Claim Missing Document
Check
Articles

Kurikulum Pembelajaran Tari di Padepokan Surya Medal Putera Wirahma Dini Oktavia; Yudi Sukmayadi; Trianti Nugraheni
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 3 (2023): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i3.5401

Abstract

Padepokan Surya Medal Putera Wirahma adalah sebuah sanggar yang bergerak dibidang seni khususnya terdapat kegiatan pembelajaran tari. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah terkait struktur kurikulum, perencanaan kurikulum dan implementasi kurikulum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kurikulum pembelajaran tari di Padepokan Surya Medal Putera Wirahma. Pendekatannya menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Partisipan yang terlibat yakni pelatih dan pimpinan Padepokan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, teknik wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara triangulasi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa di Padepokan Surya Medal Putera Wirahma memiliki struktur administrasi kurikulum yang cukup lengkap. Terdapat komponen pembelajaran seperti capaian pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, teknik evaluasi pembelajaran. Selain itu juga terdapat biografi sejarah Padepokan. Implikasinya, Padepokan Surya Medal Putera Wirahma merupakan sanggar tari yang kurikulumnya mengacu pada sistem pendidikan formal dengan penyajian kegiatan pembelajaran yang konsisten sebagai upaya peningkatan pelayanan serta kepercayaan masyarakat.
Art Learning for Children as a Social Emotional Learning Program Selvi Rahmadani Pratiwi; Yudi Sukmayadi; Trianti Nugraheni
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 5 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i5.5227

Abstract

Attitude is an aspect that needs attention because it is a polemic problem in children today. This article aims to initiate the concept of art learning as a social emotional learning program. It can be said that art education has a further meaning than just a process of transferring knowledge and skills, but art education can be used as an effort to develop Emotional Intelligence (EQ) and Intellectual (IQ) this is because art education itself is based on mental (moral), analysis, and synthesis, besides that art is seen as having the essential value to touch one's emotional plain. Literature review is the method in this research with data collection techniques from keyword searches: (1) social emotional learning and (2) art learning for children through Google Scholar. The results of the study found that social emotional learning through art education is seen as something interesting and crucial to be studied and further formulated into a formulation, where the concepts of Art Learning and Social Emotional Learning are used as a foothold and then analyzed, and led to the finding that art learning can be used as a social emotional learning program to be able to improve the five domains of children's social emotional competence. This research has implications for children's social emotional development including awareness and appreciation skills as a form of affection that can be applied later in social life.
Pemanfaatan Aplikasi Smartphone Sebagai Subtitusi Perangkat Gamelan Degung Konvensional Dalam Pembelajaran Rizki Januar Herliawan; Trianti Nugraheni
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.79159

Abstract

Keterbatasan alat musik yang tersedia di tiap sekolah pada lingkungan masyarakat sunda membuat pembelajaran gamelan degung memiliki tantangan tersendiri pada proses pembelajarannya. Penelitian ini berfokus pada proses pembelajaran alat musik degung secara digital dengan memanfaatkan sebuah aplikasi pada smartphone. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan menganalisis perihal bagaimana penggunaan aplikasi degung dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebermanfaatan aplikasi ini dirasakan membantu siswa dalam pembelajaran gamelan degung. Aplikasi ini dirasa dapat dijadikan media bantu pembelajaran sebagai alternatif alat yang terbatas yang ada di sekolah, selain itu aplikasi ini juga dapat digunakan sebagai media bantu belajar siswa di luar sekolah untuk menghafal materi lebih cepat. Bantuan aplikasi gamelan degung menunjukkan bahwa materi yang diajarkan dapat tersampaikan secara efektif, terutama pada tingkat dasar gamelan degung. Aplikasi gamelan degung ini cukup membantu siswa dalam mempelajari gamelan degung, namun lebih terbatas pada tingkat dasar. Beberapa aspek dari gamelan mungkin tidak sepenuhnya dapat dicakup oleh aplikasi ini, namun pada dasarnya, aplikasi ini dapat menjadi pengganti instrumen gamelan konvensional dalam proses pembelajaran. 
Budi Pekerti sebagai Nilai Pendidikan dalam Tari Paksi Tuwung Karya R. Oe Yoesoef Tedjasoekmana Nurul Oktavianti; Trianti Nugraheni
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.78498

Abstract

Tari Paksi Tuwung memiliki karakter di antara putri halus/lenyep dan lanyap yang diciptakan bersumber dari tari Lenyepan putra. Dalam koreografi tarian ini terdapat nilai-nilai budi pekerti wanita Sunda semestinya, yang tergambar di dalam notasi laban. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara umum mengenai struktur koregrafi Tari Paksi Tuwung Karya R. Oe Yoesoef Tedjasoekmana yang terdapat nilai-nilai Pendidikan di dalamnya. Penelitian ini menggunakan kajian etnokoreologi sebab mengamati tarian yang berupaya menumbuhkan suatu sikap, dalam hal ini kaitannya dengan nilai budi pekerti.  Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, studi literatur dan studi dokumentasi.  Berdasarkan hasil penelitian tari Paksi Tuwung merupakan tarian yang mengandung nilai-nilai budi pekerti sesuai dengan sikap yang ada dalam karakter seorang putri, memiliki 18 gerak pokok yang terbagi menjadi pure movement, lokomotor movement, dan gesture. Penelitian ini berimplikasi memberikan wawasan serta melestarikan mengenai Tari Paksi Tuwung bagi masyarakat, pelaku seni, dan seniman seniwati. 
CONSTRUCTION OF SUNDANESE MEN IN THE PENCUG BOJONG DANCE BY GUGUM GUMBIRA ILAM ANUGRAH; TRIANTI NUGRAHENI; TATANG TARYANA
Journal of Dance and Dance Education Studies Vol 4, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jddes.v4i1.35819

Abstract

The "Pencug Bojong" dance is a dance created by Gugum in late 1986 and early 1987 for male dancers to depict Sundanese men, showing the aesthetic values of the richness and treasures of Sundanese culture. The choreographic movements in the "Pencug Bojong" dance are more adapted from Pencak Silat movements, namely 24 series of movements, including 4 movement categories, namely locomotion, pure movement, gesture and baton signal. The research approach used a qualitative approach using descriptive methods. Data collection techniques use interviews, observation, documentation as well as literature study and data analysis using triangulation. The results of this research show that the "Pencug Bojong" dance has a dashing character and has its own difficulties both in technique, accuracy, uniqueness, speed and in its spirit which shows an exemplary character of not giving up easily, showing the simplicity of Sundanese men which indirectly reveals wrongdoing. a form of Sundanese male concept which is conveyed through movements, costumes and make-up in the Pencug Bojong Dance, the energetic and attractive Sundanese male character is formed and expressed and the music used is the Tablo Naek Gendu percussion pattern.
Empowering the potential of local cultural wisdom in the packaging of performing arts: a force for forming community identity in the Kampung Seni Edas Bogor City Trimulyani Nurjatisari; Tati Narawati; Trianti Nugraheni; Lanang Riyadi
Gelar : Jurnal Seni Budaya Vol. 21 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v21i2.4734

Abstract

Foreign culture has become a significant polemic for today's millennials, leading to a tendency to overlook their nation's identity and the robust cultural potential inherent in their own country. This article seeks to enhance the potential of local cultural wisdom in the packaging of art as a force for shaping community identity. A qualitative approach is employed to provide a detailed and careful description of the art packaging methods in Kampung Seni Edas. Data were collected through interviews, observations, and documentation, with the research conducted in Kampung Seni Edas, Bogor City. Data validity was ensured through source triangulation and informant review techniques. Data analysis utilized interactive techniques involving data reduction, data display, and verification steps. The results underscore the necessity of elevating the potential of local wisdom in Kampung Seni Edas as an alternative model for empowerment and art packaging, contributing to character building and community identity, ultimately facilitating preservation through innovative performing arts. The implication is that the millennial generation needs to recognize, understand, and study culture as an essential achievement that must be embraced by millennials as the successors of the nation.
The Characteristic Analysis of Characters in Gatotkaca Gandrung Dance by R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah Sarah Sampepadang; Trianti Nugraheni; Putri Lilis Dyani
Jurnal Seni Tari Vol 12 No 2 (2023): Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v12i2.74407

Abstract

It started with the appreciation of a dance artist from Sumedang, R. Ono, for the Gatotkaca Gandrung dance in the Solo style. Then, he attracted his attention to create a Gatotkaca Gandrung dance piece in the Kasumedangan style. Different from the Solo style, the dance created by R. Ono is played by four dancers, namely Gatotkaca, Pergiwa, Pergiwati, and Cakil, with their distinctive characters full of meaning in life. The purpose of this research is to analyze the characteristics of the characters in the Gatotkaca Gandrung dance by R. Ono through the study of choreography, makeup, and costume. This study used a descriptive analysis research method using a qualitative approach. The researchers collected data using observation, interviews, documentation, and literature study. The data obtained is analyzed by reducing the data, presenting the data in narrative form, and drawing conclusions. The results obtained are Gatotkaca, as the main character, has the character of monggawa lungguh from his hiber movement, makeup, and costumes reflecting his independence, strength, toughness, responsible, courage, sacrifice, agility, and calmness in dealing with problems. Pergiwa and Pergiwati, as supporting characters, have the character of putri lungguh who reflects a graceful and cheerful nature. In addition, Cakil is a symbol of the lust of human anger. As a supporting actor, he also reflects the nature of cunning, mischievous, crotchety, agile, and brave. This character research can be used as an artistic reference in formal and informal learning that can be applied in life.
TARI LARASATI SEBAGAI PEMBELAJARAN TARI ANAK Pangesti, Widya; Nugraheni, Trianti; Sabaria, Ria
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 03 (2023): Desember, 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v3i03.48558

Abstract

Pembelajaran yang baik akan menghasilkan hasil yang sesuai. Adanya pembelajaran tari akan menghasilkan manfaat bagi peserta didik terutama jika materi dalam pembelajaran tersebut disesuaikan dengan usia yang dimiliki peserta didik. Seperti Tari Larasati yang diciptakan oleh Studio tari Indra yang diciptakan khusus untuk usia anak-anak. Karakter yang dimiliki oleh anak-anak sangatlah berbeda-beda sehingga perlunya pendidikan yang sesuai dan tepat bagi peserta didik. Dengan demikian, tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk koreografi, bagaimana proses pembelajaran bagi anak usia 6-12 tahun dan hasil dari pembelajaran Tari Larasati di Sanggar Studio Tari Indra. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan beberapa data dari hasil observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi pada saat proses penelitian. Berdasarkan hasil penelitian di Sanggar Studio Tari Indra, Koreografi yang diciptakan sangat sesuai dengan anak  usia 6-12 tahun bentuk serta pola yang dibuat dapat dikatakan mudah dan berulang-ulang dalam proses pembelajaran menggunakan metode ceramah, metode demonstrasi, metode drill dan metode peniruan sehingga dengan adanya metode yang disampaikan dapat dipahami oleh peserta didik. Hasil akhir pada proses pembelajaran tari memberikan peserta didik memahami aspek-aspek tari wiraga,wirasa dan wirahma. Dalam pembelajaran tari juga memiliki manfaat untuk para peserta didik dalam segi perkembangan motorik dan psikologis emosional peserta didik, dimana peserta didik mampu menahan, mengontrol, menjaga emosi dalam melakukan teknik gerak dari tiap pertemuan yang dilakukan serta dalam pembelajaran Tari Larasati jika dilihat dari segi tekstual maka gerak yang diciptakan sangat dapat dipahami, koreografi yang berulang-ulang, tempo yang mengalun, pola lantai yang simetris sehingga peserta didik dapat menerima dan memahami materi pembelajaran. Secara Non kontekstual dalam mempelajari tari  dapat memberikan peserta didik terhadap rasa kepekaan yang tinggi, melestarikan tarian budaya Sunda, cinta akan budaya.
MENYIMAK LEGENDA DAN POTENSI DANAU TELAGA WARNA MELALUI TARI Handayani, Ria; Nugraheni, Trianti; Munsan, Sri Dinar
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 4, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v4i1.67579

Abstract

TARI BETANGAS : KOREOGRAFI, RIAS, BUSANA SERTA NILAI PENDIDIKAN Anindri, Mutia; Nugraheni, Trianti; Suryawan, Ace Iwan
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 03 (2023): Desember, 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v3i03.36600

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan menjelaskan dan menganalisis koreografi, rias, busana serta nilai pendidikan pada tari Betangas , selain itu secara umum penelitian ini dilakukan untuk melestarikan kebudayaan di Kabupaten Banyuasin sebagai bentuk apresiasi, tari Betangas  tercipta dari sebuah ketertarikan koreografer terhadap prosesi adat Betangas  untuk para calon pengantin wanita. Betangas  merupakan proses mandi uap secara tradisional yang dilakukan oleh setiap calon pengantin sebelum memasuki hari pernikahannya. Selain secara harafiah Betangas  ini adalah untuk menghilangkan bau badan, sehingga pada hari pernikahannya pengantin akan jadi lebih segar, cantik dan berseri-seri untuk memasuki fase kehidupan baru. Tari Betangas  diciptakan untuk untuk menguatkan identitas Kabupaten Banyuasin. Pada penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis, teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, teknik dokumentasi dan studi pustaka. Melalui metode tersebut, peneliti akan membahas lebih dalam terkait struktur koreografi tari Betangas  dalam kajian Etnokoreologi  dan juga penjelasan lebih akurat terkait rias, busana pada tari Betangas . Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa gerakan pada tari Betangas  masuk ke dalam beberapa kategori yaitu, gesture, locomotion, button signal dengan dua desain yaitu simetris dan asimetris. Tata rias yang digunakan pada tari Betangas  menggunakan jenis rias korektif serta dibalut dengan busana tari yang tertutup sesuai dengan pengaruh budaya Melayu yang bernuansa islami dan hidup dalam tatanan masyarakat kabupaten Banyuasin. Pada tari Betangas  pun terdapat berbagai nilai budaya dan Pendidikan yang tersirat dalam gerak-gerak simbolik yang didukung oleh makna-makna yang terkandung dalam penggunaan properti dan kostum yang digunakan oleh para penari.
Co-Authors Ace Iwan Suryawan, Ace Iwan Agung Nugraha Agus Budiman Agus Budiman Agus Supriatna Amanda, Nadiya Amelia, Natasya ANGGRAENI, RENI Anindri, Mutia Anisa Cahya Kemala Putri Anisa Yudia Putri Ayo Sunaryo Ayo Sunaryo Ayu Vinlandari Wahyudi Beben Barnas, Beben dalatina peloggia gustianingsih Defrizaldi, Defrizaldi Deliana Maharani Putri Dimyati Deti Lindiana Dewi Rachmawati Dimyati, Deliana Maharani Putri Dini Oktavia Dwiyanti, Yulia Eko Purnomo Fadillah, Fauziah Nur Fazriah, Siti Sarah Fifiet Dwi Tresna Santana Fifiet Dwi Tresna Santana, Fifiet Dwi Tresna Fitri Kurniati Fitri Kurniati, Fitri Fitriani Rahmawati Ganda Prawira, Nanang Heny Rohayani Hikmah Nurulbaeti ilam Anugrah Indah Gina Khaeni Irma Rachmawati Irna Khaleda Nurmeta Juju Masunah Julianti, Hanifah Kemala Dwina Putri Lanang Riyadi LELI KURNIAWATI Mariah, Yoyoh Siti Meyliyani, Ibnu Siti Mohd Zahid, Muhammad Fairul Azreen Muhamad Caesar Jumantri muhammad iklil Muhammad Rifky Padilla Munsan, Sri Dinar Nana Ganda Nurjatisari, Trimulyani Nurul Oktavianti Pangesti, Widya Purnomo Purnomo Putri Lilis Dyani Rahma Tiara Lestari Ratu Moja Kachita Ria Handayani Ria Sabaria Rivaldi Indra Hapidzin Riyadi, Lanang Rizki Januar Herliawan Sabaria, Ria Saian Badaruddin Sarah Sampepadang Selvi Rahmadani Pratiwi Siswanto, Mawar Sri Dinar Munsan Sukanta Sukanta Supriatna, Agus Taryana, Tatang Tati Narawati Tati Narawati Tati Narawati Tri Karyono Triana Pramadanti Trimulyani Nurjatisari uus karwati Vitria Mega Utami Wanda Wilandari Warsana, Dedi Winarti, Jihan Yudi Sukmayadi Zakarias S Soeteja