Claim Missing Document
Check
Articles

TARI KEMBANG SUKET REFLEKSI IDENTITAS REMAJA INDRAMAYU Meyliyani, Ibnu Siti; Nugraheni, Trianti; Suryawan, Ace Iwan
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 4, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v4i1.67580

Abstract

METODE TEAM GAMES TOURNAMENTS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK DASAR TARI KREASI Fadillah, Fauziah Nur; Nugraheni, Trianti; Sabaria, Ria
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v4i2.74377

Abstract

KARAKTER PEREMPUAN DALAM TARI PANGAYOMAN KARYA YETTY MAMAT Amanda, Nadiya; Nugraheni, Trianti; Suryawan, Ace Iwan
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 4, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v4i1.67577

Abstract

MENINGKATKAN KERJASAMA SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN TARI MELALUI COOPERATIVE LEARNING Dwiyanti, Yulia; Nugraheni, Trianti
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 4, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v4i2.74419

Abstract

PENGARUH OLAH TUBUH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS GERAK Fazriah, Siti Sarah; Nugraheni, Trianti; Supriatna, Agus
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 03 (2023): Desember, 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v3i03.48560

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang dari kurangnya kualitas gerak siswa dalam menari dalam aspek kelenturan, kekuatan, kecepatan, koordinasi dan keseimbangan yang digabungkan dengan estetika tari Sunda yaitu wanda, bisa, wiraga, greget dan alus. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Proses pembelajaran Tari Jipeng pada ekstrakurikuler tari di SMPN 1 Surade sebelum diberikannya olah tubuh, 2) Bagaimana proses pembelajaran olah tubuh pada ekstrakurikuler tari di SMPN 1 Surade guna meningkatkan kualitas gerak melalui pembelajaran Tari Jipeng, 3) Bagaimana hasil proses pembelajaran olah tubuh pada ekstrakurikuler tari di SMPN 1 Surade yang diterapkan pada pembelajaran Tari Jipeng. Tari Jipeng ini berasal dari Sukabumi, dan direvitalisasikan dengan salah satu tujuannya yaitu menghidupkan kembali dan mengenalkan kembali kesenian yang sudah redup. Penerapan olah tubuh di ekstrakurikuler tari dapat meningkatkan kualitas gerak peserta didiksaat menari.Kuantitatif dalam metode yang digunakan dalam penelitian ini, dan metode yang dipakai ialah Pre-Experimental Designs. Sedangkan instrumen yang digunakan oalah observasi dan test, dan pengumpulan datanya yaitu tes, observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Dalam penelitian ini digunakan analisisdengan pola  dan desain One group pretest and postest. Pre-test  danpost-test merupakan dua tahapyang terdapat pada desain penelitian ini, pre-tesst ialah tahap sebelum diberikannya treatmen olah tubuh sedangkan post-test yaitu tahap setelah diberikannya treatment olah tubuh.Penelitian ini membuahkan hasil  bahwapre-test lebih rendah dari post-test.Peneliti mendapatkan nilai  thitung ttabel yaitu 50 2,093, maka, Ha diterima. Hal ini menunjukan bahwa pembelajaran tari di ekstrakurikuler SMPN 1 Surade ketika menggunakan pembelajaran olah tubuh terdapat perubahan yang meningkatkan kualitas gerak peserta didik dalam menari.
KOLABORASI DUA BUDAYA DALAM TARI CITRARESMI KARYA GONDO Amelia, Natasya; Nugraheni, Trianti; Suryawan, Ace Iwan
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 4, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v4i1.67578

Abstract

Pembelajaran seni tari di Rumah Budaya Sukuraga Kota Sukabumi: Etnografi praktik pendidikan seni non-formal Dewi Rachmawati; Trianti Nugraheni; Nanang Ganda Prawira; Irna Khaleda Nurmeta
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v8i1.84568

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembelajaran tari Kudu Leumpang di RBS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Partisipan penelitian yakni pelatih, para peserta pelatihan di RBS serta masyarakat dan budayawan sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RBS sebagai tempat eduwisata dan media pendidikan karakter yang disampaikan oleh para tokoh Wayang Sukuraga. Untuk pembelajaran tari, RBS memiliki beberapa komponen, yang pertama adalah seniman tradisi yang sudah diakui profesionalitasnya di lingkungan Sukabumi dan Jawa Barat, materi fokus pada tari Sunda kreasi khususnya tari Kudu Leumpang, peserta didik berasal dari usia sekolah dasar hingga mahasiswa yang merupakan penggiat seni di RBS. Selain itu, beberapa komponen lain di RBS masih belum terpenuhi di antaranya belum ada tingkatan kelas sesuai dengan materi yang dipelajari, materi tari masih fokus pada pengembangan tari Kudu Leumpang, kurangnya keterlibatan peserta mengikuti lomba-lomba tari, serta sarana-prasarana yang perlu dilengkapi untuk menunjang proses pembelajaran. Dance learning at Rumah Budaya Sukuraga, Sukabumi City: An ethnography of non-formal art education practices Abstract: This research aims to describe the learning process of Kudu Leumpang Dance at RBS. This research used a qualitative approach with the ethnographic method. Data collection techniques were observation, interview, literature study, and documentation. The research participants were trainers, trainees at RBS, and the surrounding community and cultural experts.  The results showed that RBS is a place for education and a medium for character education delivered by Wayang Sukuraga figures. For dance learning, RBS has several components, the first is traditional artists who have been recognized for their professionalism in Sukabumi and West Java, the material focuses on Sundanese dance creations, especially Kudu Leumpang Dance, students come from elementary school age to university students who are art activists at RBS. In addition, several other components at RBS are still not fulfilled, including no grade level according to the material studied, dance material still focuses on the development of Kudu Leumpang Dance, lack of participant involvement in dance competitions, and infrastructure that needs to be equipped to support the learning process.
Penanaman Nilai-Nilai Kasundaan Berbasis Pembelajaran Tari Pakujajar di SMP Negeri 5 Sukabumi Ayu Vinlandari Wahyudi; Tati Narawati; Trianti Nugraheni
PANGGUNG Vol 28 No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v28i2.462

Abstract

ABSTRACTThis research aims to inculcate kasundaan values that is cageur, bageur, bener, pinter, singer that have been disappeared from students life. The decline of local cultural values creates problems, as well as moral degradation following the decrease of ethics and aesthetics values. This research consist of two steps include an analysis to the dance by using etnochoreology, etnopedagogy  and folklore. Meanwhile, the implementation of dance learning uses a Lickona and Gardner theory. The results of studies show that the values contained in the dance pertains to cageur, bageur, bener, pinter, tur singer and these values are implemented through an ethnic dance learning that is Pakujajar Dance by using a sinectic learning model. This research employ an action research method with a qualitative approach. Based on the processes that have been done, there is a significant increase shown by improvement in imagination  and understanding of the students to the subject materials,as well as student’s attitudes of caring and mutual respects both to their teachers and their peers. This research produces the ethnic dance learning model.Keywords: kasundaan values, Pakujajar dance, implementation of dance learning ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kasundaan, yaitu cageur, bageur, bener, pinter,  singer yang telah luput dari kehidupan para siswa. Terkikisnya nilai-nilai budaya lokal menimbulkan permasalahan, yaitu degradasi karakter yang dipengaruhi oleh lemahnya etika dan estetika. Penelitian ini terdiri atas dua tahapan, yaitu mengkaji tari dengan menggunakan teori etnokoreologi yang dibantu dengan pendekatan etnopedagogik dan folklor, serta implementasi pembelajaran dengan menggunakan teori Lickona dan Gardner. Hasil kajian diperoleh bahwa nilai-nilai yang berkenaan dengan nilai cageur, bageur, bener, pinter, tur singer yang kemudian diimplementasikan melalui sebuah pembelajaran tari etnis, yaitu tari pakujajar dengan menggunakan model pembelajaran sinektik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian action research dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan proses yang telah dilakukan, terjadi peningkatan yang signifikan yang dibuktikan dengan meningkatnya daya imajinasi serta pemahaman siswa terhadap materi pelajaran dan sikap siswa yang peduli serta saling menghormati baik pada guru maupun antarsesama. Dengan demikian, penelitian ini menghasilkan model pembelajaran tari etnis. Kata Kunci: Nilai-nilai kasundaan, tari pakujajar, implementasi pembelajaran tari  
Male Peacocks as a Source of Ideas for Creating the Gandrung Liwung Dance Deti Lindiana; Trianti Nugraheni
Journal of Dance and Dance Education Studies Vol 5, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jddes.v5i1.82141

Abstract

Gandrung Liwung Dance was created as a new creative dance inspired by the behavior and beauty of the male peacock. This dance combines elegance and visual beauty displayed through dance movements and costumes that have new innovations resulting from the creativity of the dance creator. This study aims to identify the creative process of creating the Gandrung Liwung Dance inspired by the male peacock as a source of inspiration for new creative dance. The research method used is the descriptive qualitative approach analysis method. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Participants in this study were Riyana Rosilawati who is the choreographer or creator of the Gandrung Liwung Dance. The data collected were then analyzed through a preliminary study stage before the field research process and field data analysis. This study reveals an idea or concept in the process of creating the Gandrung Liwung Dance, starting with observing the behavior of the peacock and then developed to create a concept for creating works through the development of musical and artistic accompaniment consisting of make-up and costumes. Then, the process of forming the choreography is divided into three stages, namely exploration, improvisation, and composition and movement in. Gandrung Liwung Dance imitates the behavior of male peacocks. Overall, the new creative dance was created to convey the real behavior of male peacocks when they are about to be in heat. This research is implied as a new report in developing new creative dance creations for practitioners and dance art researchers.
KEKUATAN DALAM KELEMBUTAN WANITA SUNDA PADA TARI NYI KUJANG WADON Fitri Kurniati; Deliana Maharani Putri Dimyati; Trianti Nugraheni
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i1.65297

Abstract

Tari Nyi Kujang Wadon memancarkan keanggunan dan kelembutan yang memikat, namun di balik setiap gerakan lembutnya terdapat sebuah kekuatan yang menakjubkan. Tarian ini menceritakan kekuatan dalam kelembutan wanita Sunda dengan kemahirannya memainkan senjata Kujang Wadon dengan berbagai tabuhan tepakan kendang yang dipadukan dengan gerakan silat serta jurus kujang dengan mengeksplorasi gerakan mincid ketuk tilu dan gerakan bajidoran yang diusung oleh para Wanoja sehingga membentuk pola Tari Nyi Kujang Wadon. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami dan menganalisis dengan fokus pada koreografer, rias, busana, dan musik pengiring tarian. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui pengamatan langsung terhadap pertunjukan tari, wawancara dengan penari dan koreografer, serta studi pustaka terkait seni pertunjukan Sunda. Tarian ini mempunyai tiga kategori ragam gerak yaitu, pure movement (gerak murni), gesture (gerak maknawi), serta locomotion (gerak berpindah). Koreografi tarian ini memadukan gerakan yang cepat dan berenergi dengan ekspresi yang menunjukkan kekuatan dan keberanian wanita Sunda, menciptakan sebuah pertunjukan yang hidup dan menggugah. Rias yang digunakan adalah rias corrective atau rias aksen yang berfungsi untuk menebalkan garis-garis wajah serta menonjolkan kelebiha dan menutupi kekurangan pada wajah penari. Busana yang dikenakan yaitu kabaya, pangsi, kewer, apok/kemben, stagen, sampur dengan warna-warna yang tidak terlalu cerah serta menggunakan aksesoris yang simple tetapi terlihat elegan mencerminkan seorang Wanoja. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami nilai-nilai budaya lokal dan peran seni pertunjukan dalam melestarikan warisan budaya Sunda.
Co-Authors Ace Iwan Suryawan, Ace Iwan Agung Nugraha Agus Budiman Agus Budiman Agus Supriatna Amanda, Nadiya Amelia, Natasya ANGGRAENI, RENI Anindri, Mutia Anisa Cahya Kemala Putri Anisa Yudia Putri Ayo Sunaryo Ayo Sunaryo Ayu Vinlandari Wahyudi Beben Barnas, Beben dalatina peloggia gustianingsih Defrizaldi, Defrizaldi Deliana Maharani Putri Dimyati Deti Lindiana Dewi Rachmawati Dimyati, Deliana Maharani Putri Dini Oktavia Dwiyanti, Yulia Eko Purnomo Fadillah, Fauziah Nur Fazriah, Siti Sarah Fifiet Dwi Tresna Santana Fifiet Dwi Tresna Santana, Fifiet Dwi Tresna Fitri Kurniati Fitri Kurniati, Fitri Fitriani Rahmawati Ganda Prawira, Nanang Heny Rohayani Hikmah Nurulbaeti ilam Anugrah Indah Gina Khaeni Irma Rachmawati Irna Khaleda Nurmeta Juju Masunah Julianti, Hanifah Kemala Dwina Putri Lanang Riyadi LELI KURNIAWATI Mariah, Yoyoh Siti Meyliyani, Ibnu Siti Mohd Zahid, Muhammad Fairul Azreen Muhamad Caesar Jumantri muhammad iklil Muhammad Rifky Padilla Munsan, Sri Dinar Nana Ganda Nurjatisari, Trimulyani Nurul Oktavianti Pangesti, Widya Purnomo Purnomo Putri Lilis Dyani Rahma Tiara Lestari Ratu Moja Kachita Ria Handayani Ria Sabaria Rivaldi Indra Hapidzin Riyadi, Lanang Rizki Januar Herliawan Sabaria, Ria Saian Badaruddin Sarah Sampepadang Selvi Rahmadani Pratiwi Siswanto, Mawar Sri Dinar Munsan Sukanta Sukanta Supriatna, Agus Taryana, Tatang Tati Narawati Tati Narawati Tati Narawati Tri Karyono Triana Pramadanti Trimulyani Nurjatisari uus karwati Vitria Mega Utami Wanda Wilandari Warsana, Dedi Winarti, Jihan Yudi Sukmayadi Zakarias S Soeteja