Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMALISASI KEBERLANJUTANPENGEMBANGAN USAHA PADI ORGANIK DI KABUPATEN CIANJUR, JAWA BARAT Anita Ristianingrum; M. A. Chozin; Machfud Machfud; Sugiyanta Sugiyanta; Sri Mulatsih
Jurnal Manajemen & Agribisnis Vol. 13 No. 1 (2016): Vol. 13 No. 1, Maret 2016
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1240.666 KB) | DOI: 10.17358/jma.13.1.37

Abstract

The purpose of this study were to assess the sustainability status of organic rice businesses and their attributes that affect the sustainability of the businesses in Cianjur. The methods used in this study were surveys and in-depth interviews. Moreover, Rap-Organic/multi-dimensional scaling as the analysis tools were also utilized to assess the sustainability of the organic rice businesses. The analysis conducted indicates that sustainability status of organic rice businesses in Cianjur is less sustainable reflected in all dimensions i.e. the dimensions of ecology, economy, social, infrastructure and technology, as well as institutions. Aggregately, the sensitive attributes influencing the sustainability of organic rice business bussinesses can be classified into three factors: 1) human resources of farmers, 2) institutions (the government policies related to the organic rice businesses and infrastructure support), and 3) organic rice market.Keywords: organic rice businesses, sustainability, sensitive attributes, Rap-Organic
Pengaruh Pendidikan budi pekerti dalam Keluarga terhadap Akhlak Siswa di MTs Al-Washliyah Desa Sei Mencirim Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang Samsul Rizal
ANSIRU PAI : Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 2 (2020): JURNAL ANSIRU PAI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ansiru.v4i2.8128

Abstract

Orang tua memiliki tanggung jawab dalam memberikan pendidikan budi pekerti kepada anak, jika orang tua selalu memberikan pendidikan budi pekerti kepada anak dalam keluarga, maka anak tersebut akan memiliki budi pekerti atau akhlak yang baik, sebagai pengalaman pembelajaran dan pembiasaan yang diperolehnya dalam lingkungan keluarga. Pendidikan agama dalam keluarga salah satunya yaitu mencakup pendidikan budi pekerti agar anak kelak menjadi teladan yang baik bagi dirinya dan orang lain.Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) pelaksanaan pendidikan budi pekerti dalam keluarga di MTs Al-Washliyah Desa Sei Mencirim Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang 2) akhlak siswa di MTs Al-Washliyah Desa Sei Mencirim Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang 3) pendidikan budi pekerti dalam keluarga berpengaruh positif terhadap akhlak siswa di MTs Al-Washliyah Desa Sei Mencirim Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, pengolahan dengan data angket untuk melihat pengaruh pendidikan budi pekerti dalam keluarga terhadap akhlak siswa di MTs Al-Washliyah Desa Sei Mencirim Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang.Hasil penelitiannya:1) Berdasarkan perolehan angka persentase dari angket pendidikan budi pekerti di keluarga sebesar 59,68%, yang berarti bahwa pendidikan budi pekerti di keluarga di MTs Al-Washliyah Sei Mencirim Kutalimbaru Deli Serdang dalam kategori cukup baik. 2) Berdasarkan penghitungan persentase angket tentang akhlak siswa di MTs Al-Washliyah Sei Mencirim Kutalimbaru Deli Serdang, diperoleh angka sebesar 67,81%, yang berarti bahwa Akhlak siswa di MTs Al-Washliyah Sei Mencirim Kutalimbaru Deli Serdang termasuk dalam kategori baik. 3) Berdasarkan perolehan angka dari rumus product moment diperoleh angka sebesar 0,46 yang berarti bahwa pendidikan budi pekerti di keluarga berpengaruh sedang terhadap Akhlak siswa di MTs Al-Washliyah Sei Mencirim Kutalimbaru Deli Serdang. Dari nilai t hitung dan t tabel yang diperoleh di atas dapat disimpulkan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel maka hipotesis diterima, yakni = t hitung 2,44 > t tabel 1,64, maka hipotesis hipotesis Nol ditolak atau hipotesis alternatif diterima.
Regenerasi Tanaman pada Kultur Antera Beberapa Aksesi Padi Indica Toleran Aluminium Iswari S. Dewi; Bambang S. Purwoko; Hajrial Aswidinnoor; Ida H. Somantri; M. A. Chozin
Jurnal AgroBiogen Vol 2, No 1 (2006): April
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v2n1.2006.p30-35

Abstract

Anther culture provides the quick route in obtaining pure lines in a single generation from either green haploid plant that may be artificially or spontaneously doubled. Indica rice known as recalcitrant genotype because of its difficulty in regenerating sufficient number of green plantlets among the regenerated plants through anther culture. Whilst, research on studying anther culture ability has to be done to assure the success of rice breeding through anther culture. The objective of this research was to determine regeneration ability of five accessions of indica rice tolerance to aluminum through application of putrescine in anther culture. Completely randomized design with 15 replications was used in this research. Treatments consisted of five accessions of aluminum tolerance indica rice, ie. CT6510-24-1-3, Grogol, Hawara Bunar, Krowal, and Sigundil. Callus induction medium based on N6 medium + 10-3 M putrescine, while regeneration medium based on MS + 10-3 M putrescine. The results indicated that culture ability is controlled by the genotype. From this research, Grogol, Krowal and Sigundil were selected as accessions having good rice anther culture ability, and therefore can be used as parents for developing new rice varieties tolerance to aluminum through anther culture.
Evaluation, Productivity and Competition of Brachiaria decumbens, Centrosema pubescens and Clitoria ternatea as Sole and Mixed Cropping Pattern in Peatland’s Ali Arsyadi; Abdullah Luki; Karti PDMH; Chozin MA; Astuti DA
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner Vol 19, No 2 (2014): JUNE 2014
Publisher : Indonesian Center for Animal Research and Development (ICARD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.3 KB) | DOI: 10.14334/jitv.v19i2.1036

Abstract

This study was carried out to determine the productivity, competition indices and nutrient content of Brachiaria decumbens (grass), Centrosema pubescens and Clitoria ternatea (legumes) as sole and mixed cropping system in peatland in Pekanbaru, Indonesia from October 2011 to November 2012. The experiment was set up in randomized complete block design with five treatments and three blocks as replication. Five treatments compared: B. decumbens sole cropping (Bd), C. pubescens sole cropping (Cp), C. ternatea sole cropping (Ct), B..decumbens and C. pubescens mixed cropping (Bd+Cp) and B. decumbens and C..ternatea mixed cropping (Bd+Ct). The dry matter (DM) yield of B. decumbens was significantly (P<0.05) increased by mixed cropping. B. decumbens DM yield in C. pubescens intercrop increased by 147.9% and in C. ternatea intercrop increased by 74.1% compare to sole B. decumbens. Land equivalent ratio (LER) value range from 1.04 (Bd+Ct) to 1.58 (Bd+Cp). The crowding coefficient (K) value of B. decumbens in both mixed croping system was higher than K value of C. pubescens and C. ternatea. The total K value for Bd+Cp was higher than Bd+Ct. The competition ratio (CR) value of B. decumbens mixed cropping with C. pubescens and C. ternatea were.>1. The aggressivity (A) value of B. decumbens in both mixed cropping was positive. The crude protein (CP) content of B.decumbens did not significantly (P>0.05) increased by mixed cropping with legumes. Intercropping with B. decumbens significantly (P<0.05) decreased CP content of C. ternatea. Meanwhile neutral detergent fibre (NDF) and acid detergent fibre (ADF) content of B. decumbens did not decrease by intercropping with C.pubescens and C. ternatea. In conclusion, mixed cropping with C. pubescens and C. ternatea in peatland increased DM yield of B. decumbens. Mixed cropping with B. decumbens did not influence DM yield of C. pubescens and decreased DM yield and CP content of C..ternatea. Mixed cropping of B. decumbens with C. pubescens and B. decumbens with C..ternatea in peatland did not increase total DM yield of forage per unit area of land and nutrition contents of forage. B. decumbens was more competitive and dominant than C..pubescens and C. ternatea in peatland.
Perbedaan pertumbuhan dan produktivitas varietas bayam hijau dan bayam merah Arya Widura Ritonga; Muhammad Syaifuk Ar Rosyid; Axel Anderson; Muhamad Achmad Chozin; Purwono Purwono
Jurnal Agro Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/14664

Abstract

Bayam termasuk salah satu sayuran terpenting di Indonesia karena paling banyak dikonsumsi setelah kangkung. Bayam hijau dan bayam merah merupakan jenis bayam paling banyak ditanam dan dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan dan produktivitas varietas bayam hijau dan bayam merah. Penelitian dilakukan pada Februari – April 2021 di Kebun Percobaan Leuwikopo, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB University. Sebanyak 9 varietas bayam hijau (Maryland, Richie, Maestro, Benua, Doly, Khanafiah, Manila, Pacific, White Leaf) dan 4 varietas bayam merah (Mira, Baret Merah, Clara, Aurora) ditanam menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan tiga ulangan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa varietas bayam hijau memiliki kandungan persentase warna hijau daun lebih banyak namun memiliki persentase warna biru dan merah yang lebih rendah dibandingkan varietas bayam merah. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa varietas bayam hijau menghasilkan tinggi tanaman dan produktivitas yang lebih baik dibandingkan varietas bayam merah, namun varietas bayam merah menghasilkan luas daun dan jumlah daun per tanaman saat panen yang lebih baik besar dibandingkan varietas bayam hijau. Varietas White Leaf merupakan varietas bayam yang sangat baik karena memiliki persentase warna hijau daun yang tinggi, luas daun yang besar dan produktivitas yang tinggi. Spinach is one of the most important vegetables in Indonesia because it was the second most consumed after kangkung. Green spinach and red spinach are the most widely grown and consumed types of spinach. This study aimed to determine differences in growth and productivity between varieties of green spinach and red spinach. The research was conducted in February – April 2021 at the Leuwikopo Experimental Field, Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University. A total of nine varieties of green spinach and four varieties of red spinach were planted using a completely randomized block design with three replications. The results showed that the green spinach variety contained a higher percentage of green leaf color but had a lower percentage of blue and red leaf color than the red spinach varieties. The results also showed that the green spinach varieties produced better plant height and productivity than the red spinach varieties, but the red spinach produced better leaf area and a number of leaves per plant at harvest than the green spinach. The White Leaf variety is the excellent spinach variety because it has a high percentage of green leaf color, large leaf area, and high productivity.
KERAGAAN PASTURA Brachiaria humidicola (Rendle) Schweick PADA SISTEM PENGGEMBALAAN DAN STOCKING RATE BERBEDA DI LAHAN PERKEBUNAN KELAPA Selvie D. Anis; M.A. Chozin; M. Ghulamahdi; Sudradjat Sudradjat; H. Soedarmadi
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.653 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p07

Abstract

Integrasi pastura dan ternak sapi ke dalam sistem pertanian berbasis kelapa diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan secara berkelanjutan. Percobaan ini bertujuan mempelajari pengaruh stocking ratedan sistem penggembalaan terhadap keragaan pastura. Penelitian ini telah dilakukan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Kelapa dan Palma Lain (BALITKA) Manado sejak Juli 2009 sampai Juni 2010. Perlakuan terdiridari dua sistem penggembalaan dan tiga stocking rate diatur dalam pola petak terpisah yang didasarkan pada rancangan acak kelompok (RAK). Variabel yang diukur adalah jumlah tanaman induk, jumlah ground tiller,jumlah aerial tiller, bobot akar dan bobot crown. Hasil percobaan menunjukkan bahwa semua parameter keragaan pastura yang terbaik diperoleh pada interaksi antara sistem penggembalaan rotasi (SP2) dan stockingrate 2,31 UT (SR3).
RESPON POLYMERIC FOAM YANG DIPERKUAT SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) AKIBAT BEBAN TEKAN STATIK DAN IMPAK (SIMULASI NUMERIK Muftil Badri M; Bustami Syam; Samsul Rizal; Krishna Surya Buana
Jurnal Dinamis No 7 (2010)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1276.892 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki respon polymeric foam yang diperkuat serat TKKS akibat beban tekan statik dan dinamik melalui eksperimen dan simulasi numerik. Respon yang akan diamati adalah tegangan maksimum, kekuatan retak/patah, serta distribusi tegangan. Karakteristik material berupa modulus elastisitias dan analisa kerusakan akan diselidiki dalam penelitian ini. Secara eksperimen, respon dan karakteristik beberapa material, yaitu: resin termoset, polyurethane, dan polymeric foam yang diperkuat serat TKKS akan diamati melalui uji tekan statik aksial. Secara numerik, respon polymeric foam yng diperkuat serat TKKS yang akan diselidiki adalah distribusi tegangan dari beberapa jenis pembebanan, yaitu: tekan statik aksial, tekan bending, dan tekan impak Split Hopkinson Pressure Bar (SHPB). Spesimen uji tekan statik aksial dibuat berdasarkan standar ASTM D-1621-00. Spesimen uji polymeric foam terdiri dari beberapa material penyusun dengan persentase massa yang berbeda, yaitu: 60 % resin jenis 157 BQTN Ex Series sebanyak, 20% polyurethane, 5% serat TKKS yang dihaluskan, serta 5% katalis methyl ethyl keton proxide (MEKPO). Spesimen uji dieksekusi menggunakan alat uji Shimadzu Servopulser. Analisa numerik melalui simulasi komputer menggunakan software berbasis metode elemen hingga (MEH) yaitu ANSYS Rel. 5.4 untuk simulasi tekan statik aksial dan bending sedangkan MSC/NASTRAN Rel. 4.5 untuk simulasi impak tekan SHPB. Dari hasil uji tekan statik aksial diperoleh nilai modulus elastisitas resin sebesar 118,78 MPa, polyurethane 0,18 MPa, dan polymeric foam yang diperkuat serat TKKS sebesar 17,22. Tegangan maksimum yang direspon oleh resin adalah 0,582 MPa, polyurethane 0,0044 MPa, dan polymeric foam yang diperkuat serat TKKS sebesar 0,106 MPa. Nilai kekuatan retak terhadap masing-masing spesimen uji juga berbeda, kekuatan retak resin adalah 1,18 MPa, polyurethane sebesar 0,075 MPa, dan polymeric foam yang diperkuat serat TKKS sebesar 0,133 MPa. Kegagalan resin akibat beban tekan statik aksial ditandai dengan perbesaran ukuran penampang lateral (barreling), kerusakan polyurethane ditandai dengan terbentuknya lipatan-lipatan permanen di dinding spesimen yang menunjukkan respon plastis sempurna, dan kegagalan polymeric foam yang diperkuat serat TKKS ditandai dengan pembesaran rongga-rongga yang acak. Berdasarkan hasil simulasi numerik diperoleh tegangan Von Mises maksimum terhadap polymeric foam yang diperkuat serat TKKS akibat beban statik aksial sebesar 0,186 MPa sedangkan tegangan maksimum Von Mises akibat bending statik nilainya jauh lebih besar, yaitu 50,518 MPa. Hasil simulasi bending statik menunjukkan bahwa titik kritis terjadi di lokasi beban diberikan. Untuk beban impak, hasil simulasi menunjukkan bahwa polymeric foam yang diperkuat serat TKKS memiliki tegangan maksimum Von Mises impak bending sebesar 69,44 MPa dan impak SHPB sebesar 102, 96 MPa. Hasil simulasi impak menunjukkan bahwa kenaikan waktu impak menyebabkan penurunan terhadap tegangan impak.Kata kunci: polymeric foam, serat TKKS, modulus elastisitas, tegangan, beban tekan statik aksial, tekan bending, impak SHPB
Karakter Fotosintesis Genotipe Tomat Senang Naungan pada Intensitas Cahaya Rendah (The Photosynthetic Characters of Loving-Shade Tomato Genotypes at Low Light Intensity) Dwiwanti Sulistyowati; Muhammad Ahmad Chozin; Muhamad Syukur; Maya Melati; Dwi Guntoro
Jurnal Hortikultura Vol 26, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v26n2.2016.p181-188

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman tomat di Indonesia adalah melalui sistem tanam tumpangsari atau agroforestri. Namun, dalam sistem tanam tumpangsari tanaman sela mengalami defisit cahaya karena ternaungi oleh tanaman lain. Defisit cahaya menyebabkan penurunan laju fotosintesis dan sintesis karbohidrat sehingga berpengaruh terhadap metabolisme. Beberapa jenis tanaman mampu beradaptasi terhadap defisit cahaya sehingga tumbuh di bawah kondisi naungan. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari karakter fotosintesis genotipe tomat senang naungan pada intensitas cahaya rendah. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor dari bulan Oktober 2014 sampai dengan Januari 2015. Percobaan menggunakan rancangan acak petak tersarang yang diulang tiga kali. Faktor pertama terdiri atas dua taraf naungan, yaitu tanpa naungan (0%) dan naungan 50%. Faktor kedua berupa tiga kelompok genotipe tomat terdiri atas senang naungan, toleran, dan peka. Pengamatan dilakukan terhadap komponen hasil berupa jumlah buah, bobot buah, dan produksi pertanaman. Peubah pengamatan fisiologi meliputi kandungan total klorofil, klorofil a, klorofil b, rasio klorofil a/b, antosianin, karoten, laju fotosintesis, konduktansi stomata, konsentrasi CO2 internal daun, kandungan pati, dan gula daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe tomat senang naungan jika berada pada kondisi ternaungi akan memiliki karakter fotosintesis berupa peningkatan kadar klorofil b lebih tinggi dibandingkan klorofil a, dan rasio klorofil a/b yang lebih rendah dibandingkan kelompok genotipe yang lain. Genotipe senang naungan memiliki konsentrasi CO2 internal daun lebih tinggi sehingga mampu mempertahankan laju fotosintesis tetap lebih tinggi walaupun terjadi penurunan konduktansi stomata. Adanya kandungan gula daun yang lebih tinggi, mengakibatkan produksi pertanaman genotipe senang naungan meningkat ketika ditanam di bawah naungan.KeywordsLycopersicon esculentum Mill.; Intensitas cahaya rendah; Karakter fotosintesis; Genotipe senang naunganAbstractEfforts have to be made to increase tomatoes production in Indonesia, one is through intercropping or agroforestry systems. In the intercropping system, however, there is a risk for plants to receive low light intensity. Low light intensity causes a decrease of photosynthesis rate and carbohydrate synthesis, so it will affect plant metabolic processes. Some types of plants are able to adapt to low light intensity, so they can grow well under shading conditions. The aim of this study was to investigate the photosynthetic characters of shade-loving tomato genotypes at low light intensity. The experiment was conducted in the experimental field of Bogor Agricultural Extension Institute, in Bogor, from October 2014 to January 2015. The experiment was arranged in nested randomized design with two factors and three replication. The first factor consisted of two levels of shading intensity, i.e. without shade (0%) and 50% shading and the second factor was three groups of tomato genotypes, i.e. shade-loving, shade-tolerant, and shade-sensitive genotypes. The crop yield components observed were fruit number, fruit weight, and yield per plant. Physiological variable measured were total of chlorophyll, chlorophyll a, chlorophyll b, ratio of chlorophyll a/b, anthocyanin, carotene, photosynthetic rate, stomatal conductance, leaf internal CO2 concentration, content of starch, and sugar leaves. The results showed that the photosynthesis characters of shade-loving genotypes indicated increasing content of chlorophyll b that was higher than that of chlorophyll a. It was resulting in decreasing ratio of chlorophyll a/b more than that of other genotypes. Shade-loving genotypes had higher internal leaf CO2 concentration, than the sensitive ones, so they can maintain the photosynthetic rate remained higher, despite their stomatal conductance were decreasing. The presence of leaf sugar content was relatively high, resulting in the production per plant of the shade-loving genotypes increased when grown in the shade conditions.
The Setup Model Farm Machinery and Uquipment for Up Land Sugar Cane Industry Sigit Prabawa; Bambang Pramudya; Moeljarno Djojomartono; M.A Chozin
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 14 No. 3 (2000): Buletin Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.014.3.%p

Abstract

The objective of the research is to build the setup model of farmmachinery and equipment for zip land sugar cane indzlstry. From this model can be determined: (I) selection of farm machinery/equipment, (2)number farm machinery/equipment, and (3) optitnun? longevrty of ratoon.The result shows that the technolog?, consideration hus been the priniary consideration on farm tnachinery and eqztipnzent selection. The next is econonzy consideration. The attention for social and environment consideration is poor.
Aspek Teknologi Dan Analisis Kelayakan Pengelolaan Serasah Tebu Pada Perkebunan Tebu Lahan Kering Iqbal .; Tineke Mandang; E. Namaken Sembiring; M.Achmad. Chozin
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 26 No. 1 (2012): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.026.1.%p

Abstract

Abstrak PG Takalar adalah salah satu pabrik gula yang terdapat di Sulawesi Selatan dan memiliki potensi serasah tebu yang besar. Serasah tebu merupakan limbah yang kaya bahan organik yang bisa diolah menjadi pupuk organik berupa kompos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan kebutuhan alat dan mesin pada pengelolaan serasah tebu  pada PG Takalar .  Hasil penelitian menunjukkan bahwa PG Takalar  memiliki rata-rata potensi ketersediaan serasah tebu pada PG Takalar adalah 19.96% atau 20% dari setiap batang tanaman tebu. Dengan luas lahan 4186 ha, maka total potensi serasah tebu adalah 32860 ton/tahun. Hingga saat ini pengelolaan serasah tebu pada PG Takalar masih dilakukan secara konvensional dengan membakar serasah tebu tersebut di lahan perkebunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan 4186 ha membutuhkan jumlah alat dan mesin untuk mendukung kegiatan mekanisasi pada pengelolaan serasah tebu adalah traktor 48 unit, trash rake 13 unit, trailer besar 31 unit, aplikator 4 unit, pencacah 18 unit, truk 3 unit, pengaduk 3 unit, dan  loader 3 unit Kata kunci : potensi, mekanisasi, pengelolaan, serasah tebu, tanaman tebu Abstract PG Takalar is one of sugar factory in South Sulawesi which has enormous potential of sugarcane litter. Sugarcane litter is organic waste that could be processed into organic fertilizer in form of compost. The objectives of this study were to determine the potential of sugarcane litter and to determine the machinery requirement for sugarcane litter management in PG Takalar. The result showed that the average availability potential of sugarcane litter in PG Takalar was 19.96% or 20% from each stem of sugarcane. In total, with 4186 ha area of PG Takalar, the potential of sugarcane litter was 32860 ton/year. Nowadays, in PG Takalar, the management of sugarcane litter is done conventionally by burning the litter in the field. It is also found from the study that to manage the sugarcane litter in 4186 ha area, the number of machinery needed to support the mechanization of sugarcane litter management were 48 units of tractor, 13 units of trash rake, 31 units of trailer, 4 units of applicator, 18 units of chopper, 3 units of truck, 3 units of composting turner, and 3 units of loader. Key words: potential, mechanization, management, sugarcane litter, sugarcane Diterima:14 Desember 2011; Disetujui:17 Maret 2013  
Co-Authors , Handoko ,, Yuniarti . Sugiyanta, . A Ali A. S. Suharyono Abdul Harris Burhan Abdullah Abdullah Ade Sumiahadi, Ade AHMAD JUNAEDI Ahmad Junaidi Aidi Noor Aji Hermawan Aldi M Alfima Rahasti Alhidayah, Destya Anas Miftah Fauzi Andhini, Martika Ani Kurniawati Anita Ristianingrum Ansyarif Khalid Artha Regina Tambunan Asdi Asdi Asep Nursangaji Asih Sukowati Astuti DA Astuti DA Awang Maharijaya Axel Anderson Bambang Pramudya Bambang S. Purwoko Bambang S. Purwoko Budi Tjahjono Bustami Syam Chairannisa, Dyana D.A. Astuti Darmawansyah Darmawansyah DARUSMAN, L.K. Darwis AN Darwis AN Desta Wirnas dewi novita Dewi, Sangrani Annisa Diah karyawati Didy Sopandie Dina Harsono Dini Dwirestina Dwi Guntoro Dwiwanti Sulistyowati E. Namaken Sembiring Edi Santosa Edy Yusmin Eka Intan Kumala Putri Eka Wardiana Eko Sulistyono EVA OKTAVIDIATI, EVA Evar, Fitrawaty Orista Faradesi Ardialisa Femila Rezkiyanti Fibra Nurainy Fred Rumawas Gerson Hans Maure GHULAMAHDI, M. h sanusi H. Soedarmadi HAJRIAL ASWIDINNOOR Hardjosoewignyo, Soedarmadi Hartami Dewi Hemawati Hemawati Hendrik Hendrik Herman Wafom Tubur Hesty Juniar Rukmin Hiroshi Ehara Hongarta, Reynaldo I. Hanarida I. S. Dewi Ida H. Somantri Indriani Santoso Iqbal . Irdika Mansur Irianto, M. Yuli Irwan Abdullah Iskandar Lubis ISMAIL SALEH Iswari S. Dewi Jalali Iqram Kanny, Putri Irene Karti PDMH Karti PDMH Khairil Anwar Krishna Surya Buana Kusuma, Ayu Vandira Candra KWANG HO KIM Laila Nur Atika Luki Abdullah M Zardan Araby M. Ghulamahdi Machfud Machfud Maisura Maisura Maria Erna Marmawi R . Maya Melati Mochammad Afifuddin Moeljarno Djojomartono Moh. Amri Arsyid Muftil Badri Muhamad Kurniadi Muhamad Syukur Muhammad Syaifuk Ar Rosyid Munawir, Fathurrahman Aziz Munif Ghulamahdi Murtilaksono, dan Kukuh P.M.D.H Karti, P.M.D.H Pangerang, Utama K. Patandean, Brayen Perwita, Atikah Dyah Priatna Sasmita Purwono Purwono Putri Sakura Raisa Baharuddin RANI FARIDA Ratih Marina Kurniaty Rinaldo, Ruswandi Ritonga, Arya W Ritonga, Arya Widura Rohman, Rizki Fadilah Rosyid, Muhammad Syaiful Ar S. Sujiprihati Sahrullah Sahrullah Sari, Indah Fatika Selvie D. Anis Selvie Diana Anis Sigit Prabawa Sobir Sobir SOEKISMAN TJITROSEMITO Sofiyah, Maratus Sofyan Zaman Sri Mulatsih Sudirman Yahya Sudradjat , Sudradjat Sudradjat Sugiyanta Supijatno Suryana Sutikno Sutikno Suwarto Suwarto Suwitono, Bayu Syamsiar, Syamsiar Tanto Pratondo Utomo Tineke Mandang Trikoesoemaningtyas Ulinnuha, Zulfa urai salam Vivid Violin Wahju Qamara Mugnisyah Wenny Rahmawati WIJAYANTO, N. Yasidi, Farid Yudi Febrianto Yudi Febrianto Yuline . Yundari, Yundari Zarwazi, Lalu Muhamad