Claim Missing Document
Check
Articles

Eksistensi Karya Seniman Minangkabau Syofyani Yusaf Kemala Dwina Putri; Tati Narawati; Trianti Nugraheni
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 5, No 1 (2021): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNI 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v5i1.19413

Abstract

This study intend to analyze the creations of Syofyani Yusaf dance. Study methods using the phenomenological method. Data collection techniques using questionnaires and interviews. The study subject is Syofyani Yusaf. Data analysis techniques using evaluative descriptive. Syofyani Yusaf is one of the prominent artist from West Sumatera. At present there are around 20 dances created. These dances have been studied through dance studio, formal school, and study programs in art colleges. The results of an analysis of Syofyani’s dance shows; (1)  the dances theme originaly come from the life of the Minang cultures; (2) Preservation of dance creations is carried out through culture exchange programs and culture knowledge. The results of the study can be concluded that dance creations by Sofyani Yusaf are sill performed and studied by the people not only from the Minang tribe but also another tribes. It is recommended that teachers in formal and non-formal schools become agents of culture exchange programs and culture knowledge.
Penerapan Model Treffinger Berbasis Lingkungan dalam Pembelajaran Seni Tari untuk Meningkatkan Karakter Kreatif Siswa Vitria Mega Utami; Trianti Nugraheni
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 3, No 2 (2019): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.47 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v3i2.14191

Abstract

The purpose of this research was to develop the students' creative characters in fluency, flexibility, originality, elaboration and redefinition through dance learning using Treffinger-surrounding based- method. The subject of the research was students of XI social 4 of SMAN 8 CRB. In the process, the surrounding was used as the stimulus of the dance creation as the real product that shown the character development of students' creativity. The learning method that was being implemented in four meetings was based on the steps of Treffinger method that is basic tool, practice woth process, and working with real problem.the method that was used in this research was exprimental research with the paradigm of quantitative. The result of this research proved that there was the increase of students' score by comparing the pre-test and post-test results. The average of pretest was 64 and after the treatment the posttest result was 82.  Beside that, the value of t-account for every indicators on creative characters was bigger than t-table. Thus the hypothesis of this research that the treffinger-surrounding based method could increase the students' creative characters, can be accepted.
Pengkajian Gaya Busana Tari Jaipongan Karya Sang Maestro Muhamad Caesar Jumantri; Trianti Nugraheni
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 4, No 1 (2020): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNI 2020
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.854 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v4i1.16324

Abstract

This study discusses the form of jaipongan dance costume which aims to obtain data from the form of jaipongan dance costume and the characteristics of each style of the jaipongan costume based on the themes. This study uses descriptive analysis method, where the researcher can describe and elaborate the findings with the existing literature. In this research, there are three categories of jaipongan costume work by Gugum Gumbira which are distinguished through the theme of the created dance. From the different themes, it can be concluded that the jaipongan dance work by Gugum Gumbira has its own characteristics from the choice of costume colours to the forms of the costume that are comfortable to wear. Also, the costume prioritizes the essence of the jaipongan dance movement.
Pengembangan Modul Tari Berbasis Digital untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Sekolah Menengah Tari Eko Purnomo; Trianti Nugraheni
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 3, No 2 (2019): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.545 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v3i2.14157

Abstract

This study aimed to develop teacher modules to improve teachers' ability in managing learning materials. The study used a research and development method developed by Borg and Gall. The Subjects of the research was Teachers of Arts studies that are not backgrounded in art education. The data collection techniques used questionnaires and Focus Group Discussion. Technique of the data analysis used analisys description. Arts Subject is still guided by teachers who have no background in art education. On the other hand, the progress of information technology is still not utilized optimally. Art dance material in practice is easier to use audio visual media. Therefore, it is necessary to develop a digital-based module that can be accessed through various social media. The results showed a digital-based module developed to improve the ability of teachers in managing learning materials. Based on the research results, it can be concluded that the development of digital dance teacher module is used to improve the teachers’ competency of art and culture. Recommended, teachers are be able to develop modules in accordance with the needs in the field.
Nilai-Nilai Kearifan Lokal: Pertunjukan Tari Dalam Upacara Adat Bakti Purnamasari di Sukabumi Rivaldi Indra Hapidzin; Tati Narawati; Trianti Nugraheni
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 6, No 1 (2022): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNI 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v6i1.34996

Abstract

Upacara adat bakti purnamasari dalam konteks kehidupan masyarakat Sunda tidak lepas dari ungkapan rasa syukur, begitu pula pertunjukan tari yang masih menjadi bagian ungkapan kebahagiaan. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis hasil penelitian mengenai bentuk pertunjukan tari serta nilai-nilai kerifan lokal yang terdapat pada pertunjukan tari dalam upacara adat bakti purnamasari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif analisis dengan paradigma kualitatif, partisipan penelitian yaitu tokoh budaya di Kota Sukabumi dengan  teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk pertunjukan tari dalam upacara adat ini termasuk kedalam fungsi hiburan dan termasuk kedalam rumpun tari tayub. Nilai kearifan lokal yang terdapat didalamnya terbagi kedalam dua bentuk yaitu nilai kearifan lokal yang mengangkat falsafah manusia Sunda dalam bermasyarakat yaitu silih asih, asah dan asuh serta nilai kearifan lokal yang terdapat dari musik pengiringnya yang terdapat nilai keharmonisan, nilai keselarasan, nilai ketenangan, nilai kedamaian dan nilai belajar.
Pengaruh Pembelajaran Dance Pattern Design Terhadap Kecerdasan Spasial Siswa Kelas VII C SMP Pasundan 2 Bandung dalatina peloggia gustianingsih; Trianti Nugraheni; Agus Supriatna
IRAMA Vol 1, No 2 (2019): IRAMA: JURNAL SENI DESAIN DAN PEMBELAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.361 KB) | DOI: 10.17509/irama.v1i2.22258

Abstract

Tulisan ini secara umum bertujuan untuk memperoleh data dan mendeskripsikan tentang pengaruh pembelajaran dance pattern design terhadap kecerdasan spasial siswa. Penelitian ini terfokus pada siswa kelas VIII C di SMP Pasundan 2 Bandung. Hal ini diawali dengan adanya beberapa ketimpangan dalam diri siswa, khususnya kurangnya kepekaan individu dalam  hal mengantri, kurangnya kontrol diri dalam menyesuaikan diri dengan ruang yang ada, hilangnya kepekaan akan sesama, sempitnya gaya berpikir dalam mengembangkan, menuangkan dan menyesuaikan imajinasi terhadap kehidupan sehari-hari, yang mana hal-hal tersebut termasuk kedalam ranah visual-spasial siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah Kuantitaif Pre- Experimental  dengan jenis metode One-Group Pre-test – Post-test Design, yaitu eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding, populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMP Pasundan 2 Bandung dengan sampel yang berjumlah 31 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan dari pembelajaran dance pattern design (dalam beberapa tari kelompok nusantara). Hasil tersebut dapat dilihat dari hasil t hitung t tabel yaitu 8,346 1,697 yang mana menjadikan Ha diterima atau adanya pengaruh. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pembelajaran dance pattern design (desain pola lantai) berpengaruh cukup signifikan terhadap kecerdasan spasial siswa yang terlihat dari perubahan siswa dalam hal memahami hubungan spasialnya, menyesuaikan diri serta menempatkan diri terhadap akan ruang fisik dan imajiner dari setiap individu.
Analisis Korelasi Antara Kemampuan Mengoprasikan Video Tutorial Berbasis CAMTASIA STUDIO 7 Dengan Kemampuan Kritik Tari Siswa Kelas XI SMA NEGERI 4 BANDUNG muhammad iklil; Trianti Nugraheni; Beben Barnas
IRAMA Vol 1, No 2 (2019): IRAMA: JURNAL SENI DESAIN DAN PEMBELAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.427 KB) | DOI: 10.17509/irama.v1i2.22261

Abstract

dalam menyampaikan kritik, serta korelasi antara keduanya. Sebuah fenomena dimana penggunaan multimedia cenderung minim efisiensi serta rendahnya kualitas komunikasi peserta didik saat ini, antara lain melakukan kritik terhadap karya seni tari. Keduanya disinyalir memiliki keterkaitan yang sangat erat dimana perangkat multimedia terus mengalami pemutakhiran seiring berjalannya waktu dengan basis utama telekomunikasi. Peserta didik di usia SMA dalam hal ini menjadi pengguna yang sangat aktif, tentu sangat memiliki peran dalam perkembangan teknologi dan komunikasi, salah satunya siswa-siswi di SMA Negeri 4 Bandung kelas XI MIPA 4 yang kemudian dijadikan sampel penelitian. Termilikinya wawasan mengenai efisiensi penggunaan teknologi dan tata cara menyampaikan kritik menjadi manfaat utama bagi peserta didik, dan bagi guru tentunya menjadikan penelitian ini sebagai bahan kajian dan inovasi terhadap pembelajaran. Dengan metode penelitian korelasi ini, peneliti menggunakan instrumen observasi, angket dan studi dokumentasi, yang ternyata ditemukan bahwa kepemilikan perangkat dan penggunaan teknologi yang sangat tinggi, tetapi cenderung rendah dalam hal pendalaman aplikasi dan perangkat teknologi itu sendiri, didapat dari hasil penyebaran angket oleh peneliti sebelum dilakukan perlakuan, pun rendahnya kualitas kritik tari yang dilakukan oleh siswa dalam bentuk tulisan tangan didapat dari pre-test. Oleh karena itu peneliti mengarahkan siswa untuk mengaplikasikan kritik yang telah ditulis ke dalam aplikasi video tutorial berbasis Camtasia Studio 7, dengan produk sebuah video kritik. Hasilnya tingkat efisiensi penggunaan multimedia pun membaik dengan nilai minimum berada 10 nilai di atas nilai KKM, penyampaian kritik tari siswa pun menjadi lebih optimal dengan peningkatan rata-rata nilai sebesar 6,34, serta nilai korelasi keduanya berada pada poin 0,78 menandakan bila kritik didesain sedemikian rupa dengan efektivitas penggunaan Camtasia Studio 7, maka kualitas kritik dan kemampuan mengoperasikan aplikasi pun menjadi berkembang.
Rekreasi, Hiburan, Belajar: Studi Kegiatan Wisata Seni dan Budaya di Saung Angklung Udjo Trianti Nugraheni; Agus Budiman; Dewi Rachmawati
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 3, No 2 (2020): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) December
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.657 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v3i2.396

Abstract

Saung Angklung Udjo in West Java is one of the destinations for the arts and cultural tourism program founded by Mang Udjo Ngalagena. The concept of preservation, development and education of arts and culture is one of the program visions developed at Saung Angklung Ujdo. The purpose of this study was to obtain clear data and information related to the management system of the Saung Angklung Ujdo art and culture studio regarding how to plan, implement and program the marketing system implemented in Saung Angklung Ujdo, West Java. The method used in this research is descriptive method with a qualitative approach. The research data were obtained from structured interviews with the head of the studio management, field actors (performing artists) and several employees at Saung Angklung Udjo. Apart from the results of interviews, research data were obtained through the process of observation activities regarding the implementation of arts and cultural program activities at Saung Angklung Ujdo. The results showed that conceptually the arts and culture tourism program activities at Saung Angklung Udjo had a vision of activities in preservation, development and education. This is shown in the program objectives, activity materials, objectives and marketing strategies that have been developed to be more directed at organizing cultural and artistic tourism which has the principles of recreation, entertainment and learning.
Penanaman Nilai-Nilai Kasundaan Berbasis Pembelajaran Tari Pakujajar di SMP Negeri 5 Sukabumi Ayu Vinlandari Wahyudi; Tati Narawati; Trianti Nugraheni
PANGGUNG Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.096 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v28i2.462

Abstract

ABSTRACTThis research aims to inculcate kasundaan values that is cageur, bageur, bener, pinter, singer that have been disappeared from students life. The decline of local cultural values creates problems, as well as moral degradation following the decrease of ethics and aesthetics values. This research consist of two steps include an analysis to the dance by using etnochoreology, etnopedagogy  and folklore. Meanwhile, the implementation of dance learning uses a Lickona and Gardner theory. The results of studies show that the values contained in the dance pertains to cageur, bageur, bener, pinter, tur singer and these values are implemented through an ethnic dance learning that is Pakujajar Dance by using a sinectic learning model. This research employ an action research method with a qualitative approach. Based on the processes that have been done, there is a significant increase shown by improvement in imagination  and understanding of the students to the subject materials,as well as student’s attitudes of caring and mutual respects both to their teachers and their peers. This research produces the ethnic dance learning model.Keywords: kasundaan values, Pakujajar dance, implementation of dance learning ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kasundaan, yaitu cageur, bageur, bener, pinter,  singer yang telah luput dari kehidupan para siswa. Terkikisnya nilai-nilai budaya lokal menimbulkan permasalahan, yaitu degradasi karakter yang dipengaruhi oleh lemahnya etika dan estetika. Penelitian ini terdiri atas dua tahapan, yaitu mengkaji tari dengan menggunakan teori etnokoreologi yang dibantu dengan pendekatan etnopedagogik dan folklor, serta implementasi pembelajaran dengan menggunakan teori Lickona dan Gardner. Hasil kajian diperoleh bahwa nilai-nilai yang berkenaan dengan nilai cageur, bageur, bener, pinter, tur singer yang kemudian diimplementasikan melalui sebuah pembelajaran tari etnis, yaitu tari pakujajar dengan menggunakan model pembelajaran sinektik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian action research dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan proses yang telah dilakukan, terjadi peningkatan yang signifikan yang dibuktikan dengan meningkatnya daya imajinasi serta pemahaman siswa terhadap materi pelajaran dan sikap siswa yang peduli serta saling menghormati baik pada guru maupun antarsesama. Dengan demikian, penelitian ini menghasilkan model pembelajaran tari etnis. Kata Kunci: Nilai-nilai kasundaan, tari pakujajar, implementasi pembelajaran tari  
Nilai Pendidikan Pada Tari Sebimbing Sekundang Anisa Yudia Putri; Trianti Nugraheni
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i2.50212

Abstract

Sebimbing Sekundang merupakan tarian tradisional yang berasal dari Sumatera Selatan, Tarian ini merupakan tari penyambutan tamu yang didalamnya terdapat nilai-nilai Pendidikan seperti nilai Pendidikan religious, nilai Pendidikan social, dan nilai Pendidikan lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai Pendidikan pada tari Sebimbing Sekundang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Sebimbing Sekundang merupakan tarian yang mengandung nilai Pendidikan Religius, Pendidikan Sosial, dan Pendidikan Lingkungaan Hidup. Tari Sebimbing Sekundang ini merupakan gabungan dari lima suku besar di Kabupaten Ogan Komering Ulu yaitu, Tari Tanggai Komering (suku Komering), Tari Tanggai Daye (suku Daye), Tari Belimau (suku Ranau), Tari Tupai Begelut (suku Semende), dan Tari Gajah Bejuang (suku Ogan). Busana yang digunakan pada tarian ini yaitu menggunakan busana Aesan Gede (paksangkong). Pada tahun 2000 busana yang digunakan sesuai dengan lima suku di Kabupaten Ogan Komering Ulu yaitu suku komering menggunakan pakaian adat komering yaitu aksesoris yang di pakai dikepala penari, suku Semende menggunakan pakaian adat Semende, Suku Daye menggunakan pakaian adat Daye, suku Ranau menggunakan pakaian adat Ranau, suku Ogan menggunakan pakaian adat ogan, khusus penari pembawa tepak menggunakan Aesan Gede. Tepak yang di bawa penari berisis daun sirih, rempah-rempah hasil bumi contohnya padi, buah karet, buah kelapa sawit, kopi dll. Tari sebimbing Sekundang memiliki 8 gerak pokok yang terbagi menjadi pure movement, lokomotor movement, dan gesture.
Co-Authors Ace Iwan Suryawan, Ace Iwan Agung Nugraha Agus Ahmad Wakih Agus Budiman Agus Budiman Agus Sudirman Agus Supriatna Amanda, Nadiya Amelia, Natasya ANGGRAENI, RENI Anindri, Mutia Anisa Cahya Kemala Putri Anisa Yudia Putri Ayo Sunaryo Ayo Sunaryo Ayu Vinlandari Wahyudi Beben Barnas, Beben dalatina peloggia gustianingsih Dedi Warsana Defrizaldi Defrizaldi Deliana Maharani Putri Dimyati Deti Lindiana Dewi Rachmawati Dimyati, Deliana Maharani Putri Dini Oktavia Dwiyanti, Yulia Eko Purnomo Elwi Ismail Izz Fadillah, Fauziah Nur Fazriah, Siti Sarah Fifiet Dwi Tresna Santana Fifiet Dwi Tresna Santana, Fifiet Dwi Tresna Fitri Kurniati Fitri Kurniati, Fitri Fitriani Rahmawati Ganda Prawira, Nanang Heny Rohayani Hikmah Nurulbaeti ilam Anugrah Indah Gina Khaeni Irma Rachmawati Irna Khaleda Nurmeta Jihan Winarti Juju Masunah Julianti, Hanifah Kemala Dwina Putri Lanang Riyadi LELI KURNIAWATI Mawar Siswanto Meyliyani, Ibnu Siti Mohd Zahid, Muhammad Fairul Azreen Muhamad Caesar Jumantri muhammad iklil Muhammad Rifky Padilla Munsan, Sri Dinar Nana Ganda Nur Winda Sari Nurcahya Nurcahya Nurcahya Nurcahya Nurjatisari, Trimulyani Nurul Oktavianti Pangesti, Widya Purnomo Purnomo Putri Lilis Dyani Rahma Tiara Lestari Ratu Moja Kachita Ria Handayani Ria Sabaria Rivaldi Indra Hapidzin Sabaria, Ria Saian Badaruddin Salsa Solli Nafsika Sarah Sampepadang Selvi Amalia Selvi Rahmadani Pratiwi Sri Dinar Munsan Sukanta Sukanta Sunaryo, Ayo Supriatna, Agus Taryana, Tatang Tati Narawati Tati Narawati Tati Narawati Tri Karyono Triana Pramadanti Trimulyani Nurjatisari uus karwati Vitria Mega Utami Wanda Wilandari Yoyoh Siti Mariyah Yudi Sukmayadi Zakaria S Soeteja Zakarias S Soeteja