Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH OLAH TUBUH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS GERAK Fazriah, Siti Sarah; Nugraheni, Trianti; Supriatna, Agus
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 3, No 03 (2023): Desember, 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v3i03.48560

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang dari kurangnya kualitas gerak siswa dalam menari dalam aspek kelenturan, kekuatan, kecepatan, koordinasi dan keseimbangan yang digabungkan dengan estetika tari Sunda yaitu wanda, bisa, wiraga, greget dan alus. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Proses pembelajaran Tari Jipeng pada ekstrakurikuler tari di SMPN 1 Surade sebelum diberikannya olah tubuh, 2) Bagaimana proses pembelajaran olah tubuh pada ekstrakurikuler tari di SMPN 1 Surade guna meningkatkan kualitas gerak melalui pembelajaran Tari Jipeng, 3) Bagaimana hasil proses pembelajaran olah tubuh pada ekstrakurikuler tari di SMPN 1 Surade yang diterapkan pada pembelajaran Tari Jipeng. Tari Jipeng ini berasal dari Sukabumi, dan direvitalisasikan dengan salah satu tujuannya yaitu menghidupkan kembali dan mengenalkan kembali kesenian yang sudah redup. Penerapan olah tubuh di ekstrakurikuler tari dapat meningkatkan kualitas gerak peserta didiksaat menari.Kuantitatif dalam metode yang digunakan dalam penelitian ini, dan metode yang dipakai ialah Pre-Experimental Designs. Sedangkan instrumen yang digunakan oalah observasi dan test, dan pengumpulan datanya yaitu tes, observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Dalam penelitian ini digunakan analisisdengan pola  dan desain One group pretest and postest. Pre-test  danpost-test merupakan dua tahapyang terdapat pada desain penelitian ini, pre-tesst ialah tahap sebelum diberikannya treatmen olah tubuh sedangkan post-test yaitu tahap setelah diberikannya treatment olah tubuh.Penelitian ini membuahkan hasil  bahwapre-test lebih rendah dari post-test.Peneliti mendapatkan nilai  thitung ttabel yaitu 50 2,093, maka, Ha diterima. Hal ini menunjukan bahwa pembelajaran tari di ekstrakurikuler SMPN 1 Surade ketika menggunakan pembelajaran olah tubuh terdapat perubahan yang meningkatkan kualitas gerak peserta didik dalam menari.
KOLABORASI DUA BUDAYA DALAM TARI CITRARESMI KARYA GONDO Amelia, Natasya; Nugraheni, Trianti; Suryawan, Ace Iwan
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 4, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v4i1.67578

Abstract

Penanaman Nilai-Nilai Kasundaan Berbasis Pembelajaran Tari Pakujajar di SMP Negeri 5 Sukabumi Ayu Vinlandari Wahyudi; Tati Narawati; Trianti Nugraheni
PANGGUNG Vol 28 No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v28i2.462

Abstract

ABSTRACTThis research aims to inculcate kasundaan values that is cageur, bageur, bener, pinter, singer that have been disappeared from students life. The decline of local cultural values creates problems, as well as moral degradation following the decrease of ethics and aesthetics values. This research consist of two steps include an analysis to the dance by using etnochoreology, etnopedagogy  and folklore. Meanwhile, the implementation of dance learning uses a Lickona and Gardner theory. The results of studies show that the values contained in the dance pertains to cageur, bageur, bener, pinter, tur singer and these values are implemented through an ethnic dance learning that is Pakujajar Dance by using a sinectic learning model. This research employ an action research method with a qualitative approach. Based on the processes that have been done, there is a significant increase shown by improvement in imagination  and understanding of the students to the subject materials,as well as student’s attitudes of caring and mutual respects both to their teachers and their peers. This research produces the ethnic dance learning model.Keywords: kasundaan values, Pakujajar dance, implementation of dance learning ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kasundaan, yaitu cageur, bageur, bener, pinter,  singer yang telah luput dari kehidupan para siswa. Terkikisnya nilai-nilai budaya lokal menimbulkan permasalahan, yaitu degradasi karakter yang dipengaruhi oleh lemahnya etika dan estetika. Penelitian ini terdiri atas dua tahapan, yaitu mengkaji tari dengan menggunakan teori etnokoreologi yang dibantu dengan pendekatan etnopedagogik dan folklor, serta implementasi pembelajaran dengan menggunakan teori Lickona dan Gardner. Hasil kajian diperoleh bahwa nilai-nilai yang berkenaan dengan nilai cageur, bageur, bener, pinter, tur singer yang kemudian diimplementasikan melalui sebuah pembelajaran tari etnis, yaitu tari pakujajar dengan menggunakan model pembelajaran sinektik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian action research dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan proses yang telah dilakukan, terjadi peningkatan yang signifikan yang dibuktikan dengan meningkatnya daya imajinasi serta pemahaman siswa terhadap materi pelajaran dan sikap siswa yang peduli serta saling menghormati baik pada guru maupun antarsesama. Dengan demikian, penelitian ini menghasilkan model pembelajaran tari etnis. Kata Kunci: Nilai-nilai kasundaan, tari pakujajar, implementasi pembelajaran tari  
Male Peacocks as a Source of Ideas for Creating the Gandrung Liwung Dance Deti Lindiana; Trianti Nugraheni
Journal of Dance and Dance Education Studies Vol 5, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jddes.v5i1.82141

Abstract

Gandrung Liwung Dance was created as a new creative dance inspired by the behavior and beauty of the male peacock. This dance combines elegance and visual beauty displayed through dance movements and costumes that have new innovations resulting from the creativity of the dance creator. This study aims to identify the creative process of creating the Gandrung Liwung Dance inspired by the male peacock as a source of inspiration for new creative dance. The research method used is the descriptive qualitative approach analysis method. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Participants in this study were Riyana Rosilawati who is the choreographer or creator of the Gandrung Liwung Dance. The data collected were then analyzed through a preliminary study stage before the field research process and field data analysis. This study reveals an idea or concept in the process of creating the Gandrung Liwung Dance, starting with observing the behavior of the peacock and then developed to create a concept for creating works through the development of musical and artistic accompaniment consisting of make-up and costumes. Then, the process of forming the choreography is divided into three stages, namely exploration, improvisation, and composition and movement in. Gandrung Liwung Dance imitates the behavior of male peacocks. Overall, the new creative dance was created to convey the real behavior of male peacocks when they are about to be in heat. This research is implied as a new report in developing new creative dance creations for practitioners and dance art researchers.
KEKUATAN DALAM KELEMBUTAN WANITA SUNDA PADA TARI NYI KUJANG WADON Fitri Kurniati; Deliana Maharani Putri Dimyati; Trianti Nugraheni
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 1 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i1.65297

Abstract

Tari Nyi Kujang Wadon memancarkan keanggunan dan kelembutan yang memikat, namun di balik setiap gerakan lembutnya terdapat sebuah kekuatan yang menakjubkan. Tarian ini menceritakan kekuatan dalam kelembutan wanita Sunda dengan kemahirannya memainkan senjata Kujang Wadon dengan berbagai tabuhan tepakan kendang yang dipadukan dengan gerakan silat serta jurus kujang dengan mengeksplorasi gerakan mincid ketuk tilu dan gerakan bajidoran yang diusung oleh para Wanoja sehingga membentuk pola Tari Nyi Kujang Wadon. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami dan menganalisis dengan fokus pada koreografer, rias, busana, dan musik pengiring tarian. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui pengamatan langsung terhadap pertunjukan tari, wawancara dengan penari dan koreografer, serta studi pustaka terkait seni pertunjukan Sunda. Tarian ini mempunyai tiga kategori ragam gerak yaitu, pure movement (gerak murni), gesture (gerak maknawi), serta locomotion (gerak berpindah). Koreografi tarian ini memadukan gerakan yang cepat dan berenergi dengan ekspresi yang menunjukkan kekuatan dan keberanian wanita Sunda, menciptakan sebuah pertunjukan yang hidup dan menggugah. Rias yang digunakan adalah rias corrective atau rias aksen yang berfungsi untuk menebalkan garis-garis wajah serta menonjolkan kelebiha dan menutupi kekurangan pada wajah penari. Busana yang dikenakan yaitu kabaya, pangsi, kewer, apok/kemben, stagen, sampur dengan warna-warna yang tidak terlalu cerah serta menggunakan aksesoris yang simple tetapi terlihat elegan mencerminkan seorang Wanoja. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami nilai-nilai budaya lokal dan peran seni pertunjukan dalam melestarikan warisan budaya Sunda.
Ritual Dalang Topeng Kelana Bandopati di Cirebon sebagai Panggung Transendental Fitriani Rahmawati; Trianti Nugraheni; Ace Iwan Suryawan
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 4 (2025): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), May
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i4.2667

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji ritual Tari Topeng Kelana Bandopati yang diselenggarakan di Sanggar Purwa Kencana, Cirebon. Masalah difokuskan pada ritual yang dilakukan oleh dalang Topeng Kelana Bandopati serta makna yang terkandung dalam setiap pertunjukan. Tarian ini ditandai dengan gerakan energik, yang menjadi salah satu ciri khas dari Tari Topeng Kelana Bandopati, diantaranya adalah gerakan galeong, gantung sikil, dan pasang naga seser yang mengandung makna ritual yang mendalam. Tari Topeng Kelana Bandopati tidak sekadar dipahami sebagai sebuah pertunjukan seni, melainkan juga sebagai sebuah ritual yang menjembatani dunia fisik dan spiritual, serta menciptakan pengalaman transendental bagi penari, pengrawit dan penontonnya. Dalam penelitian ini, teori yang digunakan meliputi teori simbolisme dalam pertunjukan, teori gerak dalam tari, dan teori spiritualitas dalam seni ritual. Melalui pendekatan kualitatif dan metode pengumpulan data yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini mengkaji dimensi simbolik, filosofis, serta sosial dari ritual tari tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ritual ini berperan sebagai pemelihara nilai budaya Cirebon, serta dalam mempertahankan identitas budaya di tengah dinamika perkembangan zaman yang akan tetap terlindungi meskipun di masa modern. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Topeng Kelana Bandopati berfungsi sebagai sarana untuk mencapai kedamaian batin dan pemahaman spiritual bagi masyarakat Cirebon maupun luar Cirebon.
Tari Rucitawani: Pesona Keanggunan dan Ketegasan Perempuan Sunda dalam Seni Pertunjukan Muhammad Rifky Padilla; Trianti Nugraheni; Saian Badaruddin
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 4 (2025): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), May
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i4.2702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai perempuan yang terkandung dalam Tari Rucitawani, dari segi tekstual maupun kontekstual, Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif, metode deskriptif analisis, dengan pendekatan Etnokoreologi yang dijadikan sebagai grand teori pada penelitian ini. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, dimana hasil dari teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi diolah, sehingga menghasilkan sebuah temuan dan analisis hasil serta pembahasan yang logis. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya Tari Rucitawani memiliki kebaruan yang terletak pada representasi maskulinitas perempuan, berbeda dengan karakter tarian tradisional Sunda lainnya yang biasa menonjolkan kelembutan dan keanggunan perempuan. Tari Rucitawani memiliki delapan gerak inti, lima gesture, dan tiga locomotor. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan dalam Tari Rucitawani didominasi nilai-nilai keanggunan dan ketegasan perempuan Sunda, yang dijadikan sebagai gambaran bahwa perempuan memiliki ketegasan dalam bertindak dan keberanian dalam menghadapi persoalan hidup. Tari ini menegaskan bahwa perempuan tidak hanya bisa berperilaku Anggun dan lembut, tetapi juga bisa menjadi sosok yang penuh kekuatan dan keberanian untuk melawan ketidakadilan. Penelitian ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat pemberdayaan perempuan dalam budaya Sunda melalui seni tari, serta memberikan wawasan baru mengenai peran perempuan yang lebih kuat dan berani dalam masyarakat.
PELATIHAN PENDIDIKAN SENI ANAK BAGI GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) DAN SEKOLAH DASAR (SD) DI BANDUNG Nugraheni, Trianti; Masunah, Juju; Narawati, Tati; Karwati, Uus; Santana, Fifiet Dwi Tresna
Tunas Siliwangi Vol 7 No 2 (2021): VOL 7 NO 2, OKTOBER 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v7i2p44 - 51.2885

Abstract

Pendidikan seni di Sekolah Dasar seakan tidak ada habisnya. Persoalan terjadi mulai dari: ketersediaan bahan ajar dan metode pembelajaran. Kemampuan guru bidang seni, hingga Perhatian pemerintah terhadap pendidikan seni. Pendidikan seni untuk informal di keluarga dan masyarakat perlu mendapat perhatian. Pendidikan informal ini kurang berjalan sebagaimana yang diharapkan karena persoalan tingkat pendidikan dan pengembangan diri dari orang tua serta kreativitas bagi anak usia dini itu sangatlah penting. Maka peneliti meneliti ini bertujuan untuk menerapkan pendidikan seni kepada guru dan tutor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar di Bandung. Metode kegiatannya adalah pelatihan secara virtual.  Metode ini memiliki langkah-langkah yang diawali dengan mendiagnosa masalah, membuat rancangan kegiatan, implementasi, dan evaluasi. Dalam membuat rancangan akan dilakukan pembuatan video pelatihan secara virtual. Dalam implementasinya dilaksanakan dalam bentuk workshop bagi guru secara virtual. Evaluasi kegiatan ini akan dilakukan dengan cara menyebarkan quesioner untuk memahami kemampuan guru dalam menyerap bahan materi secara virtual. Hasil kegiatan ini adalah sebuah model pelatihan pendidikan seni secara virtual bagi guru PAUD dan SD. Kata kunci:    Anak Usia Dini (PAUD), Pembelajaran Virtual, Pendidikan Seni
MENGASAH KEAHLIAN MENARI: INOVASI METODE DRILL DALAM TARI KAWUNG ANTEN Julianti, Hanifah; Nugraheni, Trianti; Kurniati, Fitri
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 5, No 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v5i1.80865

Abstract

Android-Based Cikeruhan Dance Multimedia to Improve Students' Self-Directed Learning Badaruddin, Saian; masunah, Juju; Nugraheni, Trianti; Ganda Prawira, Nanang; Mohd Zahid, Muhammad Fairul Azreen
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v6i4.2397

Abstract

This research aims to develop an Android-based digital module for Cikeruhan Dance that can enhance students' self-directed learning (SDL) abilities. Cikeruhan Dance, as part of the Sundanese folk dance tradition, has the potential to be used as an interesting and relevant learning material for university students and school pupils, especially in the context of dance education. The research method employed is Research and Development (RD), utilizing the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The module development process involves analyzing students' needs for interactive and easily accessible dance learning materials, followed by designing a module that includes History, Movement Structure, Makeup and Costume, as well as video tutorials and quizzes for evaluation. Data collection techniques include observation, interviews, and literature studies to analyze needs and identify novelties, ensuring that the development aligns with student requirements. Triangulation analysis is then applied to ensure the collection of relevant and balanced data. A limited trial was conducted with dance education students. The results of the small group trial showed an effectiveness of 85.07%, while the large group trial showed an effectiveness of 87.91%. The difference occurred because the large group already had prior knowledge of the material. This module is considered highly valid with an attractive design, communicative language, and visual elements that support learning. The use of the Android-based module facilitates access and increases motivation and independence among students in learning Cikeruhan Dance.
Co-Authors Ace Iwan Suryawan, Ace Iwan Agung Nugraha Agus Ahmad Wakih Agus Budiman Agus Budiman Agus Sudirman Agus Supriatna Amanda, Nadiya Amelia, Natasya ANGGRAENI, RENI Anindri, Mutia Anisa Cahya Kemala Putri Anisa Yudia Putri Ayo Sunaryo Ayo Sunaryo Ayu Vinlandari Wahyudi Beben Barnas, Beben dalatina peloggia gustianingsih Dedi Warsana Defrizaldi Defrizaldi Deliana Maharani Putri Dimyati Deti Lindiana Dewi Rachmawati Dimyati, Deliana Maharani Putri Dini Oktavia Dwiyanti, Yulia Eko Purnomo Elwi Ismail Izz Fadillah, Fauziah Nur Fazriah, Siti Sarah Fifiet Dwi Tresna Santana Fifiet Dwi Tresna Santana, Fifiet Dwi Tresna Fitri Kurniati Fitri Kurniati, Fitri Fitriani Rahmawati Ganda Prawira, Nanang Heny Rohayani Hikmah Nurulbaeti ilam Anugrah Indah Gina Khaeni Irma Rachmawati Irna Khaleda Nurmeta Jihan Winarti Juju Masunah Julianti, Hanifah Kemala Dwina Putri Lanang Riyadi LELI KURNIAWATI Mawar Siswanto Meyliyani, Ibnu Siti Mohd Zahid, Muhammad Fairul Azreen Muhamad Caesar Jumantri muhammad iklil Muhammad Rifky Padilla Munsan, Sri Dinar Nana Ganda Nur Winda Sari Nurcahya Nurcahya Nurcahya Nurcahya Nurjatisari, Trimulyani Nurul Oktavianti Pangesti, Widya Purnomo Purnomo Putri Lilis Dyani Rahma Tiara Lestari Ratu Moja Kachita Ria Handayani Ria Sabaria Rivaldi Indra Hapidzin Sabaria, Ria Saian Badaruddin Salsa Solli Nafsika Sarah Sampepadang Selvi Amalia Selvi Rahmadani Pratiwi Sri Dinar Munsan Sukanta Sukanta Sunaryo, Ayo Supriatna, Agus Taryana, Tatang Tati Narawati Tati Narawati Tati Narawati Tri Karyono Triana Pramadanti Trimulyani Nurjatisari uus karwati Vitria Mega Utami Wanda Wilandari Yoyoh Siti Mariyah Yudi Sukmayadi Zakaria S Soeteja Zakarias S Soeteja