Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Pembelajaran Ekstrakurikuler Matembang Sekar Madya di SMP Negeri 4 Sukawati untuk Melestarikan Karya Sastra Bali Sustiawan, I Made Aris; Sustiawati, Ni Luh; Mawan, Gede
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: This study aims to analyze the implementation of extracurricular learning of matembang sekar madya at SMP (Junior High School) Negeri 4 Sukawati and identify obstacles and strategies that can be applied to improve its effectiveness in preserving Balinese literary works. Research methods: It uses qualitative descriptive with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The subjects of the study consisted of extracurricular teachers, student participants in the activities, and the school. Results and discussion: Matembang sekar madya learning at SMP Negeri 4 Sukawati has been implemented systematically through a direct practice approach and guidance from expert teachers. There are several obstacles, such as lack of student interest, limited teaching resources, and minimal innovation in learning methods. Implication: With the right strategy, this extracurricular learning can be an effective means of preserving Balinese literary works while fostering students' love for regional cultural heritage.
Manajemen Pembelajaran Seni Berbasis Proyek : Studi Kasus Pada Pameran Seni Lukis di SMP Negeri 2 Bondowoso Septyan Nur Fadholi, Dafid; Sustiawati, Ni Luh; Mawan, I Gede
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 7 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i7.7250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen pembelajaran seni berbasis proyek dalam konteks pameran seni lukis di SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru seni budaya dan siswa, serta dokumentasi kegiatan pameran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dalam seni lukis mampu meningkatkan kreativitas, kerja sama, dan rasa tanggung jawab siswa. Proses pembelajaran melibatkan beberapa tahapan, yaitu perencanaan proyek, pelaksanaan, evaluasi, dan pameran karya seni sebagai produk akhir. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam mengembangkan ide, teknik melukis, dan manajemen waktu. Kegiatan pameran memberikan pengalaman autentik kepada siswa dalam mempresentasikan hasil karya mereka kepada khalayak, sekaligus membangun rasa percaya diri. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, fasilitas, dan anggaran, namun dapat diatasi melalui kolaborasi antara guru, siswa, dan pihak sekolah. Dengan demikian, manajemen pembelajaran seni berbasis proyek efektif dalam mendukung pengembangan keterampilan abad 21 seperti kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Studi ini merekomendasikan penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran seni lainnya untuk mendorong pengalaman belajar yang lebih bermakna.
PENDIDIKAN SENI SEBAGAI ALAT PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN BUDAYA BATIK DI SMK NEGERI 4 PALANGKARAYA Wahyuriani, Ni Wayan Ratih; Sustiawati, Ni Luh; Trisnawati, Ida Ayu
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v5i1.5720

Abstract

Pendidikan seni memiliki peran strategis dalam melestarikan dan mengembangkan budaya lokal seperti batik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pendidikan seni di SMK Negeri 4 Palangkaraya dapat digunakan sebagai wadah untuk pelestarian dan pengembangan budaya batik. Penelitian ini menggunakan metodologi studi kasus yang dipadukan dengan metode deskriptif kualitatif. Analisis dokumen pembelajaran, wawancara guru dan siswa, serta observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Keahlian Kriya Kreatif Batik dan Tekstil SMK Negeri 4 Palangkaraya dengan penekanan pada mata pelajaran batik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni di SMK tidak hanya mengenalkan teknik pembuatan batik, tetapi juga menyisipkan nilai-nilai budaya, sejarah, dan filosofi batik kepada siswa. Selain itu, keterlibatan siswa dalam kegiatan praktik langsung dan proyek berbasis komunitas menjadi faktor penting dalam mengembangkan potensi inovasi mereka terhadap desain batik kontemporer. Dengan demikian, pendidikan seni di SMK menjadi instrumen penting dalam menjaga keberlanjutan budaya batik sekaligus meningkatkan kreativitas siswa.
DESAIN WEBSITE INTERAKTIF SASTRA DAERAH "GO'ET" UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR INPRES CUNCA LAWIR faran, sefri; Swandi, Wayan; Sustiawati, Ni Luh
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/sw.v13i2.3349

Abstract

Go’et is a form of traditional oral literature that can be an effective medium for educating the Manggarai people, as it contains moral, social, and cultural values that are closely related to everyday life. Through go’et, the younger generation can learn about local wisdom, ethics, and respect for tradition. However, in this modern era, go’et is increasingly rarely mastered and understood by the younger generation due to the lack of direct cultural inheritance. Therefore, it is important to introduce and teach go’et from an early age, especially through formal education, so that this cultural heritage remains preserved and is able to shape the character and identity of the nation’s future generations. Addressing this issue, go’et has now been incorporated as a core topic in local curriculum subjects at the elementary school level. SD Inpres Cunca Lawir is one of the schools integrating go’et into local curriculum learning. However, in classroom implementation, discussions on go’et still face challenges, particularly regarding limited supporting facilities. Therefore, innovative learning media are needed to support the learning process so that go’et material can be presented more effectively and engagingly to students. The government’s recommendations regarding digital learning provide a solution for addressing the go’et topic digitally. The learning media were designed using the ADDIE approach and S.P. Gustami’s creation method, resulting in an interactive website for Manggarai go’et regional literature. An interactive website was chosen because it allows students to engage actively, and the website is equipped with features such as learning materials, a glossary of terms, and quizzes to encourage active student interaction.
Pelatihan Lagu Wajib Nasional dan Teknik Vokal sebagai Penguat Rasa Kebangsaan MGMP Seni Budaya SMP Kota Denpasar Ardini, Ni Wayan; Darmayuda, I Komang; Sumerjana, Ketut; Sustiawati, Ni Luh; Uttama, Putu Gde Chaksu Raditya; Winata, I Gede Awangga Surya Putra
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v4i2.6034

Abstract

Kesadaran dan minat siswa SMP di Denpasar terhadap lagu wajib nasional menurun akibat berbagai faktor. Menanggapi hal ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat ISI Bali melaksanakan pelatihan “Lagu Wajib Nasional dan Teknik Vokal sebagai Penguat Rasa Kebangsaan” di SMP Negeri 6 Denpasar selama empat bulan (Agustus–November 2025). Metode yang digunakan meliputi workshop, diskusi sejarah dan nilai kebangsaan, praktik langsung, serta evaluasi dengan strategi Component Display Theory (CDT) yang terdiri dari fase presentasi, praktik, dan uji unjuk kerja. Hasil kegiatan meliputi peningkatan kemampuan guru dalam teknik vokal lagu wajib nasional, publikasi artikel ilmiah, modul pelatihan teknik vokal, video dokumentasi pelatihan, dan penguatan jaringan MGMP seni budaya antar guru. Implikasi kegiatan ini adalah terbangunnya fondasi berkelanjutan untuk program kebangsaan berbasis seni musik serta tersedianya laporan dan publikasi sederhana sebagai penunjang keberlanjutan program.
Kembalikan Baliku Community’s Concept of Janger Semara Ratih Dance and the Interest of Jakarta’s Young Generation Permata, Faizha Dyah; Trisnawati, Ida Ayu; Sustiawati, Ni Luh
Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jacam.v3i1.3701

Abstract

This research was conducted to examine the concept of the Janger Semara Ratih dance work which aims to attract the interest of visitors to the Indonesia Kaya Gallery, especially the younger generation. This research was conducted using qualitative methods. This was carried out in an interview process with the Janger Dance choreographer Semara Ratih, founder of the Kembalikan Baliku Community. Apart from that, data can also be obtained from recordings of the Janger Semara Ratih dance, choreographer interviews from several media and supporting books that match the focus of the discussion. The traditional art of Balinese dance is still very popular among the younger generation, especially in the city of Jakarta, Indonesia. There is a dance community in Jakarta, founded three years ago which presents a dance performance entitled Janger Semara Ratih. This dance work has been performed at an annual event namely Indonesian Cultural Heritage and also at regular events at the Indonesia Kaya Gallery. The Janger Semara Ratih dance work was performed by several dancers who are members of the Kembalikan Baliku Community. This performance is presented to attract the interest of the younger generation in Jakarta to help preserve Balinese dance arts by providing story concepts related to the lives of today's young people.
Baris Sesandaran Dance as a Medium in Developing Character Education Negara, I Gede Oka Surya; Wahyuni, Ni Komang Sri; Sustiawati, Ni Luh
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 4 No 3 (2023): SettingsVol 4 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51172/jbmb.v4i3.304

Abstract

Purpose: Sesandaran Baris Dance was created as a medium for developing character education. Research method: The creation method involves three stages, namely exploration, improvisation and forming which are still based on the basic elements of Balinese dance such as agem, tandang, tangkis, dan tangkep. The structure of the work consists of pepeson, pengawit, pengawak, pengecet, and pekaad. Furthermore, the study is descriptive qualitative in order to explain that the Baris Sesandaran dance is able to show as a medium for developing character education. Results and discussion: Baris Sesandaran Dance, a new creation inspired by the art of Barong Landung from Banjar Kaliungu Kelod Denpasar which has been stored for 17 years. This dance has a religious theme, puts more emphasis on the expression of will, performed by 8 male dancers carrying incense props, dancing while interspersed with singing songs together and shouting at each other as an identity in the Barong Landung art. This reciprocal song is called Sesandaran. Implications: The Baris Sesandaran dance is able to show as a vehicle for developing character education and as the development of the Barong Landung art in the form of a creational dance so that it can be passed on to the next generation.abstracts in English.
Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow Dalam Proses Pembelajaran Seni Karawitan di SMP Negeri 1 Kubutambahan Dana, I Komang Restika; Ardini, Ni Wayan; Sustiawati, Ni Luh
Jurnal Penelitian Mahasiswa Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): Mei
Publisher : STKIP AGAMA HINDU SINGARAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36663/jpmi.v4i2.732

Abstract

Motivation can influence human behavior in ways such as increasing enthusiasm, passion, and fulfilling one's own needs to achieve certain goals. Needs at the lowest level are physiological needs, while needs at the highest level are self-actualization needs proposed by Abraham Maslow in his hierarchy of needs theory. The results of this research are that the needs of students are met in the process of learning musical arts in extracurricular karawitan activities at SMP Negeri 1 Kubutambahan, namely: (1) Physiological needs; (2) Security needs; (3) The need for belonging and affection; (4) Reward needs; and (5) Self-actualization needs. This research was designed using qualitative research methods with Abraham Maslow's motivation theory approach and an analytical descriptive approach, meaning that the results of the discussion in this research are described in the form of words or sentences according to data that has been obtained from various sources. The data collection method used was complete participant observation.
Eksistensi Tari Tradisional Megoak-Goakan sebagai Etnisitas Budaya di Kabupaten Buleleng Sustiawati, Ni Luh; Cerita, I Nyoman; Suryatini, Ni Ketut
PANGGUNG Vol 31 No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i4.1854

Abstract

Tari tradisional Magoak-goakan merupakan refleksi budaya lokal kabupaten Buleleng yang sarat dan kuat dengan nilai-nilai etika, estetika, dan logika. Sebagai representasi etnisitas budaya, tarian ini merupakan warisan leluhur masyarakat Bali Utara dan telah menjadi khasanah budaya Bali yang adiluhung. Tari ini terinspirasi dari permainan tradisional Magoak-goakan yang dicetuskan oleh Raja Buleleng Ki Barak Panji Sakti pada tahun 1660 M di desa Panji, kecamatan Sukasada. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keberadaan tari tradisional Magoak-goakan. Penelitian ini berpendekatan kualitatif, teknik pengumpulan datanya digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa eksistensi tari tradisional Magoak-goakan memiliki peranan penting dalam kehidupan sosiokultural masyarakat Buleleng sehingga perlu dilestarikan dan dikembangkan berdasarkan entitas dan kualitas serta kaedah-kaedah yang dimiliki. Peran penting lainnya sebagai sumber pembelajaran seni budaya di sekolah, khususnya pada kompetensi mengapresiasi dan mengekspresikan seni tradisi.Kata kunci: eksistensi, tari megoak-goakan, suku, dan budaya
Pelatihan Mengaransemen Lagu Rakyat Bali untuk Guru Seni Budaya SMP Kabupaten Buleleng Darmayuda, I Komang; Ardini, Ni Wayan; Sustiawati, Ni Luh
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i2.3758

Abstract

Mata pelajaran seni musik menuntut keterampilan guru dalam mengorganisasi materi pembelajaran dan memberikan demonstrasi permainan lagu dan musik. Namun para guru seni budaya Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kabupaten Buleleng belum memahami teknik mengaransemen lagu dalam bentuk vokal kelompok pada mata pelajaran seni musik khususnya pada kompetensi dasar teknik pengembangan ornamentasi ritmis maupun melodis lagu dalam bentuk vokal kelompok. Oleh karena itu, mereka membutuhkan suatu pelatihan. Program pelatihan yang berlangsung selama enam bulan sejak 05 April 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam hal pengetahuan dan keterampilan praktis tentang teknik mengaransemen lagu rakyat Bali dalam bentuk vokal kelompok.; Sasaran Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah guru-guru seni budaya (SMP) di Kabupaten Buleleng, dengan jumlah peserta 30 orang, sebagai perwakilan dari masing-masing SMP. Metode yang digunakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah workshop, diskusi dan sharing session, praktik langsung, dan evaluasi serta umpan balik. Proses PKM telah dilaksanakan melalui tahap presentasi dan praktik. Hasilnya menunjukkan bahwa guru-guru mampu mengaplikasikan keterampilan aransemen dalam pengajaran seni music dengan sangat disiplin, antusias dan sangat responsif dalam mengikuti praktik mengaransemen lagu. Guru telah memahami dan mampu mempraktikan cara mengaransemen lagu rakyat Bali dalam bentuk vokal kelompok. Pelatihan aransemen ini dapat lebih meningkatkan kompetensi guru dalam bidang music dan seni budaya serta dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan memberikan guru SMP Kabupaten Bulelelng teknik dan metode baru untuk mengajarkan seni musik.
Co-Authors Adipurwa, A.A. Trisna Ardanari Anak Agung Ayu Mayun Artati Anak Agung Gde Bagus Udayana Andreani, Ni Putu Elvian Arthur Supardan Nalan Cerita, I Nyoman Dana, I Komang Restika Darmayuda, I Komang Dewi, Ni Putu Rahayu Mas Ruscita faran, sefri Gede Pasek Putra Adnyana Yasa Gusti Ayu Ratih Candra Giri I Gede Mawan I Gede Mudana I Gede Oka Surya Negara I Ketut Sariada I Ketut Sariada, I Ketut I Komang Rio Saputra Dinata I Komang Sudirga I Nyoman Cerita I Nyoman Larry Julianto I Wayan Mudra, I Wayan I Wayan Paramartha I Wayan Suardana I Wayan Swandi Ida Ayu Trisnawati, Ida Ayu Iriani, Ni Wayan Iriani, Ni Wayan Jatnika, Anggit Junedi, Rindi Kadek Ayu Juni Aryani Ketut Sumerjana, Ketut Ketut Tara Listiawan KOMAMG AGUS TRIADI KISWARA Kusuma, Putu Sandra Devindriati Nalan, Arthur S. Ni Kadek Febrianggi Setiawati Ni Ketut Suryatini Ni Ketut Suryatini Ni Ketut Suryatini Ni Ketut Suryatini Ni Ketut Suryatini, Ni Ketut Ni Luh Ayu Cempaka Dewi Ni Luh Desi In Diana Sari, Ni Luh Desi In Ni Made Arshiniwati Ni Made Dian Widiastuti Ni Made Ruastiti Ni Made Yuni Suwandari Ni Putu Ayu Aneska Rastini Ni Putu Laras Purnamasari Ni Wayan Ardini, Ni Wayan Ni Wayan Ratih Wahyuriani Ni Wayan Suratni Paramaditya, Putu Vinka Permata, Faizha Dyah Putu Gde Chaksu Raditya Uttama Putu Riska Yanthi Rano Sumarno Rinto Widyarto Rr. Luh Putu Indung Saci S P Ruspawati, Ida Ayu Wimba Santi, Ni Nyoman Pertiwi Ari SEPTYAN NUR FADHOLI, DAFID Sri Repelita, Malona Suarya Putra, I Nyoman Agus Sudibya, I Gusti Ngurah Surya, Ni Komang Okta Adi Sustiawan, I Made Aris Uttama, Putu Gde Chaksu Raditya Wahyuni, Ni Komang Sri Wahyuriani, Ni Wayan Ratih Wayan Karja WAYAN PARAMARTHA, Winata, I Gede Awangga Surya Putra Yanti Heriyawati