Claim Missing Document
Check
Articles

Penanaman Nilai-Nilai Kasundaan Berbasis Pembelajaran Tari Pakujajar di SMP Negeri 5 Sukabumi Ayu Vinlandari Wahyudi; Tati Narawati; Trianti Nugraheni
PANGGUNG Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.096 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v28i2.462

Abstract

ABSTRACTThis research aims to inculcate kasundaan values that is cageur, bageur, bener, pinter, singer that have been disappeared from students life. The decline of local cultural values creates problems, as well as moral degradation following the decrease of ethics and aesthetics values. This research consist of two steps include an analysis to the dance by using etnochoreology, etnopedagogy  and folklore. Meanwhile, the implementation of dance learning uses a Lickona and Gardner theory. The results of studies show that the values contained in the dance pertains to cageur, bageur, bener, pinter, tur singer and these values are implemented through an ethnic dance learning that is Pakujajar Dance by using a sinectic learning model. This research employ an action research method with a qualitative approach. Based on the processes that have been done, there is a significant increase shown by improvement in imagination  and understanding of the students to the subject materials,as well as student’s attitudes of caring and mutual respects both to their teachers and their peers. This research produces the ethnic dance learning model.Keywords: kasundaan values, Pakujajar dance, implementation of dance learning ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kasundaan, yaitu cageur, bageur, bener, pinter,  singer yang telah luput dari kehidupan para siswa. Terkikisnya nilai-nilai budaya lokal menimbulkan permasalahan, yaitu degradasi karakter yang dipengaruhi oleh lemahnya etika dan estetika. Penelitian ini terdiri atas dua tahapan, yaitu mengkaji tari dengan menggunakan teori etnokoreologi yang dibantu dengan pendekatan etnopedagogik dan folklor, serta implementasi pembelajaran dengan menggunakan teori Lickona dan Gardner. Hasil kajian diperoleh bahwa nilai-nilai yang berkenaan dengan nilai cageur, bageur, bener, pinter, tur singer yang kemudian diimplementasikan melalui sebuah pembelajaran tari etnis, yaitu tari pakujajar dengan menggunakan model pembelajaran sinektik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian action research dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan proses yang telah dilakukan, terjadi peningkatan yang signifikan yang dibuktikan dengan meningkatnya daya imajinasi serta pemahaman siswa terhadap materi pelajaran dan sikap siswa yang peduli serta saling menghormati baik pada guru maupun antarsesama. Dengan demikian, penelitian ini menghasilkan model pembelajaran tari etnis. Kata Kunci: Nilai-nilai kasundaan, tari pakujajar, implementasi pembelajaran tari  
Nilai Pendidikan Pada Tari Sebimbing Sekundang Anisa Yudia Putri; Trianti Nugraheni
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i2.50212

Abstract

Sebimbing Sekundang merupakan tarian tradisional yang berasal dari Sumatera Selatan, Tarian ini merupakan tari penyambutan tamu yang didalamnya terdapat nilai-nilai Pendidikan seperti nilai Pendidikan religious, nilai Pendidikan social, dan nilai Pendidikan lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai Pendidikan pada tari Sebimbing Sekundang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Sebimbing Sekundang merupakan tarian yang mengandung nilai Pendidikan Religius, Pendidikan Sosial, dan Pendidikan Lingkungaan Hidup. Tari Sebimbing Sekundang ini merupakan gabungan dari lima suku besar di Kabupaten Ogan Komering Ulu yaitu, Tari Tanggai Komering (suku Komering), Tari Tanggai Daye (suku Daye), Tari Belimau (suku Ranau), Tari Tupai Begelut (suku Semende), dan Tari Gajah Bejuang (suku Ogan). Busana yang digunakan pada tarian ini yaitu menggunakan busana Aesan Gede (paksangkong). Pada tahun 2000 busana yang digunakan sesuai dengan lima suku di Kabupaten Ogan Komering Ulu yaitu suku komering menggunakan pakaian adat komering yaitu aksesoris yang di pakai dikepala penari, suku Semende menggunakan pakaian adat Semende, Suku Daye menggunakan pakaian adat Daye, suku Ranau menggunakan pakaian adat Ranau, suku Ogan menggunakan pakaian adat ogan, khusus penari pembawa tepak menggunakan Aesan Gede. Tepak yang di bawa penari berisis daun sirih, rempah-rempah hasil bumi contohnya padi, buah karet, buah kelapa sawit, kopi dll. Tari sebimbing Sekundang memiliki 8 gerak pokok yang terbagi menjadi pure movement, lokomotor movement, dan gesture.
PENERAPAN BAHAN AJAR TARI TOPENG BENJANG UNTUK PESERTA DIDIK DI SANGGAR SAKATA KOTA BANDUNG Irma Rachmawati; Trianti Nugraheni
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i3.32155

Abstract

Rendahnya kreativitas siswa dalam pembelajaran seni tari menjadi permasalahan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) terhadappeningkatankreativitas siswa dalam pembelajaran seni tari. Secaraspesifikpermasalahandalamdirumuskansebagaiberikut: Bagaimanakreativitassiswakelas VIII di SMP Negeri 1 Dukupuntangsetelahditerapkannyapendekatan HOTS dalampembelajaransenitari. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VIII I di SMP Negeri 1 Dukupuntang dengan jumlah siswa sebanyak 27 siswa.Instrumen yang digunakandalampenelitianiniadalahobservasi, tes, danwawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa adapeningkatankreativitas siswa setelah diterapkannya pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam pembelajaran seni tari. Dibuktikandenganhasiluji t yang diperolehthitungsebesar 24,13 dan t tabel 1,706. DapatdiketahuibahwathitungttabelinimenunjukkanbahwapendekatanHigher Order Thinking Skills (HOTS) signifikanterhadappeningkatankreativitassiswa.
KREATIVITAS SISWA MELALUI MATERI TARI MANUK DADALI Hikmah Nurulbaeti; Trianti Nugraheni
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i3.51981

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu permasalahan yang terjadi pada proses pembelajaran seni budaya khususnya seni tari pada sekolah MI Kebonrandu, yaitu proses pembelajarannya hanya mengandalkan guru yang memiliki kemampuan dalam bidang seni saja bukan dari sarjana seni langsung, sehingga aspek kreativitas seni peserta didik pada sekolah tersebut yang kurang muncul dan kurang tergarap. Dari permasalahan tersebut perlu adanya inovasi baru dalam proses pembelajaran seni budaya khususnya seni tari untuk meningkatkan bakat yang mengedepankan kreativitas peserta didik untuk berimajinasi dalam membuat gerakan atau eksplorasi dengan berdasarkan lagu Manuk Dadali. Tujuan penelitin ini untuk mendeskripsikan proses kreativitas siswa dalam pelaksanaan pembelajaran tari di MI Kebonrandu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas 3 siswa sekolah dasar sebanyak 31 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran tari dengan menggunakan metode drill (latihan), demontrasi, imitasi, dan tutor sebaya, yang terdiri dari empat pertemuan, pertemuan ini dilakukan secara berulang-ulang, berdasarkan refleksi pada pertemuan sebelumnya, sampai suatu masalah itu dianggap selesai. Selain itu, hasil dari penelitian ini menunjukan proses pembelajaran tari Manuk Dadali dapat meningkatkan kreativitas peserta didik di MI Kebonrandu Sukabumi dan juga bisa meningkatkan minat bakat peserta didik dalam bidang seni khususnya seni tari.
TARI COKEK SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN DI SANGGAR NATYA DANCE COMMUNITY Rahma Tiara Lestari; Trianti Nugraheni; Tatang Taryana
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 2, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v2i3.36860

Abstract

Salah satu kota terbesar di Jawa Barat yaitu Kota Bandung memiliki beragam jenis kesenian yang hingga saat ini masih terjaga dan berkembang, salah satunya yaitu Tari Cokek. Tari Cokek merupakan sebuah tarian yang dimana hasil dari alkulturasi antara bangsa Cina, Banten dan Bandung, adanya alkulturasi budaya tersebut membuat Tari Cokek memiliki keunikannya tersendiri. Sanggar Natya Dance Community saat ini masih melestarikan Tari Cokek tersebut dengan tetep menjaga keunikan dari Tari Cokek tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk dapat mendeskripsikan bagaimana latar belakang Sanggar Natya Dance Community dan mengetahaui bagaimana pembelajaran Tari Cokek yang terjadi di sanggar tersebut serta faktor pendukung dari pembelajaran tersebut agar dapat mencapai tujuan. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena peneliti ingin mendeskripsikan bagaimana pembelajaran Tari Cokek. Pengumpulan data yang diganakan pada penelitian ini dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi serta studi pustaka untuk mendapatkan informasi yang relevan dengan penelitian ini. Peneliti menggunakan analaisis data yang terbagi menjadi tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan akhir dari keseluruhan data. Hasil penelitian yang diperoleh oleh peneliti yaitu dapat mendeskripsikan mengenai latar beakang Sanggar Natya Dance Community tersebut, lalu dapat mendeskripsikan startegi pembelajaran, media dan evaluasi yang digunakan pada pembelajaran Tari Cokek. Peneliti juga dapat mendeskripsikan apa saja faktor pendukung pada pembelajaran Tari Cokek di Sanggar Natya Dance Community
Tourism Edupreneur: Pembinaan Wirausaha Seni untuk Wisata Pendidikan Juju Masunah; Ayo Sunaryo; Trianti Nugraheni; Putri Lilis Dyani; Leli Kurniawati
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 27, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v27i2.65274

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2020 telah menghasilkan kelompok-kelompok wirausaha mahasiswa yang memiliki produk karya seni tari dan permainan anak-anak. Namun demikian, pengelolaan produk tersebut belum optimal dalam penyajian untuk segmen pasar anak-anak. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membina kembali mahasiswa dalam mengelola usaha di bidang seni pertunjukan, dan pembelajaran seni untuk anak-anak dalam rangka mendukung program pengembangan wisata pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Metode yang digunakan adalah project-based approach atau pendekatan berbasis proyek. Partisipan adalah tujuh mahasiswa S1 dan seorang alumni Program Studi Pendidikan Seni Tari, UPI dan dua orang mahasiswa program studi Pendidikan Seni jenjang Master. Langkah kegiatan diawali dengan mendiagnosis partisipan, mendesain proyek, mengimplementasikan proyek, dan mengevaluasi. Data kegiatan dikumpulkan melalui partisipasi observasi, studi dokumentasi, dan kajian pustaka. Kemudian, data tersebut dianalisis secara triangulasi. Hasil pengabdian ini adalah terbangunnya kelompok wirausaha baru mahasiswa bernama Projek Seni Anak company atau Prosean Co. yang menjalankan model bisnis canvas. Prosean Co. mengelola produk dan jasa seni pertunjukan, dan pembelajaran seni untuk anak-anak, serta memasarkannya melalui sosial media dan pertunjukan Virtual yang disebut Virevale melalui TV UPI digital. Prosean Co. sebagai kelompok wirausaha baru berhasil mengelola produk karya seni tari dan permainan anak dalam alur cerita dan desain visual yang dapat diapresiasi oleh anak-anak.Kata Kunci: pendidikan seni; tari anak; wisata pendidikan; wirausaha seni
KESENIAN SISINGAAN PADA GRUP “SADULUR” LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Indah Gina Khaeni; Trianti Nugraheni; Tatang Taryana
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 01 (2023): Februari, 2023
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v3i01.55586

Abstract

Beragamnya keseniaan yang berada di wilayah Jawa Barat membuat setiap daerah memiliki ciri khas serta keunikannya tersendiri. Salah satunya yaitu Kesenian Sisingaan pada grup Sadulur yang berada di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kesenian Sisingaan ini terbentuk karena kebiasaan masyarakat sekitar daerh tersebut dilakukan dalam bentuk arak-arakan (helaran). Pada mulanya Kesenian Sisingaan ini berasal dari Kabupaten Subang, namun kini berkembang hingga ke luar daerah Subang seperti Bandung, Purwakarta Sumedang dan daerah yang lainnya, karena hal itu Kesenian Sisingaan ini memiliki ciri khas yang berbeda-beda pada tiap daerahnya. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana struktur koreografi dan mendeskripsikannya serta bagaimana rias dan busana yang digunakan pada Kesenian Sisingaan yang berada di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti juga melakukan pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi serta studi pustaka. Analisis data yang dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan Triangulasi Penelitian dari hasil pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil yang penelitian yang diperoleh yaitu dapat mendeskripsikan struktur koreografi Kesenian Sisingan yang terdiri dari tiga gerak pokok serta dapat mendeskripsikan bagaimana rias busana yang digunakan pada Kesenian Sisingaan grup Sadulur di Lembang, Kabupaten Bandung Barat
NILAI PENDIDIKAN PADA TARI SEBIMBING SEKUNDANG Anisa Yudia Putri; Trianti Nugraheni
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 01 (2023): Februari, 2023
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v3i01.55584

Abstract

Sebimbing Sekundang merupakan tarian tradisional yang berasal dari Sumatera Selatan, Tarian ini merupakan tari penyambutan tamu yang didalamnya terdapat nilai-nilai Pendidikan seperti nilai Pendidikan religious, nilai Pendidikan social, dan nilai Pendidikan lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai Pendidikan pada tari Sebimbing Sekundang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Sebimbing Sekundang merupakan tarian yang mengandung nilai Pendidikan Religius, Pendidikan Sosial, dan Pendidikan Lingkungaan Hidup. Tari Sebimbing Sekundang ini merupakan gabungan dari lima suku besar di Kabupaten Ogan Komering Ulu yaitu, Tari Tanggai Komering (suku Komering), Tari Tanggai Daye (suku Daye), Tari Belimau (suku Ranau), Tari Tupai Begelut (suku Semende), dan Tari Gajah Bejuang (suku Ogan). Busana yang digunakan pada tarian ini yaitu menggunakan busana Aesan Gede (paksangkong). Pada tahun 2000 busana yang digunakan sesuai dengan lima suku di Kabupaten Ogan Komering Ulu yaitu suku komering menggunakan pakaian adat komering yaitu aksesoris yang di pakai dikepala penari, suku Semende menggunakan pakaian adat Semende, Suku Daye menggunakan pakaian adat Daye, suku Ranau menggunakan pakaian adat Ranau, suku Ogan menggunakan pakaian adat ogan, khusus penari pembawa tepak menggunakan Aesan Gede. Tepak yang di bawa penari berisis daun sirih, rempah-rempah hasil bumi contohnya padi, buah karet, buah kelapa sawit, kopi dll. Tari sebimbing Sekundang memiliki 8 gerak pokok yang terbagi menjadi pure movement, lokomotor movement, dan gesture.
Makna Simbol Pada Koreografi Tari Kedokdok Kabupaten Ciamis Anisa Cahya Kemala Putri; Trianti Nugraheni; Sri Dinar Munsan
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 6, No 1 (2023): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v6i1.1823

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbol yang terdapat pada koreografi  Tari Kedokdok. Tari Kedokdok merupakan tarian yang berasal dari Kabupaten Ciamis. Masalah difokuskan kepada simbol dan makna yang terdapat di koreografi Tari Kedokdok. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan dianalisis secara kualitatif. Untuk mendekati masalah ini, referensi teori dari teori koreografi dan etnokoreologi digunakan. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa bentuk tari Kedokdok dapat dilihat dari simbol dan makna yang terkandung dalam struktur koreografinya. Gerak dan penataan pada tarian ini tentunya mempunyai makna yang terselubung didalamnya.  Gerak pada Tari Kedokdok mempunyai beberapa gerak tari yaitu gerak lampah ,amitan, ngawur, nilampah, natah, nyobaan kedhok, mulas, ngalage, siap karnaval , make kedhok, ngalaga, ngeyed, sodok kedhok, gibrig, ulin, ulin muiran, dan buka kedhok. Di dalam koreografi tarian tersebut terdapat 17 ragam gerak dengan 1 gerak Pure Movement, 9 gerak Locomotion dan 7 gerak Gesture. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena dapat bermanfaat untuk menambah rujukan referensi bagi peneliti lain. 
PEMBELAJARAN TARI BARONG SAE PADA SISWA REMAJA Wanda Wilandari; Trianti Nugraheni
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 02 (2023): AGUSTUS, 2023
Publisher : Departemen Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v3i02.60443

Abstract

Barong Sae merupakan Tari kreasi yang dikemas berlandaskan dari kesenian tradisional lokal, diangkat dari kesenian Babarongan yang selalu dipakai untuk arak-arakan anak yang disunat dan digunakan sebagai ritual Ngalokat cai, Tari Barong Sae ini memiliki ciri khas dan perbedaan dari babarongan. Tarian ini dikemas menjadi suatu pertunjukan oleh salah satu seniman di Kota Cimahi Tari Barong Sae ini memiliki keunikan yaitu, ditarikan oleh penari perempuan, tarian ini berbentuk kelompok dan memakai properti barong. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran Tari Barong Sae yang meliputi perencanaan, proses dan evaluasi di Dapur Seni Fitria Kota Cimahi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti juga melakukan pengumpulan data dengan menggunakan observasi, literatur, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu mendeskripsi perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran Tari Barong Sae yang dilakukan di Dapur Seni Fitria sebanyak sepuluh kali pertemuan, serta evaluasi yang dilaksanakan untuk menguji kemampuan siswa dalam pemahaman gerak tentang pembelajaran Tari Barong Sae di Dapur Seni Fitria, dilakukan melalui dua cara, pertama dilakukan evaluasi setiap pertemuan , kedua dilakukan dengan mengikuti perlombaan yang dilaksanakan di luar sanggar. Penelitian ini dapat memberikan informasi kepada pihak-pihak terkait serta menambah pengetahuan mengenai pendidikan nonformal serta pembelajaran tari khususnya pada sanggar dan dapat dijadikan bahan pengembangan untuk penelitian selanjutnya.
Co-Authors Ace Iwan Suryawan, Ace Iwan Agung Nugraha Agus Budiman Agus Budiman Agus Supriatna Amanda, Nadiya Amelia, Natasya ANGGRAENI, RENI Anindri, Mutia Anisa Cahya Kemala Putri Anisa Yudia Putri Ayo Sunaryo Ayo Sunaryo Ayu Vinlandari Wahyudi Beben Barnas, Beben dalatina peloggia gustianingsih Defrizaldi, Defrizaldi Deliana Maharani Putri Dimyati Deti Lindiana Dewi Rachmawati Dimyati, Deliana Maharani Putri Dini Oktavia Dwiyanti, Yulia Eko Purnomo Fadillah, Fauziah Nur Fazriah, Siti Sarah Fifiet Dwi Tresna Santana Fifiet Dwi Tresna Santana, Fifiet Dwi Tresna Fitri Kurniati Fitri Kurniati, Fitri Fitriani Rahmawati Ganda Prawira, Nanang Heny Rohayani Hikmah Nurulbaeti ilam Anugrah Indah Gina Khaeni Irma Rachmawati Irna Khaleda Nurmeta Juju Masunah Julianti, Hanifah Kemala Dwina Putri Lanang Riyadi LELI KURNIAWATI Mariah, Yoyoh Siti Meyliyani, Ibnu Siti Mohd Zahid, Muhammad Fairul Azreen Muhamad Caesar Jumantri muhammad iklil Muhammad Rifky Padilla Munsan, Sri Dinar Nana Ganda Nurjatisari, Trimulyani Nurul Oktavianti Pangesti, Widya Purnomo Purnomo Putri Lilis Dyani Rahma Tiara Lestari Ratu Moja Kachita Ria Handayani Ria Sabaria Rivaldi Indra Hapidzin Riyadi, Lanang Rizki Januar Herliawan Sabaria, Ria Saian Badaruddin Sarah Sampepadang Selvi Rahmadani Pratiwi Siswanto, Mawar Sri Dinar Munsan Sukanta Sukanta Supriatna, Agus Taryana, Tatang Tati Narawati Tati Narawati Tati Narawati Tri Karyono Triana Pramadanti Trimulyani Nurjatisari uus karwati Vitria Mega Utami Wanda Wilandari Warsana, Dedi Winarti, Jihan Yudi Sukmayadi Zakarias S Soeteja