p-Index From 2021 - 2026
17.338
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PROSIDING SEMINAR NASIONAL Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Bidan Prada MEDISAINS Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Jurnal Keperawatan Padjadjaran Jurnal SOLMA JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Media Ilmu Kesehatan Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Journal of Midwifery and Nursing Jurnal Keperawatan Suaka Insan Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kebidanan dan Keperawatan Indonesian Journal of Community Dedication Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Dinamika Journal : Pengabdian Masyarakat Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat NURSING UPDATE JURNAL ILMIAH ILMU KEPERAWATAN Journal Of Bionursing Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Budimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Peduli Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Inovasi Penelitian Journal of Nursing and Health (JNH) Akper Yakpermas Banyumas Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Mejuajua Jurnal Kesehatan Jurnal Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Cakrawala Ilmiah Journal of Innovation Research and Knowledge Jurnal Pengabdian Mandiri Journal of Health and Nutrition Research Borneo Community Health Sevice Journal Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) Indonesian Health Journal Journal of Scientific Research, Education, and Technology Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Jurnal of Community Health Development (JCHD) Usada Nusantara: Jurnal Kesehatan Tradisional Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat JPMB Parahita Java Nursing Journal Journal Of Health Innovation And Community Services Community Health Nursing Journal Innovation In Education Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Pedagogic Research - Applied Literacy Journal Jurnal Medika: Medika Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Science: Indonesian Journal of Science Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Borneo Nursing Journal Klinik: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Keterampilan Kader Tentang Manajemen Nyeri Non Farmakologis Bagi Pasien Lansia Pada Kader Di Kelurahan Sumampir Wirakhmi, Ikit Netra; Ningrum, Ema Wahyu; Dewi, Pramesti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 21, No 2 (2025): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v21i2.1942

Abstract

Kader kesehatan memiliki peran penting dalam upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit di masyarakat. Pengetahuan dan keterampilan kader menjadi faktor utama yang menentukan efektivitas pelaksanaan tugas mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan keterampilan kader dalam pelaksanaan kegiatan kesehatan masyarakat. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive terhadap kader aktif di wilayah kerja tertentu. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kader berada pada kategori usia dewasa (19–59 tahun) sebesar 87,8%. Ditemukan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan keterampilan kader (p = 0,01) dengan tingkat keeratan hubungan sangat lemah (r = 0,275). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dapat berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan kader, meskipun dengan pengaruh yang terbatas. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan merupakan salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan keterampilan kader, namun perlu didukung dengan pelatihan berkelanjutan, motivasi, dan dukungan tenaga kesehatan agar kompetensi kader dapat berkembang secara optimal. Health cadres play an essential role in early disease detection and prevention within the community. Knowledge and skills are key factors determining the effectiveness of cadre performance in implementing health programs. This study aimed to analyze the relationship between knowledge and skills among health cadres in community health activities. A descriptive correlational design with a cross-sectional approach was employed. Samples were selected purposively from active cadres within a designated working area. Data were collected using a knowledge questionnaire and a skill observation sheet, then analyzed using the Spearman correlation test. The results showed that most cadres were in the adult age category (19–59 years), accounting for 87.8% of participants. There was a significant relationship between knowledge and skills (p = 0.01) with a very weak correlation (r = 0.275). These findings indicate that increased knowledge contributes to improved cadre skills, although the influence is limited. It can be concluded that knowledge is one of the contributing factors in enhancing cadre skills; however, continuous training, motivation, and support from health professionals are necessary to optimize cadre competence in community health practice.
Pemberdayaan Kader Dalam Penatalaksanaan Tuberculosis Melalui Pemanfaatan Pangan Lokal di Desa Kebocoran Netra Wirakhmi, Ikit; Ningrum, Ema Wahyu; Kristianto, Giovanny Bangun; Wahyuningrum, Tenia; Nugroho, Catur; Pradana, Zein Hanni
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/0md4z211

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di wilayah perdesaan dengan kondisi sosial ekonomi rendah. Desa Kebocoran, Kabupaten Banyumas, merupakan salah satu daerah dengan prevalensi TBC cukup tinggi dan keterbatasan pemahaman kader posyandu mengenai pencegahan serta penatalaksanaan TBC. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader TBC melalui edukasi kesehatan dan pelatihan pembuatan menu bergizi berbasis buah melon sebagai potensi pangan lokal. Metode kegiatan meliputi observasi, wawancara dengan pemangku kepentingan, penyuluhan interaktif menggunakan media lembar balik, serta pelatihan praktik pembuatan menu melon. Sebanyak 31 kader TBC mengikuti kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 88,25 meningkat menjadi 92,16 pada post-test. Kader juga mampu membuat dua menu berbasis melon (smoothies dan pudding) yang dikembangkan untuk mendukung pemulihan pasien TBC. Program ini mendapat tanggapan positif dari peserta dan pemangku wilayah, meskipun masih diperlukan kolaborasi lanjutan dengan petani lokal untuk penyediaan bahan baku melon secara berkelanjutan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi kesehatan dan keterampilan kader TBC dalam pencegahan serta penatalaksanaan TBC melalui pendekatan edukatif dan inovasi gizi berbasis potensi lokal. Pemberdayaan kader dengan pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi model pengembangan masyarakat yang berkelanjutan di wilayah perdesaan.
Pelatihan Manajemen Nyeri Non Farmakologis pada Kader Kesehatan di Posyandu Bergas Waras Wirakhmi, Ikit Netra; Ningrum, Ema Wahyu; Rahmawati, Arni Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1324

Abstract

Pain is one of the most common complaints experienced by people across various age groups. Unfortunately, pain management is still largely dominated by the use of medications, while safer and simpler non-pharmacological approaches that can be implemented at the family level remain poorly known and underutilized. Posyandu cadres, as the frontline of primary healthcare services, have great potential to educate communities; however, their knowledge of non-pharmacological pain management techniques is still limited. Therefore, this training program is essential to strengthen the cadres’ capacity in helping communities manage pain independently and holistically. This community service activity aims to improve the cadres’ attitudes and self-efficacy toward non-pharmacological pain management. The activities included education on non-pharmacological pain management and hands-on practice. In addition, pre- and post-tests were conducted to measure attitudes and self-efficacy.
Edukasi Dan Penerapan Relaksasi Genggam Jari Dengan Terapi Musik Klasik Beethoven Terhadap Penurunan Kecemasan Pre Operasi Pasien Sectio Caesarea Christin J. Purimahua; Emiliani Elsi Jerau; Ikit Netra Wirakhmi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.384

Abstract

Kecemasan merupakan kondisi yang ditandai dengan rasa tidak nyaman, gelisah, takut, khawatir, dan tidak tentram. Salah satu teknik non farmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah relaksasi genggam jari yang dikombinasikan dengan terapi musik klasik. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah meningkatkan pengetahuan dan menurunkan tingkat kecemasan pasien pra operasi sectio caesarea. Peserta kegiatan berjumlah 25 pasien yang akan menjalani operasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pemberian edukasi secara verbal menggunakan buku saku. Edukasi meliputi penjelasan tentang teknik relaksasi genggam jari, manfaat terapi musik klasik, serta dampak kecemasan jika tidak ditangani. Edukasi berlangsung selama 10 menit, kemudian dilanjutkan dengan intervensi relaksasi genggam jari disertai terapi musik klasik Beethoven selama 15 menit. Untuk mengukur kecemasan digunakan kuesioner STAI-S melalui pre test dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum intervensi mayoritas peserta berada pada kategori kecemasan sedang 11 peserta (44%) dan kecemasan berat 11 peserta (44%). Setelah intervensi, mayoritas peserta mengalami penurunan kecemasan dengan 12 orang (68%) berada pada kategori kecemasan ringan. Hal ini membuktikan bahwa kombinasi edukasi, relaksasi, dan musik klasik dapat menjadi strategi efektif dalam manajemen kecemasan pra operasi. Luaran kegiatan ini mencakup peningkatan pengetahuan pasien tentang relaksasi genggam jari dengan terapi musik klasik, penurunan kecemasan pra operasi berdasarkan hasil kuesioner STAI-S, penyusunan buku saku edukasi, dokumentasi kegiatan, serta data pendukung untuk publikasi artikel ilmiah di jurnal pengabdian masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi relaksasi genggam jari dan terapi musik klasik terbukti efektif menurunkan kecemasan pasien pra operasi.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Nyeri Post Sectio Caesarea Menggunakan Teknik Mobilisasi Dini di RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Dhea Oktaviani; Ema Wahyu; Ikit Netra Wirakhmi; Mariah Ulfah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.413

Abstract

Sectio Caesarea (SC) adalah tindakan pembedahan guna melahirkan janin lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Tindakan sectio caesarea (SC) dapat diindikasikan oleh faktor janin dan faktor ibu. Jumlah persalinan sectio caesarea (SC) di Indonesia mencapai sekitar 30- 80% dari total persalinan. Nyeri pasca operasi sectio caesarea sering dialami oleh pasien karena adanya luka bedah pada jaringan perut dan rahim. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri ini adalah dengan mobilisasi dini, yaitu menggerakkan tubuh, seperti duduk atau berjalan perlahan, sesegera mungkin setelah operasi. Penelitian ini menggunakan studi kasus dalam bentuk deskriptif. Diagnosis keperawatan yang ditetapkan adalah gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan program pembatasan gerak pasca operasi, Nyeri akut berhubungan dengan agen pencendera fisik, Risiko infeksi berhubungan dengan pembedahan. Implementasi meliputi: observasi toleransi pasien terhadap aktivitas, memonitor tekanan darah, denyut nadi, dan kondisi umum selama mobilisasi, melatih pasien teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, melibatkan keluarga, edukasi tujuan dan prosedur mobilisasi dini, serta pemberian kolaborasi analgesik sesuai jadwal. Evaluasi setelah 3x24 jam menunjukkan mobilitas pasien mulai meningkat, pasien mampu duduk di tepi tempat tidur dan berdiri dengan bantuan, nyeri menurun menjadi skala 3–4, namun pasien masih membutuhkan bantuan untuk berjalan jarak lebih jauh dan latihan mobilisasi lanjutan tetap diperlukan.
Pengaruh Edukasi Metode Ceramah dan Media Leaflet Terhadap Tingkat Pengetahuan Tuberkulosis Paru pada Remaja di SMP Gunungjati Kembaran Elvina Vershinta; Ikit Netra Wirakhmi; Maya Safitri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i2.11140

Abstract

Pulmonary Tuberculosis (Pulmonary TB) is a contagious infection that attacks the lungs and remains a public health issue, including among adolescents. Low levels of knowledge regarding Pulmonary TB can increase the risk of disease transmission. This research seeks to analyze the impact of educational interventions using lecture strategies and leaflets on the level of knowledge about Pulmonary TB among adolescents at SMP Gunungjati Kembaran. A pre-experimental method involving a onegroup pretest-posttest design was implemented in this research utilizing 64 samples selected through a total sampling technique. Data collection utilized a validated questionnaire on Pulmonary TB knowledge levels. Data processing included univariate and bivariate analysis using the Wilcoxon test. The results showed an increase in the average knowledge level of respondents after being given education. The average knowledge level before the intervention (pretest) was 47.84 and increased to 74.81 after the intervention (posttest). Based on statistical tests, a p-value of 0.001 (p < 0.05) was obtained, indicating a significant influence of the lecture method and leaflet media on the knowledge level of Pulmonary TB in adolescents. Thus, health education through lectures and leaflets has a significant impact on increasing knowledge about Pulmonary TB in adolescents and is recommended for continuous implementation as part of health promotion programs in school environments.
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Primigravida Tentang Persiapan Persalinan di UPTD Puskesmas Kroya 1 Ganes Indah Safitri; Ikit Netra Wirakhmi; Siti Haniyah
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i1.265

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai persiapan persalinan merupakan salah satu penyebabnya. Ibu primigravida cenderung memiliki kecemasan lebih tinggi karena kurangnya pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil primigravida tentang persiapan persalinan di UPTD Puskesmas Kroya 1. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menambah infomasi dan pengetahuan terkait persiapan persalinan terutama pada ibu hamil primigravida. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampling dengan menggunakan consecutive sampling sebanyak 60 responden. Data diambil dengan pengisian kuisioner persiapan persalinan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa seluruh responden (100%) memiliki tingkatpengetahuan yang baik mengenai persiapan persalinan. Mayoritas responden berusia 20-30 tahun, mayoritas responden memiliki tingkat pendidikan SMA, dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa akses informasi dan edukasi dari tenaga kesehatan sudah cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai persiapan persalinan.
Edukasi Kesehatan Mental melalui Video Animasi sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja Riska Saputri; Noor Yunida Triana; Ikit Netra Wirakhmi
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i3.870

Abstract

Introduction: Mental health is an important aspect of adolescent development that affects physical, emotional, and social well-being. Adolescents are vulnerable to mental health problems due to academic pressure, social challenges, and developmental changes, while students at SMK Negeri 1 Bukateja were found to have limited understanding of basic mental health concepts. Objective: The purpose of this service was to increase adolescents’ knowledge and awareness of mental health through educational interventions using animated video media. Method: This public service was conducted among 35 students of class XI DPB 2 at SMK Negeri 1 Bukateja using animated videos supported by lectures and discussions, with a pretest–posttest design to evaluate knowledge improvement. Result: The results showed a significant increase in students’ knowledge after the educational intervention. Before the program, 11.42% of students had poor knowledge, 51.42% had moderate knowledge, and 37.14% had good knowledge. After the intervention, the proportion of students with good knowledge increased to 88.57%, while 11.42% remained in the moderate category, and none were classified as having poor knowledge. Conclusion: Mental health education delivered through animated video media was effective in improving adolescents’ knowledge and supporting mental health awareness in the school setting.
Gambaran Pengetahuan Pasien Prolanis tentang Kesehatan Tuberkulosis Santosa, Bogi; Wirakhmi, Ikit Netra; Utami, Tin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7949

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang paru-paru dan dapat menular melalui percikan dahak (droplet) dari penderita dengan BTA positif. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok lansia yang memiliki daya tahan tubuh yang menurun sehingga lebih rentan terhadap infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien prolanis mengenai penyakit tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Patikraja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 78 lansia yang mengikuti program prolanis. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner yang berisi pertanyaan terkait pengetahuan lansia tentang tuberkulosis paru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup. Berdasarkan karakteristik usia, responden terbanyak berada pada rentang usia 60–74 tahun dengan jumlah 34 orang (43,6%). Berdasarkan tingkat pendidikan, mayoritas responden berpendidikan dasar sebanyak 36 orang (46,2%), sedangkan berdasarkan pekerjaan, sebagian besar responden tidak bekerja yaitu sebanyak 37 orang (47,4%). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar lansia memiliki pengetahuan yang cukup, masih diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan agar pemahaman terkait tuberkulosis menjadi lebih baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lansia yang mengikuti program prolanis di wilayah kerja Puskesmas Patikraja umumnya memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang tuberkulosis, namun tetap diperlukan intervensi edukatif yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahan penyakit tersebut.
Penerapan Kompres Hangat dalam Menurunkan Nyeri pada Pasien dengan Abdominal Pain Peritonitis di Ruang Asoka RSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Nurul Arofah; Ikit Netra Wirakhmi
USADA NUSANTARA : Jurnal Kesehatan Tradisional Vol. 4 No. 2 (2026): USADA NUSANTARA : Jurnal Kesehatan Tradisional
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/usd.v4i2.2337

Abstract

Peritonitis is an inflammation of the peritoneum that commonly causes acute abdominal pain accompanied by nausea, vomiting, and impaired elimination. Uncontrolled pain requires comprehensive management, including non-pharmacological interventions such as warm compress therapy, which works through vasodilation and muscle relaxation mechanisms. This study aims to describe nursing care for Mr. S with a diagnosis of abdominal pain due to peritonitis and to evaluate the effectiveness of warm compress therapy in reducing pain. This study employed a descriptive case study design using the nursing process approach, including assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The study was conducted from February 2 to 4, 2026, in the Asoka Ward of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, involving one respondent who received warm compress therapy for three consecutive days. The results showed that the patient experienced pain with a scale of 7 (0–10), which decreased to 4 on the second day and further reduced to 2–3 on the third day after the intervention. This was accompanied by increased comfort and improved rest. In conclusion, warm compress therapy is effective as a non-pharmacological intervention in reducing pain in patients with peritonitis and can be used as a complementary therapy in nursing care.
Co-Authors Adha, Dwi Riani Adinda Yulia Putri Adiratna Sekar Siwi Adriani, Prasanti Aida Farida Ismawati Alivian, Galih Noor Amalia Dwi Feviana Ameliya Sari Ameliya Yunita Amin Susanto Amin Susanto Amri Firgiawan Andini, Amelia Anik Hardiyanti Anindita Gani Utami Annisha Febiyani Apriliyani, Ita Arif Imam Hidayat Arif Nur Hidayanto Arni Nur Rahmawati Asraf Nanda Priyanto Atun Raudotul Ma’rifah Aziz, Salva Nurdianti Azizah Diah Safitri Azizy, Agil Wafi Baehaqi Bagus Tyas Anggoro Bambang Yuli Krisnanto Berlina Trisni Fara Utama Bunda, Mutiara Permata Cahyaningrum, Etika Dewi Catur Nugroho Chanshintop, Sawinee Christin J. Purimahua Christine Dyah Danang Tri Yudono Depi Anggara Desi Purwasih Desy Rahayu Dhea Oktaviani Diah Tri Anggraini Dina Rosmala Silviani Dini Ristya Lestari Dwi Agus Yulianto Dwi Novitasari DWI RIANI ADHA Edi Sulistianto Eka Widiastuti Eka Yuliana Elvina Vershinta Ema Wahyu Ema Wahyu Ningrum Eman Sutrisna Emiliani Elsi Jerau Endah Wulan Ramadhani ERINA Ina Rina Erni Rokhani Estri Wulansari Faisal Nur Ramdhani Fatikhah Khafsanatuz Zahro Febiyani, Annisha Feti Fajri Khayatul Mei Firliana, Eka Mitra Yuli Fitri Nur Chasanah Ganes Indah Safitri Guguh Desy Febriyanti Haniif Jaka Pradipta Hanum, Fauziah Heliyana HR, Okto Hidayah Hidayah Hikmanti, Arlyana Husnanisa Kusuma Wardani IASA, ARUM ANINDIKA Imam Wakhyono Indra Juniardi Indri Dwi Aristiani Indri Heri Susanti Indri Heri Susanti Indri Heri Susanti, Indri Heri Intan Kusumawardhani Ita Apriliyani Iwan Purnawan Jauhar Nudin Jerau, Emiliani Elsi Kartikasari B Khakimul Nur Alifah Khasanah , Suci Khasanah, Ratna Uswatun Khomalasari, Intan Dwi Khusnul Muflikhah Krisnanto, Bambang Yuli Kristianto, Giovanny Bangun Kusuma, Agus Kurniadi Hananta Laili Muhanifah Lestari, Meli Mugi Lutviah Silviati M. Yogi Riyantama Isjoni Ma'rifah, Atun Roudotuk Made Suandika Maolinda, Yunia Mariah Ulfah Mariah Ulfah Maya Safitri Maya Safitri Maya Safitri Melinda, Rahma Milina Setianingsih Muhanifah, Laili Murniati Murniati Musyaffa, Almas Mutiara Permata Bunda Nabila Fitria Wulandari Natikoh, Natikoh Nazar, Saiful Neviami, Jeni Nida, Faridatun Ningrum, Ema Wahyu Noor Yunida Noor Yunida Triana Noor Yunida Triana Novianasari, Eka Nudin, Jauhar Nuniek Ina Ratnaningtyas Nuraini Habibah Nuretha, Anti Alya Nurul Arofah Ocha Rajabia Rahmah Pepi Puspasari Pradana, Zein Hanni Pramesti Dewi Prananingrum, Gesty Pungki, Diaz Vinalia Purimahua, Christin J. Putrie, Azzahra Raden Bagus Bambang Sumantri Rahma Firzatulloh Rahma Melinda Rahmawati, Arni Nur Rahmawati, Chintya Reni Dwi Setyaningsih Restu Pujianto Riana, Maya Reza Rina, ERINA Ina Ririn Isma Sundari Ririn Isma Sundari Riska Saputri Rohmah, Afifa Tur Roro Lintang Suryani Roudhatul Khasanah, Laely Alfiani Saiful Nazar Salsabila, Hima Setya Salva Nurdianti Aziz Sania Saputri Santosa, Bogi saraswati, esti Sekar Siwi, Adiratna Setyawati, Martyarini Budi Sidik Awaludin Siti Haniyah Siti Nurkhasanah SRI RAHAYU Suci Khasanah Surtiningsih Surtiningsih Susanto, Amin Susetya, Putut Anggara Susilo Rini Susilo Rudatin Swasti Jamalina Tarafiar Choerunisa Tastrya Nur Yunita Tatang Kurniawan Setia Aji Tenia Wahyuningrum Tika Mutiyani Tin Utami Tin Utami Tophan Heri Wibowo Tri Larasati, Hana Tri Sumarni Tri Sumarni Triana, Noor Yunida Tulus, Ilyas Suberkah Umu Hani Utami, Tin Uun Octaviani wahyuni, maudy tri Wasis Eko Kurniawan Wasis Eko Kurniawan Wibowo, Tophan Heri Wilis Sukmaningtyas Willy Pramudya willy pramudya Yuli Dwi Hartanto Yunida Triana, Noor Zaeni Nur Khozin Zaky Ariyanto, Hafizh Zulfa Amalia Winaz