Claim Missing Document
Check
Articles

Kinerja Ekonomi Industri Informal Berbasis Pertanian di Kabupaten Bandung Charina, Anne; Kusumo, Rani Andriani Budi; Mukti, Gema Wibawa
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i1.16562

Abstract

This study is motivated by the large number of informal agriculture-based industries in Bandung Regency that have survived for more than one generation. How their economic performance is interesting and important to study, amidst the many limitations and problems faced by the informal industry. A mixed method approach was used in this study. 115 informal agriculture-based industry units were selected as samples using the simple random sampling technique. Qualitative data were analyzed using the Thematic Analysis principle assisted by N-Vivo 12 software, while quantitative data processing for measuring economic performance used descriptive statistics. The results of the study show that the economic performance of the majority of informal agriculture-based industries (60%) has a Net Profit Margin of 5-19%, and 13% has an NPM >20% while 27% has an NPM <5%. The level of competition, innovation, market access and entrepreneur characteristics are factors that must be considered in improving economic performance in the informal industry.
Kolaborasi Aktor dalam Ekosistem Wirausaha Pertanian (Sebuah Pengalaman pada Petani Muda Hortikultura di Jawa Barat) Mukti, Gema Wibawa; Charina, Anne; Kusumo, Rani Andriani Budi
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i1.17478

Abstract

This paper aims to study the collaboration between actors in the horticultural agricultural entrepreneurship ecosystem in West Java. The research method used in this paper is descriptive - qualitative analysis, with the focus of analysis on the quadruple helix collaboration between farming actors, government, universities and the agricultural industry, analyzing the knowledge transfer process carried out among the actors involved, to develop agricultural entrepreneurship. The results explain that strengthening human resources and agricultural institutions are the main aspects in creating a competitive and productive agricultural entrepreneurship ecosystem. In its implementation, the programs have helped farmers in the development of farming, both in terms of onfarm cultivation and farm management. But on the other hand, the implementation of the program in the field is still limited and not sustainable. To overcome this, synergistic collaboration is needed among the actors involved (government, universities, industry and farming actors). Information disclosure and intense communication can help the synergy process, so that the actors involved can strengthen each other, facilitating the achievement of activity outcomes, namely creating a conducive, productive and competitive agricultural entrepreneurship ecosystem.
SOSIALISASI PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PRODUKSI PADI BERKUALITAS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PETANI DI KABUPATEN INDRAMAYU Wiyono, Sulistyodewi Nur; Kusumo, Rani Andriani Budi; Sadeli, Agriani Hermita; Utami, Hesty Nurul
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 4 (2024): Desember : 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i4.58707

Abstract

Standar kualitas produk yang semakin tinggi akan memberikan harga yang lebih baik bagi produsen. Produsen diharapkan tidak hanya mengutamakan label produk berkualitas, namun pemberlakuan standar kualitas mulai dari proses hulu produksi yang akan mempengaruhi hasil produksi di hilir. Kegiatan ini bertujuan agar petani padi konvensional mendapatkan materi petunjuk teknis budidaya dan diharapkan dapat menerapkannya sehari-hari dalam proses produksi padi sawah di Kabupaten Indramayu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga diharapkan dapat bermanfaat sebagai sosialisasi manajemen produksi pertanian berstandar kualitas. Peserta kegiatan merupakan anggota dan pengurus Gapoktan berjumlah 28 orang yang termasuk usia dewasa 30-75 tahun sehingga metode kegiatan yang digunakan adalah metode pembelajaran orang dewasa melalui teknik diskusi. Hasil seluruh kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan, peserta memberikan respon positif dan antusias dalam menerima materi. Seiring dengan partisipasi aktif tersebut juga diharapkan dari hasil sosialisasi ini, masyarakat mampu memberikan kontribusi terhadap tingkat pengetahuan petani padi di Kabupaten Indramayu.Higher product quality standards will provide better prices for producers. Producers are expected to not only prioritise the quality product label, but the implementation of quality standards starting from the upstream production process that will affect downstream production results. This activity aims to provide conventional rice farmers with technical guidance on cultivation and is expected to apply it daily in the production process of paddy rice in Indramayu Regency. This community service activity is also expected to be useful as a socialisation of quality standard agricultural production management. The activity participants were members and administrators of Gapoktan totalling 28 people who included adults aged 30-75 years so that the activity method used was the adult learning method through discussion techniques. The results of all socialisation activities carried out, participants gave a positive response and were enthusiastic in receiving the material. Along with the active participation, it is also expected that from the results of this socialisation, the community will be able to contribute to the level of knowledge of rice farmers in Indramayu Regency.
Pengaruh Efikasi Diri Terhadap Perilaku Kewirausahaan Petani Muda Hortikultura di Sentra Agribisnis Provinsi Jawa Barat Wibawa Mukti, Gema; Budi Kusumo, Rani Andriani; Rochdiani, Dini
Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 01 (2022): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/18202234794

Abstract

This study aims to analyze entrepreneurial behavior that is influenced by self-efficacy in young horticultural farmers in agribusiness centers in West Java. This research was conducted at the horticultural agribusiness center in West Java Province which includes three districts, namely Bandung Regency, Garut Regency and Cianjur Regency. The location selection takes into account the characteristics of the area, the activities and existence of young farmers in their business, the participation of agricultural stakeholders in developing entrepreneurship in agriculture in these areas and there is a network of young farmers that is starting to develop. The research design is quantitative, which is to determine the effect of self-efficacy on entrepreneurial behavior of young farmers. The young farmers who became the sample were 200 people, with certain criteria. The confidence of young farmers in their own ability to run a business has a significant influence on the development of entrepreneurial behavior. Efforts to develop young farmers must of course be made by all parties involved. All actors involved in the horticultural agricultural ecosystem must work together and collaborate to improve the ability of farmers in running their business, so as to encourage farmers to adopt entrepreneurial behavior in farming and it is hoped that their business can grow and develop better.
Optimalisasi Lahan Pekarangan di Pedesaan Menuju Kemandirian Pangan Kusumo, Rani Andriani Budi; Mukti, Gema Wibawa; Charina, Anne
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.18156

Abstract

Kemandirian pangan merupakan aspek penting dalam mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan. Salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kemandirian pangan adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan di pedesaan. Permasalahan yang dihadapi adalah pemanfaatan lahan pekarangan masih belum optimal akibat kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola pekarangan secara produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan di Desa Juntinyuat, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Peserta dalam kegiatan PKM ini adalah 30 orang anggota PKK. Kegiatan dilakukan melalui ceramah, praktek, pemberian bantuan alat dan bahan, serta pembuatan demplot. Evaluasi dilakukan berdasarkan indikator output (terlaksananya pelatihan dan terbentuknya demplot pekarangan), outcome (peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta), serta impact (kemandirian dalam penyediaan bahan pangan). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan meningkatkan pemahaman peserta dalam teknik budidaya tanaman sayuran dan buah di pekarangan. Sekitar 70% peserta mulai memanfaatkan lahan pekarangan untuk produksi pangan, dengan peningkatan keterampilan dalam pengendalian hama dan pemeliharaan tanaman. Program ini memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan rumah tangga dan diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan masyarakat.
Pemberdayaan UMKM Pangan Melalui Peningkatan Customer Value di Desa Cijambu Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang Kusumo, Rani Andriani Budi; Hapsari, Hepi; Kurnia, Ganjar; Charina, Anne; Rachmawati, Erna
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.18213

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, UMKM pangan di Desa Cijambu menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya saing produk akibat rendahnya customer value. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil kegiatan pemberdayaan UMKM melalui peningkatan customer value. Metode yang digunakan yaitu melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Materi pelatihan yang diberikan diantaranya adalah strategi pemasaran digital, inovasi kemasan, serta peningkatan kualitas produk dan sertifikasi. Sementara itu, kegiatan pendampingan dilakukan untuk mendampingi peserta dalam mendaftarkan sertifikasi PIRT dan halal, serta pendampingan pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya peningkatan customer value, kemasan yang menarik, pentingnya sertifikasi, serta pemasaran digital. Meskipun masih terdapat tantangan seperti keterbatasan akses teknologi, program ini terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing UMKM pangan di Desa Cijambu. Keberlanjutan program memerlukan dukungan berbagai pihak guna memastikan dampak jangka panjang bagi pertumbuhan UMKM lokal.
PERILAKU KONSUMSI MINUMAN HERBAL PADA MASA PANDEMI COVID-19 DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERKORELASI DENGANNYA Rasmikayati, Elly; Kusumo, Rani Andriani Budi; Saefudin, Bobby Rachmat
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3792

Abstract

Efforts that can be made to avoid being exposed to viruses are by changing your lifestyle to be healthier, one way is to increase the body's immunity through consuming herbal drinks which can maintain the body's resistance to virus attacks. There are economic and non-economic factors related to the herbal drink consumption. The aim of this research is to analyze relationship between economic and non-economic factors and herbal drink consumption behavior among students during the Covid-19 pandemic. The research method used in this research was a survey method of 89 respondents obtained using a SRS technique. The data analysis tools used are crosstab analysis and chi square test. The research show that in terms of economic factors, the income factor has a significant relationship with the type of herbal drink, but with other consumption variables it is not correlated. Meanwhile, the price factor has a real relationship with the frequency of herbal drink consumption, but it is not correlated with other consumption variables. Meanwhile, for non-economic factors, the knowledge factor is not correlated with all herbal drink consumption variables. Meanwhile, the taste factor is significantly correlated with the frequency of consumption herbal drinks, but not correlated with other consumption factor Keywords: Herbal drinks, consumption level, Covid-19. INTISARIUpaya yang dapat dilakukan agar tidak terkena virus adalah dengan merubah pola hidup menjadi lebih sehat, salah satu caranya adalah meningkatkan imunitas tubuh melalui konsumsi minuman herbal yang dapat menjaga daya tahan tubuh dari serangan virus. Terdapat beberapa faktor yang berhubungan dalam tingkat konsumsi minuman herbal, diantaranya faktor ekonomi dan non ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara faktor-faktor ekonomi dan non ekonomi dengan perilaku konsumsi minuman herbal pada mahasiswa di masa pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei terhadap 89 orang responden yang didapatkan dengan teknik simpel random sampling. Alat analisis data yang digunakan adalah analisis crosstab dan chi square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada faktor ekonomi, faktor pendapatan memiliki hubungan yang signifikan dengan jenis minuman herbal, tetapi dengan variabel tingkat konsumsi lainnya tidak berkorelasi. Sedangkan faktor harga memiliki hubungan yang nyata dengan frekuensi konsumsi minuman herbal, tetapi dengan variabel tingkat konsumsi lainnya tidak berkorelasi.Sementara itu pada faktor non ekonomi, faktor pengetahuan tidak berkorelasi dengan semua variabel tingkat konsumsi minuman herbal. Sedangkan faktor selera berkorelasi signifikan dengan frekuensi konsumsi minuman herbal, tetapi tidak berkorelasi dengan variabel faktor tingkat konsumsi yang lainnya. Kata kunci: Minuman herbal, tingkat konsumsi, Covid-19.
Karakteristik Individu Dan Usahatani Petani Mangga Yang Melakukan Kemitraan Pemasaran Di Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Majalengka Elly Rasmikayati; Rani Andriani Budi Kusumo; Yayat Sukayat; Yudistira Haikal Arisyi; Bobby Rachmat Saefudin
Paradigma Agribisnis Vol 3 No 1 (2020): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/.v3i1.3544

Abstract

Petani mangga di Kecamatan Sindang Kasih, Kabupaten Majalengka sudah cukup lama melakukan kemitraan dengan UD Wulan Jaya sebagai upaya menjangkau pemasaran mangga yang lebih luas hingga pasar ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik individu dan usahatani petani yang bermitra dengan UD Wulan Jaya dan menggali bagaimana harapan petani dalam pelaksanaan kemitraan tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dan metoda survey kepada petani mangga yang bermitra aktif dengan UD Wulan Jaya menggunakan manga, Simple Random Sampling. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu petani mangga yang bermitra dengan UD Wulan Jaya mayoritas berjenis kelamin laki-laki, berusia 46-64 tahun, berpendidikan SD, pekerjaan utamanya usahatani mangga, Pendapatan dari berusahatani mangga umumnya berkisar 11 juta hingga 32 juta rupiah per tahun. Mayoritas dari mereka sudah cukup berpengalaman dalam berusahatani mangga dan mangga semua petani menggunakan modal pribadi mereka sebagai sumber modal usahatani mangga. Sementara itu untuk karakteristik usahatani mangga umumnya dilakukan di luas lahan sedang yang berstatus lahan milik atau sewa. Jumlah pohon mangga yang mereka kuasai umumnya dibawah 150 pohon tetapi ada juga yang di atas 600 pohon, sedangkan produktivitas mangga per pohonnya umumnya dibawah 100 kg. Harapan para petani mangga terkait kemitraan ini adalah dikembangkannya mangga, pengolahan mangga dan pengembangan pola kemitraan yang lebih informatif dan terbuka. Kata kunci: karakteristik petani; karakteristik usahatani; kemitraan pemasaran mangga; petani mangga, pasar ekspor
DAMPAK BANJIR TERHADAP RUMAH TANGGA PETANI PADI (STUDI KASUS DESA SANGIANG KECAMATAN RANCAEKEK) Fauzan, Ahmad; Kusumo, Rani Andriani Budi
Agricore Vol 10, No 1 (2025): Volume 10 No 1, Juni 2025
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad dan Perhepi Komisariat Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v10i1.63739

Abstract

AbstrakRancaekek merupakan daerah yang rutin terkena banjir. Banjir pada lahan persawahan memberikan dampak merugikan. Estimasi kerugian banjir di areal pesawahan Kecamatan Rancaekek bahkan dapat mencari Rp1,407 milyar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak banjir terhadap rumah tangga petani padi, di Desa Sangiang Kecamatan Rancaekek. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa banjir selalu menggenangi seluruh lahan pesawahan. Banjir menimbulkan berbagai macam kerugian bagi rumah tangga petani, yaitu rusaknya sarana prasarana, menutup akses transportasi hingga mendorong penyebaran berbagai penyakit. Dampak signifikan banjir terjadi pada lahan seluas 4 ha dengan persentase kerugian beragam mulai dari 30%-90%. Dampak terparah terdapat pada lahan seluas 4.200m2 yang saat ini sudah tidak dapat ditanami padi secara permanen. Perubahan yang terjadi pada petani yang terkena dampak banjir terjadi menurunkan indeks pertanaman (IP) dari IP300 menjadi hanya IP200, sistem penanaman, dan peralihan fungsi lahan.Kata kunci: Banjir, dampak, padi, petani, rumahtanggaAbstractFlooding in rice fields in the Rancaekek District of Bandung Regency has caused significant economic losses. This study aims to analyze the impact of flooding on rice-farming households in Sangiang Village. The study employed a qualitative design and a case study approach. Data were collected through primary interviews with informants and secondary sources, including data from the Central Statistics Agency and the Department of Agriculture. Informants included rice-farming households affected by flooding, village and subdistrict officials, agricultural extension officers, and four community leaders in Sangiang Village. The data were analyzed using thematic analysis. The results indicate that floods consistently inundate all rice fields. Flooding has led to various losses for farming households, such as damage to infrastructure, restricted transportation access, and the spread of diseases. The most severe impact is that some plots of land can no longer be cultivated for rice permanently. However, flooding also creates opportunities for farming households with adaptive capabilities. In order to reduce the impact of flooding, disaster mitigation policies that are more adaptable to local conditions are necessary.Keywords: Paddy, farmers, flood, impact, households.
Exploring the Relationship between Agricultural Extension and Farmers’ Responses to the Kartu Tani Program: a Case of Karya Bhakti I Farmer Group in Gegesik Kidul Village, Cirebon Regency Kusumo, Rani Andriani Budi; Suminartika, Eti; Ghifari, Reza Affan
Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi Vol. 26 No. 1 (2025): Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi
Publisher : Agribusiness Department, Faculty of Agriculture, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jdse.v26i1.14755

Abstract

The government launched the Kartu Tani program to ensure a more accurate distribution of subsidised fertiliser. However, its implementation has faced several challenges, including low uptake of subsidised fertilisers by farmers. Previous studies indicate that farmers' responses to the Kartu Tani program have been less favorable. This study aims to analyse the relationship between agricultural extension activities and farmers' cognitive, affective, and conative responses in using the Kartu Tani. The research was conducted in Karya Bhakti I farmers' group in Gegesik Kidul village, Cirebon Regency, using a quantitative design. The respondents were 55 members of the Karya Bhakti I farmers group. Data were analysed descriptively and using Spearman rank correlation analysis. The results indicated a positive relationship between various indicators of agricultural extension activities and farmers' responses to the Kartu Tani program. These results highlight the crucial role of extension services in improving farmers' ability to effectively adopt the program. A more participatory approach to extension, in which farmers are actively involved in learning, identifying problems, and making decisions, has the potential to strengthen their understanding of, acceptance of, and perceived benefits from the Kartu Tani program. Improving this participatory dimension is essential for enhancing the program's long-term effectiveness and sustainability.
Co-Authors Agriani Hermita Sadeli Ahmad Fauzan Anne Charin Anne Charina Anne Charina Ardiansyah, Ikhsan Arisyi, Yudistira Haikal Aurelia Fadhilah Sari Az-Zahra, Aliffah Bobby Rachmat Saefudin Devia Destriyani Diah K Pranadji Diah K. Pranadji Dika Supyandi DIKA SUPYANDI Dini Rochdiani Elfadina, Ellisa Agri Elly Rasmikayati Elsha Munziah Endah Djuwendah Erna Rachmawati Erna Rahmawati Erni Suminar Eti Suminartika Euis Sunarti Ganjar Kurnia Ganjar Kurnia Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Getmi Nuraisah Ghifari, Reza Affan Hanna Alynda Hasna Putri Hepi Hapsari Hesty Nurul Utami Iwan Setiawan Iwan Setiawan Iwan Setiawan Jihan Marha Kuswarini Kusno Lucyana Trimo Lutfhi Juansah M. Gunardi Judawinata Mahra Arari Heryanto Megawati Simanjuntak Mohamammad Nasarullah Muhamad Rizky Wibowo Muhammad Arief Budiman Nur Syamsiah Nur Syamsiyah Nursyamsiyah Nursyamsiyah Nurulhaqq Sariwibawa Ahmad Zaeni Pandi Pardian Qanti, Sara Ratna Riwanto Tirtosudarmo Riwanto Tirtosudarmo Sara Ratna Qanti SETIAWAN, IWAN Sharhana, Nabila Della Nur Sri Fatimah Sri Fatimah Suhandi, Raisya Alviani Puteri Sulistyodewi Nur Wiyono Supriyadi Supriyadi SYARIFUL MUBAROK Tirtosudarmo, Riwanto Trisna Insan Noor Tuti Karyani Utami, Hesti Nurul Vanya Almeira Rizkika Waqi, Lutfi Ahmad Wibawa Mukti, Gema Wibawa, Gema Wieny Marma Jaya Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat YAYAT SUKAYAT Yayat Sukayat, Yayat Yosini Deliana Yosini Deliana Yossini Deliana Yudistira Haikal Arisyi Yudistira Haikal Arisyi Yuniar Dianti Fauziah Zumi Saidah