Claim Missing Document
Check
Articles

SENI YANG MENGEDUKASI: MENGGALI POTENSI PENDIDIKAN DALAM KARYA SENI WAYAN PARAMARTHA,; NI LUH SUSTIAWATI,; KOMAMG AGUS TRIADI KISWARA
WIDYANATYA Vol 6 No 1 (2024): Widyanatya: Jurnal Pendidikan Agama dan Seni
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni memiliki potensi besar untuk menjadi alat pendidikan yang kuat dalam pengembangan kreativitas, pemikiran kritis, dan pemahaman yang mendalam tentang dunia. Dalam konteks ini, penting untuk menggali potensi pendidikan dalam karya seni dan memahami bagaimana seni dapat digunakan secara efektif dalam konteks pendidikan formal dan informal. Abstrak ini membahas tentang pentingnya seni dalam pendidikan, menguraikan beberapa pendapat ahli tentang bagaimana seni dapat mengedukasi penonton melalui berbagai media, termasuk seni visual, musik, film, dan seni pertunjukan. Selain itu, abstrak ini juga membahas tentang manfaat integrasi seni dalam kurikulum pendidikan, serta metodologi penulisan yang tepat untuk menggali potensi pendidikan dalam karya seni. Diharapkan bahwa pemahaman yang lebih baik tentang peran seni dalam pendidikan akan membantu dalam meningkatkan pengakuan terhadap pentingnya seni dalam pengembangan holistik pesertadidik dan mendorong pengembangan pendidikan yang lebih beragam dan inklusif.
Inventory And Documentation For Bebali Mask Dance Ni Luh Sustiawati; I Ketut Sariada
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/lekesan.v3i1.1100

Abstract

The objective of this research is to describe the kinds and the function of Bebali mask dances in each regency or municipality in Bali province and the perception of the public about them. This research was conducted in 9 districts / cities in Bali, namely Jembrana, Buleleng, Tabanan, Badung, Denpasar, Gianyar, Klungkung, Bangli and Karangasem, each represented by the two villages that develop the Bebali Mask dance. This research intended to expose a phenomenon, therefore it applies the phenomenological qualitative approach. It was chosen due to the consideration that this research is focused upon action or activity by one or more people related to the making of inventory and documenting the Bebali mask dance in Bali province, by classifying the kinds and functions of Bebali mask dances and by uncovering the perception of the public concerning the Bebali mask dance in the regencies/municipalities in Bali. The result shows that almost all instances of Bebali mask dance, especially the Pajegan variety, is connected with religious rituals, such as the Dewa Yadnya, Resi Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, and Bhuta Yadnya. The Bebali mask dance in the province of Bali symbolizes the cycle of human life which can be described as a circle where life rotates naturally. The mask dance contains an ideal of how to live a life, that is to strike a balance between the adoration of the Divine and compassion and duty to fellow men and love of nature, which in Hindu philosophy is called “Tri Hita Karana”.
Kembalikan Baliku Community’s Concept of Janger Semara Ratih Dance and the Interest of Jakarta’s Young Generation Permata, Faizha Dyah; Trisnawati, Ida Ayu; Sustiawati, Ni Luh
Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jacam.v3i1.3701

Abstract

This research was conducted to examine the concept of the Janger Semara Ratih dance work which aims to attract the interest of visitors to the Indonesia Kaya Gallery, especially the younger generation. This research was conducted using qualitative methods. This was carried out in an interview process with the Janger Dance choreographer Semara Ratih, founder of the Kembalikan Baliku Community. Apart from that, data can also be obtained from recordings of the Janger Semara Ratih dance, choreographer interviews from several media and supporting books that match the focus of the discussion. The traditional art of Balinese dance is still very popular among the younger generation, especially in the city of Jakarta, Indonesia. There is a dance community in Jakarta, founded three years ago which presents a dance performance entitled Janger Semara Ratih. This dance work has been performed at an annual event namely Indonesian Cultural Heritage and also at regular events at the Indonesia Kaya Gallery. The Janger Semara Ratih dance work was performed by several dancers who are members of the Kembalikan Baliku Community. This performance is presented to attract the interest of the younger generation in Jakarta to help preserve Balinese dance arts by providing story concepts related to the lives of today's young people.
Creation of Learning Videos on Balinese Folk Song Arrangements for Junior High School Art and Culture Teachers in Buleleng Regency and Denpasar City Ni Luh Sustiawati; Ni Wayan Ardini; I Komang Darmayuda
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 39 No 3 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v39i3.2772

Abstract

The purpose of this research is to comprehend the learning of group vocal arrangements including their forms and stages for the environment of arts and culture teachers at junior high school in Buleleng Regency and Denpasar City through making related learning videos. The research method used is qualitative and quantitative, with data collection techniques through interviews, observation, document study, discography, and questionnaire. The theory used is the theory of analysis of the form and structure of the song and the theory of function. Primary data sources were obtained from interviews, observations, and discography (VCD). Secondary data was obtained from books, journals, and internet materials. The results showed that by providing material for Balinese folk songs arrangement in group vocals at the level of junior high school teachers in Buleleng Regency and Denpasar City through a video learning process, students' interest in learning music arrangement increased and allowed them to practice directly conveying the results of the arrangement in group vowel form.
Pelatihan Mengaransemen Lagu Rakyat Bali untuk Guru Seni Budaya SMP Kabupaten Buleleng Darmayuda, I Komang; Ardini, Ni Wayan; Sustiawati, Ni Luh
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i2.3758

Abstract

Mata pelajaran seni musik menuntut keterampilan guru dalam mengorganisasi materi pembelajaran dan memberikan demonstrasi permainan lagu dan musik. Namun para guru seni budaya Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kabupaten Buleleng belum memahami teknik mengaransemen lagu dalam bentuk vokal kelompok pada mata pelajaran seni musik khususnya pada kompetensi dasar teknik pengembangan ornamentasi ritmis maupun melodis lagu dalam bentuk vokal kelompok. Oleh karena itu, mereka membutuhkan suatu pelatihan. Program pelatihan yang berlangsung selama enam bulan sejak 05 April 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam hal pengetahuan dan keterampilan praktis tentang teknik mengaransemen lagu rakyat Bali dalam bentuk vokal kelompok.; Sasaran Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah guru-guru seni budaya (SMP) di Kabupaten Buleleng, dengan jumlah peserta 30 orang, sebagai perwakilan dari masing-masing SMP. Metode yang digunakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah workshop, diskusi dan sharing session, praktik langsung, dan evaluasi serta umpan balik. Proses PKM telah dilaksanakan melalui tahap presentasi dan praktik. Hasilnya menunjukkan bahwa guru-guru mampu mengaplikasikan keterampilan aransemen dalam pengajaran seni music dengan sangat disiplin, antusias dan sangat responsif dalam mengikuti praktik mengaransemen lagu. Guru telah memahami dan mampu mempraktikan cara mengaransemen lagu rakyat Bali dalam bentuk vokal kelompok. Pelatihan aransemen ini dapat lebih meningkatkan kompetensi guru dalam bidang music dan seni budaya serta dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan memberikan guru SMP Kabupaten Bulelelng teknik dan metode baru untuk mengajarkan seni musik.
Integrating Learning Management System and Clasification Learning Media Based On Two Dimension Animation Suarya Putra, I Nyoman Agus; Sustiawati, Ni Luh; Udayana, Anak Agung Gde Bagus; Suardana, I Wayan
IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems) Vol 18, No 2 (2024): April
Publisher : IndoCEISS in colaboration with Universitas Gadjah Mada, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijccs.94981

Abstract

This research aims to combine the advantages of LMS technology with the potential of two-dimensional animated learning media in an educational context. This research explores the basic concept of a Learning Management System (LMS) and its advantages in providing a structured platform for delivering learning material, student-teacher interaction, and evaluating learning progress. LMS offers broad accessibility, student progress tracking, and the ability to facilitate collaborative learning. The research focus shifted to the potential of two-dimensional animation-based classification learning media. Two-dimensional animation offers interesting and engaging visualizations and can help students understand complex concepts better. In this context, this research integrates the visual power of animation with the learning structure provided by the LMS. This integration is expected to increase student engagement, facilitate a deeper understanding of concepts, and increase information retention. In addition, this combination is also expected to improve the overall quality of teaching by enabling the use of more innovative and interactive teaching methods. This research aims to contribute to our understanding of how learning technology can be integrated effectively to improve student's learning experiences. Thus, it is hoped that the results of this research can provide valuable insight into the development of better learning practices.
VIDEO PEMBELAJARAN MENGARANSEMEN LAGU RAKYAT BALI DALAM BENTUK VOKAL KELOMPOK Sustiawati, Ni Luh; Ardini, Ni Wayan; Darmayuda, I Komang
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi para guru seni budaya adalah belum tersedianya video pembelajaran mengaransemen lagu dalam bentuk vokal kelompok pada mata pelajaran seni musik khususnya di kelas IX (Sembilan) semester 1-2, pada kompetensi dasar teknik pengembangan ornamentasi ritmis maupun melodis lagu dalam bentuk vokal kelompok. Penelitian ini berfokus pembuatan video pembelajaran mengaransemen lagu dalam bentuk vokal kelompok. Materi video pembelajaran ini mencakup (1) pengetahuan teknik arransemen lagu untuk vokal kelompok; (2) pengetahuan teknik/cara mengembangkan melodi lagu dalam bentuk vokal kelompok; (3) membuat, pengembangan melodi lagu secara sederhana untuk vokal kelompok; (4) menampilkan hasil arransemen lagu untuk vokal kelompok. Penelitian ini berpendekatan research and development [R&D] dengan prosedur pengembangan model Borg & Gall melalui beberapa tahapan yaitu (1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan; (2) menciptakan produk awal; (3) validasi ahli dan revisi; (4) uji coba perorangan dan revisi produk; (5) uji coba kelompok kecil dan revisi produk. Teknik pengumpulan data digunakan angket, dan wawancara. Teknik analisis data digunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran mengaransemen lagu dalam bentuk vokal kelompok sangat layak sebagai media pembelajaran seni musik, karena sangat membantu guru dalam mencapai efektivias pembelajaran seni musik baik teori maupun praktek, dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pembelajaran, dapat merangsang minat belajar siswa untuk lebih mandiri, serta siswa aktif dan termotivasi untuk mempraktekkan latihan.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI ISWARA PARAMAPUJA DI SMA NEGERI 1 TABANAN Santi, Ni Nyoman Pertiwi Ari; Sustiawati, Ni Luh; Iriani, Ni Wayan
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1711

Abstract

Proses penelitian ini diawali dengan need assessmet yaitu menidentifikasi persoalan-persoalan terkait dengan pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita di Sanggar Seni Tedung Agung, Desa Ubud, Kabupaten Gianyar. Hasil need assessment menunjukkan bahwa guru belum menggunakan media pembelajaran berupa video pembelajaran dalam penyampaian materi. Tari Baris Tuggal ini merupakan salah satu tari klasik yang perlu diperhatikan dan dilestarikan. Tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita sangat unik dan menarik karena memiliki beberapa ciri khas gerakan, seperti: (tayog sengkok, angsel nyerere, angsel nyogroh, angsel keled, angsel nyaup lamak, angsel ngijig, angsel ngejer gelungan dan angsel tayung), dan merupakan tari dasar yang sangat sesuai diajarkan sebagai dasar awal belajar tari Bali putra bagi anak-anak yang masih pemula. Maka dari itu peneliti tertarik untuk mengembangkan produk berupa materi tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dilengkapi dengan Video Pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development) melalui beberapa tahapan yaitu: penentuan model pengembangan, prosedur pengembangan dan uji coba produk. Data yang dihasilkan berupa data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan penyekoran, sedangkan data kualitatif diperoleh berupa komentar dan saran. Hasil penelitian adalah (1) proses pembuatan video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dilakukan dengan menganalisis tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita pada aspek sejarah tari, ragam gerak, struktur dan pola lantai, tata rias dan busana serta bentuk tari secara keseluruhan yang dikemas dalam DVD. (2) Uji ahli isi, uji ahli media pembelajaran, dan uji guru tari terhadap video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita. Hasil validasi dari uji ahli isi diperoleh total skor 24 dengan persentase 100%. Dari uji media pembelajaran diperoleh total skor 19 dengan persentase 95%. Sedangkan hasil dari uji guru tari diperoleh total skor 31 dengan persentase 96,87%, ini berarti produk yang dikembangkan masuk kedalam kategori sangat layak dan tidak perlu direvisi. (3) Validasi uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil dilakukan pada peserta didik dari Sanggar Seni Tedung Agung, Desa Ubud, Kabupaten Gianyar, menunjukkan bahwa video pembelajaran tari Baris Tunggal gaya I Nyoman Cerita dalam kategori sangat layak dan tidak perlu direvisi.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI SEKAR CEMPAKA DI SMA NEGERI SATU ATAP LEMBONGAN, KLUNGKUNG Surya, Ni Komang Okta Adi; Sustiawati, Ni Luh; Ruspawati, Ida Ayu Wimba
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1712

Abstract

Media audio-visual adalah media yang mengandalkan indera pendengaran dan indera penglihatan, salah satu fungsi media audio-visual adalah sebagai alat bantu pembelajaran, yang ikut mempengaruhi situasi, kondisi dan lingkungan belajar dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah diciptakan dan didesain oleh guru. Media video merupakan salah satu jenis media audio visual. Mata pelajaran seni budaya dalam bidang seni tari di SMA Negeri Satu Atap Lembongan belum menggunakan media pembelajaran audio-visual. Hal ini berdampak pada jalannya materi seni tari dan berpengaruh kepada peserta didik yang kurang memahami materi sehingga pembelajaran terjadi kurang efektif , dengan adanya video pembelajaran tari Sekar Cempaka peserta didik akan lebih mudah memahami isi dari video tersebut. Penelitian ini difokuskan pada proses pembuatan video pembelajaran tari Sekar Cempaka, proses validasi uji ahli, proses uji perorangan, dan uji kelompok kecil. Penelitian ini berpendekatan penelitian pengembangan atau research and development. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa observasi, wawancara dan angket. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang dianalisis dengan skor dan data kualitatif berupa komentar dan saran dianalisis secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah proses pembuatan video, diawali dengan analisis materi tari Sekar Cempaka mencakup sejarah,sinopsis, fungsi, iringan, ragam gerak, struktur, pola lantai, tata rias, tata busana dan tari Sekar Cempaka secara keseluruhan yang dikemas dalam DVD. Setelah video pembelajaran terbentuk, selanjutnya dilakukan validasi oleh uji ahli. Hasil penilaian uji ahli seni tari, ahli media, guru seni budaya terhadap video pembelajaran tari Sekar Cempaka, bahwa video pembelajaran sangat layak dan tidak perlu direvisi. Selanjutnya dilakukan uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil pada siswa kelas XI IPA dan IPS SMA Negeri Satu Atap Lembongan. Hasil uji coba menunjukan bahwa video pembelajaran tari Sekar Cempaka dalam kategori sangat layak.
IMPLEMENTASI PROGRAM KOMUNITAS PECINTA SENI DAERAH DI SEKOLAH PENGGERAK SMP NEGERI 1 PUPUAN TABANAN Dewi, Ni Putu Rahayu Mas Ruscita; Sustiawati, Ni Luh; Kusuma, Putu Sandra Devindriati
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3087

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Implementasi Program Komunitas Pecinta Seni Daerah di Sekolah Penggerak SMP Negeri 1 Pupuan Tabanan. Program Komunitas Pecinta Seni Daerah merupakan program yang dibuat dengan tujuan meningkatkan kreativitas peserta didik dalam bidang seni khusunya seni daerah/seni yang berkembang di daerah sekitar dengan tujuan untuk mewujudkan pendidikan karakter peserta didik di SMP Negeri 1 Pupuan yaitu Profil Pelajar Pancasila. Latar belakang dibentuknya program ini adalah sebagai pelestarian seni budaya daerah dengan kultur masyarakat Pupuan yang bernuansa keanekaragaman suku (Bali, Tionghoa/Cina, Jawa dan Madura) dan agama (Hindu, Islam, Budha dan Kristen). Rumusan masalah pada penelitian ini membahas tentang bagaimana kebijakan, implementasi serta apa faktor pendukung & penghambat Implementasi Program Komunitas Pecinta Seni Daerah di Sekolah Penggerak SMP Negeri 1 Pupuan Tabanan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teori implementasi program menurut David C. Korten. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam serta dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi/menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (a) program, program Komunitas Pecinta Seni Daerah atau Kopi Sianida sudah baik dikarenakan beberapa aspek yaitu adanya alasan yang melatarbelakangi dibuatnya program serta adanya kebijakan yang diambil dalam mencapai tujuan program, (b) organisasi pelaksana, yaitu adanya organisasi pelaksana yang jelas mulai dari dibentuknya Komunitas Belajar sebagai perwujudan Sekolah Penggerak hingga diwujudkan melalui pelatihan melalui ekstrakurikuler oleh guru pembina serta kesesuaian antara tugas program dengan organisasi pelaksana hal ini dibuktikan dengan baiknya pelaporan dan pelaksanaan program Komunitas Pecinta Seni Daerah, (c) kelompok sasaran, target atau kelompok sasaran yang jelas dari program Kopi Sianida sehingga tujuan program dapat tercapai seperti meningkatnya kreativitas peserta didik serta kesadaran dalam menjaga dan melestarikan seni dan budaya.
Co-Authors Adipurwa, A.A. Trisna Ardanari Anak Agung Ayu Mayun Artati Anak Agung Gde Bagus Udayana Andreani, Ni Putu Elvian Arthur Supardan Nalan Cerita, I Nyoman Dana, I Komang Restika Darmayuda, I Komang Dewi, Ni Putu Rahayu Mas Ruscita faran, sefri Gede Pasek Putra Adnyana Yasa Gusti Ayu Ratih Candra Giri I Gede Mawan I Gede Mudana I Gede Oka Surya Negara I Ketut Sariada I Ketut Sariada, I Ketut I Komang Rio Saputra Dinata I Komang Sudirga I Nyoman Cerita I Nyoman Larry Julianto I Wayan Mudra, I Wayan I Wayan Paramartha I Wayan Suardana I Wayan Swandi Ida Ayu Trisnawati, Ida Ayu Iriani, Ni Wayan Iriani, Ni Wayan Jatnika, Anggit Junedi, Rindi Kadek Ayu Juni Aryani Ketut Sumerjana, Ketut Ketut Tara Listiawan KOMAMG AGUS TRIADI KISWARA Kusuma, Putu Sandra Devindriati Nalan, Arthur S. Ni Kadek Febrianggi Setiawati Ni Ketut Suryatini Ni Ketut Suryatini Ni Ketut Suryatini Ni Ketut Suryatini Ni Ketut Suryatini, Ni Ketut Ni Luh Ayu Cempaka Dewi Ni Luh Desi In Diana Sari, Ni Luh Desi In Ni Made Arshiniwati Ni Made Dian Widiastuti Ni Made Ruastiti Ni Made Yuni Suwandari Ni Putu Ayu Aneska Rastini Ni Putu Laras Purnamasari Ni Wayan Ardini, Ni Wayan Ni Wayan Ratih Wahyuriani Ni Wayan Suratni Paramaditya, Putu Vinka Permata, Faizha Dyah Putu Gde Chaksu Raditya Uttama Putu Riska Yanthi Rano Sumarno Rinto Widyarto Rr. Luh Putu Indung Saci S P Ruspawati, Ida Ayu Wimba Santi, Ni Nyoman Pertiwi Ari SEPTYAN NUR FADHOLI, DAFID Sri Repelita, Malona Suarya Putra, I Nyoman Agus Sudibya, I Gusti Ngurah Surya, Ni Komang Okta Adi Sustiawan, I Made Aris Uttama, Putu Gde Chaksu Raditya Wahyuni, Ni Komang Sri Wahyuriani, Ni Wayan Ratih Wayan Karja WAYAN PARAMARTHA, Winata, I Gede Awangga Surya Putra Yanti Heriyawati