Claim Missing Document
Check
Articles

Social Media as an Informal Learning Ecosystem for Business English: A Descriptive Study Sembiring, Surya Anantatama; Sunusi, Seny Luhriyani; Azhari, Ahmad
Journal of Excellence in English Language Education Vol 5, No 2, April (2026): Journal of Excellence in English Language Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FBS UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/joeele.v5i2, April.84064

Abstract

This study investigates the influence of social media utilization as an informal learning source on the digital business English communication competence of Business English Communication (BEC) students at Universitas Negeri Makassar (UNM). Framed within the paradigm of Informal Digital Learning of English (IDLE) and online informal language learning (OILL), this descriptive correlational study employed a five-point Likert-scale questionnaire administered to 82 active BEC students across multiple academic cohorts. The instrument comprised 10 items measuring social media-based informal learning behaviors (Variable X) and 10 items assessing digital business English communication competence (Variable Y). Pearson correlation and simple linear regression analyses were conducted to examine the relationship and predictive contribution of the independent variable. Results revealed a positive and statistically significant correlation between social media utilization as an informal learning source and digital business English communication competence (r = 0.582, p < 0.001). Regression analysis yielded a model of Y = 12.725 + 0.523X (R² = 0.339, p < 0.001), indicating that informal social media learning accounts for 33.9% of the variance in students’ communication competence. TikTok emerged as the most frequently utilized platform (51.2%), followed by Instagram (30.5%) and YouTube (13.4%). These findings confirm that social media constitutes a meaningful informal learning ecosystem for Business English development and carry implications for curriculum integration in BEC programs.
Pelatihan Integrasi Canva dan Mentimeter Sebagai Media Pembelajaran Interaktif Bagi Guru SMP Negeri 40 Makassar Abdul Wahid; Fatimah Hidayahni Amini; Andi Anto Patak; Seny Luhriyani; Geminastiti Sakkir
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1: Issue 3 (Oktober 2023)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v1i3.188

Abstract

Model Pebelajaran dalam dunia Pendidikan saat ini telah banyak mengalami pergeseran seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin massif. Ada gap yang dialami oleh guru SMP Negeri 40 Makassar ini dimana mereka masih belum banyak memiliki pengetahuan mengenai media yang bisa digunakan sebagai penunjang model pembelajaran interaktif. Inilah yang melatar belakangi tim pengabdian masyarakat UNM untuk memberikan pelatihan dan workshop “PKM Pelatihan Penggunaan Canva dan Mentimeter sebagai media pembelajaran interaktif bagi Guru SMP Negeri 40 Makassar”. Kegiatan ini diselenggarakan di SMP Negeri 40 Makassar dengan metode Workshop dan praktik langsung. Peserta pelatihan ini adalah semua Guru SMP Negeri 40 Makassar. Kegiatan berlangsung selama 3 hari dengan durasi 8 (delapan) jam/hari. Kegiatan ini diharapkan menambah keterampilan dan pemahaman peserta terkait penggunaan media ajar Canva dan Mentimeter. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta dapat menerima materi yang disampaikan dengan baik yang ditunjukkan bahwa sekitar 85% peserta sudah memiliki media ajar interaktif yang menggunakan canva dan mentimeter.
PKM Pengembangan Sistem Monitoring Keamanan Server Aplikasi SIMLP2M UNM Menggunakan Wazuh Abdul Wahid; Muhammad Agung; Jumadi Mabe Parenreng; Fatimah Hidayahni Amin; Seny Luhriyani
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2: Issue 3 (Oktober 2024)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v2i3.517

Abstract

Aplikasi SIMLP2M Universitas Negeri Makassar merupakan sistem yang mengelola data penting terkait penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan peneliti. Mengingat sensitivitas data yang dikelola, keamanan server aplikasi ini menjadi prioritas. Belum adanya sistem monitoring keamanan yang efektif membuat server ini rentan terhadap serangan siber. PKM ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan server SIMLP2M melalui pengembangan sistem monitoring berbasis Wazuh, sebuah perangkat lunak open-source yang mampu mendeteksi dan mencegah ancaman siber secara real-time. PKM ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu survei dan analisis kebutuhan, desain topologi keamanan, instalasi dan konfigurasi Wazuh, pelatihan admin server, evaluasi sistem, serta pendampingan teknis. Hasil implementasi menunjukkan bahwa Wazuh berhasil mendeteksi ancaman potensial dan meningkatkan kemampuan admin server dalam merespon insiden keamanan. Selain itu, melalui pelatihan dan alih teknologi, admin server kini lebih kompeten dalam memantau dan melindungi server dari serangan siber. Dengan demikian, pengembangan sistem monitoring keamanan berbasis Wazuh ini telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan keamanan aplikasi yang dikelola oleh UNM
Using Indirect Speech Acts and Their Impacts on Creating a Conducive Workplace Environment Fatimah Hidayahni Amin; Seny Luhriyani; Sri Puji Rahayu; Muhammad Syukri; Rahma Melati Amir
JLE: Journal of Literate of English Education Study Program Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 Number 1 July 2024
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/jle.v5i1.2924

Abstract

Communication at the workplace requires meaningful understanding because it affects the work relationship as well as the work atmosphere. Hence, expressions used to generate such conditions are supposed to embody a conducive environment. This research aimed to determine the types of indirect speech acts and their language functions. This study used a qualitative research with a descriptive design to depict the phenomenon. The subjects were three employees at PT. Bosowa Berlian Motor Makassar, who were chosen purposively considering their availability and their readiness during the data collection. The data were collected by using observation with audio recordings and the researchers themselves as the non-participant observers. The results of this study showed that there were five types of indirect speech acts and there were certain language functions practiced by the employees, they are: emphasizing and instructing (assertive type), telling a condition and commanding what to do (directive type), directing and checking for the appropriate work (commissive type), complaining and giving subtle offense (expressive type), and responding, telling information and encouraging (declarative type). All types and their functions revealed and occurred to meet the need of creating a conducive environment in the workplace. The five types represent the traits of being assertive, directive, trusted, expressive, and declarative along with their use of language functions. These traits bear positive and good atmosphere in the workplace. Thus, with the conducive working environment, the employees can undertake their tasks well and focus on reaching the target in the workplace.