Claim Missing Document
Check
Articles

PROSES PROGRAM DESA PERTANIAN ORGANIK (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Sarinah Organik, Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat) Lutfhi Juansah; Anne Charina; Rani Andriani Budi Kusumo; Pandi Pardian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 6, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.719 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v6i1.1560

Abstract

Pada tahun 2016, pemerintah Indonesia mengeluarkan program pengembangan 1.000 desa pertanian organik. Kelompok tani Sarinah Organik merupakan kelompok tani yang terlibat secara langsung dalam pelaksanaan program desa pertanian organik tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program desa pertanian organik yang dilakukan oleh Kelompok Tani Sarinah Organik dan kendala apa saja yang muncul selama pelaksanaan program. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini digunakan model analisis data Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok tani Sarinah Organik telah melaksanakan semua tahapan program desa pertanian organik. Hal ini dilihat dari bertambah luasnya lahan sawah tersertifikasi sebesar 18,337 hektar dan jumlah petani organik sebanyak 44 orang. Sementara itu, kendala yang muncul selama pelaksanaan program adalah kurangnya pengetahuan petani tentang sistem pertanian organik, kendala dalam menentukan calon petani organik, kendala dalam menentukan wilayah pengembangan organik, dan tidak berjalannya kegiatan pembuatan pupuk dan pestisida organik yang berkelanjutan.
PERILAKU PETANI MANGGA GEDONG GINCU DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) 2015 (Studi Kasus Gapoktan Sami Mulya, Kecamatan Sedong , Kabupaten Cirebon) Mar'atus Sholiha; Anne Charina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 3, No 3 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1174.193 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v3i3.810

Abstract

Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah dihadapi oleh segenap pelaku bisnis yang bergerak dalam berbagai sektor usaha di Indonesia. Masyarakat Ekonomi ASEAN merupakan bentuk integrasi ekonomi ASEAN, yang berarti adanya sistem perdagangan bebas antara negara-negara di ASEAN. Sektor pertanian di Indonesia sangat berkontribusi dalam pembangunan nasional, seperti halnya sektor pertanian pada hortikultura, mangga gedong gincumerupakan salah satu komoditas horti yang memiliki kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Gapoktan mangga gedong gincu yang berhasil berdaya saing ekspor yaitu Gapoktan Sami Mulya merupakan salah satu Gapoktan yang sukses di Cirebon dalam pasar ekspor. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimanakah perilaku anggota Gapoktan Sami Mulya dalam menghadapai Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), untuk mengetahui kendala Gapoktan Sami Mulya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN(MEA) pada Gapoktan Sami Mulya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini menggunakan teori perilaku Bloom dan analisis kendala fishbone.Hasil dari penelitian didapatkan perilaku Gapoktan Sami Mulya dalam menghadapi MEA menurut teori Bloom tercermin dalam 3 komponen yaitu : pengetahuan anggota Gapoktan dalam menghadapi MEA ada dalam kategori positif, sikap anggota Gapoktan Sami Mulya dalam menghadapi MEA ada dalam kategori positif , tindakan anggota Gapoktan Sami Mulya dalammenghadapi MEA ada dalam kategori negatif. Sedangkan kendala utama Gapoktan Sami Mulya dalam menghadapi MEA yaitu keinginan petani untuk masuk ke MEA rendah. Kendala tersebut disebabkan oleh 4 penyebab utama yang dapat dilihat dari segi manusia, cara kerja , bahan baku, dan lingkungan.Kata kunci : Perilaku, Gapoktan, Sedong, Kendala
PERILAKU PETANI MANGGA GEDONG GINCU DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) 2015 (Studi Kasus Gapoktan Sami Mulya, Kecamatan Sedong , Kabupaten Cirebon) Mar'atus Sholiha; Anne Charina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 4, No 3 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.42 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i3.1644

Abstract

Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah dihadapi oleh segenap pelaku bisnis yang bergerak dalam berbagai sektor usaha di Indonesia. Masyarakat Ekonomi ASEAN merupakan bentuk integrasi ekonomi ASEAN, yang berarti adanya sistem perdagangan bebas antara negaranegara di ASEAN. Sektor pertanian di Indonesia sangat berkontribusi dalam pembangunan nasional, seperti halnya sektor pertanian pada hortikultura, mangga gedong gincu merupakan salah satu komoditas horti yang memiliki kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Gapoktan mangga gedong gincu yang berhasil berdaya saing ekspor yaitu Gapoktan Sami Mulya merupakan salah satu Gapoktan yang sukses di Cirebon dalam pasar ekspor. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimanakah perilaku anggota Gapoktan Sami Mulya dalam menghadapai Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), untuk mengetahui kendalaGapoktan Sami Mulya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada Gapoktan Sami Mulya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini menggunakan teori perilaku Bloom dan analisis kendala fishbone.Hasil dari penelitian didapatkan perilaku Gapoktan Sami Mulya dalam menghadapi MEA menurut teori Bloom tercermin dalam 3 komponen yaitu : pengetahuan anggota Gapoktan dalam menghadapi MEA ada dalam kategori positif, sikap anggota Gapoktan Sami Mulya dalam menghadapi MEA ada dalam kategori positif , tindakan anggota Gapoktan Sami Mulya dalam menghadapi MEA ada dalam kategori negatif. Sedangkan kendala utama Gapoktan Sami Mulya dalam menghadapi MEA yaitu keinginan petani untuk masuk ke MEA rendah. Kendala tersebut disebabkan oleh 4 penyebab utama yang dapat dilihat dari segi manusia, cara kerja , bahan baku, dan lingkungan.Kata kunci : Perilaku, Gapoktan, Sedong, Kendala
RESPON PETANI TERHADAP PROGRAM DESA ORGANIK (Suatu Kasus pada Kelompok Tani Sugihtani, di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat) Rizki Panosa; Anne Charina; Rani Andriani; Muhammad Arief Budiman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 6, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.623 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v6i1.1558

Abstract

Revolusi hijau yang dilakukan pada masa pemerintahan orde baru menyebabkan terjadinya degradasi lahan dan kerusakan lingkungan. Salah satu solusi untuk menanganinya adalah dengan mengubah sistem pertanian konvensional menjadi sistem pertanian organik. Untuk menangani permasalahan tersebut, pada tahun 2016 pemerintah mengeluarkan suatu program yang bernama program “Desa Organik”, salah satu tempat pelaksanaan dari program Desa Organik ini adalah di kelompok tani Sugihtani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik petani di kelompok tani Sugihtani, respon petani terhadap program Desa Organik dan hubungan antara karakteristik dengan respon petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani didominasi dengan usia produktif, status mata pencaharian utama, status kepemilikan lahan adalah penggarap, tingkat pendidikan formal SD, luas lahan garapan yaitu lahan sempit, pengalaman usahatani rendah dan pendapatan rendah. Respon petani terhadap program Desa Organik tergolong positif dengan skor sebesar 2141. Berdasarkan analisis Rank Spearman, ditemukan bahwa luas lahan dan pendapatan memiliki hubungan dengan respon petani. Sementara umur, status mata pencaharian, status kepemilikan lahan, pendidikan dan pengalaman usahatani tidak memiliki hubungan dengan respon petani.
Pengaruh Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan di Perusahaan Bumi Saba Indonesia reina poetri narulita; Anne Charina
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.02.5

Abstract

Semakin banyaknya persaingan bisnis maka kinerja karyawan semakin terstandar, namun belum semua perusahaan menerapkannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kepuasan kerja, motivasi kerja, dan kinerja karyawan, serta pengaruh kepuasan dan motivasi terhadap kinerja karyawan studi kasus pada Bumi Saba Indonesia (BSI) Kecamatan Pangalengan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan regresi linier berganda dengan kepuasan kerja dan motivasi kerja sebagai variabel bebas dan kinerja karyawan sebagai variabel terikat. Sampel merupakan seluruh populasi dari karyawan BSI sejumlah 30 orang dengan metode sensus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan dan kinerja karyawan BSI tergolong sedang. Lalu motivasi karyawan BSI bekerja yaitu didominasi dengan jawaban untuk mendapatkan kebutuhan fisiologis, rasa aman, dan sosial. Selain itu kepuasan dan  motivasi secara simultan memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan, namun secara parsial hanya kepuasan yang berpengaruh terhadap kinerja karyawan BSI. Saran yang dapat diberikan yaitu seperti meningkatkan semangat kerja, rasa memiliki, dan loyalitas karyawanSemakin banyaknya persaingan bisnis maka kinerja karyawan semakin terstandar, namun belum semua perusahaan menerapkannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kepuasan kerja, motivasi kerja, dan kinerja karyawan, serta pengaruh kepuasan dan motivasi terhadap kinerja karyawan studi kasus pada Bumi Saba Indonesia (BSI) Kecamatan Pangalengan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan regresi linier berganda dengan kepuasan kerja dan motivasi kerja sebagai variabel bebas dan kinerja karyawan sebagai variabel terikat. Sampel merupakan seluruh populasi dari karyawan BSI sejumlah 30 orang dengan metode sensus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan dan kinerja karyawan BSI tergolong sedang. Lalu motivasi karyawan BSI bekerja yaitu didominasi dengan jawaban untuk mendapatkan kebutuhan fisiologis, rasa aman, dan sosial. Selain itu kepuasan dan  motivasi secara simultan memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan, namun secara parsial hanya kepuasan yang berpengaruh terhadap kinerja karyawan BSI. Saran yang dapat diberikan yaitu seperti meningkatkan semangat kerja, rasa memiliki, dan loyalitas karyawan
Strategi Pemberdayaan untuk Keberlanjutan Home Industry Agro (Suatu Kasus di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut) Wistha Prihatin Hia; Anne Charina
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.01.04

Abstract

Home industry memiliki peran penting dalam pengembangan perekonomian suatu daerah. Namun, dalam pengelolaannya, home industry sebagai salah satu bentuk dari bisnis keluarga memiliki banyak kendala untuk mempertahankan keberlanjutannya, khususnya di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, yang memiliki jumlah home industry terbanyak dan tervariatif dibandingkan wilayah lainnya di Priangan Timur.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat keberlanjutan usaha mengetahui  faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan usaha, serta merumuskan strategi pemberdayaan yang tepat untuk peningkatan keberlanjutannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan alat analisis regresi linear berganda dengan jumlah responden sebanyak 40 home industry agro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat keberlanjutan mayoritas home industry agro berada pada kategori sedang; (2) faktor yang berperngaruh signifikan dalam keberlanjutan home industry agro di Kecamatan Banyuresmi adalah faktor manajemen konflik dan faktor sosial ekonomi; dan (3) strategi pemberdayaan perlu dilakukan secara mikro, mezzo, dan makro dengan arah bottom up dan top down, dengan aspek yang perlu diperhatikan adalah manajemen konflik, pemasaran, manajemen inovasi, pengelolaan lingkungan, dan kelembagaan.Kata kunci: Bisnis keluarga, Garut, home industry¸keberlanjutan, pemberdayaan
Tingkat Keberlanjutan Usaha Berbasis Pertanian dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya : Studi Kasus pada Bisnis UMKM Keluarga di Kecamatan Tanjungari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat Ilham Fauzan; Anne Charina; Nur Syamsiyah; Mahra Arari Heryanto; Bobby Rachmat Saefudin
AGRITEKH (Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pangan) Vol. 1 No. 02 (2021)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.132 KB) | DOI: 10.32627/agritekh.v1i02.26

Abstract

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak pada sektor pertanian telah memberikan kontribusi yang banyak kepada perekonomian nasional. Jika dilihat dari tipe bisnis, terdapat dua tipe UMKM yaitu bisnis keluarga dan bisnis non keluarga. Kabupaten Sumedang memiliki bisnis keluarga khususnya sektor pertanian yang beperan penting dalam perekonomian daerah, namun pada kenyataannya ada beberapa bisnis keluarga berbasis pertanian yang berhasil bertahan lama dan tidak sedikit pula bisnis keluarga berbasis pertanian di Kecamatan Tanjungsari yang gagal. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis tingkat keberlanjutan bisnis UMKM keluarga berbasis pertanian di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan usaha UMKM keluarga berbasis pertanian. Responden penelitian berjumlah 35 orang pelaku usaha UMKM keluarga berbasis pertanian di Kecamatan Tanjungsari. Alat analisis data yang digunakan adalah teknik scoring dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat  keberlanjutan bisnis UMKM keluarga berbasis pertanian di Tanjungsari termasuk dalam kategori sedang. Kemudian, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha UMKM keluarga berbasis pertanian di Kecamatan Tanjungsari adalah jumlah karyawan dan kemampuan menjalankan strategi pemasaran usaha. 
MIGRASI DAN KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI Rani Andriani Budi Kusumo; Gema Wibawa Mukti; Anne Charina
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 9, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v9i1.9149

Abstract

Farmer’s households often carry out migration activities as a form of livelihood strategy. The remittances generated are expected to impact improving the welfare of farmer households. This study aimed to analyze changes in the welfare of farmer households due to the migration carried out. This study uses panel data from the Indonesia Family Life Survey (IFLS) wave 4 (in 2007) and wave 5 (in 2014). The unit of analysis of this study is a farmer’s household in West Java Province, whose one or all of their family members migrated between 2007-2014. Data were analyzed using descriptive statistics to see changes in welfare levels before and after migration. The results showed that the migration carried out by farmers impacted changes in the level of welfare both objectively and subjectively. The increase in asset ownership and respondents' perceptions of welfare indicators tend to be higher after they migrate. Assistance to migrant households needs to be carried out so that the remittances produced can be used optimally to improve household welfare.
GOVERNMENT AND PRIVATE COLLABORATION: AN EFFORT TO STRENGTHEN INNOVATION SMALL SCALE FARMERS IN INDONESIA Gema Wibawa Mukti; Rani Andriani Budi Kusumo; Anne Charina
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 9, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v9i1.8427

Abstract

Agriculture globally is still dominated by small-scale farmers which means that investment is still needed to change their quality of life for the better. Investment in innovation in agriculture is expected to not only alleviate poverty, but also improve the welfare of farmers and rural communities. To create this, collaboration between agricultural actors is needed, so as to encourage actors to play roles according to their respective functions, strengthening each other so that in aggregate it can increase farmers' productivity. Productivity growth, agricultural efficiency and reducing the impact of agriculture on the environment arise due to various studies conducted on the agricultural sector. Rural poor still rely on agriculture as their main livelihood, therefore investment in agriculture is an important factor in efforts to reduce poverty in rural areas, namely by improving agricultural performance. Collaboration between the government and the private sector is expected to improve soft skills and hard skills from each party, so as to improve services to agricultural stakeholders optimally. The government and agricultural stakeholders always collaborate with each other to encourage agricultural ecosystems that are able to overcome food insecurity and create sustainable agriculture. With the right model of iolaborasi, science-based innovation can encourage the strengthening of the agricultural industry and increase the level of welfare of smallholder farmers in rural areas.
STRATEGI BERTAHAN HIDUP INDUSTRI KECIL AGRO PASCA PANDEMI COVID 19 DI INDONESIA: ANALISIS BERBASIS KETAHANAN Anne Charina; Rani Andriani Budi Kusumo; Gema Wibawa Mukti
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 9, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v9i1.9360

Abstract

COVID-19 has caused severe damage in various sectors of the world. The economic sector is a sector that is severely affected, especially small-scale industries. However, it turns out that there are still small industries that can survive in the midst of the pandemic that hit. This study identified small industrial survival strategies after the Covid-19 pandemic in West Java, Indonesia. This research adopts qualitative research techniques, through double Kasus study techniques. The data collection consists of personal interviews of 20 small agro industry entrepreneurs, through the exploration of personal stories and direct observation and analysis of documents. Qualitative descriptive analysisis used to analyze the data obtained. This research reveals that the survival strategy carried out by small industries post the Covid-19 pandemic in Indonesia is based on self-resilience. This highlights how processes and strategies rise from the downturn caused by covid. Self-resilience will be formed from attitudes of personal competence, strandar to advance and tenacious, Trust in one's instincts, tolerance of negative affect, and strengthening effects of stress, Positive acceptance of change, and secure relationships, control and Spiritual influences. This strategy is a very important basic stage for small industries to rise from the Covid-19 pandemic.