Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan antara Konsep Diri dengan Penyesuaian Sosial Remaja Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Makassar Arnitasari Arnitasari; Eva Meizara Puspita Dewi; Kurniati Zainuddin
INDONESIAN COUNSELING AND PSYCHOLOGY Vol 3, No 2: INDONESIAN COUNSELING AND PSYCHOLOGY (JUNE)
Publisher : Medan State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/icp.v3i2.43604

Abstract

Social adjustment is one of the most difficult and important developmental tasks of adolescents to help adolescents deal with their environment and society. Social adjustment is influenced by various factors, one of which is self-concept. Positive self-concept can help teenagers to making good social adjustments. This study aims to determine the relationship between self-concept and social adjustment in adolescents who live in orphanage in Makassar. The research subjects were 91 teenagers from orphanage in Makassar, which were selected using accidental sampling technique. The measuring instrument used is the self-concept scale and the social adjustment scale. The data analysis technique in this research uses the spearman rho correlation test. The results of data analysis showed a correlation coefficient of 0.391 with a significance value of 0.000 (p<0.05). The value of the correlation coefficient (r=0.391) shows that there is a positive relationship between self-concept and social adjustment in adolescents from orphanage in Makassar. A positive value on the correlation coefficient shows that the higher the self-concept, the higher the social adjustment, or vice versa. Implications: This study implies that improving self-concept in adolescents is needed to improve their social adjustment in social environment.
Efektivitas Metode Bermain Angka Terhadap Kecemasan Belajar Matematika pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Sri Rahayu; Eva Meizara Puspita Dewi; Andi Halima
Edukhasi: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60132/jip.v1i2.43

Abstract

Mathematics lessons are part of a definite science and have a structure of interconnected patterns. However, some students avoid and easily get bored when math lessons begin. The fun learning model has a play concept based on this. This study aims to test the effectiveness of the numbers game method on the math anxiety of fifth grade elementary school students. This study used a pretest-posttest control group design experimental design. The subjects in this study were 20 people who were divided into the experimental group and the control group. Respondents in this study were V grade students at the SD Inpres Bertingkat Mamajang II, Makassar City. The measuring tool used in this research is the mathematics learning anxiety scale. The data analysis technique uses hypothesis testing, namely the Independent T-Test and Paired Sample T-Test. The results of the hypothesis test show that the significance value is ρ = 0.014 < 0.05, so the hypothesis in this study is accepted so that it is said that giving the number playing method can be used as a method to reduce anxiety learning mathematics. The implication of this research is that the number playing method can be used as a method to reduce math anxiety in students.
Pengaruh Strategi Coping terhadap Kebahagiaan pada Remaja dari Keluarga yang Bercerai Rawinda Virya; Eva Meizara Puspita Dewi; Dian Novita Siswanti
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 2 No 2: Juni (2023)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perceraian orang tua merupakan salah satu sumber masalah bagi remaja dalam mendapatkan kebahagiaan, masalah yang di alami seperti narkoba, seks bebas dan gangguan perilaku. Strategi coping dibutuhkan untuk mengelola pola pikir perilaku negatif menjadi perilaku positif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh strategi coping terhadap kebahagiaan pada remaja dari keluarga yang bercerai. Responden dalam penelitian ini adalah remaja berusia 17-21 tahun dan berdomisili di Kota Makassar sebanyak 367 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dan analisis data penelitian menggunakan regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai signifikansi p=0,000. Nilai signifikansi p di bawah 0,05 (p<0,05), artinya strategi coping mempunyai pengaruh terhadap kebahagiaan. Hasil analisis menunjukkan nilai R Square sebesar 0,056 yang menunjukkan bahwa besarnya pengaruh strategi coping terhadap kebahagiaan sebesar 5,6%. Implikasi penelitian ini untuk meningkatkan perilaku atau pikiran positif demi mencapai kesuksesan dalam setiap proses kehidupan remaja.
PSIKOEDUKASI SPIRITUAL TEACHING SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK KARAKTER SISWA Eva Meizara Puspita Dewi; Ihda Al Husnayaini; Fitri Ramdani; Arfida Arfida; Fitrah Shara; Fira Zalsabila; Mei Vita; Astriyanie Nurfitri
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3: Juni-September 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i3.2094

Abstract

Pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Permasalahan yang dihadapi dalam pendidikan adalah fenomena perilaku peserta didik yang memperlihatkan kenakalan dan pelanggaran terhadap aturan serta perilaku amoral lainnya. Keterampilan yang harus dimiliki pendidik bukan hanya dari aspek kognitif saja tetapi diperlukan keterampilan yang mampu mengajarkan nilai-nilai pembentukan karakter siswa. Program edukasi spiritual teaching bertujuan untuk meningkatkan pemahaman individu mengenai strategi mengajar dengan pendekatan spiritual yang menjadi upaya untuk membentuk karakter positif siswa. Teknik pengambilan sampel dalam program ini adalah purposive sampling yang terdiri atas 146 orang dari kalangan guru, dosen dan masyarakat umum. Program edukasi ini merupakan jenis preventif dengan desain one group pretest- posttest. Alat pengumpulan data dalam program ini adalah form pertanyaan yang dijadikan pretest dan posttest yang bertujuan untuk melihat pengetahuan partisipan mengenai spiritual teaching sebagai metode mengajar sebelum dan setelah menerima materi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Rank-Test melalui program SPSS 26. Hasil analisis z sebesar -4,920b pada taraf signifikan 0,000 (p>0,05) hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman sebelum dan setelah program edukasi diberikan. Program ini menunjukkan bahwa spiritual teaching sangat signifikan menambah pengetahuan peserta mengenai pentingnya menerapkan spiritual teaching dalam meningkatkan karakter peserta didik
Pengaruh School Well-Bieng terhadap Motivasi Belajar Siswa SMK Nasional Makassar Pratiwi Lestari; Eva Meizara Puspita Dewi; Ahmad Yasser Mansyur
Jurnal Edukasi Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Edukasi
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60132/edu.v1i2.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh school well-being terhadap motivasi belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 168 siswa SMK Nasional Makassar. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert disusun berdasarkan aspek school well-being, yaitu having (kondisi sekolah), loving (hubungan sosial), being (pemenuhan diri), dan health (kesehatan). Kemudian, pada skala motivasi belajar berdasarkan pada aspek rajin, ulet, minat dan usaha, serta teguh. Analisis data penelitian dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS 26.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh school well-being terhadap motivasi belajar siswa (r = 0,276, ????2 = 0,076 p-value 0,000 (p < 0,05)), dengan kontribusi school well-being sebesar 7,6%. Dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari keempat aspek school well-being, yaitu having (kondisi sekolah) p = 0,000, loving (hubungan sosial) p = 0,043, being (pemenuhan diri) dengan nilai p = 0,000, dan health (kesehatan) p = 0,041.
Hubungan Self Control dengan Perilaku Academic Cheating dalam Sistem Pembelajaran Berbasis Digital pada Siswa Dwi Rezki Wahyuni; Eva Meizara Puspita Dewi; Andi Halimah
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-62 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Students who have low self-control abilities in undergoing digital-based learning processes will make it easier for students to abuse opportunities and become one of the causes of academic cheating behavior. This study aims to determine the relationship between self-control and academic cheating behavior in a digital-based learning system for students at SMPN 13 Sinjai. The method used in this study is a quantitative method involving 132 respondents who are students of SMPN 13 Sinjai. The measuring instrument in this study uses a self-control scale and an academic cheating scale. The data analysis technique used in this research is the product moment correlation which is processed using the SPSS 24.00 for windows program. The results of this study indicate that there is a relationship between self-control and academic cheating behavior in digital-based learning systems for students of SMPN 13 Sinjai (p=0.039 & r=-1.80). This means that there is a negative relationship between self-control and academic cheating behavior in digital-based learning systems for students at SMPN 13 Sinjai. The results of this study are expected to be a reminder for students to be able to improve their self-control abilities in the digital learning era and suppress academic cheating behavior.
Prestasi Akademik Ditinjau dari IQ dan Jalur Masuk Perguruan Tinggi Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Makassar Astiti Tenriawaru Ahmad; Eva Meizara Puspita Dewi; Basti
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-62 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Student academic achievement indicators are known as the Grade Point Average (GPA). The GPA score of a student is a picture of a student's academic performance while studying at Higher Education (PT). Students will get a grade point index every semester so they will know how much score they get for each subject that has been printed on the Study Plan Card (KRS). Obtaining a GPA which is a description of student academic achievement is of course influenced by many factors both internal and external to students. One of the internal factors that play a role in the academic process is the intelligence factor. Adequate intelligence abilities make it easier for students to understand lecture material. Basically, students' cognitive abilities are not only seen through IQ, academic performance before entering higher education is also a consideration for students to be accepted at a tertiary institution. Because of this, there are various pathways into Higher Education that students can take by considering the academic grades obtained in high school. Students who have academic and non-acadebjwhmic achievements and take the SNMPTN route. For prospective students who do not excel in high school, they can take the SBMPTN route. Furthermore, some students who do not pass the SBMPTN will usually take the independent route to enter PT. In this regard, this study aims to determine differences in academic achievement and potential in terms of university entry pathways. This research captures the potential of 427 new students from the Faculty of Psychology, Makassar State University (UNM). The instruments used are questionnaires and IQ tests. This type of research is a quantitative research with logistic regression analysis using SPSS statistics and its implications are used as a basis for seeing student potential. The results of the study show two research results, namely 1) There is a relationship between IQ and learning achievement in Class 2021 Students of the Faculty of Psychology UNM, 2) There is a significant difference in the learning achievement of Class 2021 Students of the Faculty of Psychology UNM in terms of university entry pathways.
PSIKOEDUKASI SPIRITUAL TEACHING SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK KARAKTER SISWA Eva Meizara Puspita Dewi; Ihda Al Husnayaini; Fitri Ramdani; Arfida Arfida; Fitrah Shara; Fira Zalsabila; Mei Vita; Astriyanie Nurfitri
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3: Juni-September 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i3.2094

Abstract

Pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Permasalahan yang dihadapi dalam pendidikan adalah fenomena perilaku peserta didik yang memperlihatkan kenakalan dan pelanggaran terhadap aturan serta perilaku amoral lainnya. Keterampilan yang harus dimiliki pendidik bukan hanya dari aspek kognitif saja tetapi diperlukan keterampilan yang mampu mengajarkan nilai-nilai pembentukan karakter siswa. Program edukasi spiritual teaching bertujuan untuk meningkatkan pemahaman individu mengenai strategi mengajar dengan pendekatan spiritual yang menjadi upaya untuk membentuk karakter positif siswa. Teknik pengambilan sampel dalam program ini adalah purposive sampling yang terdiri atas 146 orang dari kalangan guru, dosen dan masyarakat umum. Program edukasi ini merupakan jenis preventif dengan desain one group pretest- posttest. Alat pengumpulan data dalam program ini adalah form pertanyaan yang dijadikan pretest dan posttest yang bertujuan untuk melihat pengetahuan partisipan mengenai spiritual teaching sebagai metode mengajar sebelum dan setelah menerima materi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Rank-Test melalui program SPSS 26. Hasil analisis z sebesar -4,920b pada taraf signifikan 0,000 (p>0,05) hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman sebelum dan setelah program edukasi diberikan. Program ini menunjukkan bahwa spiritual teaching sangat signifikan menambah pengetahuan peserta mengenai pentingnya menerapkan spiritual teaching dalam meningkatkan karakter peserta didik
Relationship between Intelligence Quotient (IQ) level and learning motivation for psychology students Imam Dedikasi Malik Nur; Eva Meizara Puspita Dewi; Adinda Berliana Apriliyanti; Andi Tasya Alifya Ahsan
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.63667

Abstract

One of the many factors that supports student achievement is IQ (Intelligence Question). This study aimed to find out the relationship between intellectual ability (IQ) and the learning motivation of psychology students. The research method used is a non-experimental quantitative method and a statistical analysis approach using correlational analysis supported by SPSS version 26.0. Based on the research results, there is a significant relationship between IQ and Learning Motivation. Based on the Sig. (2-tailed) is 0.841, so it is more significant than 0.05, so there is no relationship between high IQ and learning motivation. The level of closeness of the relationship is -0.010, which, if confirmed by the correlation category, is below 0.020, which means the relationship is very low. This means there is no guarantee that the motivation to learn is high if IQ is high. Looking at the direction of the relationship, namely negative, it means that the higher a person's IQ, the lower the learning motivation. Thus, it can be concluded that the relationship formed between IQ test results and learning achievement is a low or weak but sure relationship. So, it can be said that there is no positive relationship between Intellectual Intelligence (IQ) and student learning motivation by looking at the significant relationship between IQ and learning motivation. Abstrak Dalam sekian banyak faktor yang menjadi Salah satu penunjang prestasi s iswa adalah IQ (Intelligence Question). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara kemampuan intelektual (IQ) dengan motivasi belajar mahasiswa baru Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar angkatan 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif non eksperimental dan pendekatan analisis statistik menggunakan analisis korelasional yang didukung SPSS versi 26.0. Berdasarkan hasil penelitian Melihat adanya hubungan yang signifikan antara IQ dengan Motivasi Belajar. Berdasarkan Sig. (2-tailed) sebesar 0,841 sehingga lebih besar dari 0,05 sehingga tidak ada hubungan antara IQ tinggi dengan motivasi belajar. Melihat tingkat keeratan hubungannya sebesar -0,010 yang jika dikonfirmasi dengan kategori korelasi yang berada di bawah 0,020 berarti hubungannya sangat rendah. Artinya tidak ada jaminan jika IQ tinggi maka motivasi belajar pun tinggi. Dilihat dari arah hubungannya yaitu negatif artinya semakin tinggi IQ seseorang maka semakin rendah motivasi belajarnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hubungan yang terbentuk antara hasil tes IQ dengan prestasi belajar adalah hubungan yang rendah atau lemah tetapi pasti. Jadi dapat dikatakan tidak terdapat hubungan yang positif antara Kecerdasan Intelektual (IQ) dengan motivasi belajar siswa dengan melihat adanya hubungan yang signifikan antara IQ dengan motivasi belajar. Kata Kunci: Mahasiswa Psikologi, Motivasi Belajar, Tingkat Kecerdasan (IQ)
PSIKOEDUKASI SPIRITUAL TEACHING SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK KARAKTER SISWA Eva Meizara Puspita Dewi; Ihda Al Husnayaini; Fitri Ramdani; Arfida Arfida; Fitrah Shara; Fira Zalsabila; Mei Vita; Astriyanie Nurfitri
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3: Juni-September 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i3.2094

Abstract

Pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Permasalahan yang dihadapi dalam pendidikan adalah fenomena perilaku peserta didik yang memperlihatkan kenakalan dan pelanggaran terhadap aturan serta perilaku amoral lainnya. Keterampilan yang harus dimiliki pendidik bukan hanya dari aspek kognitif saja tetapi diperlukan keterampilan yang mampu mengajarkan nilai-nilai pembentukan karakter siswa. Program edukasi spiritual teaching bertujuan untuk meningkatkan pemahaman individu mengenai strategi mengajar dengan pendekatan spiritual yang menjadi upaya untuk membentuk karakter positif siswa. Teknik pengambilan sampel dalam program ini adalah purposive sampling yang terdiri atas 146 orang dari kalangan guru, dosen dan masyarakat umum. Program edukasi ini merupakan jenis preventif dengan desain one group pretest- posttest. Alat pengumpulan data dalam program ini adalah form pertanyaan yang dijadikan pretest dan posttest yang bertujuan untuk melihat pengetahuan partisipan mengenai spiritual teaching sebagai metode mengajar sebelum dan setelah menerima materi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Rank-Test melalui program SPSS 26. Hasil analisis z sebesar -4,920b pada taraf signifikan 0,000 (p>0,05) hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman sebelum dan setelah program edukasi diberikan. Program ini menunjukkan bahwa spiritual teaching sangat signifikan menambah pengetahuan peserta mengenai pentingnya menerapkan spiritual teaching dalam meningkatkan karakter peserta didik
Co-Authors A. Putri Maharani Usmar Abdul Saman Adinda Berliana Apriliyanti Ahmad Razak Ahmad Ridfah Ahmad Yasser Mansyur Alheysha Azalia Ihsan Amirah Aminanty Agussalim Andi Halima Andi Halimah Andi Nahliah Bungawali Andi Tasya Alifya Ahsan Aprilia Islamiyanti Kusumaningrum Arfida Arfida Arie Gunawan H.Z Arnitasari Arnitasari Asrifa RosaKhaerunnisa Astiti Tenriawaru Ahmad Astriyanie Nurfitri Auliyanti Sahril Nurfadhilah Aviva R Scholten Basti Tetteng Dearni Regina Lestari Dian Novita Siswanti Dian Novita Siswanti Dwi Rezki Wahyuni Eka Damayanti Eka Damayanti Eka Sufartianinsih Jafar Faradillah Faradillah Faradillah Firdaus Fira Zalsabila Fitrah Shara Fitri Ramdani Hadis, Abdul Harlina Hamid Harlina Hamid Ihda Al Husnayaini Iin Wahyuni Hamka Imam Dedikasi Malik Nur Indah Indah Jamilah Jamilah Kurnia Apriyanti Laila Qadriany Saputri Mei Vita Mirna Ayu Irpadila Muftihaturahmah Muhlis Muh. Irsyad Yunus Muh. Nur Hidayat Nurdin Muh. Nurfath Muqaddimah Muhammad Ma’shum Sam Muhammad Nur Hidayat Nurdin Muhammadong Musdalifa Musdalifa Nabilah Panandrang Hasan Novita Maulidya Jalal Nur Akmal Nur Jihad Putri Dwianri Nur Rahmah Sari Nur, Haerani Nurfajriyanti Rasyid Nurfitriany Fakhri Nurhaerani Haeba Nurhaerani Haeba Nurhidayah Syarifuddin Nurindah Sari Nurlianti Safira Nurul Islamiyah Nurul Utami Safaruddin Paras Putri Ramdhani Perdana Kusuma Pratiwi Lestari Pujiardianti Wulandari Puspita Dewi Putri Ayu Wiwik Wulandari Ratna Sari Rawinda Virya Resekiani Mas Bakar Rezky Winanda Rezti Fany Dwi Putri Risqy Aulia ARivai Rukiana Noviyanti Putri Sahril Buchori Sahril Nur Sariana Abdullah Sarmila Sri Rahayu Sri Rindayani Sri Wahyuni Sri Wahyuni Salman Sulfianti S Surya Sulistiawati Syamsidar HR Thesa Aulia Pandung Radha Tri Ambarwati Ulfiani Syam Wanda Sari HS Widyastuti Widyastuty Widyastuty Yulinda Melyani Faisal Yunika Zhaffirah Yusuf Muhammad Nur Zahidatun Mahfudho Zainuddin, Kurniati