI 6729 : 2016 is about 94 percent (%). Meanwhile, the main problem that faced by Mekar Tani Jaya  Farmer Group is not all of the organic farming system according to SNI 6729: 2016 can be applied thus make an impact to other aspects.Keywords: Organic Farming, SNI 6729 : 2016, farmer group.
CROWDFUNDING SEBAGAI AKSES ALTERNATIF PERMODALAN BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL PADA KEGIATAN PERTANIAN (STUDI KASUS DI PT CROWDE MEMBANGUN BANGSA) Astari Avisha; Anne Charina; Trisna Insan Noor; Gema Wibawa Mukti
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 5, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v5i1.1571

Abstract

Currently the development of the financial services industry with a touch of technological innovation or called financial technology (Fintech) began to penetrate into the agricultural sector, even utilization is used to work on the scale of business at the farm level. One form of Fintech implementation in the agricultural sector is crowdfunding which is a fund raising activity for farmers capital by online using digital media (internet). One of the crowdfunding platforms in Indonesia which is engaged in agriculture is Crowde. This study aims to find out the description of crowdfunding management concepts conducted by Crowde as access to alternative capital based on digital technology on agricultural activities and to know the response of farmers partners to the concept of crowdfunding conducted by Crowde. The research technique used is case study with descriptive qualitative design using Milles Model and Huberman approach. The results show that during the planning phase, Crowde conducts farmer profilling and project analysis, and establishes provision fees. While the implementation stage of crowdfunding involves raising funds on the website, channeling capital through a farm shop and refunding investors through the Wallet feature. While the controlling phase takes place during the project through the project monitoring and reporting system. Crowde partner farmers showed a positive response to the crowdfunding scheme as access to capital. Most of the partner farmers say the process or procedure of the capital scheme is very easy to follow and judge that the crowdfunding model is very useful and suitable as access to farmers' capital.
PERSEPSI PETANI TERHADAP TEKNOLOGI BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Rani Andriani Budi Kusumo; Anne Charina; Agriani Hermita Sadeli; Gema Wibawa Mukti
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.69 KB) | DOI: 10.35138/paspalum.v5i2.3

Abstract

Peluang pasar sayuran organic yang meningkat kurang diikuti dengan meningkatnya jumlah petani yang mengusahakan sayuran organic karena tingkat adopsi sayuran organic masih terbilang lambat. Pemahaman mengenai persepsi petani merupakan hal penting untuk menyusun kebijakan pengembangan pertanian organic di masa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi petani terhadap teknologi budidaya sayuran organic serta hubungannya dengan karakteristik petani.Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Lembang, Parongpong dan Cisarua Kabupaten Bandung Barat denga responden 60 orang petani sayuran organic. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan petani memiliki persepsi yang positif terhadap keuntungan membudidayakansayuran organic, kesesuaian teknologi budidaya dengan kelestarian lingkungan, kemudahan dalam pelaksanaan budidaya sayuran organic, serta kemudahan mendapatkan informasi teknis budidaya.Dukungan dan pendampingan dari pemerintah sangan dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi petani dalam mengembangkan praktek pertanian organic.
Analisis Penentuan Persediaan Singkong Sebagai Bahan Baku Tape Singkong Pada Agroindustri Peuyeum Abas Sawargi, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung Kuswarini Kusno; Annisaa Punjul Rahayu; Eti Suminartika; Anne Charina
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.369 KB) | DOI: 10.35138/paspalum.v6i1.73

Abstract

Cassava as the third staple food for the people of Indonesia after rice and corn, is the raw material for making ‘tape singkong”. Agroindustry Peuyeum Abas Sawargi located in District Cimenyan, Bandung Regency buy cassava almost every day to make “tape singkong”. It's not economical and inefficient; therefore good cassava inventory management is required. The purpose of this research was to determine the amount of economical cassava inventory and to know when to re-order the cassava so that the total cost of inventory to be a minimum, as well as comparing the actual cost of inventory to those based on economical cassava inventory. The research design was qualitative with case study technique. The collected data consists of primary data year 2017 and secondary data which were analyzed descriptively and quantitatively by Economic Order Quantity (EOQ) and Reorder Point (ROP) methods.. The results showed that the amount of cassava inventory that must be available was 3,264 kg with the frequency of ordering 61 times a year, while the re-ordering of cassava must be carried out when the remaining cassava stock of 2,240 kg. As a result, total inventory costs decreased by almost 48% within a year.  Thus, the production process becomes more efficient and in the long run the agroindustry can be expected to be more competitive.