Claim Missing Document
Check
Articles

SUSTAINABLE CULINARY TOURISM IN PUNCAK, BOGOR Ismail Saleh; Aji Hermawan; M. Achmad Chozin
Jurnal Manajemen & Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2013): Vol. 10 No. 1, Maret 2013
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.01 KB) | DOI: 10.17358/jma.10.1.32-39

Abstract

ABSTRACTThis research analyzed the sustainability of culinary tourism in Puncak, comprising the strategic issues review, and comparing its sustainability aspects to the existing culinary enterprises. This study employed a qualitative-descriptive analysis method in three cases: a large-scale Cimory Restaurant, a medium-scale restaurant/café Melrimba Garden, and small-scaled street hawkers in At-Ta'awun rest area. In general, the value chain was categorized into five major band based on their function: Food Service Business; Suppliers (local community, traders, cooperatives); End user (tourists and customers); Governance (government, areal coordinator, Kompepar); and Intermediaries (distributors, tour agents). There were at least five strategic issues that emerged in the tourism development in Puncak area: 1) land function conversion. 2) Economic and social impact of tourism to the local community; 3) Participation of locals in tourism activity; 4) Traffic and infrastructure, and 5) Waste management. The three restaurant operators were compared in term of sustainability criteria, based on their customers’ preferences, and three aspects of sustainability: economic, environment, and social. It was found that Cimory scored the best in sustainability performance and followed by Melrimba. The street hawkers, with several note, scored as third in the sustainability performance.Keywords: culinary tourism, ecotourism, puncak, value chain, sustainable tourismABSTRAKPenelitian bertujuan menganalisis keberlanjutan pariwisata kuliner di Puncak, meliputi kajian isu-isu strategis  dalam  pariwisata kuliner, dan perbandingan aspek keberlanjutan dari usaha kuliner yang sudah ada. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif-kualitatif pada tiga kasus: restoran skala besar Cimory, rumah makan/kafe skala menengah Melrimba Garden, dan penjaja/pedagang asongan di area istirahat At-Ta’awun sebagai pengusaha kuliner skala kecil. Secara umum, rantai nilai dikategorikan menjadi lima kelompok utama berdasarkan fungsinya: penyedia layanan makanan; pemasok (masyarakat lokal, pedagang, dan koperasi); konsumen akhir (turis dan pelanggan); pemerintahan (pemerintah Kabupaten Bogor, areal koordinator, kompepar), dan perantara (distributor, agen tur). Setidaknya ada lima isu strategis yang terjadi dalam pengembangan pariwisata di daerah Puncak: 1) konversi fungsi lahan; 2) dampak ekonomi dan sosial, 3) partisipasi masyarakat lokal dalam kegiatan pariwisata; 4) lalu lintas dan infrastruktur di daerah Puncak, dan 5) pengelolaan sampah. Ketiga restoran memiliki kriteria keberlanjutan, hasil preferensi pelanggan, dan tiga aspek keberlanjutan (ekonomi, lingkungan, dan sosial). Cimory memiliki nilai yang terbaik dalam kinerja keberlanjutan dan diikuti oleh Melrimba. Pedagang kaki lima, dengan beberapa catatan, mencetak nilai sebagai peringkat terakhir dalam kinerja keberlanjutan.Kata kunci: wisata kuliner, ekowisata, puncak, rantai nilai, wisata berkelanjutan
OPTIMALISASI KEBERLANJUTANPENGEMBANGAN USAHA PADI ORGANIK DI KABUPATEN CIANJUR, JAWA BARAT Anita Ristianingrum; M. A. Chozin; Machfud Machfud; Sugiyanta Sugiyanta; Sri Mulatsih
Jurnal Manajemen & Agribisnis Vol. 13 No. 1 (2016): Vol. 13 No. 1, Maret 2016
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1240.666 KB) | DOI: 10.17358/jma.13.1.37

Abstract

The purpose of this study were to assess the sustainability status of organic rice businesses and their attributes that affect the sustainability of the businesses in Cianjur. The methods used in this study were surveys and in-depth interviews. Moreover, Rap-Organic/multi-dimensional scaling as the analysis tools were also utilized to assess the sustainability of the organic rice businesses. The analysis conducted indicates that sustainability status of organic rice businesses in Cianjur is less sustainable reflected in all dimensions i.e. the dimensions of ecology, economy, social, infrastructure and technology, as well as institutions. Aggregately, the sensitive attributes influencing the sustainability of organic rice business bussinesses can be classified into three factors: 1) human resources of farmers, 2) institutions (the government policies related to the organic rice businesses and infrastructure support), and 3) organic rice market.Keywords: organic rice businesses, sustainability, sensitive attributes, Rap-Organic
Pengaruh Pendidikan budi pekerti dalam Keluarga terhadap Akhlak Siswa di MTs Al-Washliyah Desa Sei Mencirim Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang Samsul Rizal
ANSIRU PAI : Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 2 (2020): JURNAL ANSIRU PAI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ansiru.v4i2.8128

Abstract

Orang tua memiliki tanggung jawab dalam memberikan pendidikan budi pekerti kepada anak, jika orang tua selalu memberikan pendidikan budi pekerti kepada anak dalam keluarga, maka anak tersebut akan memiliki budi pekerti atau akhlak yang baik, sebagai pengalaman pembelajaran dan pembiasaan yang diperolehnya dalam lingkungan keluarga. Pendidikan agama dalam keluarga salah satunya yaitu mencakup pendidikan budi pekerti agar anak kelak menjadi teladan yang baik bagi dirinya dan orang lain.Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) pelaksanaan pendidikan budi pekerti dalam keluarga di MTs Al-Washliyah Desa Sei Mencirim Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang 2) akhlak siswa di MTs Al-Washliyah Desa Sei Mencirim Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang 3) pendidikan budi pekerti dalam keluarga berpengaruh positif terhadap akhlak siswa di MTs Al-Washliyah Desa Sei Mencirim Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, pengolahan dengan data angket untuk melihat pengaruh pendidikan budi pekerti dalam keluarga terhadap akhlak siswa di MTs Al-Washliyah Desa Sei Mencirim Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang.Hasil penelitiannya:1) Berdasarkan perolehan angka persentase dari angket pendidikan budi pekerti di keluarga sebesar 59,68%, yang berarti bahwa pendidikan budi pekerti di keluarga di MTs Al-Washliyah Sei Mencirim Kutalimbaru Deli Serdang dalam kategori cukup baik. 2) Berdasarkan penghitungan persentase angket tentang akhlak siswa di MTs Al-Washliyah Sei Mencirim Kutalimbaru Deli Serdang, diperoleh angka sebesar 67,81%, yang berarti bahwa Akhlak siswa di MTs Al-Washliyah Sei Mencirim Kutalimbaru Deli Serdang termasuk dalam kategori baik. 3) Berdasarkan perolehan angka dari rumus product moment diperoleh angka sebesar 0,46 yang berarti bahwa pendidikan budi pekerti di keluarga berpengaruh sedang terhadap Akhlak siswa di MTs Al-Washliyah Sei Mencirim Kutalimbaru Deli Serdang. Dari nilai t hitung dan t tabel yang diperoleh di atas dapat disimpulkan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel maka hipotesis diterima, yakni = t hitung 2,44 > t tabel 1,64, maka hipotesis hipotesis Nol ditolak atau hipotesis alternatif diterima.
Regenerasi Tanaman pada Kultur Antera Beberapa Aksesi Padi Indica Toleran Aluminium Iswari S. Dewi; Bambang S. Purwoko; Hajrial Aswidinnoor; Ida H. Somantri; M. A. Chozin
Jurnal AgroBiogen Vol 2, No 1 (2006): April
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v2n1.2006.p30-35

Abstract

Anther culture provides the quick route in obtaining pure lines in a single generation from either green haploid plant that may be artificially or spontaneously doubled. Indica rice known as recalcitrant genotype because of its difficulty in regenerating sufficient number of green plantlets among the regenerated plants through anther culture. Whilst, research on studying anther culture ability has to be done to assure the success of rice breeding through anther culture. The objective of this research was to determine regeneration ability of five accessions of indica rice tolerance to aluminum through application of putrescine in anther culture. Completely randomized design with 15 replications was used in this research. Treatments consisted of five accessions of aluminum tolerance indica rice, ie. CT6510-24-1-3, Grogol, Hawara Bunar, Krowal, and Sigundil. Callus induction medium based on N6 medium + 10-3 M putrescine, while regeneration medium based on MS + 10-3 M putrescine. The results indicated that culture ability is controlled by the genotype. From this research, Grogol, Krowal and Sigundil were selected as accessions having good rice anther culture ability, and therefore can be used as parents for developing new rice varieties tolerance to aluminum through anther culture.
Evaluation, Productivity and Competition of Brachiaria decumbens, Centrosema pubescens and Clitoria ternatea as Sole and Mixed Cropping Pattern in Peatland’s Ali Arsyadi; Abdullah Luki; Karti PDMH; Chozin MA; Astuti DA
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner Vol 19, No 2 (2014): JUNE 2014
Publisher : Indonesian Center for Animal Research and Development (ICARD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.3 KB) | DOI: 10.14334/jitv.v19i2.1036

Abstract

This study was carried out to determine the productivity, competition indices and nutrient content of Brachiaria decumbens (grass), Centrosema pubescens and Clitoria ternatea (legumes) as sole and mixed cropping system in peatland in Pekanbaru, Indonesia from October 2011 to November 2012. The experiment was set up in randomized complete block design with five treatments and three blocks as replication. Five treatments compared: B. decumbens sole cropping (Bd), C. pubescens sole cropping (Cp), C. ternatea sole cropping (Ct), B..decumbens and C. pubescens mixed cropping (Bd+Cp) and B. decumbens and C..ternatea mixed cropping (Bd+Ct). The dry matter (DM) yield of B. decumbens was significantly (P<0.05) increased by mixed cropping. B. decumbens DM yield in C. pubescens intercrop increased by 147.9% and in C. ternatea intercrop increased by 74.1% compare to sole B. decumbens. Land equivalent ratio (LER) value range from 1.04 (Bd+Ct) to 1.58 (Bd+Cp). The crowding coefficient (K) value of B. decumbens in both mixed croping system was higher than K value of C. pubescens and C. ternatea. The total K value for Bd+Cp was higher than Bd+Ct. The competition ratio (CR) value of B. decumbens mixed cropping with C. pubescens and C. ternatea were.>1. The aggressivity (A) value of B. decumbens in both mixed cropping was positive. The crude protein (CP) content of B.decumbens did not significantly (P>0.05) increased by mixed cropping with legumes. Intercropping with B. decumbens significantly (P<0.05) decreased CP content of C. ternatea. Meanwhile neutral detergent fibre (NDF) and acid detergent fibre (ADF) content of B. decumbens did not decrease by intercropping with C.pubescens and C. ternatea. In conclusion, mixed cropping with C. pubescens and C. ternatea in peatland increased DM yield of B. decumbens. Mixed cropping with B. decumbens did not influence DM yield of C. pubescens and decreased DM yield and CP content of C..ternatea. Mixed cropping of B. decumbens with C. pubescens and B. decumbens with C..ternatea in peatland did not increase total DM yield of forage per unit area of land and nutrition contents of forage. B. decumbens was more competitive and dominant than C..pubescens and C. ternatea in peatland.
Perbedaan pertumbuhan dan produktivitas varietas bayam hijau dan bayam merah Arya Widura Ritonga; Muhammad Syaifuk Ar Rosyid; Axel Anderson; Muhamad Achmad Chozin; Purwono Purwono
Jurnal Agro Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/14664

Abstract

Bayam termasuk salah satu sayuran terpenting di Indonesia karena paling banyak dikonsumsi setelah kangkung. Bayam hijau dan bayam merah merupakan jenis bayam paling banyak ditanam dan dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan produktivitas varietas bayam hijau dan bayam merah. Penelitian dilakukan pada Februari – April 2021 di Kebun Percobaan Leuwikopo, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB University. Sebanyak 9 varietas bayam hijau (Maryland, Richie, Maestro, Benua, Doly, Khanafiah, Manila, Pacific, White Leaf) dan 4 varietas bayam merah (Mira, Baret Merah, Clara, Aurora) ditanam menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan tiga ulangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa varietas bayam hijau memiliki kandungan persentase warna hijau daun lebih banyak namun memiliki persentase warna biru dan merah yang lebih rendah dibandingkan varietas bayam merah. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa varietas bayam hijau menghasilkan tinggi tanaman dan produktivitas yang lebih baik dibandingkan varietas bayam merah, namun varietas bayam merah menghasilkan luas daun dan jumlah daun per tanaman saat panen yang lebih baik besar dibandingkan varietas bayam hijau. Varietas White Leaf merupakan varietas bayam yang sangat baik karena memiliki persentase warna hijau daun yang tinggi, luas daun yang besar dan produktivitas yang tinggi. Spinach is one of the most important vegetables in Indonesia because it was the second most consumed after kangkung. Green spinach and red spinach are the most widely grown and consumed types of spinach. This study aimed to determine differences in growth and productivity between varieties of green spinach and red spinach. The research was conducted in February – April 2021 at the Leuwikopo Experimental Field, Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University. A total of nine varieties of green spinach and four varieties of red spinach were planted using a completely randomized block design with three replications. The results showed that the green spinach variety contained a higher percentage of green leaf color but had a lower percentage of blue and red leaf color than the red spinach varieties. The results also showed that the green spinach varieties produced better plant height and productivity than the red spinach varieties, but the red spinach produced better leaf area and a number of leaves per plant at harvest than the green spinach. The White Leaf variety is the excellent spinach variety because it has a high percentage of green leaf color, large leaf area, and high productivity.
KERAGAAN PASTURA Brachiaria humidicola (Rendle) Schweick PADA SISTEM PENGGEMBALAAN DAN STOCKING RATE BERBEDA DI LAHAN PERKEBUNAN KELAPA Selvie D. Anis; M.A. Chozin; M. Ghulamahdi; Sudradjat Sudradjat; H. Soedarmadi
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.653 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p07

Abstract

Integrasi pastura dan ternak sapi ke dalam sistem pertanian berbasis kelapa diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan secara berkelanjutan. Percobaan ini bertujuan mempelajari pengaruh stocking ratedan sistem penggembalaan terhadap keragaan pastura. Penelitian ini telah dilakukan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Kelapa dan Palma Lain (BALITKA) Manado sejak Juli 2009 sampai Juni 2010. Perlakuan terdiridari dua sistem penggembalaan dan tiga stocking rate diatur dalam pola petak terpisah yang didasarkan pada rancangan acak kelompok (RAK). Variabel yang diukur adalah jumlah tanaman induk, jumlah ground tiller,jumlah aerial tiller, bobot akar dan bobot crown. Hasil percobaan menunjukkan bahwa semua parameter keragaan pastura yang terbaik diperoleh pada interaksi antara sistem penggembalaan rotasi (SP2) dan stockingrate 2,31 UT (SR3).
RESPON POLYMERIC FOAM YANG DIPERKUAT SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) AKIBAT BEBAN TEKAN STATIK DAN IMPAK (SIMULASI NUMERIK Muftil Badri M; Bustami Syam; Samsul Rizal; Krishna Surya Buana
Jurnal Dinamis No 7 (2010)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1276.892 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki respon polymeric foam yang diperkuat serat TKKS akibat beban tekan statik dan dinamik melalui eksperimen dan simulasi numerik. Respon yang akan diamati adalah tegangan maksimum, kekuatan retak/patah, serta distribusi tegangan. Karakteristik material berupa modulus elastisitias dan analisa kerusakan akan diselidiki dalam penelitian ini. Secara eksperimen, respon dan karakteristik beberapa material, yaitu: resin termoset, polyurethane, dan polymeric foam yang diperkuat serat TKKS akan diamati melalui uji tekan statik aksial. Secara numerik, respon polymeric foam yng diperkuat serat TKKS yang akan diselidiki adalah distribusi tegangan dari beberapa jenis pembebanan, yaitu: tekan statik aksial, tekan bending, dan tekan impak Split Hopkinson Pressure Bar (SHPB). Spesimen uji tekan statik aksial dibuat berdasarkan standar ASTM D-1621-00. Spesimen uji polymeric foam terdiri dari beberapa material penyusun dengan persentase massa yang berbeda, yaitu: 60 % resin jenis 157 BQTN Ex Series sebanyak, 20% polyurethane, 5% serat TKKS yang dihaluskan, serta 5% katalis methyl ethyl keton proxide (MEKPO). Spesimen uji dieksekusi menggunakan alat uji Shimadzu Servopulser. Analisa numerik melalui simulasi komputer menggunakan software berbasis metode elemen hingga (MEH) yaitu ANSYS Rel. 5.4 untuk simulasi tekan statik aksial dan bending sedangkan MSC/NASTRAN Rel. 4.5 untuk simulasi impak tekan SHPB. Dari hasil uji tekan statik aksial diperoleh nilai modulus elastisitas resin sebesar 118,78 MPa, polyurethane 0,18 MPa, dan polymeric foam yang diperkuat serat TKKS sebesar 17,22. Tegangan maksimum yang direspon oleh resin adalah 0,582 MPa, polyurethane 0,0044 MPa, dan polymeric foam yang diperkuat serat TKKS sebesar 0,106 MPa. Nilai kekuatan retak terhadap masing-masing spesimen uji juga berbeda, kekuatan retak resin adalah 1,18 MPa, polyurethane sebesar 0,075 MPa, dan polymeric foam yang diperkuat serat TKKS sebesar 0,133 MPa. Kegagalan resin akibat beban tekan statik aksial ditandai dengan perbesaran ukuran penampang lateral (barreling), kerusakan polyurethane ditandai dengan terbentuknya lipatan-lipatan permanen di dinding spesimen yang menunjukkan respon plastis sempurna, dan kegagalan polymeric foam yang diperkuat serat TKKS ditandai dengan pembesaran rongga-rongga yang acak. Berdasarkan hasil simulasi numerik diperoleh tegangan Von Mises maksimum terhadap polymeric foam yang diperkuat serat TKKS akibat beban statik aksial sebesar 0,186 MPa sedangkan tegangan maksimum Von Mises akibat bending statik nilainya jauh lebih besar, yaitu 50,518 MPa. Hasil simulasi bending statik menunjukkan bahwa titik kritis terjadi di lokasi beban diberikan. Untuk beban impak, hasil simulasi menunjukkan bahwa polymeric foam yang diperkuat serat TKKS memiliki tegangan maksimum Von Mises impak bending sebesar 69,44 MPa dan impak SHPB sebesar 102, 96 MPa. Hasil simulasi impak menunjukkan bahwa kenaikan waktu impak menyebabkan penurunan terhadap tegangan impak.Kata kunci: polymeric foam, serat TKKS, modulus elastisitas, tegangan, beban tekan statik aksial, tekan bending, impak SHPB
Karakter Fotosintesis Genotipe Tomat Senang Naungan pada Intensitas Cahaya Rendah (The Photosynthetic Characters of Loving-Shade Tomato Genotypes at Low Light Intensity) Dwiwanti Sulistyowati; Muhammad Ahmad Chozin; Muhamad Syukur; Maya Melati; Dwi Guntoro
Jurnal Hortikultura Vol 26, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v26n2.2016.p181-188

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman tomat di Indonesia adalah melalui sistem tanam tumpangsari atau agroforestri. Namun, dalam sistem tanam tumpangsari tanaman sela mengalami defisit cahaya karena ternaungi oleh tanaman lain. Defisit cahaya menyebabkan penurunan laju fotosintesis dan sintesis karbohidrat sehingga berpengaruh terhadap metabolisme. Beberapa jenis tanaman mampu beradaptasi terhadap defisit cahaya sehingga tumbuh di bawah kondisi naungan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari karakter fotosintesis genotipe tomat senang naungan pada intensitas cahaya rendah. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor dari bulan Oktober 2014 sampai dengan Januari 2015. Percobaan menggunakan rancangan acak petak tersarang yang diulang tiga kali. Faktor pertama terdiri atas dua taraf naungan, yaitu tanpa naungan (0%) dan naungan 50%. Faktor kedua berupa tiga kelompok genotipe tomat terdiri atas senang naungan, toleran, dan peka. Pengamatan dilakukan terhadap komponen hasil berupa jumlah buah, bobot buah, dan produksi pertanaman. Peubah pengamatan fisiologi meliputi kandungan total klorofil, klorofil a, klorofil b, rasio klorofil a/b, antosianin, karoten, laju fotosintesis, konduktansi stomata, konsentrasi CO2 internal daun, kandungan pati, dan gula daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe tomat senang naungan jika berada pada kondisi ternaungi akan memiliki karakter fotosintesis berupa peningkatan kadar klorofil b lebih tinggi dibandingkan klorofil a, dan rasio klorofil a/b yang lebih rendah dibandingkan kelompok genotipe yang lain. Genotipe senang naungan memiliki konsentrasi CO2 internal daun lebih tinggi sehingga mampu mempertahankan laju fotosintesis tetap lebih tinggi walaupun terjadi penurunan konduktansi stomata. Adanya kandungan gula daun yang lebih tinggi, mengakibatkan produksi pertanaman genotipe senang naungan meningkat ketika ditanam di bawah naungan.KeywordsLycopersicon esculentum Mill.; Intensitas cahaya rendah; Karakter fotosintesis; Genotipe senang naunganAbstractEfforts have to be made to increase tomatoes production in Indonesia, one is through intercropping or agroforestry systems. In the intercropping system, however, there is a risk for plants to receive low light intensity. Low light intensity causes a decrease of photosynthesis rate and carbohydrate synthesis, so it will affect plant metabolic processes. Some types of plants are able to adapt to low light intensity, so they can grow well under shading conditions. The aim of this study was to investigate the photosynthetic characters of shade-loving tomato genotypes at low light intensity. The experiment was conducted in the experimental field of Bogor Agricultural Extension Institute, in Bogor, from October 2014 to January 2015. The experiment was arranged in nested randomized design with two factors and three replication. The first factor consisted of two levels of shading intensity, i.e. without shade (0%) and 50% shading and the second factor was three groups of tomato genotypes, i.e. shade-loving, shade-tolerant, and shade-sensitive genotypes. The crop yield components observed were fruit number, fruit weight, and yield per plant. Physiological variable measured were total of chlorophyll, chlorophyll a, chlorophyll b, ratio of chlorophyll a/b, anthocyanin, carotene, photosynthetic rate, stomatal conductance, leaf internal CO2 concentration, content of starch, and sugar leaves. The results showed that the photosynthesis characters of shade-loving genotypes indicated increasing content of chlorophyll b that was higher than that of chlorophyll a. It was resulting in decreasing ratio of chlorophyll a/b more than that of other genotypes. Shade-loving genotypes had higher internal leaf CO2 concentration, than the sensitive ones, so they can maintain the photosynthetic rate remained higher, despite their stomatal conductance were decreasing. The presence of leaf sugar content was relatively high, resulting in the production per plant of the shade-loving genotypes increased when grown in the shade conditions.
Penilaian Keberlanjutan Masyarakat Di Distrik Arguni Bawah Kabupaten Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat Alfred Alfonso Antoh; Nurhayati Arifin HS Arifin; M.A. Chozin; HS Arifin
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.952 KB) | DOI: 10.14710/jil.16.2.113-119

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menghasilkan nilai keberlanjutan berdasarkan presepsi masyarakat terhadap aspek ekologi, sosial budaya dan  spiritual.  Metode dalam penelitian ini adalah wawancara dengan teknik wawancara. Penilaian keberlanjutan masyarakat atau community sustainability assessment (CSA) dilakukan di 15 kampung sampel peneltian. Setiap kampung dipilih 10 anggota masyarakat yang representatif dan metode pemilihan responden secara sengaja (puposive sampling). Hasil penelitian menunjukan bahwa kampung Jawera (1035) progres yang sangat baik menuju keberlanjutan dan dapat dijadikan sebagai kampung percontohan untuk penilaian keberlanjutan masyarakat. Aspek sosial dan spiritual menampilkan penilaian yang cukup baik dibandingkan dengan aspek ekologis.  Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa 14 kampung perlu didorong agar dapat berkelanjutan dengan belajar dari kampung contoh dengan cara meningkatkan komponen-komponen dalam aspek ekologis, sosial dan spiritual agar dapat berkelanjutan.Kata kunci: Penilaian keberlanjutan, Arguni bawah, Kabupaten Kaimana ABSTRACT This study aims to generate sustainability value based on the perception of society on ecological, socio-cultural and spiritual aspects. The method in this research is a close interview. Community sustainability assessment (CSA) was undertaken in 15 sample research villages. Each village was chosen by 10 representative members of the community and the method of selecting respondents intentionally (purposive sampling). The results show that Jawera village (1035) is a very good progress towards sustainability and can serve as a pilot village for community sustainability assessment. Social and spiritual aspects display a fairly good judgment compared to ecological aspects. The conclusion in this research is that 14 villages need to be encouraged to be sustainable by learning from sample villages by improving components in ecological, social and spiritual aspects in order to be sustainable.Keywords: Sustainability assessment, Arguni bawah, Kaimana DistrictSitasi : Antoh, A.A., Arifin, N.H.S, Chozin, M.A. dan Arifin, H.S (2018). Penilaian Keberlanjutan Masyarakat Di Distrik Arguni Bawah Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(2), 113-119, doi:10.14710/jil.16.2.113-119 
Co-Authors , Handoko ,, Yuniarti . Sugiyanta, . A Ali Abdul Harris Burhan Abdullah Abdullah Ade Sumiahadi Adolf Pieter Lontoh, Adolf Pieter AHMAD JUNAEDI Ahmad Junaidi Ahmad Junaidi Aidi Noor Aji Hermawan Aldi M Alfima Rahasti Alfred A Antoh Alhidayah, Destya Anas Miftah Fauzi Andhini, Martika Ani Kurniawati Ansyarif Khalid Arsa, Agung Jat Wibowo Artha Regina Tambunan Asdi Asdi Asep Nursangaji Asih Sukowati Astuti DA Astuti DA Awang Maharijaya Axel Anderson Azri Kusuma Dewi Bambang Pramudya Bambang S. Purwoko Bilkis, Faras Gaitsa Bustami Syam Chairannisa, Dyana D.A. Astuti Darmawansyah Darmawansyah DARUSMAN, L.K. Darwis AN Darwis AN Desta Wirnas dewi novita Dewi, Sangrani Annisa Dhika Prita Hapsari Diah karyawati Didy Sopandie Dina Harsono Dwi Guntoro Dwiwanti Sulistyowati Dwiwanti Sulistyowati E. Namaken Sembiring Edi Santosa Edy Yusmin Eka Intan Kumala Putri Eka Wardiana Endah Dwi Susanti Endang Gunawan EVA OKTAVIDIATI, EVA Evar, Fitrawaty Orista Fahrul Rozy Pohan Faradesi Ardialisa Fibra Nurainy Gatot Pramuhadi Gerson Hans Maure GHULAMAHDI, M. h sanusi H. Soedarmadi HAJRIAL ASWIDINNOOR Hartami Dewi Hemawati Hemawati Hendrik Hendrik Herman Wafom Tubur Hermanu Triwidodo Hesty Juniar Rukmin Hiroshi Ehara Hiroshi Ehara Hiroshi Ehara Hongarta, Reynaldo HS Arifin Ida H. Somantri Indriani Santoso Iqbal . Irianto, M. Yuli Irwan Abdullah Iskandar Lubis ISMAIL SALEH Iswari S. Dewi Jalali Iqram Kanny, Putri Irene Karti PDMH Karti PDMH Khairil Anwar Krishna Surya Buana Kusuma Darma Kusuma, Ayu Vandira Candra KWANG HO KIM Laila Nur Atika Luki Abdullah M Zardan Araby M. Ghulamahdi Machfud Machfud Maisura Maisura Mansur Maria Erna Marmawi R . Maya Melati Mochammad Afifuddin Moeljarno Djojomartono Muftil Badri Muhamad Kurniadi Muhamad Syukur Muhammad Ridwan Muhammad Syaifuk Ar Rosyid Munawir, Fathurrahman Aziz Munif Ghulamahdi Murtilaksono, dan Kukuh Nurhayati Nurhayati P.M.D.H Karti, P.M.D.H Pangerang, Utama K. Patandean, Brayen Perwita, Atikah Dyah Purwono Purwono Putri Sakura Rainiyati Rainiyati Raisa Baharuddin RANI FARIDA Ratih Marina Kurniaty Rinaldo, Ruswandi Ristianingrum, Anita Ritonga, Arya W Ritonga, Arya Widura Rizki Fadilah Rohman Rosyid, Muhammad Syaiful Ar Sahara, Olyvia Fashatus Sahrullah Sahrullah Selvie D. Anis Siahaan, Gretty Febriola Sigit Prabawa Sobir Sobir Soedarmadi Hardjosoewignyo Soekisman Tjitrosemito Sofiyah, Maratus Sri Mulatsih Sudarsono Sudirman Yahya Sudradjat Sudradjat Sugiyanta Supijatno Suryana Sutikno Sutikno Suwarto Suwarto Suwarto Suwitono, Bayu Tanto Pratondo Utomo Tineke Mandang Trikoesoemaningtyas Ulinnuha, Zulfa urai salam Vitho Alveno Vivid Violin Wenny Rahmawati WIJAYANTO, N. Yasidi, Farid Yudi Febrianto Yudi Febrianto Yuline . Yundari, Yundari Zaman, Sofyan Zarwazi, Lalu Muhamad