Claim Missing Document
Check
Articles

ESTETIKA TATA RIAS DAN TATA BUSANA TARI BARIS KEKUPU DI BANJAR LEBAH, DESA SUMERTA KAJA, DENPASAR Kadek Ayu Juni Aryani; Ni Made Arshiniwati; Ni Luh Sustiawati
Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 2 No. 2 (2022): Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7672810

Abstract

Tari memiliki beberapa unsur-unsur yang tiap-tiap unsur tersebut tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Salah satunya tata rias dan tata busana, dimana penggunaan tata rias dan tata busana mampu memberi ciri khas dari segi estetikanya. Penelitian ini akan menggunakan teori estetika Thomas Aquinas mengenai tiga (3) persyaratan yakni keutuhan atau kesempurnaan, perimbangan atau keserasian dan kecemerlangan atau kejelasan. Penggunaan busana baris dan gelung legong sebagai hiasan kepala serta penggunaan kampid kupu-kupu, mampu memunculkan identitas dari Tari Baris Kekupu. Lokasi penelitian berada di Banjar Lebah, Desa Sumerta Kaja, Denpasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dengan mengggunakan dua teknik yakni observasi (pengamatan) dan wawancara. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang estetika yang mampu menunjang kesenian Tari Baris Kekupu. Unsur tata rias dan tata busana ini mampu memberikan identitas tokoh / peranan yang dibawakan di atas panggung, serta memperkuat karakter tarian. Pada estetika tata rias, pemilihan warna sangat diperlukan guna mendukung ketegasan garis wajah para penarinya. Sehingga estetika tata busana Tari Baris Kekupu sudah memiliki ciri khas yang menonjol, dimana pada tata busana tarian ini memiliki keunikan yang memasukkan dua unsur tarian yaitu, pemakaian elemen-elemen busana Tari Baris Kekupu dan penggunaan gelungan Tari Legong pada tarian ini serta pemakaian sayap kupu-kupu yang menjadi identitas Tari Baris Kekupu. Sehingga kedua unsur tersebut mampu menjadi daya tarik para penonton sebagai suatu seni pertunjukan.
Peliatan Style in Legong Keraton Lasem Performance Ni Made Ruastiti; Ni Putu Ayu Aneska Rastini; Ni Luh Sustiawati
Randwick International of Social Science Journal Vol. 4 No. 2 (2023): RISS Journal, April
Publisher : RIRAI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47175/rissj.v4i2.657

Abstract

The Legong Keraton Lasem dance is one of the classical Balinese dances featuring Panji's story about the love story of King Lasem and Diah Rangke Sari. This classical dance first appeared and developed in the palace environment of Bali. There have been many research results on the Legong Keraton Dance. However, there has not been any research that reveals the Legong Keraton Lasem and Peliatan Style. The problems are: 1) How did the Peliatan Style in Legong Lasem Performance Originate?; 2) What is the form of the Peliatan Style in Legong Keraton Lasem dance?. The purpose of this research was to reveal the existence of the Peliatan Style in Legong Keraton Lasem Performance, which has catapulted Bali's name into the eyes of the world. This research was conducted using qualitative methods. The source of the data for this study was the Legong performance, the dancers, musicians, artists, cultural observers, and related communities who were selected based on purposive sampling and snowball techniques. All data that has been collected through observation, interviews, and literature studies will be analysed using aesthetic theory, hierarchical theory, and practical theory. The results showed that the Peliatan Style in Legong Keraton has a distinctive characteristic in the volume of dance movements performed, which tends to be large with the maximum tilt of the dancer's body. It is different from how to dance the Legong Keraton in general. The Legong Keraton Lasem with Peliatan Style emerged due to two factors, namely internal and external factors. Internal factors include the talent possessed by the Legong dancers themselves. They dance with the aim of satisfying their material and spiritual needs. Meanwhile, encouragement from outside came from the environment of Peliatan Village, which is indeed famous for its artistic activities; its people are very passionate about art every day.
Gending Aesthetics in Janger Menyali Dance in Sawan District, Buleleng Regency Ketut Tara Listiawan; Ni Luh Sustiawati; I Ketut Sariada
Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/jacam.v2i1.2322

Abstract

Janger dance is a variety of Balinese art which is classified as a type of social dance for young people in the form of groups (between 16-20 people), very popular among Balinese people. During the dance, groups of female dancers (janger) and groups of male dancers (kecak) dance and sing in unison (mutual sinawurin) with humorous and sometimes romantic songs. The gamelan that is usually used to accompany the Janger dance is called Batel (Tetamburan) which is equipped with a pair of gender puppets. The dance moves are still based on the aesthetic principles of Balinese dance, and the clothing uses the typical janger. Janger dance can adapt to contemporary developments, so janger activists have the freedom to interpret its form, melodies with song lyrics, musical accompaniment, and choreography. In the Janger Menyali dance, the uniqueness of this dance is in terms of the clothes that look quirky, resembling the clothes of the Dutch soldiers when they docked at the Buleleng customs, and the name for the dancers, namely for male dancers it is called jipak, while for female dancers it is called parik. In this study, it is more specific to the aesthetics of gending in the Janger Menyali dance regarding the two pieces that must be performed, namely Dewa Ayu Janger and Mepamit Ring Ratu Gusti Ayu which have the meaning of inviting Dewa Ayu Janger to attend the performance and returning Dewa Ayu Janger to return to his stana with the use of sekar alit banten properties and also kuwud mepayas.
Wadantara: Refleksi Multikultur dan Kearifan Lokal Ni Luh Sustiawati; I Gede Oka Surya Negara; Rano Sumarno; Arthur Supardan Nalan
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 1 (2021): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ide digarapnya karya seni pertunjukan Wadantara (Wayang, Drama, Karawitan, Tari Nusantara) untuk memperkuat persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI memerlukan dukungan untuk kebersamaan yang dilandasi oleh toleransi bermasyarakat. Seni pertunjukan yang sarat dengan muatan budaya lokal dapat memberikan sumbangsih dengan mengupayakan kedayaan nilai kelokalan (indigenous), dapat mempertebal penghargaan masyarakat terhadap kebhinekaan budaya Nusantara, dan menjadi kepanjangan norma serta nilai yang diharapkan oleh masyarakat dalam menjaga kebersamaan dan harmoni bermasyarakat. Penelitian ini berpendekatan research and development. Produksinya melalui tahap pra produksi, produksi, pasca produksi, dan digunakan konsep Hibriditas dalam membuka wacana mengenalkan bentuk produksi seni kolaborasi yang menggabungkan secara bersama-sama potensi berbagai etnik (Chris Barker). Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, angket, dan datanya dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini mengangkat lakon Sumpah Palapa Gajah Mada diiringi musik tradisi dipadukan dengan mutimedia, narasi dan vokal. Hasil uji efektivitas produk menunjukkan seni pertunjukan Wadantara sangat bagus, sangat menarik karena memberikan kesan dan pesan persatuan Nusantara dan kaya dengan inovasi yaitu perpaduan antara seni tradisi dan kontemporer didukung musik digital dan multimedia.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI SELAT SEGARA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 3 SUKAWATI Putu Riska Yanthi; Ni Luh Sustiawati; Rinto Widyarto
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 1 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juli 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i1.851

Abstract

Pada saat ini era revolusi industri 4.0 dimana hampir semua dikendalikan oleh teknologi yang secara langsung berdampak salah satunya dalam dunia pendidikan. Video pembelajaran dapat membatu tenaga pengajar untuk mengefisienkan waktu pembelajaran khususnya pada pembelajaran yang mayoritas menerapkan praktik. Keunggulan video pembelajaran mampu menampilkan audio dan visual, sehingga peserta didik mampu menyerap pesan atau informasi dengan menggunakan lebih dari satu indera, misalnya dalam materi praktik tari Bali. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan video pembelajaran tari Selat Segara. Penelitian ini berpendekatan penelitian pengembangan (research and development). Teknik pengumpulan datanya digunakan angket dan wawancara. Analisis datanya dilakukan secara kuantitatif melalui penyekoran, sedangkan data berupa komentar dan saran dianalisi secara kualitatif. Hasil penelitian dapat diuraikan (1) rancang bangun pembuatan video pembelajaran tari Selat Segara diawali dengan mengidentifikasi potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, desain produk (pembuatan flowchart dan storyboard), penyusunan materi sejarah, fungsi, iringan, ragam gerak, struktur gerak tari, tata rias, tata busana, pola lantai; (3) Hasil validasi ahli materi tari , ahli media pembelajaran dan guru seni tari, menyatakan bahwa video pembelajaran tari Selat Segara memenuhi kriteria sangat layak dengan persentase sebesar 98,61; (4) Hasil uji coba perorangan memperoleh keseluruhan persentase sebesar 98,95 yang memenuhi kriteria sangat layak; (5) Hasil uji coba kelompok kecil memperoleh keseluruhan persentase sebesar 98,26 yang memenuhi kriteria sangat layak. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran tari Selat Segara sangat layak dan sesuai untuk digunakan sebagai sumber belajar bagi guru dan peserta didik di SMK Negeri 3 Sukawati Gianyar.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI REJANG PANGASTUTI DI PURA KHAYANGAN JAGAT KERTHI BHUANA BANDAR LAMPUNG Rr. Luh Putu Indung Saci S P; Ni Luh Sustiawati; Ni Wayan Iriani
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 2 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Oktober 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i2.875

Abstract

Melihat pentingnya sebuah media pembelajaran untuk mendokumentasikan hasil karya seni, dan disertai wujud kepedulian terhadap seni budaya dan seni keagamaan di Provinsi Lampung, maka peneliti tertarik mengembangkan video pembelajaran tari Rejang Pangastuti. Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan rancang bangun video pembelajaran tari Rejang Pangastuti; (2) mendeskripsikan hasil validasi ahli tari, ahli media, dan guru seni tari terhadap video pembelajaran tari Rejang Pangastuti; (3) mendeskripsikan hasil uji coba perorangan terhadap video pembelajaran tari Rejang Pangastuti pada siswa Sanggar Seni Lentera Bandar Lampung; (4) mendeskripsikan hasil uji coba kelompok kecil terhadap video pembelajaran tari Rejang Pangastuti pada siswa Sanggar Seni Lentera Bandar Lampung.Penelitian ini berpendekatan penelitian pengembangan (research and development). Teknik pengumpulan datanya digunakan angket dan wawancara. Analisis datanya dilakukan secara kuantitatif melalui penyekoran, sedangkan data berupa komentar dan saran dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian dapat diuraikan (1) membuat rancang bangun video pembelajaran tari Rejang Pangastuti diawali dengan mengidentifikasi potensi dan masalah; (2) pengumpulan data, desain produk (pembuatan flowchart dan storyboar), penyusunan materi sejarah, fungsi, iringan, ragam gerak, struktur gerak tari, tata rias, tata busana, pola lantai; (3) hasil validasi ahli materi tari, ahli media dan guru seni tari, memperoleh hasil bahwa video pembelajaran tari Rejang Pangastuti memenuhi kriteria sangat layak dengan persentase sebesar 98,61; (4) hasil uji coba perorangan memperoleh keseluruhan persentase sebesar 96,87 yang memenuhi kriteria sangat layak; (5) hasil uji coba kelompok kecil memperoleh keseluruhan persentase sebesar 100 yang memenuhi kriteria sangat layak.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM PERMAINAN TRADISIONAL JURU PENCAR Gusti Ayu Ratih Candra Giri; Ni Luh Sustiawati
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 2 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Oktober 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i2.878

Abstract

Permainan tradisional merupakan salah satu sarana bermain bagi anak yang bermanfaat bagi kesehatan, kebugaran dan tumbuh kembang anak, serta terkandung nilai-nilai positif seperti kejujuran, kerja sama, sportif, tolong menolong, tanggung jawab, dan disiplin yang dapat membangun karakter anak. Namun sekarang ini permainan tradisional terancam hilang atau punah karena pengaruh globalisasi dan harmonisasi keragaman warisan olahraga dunia. Akibatnya permainan tradisional sudah mulai ditinggalkan oleh anak-anak, bahkan tidak sedikit anak-anak yang tidak tahu apa itu permainan tradisional. Sebagai anak bangsa sudah menjadi kewajiban untuk mempertahankan eksistensi dari permainan tradisional tersebut. Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai-nilai pendidikan dalam permainan tradisional masyarakat Bali yaitu Juru Pencar. Permainan tradisional Juru Pencar merupakan permainan yang dilakukan anak-anak dengan jumlah paling sedikit 10 orang. Dalam permainan ini, anak-anak dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok yang berperan sebagai pencar (jala) dan kelompok yang berperan sebagai ikan. Sebelum memainkannya semua anak menyanyikan lagu Juru Pencar secara bersama-sama. Penelitian ini berpendekatan kualitatif dengan menggunakan metode hermeneutik, dan metode deskriptif analisis. Dengan menggunakan metode tersebut dapat diinterpretasikan, dan dideskripsikan berbagai makna atau pesan-pesan dalam permainan tradisional Juru Pencar. Nilai-nilai pendidikan dalam permainan tradisional Juru Pencar (1) nilai kebersamaan/ persatuan; (2) nilai disiplin; (3) nilai sportivitas dan kejujuran; (4) nilai kerja keras; (5) nilai menghargai pendapat orang lain; (6) nilai tanggung jawab; (7) nilai kreativitas, dan (8) nilai peduli lingkungan. Implikasinya dari permainan tradisional Juru Pencar ini adalah membentuk karakter anak, baik sebagai individu yang cerdas, pembentukan jiwa sosial yang berwawasan integratif, dan berperan membentuk individu yang cakap dan berwawasan budaya.
STUDI TENTANG PEMBELAJARAN TARI PENDET PADA ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI 1 GIANYAR Ni Made Yuni Suwandari; Ni Luh Sustiawati
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 2 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Oktober 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i2.880

Abstract

Tunarungu adalah salah satu kelainan fisik pada orang yang kehilangan kemampuan mendengar baik sebagian atau seluruhnya oleh karena tidak berfungsinya sebagian atau seluruh alat pendengaran. Anak tunarungu akan mengalami kesulitan dalam komunikasi sehingga diperlukan pendidikan kompensatoris berupa Pengembangan Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama (PKPBI). Melalui PKPBI ini, anak tunarungu akan mendapat pembinaan bunyi dan irama dengan memanfaatkan indra pendengaran atau perasaan vibrasi yang masih dimilikinya. Salah satu bentuk PKPBI yang bisa dilakukan sekolah adalah melalui pembelajaran tari dengan materi tari Pendet. Penelitian ini memiliki tujuan untuk 1) mengetahui metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran tari Pendet pada anak tunarungu di SLB Negeri 1 Gianyar; 2) memaparkan proses pembelajaran tari Pendet pada anak tunarungu di SLB Negeri 1 Gianyar; dan 3) mengetahui faktor pendukung dan penghambat pembelajaran tari Pendet pada anak tunarungu di SLB Negeri 1 Gianyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat dua metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode isyarat dan demonstrasi. Proses pembelajaran tari Pendet pada anak tunarungu di SLB Negeri 1 Gianyar dilakukan dalam empat tahap yaitu tahap persiapan (preparation), tahap penuangan (presentation), tahap pelatihan (practice), dan tahap penampilan (performance). Adapun faktor pendukung pada pembelajaran tari Pendet pada anak tunarungu di SLB Negeri 1 Gianyar adalah kondisi fisik peserta didik yang baik, dukungan kepala sekolah, dan guru tari yang kompeten. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kesulitan komunikasi dan psikologi peserta didik yang merasa tidak percaya diri.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TOKOH LIKU BAGIAN PAPESON DAN PANYERITA PADA DRAMATARI ARJA DALAM CERITA BALIAN BATUR DI SANGGAR YOWANA GIRI SHANTI NUSA DUA, BADUNG Ni Kadek Febrianggi Setiawati; Ni Luh Sustiawati; Ni Wayan Suratni
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i2.1225

Abstract

Video pembelajaran merupakan salah satu bentuk media pembelajaran sangat membantu tenaga pengajar dalam mencapai efektivitas pembelajaran. pembelajaran Tokoh Liku dalam Dramatari Arja di Sanggar Yowana Giri Santhi Nusa Dua, Badung dengan keterbatasan pelatih dapat memanfaatkan video pembelajaran untuk mempermudah peserta didik memahami materi Dramatari Arja khususnya pada Tokoh Liku dan bisa berlatih kapan saja secara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan proses pembuatan video pembelajaran Tokoh Liku dalam Dramatari Arja: (2) mendeskripsikan hasil validasi video pembelajaran Tokoh Liku dalam Dramatari Arja melalui uji ahli materi tokoh Liku, uji ahli media pembelajaran, dan guru Dramatari Arja di Sanggar Yowana Giri Santhi: (3) mendeskripsikan hasil uji coba perorangan terhadap video pembelajaran Tokoh Liku Dramatari Arja: (4) mendeskripsikan hasil uji coba kelompok kecil terhadap video pembelajaran Tokoh Liku dalam Dramatari Arja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Pengembangan (Research and development). Instrumen pengumpulan data digunakan angket dan wawancara, Teknik analisis datanya secara kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menghasilkan (1) video pembelajaran Tokoh Liku dalam Dramatari Arja melalui tahapan Need Assement, membuat flowchart dan storyboard, memprogram materi Tokoh Liku dalam Dramatari Arja mencangkup sejarah, fungsi, dialog, iringan, tembang, ragam gerak, pola lantai, tata rias dan tata busana; (2) hasil validasi uji ahli dalam kategori sangat layak; (3) hasil validasi uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil dalam kategori sangat layak. Berdasarkan hasil uji kelayakan media tersebut maka dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajran pada pembelajaran tokoh Liku dalam Dramatari Arja di Sanggar Yowana Giri Santhi Nusa Dua, Badung.
PROBLEMATIKA GURU SENI BUDAYA DI SMP NEGERI 2 DENPASAR Putu Gde Chaksu Raditya Uttama; Ni Luh Sustiawati; Ni Made Dian Widiastuti
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i2.1641

Abstract

Identifikasi dan analisis problematika guru Seni Budaya di SMP Negeri 2 Denpasar yang dilatarbelakangi oleh rasa keingintahuan peneliti untuk mendeskripsikan permasalahan yang dihadapi guru Seni Budaya dalam melaksanakan manajemen pembelajaran yang mengarah pada profesionalitas guru Seni Budaya di SMPN 2 Denpasa. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan gambaran serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi guru dan mengetahui strategi yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan subjek penelitian yakni guru Seni Budaya kelas VII dan kelas VIII di SMP Negeri 2 Denpasar yang berjumlah dua orang dikarenakan lebih dominan letak permasalahannya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Hasil pembahasannya yang Pertama adalah permasalahan yang dihadapi guru dalam menentukan sub bidang seni budaya yang diluar keahliannya, kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran, tujuan dan materi pembelajaran terkait dengan bidang seni yang diajarkan diluar keahliannya. Kedua, pemahaman dan kemampuan artistik siswa yang berbeda disetiap kelas yang terkadang menyebabkan kesulitan guru dalam memberikan evaluasi lewat penilaian. Strategi guru pemecahan permasalahannya adalah dengan mengikuti pelatihan guru, saling bertukar informasi dengan guru yang berkompeten dibidang seni yang kurang dikuasai ataupun dengan guru lainnya dalam menyusun perangkat perencanaan. Kemudian memvariasikan metode pembelajaran, penggunaan teknik penilaian yang sesuai bagi siswa yang memiliki wawasan atau kemampuan yang dirasa kurang dalam mata pelajaran Seni Budaya.
Co-Authors Adipurwa, A.A. Trisna Ardanari Anak Agung Ayu Mayun Artati Anak Agung Gde Bagus Udayana Andreani, Ni Putu Elvian Arthur Supardan Nalan Cerita, I Nyoman Dana, I Komang Restika Darmayuda, I Komang Dewi, Ni Luh Ayu Cempaka Dewi, Ni Putu Rahayu Mas Ruscita faran, sefri Gede Pasek Putra Adnyana Yasa Gusti Ayu Ratih Candra Giri I Gede Mawan I Gede Mudana I Gede Oka Surya Negara I Ketut Sariada I Ketut Sariada, I Ketut I Komang Rio Saputra Dinata I Nyoman Cerita I Nyoman Larry Julianto I Wayan Mudra, I Wayan I Wayan Paramartha I Wayan Suardana I Wayan Swandi Ida Ayu Trisnawati, Ida Ayu Iriani, Ni Wayan Iriani, Ni Wayan Jatnika, Anggit Junedi, Rindi Kadek Ayu Juni Aryani Ketut Sumerjana, Ketut Ketut Tara Listiawan KOMAMG AGUS TRIADI KISWARA Kusuma, Putu Sandra Devindriati Nalan, Arthur S. Ni Kadek Febrianggi Setiawati Ni Ketut Suryatini Ni Ketut Suryatini Ni Ketut Suryatini Ni Ketut Suryatini Ni Ketut Suryatini, Ni Ketut Ni Luh Desi In Diana Sari, Ni Luh Desi In Ni Made Arshiniwati Ni Made Dian Widiastuti Ni Made Ruastiti Ni Made Yuni Suwandari Ni Putu Ayu Aneska Rastini Ni Putu Laras Purnamasari Ni Wayan Ardini, Ni Wayan Ni Wayan Ratih Wahyuriani Ni Wayan Suratni Paramaditya, Putu Vinka Permata, Faizha Dyah Putu Gde Chaksu Raditya Uttama Putu Riska Yanthi Rano Sumarno Rinto Widyarto Rr. Luh Putu Indung Saci S P Ruspawati, Ida Ayu Wimba Santi, Ni Nyoman Pertiwi Ari SEPTYAN NUR FADHOLI, DAFID Suarya Putra, I Nyoman Agus Sudibya, I Gusti Ngurah Surya, Ni Komang Okta Adi Sustiawan, I Made Aris Uttama, Putu Gde Chaksu Raditya Wahyuni, Ni Komang Sri Wahyuriani, Ni Wayan Ratih Wayan Karja WAYAN PARAMARTHA, Winata, I Gede Awangga Surya Putra Yanti Heriyawati