Claim Missing Document
Check
Articles

CONSTRUCTION OF SUNDANESE MEN IN THE PENCUG BOJONG DANCE BY GUGUM GUMBIRA ILAM ANUGRAH; TRIANTI NUGRAHENI; TATANG TARYANA
Journal of Dance and Dance Education Studies Vol 4, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jddes.v4i1.35819

Abstract

The "Pencug Bojong" dance is a dance created by Gugum in late 1986 and early 1987 for male dancers to depict Sundanese men, showing the aesthetic values of the richness and treasures of Sundanese culture. The choreographic movements in the "Pencug Bojong" dance are more adapted from Pencak Silat movements, namely 24 series of movements, including 4 movement categories, namely locomotion, pure movement, gesture and baton signal. The research approach used a qualitative approach using descriptive methods. Data collection techniques use interviews, observation, documentation as well as literature study and data analysis using triangulation. The results of this research show that the "Pencug Bojong" dance has a dashing character and has its own difficulties both in technique, accuracy, uniqueness, speed and in its spirit which shows an exemplary character of not giving up easily, showing the simplicity of Sundanese men which indirectly reveals wrongdoing. a form of Sundanese male concept which is conveyed through movements, costumes and make-up in the Pencug Bojong Dance, the energetic and attractive Sundanese male character is formed and expressed and the music used is the Tablo Naek Gendu percussion pattern.
Empowering the potential of local cultural wisdom in the packaging of performing arts: a force for forming community identity in the Kampung Seni Edas Bogor City Trimulyani Nurjatisari; Tati Narawati; Trianti Nugraheni; Lanang Riyadi
Gelar : Jurnal Seni Budaya Vol. 21 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v21i2.4734

Abstract

Foreign culture has become a significant polemic for today's millennials, leading to a tendency to overlook their nation's identity and the robust cultural potential inherent in their own country. This article seeks to enhance the potential of local cultural wisdom in the packaging of art as a force for shaping community identity. A qualitative approach is employed to provide a detailed and careful description of the art packaging methods in Kampung Seni Edas. Data were collected through interviews, observations, and documentation, with the research conducted in Kampung Seni Edas, Bogor City. Data validity was ensured through source triangulation and informant review techniques. Data analysis utilized interactive techniques involving data reduction, data display, and verification steps. The results underscore the necessity of elevating the potential of local wisdom in Kampung Seni Edas as an alternative model for empowerment and art packaging, contributing to character building and community identity, ultimately facilitating preservation through innovative performing arts. The implication is that the millennial generation needs to recognize, understand, and study culture as an essential achievement that must be embraced by millennials as the successors of the nation.
The Characteristic Analysis of Characters in Gatotkaca Gandrung Dance by R. Ono Lesmana Kartadikoesoemah Sarah Sampepadang; Trianti Nugraheni; Putri Lilis Dyani
Jurnal Seni Tari Vol 12 No 2 (2023): Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jst.v12i2.74407

Abstract

It started with the appreciation of a dance artist from Sumedang, R. Ono, for the Gatotkaca Gandrung dance in the Solo style. Then, he attracted his attention to create a Gatotkaca Gandrung dance piece in the Kasumedangan style. Different from the Solo style, the dance created by R. Ono is played by four dancers, namely Gatotkaca, Pergiwa, Pergiwati, and Cakil, with their distinctive characters full of meaning in life. The purpose of this research is to analyze the characteristics of the characters in the Gatotkaca Gandrung dance by R. Ono through the study of choreography, makeup, and costume. This study used a descriptive analysis research method using a qualitative approach. The researchers collected data using observation, interviews, documentation, and literature study. The data obtained is analyzed by reducing the data, presenting the data in narrative form, and drawing conclusions. The results obtained are Gatotkaca, as the main character, has the character of monggawa lungguh from his hiber movement, makeup, and costumes reflecting his independence, strength, toughness, responsible, courage, sacrifice, agility, and calmness in dealing with problems. Pergiwa and Pergiwati, as supporting characters, have the character of putri lungguh who reflects a graceful and cheerful nature. In addition, Cakil is a symbol of the lust of human anger. As a supporting actor, he also reflects the nature of cunning, mischievous, crotchety, agile, and brave. This character research can be used as an artistic reference in formal and informal learning that can be applied in life.
TARI LARASATI SEBAGAI PEMBELAJARAN TARI ANAK Pangesti, Widya; Nugraheni, Trianti; Sabaria, Ria
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 03 (2023): Desember, 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v3i03.48558

Abstract

Pembelajaran yang baik akan menghasilkan hasil yang sesuai. Adanya pembelajaran tari akan menghasilkan manfaat bagi peserta didik terutama jika materi dalam pembelajaran tersebut disesuaikan dengan usia yang dimiliki peserta didik. Seperti Tari Larasati yang diciptakan oleh Studio tari Indra yang diciptakan khusus untuk usia anak-anak. Karakter yang dimiliki oleh anak-anak sangatlah berbeda-beda sehingga perlunya pendidikan yang sesuai dan tepat bagi peserta didik. Dengan demikian, tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk koreografi, bagaimana proses pembelajaran bagi anak usia 6-12 tahun dan hasil dari pembelajaran Tari Larasati di Sanggar Studio Tari Indra. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan beberapa data dari hasil observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi pada saat proses penelitian. Berdasarkan hasil penelitian di Sanggar Studio Tari Indra, Koreografi yang diciptakan sangat sesuai dengan anak  usia 6-12 tahun bentuk serta pola yang dibuat dapat dikatakan mudah dan berulang-ulang dalam proses pembelajaran menggunakan metode ceramah, metode demonstrasi, metode drill dan metode peniruan sehingga dengan adanya metode yang disampaikan dapat dipahami oleh peserta didik. Hasil akhir pada proses pembelajaran tari memberikan peserta didik memahami aspek-aspek tari wiraga,wirasa dan wirahma. Dalam pembelajaran tari juga memiliki manfaat untuk para peserta didik dalam segi perkembangan motorik dan psikologis emosional peserta didik, dimana peserta didik mampu menahan, mengontrol, menjaga emosi dalam melakukan teknik gerak dari tiap pertemuan yang dilakukan serta dalam pembelajaran Tari Larasati jika dilihat dari segi tekstual maka gerak yang diciptakan sangat dapat dipahami, koreografi yang berulang-ulang, tempo yang mengalun, pola lantai yang simetris sehingga peserta didik dapat menerima dan memahami materi pembelajaran. Secara Non kontekstual dalam mempelajari tari  dapat memberikan peserta didik terhadap rasa kepekaan yang tinggi, melestarikan tarian budaya Sunda, cinta akan budaya.
MENYIMAK LEGENDA DAN POTENSI DANAU TELAGA WARNA MELALUI TARI Handayani, Ria; Nugraheni, Trianti; Munsan, Sri Dinar
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 4, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v4i1.67579

Abstract

TARI BETANGAS : KOREOGRAFI, RIAS, BUSANA SERTA NILAI PENDIDIKAN Anindri, Mutia; Nugraheni, Trianti; Suryawan, Ace Iwan
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 03 (2023): Desember, 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v3i03.36600

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan menjelaskan dan menganalisis koreografi, rias, busana serta nilai pendidikan pada tari Betangas , selain itu secara umum penelitian ini dilakukan untuk melestarikan kebudayaan di Kabupaten Banyuasin sebagai bentuk apresiasi, tari Betangas  tercipta dari sebuah ketertarikan koreografer terhadap prosesi adat Betangas  untuk para calon pengantin wanita. Betangas  merupakan proses mandi uap secara tradisional yang dilakukan oleh setiap calon pengantin sebelum memasuki hari pernikahannya. Selain secara harafiah Betangas  ini adalah untuk menghilangkan bau badan, sehingga pada hari pernikahannya pengantin akan jadi lebih segar, cantik dan berseri-seri untuk memasuki fase kehidupan baru. Tari Betangas  diciptakan untuk untuk menguatkan identitas Kabupaten Banyuasin. Pada penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis, teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, teknik dokumentasi dan studi pustaka. Melalui metode tersebut, peneliti akan membahas lebih dalam terkait struktur koreografi tari Betangas  dalam kajian Etnokoreologi  dan juga penjelasan lebih akurat terkait rias, busana pada tari Betangas . Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa gerakan pada tari Betangas  masuk ke dalam beberapa kategori yaitu, gesture, locomotion, button signal dengan dua desain yaitu simetris dan asimetris. Tata rias yang digunakan pada tari Betangas  menggunakan jenis rias korektif serta dibalut dengan busana tari yang tertutup sesuai dengan pengaruh budaya Melayu yang bernuansa islami dan hidup dalam tatanan masyarakat kabupaten Banyuasin. Pada tari Betangas  pun terdapat berbagai nilai budaya dan Pendidikan yang tersirat dalam gerak-gerak simbolik yang didukung oleh makna-makna yang terkandung dalam penggunaan properti dan kostum yang digunakan oleh para penari.
TARI KEMBANG SUKET REFLEKSI IDENTITAS REMAJA INDRAMAYU Meyliyani, Ibnu Siti; Nugraheni, Trianti; Suryawan, Ace Iwan
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 4, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v4i1.67580

Abstract

METODE TEAM GAMES TOURNAMENTS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK DASAR TARI KREASI Fadillah, Fauziah Nur; Nugraheni, Trianti; Sabaria, Ria
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v4i2.74377

Abstract

KARAKTER PEREMPUAN DALAM TARI PANGAYOMAN KARYA YETTY MAMAT Amanda, Nadiya; Nugraheni, Trianti; Suryawan, Ace Iwan
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 4, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v4i1.67577

Abstract

MENINGKATKAN KERJASAMA SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN TARI MELALUI COOPERATIVE LEARNING Dwiyanti, Yulia; Nugraheni, Trianti
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v4i2.74419

Abstract

Co-Authors Ace Iwan Suryawan, Ace Iwan Agung Nugraha Agus Ahmad Wakih Agus Budiman Agus Budiman Agus Sudirman Agus Supriatna Amanda, Nadiya Amelia, Natasya ANGGRAENI, RENI Anindri, Mutia Anisa Cahya Kemala Putri Anisa Yudia Putri Ayo Sunaryo Ayo Sunaryo Ayu Vinlandari Wahyudi Beben Barnas, Beben dalatina peloggia gustianingsih Dedi Warsana Defrizaldi Defrizaldi Deliana Maharani Putri Dimyati Deti Lindiana Dewi Rachmawati Dimyati, Deliana Maharani Putri Dini Oktavia Dwiyanti, Yulia Eko Purnomo Elwi Ismail Izz Fadillah, Fauziah Nur Fazriah, Siti Sarah Fifiet Dwi Tresna Santana Fifiet Dwi Tresna Santana, Fifiet Dwi Tresna Fitri Kurniati Fitri Kurniati, Fitri Fitriani Rahmawati Ganda Prawira, Nanang Heny Rohayani Hikmah Nurulbaeti ilam Anugrah Indah Gina Khaeni Irma Rachmawati Irna Khaleda Nurmeta Jihan Winarti Juju Masunah Julianti, Hanifah Kemala Dwina Putri Lanang Riyadi LELI KURNIAWATI Mawar Siswanto Meyliyani, Ibnu Siti Mohd Zahid, Muhammad Fairul Azreen Muhamad Caesar Jumantri muhammad iklil Muhammad Rifky Padilla Munsan, Sri Dinar Nana Ganda Nur Winda Sari Nurcahya Nurcahya Nurcahya Nurcahya Nurjatisari, Trimulyani Nurul Oktavianti Pangesti, Widya Purnomo Purnomo Putri Lilis Dyani Rahma Tiara Lestari Ratu Moja Kachita Ria Handayani Ria Sabaria Rivaldi Indra Hapidzin Sabaria, Ria Saian Badaruddin Salsa Solli Nafsika Sarah Sampepadang Selvi Amalia Selvi Rahmadani Pratiwi Sri Dinar Munsan Sukanta Sukanta Sunaryo, Ayo Supriatna, Agus Taryana, Tatang Tati Narawati Tati Narawati Tati Narawati Tri Karyono Triana Pramadanti Trimulyani Nurjatisari uus karwati Vitria Mega Utami Wanda Wilandari Yoyoh Siti Mariyah Yudi Sukmayadi Zakaria S Soeteja Zakarias S Soeteja