Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Somatic Training on Improving Dancers’ Movement Quality: A Quasi-Experimental Study Nur Winda Sari; Trianti Nugraheni; Fitri Kurniati
Journal of Physical Education Health and Sport Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpehs.v13i1.46723

Abstract

This study is motivated by the need to improve the movement quality of intermediate-level dancers. In practice, training tends to emphasize mastery of mechanical techniques and memorization of choreography, while body awareness and dancers’ sensory experiences have not been the primary focus. This condition indicates a gap between movement form mastery and conscious movement quality. Somatic practice, as a mind-body approach, offers an alternative training method that emphasizes movement learning through sensory awareness and internal body control. This study aims to analyze whether the implementation of somatic training can significantly improve the movement quality of intermediate-level dancers at Studio Purnamasari. This study employed a quantitative approach with a one-group pretest-posttest quasi-experimental design. Six intermediate-level dancers participated in the study. Data were collected through movement quality assessments before (pretest) and after (posttest) the implementation of somatic training. The results showed an increase in the average score from 75.82 (pretest) to 87.64 (posttest), with a significant difference (p < 0.05). These findings indicate that somatic training effectively improves dancers’ movement quality through enhanced body awareness, movement coordination, and control of energy and breathing. This study contributes empirically to the development of body-awareness-based training methods in non-formal dance education.
Pemanfaatan Aplikasi Smartphone Sebagai Subtitusi Perangkat Gamelan Degung Konvensional Dalam Pembelajaran Rizki Januar Herliawan; Trianti Nugraheni
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.79159

Abstract

Keterbatasan alat musik yang tersedia di tiap sekolah pada lingkungan masyarakat sunda membuat pembelajaran gamelan degung memiliki tantangan tersendiri pada proses pembelajarannya. Penelitian ini berfokus pada proses pembelajaran alat musik degung secara digital dengan memanfaatkan sebuah aplikasi pada smartphone. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis perihal bagaimana penggunaan aplikasi degung dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebermanfaatan aplikasi ini dirasakan membantu siswa dalam pembelajaran gamelan degung. Aplikasi ini dirasa dapat dijadikan media bantu pembelajaran sebagai alternatif alat yang terbatas yang ada di sekolah, selain itu aplikasi ini juga dapat digunakan sebagai media bantu belajar siswa di luar sekolah untuk menghafal materi lebih cepat. Bantuan aplikasi gamelan degung menunjukkan bahwa materi yang diajarkan dapat tersampaikan secara efektif, terutama pada tingkat dasar gamelan degung. Aplikasi gamelan degung ini cukup membantu siswa dalam mempelajari gamelan degung, namun lebih terbatas pada tingkat dasar. Beberapa aspek dari gamelan mungkin tidak sepenuhnya dapat dicakup oleh aplikasi ini, namun pada dasarnya, aplikasi ini dapat menjadi pengganti instrumen gamelan konvensional dalam proses pembelajaran. 
Pembelajaran seni tari di Rumah Budaya Sukuraga Kota Sukabumi: Etnografi praktik pendidikan seni non-formal Dewi Rachmawati; Trianti Nugraheni; Nanang Ganda Prawira; Irna Khaleda Nurmeta
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v8i1.84568

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembelajaran tari Kudu Leumpang di RBS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Partisipan penelitian yakni pelatih, para peserta pelatihan di RBS serta masyarakat dan budayawan sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RBS sebagai tempat eduwisata dan media pendidikan karakter yang disampaikan oleh para tokoh Wayang Sukuraga. Untuk pembelajaran tari, RBS memiliki beberapa komponen, yang pertama adalah seniman tradisi yang sudah diakui profesionalitasnya di lingkungan Sukabumi dan Jawa Barat, materi fokus pada tari Sunda kreasi khususnya tari Kudu Leumpang, peserta didik berasal dari usia sekolah dasar hingga mahasiswa yang merupakan penggiat seni di RBS. Selain itu, beberapa komponen lain di RBS masih belum terpenuhi di antaranya belum ada tingkatan kelas sesuai dengan materi yang dipelajari, materi tari masih fokus pada pengembangan tari Kudu Leumpang, kurangnya keterlibatan peserta mengikuti lomba-lomba tari, serta sarana-prasarana yang perlu dilengkapi untuk menunjang proses pembelajaran. Dance learning at Rumah Budaya Sukuraga, Sukabumi City: An ethnography of non-formal art education practices Abstract: This research aims to describe the learning process of Kudu Leumpang Dance at RBS. This research used a qualitative approach with the ethnographic method. Data collection techniques were observation, interview, literature study, and documentation. The research participants were trainers, trainees at RBS, and the surrounding community and cultural experts.  The results showed that RBS is a place for education and a medium for character education delivered by Wayang Sukuraga figures. For dance learning, RBS has several components, the first is traditional artists who have been recognized for their professionalism in Sukabumi and West Java, the material focuses on Sundanese dance creations, especially Kudu Leumpang Dance, students come from elementary school age to university students who are art activists at RBS. In addition, several other components at RBS are still not fulfilled, including no grade level according to the material studied, dance material still focuses on the development of Kudu Leumpang Dance, lack of participant involvement in dance competitions, and infrastructure that needs to be equipped to support the learning process.
Mengungkap Keindahan Gerak: Eksplorasi Estetika Dalam Tari Bada Hatam. Mawar Siswanto; Trianti Nugraheni; Tatang Taryana
PERSPEKTIF Vol. 14 No. 4 (2025): PERSPEKTIF October
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/perspektif.v14i4.15595

Abstract

Tari Bada Hatam Betawi by Wiwiek Widyastuti is a performing arts piece of high aesthetic value, reflecting the richness of Betawi culture through its unique movements and expressions. This article aims to examine the aesthetics of Tari Bada Hatam Betawi from a philosophical perspective, particularly focusing on the aesthetics of culture and art. This research uses a qualitative descriptive method, involving an in-depth analysis of the movement structure and the dance's meaning. The analysis results indicate that Tari Bada Hatam Betawi is not merely a form of artistic expression but also a means to communicate the philosophical values of Betawi life, such as balance, harmony, and simplicity. Through a semiotic study, it reveals that Tari Bada Hatam is multi-layered. This means the dance not only displays movements and aesthetics but also holds complex and profound symbolic values and meanings. Furthermore, Wiwiek Widyastuti's work reflects the integration of tradition and innovation, making it relevant in the context of contemporary performing arts. This research is expected to contribute to a deeper understanding of Betawi dance aesthetics and the application of a philosophical approach to traditional performing arts.
PEMAKNAAN KESETARAAN GENDER OLEH SISWA LAKI-LAKI MELALUI REPRESENTASI PENARI LAKI-LAKI DALAM TARI SERAMPANG DUA BELAS Selvi Amalia; Trianti Nugraheni; Ace Iwan Suryawan
JURNAL PAKARENA Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v11i1.84646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif dan pemaknaan siswa laki-laki di SMA Pasundan Banjaran terhadap kesetaraan gender melalui peran role model dalam Tari Serampang Dua Belas serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode  kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali perspektif, pengalaman, dan interpretasi siswa laki-laki tentang kesetaraan gender dalam dunia tari. Subjek penelitian meliputi delapan siswa laki-laki dari kelas X dan XI serta satu guru seni budaya yang bertindak sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara secara mendalam, serta dokumentasi.  Data tersebut dianalisis dengan menggunakan teknik analisis tematik, yang meliputi beberapa tahap yaitu transkripsi, pengkodean, kategorisasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif siswa mengenai partisipasi laki-laki dalam seni tari beragam, ada yang menolak, ragu-ragu, menerima dengan batasan, hingga menerima secara terbuka. Setelah diberikan stimulus berupa tayangan video Tari Serampang Dua Belas, terjadi dinamika berupa perubahan, penguatan, atau konsistensi perspektif. Kehadiran tokoh laki-laki dalam tari berkontribusi dalam membentuk cara berpikir siswa tentang kesetaraan gender, meskipun masih terpengaruh oleh gagasan maskulinitas dan norma sosial yang berlaku. Selain itu, faktor lingkungan sosial, pengalaman pribadi, serta tingkat paparan siswa terhadap seni tari juga berpengaruh terhadap cara mereka memahami tari tersebut.
Co-Authors Ace Iwan Suryawan, Ace Iwan Agung Nugraha Agus Ahmad Wakih Agus Budiman Agus Budiman Agus Sudirman Agus Supriatna Amanda, Nadiya Amelia, Natasya ANGGRAENI, RENI Anindri, Mutia Anisa Cahya Kemala Putri Anisa Yudia Putri Ayo Sunaryo Ayo Sunaryo Ayu Vinlandari Wahyudi Beben Barnas, Beben dalatina peloggia gustianingsih Dedi Warsana Defrizaldi Defrizaldi Deliana Maharani Putri Dimyati Deti Lindiana Dewi Rachmawati Dimyati, Deliana Maharani Putri Dini Oktavia Dwiyanti, Yulia Eko Purnomo Elwi Ismail Izz Fadillah, Fauziah Nur Fazriah, Siti Sarah Fifiet Dwi Tresna Santana Fifiet Dwi Tresna Santana, Fifiet Dwi Tresna Fitri Kurniati Fitri Kurniati, Fitri Fitriani Rahmawati Ganda Prawira, Nanang Heny Rohayani Hikmah Nurulbaeti ilam Anugrah Indah Gina Khaeni Irma Rachmawati Irna Khaleda Nurmeta Jihan Winarti Juju Masunah Julianti, Hanifah Kemala Dwina Putri Lanang Riyadi LELI KURNIAWATI Mawar Siswanto Meyliyani, Ibnu Siti Mohd Zahid, Muhammad Fairul Azreen Muhamad Caesar Jumantri muhammad iklil Muhammad Rifky Padilla Munsan, Sri Dinar Nana Ganda Nur Winda Sari Nurcahya Nurcahya Nurcahya Nurcahya Nurjatisari, Trimulyani Nurul Oktavianti Pangesti, Widya Purnomo Purnomo Putri Lilis Dyani Rahma Tiara Lestari Ratu Moja Kachita Ria Handayani Ria Sabaria Rivaldi Indra Hapidzin Sabaria, Ria Saian Badaruddin Salsa Solli Nafsika Sarah Sampepadang Selvi Amalia Selvi Rahmadani Pratiwi Sri Dinar Munsan Sukanta Sukanta Sunaryo, Ayo Supriatna, Agus Taryana, Tatang Tati Narawati Tati Narawati Tati Narawati Tri Karyono Triana Pramadanti Trimulyani Nurjatisari uus karwati Vitria Mega Utami Wanda Wilandari Yoyoh Siti Mariyah Yudi Sukmayadi Zakaria S Soeteja Zakarias S Soeteja