Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Upward Comparison Terhadap Citra Tubuh Pada Remaja Perempuan Pengguna Sosial Media Di Kota Makassar A. Putri Maharani Usmar; Eva Meizara Puspita Dewi; Harlina Hamid
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4: Juni 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v1i4.436

Abstract

Perubahan fisik pada remaja perempuan dapat menimbulkan persepsi mengenai citra tubuh, disebabkan oleh aktivitas upward comparison dengan orang lain di sosial media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh upward comparison terhadap citra tubuh pada remaja perempuan pengguna sosial media di Kota Makassar. Subjek penelitian terdiri dari remaja perempuan pengguna sosial media di Kota Makassar sebanyak 313 orang. Alat ukur yang digunakan adalah adaptasi dari Multidimensional Body Self Relation Questionaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS) dan The Upwards Appearance Scale (UPACS). Data penelitian dianalisis menggunakan teknik uji regresi linier sederhana dengan bantuan JASP 16.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh upward comparison terhadap citra tubuh pada remaja perempuan pengguna sosial media dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) dan nilai r square sebesar 0,100. Hasil analisis data juga menunjukkan arah pengaruh variabel dengan nilai r= -0,360, artinya terdapat pengaruh negatif upward comparison terhadap citra tubuh remaja perempuan pengguna sosial media. Makin tinggi upward comparison maka makin negatif citra tubuhnya, sebaliknya makin rendah upward comparison maka makin positif citra tubuhnya. Implikasi hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran terkait pengaruh upward comparison terhadap citra tubuh pada remaja perempuan pengguna sosial media di Kota Makassar.
Penyesuaian Sosial Siswa Reguler Di Sekolah Inklusi Sulfianti S; Eva Meizara Puspita Dewi; Faradillah Firdaus
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4: Juni 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v1i4.442

Abstract

Penyesuaian sosial yang tidak baik pada siswa reguler karena kehadiran anak berkebutuhan khusus dapat menghambat proses belajar mengajar di Sekolah inklusi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengetahuan siswa tentang anak berkebutuhan khusus, cara siswa menghadapi anak berkebutuhan khusus dan kendala yang dialami siswa reguler dengan anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Responden penelitian berjumlah 5 orang dengan rentang usia 14-15 tahun dan diperoleh menggunakan teknik purposive sampling, pengambilan data melalui wawancara semi terstruktur secara langsung terhadap responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden mengalami kesulitan dalam memahami cara berpikir anak berkebutuhan khusus sehingga berdampak pada proses penyesuaian sosial siswa.Penelitian ini diharapkan mampu menjadi landasan dalam penelitian selanjutnya yang erat kaitannya dengan penyesuaian sosial siswa reguler di Sekolah inklusi dan dapat menjadi tambahan informasi yang dapat dijadikan pertimbangan dalam melakukan penyesuaian sosial di Lingkungan Sekolah.
Makna Kekerasan Dalam Pacaran Pada Pria Yunika Zhaffirah; Eva Meizara Puspita Dewi; Muh. Nur Hidayat Nurdin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 4: Juni 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i4.1801

Abstract

Violence in courtship occurs in a relationship that is not merely done by men against women. It turns out that men can also experience violence committed by women in a dating relationship. This study aims to determine the meaning of violence in dating in men. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. Respondents numbered 3 people aged 24 years and 27 years. Research data collection techniques using unstructured interviews. The results of data analysis show that individuals get acts of violence in courtship, conflict occurs due to misunderstanding and possessive attitudes of the couple, as well as at the time of the incident of the perpetrators and victims did not care about the surrounding environment. The implications of research results prove that men also often get violent behavior by couples. Violence in courtship can cause psychological and physical impacts for individuals. This negative impact makes the victim feel traumatized, shame, hurt, afraid and not good for mental health. The physical impact makes the victim have bruises due to blows from the perpetrators and bleeding on the face and neck area. The individual assesses that the ideal partner does not demand too much to a partner, requires mutual trust and maintaining feelings for each other.
Evaluation of the Implementation of Universal Design for Learning (UDL) at the Disability Exhibition Eva Meizara Puspita Dewi; Novita Maulidya Jalal; Eka Damayanti
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v9i1.9281

Abstract

Universal Design for Learning (UDL) is a pedagogical framework aimed at ensuring equitable access to learning; however, its application in nonformal public learning events, such as exhibitions in Indonesian higher education, remains limited. This study employed a descriptive qualitative design to evaluate the implementation of UDL principles in a photovoice exhibition involving students with disabilities, guided by the UDL Guidelines 3.0. Data were collected from 27 respondents, including participants with disabilities, visitors (students, lecturers, and disability communities), and were complemented by organizers’ observational notes. Data analysis involved coding participant feedback, mapping findings onto the three core UDL principles (engagement, representation, and action and expression), and identifying accessibility gaps. The findings indicate that while the exhibition fostered a warm atmosphere and incorporated visual–narrative multimodality, significant barriers persisted. In terms of engagement, challenges included overcrowded space, inadequate acoustics, and speaking pace misaligned with sign language interpretation. Regarding representation, accessibility was constrained by small text size, limited audio descriptions, and unclear panel sequencing. For action and expression, cross-disability interaction remained limited due to the placement of assistants outside the main room and mobility barriers. These results suggest that UDL implementation in exhibition settings remains partial, highlighting the need for more inclusive public event design through user-centered planning and comprehensive integration of UDL principles. This study implies that the implementation of Universal Design for Learning (UDL) in public exhibitions requires more systematic accessibility planning, including accessible communication, spatial design, and cross-disability participation support to ensure equitable learning experiences for individuals with diverse disabilities.
Efektivitas Pelatihan Guru dalam Implementasi Pendidikan Inklusif di Sekolah Alam Bosowa dan Bosowa School Makassar Eva Meizara Puspita Dewi; Toni Nugraha Jamaluddin HB; Titin Florentina Purwasetiawatik
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2026): MEI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i3.84015

Abstract

Pendidikan inklusif menuntut kesiapan multidimensional dari guru, baik secara kognitif, emosional, maupun profesional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui pelatihan berbasis praktik. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif dengan desain evaluasi pre-post. Subjek kegiatan terdiri dari 35 guru pada tahap pra-pelatihan dan 31 guru pada tahap pascapelatihan. Instrumen yang digunakan meliputi Skala Kesiapan Psikologis Guru Inklusif dan kuesioner evaluasi pelatihan. Hasil menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, kesiapan psikologis guru berada pada kategori sedang (TRI = 2,85) dengan dominasi tahap ambivalensi (97,1%). Setelah pelatihan, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan dengan gain antara 53% hingga 77%, dengan peningkatan tertinggi pada pembelajaran diferensiasi model 3P. Tingkat kepuasan peserta sangat tinggi (mean = 3,68), dan seluruh peserta menyatakan siap mengimplementasikan hasil pelatihan. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan guru, namun memerlukan tindak lanjut berupa pendampingan berkelanjutan dan penguatan dukungan struktural sekolah.
Webinar sebagai Media Pengabdian untuk Meningkatkan Kompetensi Terapis Perilaku Eva Meizara Puspita Dewi; Novita Maulidya Jalal; Toni Nugraha Jamaluddin; Asrifa Rosa Khaerunnisa; Lhulu An-Nisa
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v4i2.83894

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis pelatihan profesional merupakan strategi penting dalam meningkatkan kompetensi praktisi terapi perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas webinar dalam meningkatkan kompetensi terapis perilaku. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test terhadap 108 peserta. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji paired sample t-test, dan ukuran efek (Cohen’s d). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek kompetensi peserta (p < 0,001), dengan ukuran efek tergolong besar hingga sangat besar (d > 1,0). Selain itu, tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan berada pada kategori sangat tinggi (4,59/5,00). Temuan ini menunjukkan bahwa webinar efektif sebagai media pengabdian dalam meningkatkan kapasitas profesional terapis perilaku. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan program pelatihan berkelanjutan serta penguatan kualitas teknis dalam pelaksanaan webinar.
Achievements academic and competence real: Study qualitative about contestation the meaning of GPA for student: Achievements academic and competence real Roselina Dwi Hormansyah; Eva Meizara Puspita Dewi; Rahmawati Syam
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 6 No. 1 (2026): Psychological Journal: Science and Practice
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/pjsp.v6i1.44678

Abstract

 This study aims to examine, students perceptions of the Cumulative Grade Point Average GPA) within thecontext of academic life and future career prospects. The study employed a qualitative approach with a descriptiveexploratory design, utilizing the Focus Group Discussion (FGD). Participants consisted of eight active students in their6th to 8th semesters, selected via purposive sampling based on criteria of having a GPA ≥ 3.5 and relevant academicexperience. FGD session lasting 74 minutes, recorded and transcribed. Analyzed using thematic analysis, encompassing the stages of open coding, categorization, and theme development. To enhance data credibility, the study appliedsource triangulation through comparisons among participants and reflective discussions throughout the analysis process.The results indicate a duality in the perception of the GPA. It serves as an indicator of academic achievement, socialappreciation, and a gateway to academic and professional opportunities, yet it is simultaneously viewed as a constructthat does not fully represent a student’s actual competence. The GPA functions as an administrative ”gatekeeper,” yet itis not the primary determinant of long-term career success. This study emphasizes the importance of more holistic approach to higher education, integrating academic achievement with non-academic skill development as the foundationfor graduate readiness.
Dinamika Coping Strategi pada Mahasiswa yang Bekerja sambil Kuliah Shofy Vidia Lestari; B Junisyah Tri Anand; Eva Meizara Puspita Dewi
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.821

Abstract

Fenomena mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi sambil bekerja semakin umum terjadi dalam konteks pendidikan tinggi, termasuk di Kota Makassar. Peran ganda yang diemban mahasiswa membutuhkan tingkat adaptabilitas yang tinggi dalam mengelola tuntutan akademik dan pekerjaan secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami dinamika strategi koping yang dikembangkan mahasiswa dalam mengelola peran ganda tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir yang kuliah sambil bekerja, dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Data dianalisis menggunakan open coding dan axial coding, dan validitas data dipastikan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memotivasi subjek untuk bekerja meliputi kebutuhan finansial, dukungan keluarga, dan keinginan untuk pengembangan diri. Dalam menjalankan peran ganda, subjek menghadapi konflik peran, kelelahan fisik dan mental, serta peningkatan tekanan akademik selama fase penyelesaian tesis. Strategi koping yang digunakan meliputi koping yang berfokus pada masalah, seperti prioritas dan manajemen waktu; koping yang berfokus pada emosi, seperti relaksasi dan berbagi pengalaman; serta dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan sekitar. Meskipun menghadapi berbagai tekanan, subjek mampu mempertahankan prestasi akademik yang baik dan terus bekerja, mencerminkan proses adaptasi dan ketahanan yang dinamis. Studi ini menunjukkan bahwa keberhasilan mahasiswa yang bekerja tidak hanya ditentukan oleh faktor internal tetapi juga oleh kualitas dukungan sosial dan fleksibilitas lingkungan akademik.
Relationship between intelligence quotient (IQ) level and learning motivation for psychology students Imam Dedikasi Malik Nur; Eva Meizara Puspita Dewi; Adinda Berliana Apriliyanti; Andi Tasya Alifya Ahsan
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.63667

Abstract

One of the many factors that supports student achievement is IQ (Intelligence Question). This study aimed to find out the relationship between intellectual ability (IQ) and the learning motivation of psychology students. The research method used is a non-experimental quantitative method and a statistical analysis approach using correlational analysis supported by SPSS version 26.0. Based on the research results, there is a significant relationship between IQ and Learning Motivation. Based on the Sig. (2-tailed) is 0.841, so it is more significant than 0.05, so there is no relationship between high IQ and learning motivation. The level of closeness of the relationship is -0.010, which, if confirmed by the correlation category, is below 0.020, which means the relationship is very low. This means there is no guarantee that the motivation to learn is high if IQ is high. Looking at the direction of the relationship, namely negative, it means that the higher a person's IQ, the lower the learning motivation. Thus, it can be concluded that the relationship formed between IQ test results and learning achievement is a low or weak but sure relationship. So, it can be said that there is no positive relationship between Intellectual Intelligence (IQ) and student learning motivation by looking at the significant relationship between IQ and learning motivation.   Abstrak Dalam sekian banyak faktor yang menjadi Salah satu penunjang prestasi s iswa adalah IQ (Intelligence Question). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara kemampuan intelektual (IQ) dengan motivasi belajar mahasiswa baru Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar angkatan 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif non eksperimental dan pendekatan analisis statistik menggunakan analisis korelasional yang didukung SPSS versi 26.0. Berdasarkan hasil penelitian Melihat adanya hubungan yang signifikan antara IQ dengan Motivasi Belajar. Berdasarkan Sig. (2-tailed) sebesar 0,841 sehingga lebih besar dari 0,05 sehingga tidak ada hubungan antara IQ tinggi dengan motivasi belajar. Melihat tingkat keeratan hubungannya sebesar -0,010 yang jika dikonfirmasi dengan kategori korelasi yang berada di bawah 0,020 berarti hubungannya sangat rendah. Artinya tidak ada jaminan jika IQ tinggi maka motivasi belajar pun tinggi. Dilihat dari arah hubungannya yaitu negatif artinya semakin tinggi IQ seseorang maka semakin rendah motivasi belajarnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hubungan yang terbentuk antara hasil tes IQ dengan prestasi belajar adalah hubungan yang rendah atau lemah tetapi pasti. Jadi dapat dikatakan tidak terdapat hubungan yang positif antara Kecerdasan Intelektual (IQ) dengan motivasi belajar siswa dengan melihat adanya hubungan yang signifikan antara IQ dengan motivasi belajar. Kata Kunci: Mahasiswa Psikologi, Motivasi Belajar, Tingkat Kecerdasan (IQ)
Co-Authors A. Putri Maharani Usmar Abdul Saman Adinda Berliana Apriliyanti Ahmad Razak Ahmad Ridfah Ahmad Yasser Mansyur Alheysha Azalia Ihsan Amirah Aminanty Agussalim Andi Halima Andi Halimah Andi Nahliah Bungawali Andi Tasya Alifya Ahsan Aprilia Islamiyanti Kusumaningrum Arfida Arfida Arie Gunawan H.Z Arnitasari Arnitasari Asrifa Rosa Khaerunnisa Asrifa RosaKhaerunnisa Astiti Tenriawaru Ahmad Astriyanie Nurfitri Auliyanti Sahril Nurfadhilah Aviva R Scholten B Junisyah Tri Anand Basti Tetteng Dearni Regina Lestari Dian Novita Siswanti Dian Novita Siswanti Dwi Rezki Wahyuni Eka Damayanti Eka Damayanti Eka Sufartianinsih Jafar Faradillah Faradillah Faradillah Firdaus Fira Zalsabila Fitrah Shara Fitri Ramdani Hadis, Abdul Harlina Hamid Harlina Hamid Ihda Al Husnayaini Iin Wahyuni Hamka Imam Dedikasi Malik Nur Indah Indah Jamilah Jamilah Kurnia Apriyanti Laila Qadriany Saputri Lhulu An-Nisa Mei Vita Mirna Ayu Irpadila Muftihaturahmah Muhlis Muh. Irsyad Yunus Muh. Nur Hidayat Nurdin Muh. Nurfath Muqaddimah Muhammad Ma’shum Sam Muhammad Nur Hidayat Nurdin Muhammadong Musdalifa Musdalifa Nabilah Panandrang Hasan Novita Maulidya Jalal Nur Akmal Nur Jihad Putri Dwianri Nur Rahmah Sari Nur, Haerani Nurfajriyanti Rasyid Nurfitriany Fakhri Nurhaerani Haeba Nurhaerani Haeba Nurhidayah Syarifuddin Nurindah Sari Nurlianti Safira Nurul Islamiyah Nurul Utami Safaruddin Paras Putri Ramdhani Perdana Kusuma Pratiwi Lestari Pujiardianti Wulandari Purwasetiawatik, Titin Florentina Puspita Dewi Putri Ayu Wiwik Wulandari Rahmawati Syam Ratna Sari Rawinda Virya Resekiani Mas Bakar Rezky Winanda Rezti Fany Dwi Putri Risqy Aulia ARivai Roselina Dwi Hormansyah Rukiana Novianti Putri Sahril Buchori Sahril Nur Sariana Abdullah Sarmila Shofy Vidia Lestari Sri Rahayu Sri Rindayani Sri Wahyuni Sri Wahyuni Salman Sulfianti S Surya Sulistiawati Syamsidar HR Thesa Aulia Pandung Radha Toni Nugraha Jamaluddin Toni Nugraha Jamaluddin HB Tri Ambarwati Ulfiani Syam Wanda Sari HS Widyastuti Widyastuty Widyastuty Yulinda Melyani Faisal Yunika Zhaffirah Yusuf Muhammad Nur Zahidatun Mahfudho Zainuddin, Kurniati